• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

Penelitian ini mengunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai alat untuk memperoleh data yang berkaitan dan mendukung dalam penelitian ini, dan untuk mendapatkan data kualitatif. Setelah mengalami proses peralihan data dengan berbagai metode yang dipakai mulai dari data yang global hingga data yang fokus, maka secara beraturan akan disajikan data-data yang ada dan mengacu pada rumusan masalah atau fokus penelitian.

1. Perencanaan pembejalaran oleh dosen dalam pandangan mahasiswa Thailand.

Perencanaan merupakan hal yang paling penting dilakukan sebelum proses pembelajaran berlangsung, agar pembelajaran yang akan dilaksanakan

direncanakan sebaik mungkin. Kerena dalam perencanaan ditentukan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang diperlukan untuk mencapai suatu tujuan. Sebelum melaksanaan proses pembelajaran dosen akan membuat suatu perencaan seperti pembuatan silabus, outline, kontrak belajar dan beberapa pengembangan metode yang didasarkan pada kondisi pengajaran yang ada. sebagai pedoman pembelajaran selama 1 semester.

Menutut mahasiswa Thailand dosen di IAIN Jember memberikan outline pembelajaran pada awal pertemuan sebagai bentuk perencanaan, hal ini sesuai dengan pernyataan dari Hilmiyah Mani mahasiswa Thailand mengatakan:

“Pada pertamuan pertama perkuliahan setiap dosen tidak memberikan silabus, tetapi yang diberikan adalah outline pembelajaran dan kontrak belajar untuk satu semester. Kalau sekarang saya tidak tau memberikan kontrak belajar apa tidak karena saya kembali dari Thailand setelah masuk kuliah pertama”. 97

Menurut Hilmiyah pada awal perkuliahan setiap dosen tidak menyerakan silabus sebagai pegangan bagi mahasiswa tetapi memberikan outline pembelajaran sebagai pegangan bagi mahasiswa dan kotrak belajar untuk satu semester. Kerena di semester 5 ini sebagian mahasiswa Thailand yang putri tidak mengikitu pertemuan pertama perkuliahan karena baru kembali dari Thailand, maka pada semester ini mahasiswa Thailand tidak mengetahui apakah diawak pertemuan dosen memberikan kontrak belajara

97Hilmiyah Mani, Wawancara, Kediaman Hiliyah Perumahan Millennia, 20 September 2015.

atau tidak. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Furkon Musor mahasiswa Thailand sebagai berikut:

“Mahasiswa yang putra memang datang lebih awal dari yang putri, jadi bisa mengikuti pertemuan pertama perkuliahan. partemuan pertama dosen memberikan outline pembelajaran bukan silabus namanya dan memberikan kontrak belajar juga”.98

Menurut Furkon mahasiswa Thailand yang putra memang kembali ke Indonesia tidak bersamaan dengan mahasiswa Thailand yang putri, mahasiswa Thailand yang putra kembali lebih awal ke Indonesia dan dapat mengikuti pertemuan pertama parkuliahan. dan menurut Furkon di awal pertemuan dosen tidak memberikan silabus tetapi outline pembelajaran dan memberikan kontrak belajar kepada mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara dengan ibu Siti Rodliyah dosen matakuliah media pembelajaran di kelas mahasiswa Thailand menyampaikan:

“Setiap awal perkuliahan dosen membuat silabus, outline pembelajaran dan konrak belajar. Silabus tersebut diserahkan kepada jurusan dan saat awal perkuliahan saya memberikan outline pembelajaran dan kontrak belajar kepada mahasiswa”.99

Menurut ibu Rodliyah setiap dosen membuat perencanaan pembelajaran diantaranya adalah silabus dan outline pembelajaran, kemudian silabus diserakan ke kantor jurusan bukan kepada mahasiswa, yang diberikan kepada mahasiswa pada pertemuan pertama perkuliahan adalah outline pembelajaran sebagai pegangan mahasiswa, selain outline dosen juga

98Furkon Musor, Wawancara, IAIN Jember,13 September 2015.

99 Rodliyah, Wawancara, Kantor Jurusan Tarbiyah IAIN Jember, 04 September 2015.

memberikan kontrak belajar kepada mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan dokumentasi sebagaimana terlampir pada lampiran 7100

Berdasarkan beberapa pernyataan diatas dapat di deskripsikan bahwa setiap pertama perkuliahan dosen membuat silabus, outline pembelajaran dan kontrak belajar yang kemudian diberikan kepada mahasiswa diawal pertemuan, tetapi untuk silabus tidak diberikan kepada mahasiwa akan tetapi diserahkan ke kantor jurusan. Ditahun ini ada sedikit perbedaan yaitu menurut ibk Indah Wahyuni menyatakan bahwa silabus yang dibuat oleh dosen tidak diserahkan kepada Kantor jurusan seperti halnya tahun sebelumnya.

Hal ini dikuatkan dengan pernyataan dari bapak Khorul Faizin sebagai wakil dekan bidang akademik dan pengembangan lembaga yang menyatakan:

“Setelah dosen membuat silabus dan outline pembelajaran, dosen menyerahkan outline saja tapi tidak lagi ke kantor jurusan, tetapi ke bagian keuangan sebagai bentuk pertanggung jawaban dosen melakukan perencanaan. Outline yang benar adalah outline yang dilengkapi dengan referensi dan sudah ada panduannya dalam pembuatan outline tersebut, mulai dari referensi buku yang digunakan, sampai tehnis mengerjakan makalah, bagaimana rencana perkuliahan, bagaimana penilaian, deskripsi mata kuliah, tujuannya apa, indikatornya apa, setiap tatap muka materinya apa, dan penugasan yang akan diberikan kepada mahasiswa”. 101

Menurut bapak Faizin setiap dosen membuat suatu perencanaan pembelajaran, sebagai buktinya dosen menyerahkan outline pembelajaran kepada bagian keuangan, sebagai bentuk pertanggung jawaban oleh dosen

100 Sumber data, Dokumentasi Outline Pembelajaran Mata Kuliah Media Pembelajaran.

101Khorul Faizin, Wawancara, Kantor Fakultas Tarbiyah IAIN Jember, 04 September 2015.

melakukan sebuah perencanaan, dan outline tersebut lengkap dengan referensi buku yang dikunakan, sampai tehnis perkuliahan yang akan dilaksanakan selama satu semester, tehnis mengerjakan makalah, bagaimana rencana perkuliahan, bagaimana penilaian yang digunakan oleh dosen, deskripsi mata kuliah, tujuan, indicator, setiap tatap muka materinya apa yang akan disampaikan oleh dosen, dan penugasan yang akan diberikan oleh dosen kepada mahasiswa.

Menurut mahasiswa Thailand selain memberikan outline pembelajaran dan kontrak belajar dosen juga menyampaikan pengantar materi perkuliahan, hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan Rusme mahasiswa Thailand menyatakan:

“Diawal pertemuan dosen memberikan outline, kontrak belajar, dan juga memberikan penjelasan terlebih dahulu saat baru masuk perkuliahan contohnya bapak Aminullah mata kuliah ilmu kalam, diawal pertemuan itu dijelaskan apa itu ilmu kalam, jadi saya faham. Selain itu setiap dosen memberikan kontrak belajar”.102

Menurut Rusme Reusa setiap dosen memberikan outline dan kontrak belajar kepada mahasiswa diawal pertemuan perkuihan. Outline dijadikan pedoman pembelajaran dalam 1 semester, dalam outline berisi tentang materi yang diberiak akan kepada mahasiswa dalam 1 semester, dan sumber rujukan yang dapat dipelajari oleh mahasiswa. Selain memberikan outline dosen juga meberikan kontrak belajar kepada mahasiswa, dengan adanya kontrak belajar

102 Rusme Ruesa, Wawancara, Kediaman Rusme Reusa, 25 September 2015

diharapkan pembelajaran berjalan dengan lancer dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Kemudian dosen memberikan sedikit penjelasan tentang materi yang akan disampaikan selama 1 semester, sehingga mahasiswa memiliki pemahaman tentang materi yang akan dipelajari selama 1 semester.

Setelah mendapatkan outline pembelajaran dari dosen pada awal perkuliahan sebagian mahasiswa masih belum memahami fungsi dari outline tersebut, dan belum bisa memanfaatkan dengan baik. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan Naohmee mahasiswa Thailand menyatakan:

“Saya tidak faham kegunaan dari outline, Outline yang diberikan oleh dosen saya gunakan untuk melihat materi yang akan dibahas oleh setiap kelompok diskusi yang sudah dibagi sama dosen di awal pertemuan dan saya melihat materi yang akan dikerjakan oleh kelompok saya. Outline yang saya terima dari dosen sama dengan outline yang diberikan oleh dosen di kelas lain”.103

Sebagai mahasiswa baru Nauhmee belum bisa memahami fungsi dan cara memanfaatkan outline pembelajaran yang diberikan oleh dosen. Menurut Naohme outline adalah selebaran daftar materi yang akan dibahas pada saat diskusi dari setiap kelompok yang sudah dibentuk oleh dosen diawal pertemuan, dari outline itu dia dapat memngetahui matari yang akan dibahas oleh setiat kelompok diskusi dalam setiap pertemuan perkuliahan, mulai dari kelomok satu sampai kelompok terakhir, dan juga melihat materi yang akan dikerjakan bersama kelompok diskusinya. Outline yang diterima oleh mahasiswa Thailand sama dengan outline yang diberikan kepada mahasiswa

103 Naohmee Musor, Wawancara, Kediaman Naohmee Musor, 03 September 2015

dikelas lain. karena dalam pembuat outline tidak ada perbedaan antara outline yang akan diberikan kepada kelas yang ada mahasiswa Thailandnya dan tidak, hal ini diperjelas dengan hasil wawancara dengan ibu Zulaichah Achmad menyampaikan:

“Dalam proses pembelajaran seorang dosen pasti menyediakan silabus dan outline, dalam pembuatannya tidak ada perbedaan antara yang akan digunakan dikelas yang ada mahasiswa Thailandnya dan tidak”.104

Bapak Faizin juga menyatakan:

“tidak ada yang membedakan antara mahasiswa yang dari Thailand dengan mahasiswa yang dari Negara sendiri (Indonesia), mahasiswa Thailand harus patuh dan tunduk pada peraturan juga, mereka tidak memiliki hak keistimewaan dibanding dengan yang lain semuanya sama, mereka mendapatkan mata kuliah, dosen dan fasilitas sama dengan yang lain”.105

Menurut Ibu Zulaichah Achmad dosen membuat silabus dan outline pembelajaran sebelum melaksanakan proses pembelajran, hal ini dibuktikan dengan dukumentasi silabus dan outline pembelajaran yang dibuat oleh ibu Zulaichah Achmad. Lampiran 4 106

Berdasarkan penjelasan diatas sesungguhnya tidak ada yang membedakan antara mahasiswa yang berasal dari Thailand dengan mahasiswa yang berasal dari Indonesia, baik itu dari dosen, peraturan, dan fasilitas yang diberikan terhadap mahasiswa dalam perkuliahan. Semuanya sama,

104Zulaichah Achmad, Wawancara, IAIN Jember, 03 September 2015.

105 Khoirul Faizin, Wawancara, Ruang Dekan Fakultas tarbiyah IAIN Jember, 04 September 2015.

106 Sember data, Dokumentasi Silabus dan Outline Pembelajaran Perencanaan Pembelajaran PAI.

mahasiswa menerima dosen yang sama, fasilitas yang sama, serta sama-sama harus mengikuti peraturan yang ada di IAIN Jember.

Berdasarkan beberapa pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa, Dosen telah membuat rencana pembelajaran untuk 1 semesterdosen membuat silabus dan outline pembelajaran sebagai bentuk bahwa dosen membuat sebuah perencaan, kemudian silabus tersebut di simpan oleh dosen dan outline pembelajaran diserahkan kepada bagian keuangan sebagai pertanggung jawaban, dan juga diberikan kepada mahasiswa diawal pertemuan untuk dijadikan pedoman selama mengikuti perkuliahan, dalam memberikan outline tersebut dosen jaga menjelaskan materi yang akan disampaikan selama perkulihan, kopetensi dasar yang harus dicapai dalam proses pembelajaran, dan beberapa materi yang akan disampaikan oleh dosen selama perkuliahan, sumber rujukan yang dapat dijadikan referensi oleh mahasiswa, dan proses evaluasi hasil belajar.

Sekian banyak outline yang dibuat oleh dosen terdapat perbedaan, hal ini diperjelas dengan hasil wawancara dengan salah satu mahasiswa Thailand menyatakan:

“Diawal pertemuan saya diberi outline pembelajaran, outline yang diberikan oleh dosen itu bermacam-macam, ada yang lengkap dan tidak, dengan membaca outline yang lengkap saya bisa memahami materi yang akan diberikan oleh dosen dan bisa mencari buku-bukunya, tapi kalau yang tidak lengkap saya tidak bisa mencari buku-buku yang berhubungan dengan materi

dosen. Harapan saya dosen bisa berikan outline yang lengkap biar mudah untuk belajar”.107

Menurut Saran diawal perkuliahan dosen memberikan outline pembelajaran, dan outline yang diberikan dosen tersebut bermacam-macam.

Outline yang lengkap berisi identitas dosen, deskripsi mata kuliah atau sedikit pengantar tentang materi kuliah yang akan disampaikan oleh dosen selama perkuliahan, kopetensi dasar, tujuan matakuliah, hasil belajar, rencana materi perkuliahan atau jadwal kuliah dan topik inti, referensi pokok dan pedukung atau bahan bacaan, strategi atau metode yang akan digunakan selama peruses pembelajaran, deskripsi tugas, evaluasi proses dan hasil belajar, ketentuan diskusi kelompok, beberapa penilaian yang digunakan oleh dosen selama perkulihan, dan lain sebagainya. Hal ini dibuktikan dengan hasil dokumentasi outline pembelajaran yang dibuat oleh ibu zulaichah dan ibu fathitah pada lampiran 5108

Sedangkan outline yang tidak lengkap berisi nama matakuliah, dan materi yang akan disampaikan oleh dosen selama 1 semester, tanpa dilengkapi dengan referensi dan sedikit catatan.hal ini dibuktikan dengan hasil dolumentasi outline pembelajaran yang dibuat oleh ibu rodliyah pada lampiran 7109

107 Saran Lohleh, Wawancara, Kediaman Saran Perumahan Millennia, 11 September 2015

108 Sumber Data, Dokumentasi Outline Pengembangan Materi Al-Qur’an dan Hadits.

109 Sumber Data, Dokumentasi Outline Media Pembelajaran.

Outline yang lengkap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh mahasiswa, dari outline tersebut mahasiswa bisa mencari buku-buku atau sumber referensi sebagai bahan bacaan selama mengikuti perkuliahan, dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen. Outline yang tidak lengkap atau berisi rencana materi perkuliahan dan catatan saja, akan mempersulut mahasiswa dalam mencari buku-buku yang dapat dijadikan referensi atau bahan bacaan selama perkuliahan.

Harapan dari mahasiswa dosen dapat memberikan outline pembelajaran yang lengkap dan sesuai dengan panduan yang ada, sehingga memudahkan mahasiswa dalam belajar seperti mencari buku referensi yang digunakan dalam perkuliahan, dan outline pembelajaran tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh mahasiswa selama perkuliahan belangsung.

2. Penguasaan Materi pembelajaran oleh dosen dalam pandangan mahasiswa Thailand.

Dalam proses pembelajaran dosen telah berusaha menyampaikan materi dengan baik kepada mahasiswa, tapi sedikit dari mahasiswa Thailand yang dapat menguasai materi yang diberikan oleh dosen dalam proses pembelajaran karena kesulitan bahasa, terdapat juga dosen yang menyampaikan materi terlalu capat dan metode yang digunakan oleh dosen kurang menyenangkan, sehingga mahasiswa kesulitan dalam memahami

materi, tetapi ada beberapa dosen yang mahasiswa anggap baik dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Furkon Musor mahasiswa Thailand menyampaikan:

“saya suka ibuk rodliyah karena menggunakan metode dan strategi pembelajaran membuat saya bisa memahami. Tapi ada dosen yang kurang saya sukai dan menurut saya dalam menyampaikan materi susah difahami, kerena banyak menggunakan bahasa daerah”.110

Hal ini juga disamapikan oleh Madarnin Lohren mahasiswa Thiland menyatakan :

“Saya suka ibuk Diyah yang mengajar mata kuliah strategi pembelajaran, kerena dalam strategi banyak yang dapat membuat saya untuk memahami dalam kuliah, tapi ada dosen tidak senang karena jarang masuk kuliah”. 111

Dari beberapa pernyataan diatas bahwa mahasiswa Thailand suka pada beberapa dosen kerena dalam menyamapikan materi dosen tersebut menggunakan banyak strategi dan metode yang bervariasi dan memudahkan mahasiswa dalam memahami materi yang disamapaikan dalam proses pembelajaran. dan terdapat beberapa dosen yang menurut mahasiswa kurang menggunakan metode yang bervariasi dalam pembelajaran dan banyak menggunakan bahasa daerah dalam megajar, akhirnya mahasiswa Thailand susah memahami materi yang disampaikan oleh dosen tersebut.

110 Furkon Musor, Wawancara, IAIN Jember, 13 September 2015

111 Madarnin Lohden, Wawancara, IAIN Jember, 13 September 2015

Menurut mehasiswa Thailand terdapat beberapa dosen yang menyampaikan materi dengan baik dan mudah difahami oleh mahasiswa, kerena dalam mengampaikan materi dosen menggunakan bahasa yang jelas dan mudah difahami, didukung dengan penggunaan strategi dan metode yang berveriasi, ada pula yang sebaliknya, kerena setiap dosen mempunyai perbedaan dalam mengajar seperti penggunaan metode dan cara menyampaikan materi perkuliahan.

Hal ini diperjelas dengan hasil wawancara dengan Rusmee Ruesa mahasiswa Thailand yang sudah cukup lancer berbahasa Indonesia mengatakan:

“Menurut saya dosen itu kalau ngajar enak walau ada bahasa yang kurang saya pahami, Kalau diskusi saya diam karena malu, kalau kurang faham saya Tanya sama kakak-kakak dari Indonesia, dan belajar sendiri kalau pulang kuliah.” 112

Menurut Rusmee mahasiswa Thailand, kerena sudah cukup lancer berbahasa Indonesia meka menyatakan bahwa; penyampailan materi Oleh dosen dalam proses pembelajaran menyenangan dan bisa difahami, namun itu bagi mahasiswa yang cukup faham bahasa Indonesia dengan baik dan giat dalam belajar, seperi mempelajari kembali materi yang diberian oleh dosen saat pulang kuliah, apabila mengalami kesulitan langsung menanyakan kepada teman atau kepada dosen langsung dalam proses pembelajan. Tetepai ada beberapa mahasiswa Thailand yang kesulitan memahami materi yang di

112 Russuemi Ruesa, Wawancara, IAIN Jember, 25 Agustus 2015.

berikan oleh dosen kerena kurang menguasai bahasa Indonesia dengan baik, dan kerena merasa malu untuk aktif dalam proses pembelajaran seperti halnya bertanya pada waktu diskusi, menjawab pertanyaan, dan sebagainya.

Mahasiswa Thailand malu untuk aktif dalam proses pembelajaran karena faktor bahasa yang membuat mahasiswa kesulitan untuk berbicara, hal ini diperjelas hasil wawancara dengan Markan Ngoh adalah sebagai berikut:

“Dalam proses pembelajaran kesulitan tentang pembicaraan, seperti ketika presentasi, mau tanya jika mampu, dan segi tata bagasa juga sulit”.113

Menurut Mariyae Jehleng mahasiswa Thailand juga menuturkan bahawasanya:

“Dalam proses pebelajaran saya kesulitan ketika mau menjawab soalan terhadap teman yang tanya ketika saya sedang presentasi”.114

Menurut Markan dalam proses pembelajaran merasa kesulitan untuk berbicara, contohnya ketika sedang diskusi dalam kalas mahasiswa Thailand ingin mengajukan pertanyaan terkait materi yang belum difahami, tetapi untuk menyampaikan pertanyaan mahasiswa tidak mampu karena kesulitan merangkai kata-katanya. Dalam diskusi mahasiswa Thailand tidak hanya kesulitan untuk bertanya tetapi juga kesulitan untuk menjawab pertanyaan yang ditujukan kepada mahasiswa ketika presentasi, seperti hanya yang dialami oleh Mariyae mengatakan bahwa dia merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan ketika peresentasi.

113 Markan Ngoh, Wawancara, IAIN Jember, 11 September 2015.

114 Mariyae Jehlang, Wawancara, Kediaman Marieyae Perumahan Millennia, 20 September 2015.

Setelah membuka perkuliahan dengan beberapa pengantar, hampir setiap dosen membentuk kelompok untuk metode diskusi hal ini juga dilakukan oleh bapak Nuruddin dosen yang mengajar pengembangan materi fiqih di kelas mahasiswa Thailand menyampaikan:

“Setelah membuka perkulian dengan materi pengantar selama bebarapa pertemuan kemudian saya bentuk kelompok, setiap kelompok ada 1 orang mahasiswa Thailand, agar mahasiswa dapat berbaur dengan mahasiswa yang asli Indonesia. perlu ada pembiasaan yang terus-menerus agar mahasiswa Thailand familiar dengan bahasa Indonesia, sehingga mahasiswa dapat berkomunikasi dengan semua mahasiswa dan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.” 115

Menutur bapak Nuruddin dosen memberikan pengantar perkuliahan selama beberapa pertemuan, dengan menggunakan metode ceramah kemudian dosen membentuk mahasiswa menjadi beberapa kelompok untuk metode diskusi, dalam pembentukan kelompok dosen menempatkan 1 orang mahasiswa Thailand pada setiap kelompok, dengan harapan mahasiswa dapat berbaur bersama mahasiswa Indonesia agar mahasiswa Thailand dapat menambah kosa-kata dan terbiasa berkomunikasi dengan semua mahasiswa, dengan pembiasaan tersebut diharapkan mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan dapat memahami materi yang diberikan oleh dosen pada proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil obserfasi dilapangan dalam mengikuti pembelajaran seperti halnya diskusi, mahasiswa Thailand ada usaha untuk menjelaskan isi

115 Nuruddin, Wawancara, Kantor Tarbiyah IAIN Jember, 14 September 2015.

dari makalah dengan cara membaca, dan terlihat kesulitan ketika menjawab pertanyaan dari peserta diskusi/audien tapi pemenjelasan mahasiswa Thailand tersebut sulit difahami oleh mahasiswa, kerena kesulitannya merangkai kata- kata untuk menjelaskan maksud yang ingin disampaikan menggunakan bahasa Indonesia, dari situ kemudian timbul rasa malu pada diri mahasiswa Thailand, seperti malu kerena takut salah, malu kerena tidak bisa menjelaskan seperti halnya mahasiswa yang lain. 116

Memandang realita yang demikian sebagian dosen mencoba mendesain proses pembelajaran dengan metode diskusi, agar mahsiswa Thailand dapat berbaur dengan mahasiswa Indonesia dengan demikian mahasiswa Thailand dapat menambah banyak kosa-kata dan mulai terbiasa menggunakan bahasa Indonesia, dengan pembiasaan yang terus menerus akan memudahkan mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Mahasiswa Thiland ini sudah berusaha datang lebih awal ke Indonesia dan sudah di bekali beberapa pengetahuan dasar untuk dapat mengikuti perkuliahan dengan baik.

Hal ini diperjelas dengan hasil wawancara dengan bpk As’ari sebagai ketua jurusan bahasa di IAIN Jember mengatakan bahwa:

“Mahasiswa Thailand datang lebih awal datang ke IAIN 3 bulan sebelum tahun ajaran baru, jadi dalam waktu 3 bulan mahasiswa Thailand dibekali pengetahuan bahasa, budaya, dan akademik.”117

116 Observasi, 14 September 2015.

117 As’ari, Wawancara, Kantor Jurusan Tarbiyah IAIN Jember, 21 Agustus 2015.

Menurut bapak As’ari mahasiswa Thailand datang lebih awal ke Indonesia, 3 bulan sebelum tahun ajaran baru dengan tujuan dalam 3 bulan tersebut mahasiswa dapat dibekali beberapa dibekali beberapa kemampuan dasar, diantaranya bahasa, budaya, dan akademik, dengan 3 kemampuan tersebut diharapkan mahasiswa dapat menyesuaikan diri dalam lingkungan belajar yang ada di IAIN Jember, dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, memahami penjelasan yang diberikan oleh dosen dalam proses pembelajaran.

Setelah dibekali dengan pengetahuan bahasa, budaya, dan akademik, dalam proses pembelajaran mahasiswa Thialand masih kesulitan dalam memahami materi yang diberikan oleh dosen pada saat perkuliahan, kerena dosen terlalu cepat dalam menjelaskan, dosen yang lebih banyak menggunakan metode caramah dengan menyelingi bahasa daerah dan kata- kata istilah atau bahasa asing yang populer dan bahasa tersebut terdengar asing atau kurang familiar kerena keterbatasan bahasa mahasiswa. Maka tidak menutup kemungkinan mahasiswa Thailand merasa kebingungan atau bahkan tidak dapat memahami penjelasan yang disampaikan dosen dalam kelas.

Terkait dengan hai ini bapak syamsudini menanggapi bahawa penggunaan kata istilah perlu dibiasakan bagi mahasiswa, kerena ada beberapa dosen yang cenderung memasukkan bahasa ilmiah, mahasiswa harus diajari dan harus dimulai tentang penggunaan bahasa ilmuyah, setidaknya mahasiswa tau tentang bahasa populer dan bahasa yang lain, kerena itu nanti

mencerminkan kualitas mahasiswa, apabila nantu bertemu dengan mahasiswa lain diluar kampusnya kalau nantinya diajak ngomong tidak faham sama sekali akan menjadi masalah. Bahasa ilmiyah rata-rata dari bahasa asing seperti bahasa Ingris, Arab, Jerman, Belanda, dan menurut dosen, mahasiswa juga pernah belajar bahasa Ingris, pastinya tau bahasa asing yang populer digunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang ada disekitarnya.

Perlua adanya pembiasa secara terus-menerus untuk kemudian mahasiswa Thailand terbiasa mengguakan bahasa Indonesia, dengan diadakannya semacam kajian ilmiah setiap akhir pekan, membahas tentang kesuitan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran dan kemudian memcari solusi atas permasalahan tersebut. Hal ini untuk menudahkan mahasiswa dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan belajar, dan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Mahasiswa Thailand berharap dalam proses pembelajaran dosen menyampaikan materi menggunakan bahasa Indonesia, hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Amanee mahasiswa Thailand mengatakan:

“Harapan saya dalam perkuliahan dosen tidak menggunakan bahasa ilmiah dan bahasa daerah, jika menggunakan bahasa daerah sebaiknya tidak terlalu sering, sebaiknya lebih pada bahasa baku (bahasa indonesia).”118

Harapan Amanee dalam proses pembelajaran dosen menyampaikan materi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan tidak terlalu

118 Amanee Samae, Wawancara, Kediaman Amanee Perumahan Millennia, 25 Agustus 2015.

Dokumen terkait