BAB I PENDAHULUAN
G. Metode Penelitian
7. Pengecekan Keabsahan data
menggunakan sikap kritis, skeptis dan terbuka untuk mendapatkan simpulan yang valid. Oleh karena itu simpulan harus diverifikasi terus menerus hingga diperoleh simpulan “jenuh”, yang tidak memberikan peluang terhadap simpulan yang lain.38
4) Reviu Informan.
Mengkomunikasikan hasil analisis dengan informan utama penelitian.
b. Transperability data (keteralihan)
Keteralihan (transferability), pada dasarnya merupakan validitas eksternal pada penelitian kualitatif. Dapat terpenuhi dengan memberikan deskripsi secara rinci dan mendalam tentang hasil dan konteks penelitian. Keteralihan bergantung pada kesamaan konsep antar konteks pengirim dan penerima.
Tujuan dari keteralihan ini agar orang lain dapat memahami hasil penelitian, maka peneliti dalam membuat laporannya harus memberikan uraian yang rinci, jelas, sistematis, dan dapat dipercaya40. Karena itu, dalam konteks ini, teradapat dua kriteria yakni 1) adanya pengirim dan 2) Penerima.
c. Kepastian (Konfermability)
Kriteria ini digunakan untuk menilai hasil penelitian yang dilakukan dengan cara mengecek data dan informasi secara interpretasi hasil penelitian yang didukung oleh materi yang ada dengan satu kriteria yang disebut derajat credibeitiy. Uji keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini melalui keempat derajat kepercayaan (credibility) dan teknik yang digunakan adalah triangulasi. Triangulasi adalah teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah dikumpulkan41. Triangulasi (penggabungan) data yang penulis maksud adalah untuk membandingkan data yang didapatkan di SMPN 3 Praya dan SMPN 4 Praya Tengah, yaitu melalui sumber data primer seperti kepala sekolah, Wakasek, guru- guru senior dll dan sumber data sekunder seperti wali murid dan masyarakat dengan menggabungkan data dari hasil data observasi, hasil data wawancara dan data dokumentasi.
Dengan demikian penulis dapat mengetahui peran
40 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. (Bandung: Alfabeta CV, 2017), 276
41 Arikunto, Suharsini, Prosesur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT Rineka Cipta, Cet. Ketigabelas, 2006), 10
kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin kerja tenaga pendidikan di SMPN 3 Praya dan SMPN 4 Praya Tengah.
d. Kebergantungan (Depandibility)
Kriteria ini digunakan untuk menjaga kehati-hatian akan terjadinya kemungkinan kesalahan dalam pengumpulan dan menginterprestasikan data sehingga data dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kesalahan sering dilakukan oleh manusia itu sendiri terutama peneliti karena keterbatasan pengalaman, waktu, pengetahuan. Karena itu dalam aktivitas ini terdapat satu kriteria yang disebut dengan audit yang dilakukan oleh auditor independen.
H. Sistimatika Pembahasan
Gambaran keseluruhan penelitian ini peneliti uraikan dengan sistematika sebagai berikut.
Bagian awal dari penelitian ini adalah halaman sampul, halaman judul, halaman pernyataan keaslian, halaman pengesahan, halaman persetujuan tim penguji, halaman moto, halaman persembahan, abstrak, halaman transliterasi dan daftar isi.
Bab I Pendahuluan, membahas tentang: Latar belakang masalah, Rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, ruang lingkup dan seting penelitian, penelitian terdahulu yang relevan, kerangka teori tentang Peran Kepala Sekolah dalam mengembangkan budaya literasi baca tulis pada SMPN 3 Praya dan SMPN 4 Praya Tengah, metode penelitian, dan sistemtika pembahasan.
Bab II membahas tentang paparan data dan hasil temuan di lapangan. Dalam bab ini peneliti memaparkan bagaimana Peran Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Literasi Baca Tulis pada SMPN 3 Praya dan SMPN 4 Praya Tengah.
Bab III membahas tentang paparan data dan hasil temuan di lapangan. Dalam bab ini peneliti memaparkan bagaimana Penerapan Budaya Literasi Baca Tulis pada SMPN 3 Praya dan SMPN 4 Praya Tengah
Bab IV Penutup berisi Kesimpulan, Implikasi teoritik dan Saran.
BAB II
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA LITERASI BACA TULIS DI SMPN 3 PRAYA DAN
SMPN 4 PRAYA TENGAH
Bab ini peniliti memaparkan data dan temuan penelitian, hal tersebut sesuai dengan fokus penelitian yang membahas tentang peran Kepala Sekolah dalam mengembangkan budaya literasi baca tulis.
Pada penelitian ini, peneliti melakukan wawancara yang mendalam, melakukan pengamatan, serta mengambil dokumentasi dengan para informan kunci yang dianggap mampu untuk dimintai keterangan terkait dengan data-data yang dibutuhkan, dalam hal ini kepala sekolah, wakasek kurikulum, guru, Staf tata Usaha dan Peserta didik. Maka pada bab ini dipaparkan secara sistematis data-data yang didapatkan dilapangan.
B. Paparan Data Hasil Penelitian 1. Profil SMPN 3 Praya
SMP Negeri 3 Praya bernaung dibawah Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, berlokasi di jalan Praya-Mantang Desa Aikmual Kecamatan Praya 5,50 km, Sekolah berdiri sejak tahun 1981 dan telah memiliki bangunan sendiri.
Kurikulum yang digunakan disekolah ini adalah dengan menerpakn kurikulum 2013 serta pembekalan pengetahuan sebagai bekal utama peserta didik dalam melanjutkan Pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Sekolah ini diawal berdirinya adalah buah dari keinginan dan antusisme masayarakat untuk meyiapkan anak- anaknya agar mendapatkan pelayanan Pendidikan yang lebih baik agar menjadi generasi penerus yang mampu bersaing dan memiliki wawasan ilmu pengetahuan.
Sekolah dengan lingkungan belajar yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara maksimal yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Untuk itu maka SMP Negeri 3 Praya mempunyai visi sebagai berikut
“Berprestasi, Terampil, Unggul Dalam Informatika Dan Berakhlak Mulia”.
Untuk menjalankan Langkah-langkah strategis sekolah maka visi yang sudah dibuat Bersama dituangkan dalam misi sekolah sebagai berikut:
a. Mengembangkan sikap dan ahlak mulia di dalam dan luar lingkungan sekolah.
b. Mengembangkan budaya gemar membaca, rasa ingin tahu, bertoleransi, bekerja sama, saling menghargai, disiplin, jujur, kerja keras, kreatif, dan mandiri.
c. Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, rapi, bersih, dan indah.
d. Menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, menyenangkan, komunikatif, percaya diri,dan demokratis.
e. Mengupayakan pemanfaatan waktu belajar, sumber daya fisik, dan manusia agar memberikan hasil yang terbaik bagi perkembangan peserta didik.
f. Menanamkan kepedulian sosial dan lingkungan, cinta damai, cinta tanah air, semangatkebangsaan, dan hidup demokratis.
g. Mengembangkan pembelajaran Informatika dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
SMP Negeri 3 Praya berdiri di tanah seluas 15.785 m2 dengan luas bangunan 8.312 m2, tanah tersebut merupakan milik pemerintah, secara geografis terletak -8.665110 Lintang Utara, 116,284961 Bujur Selatan dengan batas sekolah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan persawahan warga
b. Sebelah selatan berbatasan dengan sekolah TK Darmawanita c. Sebelah barat berbatasan dengan perkampungan warga
d. Sebelah timur berbatasan dengan jalan raya Praya-Mantang 5,50 km.
Dilihat dari letak geografisnya sekolah ini sangat strategis, akses menuju sekolah terasa cepat, mudag, asri, nyaman, kondusif dan tenang. Dengan kemudahan akses yang dimiliki dan lingkungan sekolah yang menyenangkan sekolah ini memiliki siswa yang cukup dilihat dari banyaknya pendaftar setiap tahun, sebagaimana pada table berikut:
Tabel 2.1
Jumlah Pendaftar Peserta didik Baru 3 (tiga) tahun terakhir Tahun Jumlah Pendaftar
Peserta didik baru
Jumlah peserta didik baruyang diterima
2019/2020 122 112
2020/2021 129 129
2021/2022 116 116
Antusiasasnya peserta didik baru yang mendaftar disekolah ini tentunya tidak lepas dari prestasi output yang didapatkan oleh peserta didik disekolah ini, dimana nilai UN yang diperoleh cukup memuaskan, terutama pada empat bidang study yang di Unkan.
Sebagaimana pada table berikut:
Tabel 2.2
Prestasi Akademik Nilai UN tiga tahun terakhir Tahun
Pelajaran
Rata-rata Nilai UN Bhs.
Indo IPA Matematika Bhs.
Inggris Jumlah Rata- rata 2016/2017 6.17 6.18 6.75 7.05 26.15 6.54 2017/2018 64.23 55.45 46.76 54.02 220.46 55.12 2018/2019 58.99 41.47 32.31 40.92 173,7 43.42
Tabel 2.3
Jumlah Peserta didik tiga tahun terakhir
Tahun Ajaran
Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 Total
Jml.
Siswa
Jml.
Rombel Jml.
Siswa
Jml.
Rombel Jml.
Siswa
Jml.
Rombel Jml.
Siswa
Jml.
Rombel
2020/2021 129 5 109 4 120 4 359 13
2019/2020 112 4 122 5 107 5 339 14
2018/2019 122 4 105 5 110 5 337 14
Pada tahun pelajaran 2020/2021, jumlah pendidik dan tenaga kependidikan secara keseluruhan adalah 34 Orang, terdiri tenaga pendidik 31 orang, tenaga Administrasi 3 orang, security 1 orang dan penjaga 1 orang. Laki-laki 18 Orang, perempuan 17 orang.
Untuk lebih jelasnya tentang keadaan pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 3 Praya, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 2.4
Data Keadaan Guru dan Pegawai
No
. Tingkat Pendidikan
Jumlah dan Status Guru
Jumlah GT/PNS GTT/Guru Bantu
L P L P
1. S3/S2 1 1 2
2. S1 7 12 6 4 29
3. D-4
4. D3/Sarmud 3 3
5. D2
6. D1
7. ≤ SMA/sederajat 1 1
Jumlah 11 13 7 4 35
Keadaan guru pada SMPN 3 Praya terdiri dari Guru PNS dan Guru Honorer serta sebagaian besar mengampu mata pelajaran sesuai dengan keahliannya, sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikutt:
Tabel 2.5
Data guru dengan tugas mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan (keahlian)
No.
Guru
Jumlah guru dengan latar belakang pendidikan sesuai dengan tugas mengajar
Jumlah guru dengan latar belakang pendidikan yang TIDAK sesuai dengan tugas
mengajar Jumlah
D1/D2 D3/
Sarmud S1/D4 S2/S3 D1/D2 D3/
Sarmud S1/D4 S2/S3
1. IPA 1 4 5
2. Matematika 1 3 4
3. Bahasa Indonesia 1 2 3
4. Bahasa Inggris 2 1 3
5. Pendidikan Agama 2 2
6. IPS 3 3
7. Penjasorkes 3 3
8. Seni Budaya 0 3 3
9. PKn 1 1 2
10. Prakarya 0 3 3
Jumlah 3 20 2 6 31
Tabel 2.6
Keadaan Murid dan Rombongan Belajar
No Nama
Rombel
Tingkat Kelas
Jumlah Siswa
Wali Kelas
L P Total
1 Kelas VII A 7 14 12 26 Hikmah, S.Pd
2 Kelas VII B 7 15 11 26 Seniatun Pastrum, S.Pd
3 Kelas VII C 7 12 13 25 Baiq Erna Susilawati, S.PdI
4 Kelas VII D 7 15 11 26 Ernawati, S.Pd
5 Kelas VII E 7 15 11 26 Irhamudin, S.Pd
6 Kelas VIII A 8 16 13 29 Suharti, S.Pd
7 Kelas VIII B 8 14 14 28 Baiq Hesfi Yusrida, S.Pd 8 Kelas VIII C 8 13 14 27 Hj. Siti Wachidah, S.Pd 9 Kelas VIII D 8 14 12 26 Baiq Indrawati, S.Si
10 Kelas IX A 9 12 15 27 Hj. Nurhasanah, S.Pd
11 Kelas IX B 9 16 15 31 H. Humaidi, S.Ag
12 Kelas IX C 9 14 17 31 Surasa, S.Pd
13 Kelas IX D 9 14 17 31 Heny Kusmawati, S.PdI
Tabel 2.7 Data Kebutuhan Guru
NO MATA
PELAJARAN
KEBUT UHAN
YANG ADA
KUR ANG
LEBIH KET
1 PKN 1 1
2 PAI 1 1 1 GTT
3 BAHASA
INDONESIA
3 3
4 MATEMATIKA 3 4 1
5 IPA 3 5 2
6 IPS 3 3
7 PENJASKES 2 1 1 2 GTT
8 BAHASA INGGRIS 3 3
11 BP/BK 2 2
12 SENI BUDAYA 2 0 2 2 GTT
13 PRAKARYA 2 0 2
Jumlah 25 23 5 3
Tabel 2.8
Data Keadaan Pegawai dan Kebutuhan
No URAIAN KEBUT
UHAN
YANG ADA
KUR ANG
LEBIH KET
1 Kepala Sekolah 1 1 -
2 Bendahara 1 1 - -
3 Kepegawaian 1 1 - -
4 Perlengkapan/Pemb.Perlengkapan 1 0 1 -
5 Kesiswaan 1 1 - -
6 Kearsipan 1 1 - -
7 Perpustakaan 1 1 - -
8 Penjaga Sekolah 1 1 - -
9 Pembantu Umum 1 0 1 -
10 Cleaning Service 2 0 2 -
11 Satpam 1 0 1 -
12 Laboran 1 0 - -
Jumlah 13 6 6
Dari table tersebut di atas dapat dilihat bahwa kekurangan Tenaga Kependidikan yang dimiliki oleh SMPN 3 Praya adalah sebanyak 6 Orang, sedangkan untuk tenaga pendidik sudah cukup sesuai dengan kualifikasi Pendidikan yang dimiliki, sehingga untuk melaksanakan kegiatan liiterasi tidaklah kesulitan.
Tabel 2.9 Data ruang Belajar
Kondisi
Jumlah dan ukuran
Jml. ruanglainnya yg digunakan untuk R. Kelas
(e)
Jumlah ruang yg digunaka
n u.
R. Kelas (f)=(d+e) Ukuran
7x9 m2 (a)
Ukuran
> 63m2 (b)
Ukuran
< 63 m2 (c)
Jumlah (d) =(a+b+c)
Baik 12 12
16
Rsk ringan 4 4
Rsksedang Rsk Berat
Jumlah 16
Tabel 2.10
Data Ruang Belajar Lainnya
Jenis Ruangan Jumlah
Ruang Ukuran (pxl)
Kondisi*
)
Jenis Ruangan Jumlah
Ruang Ukuran (pxl)
Kond isi
1. Perpustakaan 1 12x8m B 6. Lab. Bahasa -
2. Lab. IPA
1 12x11m B 7.Lab.
Komputer 1 9x11
3. Ketrampilan
1 15x11m RB 8. Serbaguna / aula
-
4. Multimedia - 9. Lain-lain -
5. Kesenian - 10. TU 1 9x7
Tabel 2.11 Data Ruang Penunjang
Jenis Ruangan Jumlah
Ruang Ukuran (pxl)
Kondisi*) Jenis Ruangan
Jumlah
Ruang Ukuran (pxl)
Kondisi
1. Gudang - 6. Ibadah 1 11x7m B
2. KM/WC Guru 2 3x2m B 7. Hall/lobi - - 3. KM/WCSiswa
8 2M2 RB 8. Kantin
- -
4. PMR/Pramuka - 9. Rumah
Penjaga
5. OSIS - 10. Pos Jaga 1 B
2. Profil SMPN 4 Praya Tengah
SMP Negeri 4 Praya Tengah dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok tengah, terletak di jalan raya Lajut - Sesake Kecamatan Praya Tengah. Sekolah ini berdiri tahun 2008 dan telah memiliki bangunan sendiri.42
Sekolah ini menggunakan kurikulum 2013 serta pembekalan pengetahuna sebagai bekal untuk melanjutkan Pendidikan kejenjang yang yang lebih tinggi. Sekolah ini merupakan sekolah yang awal berdirinya merupakan inisiatif dari tokoh masyarakat sekitar, karena dengan bertambahnya jumlah penduduk sehingga untuk menyekolahkan anak-anaknya pada saat itu jauh dari jangkauan lokasi mereka.
Visi SMP Negeri 4 Praya Tengah adalah “Unggul dan Berprestasi Berdasarkan Iman dan Taqwa” dengan Misi 1) melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif melalui pendekatan kontekstual; 2) memberdayakan pendidik dan tenaga kependidikan yang berkompeten; 3) mengembangkan manajemen berbasis sekolah yang transparan dan akuntabel dan amanah; 4) memperkokoh nilai-nilai agama dan meningkatkan kegiatan keagamaan bagi peserta didik.
SMP Negeri 4 Praya Tengah berdiri di atas tanah seluas 11.361 m2 dan luas bangunan 961 m2, tanah tersebut merupakan milik pemerintah. Secara geografis terletak pada -8.737044 Lintang Utara, 116.290614 Bujur Selatan
Dilihat dari letak geografisnya sekolah ini berada di Desa Sesake Kecamatan Praya Tengah, dengan batas sekolah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan persawahan warga
b. Sebelah selatan berbatasan dengan Jalan Lajut-Sesake km. 0,5
42 Dokumen SMPN 4 Praya Tengah
c. Sebelah barat berbatasan dengan perkampungan warga dan Persawahan
d. Sebelah timur berbatasan dengan Perkampungan dan Persawahan
Keadaan guru pada SMPN 4 Praya Tengah terdiri dari Guru PNS dan Guru Tidak Tetap (GTT) serta sebagaian besar mengampu mata pelajaran sesuai dengan keahliannya.
Pada tahun pelajaran 2020/2021, jumlah pendidik dan tenaga kependidikan secara keseluruhan adalah 25 Orang, terdiri tenaga pendidik 20 orang, tenaga Administrasi 4 orang, security dan penjaga 1 orang. Laki-laki 14 Orang, perempuan 11 orang.
Untuk lebih jelasnya tentang keadaan pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 4 Praya tengah, dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel : 2.12
Keadaan Pendidik dan tenaga Kependidikan SMPN 4 Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah
No Nama L/P Status Tugas/Mengajar
1 Drs H. Lalu Wirejamin, M.Pd. L S2 Kepsek/IPS
2 H. Dianam, S.Pd L S1 IPA
3 Najamudin, S.Pd L S1 Matematika
4 Ahmad Sapari, S.Pd P S1 PPKn
5 Sri Astitu, S.Pd P S1 Matematika
6 Pathurakhman, S.Pd L S1 IPA
7 Zaenudin, S.Pd L S1 Bahasa Indonesia
8 Wahdini, S.Pd P S1 BK
9 Pan Rahayu, S.Pd L S1 IPS
10 H. L. Wirajaya, S.Pd L S1 Penjaskes
11 Nini Subdiana, SPI P S1 IPA
12 Baiq Nurbuana, S.Pd P S.1 Bahasa Inggris
13 H. Nadri, S.Pd L S1 Bahasa Inggris
14 Ahmad Syafawi, M.Ag L S1 PAI
15 Atmaji, S.Pd L S1 IPS
16 Andi Fathullah, SE L S1 IPS
17 Roihatul Ilmi, S.Pd P S1 Matematika
18 Abdul Gafur, S.Pd L S1 Bahasa Indonesia
19 Uswatun Hasanah, S.Pd P S1 BK
20 Diwi Aryani, S.Pd P S1 IPS
21 Hasanah P SMA PT
22 Muhidin L SMA PT
23 Suherni, A.Md P SMA PTT
24 Inggi Guna Istia, S.E.I p S1 PTT
25 Sukarma L SMA Security
Sumber Data : Dafatar Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMPN 4 Praya Tengah, Dapodik 2020
Adapun Jumlah Siswa SMPN 4 Praya Tengahpada tahun pelajaran 2021/2022 adalah sebanyak 186 orang, terdiri dari laki- laki 103 orang, perempuan 83 orang, yang terbagi menjadi 7 rombel. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel : 2.13.
Keadaan Peserta didik SMPN 4 Praya TengahKabupaten Lombok Tengah
No Kelas L P Total
1 Kelas 7 30 25 55
2 Kelas 8 31 30 61
3 Kelas 9 42 28 70
Total 103 83 186
Sumber Data : Jumlah Peserta didik SMPN 4 Praya Tengah, Dapodik 2020 Tabel : 2.14.
Keadaan Sarana dan Prasarana SMPN 4 Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah
No Nama Prasarana Fasilitas
1 Ruang Kelas
Meja Siswa Kursi Siswa Meja Guru
Kursi Guru Papan Tulis Tempat Sampah Simbol Kenegaraan
2 Perpustakaan
Tempat Sampah Rak Buku Meja Baca Kursi Baca Kursi Kerja
Meja Kerja / sirkulasi Simbol Kenegaraan
3 Lapangan Olahraga Gawangan
Bola Sepak
4 Kamar Mandi
Kloset Jongkok Tempat Air (Bak) Gayung
Gantungan Pakaian
5 R. BP/BK
Komputer Jam Dinding Kursi Kerja
Meja Kerja / sirkulasi
6 R. Kepsek
Meja Pimpinan Kursi dan Meja Tamu Cermin
Taplak meja Data board
7 R. TU
Meja TU Kursi TU Lemari Printer TU Komputer Tempat Sampah Filing Kabinet Papan Statistik
Soket Listrik/Kotak Kontak
8 R. Loby Kursi dan Meja tamu
9 Kamar Mandi Siswa
Tempat Sampah Kloset Jongkok Gayung
Gantungan Pakaian Tempat Air
10 Kamar Mandi Kepsek
Tempat Sampah Kloset Jongkok Gantungan Pakaian Gayung Air
Tempat Air
Sumber Data : Keadaan sarana dan prasarana SMPN 4 Praya Tengah, Dapodik 2020
C. Peran Kepala Sekolah Dalam Mengembangkan Budaya Literasi Baca Tulis Pada SMPN 3 Praya
Sebagai pemimpin yang bertanggung jawanb terhadap keberhasilan dari tujuan organisasi sekolah, hal yang paling mendasar yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah mencakana visi dan misi dari sebuah organisasi sekolah. Karena itu menetapkan visi dan misi adalah peran yang paling mendasar dari kepemimpinan kepala sekolah.
sebagaimana yang dikatakan oleh kepala sekolah SMPN 3 Praya dalam hasil wawancara berikut ini:
SMPN 3 Praya memiliki visi dan misi; Berprestasi, Terampil, Unggul Dalam Informatika Dan Berakhlak Mulia”. Sementara misinya adalah pertama Mengembangkan sikap dan ahlak mulia di dalam dan luar lingkungan sekolah, kedua Mengembangkan budaya gemar membaca, rasa ingin tahu, bertoleransi, bekerja sama, saling menghargai, disiplin, jujur, kerja keras, kreatif, dan mandiri. ketiga Menciptakan lingkungan sekolah yang aman, rapi, bersih, dan indah. keempat, kelima Menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman, menyenangkan, komunikatif, percaya diri, dan demokratis. Keenam Mengupayakan pemanfaatan waktu belajar, sumber daya fisik, dan manusia agar memberikan hasil yang terbaik bagi perkembangan peserta didik. Ketujuh, Menanamkan kepedulian sosial dan lingkungan, cinta damai, cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan hidup
demokratis. Kedelapan Mengembangkan pembelajaran Informatika dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari- hari43.
Poin kedua dari misi sekolah tersebut adalah mengembangkan budaya gemar membaca, rasa ingin tahu, bertoleransi, bekerja sama, saling menghargai, disiplin, jujur, kerja keras, kreatif, dan mandiri.
Merujuk pada visi dan misi sekolah tersebut, peran kepala sekolah secara sadar mencanangkan dan menjadikan budaya literasi menjadi salah satu terget dari tugas kepemimpinan kepala sekolah. Karena itu, dari misi tersebut kepela sekolah mengatur strategi sebagai jalan dalam mengimplementasikan misi tersebut.
Salah satu strategi yang dilakukan oleh kepala Sekolah dalam menerapkan budaya literasi sekolah adalah strategi baca selama 15 menit. sebagaiman yang diakui oleh kepala sekolah SMPN 3 mengatakan bahwa;
“Strategi saya adalah dengan menggerakkan minat baca peserta didik melalui kegiata literasi 15 menit sebelum pemeblajaran di mulai dan menghimbau kepada guru untuk melaksanakan literasi saat pembelajrana di kelas”44.
Hal ini dilakukan menurut kepala sekolah karena stretegi akan sia-sia tanpa tujuan yang jelas;
“Untuk membutuhkan hasil yang maksimal dari tujuan, maka saya perlu strategi dalam mengelola sekolah. Karena menurut saya sebuah pengelolaan tanpa strategi akan sia-sia, sebab dalam strategi kita mneyusun rencana terkait cara kita mencapai tujuan”45.
Peran kepala sekolah di atas secara detail dijelaskan bahwa;
“sejauh ini saya menerapakan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai, melakukan supervise guru baik administrasi maupun supervise kelas untuk memantau sejauh mana literai diterapkan”46
Lebih lanjut dijelaskan.
Peran dan kebijakan kepala sekolah tersebut terkait dengan budaya literasi diskolah berdasarkan pada pemahaman pimpinan
43 Lalu Ishak, Wawancara; SMPN 3 Praya, 8 Januari 2022
44 Lalu Ishak, Wawancara; SMPN 3 Praya, 8 Januari 2022
45 Lalu Ishak, Wawancara; SMPN 3 Praya, 8 Januari 2022
46 Lalu Ishak, Wawancara; SMPN 3 Praya, 8 Januari 2022
tentang Budaya literasi, dimana budaya literasi dianggap sangat penting, selain untuk meningkatkan prestasi belajar siswa namun juga menumbuhkan budi pekerti melalui pembiasaan positif yaitu budaya membaca dan menulis agar menjadi pembelajar sepanjang hayat47.
Sebagaimana pandangan kepala sekolah menjelaskan mengenai langkah-langkah dalam mengetahui literasi siswa di sekolah yang dipimpin, yakni bahwa;
Untuk mengetahui tingkat literasi baca tulis peserta didik, saya melakukan observasi dan pengecekan langsung secara acak dalam waktu yang tidak terjadwal. Pertama saya mengecek ke perpustakaan untuk mengetahui seberapa banyak dan sering anak mengunjungi perpustakaan, memantau kegiatan literasi, menanyakan kepada anak terakit pengetahuan umum yang sangat mendasar, sesekali meminta mereka bercerita apa tentang buku apa yang pernah mereka baca dan apa kesimpulan mereka terhadap buku tersebut.48.
Terkait dengan pengembangan budaya literasi ini, pihak kepala sekolah berusaha melibatkan kegiatan MGMP dalam membantu pengembangan Budaya literasi sisw karena dalam MGMP guru membahas persoalan kemampuan literasi siswa dan upaya-upaya peningkatan kemampuan literasi mereka. Meskipun dalam praktiknya kerjasama ini terkadang ada beberapa kendala yang dianggap menjadi tantangan seperti masih sulitnya para guru untuk menghadapi perubahan dan membuat perubahan, susahnya beradaptasi dengan dunia yang serba teknologi, dan rendahnya semangat belajar dan kesadaran akan tanggungjawab menjadi kendala yang cukup berarti.
Terkait dengan tantangan tersebut, kepala sekolah berusaha mengembangkan potensi guru melalui kegitan seminar dan pelatihan yang difasilitasi oleh sekolah, sebagaimana pernyataan kepala Sekolah berikut ini;
untuk kegiatan seminar atau pelatihan di sekolah semua guru mengikuti dengan baik, namun mereka belum melakukan secara mandiri untuk mengikuti seminar atau diskusi ilmiah di luar sekolah, hanya beberapa guru yang melakukann seminar dan kegiatan ilmiah secara mandiri. Pengembangan kompetensi guru
47 Lalu Ishak, Wawancara; SMPN 3 Praya, 8 Januari 2022
48 Lalu Ishak, Wawancara; SMPN 3 Praya, 8 Januari 2022
dalam MGMP berpengaruh pada pelaksanaan kegiatan belajar di kelas, apakah mereka difasilitasi untuk kegiatan literasi yang cukup selama pembelajaran, bagaimana implementasinya, dll49 Selain melalui cara tersebut, pihak sekolah menyediakan
perpustakaan sebagai wadah pengembangan kemampuan secara personal guru, meskipun pemanfaan perpustakaan menurut kepala sekolah masih belum maksimal. Sebagaimana informasi salah seorang guru berikut ini;
Pemanfaatan perpustakaan bagi guru-guru belum maksimal, di samping karena kami masih kekurangan buku bacaan untuk guru, kami juga masih butuh banayk berbenah untuk sarana dan prasarana perpustakaan agar perpustakaan layak dan nyaman untuk belajar. Sebagai cara dalam mendukung pengengambengan50
Langkah lain untuk mendorong terjadinya peningkatan literasi pada sekolah ini adalah pelaksanaan supervise internal seperti kunjungan kelas, dengan cara ini kreatifitas guru dapat dipantau.
Sebagaiman pengakuan dari kepala sekolah berikut ini;
“Supervisi perangkat pembelajaran dan supervise kelas sangat terkait dengan pengembangan budaya literasi. Kreatifitas guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan mengaplikasikannya di kelas sangat membantu peningkatan budaya literasi pada peserta didik”51.
Walaupun diakui bahwa supervise yang dilakukan sekolah tersebut secara khusus terkait Literasi tidak memilikinya, namun secara umum kepala Sekolah biasanya mengaitkan kegiatan pembelajaran dengan kegiatan literasi. Menurut pengakuan kepala sekolah bahwa supervisi dilakukan melibatkan guru-guru senior. Sebagaimana hasil wawancara berikut ini;
Dalam supervises saya melibatkan tim yang terdiri dari guru- guru senior yang kompeten pada pengembangan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk perekembangan literasi. Karana tujuan dari semua ini adalah untuk pengembangan budaya literasi guru masih butuh
49 Lalu Ishak, Wawancara; SMPN 3 Praya, 8 Januari 2022
50 Romi Asnawibawa, Wawancara, SMPN 3 Praya, 20 Januari 2022
51 Lalu Ishak, Wawancara; SMPN 3 Praya, 8 Januari 2022