ArmayadidanSuhartini [email protected]
Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja dengan komitmen dan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 orang karyawan PT Wana Sawit Subur Lestari, Kalimantan Tengah. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis jalur sebagai alat analisis datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kualitas kehidupan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap komitmen, kepuasan kerja, dan kinerja secara parsial, (2) komitmen dan kepuasan kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja secara parsial, (3) kualitas kehidupan kerja berpengaruh substansial secara langsung terhadap kinerja, dan (4) kualitas kehidupan kerja berpengaruh substansial tidak langsung terhadap kinerja melalui kepuasan kerja.
Hasil penelitian ini akan menambah pemahaman bahwa salah satu cara untuk meningkatkan komitmen dan kepuasan kerja adalah dengan meningkatkan kualitas kehidupan kerja karyawan.
Pada akhirnya, karyawan akan termotivasi untuk berkinerja dan mendukung pencapaian tujuan organisasi
Kata Kunci:Kualitas Kehidupan Kerja, Komitmen, Kepuasan Kerja, Kinerja ABSTRACT
This study aims to determine the impact of quality of work life on performance with commitment and job satisfaction as the intervening variables. The respondent of this research were 100 employees of PT. Wana Sawit Subur Lestari, Central Kalimantan. Data collection methods use a questionnaire and path analysis is used to analyze the data. Results of this study indicate that (1) quality of working life positively and significantly influence commitment, job satisfaction, and performance partially, (2) commitment and job satisfaction positively and significantly influence performance partially, (3) direct substansial influence of quality of work life on performance, and (4) indirect substansial influence of quality of work life on performance toward job satisfaction.
Result of this study will add to the understanding that one sure way to enhance commitment and satisfaction of employees is by improving their quality of work life. Consequently, employees will be motivated to achieve performance and the organizational goals.
keywords :quality of work life, commitment, job satisfaction, and performance
STUDI EKSPERIMEN DAMPAK KONFIGURASI KEADILAN DISTRIBUTIF DAN INTERAKSIONAL PADA PERILAKU RETALIASI GENERASI MILLENNIALS
Majang PalupidanHeru Kurnianto Tjahjono, [email protected] [email protected]
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Indonesia,Universitas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
ABSTRAK
Studi-studi terkait perlakuan yang adil di dalam organisasi dan dampaknya pada sisi disfungsional di dalam organisasi relatif jarang dilakukan, terlebih melihat dampak spesifik pola konfigurasi keadilan organisasional pada perilaku retaliasi. Tujuan penelitian ini adalah menguji secara spesifik konfigurasi keadilan distributif (KD) dan keadilan interaksional (KI) dalam berbagai situasi dan dampaknya pada perilaku retaliasi. Studi menggunakan generasi millenials sebagai subjek untuk mendapatkan pemahaman mengenai kecenderungan sikap dan perilaku generasi tersebut dalam merespon keadilan secara distributif dan interaksional. Studi eksperimen dilakukan untuk memperoleh situasi artifisial dalam empat situasi keadilan yaitu KD tinggi - KI tinggi, KD tinggi - KI rendah, KD rendah - KI tinggi dan KD rendah - KI rendah. Hasil menunjukkan bahwa interaksi keadilan distributif dan keadilan interaksional berdampak secara berbeda pada perilaku retaliasi, dan generasi millennials mempunyai kecenderungan untuk lebih peduli pada kesejahteraan dibandingkan aspek interaksional.
Kata kunci :keadilan distributif, keadilan interaksional, perilaku retaliasi, generasimillennials ABSTRACT
Studies related to fair treatment within the organization and its impact on the dysfunctional side within the organization are relatively rare, especially in view of the specific impact of patterns of organizational justice configuration on retaliation behavior. The purpose of this study is to examine specifically the configuration of distributive justice (DJ) and interactional justice (IJ) in various situations and their impact on retaliation behavior. The study uses millenial generation as subject of this study to gain an understanding of the trend of attitudes and behaviors of such generations in responding to distributive and interactional justices. This experimental study was conducted to obtain an artificial situation in four situations of justice ie high DJ - high IJ, high DJ- low IJ, low DJ - high IJ and low DJ - low IJ. The results show that interaction of distributive justice and interactional justice impacts differently on retaliation behavior, and millennials generation has a tendency to be more concerned with their well-being than interactional aspects.
keywords :distributive justice, interactional justice,retaliation behavior, millennials generation
138 FORUM MANAJEMEN INDONESIA (FMI) KE-9, November 2017 ISBN:978-602-8557-31-3
REKRUITMEN ANGGOTA BARU PEMANDU WISATA DI PAGUYUBAN PEMANDU PERJALANAN WISATA (PAPTA) DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MELALUI
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMANDUAN WISATA Ema Rahmawati
Fakultas Pariwisata, Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang Jl. Kendeng V Bendan Ngisor, Semarang Telp. 024 8414970
ABSTRAK
Pemandu wisata merupakan seseorang yang berperan penting dalam kegiatan perjalanan wisata.
Kebutuhan akan pemandu wisata sudah semakin banyak, tetapi menilik dari jumlah pemandu wisata yang ada ternyata masih saja belum dapat memenuhi permintaan dari konsumen (wisatawan maupun biro perjalanan serta agen wisata) yang membutuhkan jasa pemandu wisata. Paguyuban Pemandu Perjalanan Wisata (PAPTA) Daerah Istimewa Yogyakarta menjawab tantangan akan kebutuhan pemandu wisata tersebut salah satunya dengan mengadakan rekruitmen anggota baru dengan melalui sistem pendidikan dan pelatihan kepemanduan wisata. Proses rekruitmen ini melalui beberapa tahapan dari mulai persiapan, pendaftaran, seleksi calon peserta hingga pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. Proses rekruitmen dari awal persiapan hingga pelaksanaan pendidikan dan pelatihan memakan waktu 3 minggu dengan 18 hari efektif. Program pendidikan dan pelatihan ini melibatkan narasumber yang berkompeten di bidangnya baik dari pemerintahan, akademisi, profesional maupun praktisi pariwisata. Materi yang diberikan selama pendidikan dan pelatihan adalah materi-materi yang dibutuhkan oleh calon-calon pemandu wisata dan dapat menunjang profesinya. Program pendidikan dan pelatihan sendiri dilaksanakan selama 6 hari dengan sistem pemberian teori di kelas, simulasi serta praktik lapangan. Dari 50 peserta yang lolos seleksi serta 34 peserta yang mendaftar ulang, hanya 32 peserta yang mengikuti program pendidikan dan pelatihan hingga selesai yang kemudian secara otomatis menjadi anggota baru Paguyuban Pemandu Perjalanan Wisata (PAPTA) Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya setelah proses rekruitmen melalui pendidikan dan pelatihan tersebut selesai, para peserta secara otomatis menjadi anggota baru dari Paguyuban Pemandu Perjalanan Wisata (PAPTA) Daerah Istimewa Yogyakarta yang selanjutkan diarahkan untuk dapat disalurkan kepada para rekanan agar dapat mengaplikasikan keilmuan yang telah diperolehnya selama pendidikan dan pelatihan.
Pengaplikasian ilmu tersebut dapat melalui kegiatan magang, escort ataupun praktik langsung memandu bagi yang telah berpengalaman sebagai pemandu wisata. Dengan adanya rekruitmen anggota Paguyuban Pemandu Perjalanan Wisata (PAPTA) Daerah Istimewa Yogyakarta melalui program pendidikan dan pelatihan kepemanduan wisata diharapkan dapat berkontribusi menjawab tantangan pasar akan kebutuhan pemandu wisata dengan menambah jumlah pemandu wisata yang tidak hanya secara kuantitas tetapi pemandu wisata yang berkualitas karena mereka dibekali dengan segudang kompetensi keahlian serta ilmu dan keterampilan pendukung.
Kata Kunci: Pendidikan dan Pelatihan, Pemandu Wisata, PAPTA DIY