PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Sistematika pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
KajianTeori
- Penyusunan perencanaan pembelajaran
- Penguasaan materi ajar
- Metode pembelajaran
- Pembelajaran di perguruan tinggi
Melalui jenis penelitian ini, peneliti ingin mendalami lebih dalam proses pembelajaran di IAIN Jember dari sudut pandang mahasiswa Thailand. Jadi, siswa Thailand bisa saja merasa bingung atau bahkan tidak bisa memahami penjelasan guru di kelas. Dibutuhkan kerja keras untuk memahami dan menguasai materi yang diajarkan guru selama proses pembelajaran. Ada beberapa guru yang menurut siswa tidak menggunakan metode bervariasi dalam pembelajaran dan banyak menggunakan bahasa daerah dalam mengajar, akhirnya siswa Thailand kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru tersebut.
Menurut pelajar asal Thailand, sebelum melaksanakan proses pembelajaran, guru IAIN Jember membuat rencana pembelajaran berupa silabus, garis besar dan kontrak pembelajaran. Dengan latar belakang di atas maka fokus penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pembelajaran direncanakan oleh guru dari sudut pandang siswa Thailand. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru dari sudut pandang siswa Thailand (2) Untuk mendeskripsikan penguasaan materi pembelajaran yang dilakukan guru dari siswa Thailand.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Dalam proses pembelajaran, guru telah berusaha menyampaikan materi dengan baik kepada siswa, namun hanya sedikit siswa Thailand yang dapat menguasai materi yang guru berikan dalam proses pembelajaran karena kesulitan bahasa, ada juga guru yang menyampaikan materi terlalu cepat, dan cara Guru kurang menyenangkan sehingga siswa kesulitan dalam memahaminya.
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Observasi adalah suatu alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejala yang diselidiki.71 Jenis observasi yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah observasi terbuka atau observasi terselubung. Jenis wawancara yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur, yaitu wawancara yang pertanyaan-pertanyaannya dipersiapkan terlebih dahulu. Dengan wawancara ini, setiap individu informan ditanyai pertanyaan yang sama, dan pengumpulan data dapat digunakan oleh beberapa pewawancara sebagai pengumpulan data dan wawancara semi terstruktur. Wawancara jenis ini untuk menemukan masalah secara lebih terbuka, dimana orang yang diwawancara dimintai pendapat dan gagasannya.73.
73 Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dan kualitatif bukanlah sekumpulan pertanyaan yang dirumuskan sama persis untuk setiap wawancara, namun terdapat beberapa pertanyaan umum untuk mengejar topik yang luas dan menggunakan pedoman terhadap pertanyaan pokok yang diteliti.74 Dengan melakukan wawancara , peneliti harus mendengarkan dengan seksama. Hati-hati dan perhatikan apa yang dikatakan informan. Dokumentasi adalah suatu cara pencarian data mengenai suatu hal atau variabel yang berupa catatan, cetakan, buku, surat kabar, majalah, prasasti, risalah rapat, agenda, dan lain-lain.75 Dokumentasi dapat berupa bahan tertulis, catatan resmi seperti sebagai buku yang disiapkan karena permintaan seseorang peneliti sebagai sumber data yang digunakan untuk menguji menafsirkan data yang diperoleh di lapangan.
Analisis Data
Keabsahan Data
Tahap-tahap Penelitian
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Penyajian Data dan Analisis
Dari pernyataan di atas siswa Thailand menyukai banyak guru karena dalam penyajian materi guru menggunakan banyak strategi dan metode yang berbeda-beda serta memudahkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan dalam proses pembelajaran. Menurut Markan, pada saat proses pembelajaran ia merasa kesulitan untuk berbicara, misalnya pada saat diskusi kelas, siswa Thailand ingin bertanya terkait materi yang belum dipahaminya, namun siswa tersebut tidak mampu menyampaikan pertanyaan tersebut karena sudah tidak dapat berbicara. kesulitan untuk menyatukan kata-kata. Menurut Pak Nuruddin, dosen memberikan perkuliahan pengantar dalam beberapa kali pertemuan, dengan menggunakan metode ceramah, setelah itu dosen membentuk mahasiswa menjadi beberapa kelompok untuk metode diskusi. Dengan membentuk kelompok, instruktur menempatkan 1 siswa Thailand dalam setiap kelompok, dengan harapan siswa dapat berbaur dengan siswa Indonesia, sehingga siswa Thailand dapat menambah kosa kata dan terbiasa berkomunikasi dengan seluruh siswa. Dengan adanya kebiasaan ini diharapkan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik serta dapat memahami dan mengolah materi yang telah diberikan guru selama proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi lapangan pada saat pembelajaran seperti diskusi, siswa Thailand berupaya menjelaskan isinya. Melihat kenyataan tersebut, beberapa dosen mencoba merancang proses pembelajaran dengan metode diskusi, agar mahasiswa Thailand dapat berbaur dengan mahasiswa Indonesia, sehingga mahasiswa Thailand dapat menambah banyak kosa kata dan memulai pembelajaran dengan penggunaan bahasa Indonesia, dengan kebiasaan yang berkesinambungan. itu. hal ini akan memudahkan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Menurut Pak As'ari, pelajar Thailand datang ke Indonesia lebih awal yaitu 3 bulan sebelum tahun ajaran baru dengan tujuan dalam 3 bulan tersebut pelajar akan dibekali beberapa keterampilan dasar antara lain bahasa, budaya dan akademik, dengan 3 keterampilan tersebut . Diharapkan mahasiswa dapat beradaptasi dengan lingkungan belajar di IAIN Jember, dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, memahami penjelasan yang diberikan dosen dalam proses pembelajaran.
Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan mahasiswa Thailand merasa bingung atau bahkan tidak mampu memahami penjelasan dosen di kelas. Menurut Pak Sahlan, untuk memahami materi yang disampaikan, siswa Thailand perlu menggunakan strategi yang berbeda-beda dan didukung dengan penggunaan media pembelajaran agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan. Dalam kelompok distribusi, siswa Thailand dipasangkan dengan siswa Indonesia dengan cara berhitung, sehingga siswa Thailand dapat memadupadankan dengan siswa lainnya sehingga memudahkan siswa Thailand dalam mengikuti kelasnya.
Dalam hal ini siswa Thailand lebih mudah memahami Matari karena terdapat media yang dapat meningkatkan isi dan tujuan materi yang dipelajari di kelas. Menurut Saadah, pada semester pertama mereka banyak mengalami kendala dalam beradaptasi dengan lingkungan pembelajaran di kampus IAIN Jember. Selama masa penyesuaian, siswa Thailand mengalami kesulitan dalam mengevaluasi pembelajarannya. Menurut Saadah, evaluasi pembelajaran yang diberikan dosen cukup sulit. Setelah banyak berlatih berbicara dan menulis bahasa Indonesia, mahasiswa Thailand tidak lagi mengalami banyak kendala dalam mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan oleh dosen, dan mahasiswa mulai mengalami peningkatan dalam evaluasi pembelajarannya, bahkan ada yang mendapat nilai sulit sehingga mahasiswa mengambil mata kuliah di semester atas. ..
Dan dalam hal penilaian, dosen lebih menghargai nilai, karena mahasiswa Thailand rajin menghadiri perkuliahan dan bekerja keras untuk itu. Selain mahasiswa Thailand kesulitan memahami materi yang diberikan dosen, mahasiswa Thailand juga kesulitan mengikuti diskusi karena faktor bahasa, namun menurut beberapa dosen, dengan menggunakan metode diskusi maka mahasiswa Thailand akan terbiasa berkomunikasi dalam bahasa yang sama. Bahasa Indonesia.
Pembahasan Temuan
Siswa Thailand kesulitan berbicara dalam proses pembelajaran. Saat berdiskusi di kelas, siswa Thailand ingin mengajukan pertanyaan terkait materi yang belum mereka pahami, namun menyampaikan pertanyaan yang siswa tidak bisa karena kesulitan merangkai kata. Keakraban harus selalu ada agar siswa Thailand terbiasa menggunakan bahasa Indonesia, dengan adanya pembelajaran ilmiah maka siswa akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan belajar, dan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Metode pengajaran yang dilakukan dosen dalam pandangan mahasiswa Thailand. Dosen sering menggunakan metode ceramah dan diskusi dalam proses pembelajaran, hal ini membuat suasana pembelajaran menjadi kurang menyenangkan. Metode ceramah dan diskusi menjadikan suasana pembelajaran kurang menyenangkan ketika digunakan karena tidak didukung dengan media pembelajaran.
Penggunaan media pembelajaran oleh guru dalam pandangan siswa Thailand. . Guru hendaknya menggunakan media pembelajaran sebagai alat untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik. Adanya media atau alat memudahkan guru dalam menyampaikan materi kepada siswa, penjelasan guru mudah dipahami siswa dan pembelajaran berjalan sesuai tujuan pembelajaran. Setelah banyak mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan belajar di kampus IAIN Jember, setelah sekian lama berada di IAIN Jember, mengikuti perkuliahan kurang lebih 2 tahun, mahasiswa Thailand mengalami kemajuan. Meskipun tidak semua siswa Thailand seperti ini, atau ada juga yang penilaiannya kurang memuaskan karena kemampuan berbahasanya yang kurang.
Karena evaluasi pembelajaran merupakan suatu proses sistematis untuk memperoleh informasi tentang keefektifan proses pembelajaran untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran secara optimal, dan dalam evaluasi ini siswa Thailand masih belum maksimal karena terdapat beberapa kendala dalam proses pembelajaran, maka diharapkan dari hal tersebut bahwa akan ada peningkatan dari semester pertama ke semester berikutnya. Pandangan mahasiswa Thailand terhadap metode pengajaran yang digunakan dosen dalam proses pembelajaran adalah metode pembelajaran yang banyak digunakan dalam proses pembelajaran adalah metode ceramah dan diskusi, mahasiswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan dengan menggunakan metode ceramah yang didukung dengan metode ceramah. penggunaan media, dan metode diskusi yang disiapkan. Menurut mahasiswa Thailand, evaluasi pembelajaran yang diberikan dosen cukup menyulitkan mahasiswa karena keterbatasan bahasa, dan pemahaman mahasiswa terhadap materi juga mempengaruhi hasil evaluasi di akhir perkuliahan.
Siswa Thailand diharapkan selalu berlatih bahasa Indonesia, berkomunikasi dengan orang sekitar, dengan pengetahuan dan penguasaan bahasa Indonesia yang baik, akan memudahkan siswa dalam berkomunikasi dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Prasetyo Ary Tri, “Motivasi Mahasiswa Thailand Kuliah di Fakultas Agama Islam Jurusan Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Surakarta,” (Skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2007). Dan masih banyak perbedaan proses pembelajaran di Thailand dengan proses pembelajaran di IAIN Jember, sehingga hendaknya mahasiswa Thailand berusaha beradaptasi dengan proses pembelajaran yang ada seperti mahasiswa lainnya.
PENUTUP ATAU KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Pimpinan fakultas hendaknya memeriksa dan mengevaluasi perencanaan yang dibuat dosen apakah pelaksanaannya sesuai dengan petunjuk atau belum, begitu pula pimpinan hendaknya mengevaluasi kedisiplinan mengajar dosen dalam pelaksanaan perkuliahan. Diharapkan para pendidik menghormati aturan proses pengajaran; diantaranya melaksanakan perencanaan pembelajaran secara menyeluruh, menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif dan efisien dengan. Persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Pendidikan Islam.
Kakak-kakak yang telah mendukung dan menyemangati saya untuk menyelesaikan karya ini. Dosen dan para pegawai yang tak kenal lelah membimbing saya dan membekali saya dengan ilmu, semoga ilmu yang saya peroleh berkah dan bermanfaat. Organisasi gerakan pramuka IAIN Jember, PMII IAIN Jember, HMJ tarbiyah IAIN Jember dan PM Nuris 2 Jember membimbing saya dan terima kasih banyak telah memberikan banyak pengalaman untuk berkembang dan berkarya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini.
Almamater saya “IAIN Jember” telah memberikan saya wadah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman saya. Teman-teman setia saya yang telah menyumbangkan waktunya untuk membantu saya menyelesaikan disertasi ini dan terus memberikan semangat kepada saya. Babun Suharto, SE., MM., selaku Rektor IAIN Jember yang telah memberikan sarana, sumber daya dan prasarana sehingga saya dapat belajar dengan baik.
Abdullah, M.H.I, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Jember yang memberikan bimbingan dan motivasi dalam menyelesaikan skripsi. Bapak Mursalim, M.Ag selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Jember yang telah memberikan banyak wawasan yang sangat bermanfaat. Ainur Rafik, M.Ag selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan, nasehat dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini.