BAB III HASIL PENELITIAN
B. Pembahasan
61
untuk menjalankan usaha tani tembakau, antara lain:
1) Banyaknya tersedia tenaga kerja Di Desa Lekor 2) Pemanfaatan Mesin Sebagai alat bantu petani 3) Letak geografi yang sangat cocok untuk
ditanami tembakau
4) Luas lahan yang masih banyak tersedia
Berdasarkan hasil penelitian kontribusi pendapatan petani tembakau terhadap kesejahteraan keluarga pada masa pandemi covid-19 di desa lekor kecamatan janapria kabupaten lombok Tengah diperoleh keterangan sebagian besar petani tembakau di Desa Lekor kecamatan janapria kabupaten lombok tengah memperoleh hasil dari usaha tani tembakau tersebut mampu mencukupi kebutuhan dari keluarga walaupun masih dalam keadaan pandemi serta dapat memberikan kontribusi terhadap lingkungan seperti dengan adanya tembakau ini masyarakat yang ada di desa lekor bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan untuk bertahan hidup apalagi pada masa pandemi ini.
62
hasil wawancara yang diterima peneliti dari informan saat melakukan observasi sebagai berikut.
“Usaha ini sudah dijalankan sejak lama oleh orang tua saya, semenjak saya kecil orang tua saya sudah berkecimpung dalam usaha tani tembakau ini. Bisa dibilang ini merupakan usaha turun temurun dari bapak saya. saya sudah menjalankan usaha tani tembakau ini semenjak tahun 1998.29 Sama halnya dengan usaha tani tembakau yang dilakukan oleh bapak Sahnan, dari tahun 2006 Bapak Jumaiyah juga sudah meneruskan usaha tani tembakau dari keluarganya. Hal ini berdasarkan hasil wawancara yang diterima penelitian dari informan saat melakukan penelitian dengan teknik wawancara sebagai berikut.
“Saya sudah menjalankan usaha tani tembakau semenjak tahun 2006, dikarenakan saya sudah menikah dan diberikan tanah untuk dikelola sampai sekarang jadinya bisa dibilang meneruskan apa yang menjadi usaha orang tua.30
Hal yang sama juga terjadi pada Bapak Sahri juga memulai meneruskan usaha tani tembakau dari orang tuanya pada tahun 2016 yang dinama menurut beliau usaha yang paling menjanjikan. Hal ini berdasarkan hasil wawancara yang diterima peneliti saat melakukan wawancara.
“Usaha ini sebenarnya usaha yang dijalankan bapak saya akan tetapi dikarenakan bapak saya yang semakin tua dan tenaganya sudah menurun
29 Bapak Sahnan, Sebagai Petani di Desa Lekor. Wawancara 18 Mei 2022
30 Bapak Jumaiyah, sebagai Petani di Desa Lekor. Wawancara 19 Mei 2022
63
sehingga saya yang melanjutkan usaha tani tembakau ini pada tahun 2016 yang dimana dalam pengamatan saya usaha ini memang paling cocok dan menjanjikan”.31
Dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dapat dijelaskan bahwasanya usaha tani tembakau di Desa Lekor Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah ini di jalankan atau melanjutkan usaha ini secara turun-temurun yang diberikan oleh orang tuanya.
Usaha tani tembakau ini tidak terlalu sulit dikarenakan menurut hasil dari wawancara yang didapat adalah karena dari kecil mereka sudah ikut membantu orang tua mereka sehingga mereka sedikit tidak sudah mulai paham dalam menjalan usahatani tembakau ini.
Para petani tembakau di Desa Lekor tertarik untuk menjalankan usaha ini dengan alasan usaha tani tersebut lebih menjanjikan dan lebih banyak memberikan sumbangan terhadap pendapatan masyarakat yang dimana ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidup mereka dibandingkan dengan kegiatan di bidang selain pertanian tembakau seperti padi, sayuran, kedelai, semangka, dan lainya. Hal ini berdasarkan wawancara yang diterima peneliti dari informan saat melakukan penelitian sebagai berikut:
“Selain sebagai petani tembakau saya juga pernah menjalankan usaha tani padi, akan tetapi tidak berjalan dengan baik dikarenakan faktor cuaca faktor air juga yang menjadi permasalahan.
31 k Sahri, sebagai Petani tembakau di Desa Lekor. Wawancara pada tanggal 19 Mei 2022
64
Sehingga saya menjalankan usaha tani tembakau di karnakan di Desa Lekor ini yang paling cocok dengan cuacanya serta tanaman tembakau tidak terlalu membutuhkan air sebanyak tanaman padi”.32
Pada saat menjalankan suatu usaha pastinya faktor-faktor yang mempengaruhi usaha tersebut tak terkecuali usaha tani tembakau. Faktor- faktor tersebut penghambat maupun pendukung dalam hal kelangsungan usaha tersebut.dalam hal ini yang dibahas disini merupakan faktor-faktor yang menjadi pendukung dan faktor yang menjadi penghambat dari usaha tani tembakau di Desa Lekor Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah. Adapun pembahasan dari faktor pendukungnya adalah sebagai berikut:
1. Tingkat Kelembaban Yang Dimiliki Desa Lekor Tanaman tembakau sebenarnya bisa tumbuh dengan cukup baik di tempat yang tingkat kelembabannya yang tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu rendah dan juga panas karena tembakau merupakan tanaman musiman, dan jikalau tanaman tembakau di tanam di tempat yang kelembabannya tinggi akan mempermudah timbulnya penyakit, hama, dan kualitas dari hasil tembakau. Hal ini berdasarkan hasil wawancara sebagai berikut:
“Desa Lekor ini Udaranya tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin sehingga ini menjadikan faktor kecocokan kalau digunakan
32 Bapak H. Amrullah sebagai petani di Desa Lekor. Wawancara, 20 mei 2022
65
untuk bercocok tanam tembakau.33
2. Tenaga Kerja Yang Mudah Diperoleh Di Desa Lekor Tenaga kerja merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap berjalan atau tidaknya suatu usaha karena di dalam setiap usaha yang dilakukan pasti membutuhkan tenaga kerja. Perolehan tenaga kerja di Desa Lekor berdasarkan hasil dari wawancara berikut:
“Saya tak perlu susah-susah untuk mencari kedesa lain kalau hanya sekedar untuk mendapatkan orang yang bisa membantu saya dalam mengelola tembakau karena tetangga saya juga banyak yang ingin membantu saya karena mereka juga menanam tembakau dan biasanya kita saling membantu dalam proses pengolahan tembakau meskipun ada beberapa yang kita bayar”.34
Sama halnya dengan yang dikatakan Bapak Sarjan juga tak pernah susah dalam mencari tenaga kerja dalam wawancaranya sebagai berikut:
“Berhubung anggota keluarga saya cukup banyak dan saya juga bisa menyewa mesin keceprek jadi tak perlu bingung-bingung mencari tenaga kerja di Desa lain”.35
3. Lahan Yang Masih Banyak Tersedia
Lahan pertanian yang dimiliki oleh petani tanpa menyewa serta tanah yang masih subur dinilai petani
33 Bapak Salbi sebagai petani di Desa lekor. Wawancara, tanggal 24 Mei 2022
34 Bapak H. Sabarudin sebagai petani di Desa Lekor. Wawancara pada tanggal 21 mei 2022
35 Bapak Sarjan sebagai petani di Desa Lekor. Wawancara pada tanggal 21 mei 2022
66
tembakau di Desa Lekor sangat cocok untuk menjalankan usahanya. Hal ini sejalan dengan apa yang peneliti temukan saat melakukan wawancara dengan informan yaitu:
“Saya diuntungkan dengan luas lahan yang saya miliki, karena lahan yang cukup luas dan dana saya tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa lahan untuk usaha saya ini”.36
Dengan lahan yang luas dan tanpa harus menyewa ini menjadikan faktor yang paling menguntungkan bagi petani. selain itu kondisi tanah yang masih subur menjadikan pertumbuhan tembakau sangat baik di Desa Lekor. Hal ini berdasarkan wawancara berikut ini:
“Saya tertarik menjalankan usaha tani tembakau di Desa Lekor ini dikarenakan tanahnya masih subur, sehingga hasilnya juga semakin memuaskan”.37
Berdasarkan hasil wawancara di atas, alasan ketertarikan petani tembakau di Desa Lekor yaitu karena tanah yang tidak terlalu kering dan juga terlalu basah selain itu juga lahan yang dimiliki cukup luas dan subur sehingga pertumbuhan tanaman semakin baik. Dan dalam menjalankan usaha tani tembakau ini tidak memerlukan biaya tambahan untuk lahan sehingga biaya yang dikeluarkan bisa diminimalisir dan uang yang semulanya untuk menyewa lahan bisa dialihkan untuk menambah biaya
36 Bapak Zakaria sebagai petani di Desa Lekor. Wawancara, 24 Mei 2022
37 Bapak Syafarudin sebagai petani di Desa Lekor. Wawancara, tanggal 24 Mei 2022
67
modal yang lain sehingga dijadikan salah satu alasan oleh para petani tembakau yang tertarik untuk menjalankan usaha tani tembakau.
Selain diuntungkan dengan dua hal diatas petani tembakau juga didukung oleh faktor pemanfaatan mesin sebagai alat bantu pengolahan sampai proses produksi dan faktor tenaga kerja yang mudah diperoleh di Desa Lekor
4. Pemanfaatan Mesin Sebagai Alat Bantu Pengelolaan Serta Produksi
Penggunaan mesin dalam pengolahan sampai produksi usaha tani tembakau ini menunjukkan keterjangkauan sebagian petani untuk membeli atau bahkan hanya sekedar menyewa beberapa unit mesin sebagai alat bantu pengelolaan lahan. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan informan yaitu:
“Dalam proses dari pengolahan sampai produksi, dalam pengelolaan tanaman tembakau untuk menyuburkan tanaman petani menggunakan mesin pencangkul setelah jarak 3 minggu petani akan menggunakan mesin keceprek sedangkan dalam proses produksi petani di Desa Lekor menggunakan pres bal.
Dengan proses tersebut proses dalam menjalan usaha tani tembakau akan semakin cepat dibandingkan dengan tenaga manusia. Sehingga dengan adanya mesin ini saya merasa terbantu”.38
Dalam menjalan usaha tani tembakau para petani tembakau di Desa Lekor Kecamatan Janapria
38 Bapak H. Marzuki sebagai petani di Desa Lekor. Wawancara, 22 mei 2022
68
Kabupaten lombok tengah juga mengalami kendala dalam menjalankan usaha tani tembakau sehingga ada beberapa faktor penghambatnya adalah sebagai berikut:
5. Keterbatasan modal
Seperti yang kita ketahui modal merupakan faktor yang paling utama dalam menjalankan suatu usaha, keterbatasan modal dapat diatasi dengan cara petani mengajukan pinjaman maupun menggadai emas. Hal ini yang peneliti terima saat melakukan wawancara dengan informan.
“Saat saya memulai usaha tani tembakau biasanya melakukan pinjaman ke pihak Bank maupun orang yang mau meminjamkan saya selain dari modal yang saya punya dikarenakan modal yang saya punya tidak cukup untuk melakukan usaha tani tembakau ini”.39
Hal yang sama juga menimpa Bapak Maharudin memilih meminjam ke pihak bang Bank, menggadaikan perhiasan yang di rasa cukup mahal, ataupun meminjam di kerabat yang yang tidak menanam tembakau ini dilakukan untuk menambah modal dalam menjalankan usaha tani tembakau. Hal ini berdasarkan apa yang peneliti dapatkan saat melakukan wawancara dengan informan sebagai berikut:
“Saya tidak mempunyai modal yang banyak akan tetap saya punya lahan dari pada kosong karena tidak dikelola lebih baik saya melakukan
39 Bapak Supardan sebagai petani di Desa Lekor. Wawancara, pada tanggal 24 Mei 2022
69
pinjaman ke kerabat ataupun menggadaikan perhiasan untuk menambah modal dalam usaha tani tembakau ini”.40
6. Rendahnya ilmu pengetahuan yang dihadapi petani tembakau
Rendahnya pengetahuan yang dimiliki petani ini dikarenakan masih jenjang pendidikan. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dengan informan sebagai berikut:
“Pengetahuan saya tentang tanaman tembakau masih kurang karena saya hanya belajar dari orang tua saya dan saya Cuma mengikuti apa apa yang disarankan orang tua dan sesama petani. karena pendidikan saya saja tidak sampai lulus SD sehingga saya terkadang saya tidak mengetahui pengobatan hama dan penyakit yang saya temui saat masih bersama bapak saya”.41 Sama halnya yang dengan dialami Bapak Sudiman, Bapak Gunisah juga mengalami kendala, dia merasa keterbatasan pengetahuannya dalam usaha tani tembakau mempengaruhi hasil usaha taninya.
“Saya masih belum terlalu memahami tentang obat-obatan yang digunakan tanaman tembakau, oleh karena itu saya sering kewalahan saat hama dan penyakit yang baru menyerang tanaman tembakau, sehingga saya merasa sangat memerlukan penyuluhan tentang obat-
40 Ibuk Fitri Dolah sebagai petani di Desa Lekor. Wawancara,pada tanggal 24 Mei 2022
41 Bapak Sudiman sebagai petani di Desa Lekor. Wawancara, 23 Mei 2022
70
obatan untuk tanaman tembakau”.42
Dengan rendahnya jenjang pendidikan yang dimiliki sebagian besar informan, menjadikan pengetahuan mereka dalam usaha tani tembakau masih rendah sehingga produksi hasil petani tidak maksimal bisa dikarenakan kurang maksimalnya dalam penanganan hama dan penyakit oleh karena itu menurut informan sangat penting dan membutuhkan penyuluhan, pelatihan ataupun lainnya tentang tanaman tembakau senggi menambah pengetahuan dan wawasan baru tentang usaha tani tembakau yang baik dan benar. Sehingga hama dan penyakit pada tembakau dapat diatasi dengan baik pemeliharaan serta pengelolaan dapat dilakukan dengan intensif yang dimana pertumbuhan tembakau dapat berjalan dengan baik sehingga sesuai dengan yang diinginkan atau tembakau yang memiliki kualitas tinggi.
Selain kendala diatas hasil wawancara peneliti juga mendapati beberapa penghambat lainya. Antara lain: ketidakmampuan petani dalam mengantisipasi tanaman tembakau tumbuh kurang baik yang dikarenakan cuaca yang tidak menentu ketidakadaan akses informasi budidaya tembakau dan tidak semua petani dapat mampu mengakses langsung hasil produksinya ke pabrik.
7. Ketidakmampuan dalam mengantisipasi tanaman tembakau tumbuh baik yang dikarenakan cuaca yang tidak menentu.
Beberapa tahun belakangan ini cuaca tidak
42 Bapak Gunisah sebagai petani di Desa Leor. Wawancara, 24 Mei 2022
71
menentu menjadikan musim tanam tembakau mengalami kemunduran dan kualitas dari daun tembakau berkurang . hal ini di berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan informan saat melakukan penelitian sebagai berikut:
“Saya merasa belakangan ini merupakan tahun dengan cuaca yang buruk, karena hujan yang berlebihan padahal masih musim kemarau, jadi lahan menjadi lembab dan berair sehingga tanaman tembakau kualitasnya berkurang karena kelebihan air, dan kualitas daunnya menjadi rusak”.43
Hal yang sama juga dialami oleh saudara Bapak H. Bukran, Bapak Denan juga mengalami hal yang sama sehingga kualitas daunnya berkurang, hal ini juga dijelaskan pada saat melakukan wawancara sebagai berikut:
“Tahun ini kualitas dari daun tembakau menurun dikarenakan kelembaban yang berlebihan dan itu membuat kualitas daunnya rusak dan serta persentase berat keringnya berkurang sehingga harga akan turun”.44
8. Kekurangan Informasi Budidaya Dari Dinas Pertanian Meskipun di Desa Lekor terdapat Kelompok tani, namun para petani tembakau di Desa Lekor masih mengalami kendala dalam budidaya tanaman tembakau karena dinas pertanian lebih memberikan penyuluhan pada petani padi. Alhasil penyuluhan tentang tembakau masih kurang dan kebanyakan
43 Bapak H. Bukran sebagai petani di Desa Lekor. Wawancara, pada tanggal 25 Mei 2022
44 Bapak Denan sebagai petani di Desa Lekor. Wawancara, pada tanggal 25 Mei 2022
72
petani masih mengandalkan pengalaman yang sebelumnya .sedangkan petani yang sudah bergabung dalam perusahaan Atau PT selalu dapat penyuluhan dikarenakan mereka memiliki kontrak kepada perusahaan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam wawancara peneliti dengan informan berikut:
“Saya terkadang bingung dengan permasalahan yang saya temui dan tidak tau mau tanya kepada siapa tentang apal lagi bisa menemukan penyakit atau hama yang tidak muncul tahun lalu dan saya tidak tau obat- obatan apa yang cocok untuk dipakai untuk membasmi penyakit maupun hama”.45
Selain Ibuk Amir, Bapak rodi menceritakan hal yang sama dalam wawancara yaitu:
“Sudah ada kelompok tani di Desa Lekor . tapi kelompok tani ini ini hanya membahas tentang budidaya padi saja sedangkan untuk usaha tani tidak ada, sedangkan petani yang bergabung dengan perusahaan atau pabrik selalu diberikan penyuluhan pada saat mulai menanam tembakau”.46
9. Petani tidak mampu mengakses langsung hasil produksinya ke pabrik
Sebagian petani tembakau di Desa Lekor terpaksa menjual tembakau mentahan ataupun yang sudah kering kepada Pengepul dan pedagang yang mempunyai oven tembakau karena tidak mampu
45 Ibuk Amir sebagai petani Desa Lekor. Wawancara, pada tanggal 24 Mei 2022
46 Bapak Rodi sebagai Petani di Desa Lekor. Wawancara, pada tanggal 24 Mei 2022
73
mengakses langsung ke pabrik rokok. Sehingga resiko yang diterima oleh petani yang tidak bergabung dengan perusahaan adalah harga yang ditawarkan oleh pembeli atau pengepul menjadi lebih murah dengan untuk bergabung dengan gudang memerlukan oven dan memiliki modal yang banyak.
Sebagaimana yang peneliti temukan saat melakukan wawancara peneliti dengan informan yaitu:
“Kami petani tidak bisa mengakses penjualnya langsung ke pabrik, sehingga kami hanya mampu menjualnya ke bos-bos yang melakukan pengepulan atau mereka yang memiliki oven di rumah mereka, dan harga yang ditawarkan tentunya lebih Murah”.47
“Sedangkan untuk bergabung dengan pabrik kami harus memiliki oven dan juga modal yang besar agar bisa mengakses tembakau kami ke pabrik tentunya harga tembakau kami akan lebih tinggi dari pada yang di jual di pengepul”.48
Hanya orang yang memiliki kartu tanda anggota (KTA) yang dapat menjualnya tembakaunya langsung ke pabrik rokok dan mereka ini merupakan orang kepercayaan perusahaan yang biasanya petani bermodal besar dan memiliki oven. Dan biasanya orang memiliki oven tapi tidak memiliki Kartu tanda pengenal akan menitip tembakaunya kepada saudara yang telah bergabung dengan perusahaan rokok, tapi
47 Bapak Awan sebagai Petani di Desa Lekor. Wawancara, pada tanggal 25 Mei 2022
48 Bapak Usen sebagai petani di Desa Lekor. Wawancara, pada tanggal 25 Mei 2022
74
bagi petani yang tidak memiliki oven mereka biasanya menjual tembakaunya ke pengepul yang sudah bergabung dengan perusahaan atau pengepul yang memiliki kartu tanda pengenal (KTA).
Usaha tani tembakau tersebut merupakan usaha musiman yang tidak bisa dijalankan kapan saja.
Usaha tani tembakau hanya bisa dijalankan pada musim kemarau, namun proses petani dalam pertanian tembakau dimulai dari bulan April yang dimana dimulai dengan pembibitan sedangkan dalam penanaman petani memulai dari bulan Mei setelah satu bulan dari umur bibit.
Proses penanaman dan pengolahan sendiri dilakukan ketika musim kemarau dengan alasan proses ini membutuhkan sinar matahari dikarenakan tidak akan mengurangi kualitas dari daun tembakau setelah dimasukkan kedalam oven atau tempat pengeringan daun tembakau.
Dalam proses pengolahan daun tembakau menjadi daun tembakau kering akan dilakukan oleh petani sendiri yang memiliki oven. Dalam proses ini petani akan memasukkan daun tembakau ke dalam oven dengan waktu yang dibutuhkan sampai kering yaitu 6 sampai 7 hari dengan suhu dalam oven 15 sampai 70 0 dalam 3 hari panas yang dibutuhkan yaitu 15 sampai 23 0 dan 3 sampai 4 hari suhunya berangsur naik sehingga mencapai 70 0 sehingga daun tembakau akan mengalami pengeringan sehingga tembakau akan terlihat kualitasnya.
Meskipun dibilang sebagai usaha musiman, tepi usaha tani tembakau tersebut merupakan usaha yang cukup menjanjikan untuk menjaga keberlangsungan hidup petani. hal ini berdasarkan kontribusi usaha tani
75
tembakau terhadap kesejahteraan masyarakat yang lebih besar dari usaha petani lainnya yaitu sebesar 56,29%. Dari hasil usaha tani mampu digunakan petani untuk memenuhi kebutuhan keluarga seperti untuk memenuhi kebutuhan pokok, biaya untuk menyekolahkan anak dan bahkan sampai membiayai anaknya bersekolah sampai perguruan tinggi dari hasil usaha tani tembakau ini.
Selain dari usaha tembakau masyarakat khususnya petani di Desa Lekor juga memperoleh sisa kontribusi yang berasal dari usaha pertanian sebesar 42,94% dan usaha di bidang non-pertanian memberikan kontribusi sebesar 0,77%.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa usaha tani tembakau memberikan kontribusi lebih dari separuhnya yaitu sebesar 56,29%
dibandingkan dengan usaha tani lainnya. Sehingga bisa kita simpulkan usaha tani tembakau ini sangat cocok untuk di kembangkan di Desa Lekor Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah.
76 BAB IV PENUTUP A.Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya kesimpulan dari penelitian adalah sebagai berikut:
1. Besarnya kontribusi dari usaha tani tembakau terhadap pendapatan masyarakat di Desa Lekor adalah sebesar 56,29%. Hal ini menunjukkan bahwasanya usaha tani tembakau merupakan sumber pendapatan yang memberikan kontribusi yang cukup besar apalagi di masa pandemi covid-19 in. Jadi usaha tani ini sangat cocok untuk di kembangkan di desa penelitan yaitu Desa Lekor Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah 2. Faktor-faktor pendorong dan penghambat dalam
mengembangkan usaha tani tembakau adalah sebagai berikut:
a) Faktor penghambat atau kendala
1) Modal usaha tani terbatas, dapat diatasi dengan meminjam di bank maupun menggadai barang berharga dan lainnya.
2) Keterbatasan pengetahuan tentang budidaya tanaman tembakau karena rendahnya pendidikan yang dimiliki petani, dapat diatasi dengan dengan mengikuti pelatihan serta bertanya atau meminta saran dari sesama petani terlebih lagi petani yang sudah bergabung dengan perusahaan sehingga dapat menambah wawasan tentang budidaya tanaman tembakau.
3) Ketidakmampuan petani tembakau mengatasi tanaman tembakau tumbuh kurang baik yang dikarenakan cuaca yang tidak menentu, bisa diatasi dengan perawatan yang intensif.
77
4) Kurangnya informasi budidaya tembakau dari dinas pertanian baik cara pemupukan, cara mengatasi hama dan penyakit.
5) Petani tidak mampu mengakses langsung produknya ke pabrik
b) Faktor Pendorong
selain faktor berupa iklim dalam lahan yang luas, ada faktor lain yang mendorong petani tembakau di Desa Lekor Kecamatan Janapria Kabupaten
Lombok Tengah tertarik untuk menjalankan usaha tani tembakau, seperti:
• Tenaga kerja yang mudah di dapat di Desa Lekor
• Pemanfaatan mesin sebagai alat bantu produksi untuk menghemat waktu dan biaya.
B. Saran
1. Bagi pemerintah diperlukannya adanya penyuluhan dalam kegiatan pemeliharaan dan pemberantasan hama dan penyakit pada tanaman tembakau apalagi usaha tani tembakau ini memberikan kontribusi yang cukup besar. Sehingga ilmu pengetahuan tentang usaha tani tembakau ini dapat diterapkan secara langsung oleh petani.
2. Bagi petani tembakau diperlukannya mempelajari tentang budidaya tanaman tembakau baik melalui mengikuti penyuluhan walaupun bukan diselenggarakan di desa serta petani juga bertukar pikiran atau menanyakan tentang budidaya tembakau kepada petani yang dirasa lebih baik dalam budidayanya dan yang terakhir petani juga harus mampu Update diri meskipun tingkat pendidikan yang rendah untuk perawatan tanaman