BAB VI PENUTUP
C. Saran
Sebagai upaya dalam memberikan motiviasi dan pelayanan serta bantuan terhadap guru untuk mewujudkan proses kegiatan belajar mengajar yang lebih baik. Peneliti berusaha memberikan saran kepada sekolah untuk memberikan pelayanan terbaik disekolah.
1. Bagi Kepala Sekolah peran kepala sekolah hendaknya lebih ditingkatkan pelaksanaannya dan dilakukan secara rutin dan kontinyu untuk dapat mengembangkan budaya literasi.
2. Bagi guru mampu bekerja sama dalam membangun budaya literasi di sekolah dan saling bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah dan bisa menerapkan sikap disiplin terhadap peserta didik serta memberikan contoh yang positif
3. Bagi Siswa diharapkan dapat terbiasa untuk melaksanakan program-program yang sudah dibuat sekolah terutama pembiasaan budaya literasi yang diterapkan sekolah.
:
DAFTAR PUSTAKA
Adjat Sudrajat. Budaya Sekolah Dan Pendidikan Karakter. Kapital Selekta. Pen. Intan Media. Yogyakrta 2014.
Afandi, M. I., & Warjio. (2015). Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Asahan Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah dalam Pencapaian Target Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan. Jurnal Administrasi Publik, 6(2), 92-113.
Retrieved from
http://ojs.uma.ac.id/index.php/adminpublik/article/view/70
Ahmad, S. Ketahanmalangan Kepemimpinan Kepala Sekolah: Salah Satu Faktor Penentu Keberhasilan Kepala Sekolah. Yogyakarta:
Pustaka Felicha. 2013
Andi Prastowo. Manajemen Perpustakaan Sekolah Professional.
Yogyakarta: Diva Press. 2012.
Aprilana, E. R., Kristiawan, M., & Hafulyon, H. Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Mewujudkan Pembelajaran Efektif di Madrasah Ibtidaiyyah Rahmah El Yunusiyyah Diniyyah Puteri Padang.
Panjang. Elementary, 2017
Arifin, Zainal.Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru.
Bandung. Remaja Rosdakarya. 2013
Bakhron Sodik, Gerakan Literasi Sekolah untuk mengembangkan kreatifitas Siswa Di Sekolah Dasar Negeri 3 Krandegan Banjar Negara; Tesis; 2018
Barnawi & Jajat Darojat. Penelitian Fenomenologi Pendidikan.
Yogyakarta: Ar-Ruz Media. 2018.
Beers, C. S., Beers, J. W., & Smith, J. O. (2009). A Principal’s Guide to Literacy Instruction. New York: Guilford Pres. 231
Budiharjo, M. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1992.
Carnegie, D. Sukses Memimpin: Influence Your Life By Becoming An Effective Leader. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2019 Dalman. Keterampilan Membaca.Jakarta. Raja Grasindo Persada. 2013.
Darmono. Manajemendan Tata kerja Perpustakaan Sekolah.
Jakarta.Grasindo. 2014
Daryanto. Kepemimpinan Kepala sekolah. Yogyakarta: CV Budi Utama.
2017.
Dede Rohaniawati. Budaya Literasi dan Model Pengembangan.
Yogyakarta: CV Budi Utama. 2016.
E. Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional Dalam Konteks Menyukseskan MBS Dan KBK. Bandung; PT Remaja Rosdakarya.
2005
Faizah Faizah dan Ahmad Fauzan, “Strategi Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dalam Menghadapi UN Di SMP Negeri 4 Yogyakarta,” INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif
Gould, Toni S. Get Ready to Read: a Practical Guide for Teaching Young Children at Home and in. 1991
Hari Cahyono. Pengaruh Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Terhadap Minat Baca Siswa Kelas IV. The Effectiveness Of School Library Management Toward The 4th Grade Students’ Reading Interest.
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 3 Tahun ke-8. 2019 . 181
Hari Suderajat. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis sekolah. Tc.
Bandung. Pustaka Setia. 2005
http://pendis.kemenag.go.id/file/dokumen/uuno20th2003ttgsisdiknas.pdf diakses 09/05/2021
Ipi Susanti. The Correlation Between Students’ Reading Interest And Ability On Recount Text At Smk Karsa Mulya Palangka Raya.
Tesis: 2019.
John W. Creswell, Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitaif, dan Mixed. Terj. Achmad Fawaid, Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2014
Kependidikan 24, no. 1 (3 Juni 2019): 53–72, https://doi.org/10.24090/insania.v24i1.2589
Kimbley, Gregory A., 1975. “Habit”. Encyclopedia Americana, 13
Kral, C. C. (2012). Principal support for literacy coaching. In Literacy Coaching Clearinghouse Brief. https://eric.ed.gov/?id=ED530296.
M. Reza Rokan. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Iqra. Vol. 11. No. 1.
Mei 2017.
M. Sobry Sutikno. Penelitian Kualitatif. Lombok: Holistika Lombok.
2020.
Maimunatun Habibah dan Siti Wahyuni, “Literasi Agama Islam Sebagai Strategi Pembinaan Karakter Religius Siswa RA KM Al-Hikmah Kediri,” Journal of Childhood Education 3, no. 2 (2020): 40–53 Maimunatun Habibah, Pengebangan Budaya Literasi Agama Di SMA 2
Kediri; Tesis 2019
Marzuki. Metode Penelitian Research. Yogyakarta: Bagian Penerbitan UII. 1981.
Moleong.J Lexy. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.
2001.
Muhammad Arif Syihabuddin, “Budaya Organisasi Lembaga Pendidikan Dalam Perspektif Islam,” At-Ta’dib: Jurnal Ilmiah Prodi Pendidikan Agama Islam, 19 Desember 2019.
Muhammad Kristiawan, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: CV Budi Utama, 2017
Mulia Asuh. Analisis Gerakan Literasi Sekolah Di SMP N 3 Semarang;
Tesis 2018.
Mulyasa. H.E. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta:
Bumi Aksara. 2011
Musbikin, I. Menjadi Kepala Sekolah yang Hebat! Riau. Zanava Publishing. 2013
Noeng Muhadjir. Metodologi Penelitian Kualitatif: Telaah Positivistik.
Rasionalistik. Fhenomenologik. Realism Metafhisik. Yogyakarta:
Rake Sarasin. 1992
Nur Aedi. Bahan Belajar Mandiri Metode Penelitian Pendidikan Instrumen Penelitian dan Pengumpulan Data. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia. 2010.
Rahayu, T. Penumbuhan Budi Pekerti Melalui Gerakan Literasi Sekolah.
The Progressive and Fun Education Seminar. 2016
Ramdani, A., Sumantri, M., & Supriadi, O. (2018). Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Gerakan Literasi Sekolah.
Fokus Manajemen Pendidikan, 1(1), 45–56.
https://doi.org/10.30762/ed.v1i2.449
Rohman, A. T. Implementasi Kebijakan melalui Kualitas Pelayanan Penerimaan Pajak Daerah dan Implikasinya terhadap Kepuasan
Masyarakat di Dinas Pendapatan Kabupaten Kuningan.
Bandung: Universitas Pasundan. 2016
Suetopo dan Suemanto. Manajemen Pendidikan Berbasis Madrasah Makassar Sulawesi Selatan: Aksara Timur. 2018
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
CV. Alfabeta. 2020.
Sugiyono. Metode Penenlitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D.
Bandung: Alfabeta. 2014.
Suharno dan Yudi Sutarso. 2010. Marketing In Practice. Yogyakarta:
Graha Ilmu. 24-25
Suharsaputra, U. Kepemimpinan Inovasi Pendidikan: Mengembangkan Spirit Entrepreneurship Menuju Learning School. Bandung:
Refika Aditama. 2016
Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Prkatik.
Jakarta: Rineka Cipta. 2010
Sukmadinata. Nana Syaodih. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.
Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya. 2007
Sutarno NS. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Ikapi. 2006.
Syafaruddin. (2008). Efektivitas Kebijakan Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta, hal.56
Teguh, M. Gerakan Literasi Sekolah Dasar. Aktulisasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Melalui Gerakan Literasi Sekolah untuk Menyiapkan Generasi Unggul dan Budi Pekerti. Prosiding Seminar Nasional. 2013
Wahjosumidjo. Kepemimimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
2015.
Wandasari, Y., Kristiawan, M., & Arafat, Y. (2019). Policy Evaluation of School’s Literacy Movement on Improving Discipline of State High School Students. International Journal of Scientific &
Technology Research, 8(4).
Wicaksana, G. 2013. Buat Anakmu Gila Membaca. Jogjakarta.
Bukubiru.
Wiedarti, P. & K. L. (2016). Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah.
Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.87
Wiedarti, P., Laksono, K., Retnaningdyah, P., Dewayani, S., & Muldian,
W. (2018). Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta:
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.45
Wijono, 1981. “Bimbingan Membaca”. Berita Perpustakaan Sekolah, 40 Wulandari, R. (2017). Implementasi Kebijakan Gerakan Literasi di
Sekolah. Jurnal Kebijakan Pendidikan Edisi 3 Vol.VI, 319-330 Yudi Budianti1. Novita Damayanti. Pengaruh Metode KWL Know Want to Learn terhadap Keterampilan dan Minat Membaca Siswa.
Indonesian Journal of Primary Education. Vol. 1. No. 2 2017 13- 18 ISSN: 2597-4866
Yudi Budianti3 , Novita Damayanti, Pengaruh Metode KWL (Know Want to Learn) terhadap Keterampilan dan Minat Membaca Siswa. Indonesian Journal of Primary Education, Vol. 3, No. 2 (2017) 13-18 ISSN: 2597-4866
LAMPIRAN
CURRICULUM VITAE
DATA PRIBADI
Nama : Lale Rusmala Dewi
Tempat, Tanggal Lahir : Batu Jai, 3`1 Desesember 1970
Jenis Kelamin : Permpuan
Alamat : Gerunung Kelurahan Gerunung Kec. Praya
Nama Ayah : H. Lalu Wildan (Alm)
Nama Ibu : Hj. Lale Ashurul Ain
Agama : Islam
E-Mail : [email protected]
RIWAYAT PENDIDIKAN
SD : SDN 3 Batu Jai (1982)
SMP : SMP1 Praya Barat (1985)
SMA : SMA 2 Praya (1988)
Perguruan Tinggi : Universitas Mataram (1993) Demikianlah Curriculum Vitae saya buat dengan sebenarnya
Praya, 12 Mei 2022
LALE RUSMALA DEWI NIM. 200403050
SERTIFIKAT TURNITIN
PEDOMAN WAWANCARA DENGAN KEPALA SEKOLAH PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA LITERASI DI SMPN 3 PRAYA DAN SMPN 4 PRAYA
TENGAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH Sumber Data :………
Asal Sekolah :………
Hari Tanggal :………
PETUNJUK:
1. Mohon Kesediaan Bpk/ibu untuk menjawab pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya (apa adanya).
2. Partanyaan-pertanyaan dibawah ini boleh dijawab mana yang dianggap paling mudah.
3. Partanyaan-pertanyaan dibawah ini hanya semata-mata untuk memperoleh data dan informasi guna untuk menyelesaikan study akhir peneliti.
Data dan informasi yang ingin diperoleh dari pedoman wawancara ini yang paling pokok adalah:
1. Apakah Bapak melakukan perencanaan budaya literasi disekolah setiap tahun ajaran? Jika ya, apa saja wujud perencanaannya?
2. Apakah perencanaan disusun berdasarkan kebutuhan guru atau kondisi sekolah ? Jika ya, kriteria apa seperti apa yang mencerminkan kebutuhan guru?
3. Buadya seperti apa yang ingin dicapai dalam perencanaan literasi yang dibuat ?
4. Adakah sumber yang Bapak pakai sebagai acuan dalam melakukan perencanaan budaya literasi ? Jika ya, sumber seperti apa ?
5. Apakah sumber yang dipakai sebagai acuan sudah sangat membantu dalam perencanaan Budaya literasi yang diterapkan atau masih ada kekurangannya ?
6. Apa saja yang sudah Bapak jalankan di sekolah dalam menerapkan budaya literasi? Mengapa dijalankan ? Berikan gambaran dalam hal apa ? dan bagaimana pelaksanaannya !
7. Apakah pelaksanaan budaya literasi itu dilakukan secara berkala?
Atau kapan dilakukan budaya literasi? Jika ya, apa alasannya dilakukan secara berkala ? Jika tidak, mengapa ?
8. Bagaimana tahapan pelaksanaan budaya literasi yang Bapak lakukan
?
9. Bagaimana tanggapan guru tentang pelaksanaan budaya literasi yang bapak/ibu lakukan?, tanggapan ini diperoleh dengan cara bagaimana?
10. Adakah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan budaya literasi?
jika ya, kendala seperti apa ? (kendala internal dan eksternal)
11. Menurut Bapak, faktor-faktor apa saja yang mendukung pelaksanaan budaya literasi dapat secara maksimal di sekolah ini?.
12. Adakah tindak lanjut dari budaya literasi yang Bapak lakukan? Jika ya, tindak lanjut seperti apa ? Jika tidak, mengapa ?
13. Apakah bapak melakukan evaluasi?
14. Berdasarkan hasil evaluasi, menurut bapak sejauh mana pencapaian perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam mengembangkan budaya literasi yang bapak lakukan?
15. Adakah feedback yang Bapak berikan kepada guru, staf dan siswa terkait hasil pengembangan budaya literasi? Jika ya, berikan gambaran tentang feedback! Jika tidak, mengapa? berikan alasannya!
PEDOMAN WAWANCARA DENGAN GURU/STAF PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA LITERASI DI SMPN 3 PRAYA DAN SMPN 4 PRAYA
TENGAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH Sumber Data :………
Asal Sekolah :………
Hari Tanggal :………
PETUNJUK:
1. Mohon Kesediaan Bpk/ibu untuk menjawab pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya (apa adanya).
2. Partanyaan-pertanyaan dibawah ini boleh dijawab mana yang dianggap paling mudah.
3. Partanyaan-pertanyaan dibawah ini hanya semata-mata untuk memperoleh data dan informasi guna untuk menyelesaikan study akhir peneliti.
Data dan informasi yang ingin diperoleh dari pedoman wawancara ini yang paling pokok adalah:
1. Apakah Bapak/Ibu mendapatkan sosialisasi mengembangkan budaya literasi? Jika ya, mohon dijelaskan?
2. Menurut bapak/Ibu bagaimana mekanisme pelaksanaan budaya yang dilakukan oleh kepala sekolah?
3. Menurut bapak/ibu apakah pelaksanaan budaya literasi disekolah sudah sesuai dengan harapan bapak/ibu. Jika ya mohon penjelasan (seperti apa)
4. Menurut Bapak/Ibu adakah kendala dalam pelaksanaan budaya literasi disekolah. Jika iya, mohon penjelasan (kendala seperti apa) ! 5. Adakah tindak lanjut dari pelaksanaan pengembangan budaya literasi
sekolah. Jika iya, mohon penjelasan (tindak lanjut seperti apa) ! 6. Adakah tindakan evaluasi bertahap yang dilakukan Kepala Sekolah
setelah pelaksanaan budaya literasi. Jika iya, berikan penjelasan (bentuk evaluasi) !
7. Adakah feedback yang diberikan oleh kepala sekolah setelah pelaksanaan budaya literasi (Lisan/tulisan). Jika iya, berikan penjelasan !
8. Menurut Bapak/Ibu apa bentuk rekomendasi pengembangan budaya literasi berkelanjutan yang diberikan oleh kepala sekolah?
9. Menurut evaluasi Bapak/Ibu apakah pelaksanaan budaya literasi sudah sesuai dengan yang bapak/ibu harapkan. Jika iya, berikan penjelasan tentang kesesuaian tersebut.!
PEDOMAN WAWANCARA DENGAN SISWA
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA LITERASI DI SMPN 3 PRAYA DAN SMPN 4 PRAYA
TENGAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH Sumber Data :………
Asal Sekolah :………
Hari Tanggal :………
PETUNJUK:
1. Mohon Kesediaan Bpk/ibu untuk menjawab pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya (apa adanya).
2. Partanyaan-pertanyaan dibawah ini boleh dijawab mana yang dianggap paling mudah.
3. Partanyaan-pertanyaan dibawah ini hanya semata-mata untuk memperoleh data dan informasi guna untuk menyelesaikan study akhir peneliti.
Data dan informasi yang ingin diperoleh dari pedoman wawancara ini yang paling pokok adalah:
1. Sebelum anda membaca buku, Apakah kepala sekolah atau guru mengajak peserta didik untuk memperhatikan sampul buku dan mendiskusikan Apakah judul buku ini? Siapa yang ada di sampul buku ini? Apakah dia?
2. Pada kegiatan membaca, apakah guru meminta peserta didik untuk membaca mandiri/membaca bersama guru? Jika ya, Mohon dijelaskan (seperti apa)
3. Kegiatan setelah membaca: Apakah kepala sekolah atau guru meminta peserta didik Menulis/menggambar pemahaman terhadap cerita/alur cerita dengan peta cerita/mind map/gambar.? Jika iya mohon dijelaskan.
4. Apakaah peserta didik Membuat daftar pertanyaan tentang apa yang ingin diketahui lebih lanjut tentang cerita/tokoh cerita, dll.? Jika ya seperti apa, jika tidak mengapa?
5. Apakah peserta didik Mengisi jurnal membaca?
SURAT IJIN PENELITIAN KAMPUS