SEMINAR NASIONAL
C. Penerapan Penganekaragaman Menu Pangan
SEMINAR NASIONAL
LUSTRUM KE-2
PROGRAM STUDI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA
74 kesegaran jasmani. Beberapa latihan fisik yang dapat dilakukan seperti berlari, joging, bermain bola, berenang, senam, bersepeda dan lain-lain (Menkes, 2014). Olahraga yang sering dilakukan oleh responden yaitu olahraga yang termasuk dalam kategori ringan seperti berlari, jalan santai atau senam yang dilakukan seminggu sekali dengan durasi 30 menit.
Waktu melakukan olahraga sering kali pagi atau sore hari karena salah satu olagaraga ringan seperti berjalan dilakukan saat ingin menuju kelahan responden. Untuk indikator beraktivitas fisik/olahraga responden masih kurang memahami yang mana olahgara yang terstruktur dan masuk dalam kategori olahraga dan yang mana tidak termasuk dalam kategori olahraga.
SEMINAR NASIONAL
LUSTRUM KE-2
PROGRAM STUDI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA
75 dimasak. Jenis buah-buahan yang dikonsumsi pun beragam mulai dari pisang, pepaya, semangka, buah naga, rambutan dan jenis buah-buahan lainnya namun jenis buah yang sering dikonsumsi yaitu buah pisang, semangka dan pepaya karena harganya yang ekonomis dan termasuk dalam buah-buahan untuk memenuhi kebutuhan menu gizi seimbang.
Menurut responden jika setiap hari menu makanan tidak berbeda makan akan jenuh atau bosan bagi responden dan keluarganya sehingga perlu adanya menu makanan yang selalu berbeda setiap hari. Jenis lauk pauk yang sering dikonsumsi oleh responden yaitu tempe dan tahu karena dari segi harga yang dapat dijangkau oleh responden dan bahan baku dari kedua lauk pauk tersebut berupa kacang kedelai yang termasuk dalam lauk pauk mengandung protein tinggi. Selain menu makanan utama responden juga terkadang membuat camilan untuk konsumsi tambahan di waktu senggang yang bahannya didapatkan dari hasil kegiatan usahatani sebagai wanita tani seperti singkong goreng, ubi goreng, pisang goreng dan menu lainnya sehingga dapat terlihat bahwa responden melakukan penganekaragaman pangan yang dapat memenuhi asupan kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh. Namun pengetahuan responden tentang menu gizi seimbang masih pada tingkat mengetahui makanan yang mengandung sumber gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Pengetahuan yang dimaksud yaitu responden hanya mengkonsumsi pangan yang dapat memberikan asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya namun responden tidak memperhatikan berapa kalori yang dibutuhkan tubuh. Agar dapat dikatakan memenuhi status gizi seimbang maka perlunya mengetahui batas maksimum jumlah kalori dari karbohidrat, vitamin, lemak, mineral dan protein karena pada kelompok umur tertentu memiliki kebutuhan jumlah kalori berbeda satu sama lain sehingga perlu adanya mengetahui berapa jumlah asupan yang dibutuhkan. Hasil penelitian di Lingkungan Lempake Jaya Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda bahwa responden yang berprofesi sebagai wanita tani mengerti akan apa saja bahan pangan yang dapat dikategorikan dalam menu gizi seimbang namun responden
SEMINAR NASIONAL
LUSTRUM KE-2
PROGRAM STUDI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA
76 masih tidak memahami lebih lanjut tentang berapa jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh setiap harinya dengan profesi responden sebagai wanita tani.
Berdasarkan penelitian terdahulu oleh Novitasari (2009), bahwa hubungan pengetahuan dan sikap responden dengan perilaku makan berdasarkan PUGS (Pedoman Umum Gizi Seimbang) termasuk dalam kategori baik. Sehingga dapat dilihat bahwa pengetahuan dan sikap seseorang sangat mempengaruhi perilaku makan untuk memenuhi kebutuhan gizi seseorang.
Hasil penelitian di Kelurahan Lempake menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan yang baik dalam cara memenuhi kebutuhan gizi sesuai dengan jenis pekerjaan responden yaitu sebagai responden. Berdasarkan hasil kedua penelitian diatas makan dapat terlihat adanya kesamaan hasil penelitian.
Kendala dalam penelitian Novitasari (2009), yaitu adanya atlet yang berperilaku PUGS yang baik tetapi pengetahuan kurang. Kendala yang terjadi pada responden di Kelurahan Lempake yaitu cara mengatur menu makan setiap hari seperti jenis masakan (sayuran dan lauk pauk) yang harus berbeda setiap harinya. Kendala lainnya yaitu melakukan olahraga ringan secara teratur karena aktivitas sebagai ibu rumah tangga dan faktor usia yang sudah lanjut. Namun untuk mengatasi kendala yaitu dengan cara rutin makan sesuai jam makan, rajin mengkonsumsi sayuran, buah-buahan dan lauk pauk, mengatur pola pangan manis, asin dan berminyak sehingga dapat terjaga asupan gizi seimbang setiap harinya
PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa : a. Tingkat Pengetahuan Menu Gizi Seimbang Pada Rumah Tangga Petani
Sayuran di Kelurahan Lempake Kota Samarinda termasuk dalam kategori Tinggi dengan rata-rata skor 138,964.
b. Penerapan penganekaragaman pangan dari setiap responden yaitu dengan cara membuat menu makanan selalu berbeda setiap harinya
SEMINAR NASIONAL
LUSTRUM KE-2
PROGRAM STUDI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA
77 namun responden masih kurang memahami cara memenuhi gizi
seimbang salah satunya dengan memperhatikan batas minimum dan maksimum kalori dari karbohidrat, vitamin, mineral, lemak dan protein yang dibutuhkan setiap harinya.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, L.A., 2015. Hubungan Sarapan Pagi Dengan Konsentrasi Siswa Di Sekolah.
Surabaya.ejournal.unesa.ac.id/article/17369/68/article.pdf. 25 Mei 2016.
Babys, S.G.Y., Wahyuningsih, S., dan Rodiyah. 2013. Hubungan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Gizi Dengan Status Gizi Pada Lansia Di Posyandu Lansia Hatsera Kampung Gendeng RW 17 Kelurahan Baciro
Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta.
http://journal.respati.ac.id/index.
php/medika/article/download/93/89. 10 Oktober 2015.
Beck, Mary. E. 2000. Nutrition And Dietetics For Nurses. Hal: 1. Dalam: Hartono, Dr. A.D.A., dkk. Ilmu Gizi Dan Diet. Cetakan ke-1. CV. Andi Offset.
Yogyakarta.
Daniel, M. 2005. Metode Penelitian Sosial Ekonomi: Dilengkapi beberapa Alat Analisa Dan Penuntun Penggunaan. Hal: 41. Dalam: Sinar Grafik Offset.
Metode Penelitian Sosial Ekonomi: Dilengkapi beberapa Alat Analisa Dan Penuntun Penggunaan. Cetakan ke-3. PT. Bumi Aksara. Jakarta.
Desa Lempake. 2015. Potensi Kelurahan Lempake. http://desalempakesmd.blog pot.co.id/2015/09/potensi.html. 20 Januari 2016.
Djafar, Meylina. 2015. Dampak Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Tindakan Kader Posyandu Tentang Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) Di Pondok Betung Pondok Aren. Jurnal Ilmiah Widya. Vol 2(2): 2337-6686.
http://e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/jurnal-
ilmiah/article/view/176 /155. 10 Oktober 2015. ISSN-L 2338-33.
Faizah, Nur. 2003. Menyusun Menu Usia Dini. Upi Education.
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PGTK/197011292003122- NUR_FAIZAH_ROMADONA/KES_d_GIZI/MENYUSUN_MENU.pdf.
02 Februari 2016.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang. Jurnal MenteriKesehatan.http://www.hukor.depkes.go.id/uploads/produk_hu kum PMK%20No.%2041%20ttg%20Pedoman%20Gizi%20Seimbang.pdf.
30 Januari 2016.
SEMINAR NASIONAL
LUSTRUM KE-2
PROGRAM STUDI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA
78 PASAR TUNGGAL DAN BASIS PRODUKSI PADA SEKTOR PERIKANAN
INDONESIA Praptono Guno Adi
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro Semarang E-mail : [email protected]
ABSTRAK
Regionalisasi perdagangan MEA sudah mulai dilaksanakan, tak lepas pula dalam sektor Perikanan di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) Faktor utama dalam menghadapi dan memenangkan program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), (2) Implementasi strategi dalam sektor perikanan Indonesia, dan (3) Dukungan yang diperlukan sektor perikanan dalam terbentuknya faktor utama kemenangan MEA. Data pendukung yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Data sekunder 2011 hingga tahun 2015. Metodologi analisis data adalah dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian : 1) Faktor utama dalam menghadapi dan memenangkan program MEA adalah terbentuknya Pasar Tunggal dan Basis Produksi (Single Market and Production Base) di Indonesia, 2) Implementasi faktor utama MEA dalam sektor Perikanan masih terkendala tidak meratanya ketercukupan bahan baku antar wilayah di Indonesia dan juga konflik kepentingan dalam Manajemen Sumberdaya Perikanan dengan karakteristik ―open access‖ dan pencurian sumberdaya ikan (Illegal Fishing) oleh pihak asing, dan (3) Dukungan yang diperlukan adalah Komunikasi aktif (penyuluhan) antara pemerintah – masyarakat, terbentuknya Kelembagaan Hukum dan Kesadaran Hukum yang kuat.
Kata Kunci : MEA, Single Market and Production Base, Perikanan ABSTRACT
ASEAN Economic Community (AEC) trade regionalization has been started, and it’s also inseparable for fisheries sector in Indonesia. The research aims to identify and analyze (1) Principal factor to face and win the ASEAN Economic Community (AEC), (2) Implementation for fisheries sector strategy in Indonesia, (3) Necessary support in formation of the main factors to winning the AEC . Supporting data used in this study are from Ministry of Marine and Fisheries (KKP). Secondary data years 2011 to 2015.
Methodology of analysis are descriptive analysis (qualitative). Results of the study: 1) Principal factor to face and win the AEC are creation of Single Market and Production Base in Indonesia, 2) Implementation of MEA main factors in fisheries sector are still constrained by unequal distribution of raw materials adequacy between regions in Indonesia and also there are conflicts of interest in Fisheries Resource Management with
"open access" characteristics and the Fish Theft (Illegal Fishing) by foreigners, (3) Necessary support are active communication (counselling) between government - people communities, and strong establishment of institutional and legal awareness.
Keywords : AEC, Single Market and Production Base, Fisheries
SEMINAR NASIONAL
LUSTRUM KE-2
PROGRAM STUDI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA
79 PENDAHULUAN
Keunggulan mutlak dalam arena persaingan umumnya dipergunakan sebagai ukuran seberapa besar daya saing suatu negara dalam perdagangan (internasional). Memasuki era regionalisasi ASEAN 2015 (pemberlakuan program Masyarakat Ekonomi ASEAN), semua negara anggota ASEAN menggunakan keunggulan komparatif sebagai strategi dalam memasuki era regionalisasi perdagangan MEA tahun 2016, tak terkecuali negara Indonesia.
Sektor Perikanan Indonesia memiliki keunggulan komperatif (comparative advance) dan juga keunggulan daya saing kompetitif (competitive advance) dalam sektor perikanan (60% wilayah laut) dan juga mempunyai prospek pasar domestik (peningkatan konsumsi ikan nasional) dan pasar internasional (peningkatan eksport perikanan). Kondisi regionalisasi MEA sekarang ini memunculkan suatu pertanyaan apakah faktor utama dalam memenangkan / menghadapi MEA dan bagaimanakah implementasi MEA dalam sektor Kelautan Perikanan di Indonesia. Adapun tujuan dalam penelitian adalah mengetahui dan menganalisis (1) faktor utama dalam memenangkan Program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), (2) Implementasi strategi faktor utama kemenangan MEA pada sektor perikanan Indonesia, dan (3) Dukungan yang diperlukan sektor perikanan dalam terbentuknya faktor utama kemenangan MEA.
METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data pendukung dianalisis secara kualitatif yang kemudian akan lebih mengarah kepada jawaban tujuan penelitian. Penelitian membatasi variabel dan konsep pada : Faktor penentu dalam menghadapi dan memenangkan program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), bagaimana Implementasi faktor utama kemenangan MEA tersebut dalam sektor perikanan Indonesia, dan bagaimanakah Dukungan yang diperlukan untuk terbentuknya faktor utama dalam kemenangan MEA.
Data pendukung diperoleh dengan mengunduh data sekunder, yakni data pendukung yang diperlukan dalam analisis penelitian, yang berasal dari
SEMINAR NASIONAL
LUSTRUM KE-2
PROGRAM STUDI PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNAN SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS GADJAH MADA
80 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam lingkup waktu tahun 2011 hingga tahun 2015.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Utama dalam Kemenangan Program Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)