BAB IV HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
Berdasarkan pada tabel 4.1 tingkat kelayakan LKPD yang dinilai oleh validator pertama tergolong layak dengan total penilaian 229 dan persentase 76%. Kemudian berdasarkan pada tabel 4.2 memperoleh hasil validasi oleh validator kedua di kategorikan layak dengan total penilaian 227 dan persentase 76%. Selanjutnya Berdasarkan pada tabel 4.3 diperoleh hasil respon pendidik dengan persentase rata-rata 93% dan tergolong sangat layak. Dan terakhir berdasarkan pada tabel 4.4 diperoleh persentase respon peserta didik dengan rata-rata 90% dan tergolong sangat layak. Dari hasil persentase diatas data dari respon pendidik yang paling tinggi dikarnakan LKPD sudah dilakukan revisi sesuai saran dari validator pertama dan validator kedua. Kemudian data tingkat kelayakan LPKD juga dikatagorikan tinggi dari hasil persentase respon peserta didik, sehingga pada penelitian ini LKPD layak untuk digunakan pada siswa.
Dan terakhir persentase validator pertama dan validator kedua dapat dikatgorikan layak disebabkan hasil persentase tidak mencapai 81%, berdasarkan tabel yang digunakan LKPD dapat dikatakan sangat layak apabila mencapai persentase 81% ke atas dan seterusnya.
Adapun proses mendapatkan kelayakan LKPD diperoleh dari validator 1, validator 2, penilaian pendidik dan penilaian peserta didik. Pada validator 1 dan 2 terdiri atas aspek materi, tampilan dan bahasa. Sedangkan penilianan pendidik dan peserta didik teridiri atas 4 aspek yakni materi, penyajian, alat getar makroseismik dan bahasa.
Dalam jurnal yang berjudul Validitas dan Praktikalitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Materi Kingdom Plantae Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Peserta Didik Kelas X SMA/MA dimuat hasil analisis data yang menunjukkan bahwa LKPD berbasis pendekatan saintifik mempunyai nilai rata-rata validitas sebesar 87,30% dengan kategori valid. Adapun analisis data dari angket validitas LKPD berbasis pendekatan saintifik yang dilakukan oleh dosen dan guru didasarkan pada lima komponen, yaitu kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, kegrafikan, dan pendekatan saintifik. Sedangkan dalam jurnal Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Sint Carolus Kota Bengkulu yang ditinjau berdasarkan Produk LKPD yang telah dikembangkan memenuhi kategori valid berdasarkan hasil penilaian dari validator. Masing-masing komponen LKPD memenuhi kriteria valid dan sangat layak digunakan yang meliputi aspek isi, aspek penyajian materi dan kebahasaan. Kriteria tersebut menunjukkan bahwa LKPD sesuai dengan teori- teori atau validasi isi.
Selanjutnya pada jurnal Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berorientasi Nilai Islami Pada Materi Hidrolisis Garam hanya meninjau aspek kelayakan isi dan penyajian didapatkan simpulan bahwa LKPD berorientasi nilai Islami yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu perangkat pembelajaran dalam proses pembelajaran kimia, khususnya pada materi hidrolisis garam. Berdasarkan penerapannya, penggunaan LKPD berorientasi nilai islami juga dapat
meningkatkan pemahaman konsep dan karakter peserta didik pada materi hidrolisis garam. Selain itu pada jurnal Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Scaffolding Untuk Melatih Pemahaman Konsep dinilai dari 4 aspek diantaranya, Aspek tampilan mendapatkan nilai terendah, dengan presentase 85%, Aspek konsistensi mendapatkan persentase 86% dengan kriteria sangat layak, Aspek penggunaan huruf mendapatkan penilaian tertinggi setelah aspek kriteria fisik dengan perentase 90% dengan kriteria interpretasi sangat layak, Aspek kriteria fisik ini merupakan yang tertinggi, yaitu sebesar 91% dengan kriteria sangat layak, dan kemenarikan dengan presentase sebesar 87.4% dengan kriteria sangat menarik pada semua aspek yang diukur, yaitu materi, penyajian, scaffolding, dan bahasa. Sehingga LKPD berbasis scaffolding memenuhi persyaratan dengan kualitas yang sangat layak dan sangat menarik untuk digunakan sebagai alternatif media pembelajaran peserta didik SMP/MTs.
Adapun jurnal pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis pemecahan masalah materi bangun datar dinilai berdasarkan tiga aspek yaitu: aspek didaktik, aspek konstruksi dan aspek teknik. Dari Penilaian subjek uji coba pemakaian kelompok kecil dengan rata-rata ketiga aspek yaitu 91 % dengan kategori sangat layak. Subjek uji coba produk kelompok besar dengan rata-rata ketiga aspek yaitu 92 % dengan kategori sangat layak. Akan tetapi LKPD berbasis pemecahan masalah dapat dikembangkan lebih lanjut untuk materi bangun datar tidak hanya terfokus tiga bangun melainkan mencakup bangun-bangun datar yang lainnya, Sebagai bahan ajar yaitu LKPD
berbasis pemecahan masalah yang digunakan dalam pembelajaran matematika materi bangun datar kelas IV. Dan pada jurnal Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Tematik Terpadu Mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Dan Literasi Siswa SD Di Kota Semarang bahwa LKPD terintegrasi PPK dan literasi telah memenuhi kriteria valid dari penilaian para ahli pada aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian kegiatan pembelajaran, dan kebahasaan. LKPD terintegrasi PPK dan literasi dinyatakan valid, didapatkan persentase kriteria kelayakan validator 90% dan 89% (sangat layak).
Model Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Guided Inquiry Laboratory Untuk Pembelajaran Biologi, Kelayakan LKPD ini diperoleh dari hasil validasi oleh ahli materi, ahli media, ahli pembelajaran, dan ahli soal. Dari penilaian para ahli materi, ahli media, ahli pembelajaran, dan ahli soal tersebut akan diperoleh kelayakan LKPD untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses kelas X pada materi bakteri dan protista. Berdasarkan penilaian oleh ahli materi, mendapatkan persentase kelayakan sebesar 91,76% dengan kriteria sangat layak, yang artinya semua aspek kelayakan baik dari segi kesesuaian materi dengan SK, KD indikator dan tujuan pembelajaran, kesesuaian materi dengan pemahaman konsep, kesesuaian dengan tingkat kecerdasan siswa, komunikatif, dan lugas. Berdasarkan penilaian oleh ahli media mendapat persentase sebesar 88% dengan kriteria sangat layak. Ada beberapa komponen kelayakan yaitu kualitas media, efektifitas media, dan teknik penyajian.Berdasarkan penilaian oleh ahli pembelajaran, silabus dan RPP
mendapatkan persentase kelayakan 90,4% dengan kriteria sangat layak.
Komponen yang dinilai pada silabus yaitu isi yang disajikan, bahasa dan waktu. Sedangkan komponen yang dinilai pada RPP yaitu perumusan tujuan pembelajaran, isi yang disajikan, bahasa dan waktu.Komponen untuk penilaian soal mendapatkan persentase rata-rata sebesar 84% dengan kriteria sangat layak, yang artinya bahwa soal yang digunakan sesuai dengan materi, kontruksi, dan bahasa/budaya dan indikator pada silabus. Berdasarkan dari uraian masingmasing penilaian para ahli materi, ahli soal, ahli media, dan ahli pembelajaran diatas maka terlihat bahwa LKPD berbasis guided inquiry laboratory untuk meningkatkan literasi sains dimensi proses memiliki kategori sangat layak.
Berdasarkan dari 5 jurnal yang peneliti gunakan sebagai rujukan ada perbandingan dari hasil yang diperoleh memiliki kesamaan hampir 85%.
Adapun yang menjadi kesamaanya yakni terletak pada aspek yang dinilai didalam mengetahui kelayakan LKPD. Selain itu, ada 2 jurnal yang peneliti bandingkan yakni Validitas dan Praktikalitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Materi Kingdom Plantae Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Peserta Didik Kelas X SMA/MA dimuat hasil analisis data yang menunjukkan bahwa LKPD berbasis pendekatan saintifik mempunyai nilai rata-rata validitas sebesar 87,30% dengan kategori valid. Kemudian pada Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Scaffolding Untuk Melatih Pemahaman Konsep dengan penilaian aspek tampilan dengan 85%, aspek konsistensi 86%, aspek penggunaan huruf 90% dan aspek fisik 91% serta kemenarikan dengan
presentase sebesar 87.4% dengan kriteria sangat menarik pada semua aspek yang diukur, yaitu materi, penyajian, scaffolding, dan bahasa. Sehingga LKPD berbasis scaffolding memenuhi persyaratan dengan kualitas yang sangat layak dan sangat menarik. Sedangkan pada penelitian ini diperoleh hasil analisis data berdasarkan penilaian validator 1 76% dengan kriteria layak, validator 2 76%
dengan kriteria layak, pendidik 93% dengan kriteria sangat layank dan peserta didik 90% dengan kriteria sangat layak. Dari hasil perolehan analisis data tersebut maka LKPD berbasis Riset ini dapat dikatagorikan layak untuk digunakan pada sekolah. Dari perbandingan dengan penelitian lain tentunya yang menjadi perbedaannya yakni pada proses perlaksanaan dan hasil penelitiannya, sehingga mampu memberikan nilai karya tulis ilmiah yang baik.
Begitu pula pada penelitian yang peneliti lakukan hampir sama dengan 3 aspek yang dinilai peneliti yakni aspek tampilan, konten materi dan bahasa. Akan tetapi, pada penelitian ini bebasis Riset yang memberikan nilai perbedaan pada penelitian sebelumnya.
Berdasarkan pada tabel 4.5 data motivasi belajar sebelum uji coba memperoleh total penilaian 490. Sedangkan berdasarkan pada tabel 4.6 data motivasi belajar sesudah uji coba memperoleh total penilaian 647. Kemudian hasil yang diperoleh dari data motivasi belajar sebelum dan sesudah uji coba yang dihitung dengan rumus standar gain diperoleh hasil 0,5 yang tergolong
“sedang”. Dari data yang diperoleh motivasi dikatagorikan “sedang”, karna total penilaian dari siswa sebelum uji coba dengan sesudah uji coba mengalami peningkatan, sehingga LKPD berbasis Riset dapat dikatakan efektif.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi belajar berdasarkan pada pertanyaan angket yang digunakan diantaranya kematangan, usaha yang bertujuan, pengetahuan mengenai hasil dalam motivasi, partisipasi, penghargaan dan hukuman, minat, harga diri dan presentasi, serta keinginan.
Dalam jurnal Motivasi Belajar Siswa SMA pada Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 disimpulkan bahwa wabah covid-19 mengharuskan setiap kegiatan pembelajaran dilakukan dengan daring. Sehingga guru dan siswa tidak dapat bertatap muka secara langsung dalam kelas tetapi harus dengan perantara teknologi informasi. Situasi baru yang harus dihadapi siswa ini memberikan dampak pada motivasi belajar siswa. Dari hasil analisis mann whitney u data kuesioner dari 344 siswa SMA/SMK/MA dapat diketahui bahwa motivasi belajar siswa menurun selama pembelajaran daring. Selain itu, pada jurnal yang berjudul Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dijelasakan bahwa Kemauan baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri (motivasi intrinsik) maupun dari luar individu (motivasi ekstrinsik). Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainnya. Sedangkan dalam jurnal Kedudukan Motivasi Belajar Dalam pembelajaran mendaptkan simpulan yakni motivasi memiliki kedudukan yang penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Munculnya motivasi tidak semata-mata dari diri siswa sendiri tetapi guru harus melibatkan diri untuk memotivasi belajar siswa. Adanya motivasi akan memberikan semangat sehingga siswa
akan mengetahui arah belajarnya. Motivasi belajar dapat muncul apabila siswa memiliki keinginan untuk belajar. Oleh karena itu motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik harus ada pada diri siswa sehingga tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan dapat tercapai secara optimal.
Selanjutnya, pada jurnal yang membahas tentang Hubungan Motivasi Belajar dan Tindakan Guru dengan Prestasi Belajar Siswa dengan Latar Belakang Broken Home Kelas V Sekolah Dasar, berdasarkan hasil analisis pada ketiga tujuan penelitian, diperoleh hubungan atau korelasi yang kuat sekali antara motivasi belajar dan tindakan guru dengan prestasi belajar secara simultan. Pada penelitian ada empat indikator yang dipilih untuk mengidentifikasi motivasi belajar siswa, yaitu perhatian, keterkaitan, kepuasan, dan rasa percaya diri. Dari hasil analisis motivasi belajar memiliki hubungan kuat sekali dengan prestasi belajar yakni 0.954. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa siswa broken home cenderung memiliki motivasi belajar yang rendah dari dalam maupun luar dirinya, sehingga memengaruhi capaian prestasi belajar mereka yang juga rendah. Pada jurnal Upaya meningkatkan motivasi belajar siswa melalui kemampuan komunikasi interpersonal guru didapatkan simpulan bahwa kemampuan komunikasi interpersonal guru dalam penelitian ini berada pada kategori cukup efektif.
Kemampuan komunikasi interpersonal guru tersebut diukur menggunakan lima indikator yang dijadikan ukuran yaitu keterbukaan, perilaku suportif, perilaku positif, empati, dan kesamaan. Sementara motivasi belajar siswa dalam penelitian ini berada pada kategori sedang. Motivasi belajar siswa tersebut
diukur menggunakan enam indikator yaitu hasrat dan keinginan berhasil, keinginan dan kebutuhan dalam belajar, harapan dan cita-cita masa depan, penghargaan dalam belajar, keinginan yang menarik dalam belajar, dan lingkungan belajar yang kondusif. Kemampuan komunikasi interpersonal guru mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di salah satu SMK swasta di Cimahi.
Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan komunikasi interpersonal guru akan mempengaruhi motivasi belajar siswa.
Adapun berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan judul skripsi “Hubungan Antara Motivasi Belajar dengan Minat Belajar Siswa Kelas IV SDN Poris gaga 05 Kota Tangerang” dan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan pada rumusan masalah pada bab I maka berikut ini peneliti mencoba memberikan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan minat belajar siswa kelas IV SDN Poris gaga 05 Kota Tangerang dengan nilai r hitung 0,889 lebih besar dari r tbel 0,264 atau 0,89 > 0,264 dengan tingkat hubungan sangat kuat. Kemudian terdapat hubungan yang positif antar motivasi belajar dengan minat belajar siswa kelas IV SDN Poris gaga 05 Kota Tangerang dengan koefisien determinasi yaitu 0,889 x 0,889 x 100 = 0,791%.
Berdasarkan dari 5 jurnal yang peneliti gunakan sebagai rujukan ada perbandingan dari hasil yang diperoleh memiliki perbedaan hampir 70%.
Selain itu, ada 2 jurnal yang peneliti bandingkan yakni pada jurnal Motivasi Belajar Siswa SMA pada Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 dari
hasil analisis mann whitney u data kuesioner dari 344 siswa SMA/SMK/MA dapat diketahui bahwa motivasi belajar siswa menurun selama pembelajaran daring. Kemudian pada jurnal Hubungan Motivasi Belajar dan Tindakan Guru dengan Prestasi Belajar Siswa dengan Latar Belakang Broken Home Kelas V Sekolah Dasar dari hasil analisis motivasi belajar memiliki hubungan kuat sekali dengan prestasi belajar yakni 0.954. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa siswa broken home cenderung memiliki motivasi belajar yang rendah dari dalam maupun luar dirinya, sehingga memengaruhi capaian prestasi belajar mereka yang juga rendah. Sedangkan pada penelitian ini diperoreh hasil analasis data standar gain yakni 0,5 yang dikatagorikan
“sedang” dengan membagikan kuesioner kepada 8 siswa kelas XI. Dari perbandingan dengan penelitian lain perbedaanya terletak pada proses perlaksanaan dan hasil penelitiann didalam meningkatkan motivasi belajar, sehingga mampu memberikan nilai karya tulis ilmiah yang baik. Akan tetapi, pada penelitian ini bebasis Riset yang memberikan nilai perbedaan mendasar pada penelitian sebelumnya.
Berdasarkan pada tabel 4.7 total keseluruhan hasil belajar yang didapatkan sebelum (Pretest) uji coba yakni 485. Sedangkan berdasarkan pada tabel 4.8 total keseluruhan hasil belajar setelah (Posttest) uji coba yakni 649. Hasil yang diperoleh dari data hasil belajar sebelum dan sesudah uji coba yang dihitung dengan rumus standar gain dan diperoleh hasil 0,5 dan tergolong “sedang”.
Dari data yang diperoleh hasil belajar dikatagorikan “sedang”, karna total penilaian pretest dengan posttest mengalami peningkatan. Namun di dalam
peningkatan ini terdapat 2 siswa yang mendapatkan nilai posttest di bawah KKM yang sudah ditentukan pada sekolah yang dimana salah satu siswa ini mengalami penurunan yang sangat drastis. Dari hasil pengamatan selama penelitian memang siswa tersebut pada saat posttest ada beberapa jawabannya tidak sesuai. Akan tetapi uji coba LKPD berbasis Riset yang sudah dilakukan dapat dikatakan efektif untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah faktor internal dan eksternal. Pada faktor internal adalah fisiologis dan psikologis, sedangkan faktor eksternal adalah lingkungan dan instrumental.
Dalam jurnal Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Alat Peraga Pada Mata Pelajaran Kelas IV SDN Nomor 14 SIimbolan Purba, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti maka dapat terlihat pada tabel yaitu adanya peningkatan aktivitas guru. Pada siklus I memperoleh skor 840 dengan nilai 60, sedangkan pada siklus II memperoleh skor 1120 dengan nilai 80. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru pada siklus II meningkat dan kategori baik sekali.
Selanjutnya Peningkatan aktivitas siswa, Pada siklus I memperoleh skor 32 dengan nilai 58, sedangkan pada siklus II memperoleh skor 44 dengan nilai 80.
Dari pernyataan tersebut, dapat disimpulkan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa pada Siklus II meningkat dan kategori baik. Kemudian pada jurnal Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Materi Pewarisan Sifat Dengan Media Kartu Dogen melalui 2 siklus juga dengan pemanfaatan media kartu Dogen pada materi IPA pewarisan sifat dinyatakan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX E SMP 5 Kudus Semester I Tahun Pelajaran 2014/2015, dari kondisi awal nilai rerata hasil belajar siswa adalah 50 ke siklus II (kondisi akhir) nilai rerata hasil belajar siswa adalah 79,33. Ini berarti hasil belajar siswa dari kondisi awal ke kondisi akhir meningkat sebesar 38,14%.
Selanjutnya dalam jurnal Penggunaan Media Kartu (Flash Card) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Mutasi bagi Peserta Didik Kelas XII, Setelah guru sebagai peneliti memberi motivasi dan arahan lebih lanjut dengan menerapkan kerja secara individu, maka diperoleh hasil tes pada akhir siklus 2 dengan nilai rata-rata kelas sebesar 82,7. Hasil ini menunjukkan dari siklus 1 ke siklus 2 telah mengalami peningkatan yaitu dari 74,63 menjadi 82,7. Pada siklus 2 dari 36 orang peserta didik semuanya hadir dengan tingkat kehadiran 100 %, terdapat empat orang yang mendapat nilai sempurna yaitu nilai 100.
Terdapat 31 orang (86,1%) dengan perolehan nilai lebih dari atau sama dengan 75. Hasil ini menunjukkan bahwa jumlah siswa yang tuntas mengalami kenaikan sebesar 33,3%. Nilai ini sudah sesuai dengan target penelitian, yang artinya penggunaan media kartu (Flash card) dapat meningkatkan hasil belajar biologi khususnya konsep mutasi.
Selain itu, pada jurnal Out Class Learning dengan Media Realia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Plantae Siswa Kelas X IPA SMA Negeri 2 Demak. Pada penelitian ini melakukan 3 siklus, sehingga dari segi hasil pembelajaran dikatakan berhasil apabila terjadi perubahan perilaku yang positif pada diri peserta didik seluruhnya atau setidak-tidaknya sebagian besar atau
tujuh puluh lima persen. Pada kegiatan ini dari segi hasil dikatakan berhasil, demikian pula bila dilihat hasil tes peserta didik juga menunjukkan peningkatan dari sebelum dilakukan tindakan dengan setelah dilakukan tindakan. Hasil pre tes ( tes sebelum dilakukan tindakan ), dari 42 siswa yang terlibat dalam penelitian yang mendapatkan nilai 70 atau 70 ke atas baru 20 siswa atau 47,6 % sedang 22 siswa atau 52,4 % lainnya masih berada di bawah kriteria ketuntasan minimal, rata-rata nilai yang dicapai baru 68,12. Pada siklus I dapat diketahui siswa yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal sudah mencapai 32 siswa atau 76,1 % dengani rerata kelas mencapai 71,8, dari siklus II dapat diketahui ada peningkatan jumlah siswa yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal dan juga peningkatan rerata kelas. Siswa yang sudah mencapai ketuntasan minimal berjumlah 40 siswa atau 90,5 % dan reratanya sudah mencapai 80,2. Pada akhir siklus III sudah 41 siswa atau 97,6 % yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal, masih ada 1 siswa atau 2,4 % yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Rerata kelas sudah mencapai 84,2.
Dan terakhir pada jurnal Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Fiqih Materi Pembelajaran Haji dan Umrah Melalui Penerapan Metode Advokasi, dinyatakan bahwa penerapan metode Advokasi dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Fiqih siswa kelas VIII-2 MTs N 4 Cilacap dengan ketuntasan belajar siswa mencapai 100% dimana semula 13,64% pada prasiklus, 40,91% pada siklus 1, dan 72,73% pada siklus 2.
Berdasarkan dari 5 jurnal yang peneliti gunakan sebagai rujukan ada perbandingan dari hasil yang diperoleh memiliki kesamaan hampir 90%.
Adapun yang menjadi kesammanya yakni terletak pada siklus penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Selain itu, ada 2 jurnal yang peneliti bandingkan yakni pada Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Materi Pewarisan Sifat Dengan Media Kartu Dogen melalui 2 siklus juga dengan pemanfaatan media kartu Dogen pada materi IPA pewarisan sifat dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX E SMP 5 Kudus Semester I Tahun Pelajaran 2014/2015, dari kondisi awal nilai rerata hasil belajar siswa adalah 50 ke siklus II (kondisi akhir) nilai rerata hasil belajar siswa adalah 79,33. Ini berarti hasil belajar siswa dari kondisi awal ke kondisi akhir meningkat sebesar 38,14%. Kemudian pada jurnal Penggunaan Media Kartu (Flash Card) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Konsep Mutasi bagi Peserta Didik Kelas XII, Hasil ini menunjukkan dari siklus 1 ke siklus 2 telah mengalami peningkatan yaitu dari 74,63 menjadi 82,7. Nilai ini sudah sesuai dengan target penelitian, yang artinya penggunaan media kartu (Flash card) dapat meningkatkan hasil belajar biologi khususnya konsep mutasi. Sedangkan pada penelitian ini diperoleh hasil pretest dengan total 485 dan posttest dengan total 649 yang dilakukan oleh 8 orang siswa kelas XI. Dan diperoreh hasil analasis data standar gain yakni 0,5 yang dikatagorikan “sedang”, yang artinya LKPD berbasis Riset ini mampu memeberikan terobosan baru dalam bidang biologi khususnya pada materi sistem koordinasi.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan dari rumusan masalah dan hasil pengembangan dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kualitas LKPD berbasis Riset berdasarkan hasil pengembangan menurut ahli materi, ahli media, pendidik dan peserta didik diktagorikan layak untuk digunkan.
2. Motivasi belajar siswa berdasarkan gain scor memperoleh nilai 0,5 yang masuk dalam katagori “sedang”.
3. Hasil belajar siswa berdasarkan gain scor memperoleh nilai 0,5 yang masuk dalam katagori “sedang”.
B. Saran
1. Bagi Siswa
Saran untuk siswa, untuk tetap semangat di dalam belajar.
2. Bagi Guru
Saran untuk guru, untuk dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan banyak cara yang dapat dilakukan, diantaranya melalui pemberian tugas, pemberian penghargaan dan lain sebagainya
3. Bagi Peneliti
Bagi peneliti selanjutnya, untuk dapat mengembangkan penelitian yang lebih luas dari penelitian sebelumnya.