BAB III METODE PENELITIAN
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.60 Beberapa tekhnik pengumupulan yang akan digunakan oleh peneliti adalah:
1. Observasi
Observasi adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan pancaindra mata sebagai alat bantu utamanya, selain pancaindra lainnya seperti telinga, penciuman, mulut, dan kulit. Karena itu observasi ialah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainya.61 Observasi dapat juga diartikan sebagai pengalaman dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dan
60 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif,Kuantitatif,dan R&D (Bandung: ALFABETA, 2016), 224.
61 Burhan Bungin, penelitian kualitatif (Jakarta: PRENADA MEDIA GROUP, 2007),118.
pencatatan yang dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa, sehingga observer berada bersama objek yang diselidiki, disebut observasi langsung. Sedangkan observasi tidak langsung adalah pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan di selidiki.62
Observasi partisipatif ada empat macam, yaitu: 63
a. Partisipasi pasif, dalam hal ini peneliti datang di tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
b. Partisipasi moderat, dalam observasi ini terdapat keseimbangan antara peneliti menjadi orang dalam dan orang luar. Peneliti dalam mengumpulkan data ikut observasi partisipatif dalam beberapa kegiatan, tetapi tidak semuanya.
c. Partisipasi aktif, dalam observasi ini peneliti ikut melakukan apa yang dilakukan oleh narasumber, tetapi belum sepenuhnya lengkap.
d. Partisipasi lengkap, dalam melakukan pengumpulan data, peneliti sudah terlibat sepenuhnya terhadap apa yang dilakukan sumber data.
Jadi, suasananya sudah natural, peneliti tidak melakukan penelitian.
Hal ini merupakan keterlibatan peneliti yang tertinggi terhadap aktivitas kehidupan yang diteliti.
Teknik observasi yang digunakan peneliti adalah observasi partisipatif pasif, karena dalam hal ini peneliti datang di tempat kegiatan
62 Amirul Hadi dan Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Bandung: CV Pustaka Setia, 2005), 129.
63 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif,Kuantitatif,dan R&D (Bandung: ALFABETA, 2016), 227.
orang yang di amati, tetapi tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut.64 Agar observasi dapat diakukan dengan baik, peneliti menggunakan alat pencatat hasil observasi dan alat perekam kegiatan (foto). Metode ini menggunakan pengamatan independent atau pengindraan langsung terhadap suatu benda, kondisi, situasi, proses atau perilaku.
Pengamatan dilakukan terhadap peristiwa yang ada kaitannya dengan proses pembelajaran ilmu tajwid melalui tajwid Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019. Objek yang diamati adalah Kegiatan proses pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan meliputi metode, media dan penilaian.
2. Wawancara
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dan informan tau orang yang diwawancarai percakapan dengan maksud tertentu, percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.
Wawancara dimaksudkan untuk mengungkap apa yang tersembunyi dibalik kejdian atau apa yang dikatakan orang. Esterbeg mengemukakan beberapa macam wawancara, yaitu wawancara terstruktur, semiterstruktur, dan tidak terstruktur sebagai berikut:65
64 Ibid.,227.
65 Ibid.,233.
a. Wawancara terstruktur adalah peneliti megetahui pasti tentang informan yang diperoleh dan telah menyiapkan instrument penelitian berupa pertnyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan.
b. Wawancara semiterstruktur adalah lebih bebas dari jenis yang pertama, menemukan permasalahan lebih terbuka karena narasumber diminta pendapat ide-idenya.
c. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap, hanya garis besar permasalahanya saja
Wawancara yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara semiterstruktur, jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in- dept-interview, dimana dalam pelaksnaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur.66 Alasan peneliti menggunakan wawancara jenis ini karena dalam hal ini peneliti dapat menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu persatu diperdalam dengan mengorek keterangan lebih lanjut. Tujuannya untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka dan jawaban yang diperoleh meliputi semua variabel, dengan keterangan yang lengkap dan medalam. Adapun data yang ingin diperoleh dari teknik wawancara ini adalah:
66 Ibid.,233.
a. Media pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019.
b. Metode pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019.
c. Penilaian pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019.
3. Dokumentasi
Merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.
Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya sejarah kehidupan, biografi, peraturan, kebijakan,. Dokumen yang berbentuk gambar biasanya foto, sketsa dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.67
Dalam hal ini, dokumen yang berkaitan dengan data penelitian tentang penerapan pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019 yang berupa dokumen yang menggambarkan keterangan tentang sumber data baik berupa cacatan, foto, dan dokumentasi lain yang berkaitan dengan penelitian. Data-data yang diperoleh dari teknik ini adalah sebagai berikut:
a. Sejarah berdirinya Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.
b. Visi dan misi Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.
67 Ibid.,124.
c. Struktur organisasi kepengurusan Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.
d. Data ustadz/ustadzah Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.
e. Data siswa Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.
f. Foto kegiatan Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.