• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

C. PembahasanTemuan

Temuan merupakan gagasan peneliti, keterkaitan antara kategori- kategori dan dimensi-dimensi, posisi temuan dengan temuan-temuan sebelumnya serta penafsiran dan penjelasan dari temuan yang diungkap dari lapangan.

Setelah hasil-hasil penelitian disajikan dan dianalisis dengan teori-teori yang sesuai dengan fenomena-fenomena yang terjadi di lapangan penelitian, maka pada bagian ini akan dibahas temuan-temuan penelitian tentang

penerapan pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019, yang mencangkup beberapa hal, yaitu tentang metode pembelajaran ilmu tajwid, media pembelajaran ilmu tajwid dan penilaian pembelajaran ilmu tajwid.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa penerapan pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019 dilaksanakan dengan secara dengan secara praktis, langsung dan sederhana dengan metode ceramah, bernyanyi dan hafalan. Materi yang diberikan lebih merencanakan pada praktek meskipun pada akhirnya penjelasan materi secara teoritis akan diberikan setelah siswa menguasai materi yang dicontohkan.

Hal ini dilakukan dari hasil observasi dan wawancara dengan para informan dan sumber data tentang penerapan pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019.

1. Metode Pembelajaran Ilmu Tajwid melalui Kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019.

Berdasarkan analisis diatas dapat dijelaskan bahwa penerapan pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019, selama proses pembelajaran berlangsung mulai dari awal jam pelajaran sampai akhir jam pelajaran, seorang pengajar diwajibkan mengikuti langkah-langkah pembelajaran. Proses pembelajaran ilmu tajwid berlangsung setiap hari

kecuali hari jumat, dimulai dari pukul 06.30 - 07.30 WIB yang dilaksanakan di ruang kelas.

Menurut Gagne dan Briggs pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.93

Dalam pembelajaran ilmu tajwid di Madrasah Tsanawiyah At- Taqwa Bondowoso, pengajar diwajibkan mengikuti langkah-langkah dalam pembelajaran yaitu dimulai dengan membaca nadhom kitab Hidayatus Sibyan, setelah itu siswa membaca al-Quran bersama-sama dengan pengajar dilanjutkan dengan sima’an yaitu satu persatu siswa membaca al-Quran dalam satu ayat lalu pengajar menanyakan hukum bacaan yang terdapat di ayat tersebut juga disertakan dengan nadhomnya, ketika siswa selesai membaca nadhomnya pengajar akan menjelaskan hukum bacaan yang telah disebutkan oleh siswa kegiatan itu akan berlanjut sampai semua siswa mendapat giliran masing-masing, dan diakhiri dengan membaca al-Quran dengan tartil.

Adapun hasil temuan mengenai metode yang digunakan dalam pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019 dipaparkan sebagaimana berikut:

93 Lefudin, Belajar dan Pembelajaran (Yogyakarta:Deepublish, 2017),13.

Berdasarkan hasil temuan dalam menggunakaan metode pada pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019 agar mudah dipahami sehingga siswa aktif dan pembelajaran tidak membosankan sehingga tidak hanya metode hafalan namun metode ceramah dan bernyanyi juga.

Hal tersebut sesuai dengan pendapat Saiful Bahri dalam strategi belajar mengajar bahwa dalam praktiknya metode pembelajaran itu tidak selayaknya digunakan sendiri-sendiri,tetapi merupakan kombinasi antara beberapa metode, karena setiap metode tentunya mempunyai kekurangan dan membutuhkan metode lain untuk melengkapinya agar murid menjadi lebih mudah menemani bahan yang disampaikan.94

Metode halafan dalam pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso, materi hafalannya biasanya dalam bentuk syair atau nadhom, sebagai pelengkap metode hafalan sangat efektif untuk memelihara daya ingat siswa terhadap materi yang dipelajari, karena dapat dilakukan di dalam maupun diluar kelas.

Hal ini sesuai dengan teori Maksum dalam bukunya yang berjudul pola pembelajaran di pesantren bahwa metode menghafal adalah salah satu metode tradisional yang digunakan untuk belajar kitab kuning di pondok pesantren, tekniknya dalam metode ini siswa menghafal bait-bait nadhom yang terdapat pada yang terdapat pada suatu kitab, kemudian

94 Saiful Bahri, Strategi Pembelajaran, (Bandung:PT RemajaRosdakarya,2015),98.

disetorkan kepada ustadz secara periodic atau incidental tergantung petunjuk ustadnya.95

Selain menggunakan metode hafalan, pembelajaran ilmu tajwid juga menggunakan metode ceramah. Metode ceramah merupakan suatu metode yang sampai saat ini sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini disebabkan oleh beberapa kebiasaan baik dari guru atau siswa.96

Sesuai dengan teori yang disampaikan oleh Mahfuz Sholahuddin, bahwa metode ceramah adalah suatu cara penyampaian behan pelajaran secara lisan oleh guru di depan kelas atau kelompok. Terdapat ruang khusus dalam penggunaan metode ceramah tersebut yaitu ruang kelas.

Kelas menunjukkan suatu tempat yang teratur dimana siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan menyenangkan. Kelas menjadi tempat yan harus dipersiapkan oleh guru untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Hal ini diperlukan karena penuturan dengan lisan dalam menyampaikan materi pembelajaran PAI menuntut suasana kondusif dan menyenagkan.97

Selain metode hafalan dan ceramah pada pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso adalah menggunakan metode bernyanyi. Sesuai dengan teori Fadillah tentang metode bernyanyi yaitu:

95 Maksum, Pola Pembelajaran di Pesantren (Jakarta:Dditpekapotren Kalembang Agama Islam Departemen Agama, 2003),100.

96 Suyono dan Hariyanto, Belajar dan Pembelajaran (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2011),148.

97 Syahrini Tambak,”Metode Ceramah”,

http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/tarbiyah/article/download ( 02 Oktober 2019).

Pembelajaran melalui metode bernyanyi terhadap perkembangan bahasa anak mungkin lebih efektif.. Metode bernyanyi merupakan metode pembelajaran yang menggunakan syair-syair yang dilagukan.98

Pada pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso, siswa menyanyikan nadhom pada kitab Hidayatus Sibyan dengan lagu sesuai dengan ketentuan lembaga, dalam hal ini suasana pembelajaran menjadi menarik dan menyenagkan, Sehingga siswa tidak merasa bosan dan jenuh dalam mengikuti pembelajaran.

2. Media Pembelajaran Ilmu Tajwid melalui Kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019.

Dalam Webster Dictonary, media adalah segala sesuatu yang terletak di tengah dalam bentuk jenjang, atau alat apa saja yang digunakan sebagai perantara atau penghubung dua pihak atau dua hal. Oleh karena itu media pembelajaran dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengantarkan pesan pembelajaran antara pemberi pesan kepada penerima pesan.99

Sedangkan menurut teori Briggs, mengatakan bahwa media pada hakikatnya adalah peralatan fisik untuk membawakan atau menyempurnakan isi pembelajaran. Termasuk di dalamnya, buku, video

98 Suryaningsih,”Metode Bernyanyi”, http://media.neliti.com/media/publications/172137-ID- pengaruh-metode-bernyanyi-terhadap-perke (02 Oktober 2019).

99 Sri Anita, Media Pembelajaran (Kadipiro Surakarta:Yuma Pustaka, 2010),4.

tape, slide suara, suara guru atau salah satu komponen dari suatu sistem penyampaian.100

Sesuai dengan hasil wawancara dengan guru Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa bahwa media pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan adalah media berbasis manusia, media cetak, dan media pajang atau papan tulis. Sesuai dengan pemaparan kepala Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa terhadap penggunaan media berbasis manusia bahwa dengan media tersebut siswa dan guru dapat berinteraksi secara langsung dan adanya komunikasi yang timbal balik, Tanya jawab maupun sanggahan. Hal tersebut sesuai juga dengan teori yang dikembangkan oleh Azhar Arsyad bahwa kelebihan media berbasis manusia yaitu:

a. Bisa dilakukan kapanpun, dimanapun jika ada kesempatan.

b. Tidak membutukan alat-alat tertentu.

c. Dapat memberikan motivasi kepada siswa secara langsung.101

Media pajang ataupun papan tulis diperlukan supaya siswa bisa mudah memahami dan mengingat dengan cara menulis materi hukum- hukum tajwid yang ada pada kitab Hidayatus Sibyan. Media cetak juga digunakan pada saat pembelajaran seperti kitab Hidayatus Sibyan dan al- Quran. Dari paparan diatas bahwa media yang digunakan dalam pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa adalah media berbasis manusia, media cetak dan media pajang atau papan tulis.

100 Ibid.,4

101 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada,2007),79.

3. Penilaian Pembelajaran Ilmu Tajwid melalui Kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019.

Penilaian atau evaluasi merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dalam proses pembelajaran, evaluasi diperlukan oleh para guru untuk mengukur kemampuan siswa dalam menyerap materi, serta mengaplikasikan materi pembelajaran yang sedang atau telah disampaikan, dan juga untuk mengetahui efektifitas metode yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan pemahan siswa terhadap materi pelajaran yang dipelajari, serta melatih siswa untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan.

Evaluasi pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso adalah menggunakan tes lisan yaitu guru menilai hasil hafalan materi hukum bacaan tajwid beserta nadhom yang di dalam kitab Hidayatus Sibyan. Dan menggunakan tes unjuk kerja yaitu pada saat ujian siswa akan di tes kembali oleh koordinator al-Quran dengan cara mengaji dengan tartil lalu ditanyakan hukum bacaan beserta nadhomnya juga. Siswa juga akan diadakan munaqosah atau uji public setiap tahunnya sebagai petanggung jawaban siswa kepada para guru dan wali murid.

Hal ini sesuai dengan teori Moh. Sahlan dalam bukunya Evaluasi Pembelajaran, yaitu:

Penilaian unjuk kerja merupakan teknik penilaian berdasarkan hasil pengamatan terhadap aktifitas peserta didik dalam melakukan sesuatu.

Untuk menilai hasil belajar yang menggambarkan proses, kegiatan, tingkah laku, interaksi peserta didik, atau unjuk kerja diperlukan pengamatan terhadap peserta didik pada dasar melakukan kegiatan tersebut. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu.102

Berdasarkan teori tersebut, sesuai dengan yang ada ditempat penelitian, pengajar mendengarkan, menilai setiap santri dalam mengahafl hukum-hukum tajwid dan nadhom kitab Hidayatus Sibyan. Dan mengadakan munaqosah di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso agar keberanian dalam unjuk bakat siswa dalam menghafal, menguasai serta memahami materi pembelajaran ilmu tajwid.

102 Moh Sahlan, Evaluasi Pembelajaran, (Jember:STAIN Jember Press,2013),89-90

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penyajian data yang didukung dari hasil wawancara tentang “Penerapan Pembelajaran Ilmu Tajwid melalui Kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) At-Taqwa Bondowoso tahun 2019”.

Maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

Pertama, Metode Pembelajaran Ilmu Tajwid melalui Kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019 menggunakan metode klasikal dan metode modern yaitu metode hafalan, metode ceramah, metode bernyanyi.

Kedua, Media Pembelajaran Ilmu Tajwid melalui Kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019 terdiri dari media berbasis manusia, media pajang yaitu papan tulis, dan media cetak yaitu kitab Hidayatus Sibyan dan al-Quran.

Ketiga, Penilaian Pembelajaran Ilmu Tajwid melalui Kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019 dilakukan dengan cara tes lisan dan unjuk kerja yaitu praktek membaca al- Quran secara individu dan pengajar memberikan nilai sesuai dengan indikator-indikator yang ditetapkan oleh pengajar.

B. Saran-saran

1. Bagi Lembaga Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso

Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso walaupun sudah memiliki prestasi yang baik, akan tetapi supaya lebih meningkatkan sistem dan menejemen yang digunakan, yaitu dengan tidak menutup diri dan selalu mengevaluasi dan membandingkan dengan kemajuan- kemajuan di lembaga lain.

2. Bagi Pembina

a. Sebaiknya pengajar memberikan bahan pelajaran dari berbagai media supaya siswa dapat berlatih secara mandiri.

b. Sebaiknya pengajar supaya mengerti dan memahami karakter kejiwaan masing-masing siswa, sehingga materi yang diajarkan betul- betul mudah diterima dan disenangi siswa.

c. Sebaiknya pengajar memiliki kedisiplinan yang tinggi dalam mendidik siswanya terutama di dalam mendidik akhlak siswa.

3. Bagi Orang Tua

a. Diharapkan dapat membantu memberikan motivasi kepada putra- putrinya dalam bentuk pengawasan belajar selama berada di rumahnya, hal ini agar hasil dari pelajaran yang diterima anak tidak lupa bahkan lebih meningkatkan pemahaman dan kualitas ibadah dan membaca al-Quran anak sehari-hari.

b. Menjalin kerjasama yang baik dengan guru pembimbingnya demi mewujudkan keberhasilan tujuan pembelajaran.

4. Bagi Pembaca

Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai refrensi tambahan untuk peneliti selanjutnya sehingga dapat menjadi lebih sempurna tentang pembelajaran ilmu tajwid.

Alam, Tombak. ILMU TAJWID. Jakarta:AMZAH.

Al-Quran danTerjemahnya.

Amin, Rifqi. Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Perguruan Tinggi Umum.Yogyakart:Deepublish.

Anita, Sri. 2010. Media Pembelajaran. Kadipiro Surakarta:YumaPustaka.

Anwar, Rusyidie. 2015. Pengantar Ulumul Qur’an dan Ulumul Hadits.

Yogyakarta:IRCiSoD.

Arifin, Zaenal. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Bandung:Remaja Rosdakarya.

Arsyad, Azhar. 2007. Media Pendidikan. Jakarta:PT Raja Grafindo Persada.

Badar, Trianto Ibnu. 2012. Mendesain pembelajaran. Bandung:Alfabeta.

Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni. 2015. Teori Belajar dan Pembelajaran.

Yogyakarta:Ar-Ruzz Media.

Bahri, Syaiful. 2015. Strategi Pembelajaran. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.

Bungin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif. Jakarta:PRENADA MEDIA GROUP.

Daradjat, Zakiah. 2016. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta:PT Bumi Aksara.

Fadillah, Muhammad. 2012. Desain Pembelajaran Paud. Jogyakarta:Ar-Ruzz Media.

Hadi ,Amirul dan Haryono. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan.

Bandung:CV Pustaka Setia.

Hakim, Muhammad Baqir. Ulumul Quran. Jakarata:Al-Huda.

Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung:CV Pustaka Setia.

Hamzah. 2015. Model Pembelajaran. Jakarta:Bumi Aksara.

Hasyim, Muhammad Taufik bin Muhammad. Hidayatus Sibyan. Bondowoso.

http://www.google.com/urlsa=source/web/jurnal/reposotory.usu.ac.id

(04 Oktober2019 ).

https://www.google.com/search/jurnal.teori.sumber.belajar.chrome. Supardi, Pemanfaatan Sumber Belajar dalam Proses Pembelajaran,(FTIK: UIN Ar-Raniry Banda Aceh,2015),129.

Humaidi, Rif’an. 2013. Media Pembelajaran Konsep dan Implementasi. Jember:

STAIN Jember Press.

Irham, Muhammad dan Novan Ardy Wiyani. 2014. Psikologi Pendidikan:Teori dan Aplikasi dalam Proses Pembelajaran. Jokjakarta: Ar-Ruzz Media.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Rois Mahfud, Pelajaran Ilmu Tajwid (Depok: PT Raja Grefindo,2017),4.

Maksum. 2003. Pola Pembelajaran di Pesantren. Jakarta: Dipekapotren Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama.

SaikhulMujab. 2017.”Implementasi Pembelajaran Tajwid Menggunakan Kitab Risalatul Qurro’ wal Huffadh di pondok pesantren Tahfidh Putra Al- Ghurobaa’ Tumpang krasak Jati Kudus Tahun 2016/2017”. STAIN Kudus.

Munawwaroh. 2011.“Urgensi Pembelajaran Tajwid Dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Mata Pelajaran Al-Quran Hadits Siswa Kelas III Di Madrasah Ibtidaiyah Kaliwining Rambipuji Jember Tahun 2010/2011”.IAIN Jember.

Muzainatun. 2015.“Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan Peserta Didik Dalam Memahami Tajwid Di Madrasah Diniyah Darus Salam Wringin Bondowoso Tahun Pelajaran 2015/2016”.IAIN Jember.

Nafi’, M.Dian. 2007. Prakstis Pembelajaran pesantren.Yokyakarta: PT LKIS Pelangi Aksara.

Penyusun, Tim. 2018. Pedoman Penelitian Karya Ilmiah. Jember: IAIN Jember Press.

Peraturan Menteri Agama RI, Pasal 1 No. 13 tahun 2014. Tentang Pendidikan Keagamaan Islam.

Putra, Nusa. 2012. Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Rohmatullah dan Megah Tinambun. 2019. Praktis & Mmudah Kuasai Tajwid.

Yogyakarta:Checlist.

Sahlan, Moh. 2013. Evaluasi Pembelajaran Panduan Praktis Bagi Pendidik Dan Calon Pendidik. Jember: STAIN Jember Press.

Sangadji, Etta Mamang dan Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian. Yogyakarta:

CV Andi Offset.

Shihab, Quraish. 2013. Wawasan al-Quran. Bandun: PT Mizan Pustaka.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung:

ALFABETA.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABETA.

Tambak,Syahrini.“MetodeCeramah”.

http://jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id/index.php/tarbiyah/article/download (02 Oktober 2019)

A. Pedoman Observasi

1. Proses pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019.

B. Pedoman Dokumentasi

1. Sejarah berdirinya Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.

2. Visi dan misi Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.

3. Struktur organisasi kepengurusan Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.

4. Data ustadz/ustadzah Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.

5. Data siswa Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.

6. Foto kegiatan Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.

C. Pedoman Wawancara

1. Subjek : Kepala Madrasah, Ustadz/Ustadzah

a. Apa yang melatar belakangi adanya pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso?

b. Apa tujuan yang hendak dicapai dari penerapan pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At- Taqwa Bondowoso?

d. Apakah metode yang dipakai dirasa lebih mudah dari pada metode yang lain?

e. Bagaimana langkah-langkah penerapan metode pada pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso?

f. Media apa saja yang digunakan dalam proses pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At- Taqwa Bondowoso?

g. Bagaimana kemampuan siswa dalam menghafal nadhom kitab Hidayatus Sibyan?

h. Bagaimana kemampuan siswa dalam praktek membaca al-Qurannya?

i. Bagaimana penilaian pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso?

2. Subjek : Siswa

a. Bagaimana pendapatmu tentang pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso?

b. Apa kamu senang dengan penggunaan metode yang dipakai dalam pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso?

Guru menjelaskan materi ilmu tajwid melalui kitab hidayatus sibyan

dengan metode ceramah

Wawancara dengan Ustad Agus

Wawancara dengan kepala sekolah

Kitab hidayatus sibyan

Dokumen terkait