• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian Terdahulu

Dalam dokumen pengambilan keputusan manajerial dalam (Halaman 42-51)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Penelitian Terdahulu

1. Sugianto dan Ruknan (2020) tentang Pengaruh kepemimpinan, keterampilan manajerial, dan pengambilan keputusan terhadap kinerja karyawan direktorat jenderal paud dan Pendidikan masyarakat kemendikbud. Metode analisis yang digunakan Pendekatan kuantitatif dan metode survey dengan Teknik kausal. Dari hasil penelitian menunjukkan Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap kinerja, Keterampilan manajerial berpengaruh lansung positif terhadap kinerja, Pengambilan keputusan berpengaruh langsung positif terhadap kinerja Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap pengambilan keputusan dan Keterampilan manajerial berpengaruh langsung positif terhadap pengambilan keputusan.

2. Biswan (2018) tentang Pengambilan keputusan manajerial sektor public, menyewa, membeli, atau membangin sendiri. Menggunakan metode Kualitatif deskriiptif dengan menggunakan wawancara dan observasi, penelitian ini mengungkapkan bahwa Pengambilan keputusan manajerial merupakan Teknik pengambilan keputusan yang mempertimbangkan aspek kuantitatif dan kualitatif.

3. Putri (2016) tentang Peningkatan kualitas produk melalui penerapan prosedur dan system produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan fokus pada pendekatan deskriptif dan analitis cenderung menggunakan induktif dan laporan yang dijelaskan dalam sistem Flowchart.Hasil penelitian secara keseluruhan sistem dan prosedur di UD.Wijaya Kusuma sudah memenuhi standar kinerja secara

keseluruhan, masih kekurangan dalam sistem dan prosedur proses produksi UD Wijaya Kusuma masih menggunakan alur dokumen, dan pemisahan fungsi masih pada rangkap pekerjaan yang kurang efektif dalam melaksanakan suatu fungsi tugas pekerjaan pegawai.

4. Nurkholiq dkk (2019), tentang analisis pengendalian kualitas (quality control) dalam meningkatkan kualitas produk Metode yang digunakan dalam menyusun penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif.

5. Adlan (2020), tentang Pengambilan keputusan untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam di man 2 model Medan dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil observasi ditemukan bahwa dalam pengambilan keputusan di MAN 2 Model Medan dengan memanfaatkan potensi penuh dari beberapa aspek yang dikelola dengan baik di lembaga pendidikan. Maka dalam hal ini MAN 2 Medan Model sebagai salah satu madrasah unggulan Medan dalam setiap kebijakan yang dilakukan tidak terlepas dari pengambilan keputusan yang melibatkan guru dan perwakilan di madrasah dan tenaga kependidikan sesuai dengan konteks keputusan yang diputuskan.

6. BayarGardi dkk (2021), tentang Investigasi Pengaruh Laporan Akuntansi Keuangan pada Pengambilan Keputusan Manajerial di Usaha Kecil dan Menengah. Analisis data cross sectional digunakan, dan data dikumpulkan dari 250 responden dari manajer dan karyawan yang bekerja di UKM melalui kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas keputusan manajerial secara substansial

dipengaruhi oleh laporan laporan keuangan. Pertimbangan operasional lainnya seperti catatan perusahaan, pemahaman laporan, dan kualitas data memiliki dampak besar pada keputusan manajerial perusahaan UKM.

7. Brata, Husani dan Ali. (2017), Tentang Pengaruh Kualitas Produk, Harga, Promosi, dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Pada Nitchi Pada PT. Jaya Swarasa Agung di Jakarta Pusat, Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda dimana data diolah dengan program SPSS. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian produk nitchi pada PT Jaya Swarasa Agung Jakarta Pusat. Nilai korelasi atau tingkat hubungan positif kuat. Hal ini menunjukkan semakin baik kualitas produk maka akan meningkatkan keputusan pembelian menjadi lebih baik. Pengaruh tersebut ditunjukkan oleh dimensi bentuk dengan dimensi keputusan pembelian.

8. Rasak, Nirwanto dan Triatmanto (2016), tentang dampak kualitas produk dan harga pada kepuasan pelanggan dengan mediator nilai pelanggan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan paradigma positivisme metode survey. Hasil penelitian menemukan bahwa nilai fungsional produk pasta gigi yang dibeli oleh pelanggan belum optimal menjadi pertimbangan utama untuk memuaskan pelanggan, yaitu kualitas produk pasta gigi itu sendiri yang sesuai dengan standar produksi terlebih dahulu.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu NO. NAMA

PENELITI

JUDUL PENELITIAN

METODE ANALISIS

HASIL PENELITIAN 1. Sugianto

dan Ruknan (2020)

Pengaruh kepemimpinan, keterampilan manajerial, dan pengambilan keputusan terhadap kinerja karyawan direktorat jenderal paud dan Pendidikan masyarakat kemendikbud.

Pendekatan kuantitatif dan metode survey dengan Teknik kausal.

1. Kepemimpinan berpengaruh langsung positif terhadap kinerja.

2. Keterampilan manajerial berpengaruh lansung positif terhadap kinerja.

3. Pengambilan keputusan berpengaruh langsung positif terhadap kinerja 4. Kepemimpinan

berpengaruh langsung positif terhadap

pengambilan keputusan 5. Keterampilan

manajerial berpengaruh langsung positif terhadap

pengambilan keputusan.

2. Biswan (2018)

Pengambilan keputusan manajerial sektor public, menyewa, membeli, atau membangin sendiri.

Kualitatif deskriiptif dengan menggunakan wawancara dan observasi

Pengambilan keputusan manajerial

merupakan Teknik pengambilan keputusan yang mempertimbangkan aspek kuantitatif dan kualitatif.

3. Putri (2016) Peningkatan kualitas produk melalui

penerapan prosedur dan system

Kualitatif Hasil penelitian secara keseluruhan sistem dan prosedur di UD.Wijaya

Kusuma sudah memenuhi standar

produksi kinerja secara keseluruhan, masih kekurangan dalam sistem dan prosedur proses produksi UD Wijaya Kusuma masih

menggunakan alur dokumen, dan pemisahan fungsi masih pada rangkap pekerjaan yang kurang efektif dalam melaksanakan suatu fungsi tugas

pekerjaan pegawai 4. Nurkholiq

Dkk (2019)

Analisis pengendalian kualitas (quality control) dalam meningkatkan kualitas produk.

Deskriptif kualitatif

Kualitas produk yang diterapakan pada produk santan klatu PT Pacific Eastern Coconut Utama itu sendiri untuk mendapatkan kualitas produk yang sesuai spesifikasi perusahaan dan Standar Operasional Perusahaan. Dan dari hasil kualitas produk tersebut menghasilkan produk yang berkualitas baik untuk dikonsumsi, harga yang terjangkau, kemasan yang menarik dan praktis, fungsi yang baik, manfaat yang

berguna, kandungan cita rasa yang gurih dan aroma ciri khas dari kelapa tua, sehingga

menghasilkan rasa yang lebih lezat.

5. Adlan (2020)

Pengambilan keputusan untuk

Kualitatif Hasil observasi ditemukan bahwa dalam pengambilan

meningkatkan mutu

pendidikan islam di man 2 model medan

keputusan di MAN 2 Model Medan secara operasi-onal bersentuhan dengan harapan pen-

capaian mutu yang meningkat. Kinerja guru meningkat, tingkat layanan kepada anak dan orang tua semakin baik. Bahkan mutu lulusan juga memuaskan pelanggan

pendidikan, dalam konteks sekolah/

madrasah, produk yang dimaksud adalah pelajar (sebagai output) yang diharapkan dapat berkontribusi bagi pelanggan.

Pelanggan yang dimaksud dalam hal ini adalah pelajar, orang tua, pegawai, lem-baga

pendidikan tinggi, pembayar pajak, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lain-lain

6. BayarGardi, (2021)

Menyelidiki pengaruh Laporan Akuntansi Keuangan pada Pengambilan Keputusan Manajerial di Usaha Kecil dan Menengah.

analisis data cross-

sectional

Hasil penelitian menunjukkan efektivitas keputusan

manajerial secara substansial dipengaruhi oleh laporan laporan keuangan.

Pertimbangan operasional lainnya seperti catatan perusahaan, pemahaman

laporan, dan kualitas data memiliki

dampak besar pada keputusan

manajerial

perusahaan UKM.

7. Brata (2017)

Pengaruh Kualitas

Produk, Harga, Promosi, dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian Produk Nitchi Pada PT. Jaya Swarasa Agung di Jakarta Pusat

Metode yang digunakan adalah regresi linier

berganda dimana data diolah dengan program SPSS.

Kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan

pembelian produk nitchi pada PT Jaya Swarasa Agung Jakarta Pusat. Nilai korelasi atau tingkat hubungan positif kuat. Hal ini menunjukkan semakin baik kualitas produk maka akan meningkatkan keputusan

pembelian menjadi lebih baik.

Pengaruh tersebut ditunjukkan oleh dimensi bentuk dengan dimensi keputusan pembelian.

8. Rasak, Nazief dan triatmanto (2016)

Dampak

kualitas produk dan harga pada kepuasan pelanggan dengan

mediator nilai pelanggan.

Pendekatan kuantitatif dengan paradigma metode survei positivisme

Hasil penelitian menemukan bahwa nilai fungsional produk pasta gigi yang dibeli oleh pelanggan belum optimal menjadi pertimbangan utama untuk memuaskan pelanggan, yaitu kualitas produk pasta gigi itu sendiri yang sesuai dengan standar produksi terlebih dahulu.

(Sumber: Diolah Peneliti)

C. Kerangka Pikir

Kerangka konsep merupakan pola strategi konseptual yang mengaitkan antara teori dengan berbagai faktor permasalahan yang dianggap penting untuk diselesaikan, sehingga dalam hal lebih berfokus pada tujuan penelitian tersebut dijalankan, Sugiyono (2014).

Penelitian ini dilakukanpada CV. Mandiri Dua Satu Makassar adapun tujuan guna meningkatkan kualitas produk perusahaan dengan melalui pengambilan keputusan manajer. Pengambilan keputusan merupakan suatu wewenang seorang manajer, yang tidak lepas dari sumbangsi pemikiran karyawan yang bersangkutan. Tujuan dari pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah yang ada di perusahaan salah satunya untuk meningkatkan kualitas produk perusahaan. Jika mengambil keputusan yang tidak tepat, kualitas produk perusahaan akan menurun sehingga mengakibatkan konsumen tidak puas atas kalitas produk tersebut. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas produk pada CV.Mandiri Dua Satu Makassar maka diperlukan pengambilan keputusan tepat yang terjadi pada lapangan.

Berdasarkan uraian yang dikemukakan diatas, maka peneliti menyusun bagan kerangka konsep penelitian, sebagaimana yang terlihat gambar.

Gambar 2. 1 Kerangka Pikir

Pemasaran Produksi

CV. Mandiri Dua Satu Makassar

Quality Control

Pengambilan Keputusan

Manajerial

Kualitas Kinerja Produk

34

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.

Dengan menggunakan strategi penelitian metode kualitatif deskripsi yang dituntut untuk dapat menjelaskan, memaparkan, menggambarkan atau mendeskripsikan dan mencari data berdasarkan apa yang dilihat, diucapkan, dirasakan dan dilakukan oleh sumber data sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

Adapun studi kasus dalam penelitian ini adalah pengambilan keputusan manajerial dalam meningkatkan kualitas perusahaan (studi kasus: CV. Mandiri Dua Satu Makassar)

B. Fokus Penelitian

Penelitian ini berfokus bagaimana manajerial mengambil keputusan dalam meningkatkan kualitas produk. Hal ini didasarkan pada masalah yang terjadi dilapangan bahwa pH tanah di lokasi menurun sehingga pupuk dengan kualitas tetap tidak bekerja secara maksimal.

C. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian untuk memperoleh data ialah CV. Mandiri Dua Satu Makassar.

D. Sumber Data

Sumber data (sampel) berasal dari manusia maupun non manusia. Sumber data manusia sebagai subjek atau informan kunci, sedangkan non manusia berupa dokumen yang relevan.

Adapun data yang digunakan yaitu:

1. Data utama (primer) yang merupakan sumber utama yang dapat memberikan informasi, fakta, dan gambaran peristiwa yang diinginkan dalam penelitian. Sumber

data dalam penelitian ini diambil secara langsung dari observasi dan wawancara.

Informan, Adapun penetapan informan dilakukan secara purposive sampling, yaitu “tehnik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini, misalnya orang tersebut yang ditanggap paling tahu tentang apa yang kita butuhkan, atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan penelitian menjelajahi obyek/situasi sosial yang diteliti. Dengan teknik purposif sampling akhirnya ditetapkan sampel yang menjadi informan utama yaitu: Manajer CV. Mandiri Dua Satu.

Dari informan utama tersebut selajutnya dikembangkan untuk mencari informan lain dengan teknik bola salju (snowball sampling).

Suatu pendekatan untuk menemukan informan-informan kunci yang memiliki banyak informasi tentang tujuan penelitian terkait. Informan awal yang akan membantu mendapatkan responden lainnya melalui rekomendasi secara terus menerus dari satu informan ke informan yang lain sehingga data yang diperoleh dianggap telah jenuh atau jika data tidak berkembangan lagi.

E. Pengumpulan Data

Adapun Teknik pengumpula data dari penelitian ini yaitu:

1. Observasi

Observasi atau pengamatan adalah kegiatan keseharian manusia dengan menggunakan panca indra mata sebagai alat bantu utamanya, disamping indra lainnya seperti telinga, hidung, mulut, dan kulit.

Metode observasi juga dilakukan dalam penelitian ini, metode ini digunakan dengan maksud mengetahui respon subyek yang diteliti mengenai permasalahan yang ada. Observasi ini digunakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh subyek pada saat obsevasi berlansung. Data yang diperoleh dari observasi langsung akan digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh.

2. Wawancara

Wawancara mendalam dilakukan dengan sejumlah daftar pertanyaan. Umumnya wawancara lapangan ini memiliki karakteristik awal dan akhir yang tidak terlihat jelas. Pertanyaan yang diajukan disesuaikan dengan kondisi dan situasi di lapangan. Wawancara lebih banyak bersifat informal dan fleksibel, mengikuti norma yang berlaku pada setting lokal, kadang diselipkan dengan canda-tawa yang dapat mencairkan suasana dan membina hubungan yang erat serta meningkatkan kepercayaan individu yang diteliti konteks sosial dan setting wawancara perlu ditulis dalam catatan lapangan dilihat sebagai hal yang penting untuk mendukung penafsiran makna.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen dapat juga diartikan sebagai alat bantu penangkap data atau teknik penangkap data yang memiliki peran yang sangat berpengaruh terhadap penelitian. Oleh sebab itu, instrumen penelitian ini sangat dibutuhkan agar penelitian dapat berjalan dengan efisien dan mudah. Instumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Instrumen pedoman wawancara yaitu alat bantu yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan informasi melalui tanya jawab antara peneliti dan informan, tentang pengambilan keputusan manajerial dalam meningkatkan kualitas produk perusahaan.

2. Instrumen pedoman observasi yaitu alat bantu yang digunakan peneliti ketika mengumpulkan data melalu pengamatan dan pencatatan terhadap fenomena yang terjadi dilapangan terkait dengan pengambilan keputusan manajerial dalam meningkatkan kualitas produk perusahaan.

G. Teknik Analisis

Analis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif kualitatif. Analisis model interaktif kualitatif adalah Teknik analisis dimana tiga komponen dalam analisis dilakukan dengan cara aktivitas yang berhubungan dengan bentuk interaksi antar komponen dan proses pengumpulan data data sebagai proses siklus.

Ada tiga tahap dalam analisis model interaktif yaitu:

1. Reduksi data berarti merangkum, menilai hal-hal pokok data yang telah diperoleh di lapangan dan memfokuskan pada hal-hal yang penting yang merujuk pada proses, pengfokusan, pemilihan,

penyederhanaan, abstraksi dan pentransformasian data mentah yang menjadi dalam informasi catatan lapangan tertulis.

2. Model data yang merupakan penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat mengenai suatu kumpulan informasi yang tersusun dengan memasukkan hasil analisis kedalam catatan yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumen lapangan yang diperbolehkan pendeskripsian kesimpulan dan pengambilan tindakan.

3. Penarikan/verifikasi kesimpulan, dimana dari permulaan dalam mengumpulkan data, peneliti mulai memutuskan makna sesuatu, mencatat keteraturan, pola-pola, penjelasan, konfigurasi yang mungkin, alur kausal dan proposisi-proposisi yang masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.

Selanjutnya penelitian melakukan verfikasi dari hasil penelitian.

Uji validasi data dilakukan untuk membuktikan penelitian ini dilakukan benar-benar merupakan suatu penelitian ilmiah dengan menguji data yang diperoleh agar data dalam penelitian kualitatif dapat dipertanggungjawabkan sebagai suatu penelitian ilmiah yang perlu dilakukan uji keabsahan data. Adapun uji keabsahan data yang dapat dilakukan yaitu:

1. Credibility (kredibilitas) merupakan validasi internal yakni uji kepecayaan terhadap data hasil penelitian yang disajikan oleh peneliti agar hasil penelitian yang dilakukan tidak meragukan sebagai sebuah karya ilmiah.

a. Perpanjangan pengamatan

Pengamatan dapat meningkatkan kredibilitas atau kepercayaan data. Perpanjangan pengamatan berarti penelitia kembali ke lokasi penelitian untuk melakukan pengamatan dan wawancara dengan sumber data yang ditemui maupun sumber data yang lebih baru. Perpanjangan pengamatan berarti hubungan antara peneliti dengan sumber akan semakin terjalin, memberikan pertanyaan yang relevan mengenai permasalahan dalam penelitian, memberikan pertanyaan-pertanyaan dengan kritis sehingga informasi yang diperoleh semakin banyak dan lengkap.

b. Meningkatkan kecematan dalam penelitian

Meningkatkan kecermatan atau ketekunan secara berkelanjutan maka kepastian data dan urutan kronologi peristiwa dapat dicatat atau direkam dengan baik dan sistematis. Meningkatkan kecermatan merupakan salah satu cara mengecek/mengontrol perkerjaan apakah data yang telah dikumpulkan, dan disajikan sudah benar atau belum.

c. Triangulasi

Triangulasi menurut Sugiyono (2011) diartikan sebagai teknik yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Peneliti melakukan triangulasi tentunya ada maksud tertentu yang ingin dilakukan.

Selain peneliti mengumpulkan data yang akan digunakan dalam penelitian, juga sekaligus menguji kredibilitas suatu data melalui berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data.

Kegunaan triangulasi adalah untuk mentracking ketidaksamaan antara data yang diperoleh dari satu informan (sang pemberi informasi) dengan informan lainnya

1. Triangulasi Sumber yaitu menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui manajer, manajer teknologi dan produk, manajer marketing dan pemasaran serta dua orang konsumen CV. Mandiri Dua Satu Makassar. Data yang diperoleh dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan.

2. Triangulasi Metode yaitu menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya untuk mengecek data bisa melalui wawancara, observasi, dokumentasi.

3. Triangulasi Teori yaitu dimana hasil akhir penelitian kualitatif berupa sebuah rumusan informasi atau thesis statement.

Informasi tersebut selanjutnya dibandingkan dengan perspektif teori yang relevan untuk menghindari bias individual peneliti atas temuan atau kesimpulan yang dihasilkan.

d. Analisis Kasus Negatif

Kasus negatif merupakan kasus yang tidak sesuai atau berbeda dengan hasil penelitian yang lakukan. Melakukan analisis kasus negatif berarti mencari tahu tentang data-tata yang berbeda.

e. Menggunakan bahan referensi

Menggunakan bahan referensi sebagai bahan pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti itu relevan.

Dalam laporan penelitian, sebaikanya data-data yang dikemukakan perlu dilengkapi dengan dokumen atau foto sehingga dapat dipercaya.

f. Mengadakan memberchek

Tujuan memberchek adalah untuk mengetahui seberapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan yang diberikan oleh pemberi data. Tujuan membercheck ini yakni agar informasi yang diperoleh dapat digunakan dalam penulisan laporan sesuai dengan yang dimaksud sumber data atau informan.

2. Transferability yakin validitas eksternal dalam suatu penelitian kualitatif. Validitas eksternal menunjukkan derajat ketepatan dan dapat diterapkan dalam hasil penelitian ke polupasi di mana sampel tersebut diambil.

3. Dependability atau realibilitas yaitu penelitian yang dapat dipercaya atau relevan, dengan kata lain beberapa percobaan yang dilakukan selalu mendapatkan hasil yang sama. Penelitian dependability atau realibilitas merupakan penelitian yang dilakukan oleh orang lain dengan proses penelitian yang sama akan memperoleh hasil yang sama pula.

4. Confirmability atau objektivitas yaitu penelitian yang bisa dikatakan objektif apabila hasil penelitian telah disepakati oleh banyak orang.

Penelitian kualitatif uji confirmability berarti menguji hasil penelitian yang merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan tersebut telah memenuhi standar confirmability.

42

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

a. Sejarah singkat CV. Mandiri Dua Satu Makassar

Lemahnya kesadaran dan pemahaman pelaku agrobisnis sehingga menerapkan system tersebut di atas justru menyebabkan hasil produksi yang menurun dan berakibat pada kualitas produksi ditinjau dari aspek kesehatan. Maka salah satu cara untuk mengatasi problema tersebut adalah dengan cara merubah pola pokir pelaku agrobisnis di Indonesia untuk lebih peduli peduli dengan keadaan tanah kita saat ini yang semakin lama semakin krisis karena diakibatkan pola piker dalam prakteknya bagus namun tidak mempertimbangkan aspek dari kesuburan tanah dan aspek kesehatannya.

Upaya membantu para pelaku agrobisnis di Indonesia guna meningkatkan aspek kesuburan tanah dan aspek kesehatan maka disinilah peran CV. Mandiri Dua Satu merubah pola pikir para pelaku agrobisnis yaitu dengan diadakannya penerapan aplikasi menanaman lansung menggunakan produk organic cair / hayati CV. Mandiri Dua Satu dengan system totality of service pendapingan dari mulai tahap pembibitan, pengelola lahan, cara penanaman, pemeliharaan sampai dengan pemanenan dengan didampingi tenaga teknis dari perusahaan.

CV. Mandiri Dua Satu menghadirkan pupuk pertanian, peternakan, dan perikanan yang tentunya ramah lingkungan dan tidak berbaha untuk manusia maupun lingkungan. Didirikan berdasarkan akta

pendirian NO. 01 Tanggal 11 November 2011 dan telah terdaftar berdasarkan izin walikota Makassar Nomor: 503/0012/SIUPK- B/14/KKPAP tanggal 16 Januari 2014 tentang surat izin usaha perdagangan kecil yang melakukan kegiatan usaha perdagangan di dalam kota Makassar sebagai supplier (465599) perdagangan mesin, peralatan dan perlengkapan pertanian yang beralamattkan di Jalan Kedamaian Selatan XVII F 419 RT. 007 Makassar. Seiring dengan berjalannya waktu, CV. Mandiri Dua Satu pada tahun 2019 diberlakukan pencatatan pendaftaran dan pengesahan oleh kementrian hukum dan Ham, terdaftar sebagai produsen dengan Nomor AHU-0097372-AH.01.05 Tahun 2019 tanggal 11 Desember 2019 dengan NIB 91204122001403 yang bergerak dalam bidang usaha perdagangan besar mesin, peralatan dan perlengkapan pertanian.

Perseroan terus mengalami perubahan dan peningkatan dengan akta perubahan Anggaran Dasar CV. Mandiri Dua Satu dengan Nomor:

05 tanggal 08 Februari 2021 dan bergerak dalam bidang usaha industry pupuk buatan majemuk, hara mikro primer dan industry pupuk lainnya dengan kode KBLI (20123) dan tercatat, terdaftar dan disahkan oleh kementrian hukum dan Ham dengan Nomor-0002578-AH.01.17 Tahun2021 Tanggal 25 Februari 2021. Serta didukung dengan terbitnya surat pernyataan kesanggupan mengelolah dan pemantauan lingkungan hidup (SSPL) dari DPMPTSP Kota Makassar Nomor: 660/Kep.016/SPPL- DPMPTSP/I-2021 tanggal 22 Januari 2021. Sehingga dari pemenuhan masyarakan adminisstrasi dan uji kelayakan industry, CV. Mandiri Dua Satu telah mengantongi izin usaha industi (IUI) dengan jenis industi

berdasarkan KBLI (20129) Nomor: 503/0005IUI/DPMPTSPP/I/2021 tanggal 2 Januari 2021.

Perseroan menjalankan roda usaha secara khusus memperoduksi pupuk organic cair lengkap (POCL) dan produk pertanian lainnya, peternakan serta perikanan dengan merk dagang “PUTANIK PLUS”

terdaftar Nomor: D152020050781 Tanggal 03 September 2020 dengan pusat produksi terletak di Makassar, Sulawesi Selatan yang selanjutnya didistribusikan ke daerah-daerah pemasaran perseroan. Adapun bahan baku produk “PUTANIK PLUS” berupa bahan-bahan organik, ekstrak tumbuhan, pupuk hijau dan kombinasi effective mikroba yang melalui proses fermentasi sehingga tersedia bahan baku produk akan selalu ada.

b. Visi dan Misi CV. Mandiri Dua Satu

Visi: menyajjikan produk-produk organic dan hayatidalam bentuk cairan maupun pada bermutu tinggi yang bermanfaat untuk meningkatka kualitas dan kuantitas hasil pertanian, peternakan dan perikanan serta lingkungan hidup yang lebih sehat, bermutu dan ramah lingkungan.

Misi: Memberikan pelayanan yang maksimal untuk kepuasan konsumen dengan menggambarkan berbagai formula dan produk sarana pertanian, peternakan dan perikanan yang ramah lingkungan dengan memberdayaan bahan-bahan organik yang dalam prakteknya menggunakan metode pengawasan berkelanjutan.

Mengembangkan tekhnik dan metode riset kreatif guna mendukung pembangunan berkelanjutan dibidang pertanian, peternakan dan perikanan; pengembalian kesuburan tanah secara global melalui restorasi hara tanah pasca penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan.

Dalam dokumen pengambilan keputusan manajerial dalam (Halaman 42-51)

Dokumen terkait