• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

C. Pembahasan Temuan

1. Perencanaan Pembelajaran oleh dosen dalam pandangan mahasiswa Thailand.

Perencanaan pembelajaran merupakan hal yang paling penting dilakukan sebelum proses pembelajaran berlangsung, agar pembelajaran yang akan dilakukan di rencanakan sebaik mungkin. Karena dalam perencanaan ditentukan tujuan atau sasaran yang akan dicapai dan menetapkan sumber yang perlu untuk mencapai suaatu tujuan.

Sebelum melaksanakan suatu proses pemebelajaran Setiap dosen IAIN Jember membuat suatu perencanaan pembelajaran. perencanaan yang dilakukan oleh dosen IAIN Jember adalah pembuatan silabus sebagai rencana pembelajaran atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, matari pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indicator pencapaian kompetensi untk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Kemudian silabus yang sudah dibuat oleh dosen diserakan ke kantor jurusan, terdapat perubahan kebijakan pada tahun ini (2015/2016) silabus yang dibuat oleh dosen tidak diserahkan kepada Kantor jurusan seperti halnya tahun sebelumnya, akan tetapi diserahkan bagian keuangan sebagai bentuk pertanggung jawaban bahwa dosen melakukan perencanaan membelajaran, dan juga diberikan kepada mahasiswa sebagai pegangan bagi mahasiswa selama perkuliahan.

setiap dosen memberikan outline dan kontrak belajar kepada mahasiswa diawal pertemuan perkuihan. Outline dijadikan pedoman pembelajaran dalam 1 semester, dalam outline berisi tentang materi yang diberiak akan kepada mahasiswa dalam 1 semester, dan sumber rujukan yang dapat dipelajari oleh mahasiswa. Selain memberikan outline dosen juga meberikan kontrak belajar kepada mahasiswa, dengan adanya kotrak belajar diharapkan pembelajaran berjalan dengan lancer dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kemudian dosen memberikan sedikit penjelasan tentang materi yang akan disampaikan selama 1 semester, sehingga mahasiswa memiliki pemahaman tentang materi yang akan dipelajari selama 1 semester.

outline yang dosen berikan pepada mahsiswa bermacam-macam.

Outline yang lengkap berisi identitas dosen, deskripsi mata kuliah atau sedikit pengantar tentang materi kuliah yang akan disampaikan oleh dosen selama perkuliahan, kopetensi dasar, tujuan matakuliah, hasil belajar, rencana materi perkuliahan atau jadwal kuliah dan topik inti, referensi pokok dan pedukung atau bahan bacaan, strategi atau metode yang akan digunakan selama proses pembelajaran, deskripsi tugas, evaluasi proses dan hasil belajar, ketentuan diskusi kelompok, beberapa penilaian yang digunakan oleh dosen selama perkulihan, dan lain sebagainya. Sedangkan outline yang tidak lengkap berisi nama mata kuliah, dan materi yang akan disampaikan oleh dosen selama 1 semester, tanpa dilengkapi dengan referensi, dan sedikit catatan. Beberpa outline tidak dapat dimanfaat dengan baik kerena pembuatanya kurang sesuai

dengan panduan yang disediakan oleh kampus. Harapan dari mahasiswa dosen dapat memberikan outline pembelajaran yang lengkap dan sesuai dengan panduan yang ada, sehingga memudahkan mahasiswa selama perkuliahan belangsung.

Dosen membentuk kelompok diskusi diawal pertemuan, dari outline mahasiswa dapat memngetahui materi yang akan dibahas oleh setiat kelompok diskusi dalam setiap tertemuan perkuliahan. Outline yang diterima oleh mahasiswa Thailand sama dengan outline yang diberikan kepada mahasiswa dikelas lain, karena dalam pembuat outline tidak ada perbedaan antara kelas, karena tidak ada yang membedakan antara mahasiswa yang beraasal dari Thailand dengan mahasiswa yang berasal dari Indonesia, baik itu dari dosen, peraturan, dan fasilitas, yang diberikan kepada mahasiswa IAIN Jember.

Dosen telah membuat rencana pembelajaran, diawal pertemuan dosen memberikan outline kepada mahasiswa, dalam memberikan outline tersebut dosen jaga menjelaskan materi yang akan disampaikan selama perkulihan, kopetensi dasar yang harus dicapai dalam proses pembelajaran, dan beberapa matari yang akan disampaikan oleh dosen selama perkuliahan, sumber rujukan yang dapat dijadikan referensi oleh mahasiswa, dan proses evaluasi hasil belajar.

Hal ini sesuai dengan teori tentang salah satu tugas dan peran dan tanggung jawab tersebut adalah guru sebagai pengajar”. Peran ini menunjukan pada bagaimana guru bertugas untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dan dalam tugas, peran dan tanggung jawab ini, dosen dituntut untuk memiliki sejumlah pengetahuan dan kemampuan teknis pembelajaran;

selain dari penguasaan bidang ilmu/bidang studi/mata pelajaran. Artinya, mempersiapkan pembelajaran dengan terlebih dahulu membuat perencanaan pembelajaran adalah suatu yang teramat penting, karena akan member pengaruh yang cukup kuat terhadap guru dalam mengimplementasikan pembelajaran, sebagai mana yang dikemukakan diatas bahawa perencanaan merupakan suatu yang “critical” (penting) dalam proses pembelajaran.131 Serta sesuai dengan pengertian perencanaan pembelajaran yang dikemukakan oleh Santrock mengatakan, perencanaan pembelajaran adalah sebuah scenario yang memproyeksikan sejumlah kualifikasi atau kemampuan yang harus dikuasai atau dimiliki (sebagai kompetensi) oleh peserta didik, dan gambaran rancangan mengetahui tindakan-tindakan yang akan dilaksanakan dalam proses pembelaharan.132

Dalam membuat outline seharusnya memenuhi unsur-unsur berikut:

a) Kode, nomor, dan nama mata kuliah.

131 Supridie, Komunikasi Pembelajaran, 90.

132 Supridie, Komunikasi Pembelajaran, 91.

b) Kedudukan mata kuliah (Mata Kuliah Umum (MKU), Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK) dan Mata Kuliah Keahlian (MKK)

c) Semester dan tahun mata kuliah tersebut diajarkan.

d) Bobot kredit.

e) Tujuan mata kuliah.

f) Mata Kuliah prasyarat (bilamana perlu).

g) Nama pengajar.

h) Waktu dan tempat kuliah.

i) Rincian acara perkuliahan dan bahan bacaan wajib dan anjuran.

j) Cara mengevaluasi proses belajar-mengajar.133

Salah satu bukti bahwa dosen IAIN jember membuat outline pembelajaran adalah setiap mahasiswa tidak terkecuali mahasiswa memiliki outline yang diberikan oleh dosen pada awal perkuliahan. Dalam outline tersebut sudah jelas terdapat unsur-unsur di atas, sehingga outline pembelajaran dapat dimanfaat dengan baik oleh mahasiswa.

2. Penguasaan materi pembelajaran oleh dosen dalam pandangan mahasiswa Thailand.

beberapa dosen telah berusaha menyampaikan materi dengan baik dalam proses pembelajaran kepada mahasiswa, tapi sedikit dari mahasiswa Thailand yang dapat menguasai materi yang diberikan oleh dosen dalam proses pembelajaran karena kesulitan bahasa. Mahasiswa Thailand tampak

133 Satuan Acara Perpuliahan”, http://sap.Gunadarma.ac.id/ (22 April 2015). Oleh Budiono.

kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kondisi pembelajaran dikelas, terdapat juga dosen yang menyampaikan materi terlalu capat sehingga mahasiswa kesulitan dalam memahami materi. Kesulitan tersebuh karena bahasa dan cara belajar yang ada di IAIN Jember itu berbeda dengan cara belajarnya di Thailand. sebagian mahasiswa Thailand bisa memahami materi jika mahasiswa tersebut cukup faham bahasa Indonesia dengan baik dan giat dalam belajar, seperi mempelajari kembali materi yang diberian oleh dosen saat pulang kuliah, apabila mengalami kesulitan menanyakan dosen langsung dalam proses pembelajan.

Mahasiswa Thiland merasa kesulitan untuk berbicara dalam proses pembelajaran, ketika sedang diskusi dalam kalas mahasiswa Thailand ingin mengajukan pertanyaan terkait materi yang belum difahami, tatapi untuk menyampaikan pertanyaan mahasiswa tidak mampu karena kesulitan merangkai kata-kata. Mahasiswa Thailand kesulitan menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada mahasiswa ketika presentasi, tetapi ada usaha untuk menjelaskan isi dari makalah dengan cara membaca, dan terlihat kesulitan ketika menjawab pertanyaan dari peserta diskusi/audien. Penjelasan mahasiswa Thailand tersebut sulit difahami oleh mahasiswa, dari situ kemudian timbul rasa malu pada diri mahasiswa Thailand, seperti malu kerena takut salah, malu kerena tidak bisa menjelaskan seperti halnya mahasiswa yang lain, dan malu karena takut ditertawakan oleh teman-teman dikelasnya.

Berdasarkan beberapa penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam proses pembelajaran mahasiswa Thialand kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh dosen pada saat perkuliahan, kerena dosen terlalu cepat dalam menjelaskan, dosen kurang menggunakan metode yang bervariasi dalam mengajar dan yang lebih banyak menggunakan metode caramah dengan menyelingi bahasa daerah dan kata-kata istilah atau bahasa asing yang populer dan bahasa tersebut terdengar asing atau kurang familiar kerena keterbatasan bahasa mahasiswa. Maka tidak menutup kemungkinan mahasiswa Thailand merasa kebingungan atau bahkan tidak dapat memahami penjelasan yang disampaikan dosen dalam kelas, diperlukan usaha yang keras untuk dapat mamahami dan menguasai materi yang diberikan oleh dosen dalam proses pembelajaran.

Terdapat beberapa dosen yang menurut mahasiswa kurang menggunakan metode yang bervariasi dalam pembelajaran dan banyak menggunakan bahasa daerah dalam megajar, akhirnya mahasiswa Thailand sulit memahami materi yang disampaikan oleh dosen tersebut. Tetapi tidak seluruhnya demikian kerena terdapat beberapa dosen yang menurut mehasiswa Thailand menyampaikan materi dengan baik dan mudah difahami oleh mahasiswa, kerena dalam mengampaikan materi dosen menggunakan bahasa yang jelas dan mudah difahami, didukung dengan penggunaan strategi dan metode yang berveriasi. Setiap dosen mempunyai perbedaan dalam

mengajar seperti penggunaan metode dan menyampaikan materi perkuliahan dalam kelas.

Berdasarkan teori, pendidik dan peserta didik merupakan dua subjek yang memiliki perbedaan esensial baik pengalaman kepentingan, latar belakang, serta aspek-aspek sosio psikologis lainnya. Kondisi perbedaan ini akan menyebabkan hambatan dalam melakukan komunikasi yang efektif yang merupakan kata kunci untuk keberhasilan penyajian materi dalam pembelajaran, oleh karena itu dosen ditentut untuk mengembangkan keterampilan penyesuaian dengan kondisi peserta didik, sehingga akan lebih mudah dalam memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan penguasaan terhadap kompetnsi yang harus dicapai.134

Proses pembelajaran yang berlangsung dalam kelas harus membantu proses belajar peserta didik dan merangsang serta mendorong mereka untuk secara mandiri aktif melakukan sesuatu, Oleh karena itu ketika mempersiapkan perkuliahan, dosen harus memikirkan cara mengaitkan informasi yang disampaikan dengan pengetahuan yang sebelumnya telah dimiliki mahasiswa. Dengan demikian, seluruh rangkaian proses pembelajaran mulai dari mendengar, beraktivitas, dan berdiskusi, diharapkan menjadi pengalaman yang berkesan kuat dan bermanfaat bagi mahasiswa.135

134 Suyanto & Asep Jihad, Menjadi Guru Professional, (Jakarta: Erlangga, 2003), 84.

135Suyanto, Menjadi Guru Professional., 96.

Objek belajar sebetulnya hanya informasi. makahsiswa harus tau persis darimana sumber informasi itu dan bagaimana mengelolahnya, itulah tugas pokok dari belajar. Ruang kuliah dan perpustakaan adalah gudang informasi untuk mehasiswa. Organisasi-organisasi kemahasiswaan dan unit- unit kegiatan mahasiswa dalam kampus kita juga merupakan gudang informasi. Bukan saja akan membantu kita meningkatkan keterampilan olah rasa, tapi disana kita bisa bergaul sekaligus berbagi dengan mahasiswa lain yang lebih senior. Karena belajar kita dalam satu semester akan diuji oleh dosen melalui ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS).

Maka cara belajar yang baik adalah dengan kita rajin kuliah dan pergi ke perpustakaan, dan dalam masing-masing tempat tersebut kita membutuhkan dua jenis keterampilan mental yaitu membaca, mendengar, dan mencatat. 136

dosen diharapkan dapat menyampaikan materi dengan jelas kepada mahasiswa dalam proses pembelajaran, dengan menggunakan bahasa yang mudah difahami dan disertai dangan sedikit kata istilah yang sudah familiar digunakan, jika ada sedikit bahasa dereah itu hanya sebagai guyonan agar pembelajaran tidak membosankan, dalam menyampaikan materi hendaknya disertai penggunaan media pembelajaran, agar mahasiswa dapat memahami materi yang diberikanoleh dosen. Jika dalam proses pembelajaran Mahasiswa (mahasiwa indinesia) dapat memahami matari dengan baik tetapi mahasiswa

136 Hermit, Fun di Kampus Impian Kiat-Kiat Belajar Efektif dan Menyenangkan Di Perguruan Tinggi, 92-94.

mahasiswa Thailand mesih mengalami kesulitan, maka disaat mahasiswa Thailand mengalami kesulitan untuk memahami materi, hendaknya mahasiswa Thailand langsung menanyakan pada dosen, tanpa ada rasa canggung atau malu untuk bertanya kepada dosen.

Penggunaan kata istilah perlu dibiasakan bagi mahasiswa, kerena ada beberapa dosen yang cenderung memasukkan bahasa ilmiah, mahasiswa harus diajari dan harus dimulai tentang penggunaan bahasa ilmuyah, setidaknya mahasiswa mengetahui tentang bahasa populer dan bahasa yang lain, kerena itu nanti mencerminkan kualitas mahasiswa, Bahasa ilmiyah rata-rata dari bahasa asing seperti bahasa Ingris, Arab, Jerman, Belanda, dan menurut dosen, mahasiswa juga pernah belajar bahasa Ingris, pastinya tau bahasa asing yang populer digunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang ada disekitarnya. Perlua adanya pembiasa secara terus-menerus untuk kemudian mahasiswa Thailand terbiasa mengguakan bahasa Indonesia, dengan diadakannya semacam kajian ilmiyah, hal ini untuk menudahkan mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar, dan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Berdasarkan teori, seseorang mahasiswa akan memperoleh hasil yang baik dengan bekerja secara teratur. Ia harus sacara teratur mengikuti kuliah.

Membaca buku-buku pelajaran yang harus dilakukannya secara teratur.137 Selain itu mahasiwa harus belajar aktif dalam proses pembelajaran, tidak

137 Gie, Cara Belajar Yang Efektif, 49.

hanya aktif secara fisik seperti halnya bergerak, beraktivitas, dan melakukan sesuatu dengan aktif, melainkan berpikir aktif benggunakan otak.138 Umumnya dalam mengikuti kuliah, hendaknya seorang mahasiswa berusaha mencatat dengan sebaik-baiknya dan serapi-rapinya, selain mencatat urauian materi yang diberikan oleh dosen, mahasiswa harus menggali sendiri hal-hal yang mendetail karena mahasiswa sudah termasuk sudah cukup dewasa untuk belajar dengan kesadaran diri sendiri, dan belajar secara bertanggung jawab, terlapas dari siapa dan bagaimana seorang dosen memberikan kuliah.139 setiap memasuki ruang kuliah mahasiswa harus lebih dulu mempunyai gambaran mengenai: (a) Tujuan pembahasan perkuliahan saat itu dan (b) pokok-pokok persoalan yang akan dibahas dalam perkuliahan saat itu.

Maka dengan memiliki kerangka berpikir yang sangan berguna mahasiswa dapat secara lebih seksama meneliti bahan-bahan perkuliahan serta sekaligus menilai sejauh mana tujuan perkuliahan tercapai.140

3. Metode pembelajaran Oleh dosen dalam pandangan mahasiswa Thailand Dosen benyak menggunakan matode ceramah dan diskusi dalam proses pembelajara, dan itu membuat suasana belajar menjadi kurang menyenangkan, Metode ceramah dan diskusi menjadikan suasana belajar kurang menyenangkan apabila waktu penggunaannya karena tidak didukung dengan adanya media pembelajaran. Mahasiswa lebih suka jika dosen

138 Zaini, Desain Pembelajaran di Perguruan Tinggi, 111.

139 Winarno Surakhmat, Cara belahar terbaik di Universitas (Jakarta: Tarsito, 1982), 34.

140 Surakhmat, Cara belahar terbaik di Universitas, 36

menggunakan strategi yang berfariasi kerena setiap orang memiliki cara belajar yag berbeda-beda, ada sebagian yang suka strategi caramah, diskusi, prakter dan banyak sekali strategi yang perlu digunakan untuk membuat pembelajaran menjadi menarik dan tidak membosankan.

Hal ini kurang sesuai dengan pengertian metode pembelajra, Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.141 Dosen harus dapat menciptakan situasi dan kondisi agar mahasiswa dapat memproses informasi dengan lebih mudah dan cepat dipahami sekaligus melekat lama dalam ingatan mereka. Di sinilah dosen harus memperkenalkan berbagai strategi belajar dan mengajar kepada mahasiswa. Sebelum melaksanakan pembelajaran dengan metode ceramah guru harus menyiapkan beberapa hal penting yaitu (a) Analisis sasaran, (b) analisa sifat materi yang kiranya sesuai dan cukup hanya diinformasikan, (c) rancangan diskusi waktu yang akan digunakan untuk ceramah secara efektif dan efisien serta memperkirakan variasi yang dapat dikembangkan (diselingi oleh pengunaan media pembelajaran dan Tanya jawab), (d) pilih dan tetapkan media pembelajaran untuk membantu penjelasan melalui tutur lisan, (e) siapkan sejumlah pertanyaan sebagai bentuk control dan upaya memperoleh umpan balik dari tingkat keseriusan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran, (f) siapkan ikhtisar-ikhtisar yang diperkirakan akan dapat

141 Sukarno, metode pembelajaran pendidikan agama islam, 82.

membantu kelancaran ceramah, (g) berikan contoh dan analog yang sesuai dengan pengalaman yang pernah diperoleh sebagai bentuk pengayaan pada siswa, (h) siapkan rangkuman atau kesimpulan-kesimpulan sebagai bahan pegangan bagi sasaran didik (siswa).142

diskusi adalah proses interaksi dan komunikasi dua arah atau lebih yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Diskusi merupakan strategi penting utuk menciptakan proses belajar aktif. Kebutuhan-kebutuhan dosen sendiri lebih nyata dalam pelaksanaan diskusi dibandingkan dengan caramah, karena memimpin diskusi dengan terampil membutuhkan kesadaran yang cepat atau kepekaan terhadap kebutuhan-kebutuhan indifidu maupun kelompok. Secara umum, jika seorang dosen bersifat antusias ramah dan sangat tertarik pada subjek yang dibahas, maka mahasiswa juga akan demikian. Diskusi maupun ceramah memiliki kelebihan-kelebihan tertentu dalam suatu pengajaran.

Seorang dosen yang terampil akan memilih metode yang terbaik untuk diadaptasikan pada tujuan belajarnya tidak malah berpaku pada satu strategi saja. 143

sebelum proses pembelajan dengan menggunakan metode diskusi guru harus mempersiapkan terlebih dahulu, menyiapkan diskusi harus diawali dengan memilih dan menentukan topik/tema diskusi. Dalam konteks pembelajaran, topik/tema tidak hanya menarik, tetapi harus relevan dengan

142 Supriadie, Komunikasi Pembelajaran, 138.

143 Supriadie, Komunikasi Pembelajaran, 132.

matari pokok, dengan indikator hasil belajar dan kompetensi dasar yang ingin dicapai, dan berdasar pada kemampuan awal yang dimiliki siswa. Kemudian tentukan apakah diskusi yang akan dilakukan ada dalam kelompok besar (kelas) atau kelompok-kelompok kecil (pertimbangkan jumlah). Selanjutnya, siapkan pedoman diskusi (durasi, perangkat pimpinan diskusi dan cara memilih serta uraian tugas melaksanakan diskusi, tindak lanjut setelah diskusi selesai).

Melaksanakan diskusi bukanlah sesuatu yang mudah. Oleh karena itu, guru harus dengan arif membimbing atau membantu siswa melaksanakan diskusi. Guru harus berpikir bahwa dengan diskusi anak tidak hanya dikondisikan untuk mempelajari materi pokok untuk mencapai indicator dan kompetensi dasar; akan tetapi dengan diskusi siswa dapat belajar bagaimana sesuatu harus dipelajari, bagaimana bersikap toleran dan saling menghargai, bagaimana berpendapat dan mempertahankan pendapat, bagaimana bertanya serta bagaimana mengonfirmasi pendapat orang lain. 144

demonstrasi adalah pendidik menerangkan sesuai sebagai alat bantu untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu. Pendidik memperagakan sesuatu sebagai alat bantu untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu. Demonstrasi merupakan suatu cara menyajukan bahan

144 Supriadie, Komunikasi Pembelajaran, 140.

pelajaran dengan mempertunjukkan secara langsun objeknya, atau caranya melakukan sesuatu atau mempertunjukkan prosesnya.

Menyiapkan pembelajaran dengan penggunakan metode dokumentasi, harus diawali dengan memeriksa ketersediaan alat, bahan, benda, objek maupun peristiwa (rekaman dari sebuah peristiwa nyata), kesiapan ruang yang memungkinkan siswa dapat melakukan kegiatan belajar, kesesuaian dengan pokok materi, indicator, dan kompetensi dasar yang harus dicapai dan memperhitungkan waktu.

Melaksanakan pembelajaran menggunakan metode dokumentasi, diawali dengan menata ruang dan alat, mengorganisasikan siswa, memberikan infirmasi materi pokok yang akan didemonstrasikan, menginformasikan indicator hasil belajar yang ingin dicapai dan menginformasikan langkah- langkah pembelajaran, memperlihatkan alat, bahan, benda, objek, atau peristiwa, mengembangkan Tanya jawab.145

strategi alternative adalah sebagai strategi pembelajaran lain yang dapat dikakukan selain caramah dan diskusi yang umumnya digunakan.

Sebagian strategi-strategi berikut ini adalah bentuk lain atau pengembangan dari strategi yang selama ini sudah dipraktikkan, seperti diskusi, permainan, debat, bermain peran, demonstrasi, dan kunjungan lapangan.146

145 Didi Supriadie & Deni Darmawan, Komunikasi Pembelajaran, 143.

146 Ibid.,137.

4. Penggunaan media pembelajaran oleh dosen dalam pandangan mahasiswa Thailand.

dosen perlu menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu untuk menciptakan suasana belajar yang menarik, kerena dengan adanya media atau alat bantu akan memudahkan dosen dalam menyampaikam meteri kepada mahasiwa, penjelasan dosen mudah difahami oleh mahasiswa, dan pembelajaran berjalan sesuai dangan tujuan pembelajran. Media membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, dengan adanya tampilan tulisan, gambar, dan bentuk yang bervariasi membuat mahasiswa tertarik untuk membaca. Proses membelajaran lebih menyenangkan dan tidak membosankan.

mahasiswa Thailand lebih mudah memahami matari karena adanya media yang dapat memperjelas isi dan maksud dari mereri yang sedang dipelajari dalam kelas. Mahasiswa memang dapat lebih mudah memahami materi yang diberikan oleh dosen yang menggunakan media pembelajaran, karena selain penjelasannya lebih jelas, juga dapat ditampilkan contoh-contoh yang berkaitan dengan materi yang sedang diberikan kepada mahasiswa.

Hal ini sesuai dengan pengertian media pembelajaran Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan

proses belajar secara efesian dan efektif.147 Meskipun beragam jenis format media sudah dikembangkan dan digunakan dalam proses pembelajaran, jenis media dapat dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu:

Media visual, yaitu jenis media yang digunakan hanya mengandalkan indra penglihatan semata-mata dari peserta didik. Dengan media ini, pengalaman belajar yang dialami peserta didik sangat bergantung pada kemampuan penglihatannya. Salah satunya adalah buku.

Media audio adalah jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan hanya melibatkan indra pendengaran peserta didik.

Pengalaman yang akan didapatkan adalah dengan mengandalkan indera kemampuan pendengaran. Oleh karena itu, media audio hanya mampu memanipulasi kemampuan suara semata. Pesan dan informasi yang diterimanya adalah merupakan pesan verbal seperti bahasa lisan, kata-kata, dan lain-lain. sedangkan pesan nonverbal adalah dalam bentuk bunyi-bunyian, music,bunyi tiruan dan sebagainya.

Media Audiovisual, adalah jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu prose atau kegiatan. Pesan dan infirmasi yang dapat didasarkan melalui media ini dapat berupa pesan verbal dan nonverbal yang

147 Ashar, Kreatif Menembangkan Media Pembelajaran , 8.

mengandalkan baik penglihatan maupun pendengaran. Beberapa contoh media audio-visual adalah, film, video, program TV dan lain-lain.148

Efektifitas dan efisiensi penggunaan media pembelajaran, diawali dengan pemilian media pembelajaran yang tepat. Ha-hal yang menjadi dasar pemilian media pembelajaran antara lain:

a) sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

b) Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi.

c) Praktis, luwes, dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan.

d) Dosen terampil menggunakannya.149

Penggunaan variasai dalam media, gaya, dan interaksi mengajar belajar merupakan kunci pengelolaan kelas untuk menghindari kejenuhan serta pengulangan-pengulangan aktifitas yang menyebabkan menurunnya kegiatan belajar dan tingkah laku posorif siswa. Jika terdapat barbagai variasi maka proses menjadi jenuh akan berkurang dan siswa akan cenderung meningkatkan keterampilannya dalam tugas dan tidak akan mengganggu kawannya. 150

Media yang dipilih dalam proses pembelajaran harus sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik dan meteri yang dipelajari,

148 Ashar, Kreatif Menembangkan Media Pembelajaran, 44.

149 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Depok: PT.Raja Grafindo Persada, 2013), 75.

150 Supriadie, Komunukasi Pembelajaran, 166.

Dokumen terkait