• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

A. Pembahasan

Kondisi kinerja perusahaan retail di Makassar terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang begitu pesat, hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah pelanggan serta meningkatnya sales toko tiap harinya. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, PT.Trans Retail Indonesia yang berkonsentrasi pada bidang retail semakin memperhatikan harga produk agar tidak kalah dengan kompetitor,serta memperhatikan kondisi toko agar pelanggan merasa nyaman pada saat berbelanja.

Manajemen pemeliharaan adalah proses kegiatan pemeliharaan yang meliputi rangkaian tahapan kerja yang teratur, dari sejak perencanaan, pelaksanaan hingga pengendalian dan evaluasi. Secara struktural penanggung jawab pemeliharaan mempunyai tujuan menjaga agar peralatan/komponen dapat dioperasikan secara optimal berdasarkan spesifikasinya sehingga sesuai dengan umur ekonomisnya.

Pada dasarnya perencanaan anggaran yang dilakukan oleh PT.Trans Retail Indonesia cabang Panakkukang Square Makassar yaitu anggaran Pencapaian/Target dan disamping itu memperhatikan Biaya Opersional . Anggaran Budgeting adalah Nilai Pencapaian yang harus dicapai dihari ,dibulan dan ditahun yang telah berjalan.

Tujuan anggaran Budgeting adalah untuk mengukur kinerja kerja Manajeril apakah bisa mencapai target berdasarkan cara yang mereka lakukan, anggaran operasi yang menyajikan hasil tertentu yang diharapkan oleh divisi dan karyawan perusahaan

53

sesungguhnya atau kinerja aktual yang dicapainya.

Anggaran pemeliharaan merupakan bagian anggaran operasi (AO) dan direncanakan untuk semua aktiva tetap. Anggaran pemeliharaan disusun berdasarkan

a. Realisasi pemeliharaan tahun sebelumnya b. Perubahan harga

Anggaran pemeliharaan meliputi anggaran material yang dibuat oleh masing- masing divisi, tapi terlebih dahulu harus disetujui oleh Departemen Store Controller.

Perencanaan ini dimaksudkan agar setiap pekerjaan yang dilakukan tepat guna dan tepat sasaran. Perencanaan yang dibuat serealistis mungkin, berdasarkan data statistik, informasi dilapangan, atau estimasi, sehingga pada pelaksanaannya nanti tidak menyusahkan bagian operasional itu sendiri dan dapat dipertanggungjawabkan.

Adanya perbedaan pada format pedoman rencana kerja operasi yang dibuat masing- masing divisi dan penyimpangan pelaksanaan pedoman rencana kerja operasi dilapangan, baik itu dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan ataupun alokasi dananya. Oleh karena itu perlu adanya suatu pedoman dalam membuat rencana kerja.

Pedoman ini yang nantinya diharapkan dapat membantu cabang-cabang dalam membuat dan menentukan rencana kerjanya setiap tahun.

Timbulnya masalah-masalah yang terjadi dalam merencanakan dan melaksanakan rencana kerja diperkirakan karena hal-hal berikut ini :

a. Perbedaan masalah yang terjadi pada masing-masing divisi b. Kurangnya koordinasi antar divisi

c. Aturan alokasi dana yang tidak tegas

e. Kurangnya data yang dibutuhkan dalam menyusun rencana

f. Kurangnya tanggung jawab, pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan pekerjaan

1.Penyusunan Anggaran

Anggaran merupakan implementasi dari rencana dari rencana strategi yang telah ditetapkan Penyusunan anggaran adalah Proses pengoperasionalan rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter, untuk kurun waktu tertentu.Anggaran merupakan rencana yang diungkapkan secara kuantitatif dalam unit moneter untuk periode satu tahun.

A.Karakteristik Anggaran :

1. Anggaran mengestimasi tingkat laba potensial dari suatu unit usaha

2. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan, walaupun satuan keuangan tersebut dibantu dengan data non keuangan (misal jumlah unit yang dijual atau diproduksi)

3. Anggaran umumnya meliputi periode satu tahun 4. Anggaran merupakan komitmen manajemen

5. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari penyusun anggaran

6. Anggaran yang telah disusun hanya dapat dirubah jika terjadi kondisi khusus 7. Secara periodic, dilakukan analisis selisih antara anggaran dengan

sesungguhnya dan dijelaskan .

1. Memperjelas rencana strategi

2. Membantu koordinasikan kegiatan beberapa bagian dari suatu organisasi 3. Melimpahkan tanggung jawab kepada manajer

4. Memperoleh kesepakatan bahwa anggaran merupakan dasar penilaian kinerja manajer

C.Proses penyusunan anggaran :

1. Menerbitkan pedoman penyusunan anggaran oleh staf anggaran yang disetujui manajer puncak

2. Membuat proposal anggaran permulaan oleh masing2 manajer pusat pertanggungjawaban

3. Negosiasi, yaitu mendiskusikan anggaran yang diusulkan

4. Slack, yaitu perbedaan Karena menurunkan tingkat penjualan atau menaikkan biaya

5. Review dan persetujuan oleh CEO/ Dewan direktur

6. Revisi anggaran, baik secara sistematis maupun kondisi khusus D.Teknik kuantitatif dalam penyusunan anggaran :

1. Simulasi

2. Estimasi Probabilitas 3. Anggaran tak terduga

sama ditahun sebelumnya.

Tabel 5.1

Anggaran Budgeting Operasional PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar

Bln Tgl

Actual Home

Delivery

Voucher Actual Budget Diff Value Diff

%

Y-1 (day to

Day)

Diff Value Y-

1

Diff

%Y-1 Maret

1

1,328,080,952 19,100,000

1,308,980, 952

1,309,796,9

19 (815,967) - 0.06

%

1,381,993,9 26

(73,012,9 74)

- 5.28

% 2

341,029,870

341,029,87 0

532,925,51 5

(191,895,64 5)

- 36.0

1%

367,027,17 7

(25,997,3 07)

- 7.08

% 3

355,396,043

355,396,04 3

545,857,11 7

(190,461,07 4)

- 34.8

9%

439,150,05 0

(83,754,0 07)

- 19.07

% 4

438,147,445 125,000

438,272,44 5

562,902,96 0

(124,630,51 5)

- 22.1

4%

405,055,59 2

33,216,8 53

8.20

% 5

406,063,966

406,063,96 6

560,707,75 1

(154,643,78 5)

- 27.5

8%

347,087,27 6

58,976,6 90

16.99

% 6

417,544,797

417,544,79 7

622,731,13 5

(205,186,33 8)

- 32.9

5%

478,411,24 9

(60,866,4 52)

- 12.72

% 7

985,001,043

985,001,04 3

946,566,14

8 38,434,895 4.06

%

775,888,96 2

209,112, 081

26.95

% 8

1,030,142,946 2,000,000

1,028,142, 946

1,075,167,0 71

(47,024,125 )

- 4.37

%

944,490,96 6

83,651,9 80

8.86

% 9

263,826,422 200,000

263,626,42 2

424,331,83 8

(160,705,41 6)

- 37.8

7%

282,466,00 9

(18,839,5 87)

- 6.67

% 10

261,988,989

261,988,98 9

440,531,45 9

(178,542,47 0)

- 40.5

3%

257,768,29 1

4,220,69 8

1.64

% 11

310,649,057 900,000

309,749,05 7

467,213,54 1

(157,464,48 4)

- 33.7

0%

274,688,04 2

35,061,0 15

12.76

% 12

250,960,609 3,000,000

247,960,60 9

470,907,21 3

(222,946,60 4)

- 47.3

4%

299,090,52 3

(51,129,9 14)

- 17.10

% 13

394,856,427

394,856,42 7

565,460,47 5

(170,604,04 8)

- 30.1

7%

618,314,29 2

(223,457, 865)

- 36.14

% 14

596,251,814

596,251,81 4

835,782,34 4

(239,530,53 0)

- 28.6

6%

648,150,93 5

(51,899,1 21)

- 8.01

% 15

817,969,553

817,969,55 3

970,340,09 5

(152,370,54 2)

- 15.7

0%

937,903,65 4

(119,934, 101)

- 12.79

% 16

233,236,315

233,236,31 5

389,515,56 2

(156,279,24 7)

- 40.1

2%

249,045,36 7

(15,809,0 52)

- 6.35

% 17

291,814,178 300,000

292,114,17 8

421,530,07 5

(129,415,89 7)

- 30.7

287,470,85 3

4,643,32 5

1.62

%

235,518,938 11,500,000 8 5 7) 0% 9 61) % 19

233,229,705

233,229,70 5

427,179,28 6

(193,949,58 1)

- 45.4

0%

280,714,14 3

(47,484,4 38)

- 16.92

% 20

347,434,856 75,000

347,509,85 6

621,263,61 7

(273,753,76 1)

- 44.0

6%

370,056,56 6

(22,546,7 10)

- 6.09

% 21

755,613,365

755,613,36 5

922,237,91 3

(166,624,54 8)

- 18.0

7%

642,993,92 0

112,619, 445

17.51

% 22

707,489,171

707,489,17 1

996,066,41 9

(288,577,24 8)

- 28.9

7%

995,050,28 6

(287,561, 115)

- 28.90

% 23

264,123,416 2,600,000

261,523,41 6

437,475,76 5

(175,952,34 9)

- 40.2

2%

316,334,94 6

(54,811,5 30)

- 17.33

% 24

241,829,649 4,900,000

236,929,64 9

522,555,50 8

(285,625,85 9)

- 54.6

6%

353,128,03 5

(116,198, 386)

- 32.91

% 25

302,990,548 1,500,000

301,490,54 8

555,733,02 5

(254,242,47 7)

- 45.7

5%

470,258,10 9

(168,767, 561)

- 35.89

% 26

363,137,749 8,600,000

354,537,74 9

579,880,85 7

(225,343,10 8)

- 38.8

6%

427,160,47 3

(72,622,7 24)

- 17.00

% 27

478,374,675 2,900,000

475,474,67 5

751,222,02 5

(275,747,35 0)

- 36.7

1%

586,942,61 9

(111,467, 944)

- 18.99

% 28

837,589,192 1,900,000

835,689,19 2

1,202,289,6 32

(366,600,44 0)

- 30.4

9%

928,410,68 6

(92,721,4 94)

- 9.99

% 29

1,071,418,596 3,600,000

1,067,818, 596

1,298,477,7 33

(230,659,13 7)

- 17.7

6%

1,256,442,9 89

(188,624, 393)

- 15.01

% 30

278,032,756 8,700,000

269,332,75 6

538,469,77 4

(269,137,01 8)

- 49.9

8%

979,530,14 7

(710,197, 391)

- 72.50

% 31

86,309,834 1,900,000 84,409,834

560,580,53 7

(476,170,70 3)

- 84.9

4%

381,762,17 3

(297,352, 339)

- 77.89

% MTD

14,926,052,87 6

500,000

73,300,000

14,853,252 ,876

20,979,184, 924

(6,125,932, 048)

- 29.2 0%

16,906,999, 382

(2,138,15 6,340)

- 334.9 9%

Sumber : PT.Trans Retail Indonesia Panakkukang Square Makassar

Elemen biaya operasional pada dasarnya digolongkan menjadi dua yaitu : a. Biaya terkendali (controllable cost) adalah biaya yang dikeluarkan oleh suatu

tempat biaya dan atas pengeluaran biaya tersebut seseorang harus mempertanggungjawabkan.

Contoh : Biaya pemasangan iklan merupakan biaya terkendali bagi manager Pemasaran

b. Biaya tidak terkendalikan (uncontrollable cost)

Adalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang manager atau pejabat tingkatan tertentu berdasarkan wewenang yang ia miliki atau tidak dapat dipengaruhi oleh seorang manager tertentu dalam jangka waktu tertentu.

Contoh : Biaya penggunaan bahan merupakan biaya tidak terkendali bagi Manager Pembelian

Adapun biaya operasional yang dapat dikendalikan pada PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar adalah sebagai berikut :

a. Payrol (Biaya Tenaga Kerja)

Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja Gaji dan Upah karyawan.

b. Biaya Utilities

Biaya yang timbul untuk membayar tagihan listrik, air, gas, solar,dan lain- lain.

c. Promotion & Corp Image

Biaya promosi produk seperti biaya advertising & marketing.

Carrefour Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar adalah sebagai berikut : a. Biaya pembelian barang

Dalam hal ini biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang dari supplier yang kemudian akan dijual kembali di area toko.

b. Biaya Kesehatan danTraining Program

Merupakan biaya yang timbul untuk kesehatan karyawan dan biaya pelatihan karyawan yang baru saja promosi jabatan, dalam hal ini training dilakukan di luar store tempat dimana mereka bekerja.

c. Biaya Utilities

Biaya yang timbul untuk membayar tagihan listrik, air, gas, solar,dan lain- lain.

d. Biaya Maintenance

Biaya yang timbul untuk perbaikan dan perawatan sarana dan fasilitas kantor seperti biaya cleaning service, sparepart kendaraan dinas,biaya security outsourcing.

e. Others

Biaya yang timbul diluar dari biaya yang diatas 3. Realisasi Biaya Operasional

Realisasi adalah tindakan mewujudkan atau pencapaian suatu rencana ,cita- cita atau keinginan akann kedepannya.

PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar yang bergerak dalam bidang penyediaan retail yang menyediakan keperluan sehari-hari

berkesinambungan. Dengan demikian, Realisasi Biaya operasional didasarkan atas aktivitas yang diarahkan untuk menciptakan efisiensi dan mengukur pencapaian kinerja manajemen melalui pemuasan pelanggan dan perbaikan.

Di bawah ini diperlihatkan biaya operasional tahun 2014 dan perbandingannya dengan anggaran biaya operasional pada triwulan sebelumnya sebelumnya.

Tabel 5.2

Biaya Operasional PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar Tahun 2015

No. Biaya Operasional

Tahun 2014 Triwulan I

Tahun 2015 Triwulan I

Varian

Perse ntase

(%) 1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Biaya pembelian barang Payrol (Biaya Tenaga Kerja) Biaya Kesehatan dan Training Program

Biaya Utilities Biaya Maintenance Material Consumed Promotion & Corp Image Others

9.861.000.000 9.232.085.000 973.841.000

530.800.000 265.150.000 108.700.000 875.500.000 55.750.000

9.850.539.179 9.222.088.243 972.227.660

536.771.930 268.876.025 107.997.700 870.931.616 55.463.976

10.460.821 9.996.757 1.613.340

9.571.930 (3.726.025) 702.300 4.568.384 286.024

0.11 0.10 0.16

1.12 1.40 0.64 0.52 0.51 Total Biaya Operasional 21.902.826.000 21.884.896.329 32.778.254 0.14

Sumber : PT. Trans Retail Indonesia

Kinerja Manajerial

PT. Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar yang bergerak dalam bidang penyediaan retail yang menyediakan keperluan sehari-hari dan melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan rencana kerja jangka pendek yang berkesinambungan. Dengan demikian, penyusunan anggaran dan realisasi biaya operasional didasarkan atas aktivitas yang diarahkan untuk menciptakan efisiensi melalui pemuasan pelanggan dan perbaikan dan mengukur kinerja manajerial.

Anggaran yang telah disusun pada awal periode tahun berjalan digunakan sebagai alat perencanaan dan pengendalian biaya dalam melaksanakan aktivitas perusahaan. Dengan adanya anggaran, diharapkan terkontrolnya penggunaan biaya dan dengan terkontrolnya biaya operasional akan mengarahkan perusahaan untuk beroperasi secara efisien. PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar sudah berupaya menerapkan anggaran dan realisasi biaya operasional yang efisien . Hal ini dilihat dari penggunaan anggaran biaya sebagai salah satu standar yang dipakai dalam penilaian kinerja perusahaan. Bobot efisiensi biaya sebesar 0.14

% dalam pengukuran kinerja perusahaan yang diadakan pada triwulan. Perhitungan dan estimasi biaya operasional dalam anggaran disusun berdasarkan data historis yang ada, dan pertimbangan adanya kenaikan harga serta disesuaikan dengan program kerja dari masing-masing unit/bagian.

1. Penyusunan Anggaran dan Realisasi Biaya Operasional

Penyusunan anggaran biaya operasional pada PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar menggunakan metode partisipasi anggaran.

Metode ini menganjurkan adanya partisipasi dan keterlibatan karyawan perusahaan dalam penyusunan anggaran biaya operasional. Keuntungan yang di dapat oleh perusahaan dengan melibatkan seluruh manager dari masing-masing divisi yaitu :

a. Menambah rasa kebersamaan karena setiap orang pada masing-masing tingkatan diakui sebagai anggota tim serta memperbesar rasa tanggung jawab di masing-masing unit dalam mencapai sasarannya.

b. Terciptanya suatu komunikasi yang baik dalam perusahaan sehingga memungkinkan pimpinan perusahaan untuk mengetahui situasi dan perkembangan perusahaan secara lebih baik.

c. Menghasilkan suatu anggaran dan realisasi biaya operasional yang lebih realistis serta mendatangkan komitmen dan motivasi yang lebih besar dari setiap bagian dalam perusahaan untuk berusaha mencapai sasaran dalam anggaran. Hal ini dikarenakan orang yang berkaitan langsung dengan suatu aktivitas mempunyai kedudukan terpenting dalam pembuatan estimasi anggaran. Dengan demikian estimasi anggaran yang dibuat cendrung akan lebih akurat.

Sekalipun demikian metode ini memiliki kelemahan, yakni adanya upaya- upaya dari kepala-kepala divisi untuk memanipulasi anggarannya, yaitu dengan menetapkan pengeluaran/biaya lebih tinggi sehingga dalam realiasinya nanti seolah-

anggaran. Kondisi ini disebabkan kelonggaran anggaran-anggaran. Menurut penulis, perusahaan telah dapat memaksimalkan keuntungan dari metode ini dengan adanya komunikasi dan kepercayaan antara pimpinan perusahaan dengan berbagai bagian dalam perusahaan dan cabang, maka pimpinan perusahaan mengetahui situasi perusahaan. Perusahaan juga melalui keterlibatan karyawan/staff menghasilkan anggaran yang lebih realistis yang dapat memotivasi seluruh bagian untuk bekerja lebih giat dalam pencapaian sasaran/program masing-masing unit.

Sedangkan kelemahan metode ini yang menimbulkan kelonggaran anggaran biaya operasional diatasi dengan adanya review. Estimasi anggaran yang ditentukan oleh seluruh pejabat dibawah tidak dapat begitu saja diterima oleh manajer/pimpinan perusahaan. Pimpinan perusahaan mengadakan sistem pengecekan dan pencocokan, dan jika perlu diadakan perubahan. Dalam review ini pimpinan PT. Carrefour Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar akan mendiskusikannya dan memodifikasi atas kesepakatan kedua belah pihak.

2. Peranan Anggaran dan realisasi biaya operasional dalam mengukur kinerja Manajerial

PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar berupaya menjadikan anggaran sebagai salah satu alat pengendalian dalam melaksanakan aktivitasnya. Dengan adanya anggaran diharapkan terkontrolnya biaya operasional dalam perusahaan. Sebagai langkah awal pengawasan terhadap biaya operasional PT.

Trans Retail Cabang Panakkukang Square Makassar, anggaran pencapaian sales dan biaya dirinci lebih lanjut di dalam sub bagian/departemen dengan tujuan agar dapat

berlangsungnya aktivitas perusahaan dimana dalam tiap tahun dibuat laporan laba rugi dan evaluasi kinerja dilakukan secara triwulan. Untuk lebih jelasnya beberapa pencapaian baik dari sales dan biaya ddibahas sebagai berikut :

A. Anggaran Pencapaian Sales

Pada gambar 5.1 Terdapat anggaran pencapaian sales pada bulan Maret 2015.didalam tabel tersebut terdapat perbandingan pencapain sales pada hari tertentu dengan anggaran yang telah ditentuukan.selam satu bulan hanya pada tanggal 7 anggaran bisa tercapai atau Plus sebesar 4.06% atau senilai 38,434,895 sedangkan pada tanggal yang lain tidak ada yang mencapai target walaupun selisihnya tidak terlalu banyak.

Dari hal ini maka pihak manajemen bagian tiap devisi perlu melakukan review dan analisa mengapa dan apa penyebabnya sehinggal hhal ini terjadi.dapat juga dilakukan perbandingan dari apa yang dilakukan pada tanggal 7 sehingga anggaran bisa tercapai dan akhirnya perubahan dan cara yang akan ditempu bisa ditentukkan kedepannya

B. Realisasi Biaya Operasional

a. Untuk biaya pembelian barang penggunaan anggaran bisa dihemat sebesar 0.11 % berarti sangat efisien.

b. Untuk Payroll (biaya tenaga kerja) yang bisa dihemat sebesar 0.10 %.

c. Biaya kesehatan dan training program yang dihemat adalah sebesar 0,16 %.

d. Biaya utilities yang dihemat sebesar 0.12 %.

f. Material Consumed yang dihemat sebesar 0.64 %.

g. Promotion & Corp. Image yang dihemat sebesar 0.52 %.

h. Others yang dihemat sebesar 0.51 %.

Varians biaya operasional yang bersifat favorable lebih besar daripada varians pendapatan yang juga bersifat favorable, memberikan sedikit gambaran tentang penerapan konsep efisiensi pada PT. Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar yang telah berhasil menerapkan anggaran dan Realisasi biaya operasional dalam meningkatkan efisiensi dalam mengukur kinerja manajerial PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar sudah berupaya menerapkan anggaran biaya operasional dalam meningkatkan efisiensi. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian dan penggunaan anggaran biaya operasional sebagai suatu standar dalam penilaian kinerja perusahaan. Perusahaan mendasarkan penyusunan anggaran biaya operasional disesuaikan dengan kebutuhan yang wajar dengan tetap mencerminkan adanya upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas dan dapat dipertanggung jawabkan.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Perusahaan menerapkan metode partisipasi dalam penyususnan Anggaran dan biaya operasional, yaitu dengan melibatkan seluruh pejabat dibawah dalam penyusunan anggaran biaya operasional sehingga tercipta kebersamaan dan rasa tanggung jawab dari masing-masing bagian serta dihasilkannya anggaran yang lebih realistis dan dari hasil perencanaan yang telah ditetapkan akan dibandingkan dengan pencapaian yang telah diraih dalam mengukur kinerja manajerial dan membuat keputusan manajemen untuk masa yang akan datang.

2. Masing-masing bagian/departemen beserta cabang menyusun usulan anggaran biaya operasional berdasarkan program masing-masing dan aktivitas perusahaan.

Pada waktu yang ditentukan, masing-masing departemen beserta cabang menyerahkan usulan anggaran. Semua anggaran tersebut dikumpulkan, kemudian dilakukan rapat kerja yang membahas usulan anggaran ini. Hasil rapat kerja tersebut kemudian dievaluasi dan bila perlu direvisi lagi oleh bidang perencanaan ditingkat regional yang kemudian dibahas di Pusat untuk ditentukan anggaran masing-masing cabang. Dalam pembahasan ini regional mengirimkan wakilnya untuk menjelaskan dasar pembuatan anggaran tersebut.

3. Perbandingan antara Realisasi dengan Anggaran Biaya Operasional tahun 2014 dapat diketahui dimana penyimpangan yang terjadi disebabkan oleh faktor eksternal yaitu kebijakan pemerintah atas kenaikan bahan bakar minyak diikuti menyusulnya kenaikan harga bahan-bahan pokok lainnya.

67

berupaya menerapkan konsep perencanaan anggaran dan realisasi biaya operasional dalam meningkatkan efisiensi biaya dan mengukur kinerja manajerial atas anggaran yang telah ditentukan , dimana dalam penerapannya hasil pencapaian sales vs budget atau anggaran dengan hasil maka akan diketahui tingkat kesalahan yang telah terjadi.dan varians biaya operasional yang bersifat favorable yang memberikan gambaran tentang penerapan konsep Anggaran dan Biaya yang efisien.

B. Saran

1. Perusahaan sebaiknya terus meningkatkan upaya penerapan konsep perencanaan anggaran dan realisasi biaya operasional dalam meningkatkan efisiensi dalam mengukur kinerja manajerial perusahaan.

2. Sebaiknya perusahaan lebih memberikan perhatian terhadap kondisi yang akan terjadi pada masa yang akan datang terhadap penetapan Budget/anggaran yang akan dicapai dan penggunaan biaya yang terjadi dan lebih memaksimalkan penerapan analisis varians dalam mengindikasikan varians yang terjadi sehingga dapat dilakukan tindakan korektif dan relevan.

3. Perusahaan disarankan untuk lebih meningkatkan perencanaan dan pengawasan anggaran /Budget yang telah ditentukan dan biaya operasional dan menjadikan anggaran tersebut bersifat dinamis. Anggaran operasional akan berperan besar dalam meningkatkan efisiensi karena anggaran biaya operasional akan terus menerus mengikuti perkembangan kegiatan perusahaan dari waktu ke waktu.

Dengan demikian anggaran akan berfungsi sebagai alat penilaian efisiensi

sebenarnya, bersifat efektif dan fleksibel.

4. Sebaiknya perusahaan menharuskan setiap Devisi dan Departement melakukan persentase dan review setiap keberhasilan pencapaian anggaran yang telah ditentukan ataupun ketidakberhasilan untuk mengetahui dan menentukan arah dan tindakan yang akan diambil dimasa yang akan datang.

Adisaputro, Gunawan, dan Marwan Asri. 2006. Anggaran Perusahaan.Buku Satu, Edisi Kedua. Yogyakarta : BPFE.

Atkinson, Anthony A. 2011. Management Accounting : Evironment Impect. Third Edition. Prentice Hall. New Jersey : Upper Saddle River.

Collins, David R, 2000. Istilah-istilah Akuntansi, Keuangan dan Investasi. Jakarta : Citra Harta Prima.

Garrison, Ray H, and Eric W. Noreen, 2003, Managerial Accounting, 10th Edition.

New York : Mc.Graw Hill

Hansen, Don R, and Maryanne M.Mowen, 2006. Akuntansi Manajemen, Terjemahan Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary, Buku Satu, Edisi Ketujuh. Jakarta : Salemba Empat.

Heri,S.E.M.Si. 2012. Cara Mudah Memahami Manajemen Biaya. Yogyakarta: Gava Media

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2007. Standar Akuntansi Keuangan (per 1 September 2007).Jakarta : Salemba Empat.

Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar.2012.

PedomanPenulisanSkripsi.Makassar :Fakultas Ekonomi UniversitasMuhammadiyah Makassar.

Munandar M, 2001. Budgeting : Perencanaan Kerja, Pengkoordinasian Kerja, Pengawasan Kerja. Yogyakarta : BPFE UGM.

Nafarin M, 2006. Pengganggaran Perusahaan, Edisi Ketiga, Jakarta : Salemba Empat.

Simamora, Henry. 2000. Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis.Edisi Kedua. Jakarta : Salemba Empat.

Warren, Carl S, James M. Reeve, And all. 2005. Pengantar Akuntansi, Terjemahan Aria Farahmita; Amanugrahani dan Taufik Hendrawan, Edisi Kedua Puluh Satu. Jakarta : Salemba Empat.

Welsch, Glenn A, Ronald W. Hilton and Paul N.Gordon. 2000. Anggaran Perencanaan, dan Pengendalian Laba.Terjemahan Purwatiningsih dan Maudi Warouw. Buku Satu. Edisi Pertama. Jakarta : Salemba Empat. ss

KOMERSIAL SUPPORTING

GROCERY

DIVIS MNGR

SM DEPT 14

SM DEPT 11/12

SM DEPT 10/15

TL DEPT 11/12

SM DEPT 22 DIVIS MNGR

SM DEPT 23

TL DEPT 21/24

TL DEPT 23

TL DEPT 22

FRESH BAZAAR

DIVIS MNGR

SM DEPT 30/35

TL DEPT 30/35

TL DEPT 31

TL DEPT 31

TL DEPT 32/33

APPLIANCE TEXTILE

DIVIS MNGR

SM DEPT 43/44/45

SM DEPT 40/41/42

DIVIS MNGR

TL DEPT 60/62

TL DEPT 61/65/66

TL DEPT 20/26

HUMAN RESOURCES DEPT CASHIER HEAD ASST. CASHIER HEAD CSC HEAD

RECEIVING,STOCK CONTROLLER HEAD

MAINTENANCE, RPD,

DECO HEAD STORE CONTROLLER

MULIANA

Gambar 4.1 Struktur Organsiasi

PT. Trans Retail Indonesia

Dokumen terkait