No. Kriteria Halaman
Prinsip A: Hak-Hak Pemegang Saham A.1 Hak-Hak Dasar Pemegang Saham
A.1.1 Perusahaan melakukan pembagian dividen (interim dan final/tahunan) secara adil dan tepat waktu, yaitu seluruh pemegang saham diperlakukan sama dan dividen dibayarkan dalam kurun waktu 30 hari sejak (i) pengumuman dividen interim dan (ii) Rapat Umum Pemegang Saham menyetujui pembagian dividen final.
252 & 626
A.2 Hak untuk Berpartisipasi dalam Pengambilan Keputusan terkait dengan Perubahan-Perubahan Fundamental Perusahaan
Pemegang saham memiliki hak untuk berpartisipasi dalam:
A.2.1 Perubahan Anggaran Dasar perusahaan 472
A.2.2 Otorisasi penerbitan saham baru 472
A.2.3 Pengalihan seluruh atau sebagian aset yang menyebabkan penjualan perusahaan 472 A.3 Hak untuk Berpartisipasi secara Efektif dalam RUPS dan Mendapatkan Informasi terkait Prosedur RUPS
A.3.1 Pemegang saham diberi kesempatan yang dibuktikan dengan adanya agenda, untuk berpartisipasi dalam memutuskan remunerasi (gaji, tunjangan, tunjangan dalam bentuk benda dan honorarium lainnya) atau setiap kenaikan remunerasi untuk Direktur/Komisaris non-eksekutif.
472 & 478
A.3.2 Perusahaan memberikan hak kepada pemegang saham minoritas untuk mencalonkan kandidat Direksi
dan Dewan Komisaris 472, 488 & 502
A.3.3 Perusahaan memfasilitasi pemegang saham untuk melakukan pemilihan Direksi dan Dewan Komisaris
secara individu. 475-482
A.3.4 Perusahaan mengungkapkan prosedur pemungutan suara dalam RUPS sebelum RUPS dimulai. 475 & 481 A.3.5 Risalah RUPST yang terakhir mencatat adanya kesempatan bagi pemegang saham untuk menyampaikan
pertanyaan dan mencatat pertanyaan tersebut beserta jawaban yang diberikan. 473 & 480 A.3.6 Perusahaan mengungkapkan hasil pemungutan suara untuk setiap keputusan/agenda pada RUPST
terakhir yang meliputi suara setuju, tidak setuju dan tidak memberikan suara. 475-480 A.3.7 Perusahaan mengungkapkan kehadiran anggota Direksi dan Dewan Komisaris dalam RUPST terakhir. 473 A.3.8 Perusahaan mengungkapkan jika seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris serta CEO menghadiri
RUPST terakhir? 473
A.3.9 Perusahaan mengizinkan pemungutan suara tanpa kehadiran (voting in absentia). 475 & 481 A.3.10 Pemungutan suara dilakukan dengan cara tertutup (bukan dengan cara mengacungkan tangan) untuk
semua keputusan dalam RUPST terakhir. 475-480
A.3.11 Perusahaan mengungkapkan penggunaan pihak independen (pengamat) untuk melakukan/
memvalidasi perhitungan suara dalam RUPS. 475 & 482
A.3.12 Perusahaan mempublikasikan hasil pemungutan suara seluruh keputusan pada RUPST/RUPSLB yang
terakhir di satu hari kerja setelah RUPS tersebut dilaksanakan. 474 & 481 A.3.13 Perusahaan melakukan pemanggilan sekurangnya 21 hari sebelum pelaksanaan RUPST dan RUPSLB 474 & 481 A.3.14 Perusahaan menyampaikan alasan dan penjelasan untuk setiap agenda yang membutuhkan
persetujuan pemegang saham dalam pemanggilan RUPST/edaran dan/atau pernyataan Perusahaan. 474 & 481 A.3.15 Perusahaan memberikan kesempatan bagi pemegang saham untuk mengusulkan agenda RUPST. 472
A.4 Pasar harus Diizinkan untuk mengawasi Perusahaan secara Efisien dan Transparan A.4.1 Dalam hal penggabungan, akuisisi dan/atau pengambilalihan yang membutuhkan persetujuan
pemegang saham, apakah Direksi/Dewan Komisaris perusahaan menunjuk pihak independen untuk mengevaluasi kewajaran nilai transaksi.
261
A.5 Pelaksanaan Hak Kepemilikan oleh Pemegang Saham, termasuk Investor Institusi Harus Difasilitasi oleh Perusahaan
A.5.1 Perusahaan mengungkapkan praktik-praktik yang dilakukan perusahaan untuk mendorong pemegang
saham terlibat dengan perusahan, lebih dari RUPS. 472-486 & 612-617
Prinsip B: Perlakuan yang adil terhadap Pemegang Saham B.1 Kepemilikan Saham dan Hak Suara
B.1.1 Setiap 1 lembar saham biasa memiliki 1 hak suara. 472
B.1.2 Jika Perusahaan memiliki lebih dari satu kelas/seri saham, maka hak suara untuk tiap-tiap seri saham
dipublikasikan (contoh melalui situs web Bank/Bursa/regulator). 472
No. Kriteria Halaman B.2 Panggilan RUPST
B.2.1 Setiap keputusan dalam RUPST terakhir hanya untuk 1 (satu) pembahasan, tidak terdapat
penggabungan beberapa pembahasan dalam 1 (satu) keputusan. 473-480
B.2.2 Panggilan RUPST terakhir diterjemahkan dalam Bahasa Inggris dan dipublikasikan di hari yang sama
dengan versi Bahasa Indonesia. 474
Panggilan RUPST memiliki detil sebagai berikut:
B.2.3 Terdapat informasi profil Dewan Komisaris dan Direksi yang akan diipilih/dipilih kembali. 474 B.2.4 Auditor yang akan ditunjuk/ditunjuk kembali teridentifikasi dengan jelas. 474 & 476
B.2.5 Dokumen surat kuasa tersedia dan mudah diperoleh. 472-473
B.3 Larangan Perdagangan oleh Orang Dalam dan Tindakan Menguntungkan Diri Sendiri
B.3.1 Perusahaan memiliki kebijakan dan/atau aturan yang melarang Direksi/Dewan Komisaris dan karyawan
untuk mengambil keuntungan dari informasi yang tidak tersedia secara umum. 124 & 626 B.3.2 Perusahaan mewajibkan Direksi/Komisaris melaporkan transaksi saham Perusahaan milik mereka
dalam kurun waktu 3 hari kerja. 124 & 626
B.4 Transaksi Pihak Terkait yang dilakukan oleh Direksi dan Senior Manajemen
B.4.1 Perusahaan memiliki kebijakan yang mewajibkan Direksi/Dewan Komisaris untuk mengungkapkan
kepentingan mereka dalam transaksi dan benturan kepentingan lainnya. 494, 507, 620 & 626 B.4.2 Perusahaan memiliki kebijakan bahwa Komite Dewan Komisaris melakukan telaah terhadap transaksi
material dengan pihak terkait apakah dilakukan atas nama kepentingan perusahaan dan pemegang saham.
542-543 & 627
B.4.3 Perusahaan memiliki kebijakan yang mengharuskan Direksi dan Dewan Komisaris untuk tidak
berpartisipasi dalam diskusi rapat dimana mereka memiliki konflik kepentingan. 494 & 507 B.4.4 Perusahaan memiliki kebijakan pemberian pinjaman kepada Direksi dan Dewan Komisaris yang
mengharuskan pemberian pinjaman diakukan secara wajar dan sesuai harga pasar (arm’s length basis). 494, 507 & 627 B.5 Melindungi Hak Pemegang Saham Minoritas
B.5.1 Perusahaan mempublikasikan transaksi dengan pihak terkait dilakukan dengan harga pasar dan secara
wajar (arm’s length) 259 & 627
B.5.2. Dalam hal terdapat transaksi dengan pihak terkait yang membutuhkan persetujuan pemegang saham,
keputusan diambil oleh pemegang saham yang tidak memiliki benturan kepentingan. 259 & 627 Prinsip C: Peran Pemangku Kepentingan
C.1 Menghormati Hak-Hak Pemangku Kepentingan yang Ditetapkan oleh Hukum atau melalui Perjanjian Bersama
Apakah perusahaan mengungkapkan kebijakan dan praktik mengenai:
C.1.1 Perusahaan mengungkapkan kebijakan kesehatan dan keselamatan konsumen. 628-629, 683-686 &
698-701
C.1.2 Perusahaan mengungkapkan prosedur pemilihan pemasok. 618-619
C.1.3 Perusahaan mengungkapkan kebijakan ramah lingkungan dalam proses bisnisnya (value chain) dan
konsisten dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. 618-619, 687-692 &
Laporan Keberlanjutan 2020 C.1.4 Perusahaan mengungkapkan usahanya dalam berinteraksi dengan komunitas-komunitas dimana
perusahaan beroperasi. 702-707
C.1.5 Perusahaan mengungkapkan program dan prosedur antikorupsi. 611 & 679-682
C.1.6 Perusahaan mengungkapkan kebijakan perlindungan hak-hak kreditur. 627
C.1.7 Perusahaan memiliki laporan/bagian terpisah yang menguraikan tentang upaya Perusahaan terkait isu
lingkungan/ekonomi dan sosial. Laporan Keberlanjutan
2020 C.2 Dalam hal hak para pemangku kepentingan dilindungi oleh hukum, pemangku kepentingan harus
memiliki kesempatan untuk memperoleh ganti rugi yang efektif atas pelanggaran hak-hak mereka.
C.2.1 Perusahaan menyediakan informasi kontak perusahaan secara detil dalam situs web atau Laporan Tahunan yang memfasilitasi para pemangku kepentingan (seperti nasabah, pemasok, masyarakat, dll) untuk menyampaikan keluhan akan kemungkinan adanya atas pelanggaran hak-hak mereka.
79, 134, 135-137, 612-614 & 673-707
No. Kriteria Halaman C.3 Perusahaan mengembangkan mekanisme yang memfasilitasi karyawan untuk dapat berpartisipasi.
C.3.1 Perusahaan secara eksplisit mengungkapkan kebijakan dan praktik terkait kesehatan, keselamatan, dan
kesejahteraan karyawannya. 433-448 & 693-697
C.3.2 Perusahaan secara eksplisit mengungkapkan kebijakan dan praktik terkait pelatihan dan pengembangan
karyawannya. 118-120 & 433-448
C.3.3 Perusahaan memiliki kebijakan pemberian kompensasi (reward) untuk pencapaian kinerja di atas kinerja
keuangan jangka pendek yang sudah ditentukan. 443-444 & 518-525
C.4 Para Pemangku Kepentingan termasuk Karyawan Individu maupun Perwakilannya memiliki hak dan kesempatan untuk bisa mengkomunikasikan keluhan mereka akan tindakan-tindakan ilegal atau tidak etis kepada Dewan Komisaris dan Direksi tanpa ada rasa khawatir hak-hak mereka akan terancam.
C.4.1 Perusahaan memiliki kebijakan pelaporan pelanggaran (whistle blowing) yang mencakup prosedur pengaduan oleh karyawan dan pemangku kepentingan lain terkait tindakan ilegal dan tidak etis serta menginformasikan secara detil alamat kontak di situs web perusahaan atau Laporan Tahunan.
79, 134, 135-137
& 631-634 C.4.2 Perusahaan memiliki kebijakan atau prosedur untuk melindungi karyawan/pihak yang menyampaikan
adanya tindakan ilegal atau tidak etis dari tindakan balas dendam. 631-634
Prinsip D: Pengungkapan dan Transparansi D.1 Transparansi tentang Struktur Kepemilikan
D.1.1 Informasi kepemilikan saham mengungkapkan identitas pemegang saham akhir, pemegang saham yang
memiliki 5% atau lebih saham perusahaan. 128 & 121-125
D.1.2 Perusahaan mengungkapkan pemegang saham utama dan/atau mayoritas baik secara langsung
maupun tidak langsung. 128
D.1.3 Perusahaan mengungkapkan kepemilikan saham Dewan Komisaris dan Direksi baik secara langsung
maupun tidak langsung. 123-124
D.1.4 Perusahaan mengungkapkan kepemilikan saham oleh manajemen senior baik secara langsung maupun
tidak langsung. 125
D.1.5 Perusahaan mengungkapkan struktur grup korporasi, termasuk entitas induk, entitas anak, entitas
asosiasi, perusahaan patungan (joint ventures) dan perusahaan dengan tujuan khusus (SPE/SPV). 128-132 D.2 Kualitas Laporan Tahunan
Apakah Laporan Tahunan Perusahaan mengungkapkan hal-hal yang di bawah ini:
D.2.1 Target perusahaan 82 & 250-251
D.2.2 Indikator-indikator kinerja keuangan 12-13, 17-23 & 203-234
D.2.3 Indikator-indikator kinerja non-keuangan 13, 30-33 & 160-202
D.2.4 Kebijakan dividen 252 & 626
D.2.5 Biografi lengkap (minimum umur, pendidikan, tanggal pengangkatan pertama kali, pengalaman dan
rangkap jabatan di perusahaan terbuka lainnya) dari seluruh anggota Direksi/Dewan Komisaris. 94-105 D.2.6 Informasi kehadiran setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi dalam seluruh rapat Direksi dan
Dewan Komisaris yang diadakan sepanjang tahun. 526-537
D.2.7 Perusahaan mengungkapkan total remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris. 518-525 Penyataan Penerapan Tata Kelola
D.2.8 Laporan Tahunan memuat pernyataan pemenuhan perusahaan terhadap penerapan prinsip tata kelola
dan mengidentifikasi serta memberikan alasan jika terjadi pelanggaran. 668
D.3 Pengungkapan Transaksi dengan Pihak Terkait
D.3.1 Perusahaan mengungkapkan kebijakan terkait dengan mekanisme reviu dan persetujuan atas transaksi
dengan pihak terkait yang material 259 & 627
D.3.2 Perusahaan mengungkapkan nama, hubungan dan sifat serta nilai setiap transaksi dengan pihak terkait
yang material. 259 & 627
D.4 Direktur dan Komisaris melakukan transaksi saham Perusahaan
D.4.1 Perusahaan mengungkapkan perdagangan saham oleh orang dalam. 124-125 & 626 D.5 Auditor Eksternal dan Laporan Auditor
Jika perusahaan menunjuk Kantor Akuntan Publik yang sama untuk jasa audit dan jasa non-audit
D.5.1 Biaya audit dan non-audit diungkapkan. 599-600
No. Kriteria Halaman
D.5.2 Biaya non-audit melebihi biaya audit. 599-600
D.6 Media Komunikasi
Perusahaan menggunakan media di bawah ini untuk berkomunikasi
D.6.1 Laporan Triwulan 612-617 & 625
D.6.2 Situs web perusahaan 135-137 & 625
D.6.3 Analyst meeting 612-617 & 625
D.6.4 Media briefings/konferensi pers 612-617
D.7 Penyampaian Laporan Tahunan yang tepat waktu
D.7.1 Laporan Keuangan Tahunan yang diaudit diterbitkan dalam waktu 120 hari dari akhir tahun buku. Laporan Keuangan Konsolidasian hal 2-4 D.7.2 Laporan Tahunan diterbitkan dalam waktu 120 hari dari akhir tahun buku. 72-73 D.7.3 Pernyataan bahwa Laporan Keuangan Tahunan telah disajikan secara benar dan wajar yang ditanda
tangani oleh Dewan Komisaris dan Direksi dan/atau pejabat terkait dari perusahaan. Laporan Keuangan Konsolidasian hal 2-4 D.8 Situs web Perusahaan
Perusahaan memiliki situs web yang mengungkapkan informasi terkini mengenai hal-hal di bawah ini:
D.8.1 Laporan keuangan (triwulan terakhir) 135-137
D.8.2 Materi analysts dan media briefing 135-137
D.8.3 Laporan Tahunan yang bisa diunduh 135-137
D.8.4 Panggilan RUPST dan/atau RUPSLB 135-137
D.8.5 Risalah RUPST dan/atau RUPSLB 135-137
D.8.6 Konstitusi perusahaan (undang-undang, akta pendirian dan anggaran dasar perusahaan) 135-137 D.9 Hubungan Investor
D.9.1 Perusahaan mengungkapkan informasi rinci tentang kontak perusahaan (telepon, faks, dan e-mail) dari
bagian/petugas bertanggung jawab terhadap kegiatan hubungan investor. 79, 134 & 612-617 Prinsip E: Tanggung Jawab Dewan Komisaris dan Direksi
E.1 Tugas dan Tanggung Jawab Direksi dan Dewan Komisaris
Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan Direksi difefinisikan dengan jelas
E.1.1 Perusahaan mengungkapkan kebijakan tata kelola/piagam Dewan. 461-462, 487 & 501 E.1.2 Perusahaan mengungkapkan jenis-jenis keputusan yang perlu mendapat persetujuan Dewan Komisaris/
Direksi. 490-496 & 504-509
E.1.3 Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris/Direksi diungkapkan dengan jelas. 490- 493 & 504-506 Visi/Misi Perusahaan
E.1.4 Perusahaan memiliki Visi dan Misi yang dimutakhirkan. 82
E.1.5 Direksi berperan utama dalam proses pengembangan dan peninjauan strategi perusahaan setiap
tahunnya. 82 & 504
E.1.6 Direksi memiliki proses untuk meninjau, memantau dan mengawasi pelaksanaan strategi perusahaan. 82 & 504 E.2 Struktur Direksi dan Dewan Komisaris
Kode Etik dan Pedoman Perilaku
E.2.1 Perusahaan mengungkapkan isi Kode Etik dan Pedoman Perilaku 620-622
E.2.2 Seluruh Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif dan karyawan wajib mematuhi Kode Etik dan
Pedoman Perilaku. 620-622
E.2.3 Perusahaan memiliki proses untuk menerapkan dan memantau kepatuhan terhadap Kode Etik dan
Pedoman Perilaku. 620-622
Struktur dan Komposisi Direksi dan Dewan Komisaris
E.2.4 Komisaris Independen minimal berjumlah minimal 50% dari seluruh Dewan Komisaris 488-489 & 499-500
No. Kriteria Halaman E.2.5 Masa jabatan setiap Komisaris Independen paling lama 9 tahun atau kurang atau 2 periode untuk masa
jabatan 5 tahun1.
1)Masa jabatan 5 tahun harus diatur berdasarkan undang-undang yang berlaku sebelum adanya ASEAN Corporate Governance Scorecard di 2011.
489 & 499
E.2.6 Perusahaan memiliki batasan rangkap jabatan paling banyak 5 jabatan yang bisa dirangkap oleh
seorang Direktur/Komisaris Independen. 493-494, 499-500 & 507
E.2.7 Perusahaan tidak memiliki anggota Direksi yang merangkap jabatan lebih dari 2 posisi sebagai Direksi
dan Dewan Komisaris di luar dari grup. 94-104, 493-494 & 507
Komite Nominasi
E.2.8 Perusahaan memiliki Komite Nominasi. 547-552
E.2.9 Komite Nominasi terdiri dari mayoritas Komisaris Independen. 547-552
E.2.10 Ketua Komite Nominasi adalah Komisaris Independen. 547-552
E.2.11 Perusahaan mengungkapkan Charter/Piagam Komite Nominasi 547
E.2.12 Perusahaan mengungkapkan kehadiran rapat Komite Nominasi dan jika demikian apakah Komite
Nominasi mengadakan rapat minimum dua kali dalam 1 tahun. 550
Komite Remunerasi
E.2.13 Perusahaan memiliki Komite Remunerasi/Kompensasi 547-552
E.2.14 Komite Remunerasi terdiri dari mayoritas Komisaris Independen. 547-552
E.2.15 Ketua Komite Remunerasi adalah Komisaris Independen. 547-552
E.2.16 Perusahaan mengungkapkan Charter/Piagam Komite Remunerasi. 547
E.2.17 Perusahaan mengungkapkan kehadiran rapat Komite Remunerasi dan jika demikian apakah Komite
Remunerasi mengadakan rapat minimum dua kali dalam 1 tahun. 550
Komite Audit
E.2.18 Perusahaan memiliki Komite Audit. 539-546
E.2.19 Komite Audit terdiri dari mayoritas Komisaris Independen. 539-546
E.2.20 Ketua Komite Audit adalah Komisaris Independen. 539-546
E.2.21 Perusahaan mengungkapkan Charter/Piagam Komite Audit. 539
E.2.22 Paling tidak salah satu dari anggota Komite Audit memiliki keahlian dan pengalaman di bidang
Akuntansi. 539-546
E.2.23 Perusahaan mengungkapkan kehadiran rapat Komite Audit dan jika demikian apakah Komite Audit
mengadakan rapat minimum empat kali dalam 1 tahun. 544
E.2.24 Salah satu tugas utama dari Komite Audit adalah untuk memberikan rekomendasi pengangkatan dan
pemberhentian Auditor Eksternal. 542-544
E.3 Proses Direksi/Dewan Komisaris
Rapat dan Kehadiran Direksi dan Dewan Komisaris
E.3.1 Rapat Direksi dijadwalkan sebelum dimulainya tahun buku 527 & 531
E.3.2 Direksi/Dewan Komisaris mengadakan rapat paling tidak enam kali sepanjang tahun 526-537 E.3.3. Masing-masing Direktur/Komisaris menghadiri setidaknya 75% dari semua rapat dewan yang diadakan
sepanjang tahun. 529 & 537
E.3.4 Perusahaan menentukan minimum kuorum paling kurang 2/3 dari jumlah yang hadir untuk
pengambilan keputusan rapat Direksi dan Dewan Komisaris. 526 & 530
E.3.5 Dewan Komisaris perusahaan mengadakan rapat secara terpisah setidaknya satu kali dalam setahun
tanpa kehadiran Direksi. 527-528
Akses Informasi
E.3.6 Materi rapat Direksi/Dewan Komisaris diberikan kepada para anggota dewan paling lambat lima hari
kerja sebelum pelaksanaan rapat. 526
E.3.7 Sekretaris perusahaan memainkan peran penting dalam mendukung Direksi dan Dewan Komisaris
dalam melaksanakan tanggung jawabnya. 574-576
No. Kriteria Halaman E.3.8 Sekretaris perusahaan dilatih mengenai praktik hukum, akuntansi atau tugas-tugas sekretaris
perusahaan dan terus mengikuti perkembangan pengetahuan yang relevan. 574-576, 148 & 144 Penunjukan dan Pemilihan Kembali Direksi dan Dewan Komisaris
E.3.9 Perusahaan mengungkapkan kriteria yang digunakan dalam memilih Direktur/Komisaris baru. 487-488 & 501-502 E.3.10 Perusahaan menjabarkan proses yang diikuti dalam menunjuk Direktur/Komisaris baru. 487-488 & 501-502 E.3.11 Apakah semua direktur/komisaris dipilih kembali setiap 3 tahun; atau 5 tahun untuk perusahaan yang
terdaftar di negara-negara yang memiliki undang-undang yang mengatur masa jabatan masing- masing 5 tahun2.
2) Masa jabatan 5 tahun harus diatur berdasarkan undang-undang yang berlaku sebelum adanya ASEAN Corporate Governance Scorecard di 2011
489-490 & 503
Perihal Remunerasi
E.3.12 Perusahaan mengungkapkan kebijakan/praktik remunerasi (biaya, tunjangan, tunjangan dan imbalan lainnya) (yaitu penggunaan insentif jangka pendek dan jangka panjang dan ukuran kinerja) untuk Direktur Eksekutif dan CEO.
518-525
E.3.13 Pengungkapan struktur remunerasi bagi Direktur/Komisaris non eksekutif 518-525 E.3.14 Pemegang saham atau Direksi menyetujui remunerasi direktur eksekutif dan/atau eksekutif senior 518-525 E.3.15 Perusahaan memiliki standar terukur untuk menyelaraskan remunerasi berbasis kinerja untuk direktur
eksekutif dan eksekutif senior dengan kepentingan jangka panjang perusahaan, seperti ketentuan claw back dan bonus yang ditangguhkan.
518-525
Audit Internal
E.3.16 Perusahaan memiliki fungsi audit internal yang terpisah. 577-587
E.3.17 Identitas Kepala Audit Internal diungkapkan atau, jika dioutsource, nama perusahaan eksternal
diungkapkan. 577-587
E.3.18 Pengangkatan dan pemberhentian auditor internal memerlukan persetujuan Komite Audit. 577-587 Pemantauan Risiko
E.3.19 Perusahaan menetapkan prosedur pengendalian internal yang baik/kerangka kerja manajemen risiko
dan secara berkala meninjau keefektifan kerangka tersebut. 286-428, 545 & 601-607 E.3.20 Laporan Tahunan/Laporan Tahunan Tata Kelola Perusahaan mengungkapkan bahwa Direksi/ Dewan
Komisaris telah melakukan penelaahan atas pengendalian material perusahaan (termasuk pengendalian operasional, keuangan dan kepatuhan) dan sistem manajemen risiko.
286-428, 545 & 601-607
E.3.21 Perusahaan mengungkapkan risiko utama yang dihadapi perusahaan secara material (yaitu keuangan,
operasional termasuk TI, lingkungan, sosial, ekonomi) 286-428, 545 & 601-607
E.3.22 Laporan Tahunan/Laporan Tahunan Tata Kelola Perusahaan berisi pernyataan dari Direksi/Dewan Komisaris atau Komite Audit mengenai kecukupan sistem pengendalian/manajemen risiko internal perusahaan.
545 & 558
E.4 Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Presiden Direktur dan Dewan Komisaris
E.4.1 Presiden Komisaris dan CEO dijabat oleh orang yang berbeda 94 & 98
E.4.2 Presiden Komisaris merupakan Komisaris Independen -
E.4.3 Terdapat salah satu Direktur yang merupakan mantan CEO perusahaan dalam 2 tahun terakhir 98-103
E.4.4 Pengungkapan peran dan tanggung jawab Presiden Komisaris 492-493
Komisaris Independen Senior
E.4.5 Jika Presiden Komisaris tidak independen, Direksi dan Dewan Komisaris menetapkan Komisaris
Independen Senior beserta perannya. 95 & 488-489
Keahlian dan Kompetensi
E.4.6 Setidaknya satu Direktur/Komisaris non eksekutif memiliki pengalaman kerja sebelumnya di sektor
utama yang merupakan bidang operasi perusahaan. 98-103
E.5 Kinerja Direksi dan Dewan Komisaris Pengembangan Direksi
E.5.1 Perusahaan memiliki program orientasi untuk Direktur/Komisaris baru. 496-497 & 509-510
No. Kriteria Halaman E.5.2 Perusahaan memiliki kebijakan yang mendorong Direktur/Komisaris untuk mengikuti program
pendidikan profesional yang sedang berlangsung atau berkelanjutan. 496-497 & 509-510 Penunjukan dan Kinerja CEO/Manajemen Eksekutif
E.5.3 Perusahaan mengungkapkan proses bagaimana Direksi/Dewan Komisaris merencanakan suksesi CEO/
Managing Director/Presiden Direktur dan manajemen senior? 552
E.5.4 Direksi/Dewan Komisaris melakukan penilaian kinerja tahunan CEO/Managing Director/Presiden
Direktur. 512-514
Penilaian Direksi dan Dewan Komisaris
E.5.5 Perusahaan mengungkapkan proses & kriteria penilaian kinerja tahunan Dewan Komisaris dan Direksi. 511-514 Penilaian Direktur dan Komisaris
E.5.6 Perusahaan mengungkapkan proses & kriteria penilaian kinerja tahunan individu Direktur dan
Komisaris. 511-514
Penilaian Kinerja Komite
E.5.7 Perusahaan mengungkapkan proses & kriteria penilaian kinerja tahunan Komite. 497-498 LEVEL 2 - BONUS
(B)A. Hak – Hak Pemegang Saham
(B)A.1 Hak untuk berpartisipasi secara efektif dan memberikan suara dalam RUPS dan mendapatkan informasi mengenai prosedur pemungutan suara dan aturan RUPS
(B)A.1.1 Perusahaan memfasilitasi pemungutan suara melalui peralatan elektronik yang aman untuk pemegang
saham yang tidak bisa hadir. 475 & 481
(B)B. Perlakuan yang sama kepada pemegang saham (B)B.1 Panggilan RUPS
(B)B.1.1 Perusahaan mengumumkan Panggilan RUPS sebagaimana diumumkan ke Bursa paling lambat 28 hari
sebelum RUPS. 474 & 481
(B)C Peran Pemangku Kepentingan
(B)C.1 Hak pemangku kepentingan yang ditentukan oleh undang-undang atau melalui kesepakatan bersama harus dihormati.
(B)C.1.1 Perusahaan menerapkan kerangka pelaporan yang diakui secara internasional untuk laporan
keberlanjutan (yaitu GRI, Pelaporan Terpadu, SASB). Laporan Keberlanjutan
2020 (B)D Pengungkapan dan Transparansi
(B)D.1 Kualitas Laporan Tahunan
(B)D.1.1 Perusahaan mengungkapkan laporan keuangan tahunan yang diaudit dalam waktu 60 hari dari akhir
tahun buku Laporan Keuangan
Konsolidasian hal 2-4
(B)D.1.2 Perusahaan mengungkapkan rincian remunerasi CEO -
(B)E Tanggung Jawab Dewan Komisaris dan Direksi
(B)E.1 Kompetensi dan Keberagaman Dewan Komisaris dan Direksi
(B)E.1.1 Perusahaan memiliki paling tidak 1 Komisaris Independen wanita 96, 488-489, 499-500 &
516-517 (B)E.1.2 Perusahaan memiliki kebijakan dan mengungkapkan target terukur untuk keanekaragaman Direksi dan
Dewan Komisaris dan mengungkapkan kemajuan dalam mencapai tujuannya. 516-517 (B)E.2 Struktur Dewan Komisaris dan Direksi
(B)E.2.1 Komite Nominasi seluruhnya terdiri dari Komisaris Independen -
(B)E.2.2 Komite Nominasi melakukan proses untuk mengidentifikasi kualitas direktur sesuai dengan arahan
strategis perusahaan 547-551
(B)E.3 Penunjukan dan Pemilihan Kembali Dewan Komisaris dan Direksi
(B)E.3.1 Perusahaan menggunakan konsultan independen (search firm) atau sumber kandidat eksternal lainnya (seperti database direktur yang dibuat oleh direktur atau pemegang saham) saat mencari kandidat Direksi/Dewan Komisaris.
488, 502 & 551
No. Kriteria Halaman (B)E.4 Struktur dan Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi
(B)E.4.1 Komposisi Komisaris Independen lebih dari 50% dari jumlah keseluruhan anggota Dewan Komisaris
untuk perusahaan dengan Presiden Komisaris yang independen. -
(B)E.5 Pemantauan Risiko
(B)E.5.1 Direksi dan Dewan Komisaris menjelaskan proses tata kelola di seputar masalah TI termasuk gangguan, keamanan maya, pemulihan bencana, untuk memastikan bahwa semua risiko utama diidentifikasi, dikelola dan dilaporkan.
449-455
(B)E.6 Kinerja Direksi dan Dewan Komisaris
(B)E.6.1 Perusahaan memiliki Komite Risiko setingkat Dewan Komisaris yang terpisah 553-559 LEVEL 2 - PINALTI
(P)A. Hak Pemegang Saham (P)A.1 Hak Dasar Pemegang Saham
(P)A.1.1 Perusahaan gagal atau lalai memberikan perlakuan adil untuk pembelian kembali saham kepada semua
pemegang saham? -
(P)A.2 Pemegang saham termasuk pemegang saham institusi diperbolehkan untuk saling berkonsultasi terkait dengan pemenuhan hak-hak pemegang saham, untuk mencegah penyalahgunaan (P)A.2.1 Terdapat hambatan yang menghalangi pemegang saham untuk berkomunikasi atau berkonsultasi
dengan pemegang saham lainnya -
(P)A.3 Hak untuk berpartisipasi secara efektif dan memberikan suara dalam RUPS dan mendapatkan informasi mengenai prosedur pemungutan suara dan aturan RUPS
(P)A.3.1 Menambahkan agenda tambahan yang sebelumnya tidak diberitahukan dalam pengumuman RUPST/
RUPSLB. -
(P)A.3.2 Presiden Direksi dan Dewan Komisaris, Ketua Komite Audit dan CEO menghadiri RUPST terakhir. - (P)A.4 Struktur dan pengaturan modal yang memungkinkan pemegang saham tertentu mendapatkan
tingkat pengendalian yang tidak proporsional dengan kepemilikan ekuitas mereka harus diungkapkan Perusahaan lalai mengungkapkan keberadaan:
(P)A.4.1 Perjanjian pemegang saham -
(P)A.4.2 Voting cap -
(P)A.4.3 Multiple voting rights -
(P)A.5 Struktur dan pengaturan modal yang memungkinkan pemegang saham tertentu mendapatkan tingkat pengendalian yang tidak proporsional dengan kepemilikan ekuitas mereka harus diungkapkan
(P)A.5.1 Adanya struktur kepemilikan piramida/cross holding yang jelas. -
(P)B Perlakuan yang sama bagi pemegang saham
(P)B.1 Larangan perdagangan yang dilakukan orang dalam perusahaan dan self-dealing yang tidak adil.
(P)B.1.1 Adanya dugaan insider trading yang melibatkan Direksi/komisaris, manajemen dan karyawan dalam tiga
tahun terakhir. -
(P)B.2 Perlindungan pemegang saham minoritas
(P)B.2.1 Terdapat pelanggaran terhadap peraturan terkait mengenai transaksi material dengan pihak terkait
dalam tiga tahun terakhir. -
(P)B.2.2 Terdapat transaksi pihak terkait yang dapat diklasifikasikan sebagai bantuan keuangan (tidak berdasarkan arm’s length basis) kepada entitas selain anak perusahaan yang dimiliki perusahaan sepenuhnya
-
(P)C Peran Pemangku Kepentingan
(P)C.1 Hak–hak pemangku kepentingan yang telah ditetapkan dalam undang-undang dan perjanjian bersama harus dihargai.
(P)C.1.1 Terdapat pelanggaran hukum yang berkaitan dengan masalah ketenagakerjaan/pegawai/konsumen/
insolvensi/komersial/persaingan atau lingkungan -