KONDISI DAERAH
Nomor 30 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pekalongan Tahun 2009–2029
4. Pendidikan dan Pelatihan
Peningkatan kapasitas SDM aparatur merupakan upaya untuk mewujudkan profesionalisme dan mendukung peningkatan pelayanan publik, dilaksanakan melalui pengadaan CPNS; diklat formal (pengiriman tugas belajar dan pemberian izin belajar), diklat kader (bintek dan kursus), tes kompetensi (Quasi, PCAP, dan ujian kedinasan), kenaikan pangkat, pengangkatan dalam jabatan, penilaian prestasi kerja, pembinaan disiplin, pemberian penghargaan dan kesejahteraan, pemberhentian dan pensiun serta pemutakhiran data.
Pemerintah Kota Pekalongan juga telah memfasilitasi pelaksanaan diklat aparatur. Diklat tersebut meliputi diklat teknis, fungsional, kepemimpinan dan prajabatan. Secara umum terjadi kecenderungan perkembangan jumlah aparatur yang mengikuti diklat. Dengan semakin banyaknya aparatur yang telah mengikuti diklat, diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan pelayanannya kepada masyarakat. Secara detail disajikan dalam Tabel 2.166 berikut.
Tabel 2.166 Jumlah Diklat Aparatur
di Pemerintah Kota Pekalongan Tahun 2017 – 2021
Diklat 2017 2018 2019 2020 2021
Teknis 455 350 366 151 172
Fungsional 231 285 166 75 13
Rancangan Awal RKPD Kota Pekalongan Tahun 2024 | GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 165
Diklat 2017 2018 2019 2020 2021
Kepemimpinan 5 52 8 1 3
Prajabatan 2 3 251 0 200
Sumber : BKPSDM Kota Pekalongan, 2022
Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa untuk pelaksanaan diklat di Kota Pekalongan sangat fluktuatif disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia. Diklat Tenik, Fungsional dan Kepemimpinan pada tahun 2021 dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan porsi / kuota yang disediakan penyelenggara Diklat.
Sehingga jumlah peserta diklat tiap tahunnya tidak dapat dipresiksi jumlahnya, walaupun BKPSDM secara teratur selalu mengajukan calon peserta diklat baik ke Pemprov Jateng maupun Lembaga/instansi/ kemeterian terkait. Selain itu BKPSDM juga selalu mengisi pengajuan peserta diklat melalui Aplikasi SI JARI ON AKD milik BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Sedangan untuk diklat prajabatan pada tahun 2021 dilaksanakan untuk 200 orang CPNS.
Di samping hal-hal tersebut di atas, dalam rangka pembinaan kepegawaian juga telah dilaksanakan pembinaan kepada aparatur yang akan memasuki masa pensiun/purna tugas. Dengan persiapan pensiun yang sebaik-baiknya diharapkan aparatur keseluruhan dapat bekerja dengan baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bentuk-bentuk pembinaan terhadap aparatur yang akan pensiun tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui status kesehatan aparatur (general check-up) serta diklat persiapan pensiun/purna tugas. Hal ini didasarkan pada Undang–Undang Nomor 11 Tahun 1969 tentang Pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.
Pada tahun 2021 Pemerintah Kota Pekalongan tidak mengirimkan peserta diklat pembinaan kepada aparatur yang akan memasuki masa pensiun/purna tugas.
Hal ini dikarenakan kondisi yang masih belum kondusif karena Covid 19, sehingga membatasi dalam pengiriman peserta diklat yang pelaksanaannya di luar daerah.
Jumlah ASN yang melakukan general check-up jumlahnya fluktuatif, berdasarkan jumlah ASN yang memerlukan cek Kesehatan (mengalami sakit) ataupun adanya CPNS baru yang memerlukan general check up. Pada tahun 2021 terdapat 200 orang yang mengikuti General Check Up.
Jumlah Aparatur yang melakukan general check up dan mengikuti Diklat purna tugas pada tahun 2017-2021 disajikan dalam Tabel 2.167 berikut.
Tabel 2.167 Jumlah Aparatur yang Melakukan General Check-up dan Mengikuti Diklat Purna Tugas di Pemerintah Kota Pekalongan
Tahun 2017 – 2021 Jenis Pembinaan
Memasuki Masa Pensiun 2017 2018 2019 2020 2021
General Check-Up 75 53 343 11 206
Diklat Purna Tugas 45 90 60 60 0
Sumber : BKSDM Kota Pekalongan, 2022 5. Penelitian dan Pengembangan
Penelitian dan pengembangan memegang peranan penting sebagai problem solving permasalahan yang ada di daerah. Hal-hal yang berkaitan dengan penelitian
Rancangan Awal RKPD Kota Pekalongan Tahun 2024 | GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 166
dan pengembangan diharapkan dapat mendukung Pemerintah Daerah dalam proses perumusan kebijakan dalam upaya meningkatkan daya saing daerah. Kegiatan yang rutin dilaksanakan adalah Riset Unggulan Daerah (RUD) dan fasilitasi Riset Bersama (Risber). RUD merupakan kegiatan fasilitasi pembiayaan riset yang mengarah kepada isu aktual dan strategis Kota Pekalongan, sedangkan fasilitasi Riset Bersama merupakan salah satu upaya pengambilan keputusan dan kebijakan publik berbasis fakta dan bukti ilmiah yaitu dengan memperluas mitra kerja sama di bidang penelitian dan pengkajian.
Tabel 2.168 Riset Unggulan Daerah Kota Pekalongan Tahun 2018 - 2022
No. Tahun Judul Institusi Pelaksana
1 2018 Coklat Mangrove Sebagai Usaha
Peningkatan Ekonomi Kreatif Masyarakat Pesisir Kota Pekalongan
-
2 2018 Kemasan Makanan Kuliner Tradisional
"Megono" sebagai Upaya Memperpanjang Waktu Simpan dan Daya Saing Produk
Poltekkes Kemenkes Prodi Keperawatan Pekalongan 3 2018 Pengembangan Bahan Ajar Matematika SMP
dengan Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) berbasis Budaya Lokal untuk Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Pekalongan
Universitas Pekalongan
4 2018 Pencegahan dan Edukasi Masyarakat dalam Penanganan Endemik Penyakit Menular berbasis Web untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Kota Pekalongan
STMIK Widya Pratama Pekalongan
5 2019 Model Akselerasi Pencapaian Open Defecation Free (ODF) Kota Pekalongan melalui Penguatan Kelurahan (Sebuah Strategi Percepatan Pembangunan Kesehatan Berbasis Masyarakat)
Universitas Pekalongan
6 2019 Kampung Batik Digital Berbasis Virtual Tour sebagai Wadah Promosi Batik Kota
Pekalongan di Era Industri 4.0
STMIK Widya Pratama Pekalongan
7 2019 Dampak Pembangunan Jalan Tol terhadap Faktor Sosial, Ekonomi dan Lingkungan di Pasar Grosir Setono
STMIK Widya Pratama Pekalongan
8 2019 Penggunaan Kembali Limbah Cair Batik Menjadi Air Bersih Menggunakan Metode Teknologi Membran
Universitas NU Purwokerto 9 2019 Adopsi Inovasi Media Komunikasi-Informasi-
Edukasi (KIE) untuk Menguatkan Industri Kreatif Kota Pekalongan di Era Industri 4.0
STMIK Widya Pratama Pekalongan
10 2020 Studi Potensi dan Penentuan Sumur
Resapan sebagai Upaya Pengendalian Banjir di Kota Pekalongan Berbasis Sistem
Informasi Geografis
Universitas Diponegoro
11 2020 Strategi Mitigasi Pencegahan dan
Penanggulangan COVID-19 : Optimalisasi Peran Pentahelix di Kota Pekalongan Berdasar Pendekatan Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah
Universitas Pekalongan
Rancangan Awal RKPD Kota Pekalongan Tahun 2024 | GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 167
No. Tahun Judul Institusi Pelaksana
12 2020 Meningkatkan Peranan Aparatur Pemerintah Tingkat RT dan RW dalam Dashboard Eksekutif untuk Memudahkan Pemerintah Kota Pekalongan dalam Mengkoordinasi dan Memonitoring
STMIK Widya Pratama Pekalongan
13 2020 Desain Pendidikan Agama dalam Keluarga guna Membangun Kemampuan Problem Solving Anak
Universitas Selamat Sri
14 2020 Edukasi dan Mitigasi Bencana Banjir untuk Siaga Bencana di Kota Pekalongan
STMIK Widya Pratama Pekalongan
15 2021 Efektivitas Aplikasi Deteksi Risiko Kehamilan (ADRK) Mandiri Berbasis Android di Kota Pekalongan Tahun 2021
UMPP
16 2021 Video Teaser Batik Edu-Tourism sebagai Primadona Inovasi Daya Saing Kota Pekalongan
Universitas Pekalongan
17 2021 Implementasi Penguatan Destinasi
Pariwisata Daerah Kota Pekalongan Melalui Analisis Strata Produk Unggulan dan Analisis Pesaing
Balitbang Kota Magelang
Sumber : jarlitbangnov.pekalongankota.go.id, 2022
Riset Bersama dilaksanakan oleh perguruan tinggi atau lembaga penelitian melalui penunjukan langsung. Tema yang diusung dalam riset bersama berdasarkan usulan dari OPD atau kebijakan Pemerintah Kota Pekalongan sesuai dengan kebutuhan.
Tabel 2.169 Riset Bersama Kota Pekalongan Tahun 2018 - 2021
No. Tahun Judul Institusi Pelaksana
1 2018 Model Pengelolaan Wisata Pasir Kencana Kota Pekalongan
Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Pekalongan 2 2018 Pra Revitalisasi Pasar Berorientasi pada
Kesejahteraan, Kenyamanan, dan Keindahan (Kasus Revitalisasi Pasar Banjarsari Kota Pekalongan)
Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Pekalongan
3 2018 Kajian Rencana Induk Kelitbangan Kota Pekalongan 2018-2021
Universitas Diponegoro 4 2018 Kajian Muara Sungai Pekalongan PT. Indotama Mahesa
Karya 5 2018 Kajian Hidrogeologi Cekungan Air Tanah di
Kecamatan Pekalongan Utara
PT. Citra Pamungkas Mandiri
6 2019 Megono Kaleng Kuliner Tradisional Kota Pekalongan
Tim Peneliti Poltekkes 7 2019 Studi Konsep Pengembangan Pekalongan
Baru
CV. Monalisa Art 8 2019 Road Map Percepatan Pengembangan
Pariwisata Kota Pekalongan
CV. Tunas
Rancangan Awal RKPD Kota Pekalongan Tahun 2024 | GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 168
No. Tahun Judul Institusi Pelaksana
9 2019 Penelitian Analisis Investasi Penyertaan Modal Perumda Tirtayasa
CV. Pijar Mulya Wasesa 10 2019 Dampak Sosial Ekonomi Pembangunan Exit
Jalan Tol
Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Pekalongan 11 2019 Strategi Penurunan Angka Pengangguran Dewan Riset Daerah
(DRD) Kota Pekalongan 12 2020 Analisis Strategi Recovery Kepariwisataan
Kota Pekalongan pada Era Adaptasi Kebiasaan Baru
DRD Kota Pekalongan
13 2020 Analisis Kebutuhan Masyarakat Terdampak Banjir Rob: Studi Kasus Kota Pekalongan
DRD Kota Pekalongan 14 2021 Efektivitas Penanganan COVID-19 di Kota
Pekalongan
Dewan Riset Daerah (DRD) Kota Pekalongan 15 2021 Pengembangan Dashboard Eksekutif untuk
Sistem Monitoring Filariasis Kota Pekalongan
STMIK Widya Pratama Pekalongan
Sumber : jarlitbangnov.pekalongankota.go.id, 2022
Dalam pelaksanaan riset unggulan tidak terdapat kendala yang berarti, namun demikian perlu dilakukan pemetaan kebutuhan riset yang sistematis serta publikasi yang lebih luas untuk mendapatkan penelitian yang lebih tepat sasaran. Penelitian juga diharapkan dapat meningkatkan kerjasama Bappeda dengan Perguruan Tinggi di sekitar Kota Pekalongan, Perguruan Tinggi Nasional ataupun dengan Badan Riset Inovasi Nasional.
RUD dan Riset Bersama yang dilakukan dalam kerangka menjembatani penelitian terhadap kebijakan (bridging knowledge to policy) di wilayah Kota Pekalongan. Tema RUD dan Riset Bersama yang dilakukan didasarkan atas isu strategis pembangunan, yaitu isu strategis RKPD Kota Pekalongan. Seleksi pelaksana RUD dan Riset Bersama didasarkan atas inovasi yang akan dikembangkan oleh pelaksana terhadap isu strategis pembangunan. RUD dan Riset Bersama memiliki sasaran merumuskan kebijakan pembangunan, sebagai inovasi pembangunan, dalam kerangka pembangunan Kota Pekalongan. Hal ini didasarkan kondisi bahwa perguruan tinggi merupakan bagian integral dari pemangku kepentingan pembangunan serta memiliki kemampuan yang dapat dioptimalkan dan diintegrasikan dalam perumusan kebijakan pembangunan.
Di sisi lain, tantangan penelitian dan pengembangan yang dilakukan adalah bagaimana terus meningkatkan peran perguruan tinggi di wilayah Kota Pekalongan untuk semakin besar berkontribusi dalam pengembangan kebijakan pembangunan.
Hal ini didasarkan kondisi bahwa perguruan tinggi di wilayah Kota Pekalongan lebih memahami permasalahan maupun isu strategis pembangunan, sehingga diharapkan memiliki penguasaan permasalahan yang lebih baik, dalam pengembangan kebijakan pembangunan Kota Pekalongan.
2.1.3.6. Unsur Pengawasan
Pengawasan dilaksanakan untuk menjamin penyelenggaraan Pemerintahan Daerah berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan. Pelaksanaan pengawasan difokuskan pada pengawasan internal secara berkala pada beberapa objek pemeriksaan meliputi seluruh PD di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan. Tujuan ditetapkan Kebijakan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah setiap tahun di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan adalah :
Rancangan Awal RKPD Kota Pekalongan Tahun 2024 | GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 169
(1) Mensinergikan pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian/Inspektorat Utama Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Inspektorat Provinsi dan Inspektorat Kota;
(2) Meningkatkan penjaminan mutu atas penyelenggaraan pemerintahan dan kepercayaan masyarakat atas pengawasan APIP;
(3) Mewujudkan hasil pengawasan yang mendukung terselenggaranya program pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sesuai rencana berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Inspektorat Daerah sebagai Aparat Pengawasan Internal Pemerintah berperan sebagai Quality Assurance yaitu menjamin bahwa suatu kegiatan dapat berjalan secara efisien, efektif dan sesuai dengan aturannya dalam mencapai tujuan organisasi.
Kebijakan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah dilakukan melalui Pengawasan umum dan teknis yang dilakukan dalam bentuk reviu, monitoring, evaluasi, pemeriksaan, dan bentuk pengawasan lainnya. Pemeriksaan reguler adalah pemeriksaan kinerja yang dilakukan secara komprehensif dengan ruang lingkup pemeriksaan pada aspek kebijakan daerah, kelembagaan, pegawai daerah, keuangan daerah dan barang daerah.
Aparat Pengawas Internal Pemerintah/APIP mempunyai tugas dan fungsi melakukan pengawasan dalam lingkup kewenangannya melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan kegiatan pengawasan lainnya terhadap tugas dan fungsi organisasi.
APIP melakukan penilaian kematangan/maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada OPD. Semakin tinggi maturitasnya semakin baik pula kualitas sistem pengendalian intern organisasi itu. Dalam Maturitas SPIP terkandung unsur Manajemen Resiko Indeks/MRI, yaitu Indeks yang menggambarkan kualitas penerapan manajemen risiko di Pemerintah Daerah yang diperoleh dari perhitungan parameter penilaian pengelolaan risiko. Sasaran Program terkait Pembinaan SPIP dan Manajemen Resiko yaitu Meningkatnya Pengawasan Pembangunan atas Kualitas Pengendalian Intern Pemerintah Daerah. Pada tahun 2021 Kota Pekalongan telah melakukan penilaian terhadap MRI.
Tingkat kematangan SPIP Kota Pekalongan dari tahun 2017 sampai 2020 terus meningkat, diawali dari level 3 dengan catatan sampai level 3 penuh, namun turun di tahun 2021 menjadi level 2,812 dengan target kinerja akhir maturitas 5. Penurunan tingkat kematangan SPIP Kota Pekalongan antara lain adanya perubahan dalam Uraian Indikator Karakteristik Pengendalian dan belum optimalnya penerapan SPIP. Penguatan APIP diperlukan dalam pelaksanaan pengawasan. 3 (tiga) area penguatan pengawasan APIP Inspektorat Kota Pekalongan adalah: Aspek kelembagaan untuk memperkuat independensi para APIP; Aspek Sumber Daya (Sumber daya anggaran untuk menjamin kecukupan anggaran bagi pelaksanaan kegiatan pengawasan, dan Sumber daya manusia baik jumlah maupun kompetensi teknis) dan Aspek Tata Kelola (Pelaporan pengawasan berindikasi KKN, Standar Pengawasan, dan Penjaminan Mutu).
Tingkat Kematangan SPIP Kota Pekalongan Tahun 2017-2021 sebagaimana disajikan dalam Tabel 2.170 berikut.
Tabel 2.170 Tingkat Kematangan SPIP Kota Pekalongan Tahun 2017 – 2021
Tingkat Maturitas SPIP 2017 2018 2019 2020 2021
Level Level 3 dengan
catatan
Level 3 dengan catatan
Level 3 Penuh
Level 3 Penuh
Level 2,812 Sumber : Inspektorat Kota Pekalongan, 2022
Rancangan Awal RKPD Kota Pekalongan Tahun 2024 | GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 170
2.1.3.7. Unsur Pemerintahan Umum 1. Kondusivitas Wilayah
Kondusivitas daerah di Kota Pekalongan selama kurun waktu 2017 – 2021 secara umum menunjukkan situasi yang aman dan tertib. Pada tahun 2021 masih terjadi gangguan keamanan antara lain pemerkosaan, penganiayaan, pencurian, penipuan dan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika. Jumlah kasus yang naik yaitu pemerkosaan dan pencurian, sedangkan jumlah kasus yang menurun yaitu penganiayaan, penipuan dan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.
Selengkapnya disajikan dalam Tabel 2.171 berikut.
Tabel 2.171 Banyaknya Kasus Tindak Kejahatan yang Terjadi di Kota Pekalongan Tahun 2017 - 2021
Tindak Kejahatan 2017 2018 2019 2020 2021
Pembunuhan 0 1 0 2 0
Pemerkosaan 0 2 0 0 2
Penganiayaan 1 6 7 3 2
Pencurian 25 45 71 33 59
Penipuan 0 11 19 18 2
Penadahan 2 0 0 0 0
Narkotika dan Psikotropika 3 50 44 64 46
Sumber : Badan Kesbangpol Kota Pekalongan, 2022
Kondusivitas wilayah juga dipengaruhi oleh terjadinya konflik sosial. Berbagai upaya preventif telah dilakukan dalam rangka mencegah potensi kerawanan sosial menjadi konflik sosial. Tabel 2.172 menunjukkan data konflik sosial di Kota Pekalongan dalam kurun waktu 2017-2021.
Tabel 2.172 Jumlah Kasus Konflik Sosial di Kota Pekalongan Tahun 2017 - 2021
Uraian 2017 2018 2019 2020 2021
Jumlah Kasus Konflik Sosial 1 2 1 1 2
Sumber : Badan Kesbangpol Kota Pekalongan, 2022
Berbagai upaya terus dilakukan dalam rangka tindakan preventif agar tidak muncul konflik sosial. Pengelolaan potensi konflik sosial dilakukan melalui Program Kemitraan dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan, antara lain dengan kegiatan Peningkatan Toleransi Dan Kerukunan Dalam Kehidupan Beragama, Pembinaaan Wawasan Kebangsaan Bagi Pelajar Dan Mahasiswa, Pembinaan Karakter Dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Bagi Aparatur, Penyuluhan Pencegahan Penggunaan Narkoba Dikalangan Generasi Muda, Pengawasan Orang Asing, Sosialisasi Penanganan Konflik Sosial, dan Peningkatan Kapasitas Aparat Dalam Rangka Pelaksanaan Siskamswakarsa di Daerah.