BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
C. Struktur organisasi
gairah, kepastian jenjang karir, kondisi kerja yang mendukung, rasa memiliki, pelatihan dan pengetahuan, bekerja dengan rasa keterlibatan, penghargaan dan kepedulian, kepedulian profesional yang sejalan dengan kepedulian pribadi.
d) Pemasok
Berikan mereka peluang untuk mengembangkan usaha, memperkenalkan produk mereka, menggunakan jaringan nasional, membagikan pengetahuan dibidang retail, syarat dagang yang adil, dukungan kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan kepuasan berbisnis.
e) Pemangku Kepentingan
Berikan hidup yang lebih baik kepada pemerintah, Lembaga Sosial Masyarakat, Asosiasi karena mereka berperan sangat penting bagi pertumbuhan Carrefour.
Tugas dan tanggung jawab seorang store manager sangat kompleks. Oleh karena itu, mengetahui tugas dan tanggung jawab utama seorang store manager menjadi suatu keharusan agar dia bisa menyusun skala prioritas dari tugas-tugasnya tersebut.
Tanggung jawab seorang store manager adalah sebagai berikut : a. Sales dan Profitability
Store manager tahu bahwa mereka harus mencapai target penjualan yang ditetapkan, namun hanya sedikit sekali yang menyadari bahwa mereka harus memperoleh profit atau laba dari hasil usahanya. Seharusnya seorang store manager sadar betul bahwa kesehatan tokonya diukur dari profit yang dihasilkan, bukan semata-mata hanya dari omzet. Penjualan itu penting karena merupakan tujuan dari adanya suatu toko, akan tetapi profit adalah tujuan utama dari sebuah bisnis. Apalah artinya suatu penjualan yang banyak tetapi profit yang sedikit, apalagi tanpa profit sama sekali. Profitabilitas sangat ditentukan ole jumlah sales yang diperoleh dengan jumlah biaya yang dikeluarkan. Untuk memperoleh profit yang maksimal, seorang store manager harus memiliki kemampuan yang baik dalam hal pengendalian biaya.
b. Penanganan Inventory
Toko ritel adalah bisnis yang tergantung dari ketersediaan inventori atau barang dagangan. Bahkan boleh dikatakan bahwa inventori adalah jantung dari sebuah toko ritel. Seorang store manager harus memiliki kemampuan
mempengaruhi omzet toko yang dipimpinnya. Perlu kecakapan analisa yang baik untuk memperhatikan Inventory Turn Over (ITO)agar barang yang tersedia di tokonya dapat cepat dikonversi menjadi uang.
c. Pengendalian Sumber Daya Manusia
Kemampuan store manager dalam mengendalikan sumber daya manusia adalah tanggung jawab yang mungkin paling sulit dilakukan. Karena pengendalian sumber daya ini membutuhkan kemampuan penunjang yang sangat komplek meliputi kemampuan komunikasi, manajerial, psikologi, melatih,dan memotivasi,dan melakukan evaluasi.
d. Pengendalian Aset
Tujuan dari pengendalian aset ini adalah untuk memastikan bahwa semua aset yang ada di toko berfungsi sebagaimana mestinya sehingga mendukung pencapaian tujuan operasional toko. Aset yang menjadi tanggung jawab store manager adalah :
1) Tangible aset, yaitu aset yang berwujud seperti equipment dan gedung.
2) Intangible aset, yaitu aset yang tak berwujud seperti image perusahaan, merk, service.
2. Secretary bertugas membantu store manager dalam artian menulis segala administrasi & seluruh kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan contoh meeting dengan klien.
3. Team kommersial pada bidang usaha retail dimulai dari divisi manager yang membawahi beberapa sales manager & team leader bertugas untuk mengetahui
stock, TBAT atau transfer barang antar toko apabila jika ada salah satu toko yang ingin meminjam barang dari toko lain, berapa banyak barang yang rusak &
hilang setiap bulannya.
4. Supporting Team atau team pelengkap.:
a. Human Resource department bertugas pada bagian perekrutan karyawan, total karyawan, gaji karyawan,dan yang lain.
b. Cashier & assistant cashier head bertugas untuk mengetahui berapa banyak total sales dari masing-masing departemen untuk dibuatkan laporan yang nantinya akan diserahkan kepada Store Manager.
c. Customer Service adalah divisi yang bertugas untuk mengurus semua hal yang berhubungan dengan kegiatan luar, contoh kerjasama dengan pihak lain pada saat akan promo produk tertentu dimana acara tersebut berlangsung di Carrefour.
d. Receiving adalah divisi yang bertugas untuk mengetahui apakah barang yang masuk dari supplier sudah sesuai dengan faktur yang ada atau terdapat perbedaan atau dengan kata lain stock controller.
e. Store Controller adalah divisi yang bertugas untuk mengatur semua aliran dana yang dipergunakan dalam rangka berhubungan dengan biaya operasional perusahaan.
f. Maintenance adalah divisi yang bertugas untuk merawat semua fasilitas- fasilitas yang ada di dalam perusahaan.
keamanan selama kegiatan operasional berlangsung.
h. Deco adalah divisi yang bertugas untuk mendekorasi setiap sisi atau ruangan di dalam perusahaan/toko apabila akan diadakan event-event tertentu.Uraian masing-masing divisi adalah:
a. Divisi Grocery
Divisi yang mencakup kebutuhan sehari-hari contohnya sembilan bahan pokok.Terdiri dari beberapa Departemen yakni:
a. Dept.10 yaitu Departemen Beverage seperti Aqua, Softdrink, Minuman keras, Syrup, dll.
b. Dept.11 yaitu Departemen Cleaning seperti Deterjen, pembersih lantai, sabun cuci, dll.
c. Dept.12 yaitu Departemen Comestic seperti Obat-obatan, cosmetic, perawatan tubuh, dll.
d. Dept.14 yaitu Departemen Dry Grocery seperti Beras, Mie instant, Snack, Minyak, Gula, dll.
e. Dept.15 yaitu Departemen Perishable seperti Frozen Food, Telur, Ice cream, Keju.
b. Divisi Fresh yaitu Divisi yang mencakup buah, daging, sayur, semua jenis ikan, ataupun makanan siap saji. Terdiri dari beberapa Departemen yakni:
a. Dept. 20 yakni Departemen Salad Bar seperti makanan siap saji, jajanan pasar, salad, pizza, dll.
b. Dept. 21 yakni Departemen Fish seperti semua jenis ikan darat & laut.
buahan.
d. Dept. 23 yakni Departemen Bakery seperti roti, tart, pastry.
e. Dept. 24 yakni Departemen Butchery seperti daging ayam, sapi, kambing, dll.
f. Dept. 26 yakni Departemen Restaurant seperti makanan siap saji di tempat.
c. Divisi Bazaar yaitu Divisi yang mencakup alat pertukangan, perlengkapan rumah tangga, mainan, perlengkapan motor, dll. Terdiri dari beberapa Departemen yakni:
a. Dept. 30 yakni DepartemenDo It Yourself seperti alat pertukangan & lampu.
b. Dept. 31 yakni DepartemenHousekeeping seperti perlengkapan rumah tangga.
c. Dept. 32 yakni DepartemenCulture seperti Stationery, VCD, casette, CD.
d. Dept. 33 yakni DepartemenLeisure seperti peralatan olahraga, mainan, tas, koper.
e. Dept. 34 yakni DepartemenGardening seperti peralatan berkebun, pot, aquarium.
f. Dept. 35 yakni Departemen Car seperti perlengkapan motor & mobil, minyak pelumas, helm, dll.
d. Divisi Appliance yaitu Divisi yang mencakup tentang elektronik seperti TV, Komputer, Handphone, dll. Terdiri dari beberapa Departemen yakni:
a. Dept. 40 yakni Departemen Big Household Appliance seperti AC, kompor gas berdiri, mesin cuci.
dispenser, mixer.
c. Dept. 42 yakni Departemen Photo seperti photo, telephone, fax &
perlengkapannya.
d. Dept. 43 yakni Departemen Audio & Video seperti Tape, radio, dll.
e. Dept. 44 yakni Departemen TV Video seperti TV, DVD, VCD, dll.
f. Dept. 45yakni Departemen Computer seperti computer dan perlengkapannya.
e. Divisi Textile yang mencakup sepatu, baju, perlengkapan bayi, tas, payung, dll.
Terdiri dari beberapa Departemen yakni:
a. Dept. 60 yakni Departemen Shoes seperti sepatu & sendal.
b. Dept. 61 yakni Departemen Permanent seperti baju tidur, kaos kaki, pakaian dalam, dll
c. Dept. 62 yakni Departemen Seasonal seperti baju anak-anak & dewasa.
d. Dept. 65 yakni Departemen Household seperti sprei, handuk, lap, bantal, guling, dll.
e. Dept. 66 yakni Departemen Personal Accecoris seperti tas wanita, topi, saputangan, payung, dll.
DEPT DESCRIPTION NAME ITEM
10 BEVERAGE Aqua, softdrink, minuman keras, sirup, dll 11 CLEANING alat pembersih seperti detergent,
pembersih lantai, sabun cuci
12 COSMETIC obat-obatan, cosmetic, perawatan tubuh, dll 14 DRY GROCERY beras, mie instan, snack, minyak, gula, dll 15 PERISHABLE frozen food, telur, ice cream, keju
20 SALAD BAR makanan siap saji, jajanan pasar, salad, pizza
21 FISH semua jenis ikan dart dan laut 22 FRUIT &
VEGETABLES sayuran dan buah-buahan 23 BAKERY roti, tart, pastry
24 BUTCHERY daging ayam, sapi babi, kambing 26 RESTAURANT makanan siap makan di tempat 30 D.I.Y (Do it Yourself) alat pertukangan dan lampu 31 HOUSEKIPPING perlengkapan rumah tangga 32 CULTURE stationery, VCD, casette, CD
33 LEISURE Peralatan olahraga, mainan, tas, koper 34 GARDENING Peralatan berkebun, pot, aquarium
35 CAR Perlengkapan motor dan mobil, miyak
pelumas, helm dan lain-lain 40 BIG HOUSEHOLD
APPL.
AC, kompor gas berdiri, microwave, mesin cuci
41 SMALL HOUSEHOLD APPL.
Kipas angin, vacuum cleaner, dispenser, rice cooker, mixer
42 PHOTO Photo, telepon, fax, dan perlengkapannnya 43 AUDIO &VIDEO Tape, radio, hifi
44 TV VIDEO TV, DVD, VCD
45 COMPUTER komputer dan perlengkapannya
60 SHOES Sepatu dan sandal
61 PERMANENT Baju tidur, kaos kaki, pakaian dalam,
62 SEASONAL Baju anak-anak dan dewasa
65 HOUSEHOLD Sprei, handuk, lap, bantal, guling dll
66 PERSONAL
ACCECORIES
Tas wanita, topi, saputangan, ikat pinggang, payung dll
Sumber: PT.Trans Retail Indonesia
PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
A. Pembahasan
Kondisi kinerja perusahaan retail di Makassar terus mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang begitu pesat, hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah pelanggan serta meningkatnya sales toko tiap harinya. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, PT.Trans Retail Indonesia yang berkonsentrasi pada bidang retail semakin memperhatikan harga produk agar tidak kalah dengan kompetitor,serta memperhatikan kondisi toko agar pelanggan merasa nyaman pada saat berbelanja.
Manajemen pemeliharaan adalah proses kegiatan pemeliharaan yang meliputi rangkaian tahapan kerja yang teratur, dari sejak perencanaan, pelaksanaan hingga pengendalian dan evaluasi. Secara struktural penanggung jawab pemeliharaan mempunyai tujuan menjaga agar peralatan/komponen dapat dioperasikan secara optimal berdasarkan spesifikasinya sehingga sesuai dengan umur ekonomisnya.
Pada dasarnya perencanaan anggaran yang dilakukan oleh PT.Trans Retail Indonesia cabang Panakkukang Square Makassar yaitu anggaran Pencapaian/Target dan disamping itu memperhatikan Biaya Opersional . Anggaran Budgeting adalah Nilai Pencapaian yang harus dicapai dihari ,dibulan dan ditahun yang telah berjalan.
Tujuan anggaran Budgeting adalah untuk mengukur kinerja kerja Manajeril apakah bisa mencapai target berdasarkan cara yang mereka lakukan, anggaran operasi yang menyajikan hasil tertentu yang diharapkan oleh divisi dan karyawan perusahaan
53
sesungguhnya atau kinerja aktual yang dicapainya.
Anggaran pemeliharaan merupakan bagian anggaran operasi (AO) dan direncanakan untuk semua aktiva tetap. Anggaran pemeliharaan disusun berdasarkan
a. Realisasi pemeliharaan tahun sebelumnya b. Perubahan harga
Anggaran pemeliharaan meliputi anggaran material yang dibuat oleh masing- masing divisi, tapi terlebih dahulu harus disetujui oleh Departemen Store Controller.
Perencanaan ini dimaksudkan agar setiap pekerjaan yang dilakukan tepat guna dan tepat sasaran. Perencanaan yang dibuat serealistis mungkin, berdasarkan data statistik, informasi dilapangan, atau estimasi, sehingga pada pelaksanaannya nanti tidak menyusahkan bagian operasional itu sendiri dan dapat dipertanggungjawabkan.
Adanya perbedaan pada format pedoman rencana kerja operasi yang dibuat masing- masing divisi dan penyimpangan pelaksanaan pedoman rencana kerja operasi dilapangan, baik itu dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan ataupun alokasi dananya. Oleh karena itu perlu adanya suatu pedoman dalam membuat rencana kerja.
Pedoman ini yang nantinya diharapkan dapat membantu cabang-cabang dalam membuat dan menentukan rencana kerjanya setiap tahun.
Timbulnya masalah-masalah yang terjadi dalam merencanakan dan melaksanakan rencana kerja diperkirakan karena hal-hal berikut ini :
a. Perbedaan masalah yang terjadi pada masing-masing divisi b. Kurangnya koordinasi antar divisi
c. Aturan alokasi dana yang tidak tegas
e. Kurangnya data yang dibutuhkan dalam menyusun rencana
f. Kurangnya tanggung jawab, pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan pekerjaan
1.Penyusunan Anggaran
Anggaran merupakan implementasi dari rencana dari rencana strategi yang telah ditetapkan Penyusunan anggaran adalah Proses pengoperasionalan rencana dalam bentuk pengkuantifikasian, biasanya dalam unit moneter, untuk kurun waktu tertentu.Anggaran merupakan rencana yang diungkapkan secara kuantitatif dalam unit moneter untuk periode satu tahun.
A.Karakteristik Anggaran :
1. Anggaran mengestimasi tingkat laba potensial dari suatu unit usaha
2. Anggaran dinyatakan dalam satuan keuangan, walaupun satuan keuangan tersebut dibantu dengan data non keuangan (misal jumlah unit yang dijual atau diproduksi)
3. Anggaran umumnya meliputi periode satu tahun 4. Anggaran merupakan komitmen manajemen
5. Usulan anggaran ditelaah dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi dari penyusun anggaran
6. Anggaran yang telah disusun hanya dapat dirubah jika terjadi kondisi khusus 7. Secara periodic, dilakukan analisis selisih antara anggaran dengan
sesungguhnya dan dijelaskan .
1. Memperjelas rencana strategi
2. Membantu koordinasikan kegiatan beberapa bagian dari suatu organisasi 3. Melimpahkan tanggung jawab kepada manajer
4. Memperoleh kesepakatan bahwa anggaran merupakan dasar penilaian kinerja manajer
C.Proses penyusunan anggaran :
1. Menerbitkan pedoman penyusunan anggaran oleh staf anggaran yang disetujui manajer puncak
2. Membuat proposal anggaran permulaan oleh masing2 manajer pusat pertanggungjawaban
3. Negosiasi, yaitu mendiskusikan anggaran yang diusulkan
4. Slack, yaitu perbedaan Karena menurunkan tingkat penjualan atau menaikkan biaya
5. Review dan persetujuan oleh CEO/ Dewan direktur
6. Revisi anggaran, baik secara sistematis maupun kondisi khusus D.Teknik kuantitatif dalam penyusunan anggaran :
1. Simulasi
2. Estimasi Probabilitas 3. Anggaran tak terduga
sama ditahun sebelumnya.
Tabel 5.1
Anggaran Budgeting Operasional PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar
Bln Tgl
Actual Home
Delivery
Voucher Actual Budget Diff Value Diff
%
Y-1 (day to
Day)
Diff Value Y-
1
Diff
%Y-1 Maret
1
1,328,080,952 19,100,000
1,308,980, 952
1,309,796,9
19 (815,967) - 0.06
%
1,381,993,9 26
(73,012,9 74)
- 5.28
% 2
341,029,870
341,029,87 0
532,925,51 5
(191,895,64 5)
- 36.0
1%
367,027,17 7
(25,997,3 07)
- 7.08
% 3
355,396,043
355,396,04 3
545,857,11 7
(190,461,07 4)
- 34.8
9%
439,150,05 0
(83,754,0 07)
- 19.07
% 4
438,147,445 125,000
438,272,44 5
562,902,96 0
(124,630,51 5)
- 22.1
4%
405,055,59 2
33,216,8 53
8.20
% 5
406,063,966
406,063,96 6
560,707,75 1
(154,643,78 5)
- 27.5
8%
347,087,27 6
58,976,6 90
16.99
% 6
417,544,797
417,544,79 7
622,731,13 5
(205,186,33 8)
- 32.9
5%
478,411,24 9
(60,866,4 52)
- 12.72
% 7
985,001,043
985,001,04 3
946,566,14
8 38,434,895 4.06
%
775,888,96 2
209,112, 081
26.95
% 8
1,030,142,946 2,000,000
1,028,142, 946
1,075,167,0 71
(47,024,125 )
- 4.37
%
944,490,96 6
83,651,9 80
8.86
% 9
263,826,422 200,000
263,626,42 2
424,331,83 8
(160,705,41 6)
- 37.8
7%
282,466,00 9
(18,839,5 87)
- 6.67
% 10
261,988,989
261,988,98 9
440,531,45 9
(178,542,47 0)
- 40.5
3%
257,768,29 1
4,220,69 8
1.64
% 11
310,649,057 900,000
309,749,05 7
467,213,54 1
(157,464,48 4)
- 33.7
0%
274,688,04 2
35,061,0 15
12.76
% 12
250,960,609 3,000,000
247,960,60 9
470,907,21 3
(222,946,60 4)
- 47.3
4%
299,090,52 3
(51,129,9 14)
- 17.10
% 13
394,856,427
394,856,42 7
565,460,47 5
(170,604,04 8)
- 30.1
7%
618,314,29 2
(223,457, 865)
- 36.14
% 14
596,251,814
596,251,81 4
835,782,34 4
(239,530,53 0)
- 28.6
6%
648,150,93 5
(51,899,1 21)
- 8.01
% 15
817,969,553
817,969,55 3
970,340,09 5
(152,370,54 2)
- 15.7
0%
937,903,65 4
(119,934, 101)
- 12.79
% 16
233,236,315
233,236,31 5
389,515,56 2
(156,279,24 7)
- 40.1
2%
249,045,36 7
(15,809,0 52)
- 6.35
% 17
291,814,178 300,000
292,114,17 8
421,530,07 5
(129,415,89 7)
- 30.7
287,470,85 3
4,643,32 5
1.62
%
235,518,938 11,500,000 8 5 7) 0% 9 61) % 19
233,229,705
233,229,70 5
427,179,28 6
(193,949,58 1)
- 45.4
0%
280,714,14 3
(47,484,4 38)
- 16.92
% 20
347,434,856 75,000
347,509,85 6
621,263,61 7
(273,753,76 1)
- 44.0
6%
370,056,56 6
(22,546,7 10)
- 6.09
% 21
755,613,365
755,613,36 5
922,237,91 3
(166,624,54 8)
- 18.0
7%
642,993,92 0
112,619, 445
17.51
% 22
707,489,171
707,489,17 1
996,066,41 9
(288,577,24 8)
- 28.9
7%
995,050,28 6
(287,561, 115)
- 28.90
% 23
264,123,416 2,600,000
261,523,41 6
437,475,76 5
(175,952,34 9)
- 40.2
2%
316,334,94 6
(54,811,5 30)
- 17.33
% 24
241,829,649 4,900,000
236,929,64 9
522,555,50 8
(285,625,85 9)
- 54.6
6%
353,128,03 5
(116,198, 386)
- 32.91
% 25
302,990,548 1,500,000
301,490,54 8
555,733,02 5
(254,242,47 7)
- 45.7
5%
470,258,10 9
(168,767, 561)
- 35.89
% 26
363,137,749 8,600,000
354,537,74 9
579,880,85 7
(225,343,10 8)
- 38.8
6%
427,160,47 3
(72,622,7 24)
- 17.00
% 27
478,374,675 2,900,000
475,474,67 5
751,222,02 5
(275,747,35 0)
- 36.7
1%
586,942,61 9
(111,467, 944)
- 18.99
% 28
837,589,192 1,900,000
835,689,19 2
1,202,289,6 32
(366,600,44 0)
- 30.4
9%
928,410,68 6
(92,721,4 94)
- 9.99
% 29
1,071,418,596 3,600,000
1,067,818, 596
1,298,477,7 33
(230,659,13 7)
- 17.7
6%
1,256,442,9 89
(188,624, 393)
- 15.01
% 30
278,032,756 8,700,000
269,332,75 6
538,469,77 4
(269,137,01 8)
- 49.9
8%
979,530,14 7
(710,197, 391)
- 72.50
% 31
86,309,834 1,900,000 84,409,834
560,580,53 7
(476,170,70 3)
- 84.9
4%
381,762,17 3
(297,352, 339)
- 77.89
% MTD
14,926,052,87 6
500,000
73,300,000
14,853,252 ,876
20,979,184, 924
(6,125,932, 048)
- 29.2 0%
16,906,999, 382
(2,138,15 6,340)
- 334.9 9%
Sumber : PT.Trans Retail Indonesia Panakkukang Square Makassar
Elemen biaya operasional pada dasarnya digolongkan menjadi dua yaitu : a. Biaya terkendali (controllable cost) adalah biaya yang dikeluarkan oleh suatu
tempat biaya dan atas pengeluaran biaya tersebut seseorang harus mempertanggungjawabkan.
Contoh : Biaya pemasangan iklan merupakan biaya terkendali bagi manager Pemasaran
b. Biaya tidak terkendalikan (uncontrollable cost)
Adalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang manager atau pejabat tingkatan tertentu berdasarkan wewenang yang ia miliki atau tidak dapat dipengaruhi oleh seorang manager tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Contoh : Biaya penggunaan bahan merupakan biaya tidak terkendali bagi Manager Pembelian
Adapun biaya operasional yang dapat dikendalikan pada PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar adalah sebagai berikut :
a. Payrol (Biaya Tenaga Kerja)
Merupakan biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja Gaji dan Upah karyawan.
b. Biaya Utilities
Biaya yang timbul untuk membayar tagihan listrik, air, gas, solar,dan lain- lain.
c. Promotion & Corp Image
Biaya promosi produk seperti biaya advertising & marketing.
Carrefour Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar adalah sebagai berikut : a. Biaya pembelian barang
Dalam hal ini biaya yang dikeluarkan untuk membeli barang dari supplier yang kemudian akan dijual kembali di area toko.
b. Biaya Kesehatan danTraining Program
Merupakan biaya yang timbul untuk kesehatan karyawan dan biaya pelatihan karyawan yang baru saja promosi jabatan, dalam hal ini training dilakukan di luar store tempat dimana mereka bekerja.
c. Biaya Utilities
Biaya yang timbul untuk membayar tagihan listrik, air, gas, solar,dan lain- lain.
d. Biaya Maintenance
Biaya yang timbul untuk perbaikan dan perawatan sarana dan fasilitas kantor seperti biaya cleaning service, sparepart kendaraan dinas,biaya security outsourcing.
e. Others
Biaya yang timbul diluar dari biaya yang diatas 3. Realisasi Biaya Operasional
Realisasi adalah tindakan mewujudkan atau pencapaian suatu rencana ,cita- cita atau keinginan akann kedepannya.
PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar yang bergerak dalam bidang penyediaan retail yang menyediakan keperluan sehari-hari
berkesinambungan. Dengan demikian, Realisasi Biaya operasional didasarkan atas aktivitas yang diarahkan untuk menciptakan efisiensi dan mengukur pencapaian kinerja manajemen melalui pemuasan pelanggan dan perbaikan.
Di bawah ini diperlihatkan biaya operasional tahun 2014 dan perbandingannya dengan anggaran biaya operasional pada triwulan sebelumnya sebelumnya.
Tabel 5.2
Biaya Operasional PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar Tahun 2015
No. Biaya Operasional
Tahun 2014 Triwulan I
Tahun 2015 Triwulan I
Varian
Perse ntase
(%) 1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
Biaya pembelian barang Payrol (Biaya Tenaga Kerja) Biaya Kesehatan dan Training Program
Biaya Utilities Biaya Maintenance Material Consumed Promotion & Corp Image Others
9.861.000.000 9.232.085.000 973.841.000
530.800.000 265.150.000 108.700.000 875.500.000 55.750.000
9.850.539.179 9.222.088.243 972.227.660
536.771.930 268.876.025 107.997.700 870.931.616 55.463.976
10.460.821 9.996.757 1.613.340
9.571.930 (3.726.025) 702.300 4.568.384 286.024
0.11 0.10 0.16
1.12 1.40 0.64 0.52 0.51 Total Biaya Operasional 21.902.826.000 21.884.896.329 32.778.254 0.14
Sumber : PT. Trans Retail Indonesia
Kinerja Manajerial
PT. Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar yang bergerak dalam bidang penyediaan retail yang menyediakan keperluan sehari-hari dan melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan rencana kerja jangka pendek yang berkesinambungan. Dengan demikian, penyusunan anggaran dan realisasi biaya operasional didasarkan atas aktivitas yang diarahkan untuk menciptakan efisiensi melalui pemuasan pelanggan dan perbaikan dan mengukur kinerja manajerial.
Anggaran yang telah disusun pada awal periode tahun berjalan digunakan sebagai alat perencanaan dan pengendalian biaya dalam melaksanakan aktivitas perusahaan. Dengan adanya anggaran, diharapkan terkontrolnya penggunaan biaya dan dengan terkontrolnya biaya operasional akan mengarahkan perusahaan untuk beroperasi secara efisien. PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar sudah berupaya menerapkan anggaran dan realisasi biaya operasional yang efisien . Hal ini dilihat dari penggunaan anggaran biaya sebagai salah satu standar yang dipakai dalam penilaian kinerja perusahaan. Bobot efisiensi biaya sebesar 0.14
% dalam pengukuran kinerja perusahaan yang diadakan pada triwulan. Perhitungan dan estimasi biaya operasional dalam anggaran disusun berdasarkan data historis yang ada, dan pertimbangan adanya kenaikan harga serta disesuaikan dengan program kerja dari masing-masing unit/bagian.
1. Penyusunan Anggaran dan Realisasi Biaya Operasional
Penyusunan anggaran biaya operasional pada PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar menggunakan metode partisipasi anggaran.
Metode ini menganjurkan adanya partisipasi dan keterlibatan karyawan perusahaan dalam penyusunan anggaran biaya operasional. Keuntungan yang di dapat oleh perusahaan dengan melibatkan seluruh manager dari masing-masing divisi yaitu :
a. Menambah rasa kebersamaan karena setiap orang pada masing-masing tingkatan diakui sebagai anggota tim serta memperbesar rasa tanggung jawab di masing-masing unit dalam mencapai sasarannya.
b. Terciptanya suatu komunikasi yang baik dalam perusahaan sehingga memungkinkan pimpinan perusahaan untuk mengetahui situasi dan perkembangan perusahaan secara lebih baik.
c. Menghasilkan suatu anggaran dan realisasi biaya operasional yang lebih realistis serta mendatangkan komitmen dan motivasi yang lebih besar dari setiap bagian dalam perusahaan untuk berusaha mencapai sasaran dalam anggaran. Hal ini dikarenakan orang yang berkaitan langsung dengan suatu aktivitas mempunyai kedudukan terpenting dalam pembuatan estimasi anggaran. Dengan demikian estimasi anggaran yang dibuat cendrung akan lebih akurat.
Sekalipun demikian metode ini memiliki kelemahan, yakni adanya upaya- upaya dari kepala-kepala divisi untuk memanipulasi anggarannya, yaitu dengan menetapkan pengeluaran/biaya lebih tinggi sehingga dalam realiasinya nanti seolah-
anggaran. Kondisi ini disebabkan kelonggaran anggaran-anggaran. Menurut penulis, perusahaan telah dapat memaksimalkan keuntungan dari metode ini dengan adanya komunikasi dan kepercayaan antara pimpinan perusahaan dengan berbagai bagian dalam perusahaan dan cabang, maka pimpinan perusahaan mengetahui situasi perusahaan. Perusahaan juga melalui keterlibatan karyawan/staff menghasilkan anggaran yang lebih realistis yang dapat memotivasi seluruh bagian untuk bekerja lebih giat dalam pencapaian sasaran/program masing-masing unit.
Sedangkan kelemahan metode ini yang menimbulkan kelonggaran anggaran biaya operasional diatasi dengan adanya review. Estimasi anggaran yang ditentukan oleh seluruh pejabat dibawah tidak dapat begitu saja diterima oleh manajer/pimpinan perusahaan. Pimpinan perusahaan mengadakan sistem pengecekan dan pencocokan, dan jika perlu diadakan perubahan. Dalam review ini pimpinan PT. Carrefour Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar akan mendiskusikannya dan memodifikasi atas kesepakatan kedua belah pihak.
2. Peranan Anggaran dan realisasi biaya operasional dalam mengukur kinerja Manajerial
PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar berupaya menjadikan anggaran sebagai salah satu alat pengendalian dalam melaksanakan aktivitasnya. Dengan adanya anggaran diharapkan terkontrolnya biaya operasional dalam perusahaan. Sebagai langkah awal pengawasan terhadap biaya operasional PT.
Trans Retail Cabang Panakkukang Square Makassar, anggaran pencapaian sales dan biaya dirinci lebih lanjut di dalam sub bagian/departemen dengan tujuan agar dapat
berlangsungnya aktivitas perusahaan dimana dalam tiap tahun dibuat laporan laba rugi dan evaluasi kinerja dilakukan secara triwulan. Untuk lebih jelasnya beberapa pencapaian baik dari sales dan biaya ddibahas sebagai berikut :
A. Anggaran Pencapaian Sales
Pada gambar 5.1 Terdapat anggaran pencapaian sales pada bulan Maret 2015.didalam tabel tersebut terdapat perbandingan pencapain sales pada hari tertentu dengan anggaran yang telah ditentuukan.selam satu bulan hanya pada tanggal 7 anggaran bisa tercapai atau Plus sebesar 4.06% atau senilai 38,434,895 sedangkan pada tanggal yang lain tidak ada yang mencapai target walaupun selisihnya tidak terlalu banyak.
Dari hal ini maka pihak manajemen bagian tiap devisi perlu melakukan review dan analisa mengapa dan apa penyebabnya sehinggal hhal ini terjadi.dapat juga dilakukan perbandingan dari apa yang dilakukan pada tanggal 7 sehingga anggaran bisa tercapai dan akhirnya perubahan dan cara yang akan ditempu bisa ditentukkan kedepannya
B. Realisasi Biaya Operasional
a. Untuk biaya pembelian barang penggunaan anggaran bisa dihemat sebesar 0.11 % berarti sangat efisien.
b. Untuk Payroll (biaya tenaga kerja) yang bisa dihemat sebesar 0.10 %.
c. Biaya kesehatan dan training program yang dihemat adalah sebesar 0,16 %.
d. Biaya utilities yang dihemat sebesar 0.12 %.
f. Material Consumed yang dihemat sebesar 0.64 %.
g. Promotion & Corp. Image yang dihemat sebesar 0.52 %.
h. Others yang dihemat sebesar 0.51 %.
Varians biaya operasional yang bersifat favorable lebih besar daripada varians pendapatan yang juga bersifat favorable, memberikan sedikit gambaran tentang penerapan konsep efisiensi pada PT. Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar yang telah berhasil menerapkan anggaran dan Realisasi biaya operasional dalam meningkatkan efisiensi dalam mengukur kinerja manajerial PT.Trans Retail Indonesia Cabang Panakkukang Square Makassar sudah berupaya menerapkan anggaran biaya operasional dalam meningkatkan efisiensi. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian dan penggunaan anggaran biaya operasional sebagai suatu standar dalam penilaian kinerja perusahaan. Perusahaan mendasarkan penyusunan anggaran biaya operasional disesuaikan dengan kebutuhan yang wajar dengan tetap mencerminkan adanya upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas dan dapat dipertanggung jawabkan.