• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Industri Kecil di Desa Kalianyar

BAB II INDUSTRI KECIL (KERAJINAN GENTENG) DI

C. Pengembangan Industri Kecil di Desa Kalianyar

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data dari responden para pengrajin tidak memiliki visi misi tertulis atau perencanaan yang khusus dalam kerajinan genteng pejaten ini. Para pengrajin merencanakan produksi

69 Dokumentasi, Profil Desa Kalianyar, 5 Agustus 2020.

70 Dokumentasi, Profil Desa Kalianyar, 5 Agustus 2020.

produknya dengan cara yang sederhana. Pengembangan industri kecil di Desa Kalianyar, sebagai berikut :71

Gambar 3.1

Kerangka pemikiran Pengembangan Usaha

1) Memiliki Ide Usaha

Sebelum memulai usaha para pengrajin genteng harus memiliki ide usaha. Ide usaha yang dimiliki berasal dari berbagai sumber. Ide muncul setelah melihat keberhasilan bisnis orang lain. Selain itu, melalui observasi penelitian pengrajin genteng memiliki alasan yang kuat untuk membangun usaha kerajinan genteng tersebut. Sebagaimana yang dipaparkan oleh bapak H. Sahdan Yasin:72

Peluang usaha dalam pembuatan genteng pejaten ini memang sangat

71 Observasi, Desa Kalianyar, 5 Agustus 2020.

72 H. Sahdan Yasin, Wawancara, 5 Agustus 2020

Ide Usaha

Konsep Usaha

Rencana Usaha

Pengendalian Usaha

menjanjikan bagi saya, dilihat dari fungsinya yang sangat dibutuhkan dalam membuat rumah sebagai atap yang menjadi pelindung tempat tinggal. Sedangkan dari segi ekonomi kerajinan genteng sangat berpengaruh untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Dari paparan diatas peneliti menyimpulkan bahwa, genteng pejaten yang ada di Desa Kalianyar sangat bermanfaat dilihat dari segi fungsi sebagai atap rumah dan dari segi ekonomi nya sebagai estetika dalam meningkatkan perekonomian keluarga.

2) Penyaringan Ide/Konsep Usaha

Pada tahap ini, seorang pengrajin akan menerjemahkan ide usaha ke dalam konsep usaha. Penyaringan ide-ide usaha tersebut dapat dilakukan melalui suatu aktivitas penilaian kelayakan ide usaha kerajinan genteng. Ide tersebut akan berubah menjadi konsep usaha apabila terhadap ide usaha.

Sebagaimana yang dikatakan oleh pengrajin genteng Bapak Mahsun:73 Sebelum menjadi seorang pengrajin genteng saya terlebih dahulu memikirkan ide agar usaha yang saya bangun tidak sia-sia dan tidak bangkrut, saya bertanya kepada teman sebaya bagaimana konsep agar usaha kerajinan genteng naik, genteng pejaten di Desa Kalianyar ini sudah sangat terkenal dari puluhan tahun lalu sehingga memudahkan pengrajin dalam memasarkan produknya.

3) Pengembangan Rencana Usaha (Busines Plan)

Rencana usaha yang telah dibuat oleh pengrajin genteng, baik secara tertulis maupun tidak tertulis selanjutnya akan diimplementasikan dalam pelaksanaan usaha yang dilakukan oleh pengrajin.

Dari penelitian yang didapatkan, upaya yang dilakukan pengrajin dalam meningkatkan pendapatan di Desa Kalianyar adalah dengan cara melakukan

73 Bapak Mahsun, Wawancara, 5 Agustus 2020.

pelatihan mandiri (otodidak), sesuai juga dengan usaha turun-temurun dari keluarga pengrajin sehingga pengrajin terbiasa kerja membuat genteng.

Sebagaimana yang dipaparkan oleh H. Sahdan Yasin (pengrajin genteng) : Pekerjaan saya dari dulu adalah seorang pengrajin genteng, saya belajar membuat genteng dengan cara melihat dari cara kerja orang tua saya, karena usaha ini milik orang tua jadi saya melanjutkan usaha ini mulai tamat sekolah hingga saat ini.74

Para pengrajin juga memilih bahan baku yang berkualitas sehingga genteng yang diproduksi memiliki daya tarik para konsumen. Dan adapun upaya yang dilakukan oleh pengrajin dalam meningkatkan pendapatan dengan melakukan efisiensi penggunaan bahan baku serta harga bahan baku yang terus meningkat dari tahun ketahun, hal ini akan membantu dalam mengatur biaya produksi pada industri kecil kerajinan genteng.

Pengembangan rencana pengrajin genteng dalam menetapkan harga jual genteng berdasarkan biaya bahan baku, upah tenaga kerja, dan faktor musiman. Berikut tabel harga jual genteng:

Tabel 2.7 Harga Jual Genteng.

No. Ukuran satuan genteng Harga satu buah genteng 1 Genteng ukuran 22 cm Rp. 1.300/ biji

2 Genteng ukuran 24 cm Rp. 1.450/ biji Sumber: hasil wawancara dengan pengrajin

Dari tabel 2.6 di atas bahwa harga produk genteng sudah ditentukan sejak dahulu awal perencanaan pembuatan genteng. Dilihat dari biaya yang dikeluarkan dan penerimaan dari hasil penjualan. Apabila ada banyak permintaan proyek harga genteng menjadi naik dan pada waktu permintaan

74 Pengrajin Genteng (H. Sahdan Yasin), Wawancara, Desa Kalianyar, 5 Agustus 2020.

sepi biasanya harga genteng menurun. Harga yang ditetapkan oleh pengrajin tidak stabil tergantung musim. Sebagaimana telah dijelaskan oleh bapak H.

Sahdan Yasin pengrajin genteng yang paling produktif menuturkan sebagai berikut ini:

Bahwa harga dari setiap produk dilihat dari segi bentuk dan ukurannya, dengan ukuran satuan ada yang berukuran 22 cm dengan harga Rp.1.300/biji yang dijual per 1000 genteng dengan harga Rp.1.300.000 dan ada pula genteng yang berukuran 24 cm dengan harga Rp.1.450/biji yang dijual 1000 genteng dengan harga Rp.1.450.000.75

Jadi dari kesimpulan diatas bahwa para pengrajin rata-rata memberikan harga yang sama pada setiap produksi genteng pejaten yang dibuat oleh para pengrajin.

4) Implementasi Rencana Usaha dan Pengendalian Usaha

Dalam kegiatan implementasi rencana usaha, seorang wirausahawan akan mengarahkan berbagai sumber daya yang dibutuhkan seperti modal, material, dan tenaga kerja untuk menjalankan usahanya.

Dalam pengembangan industri kerajinan genteng di Desa Kalianyar, perencanaan proses pembuatan genteng tanah liat diolah melalui beberapa langkah yang harus dikerjakan secara berurutan. Setiap tahap dalam proses tersebut dilakukan sedemikian baik demi menjaga mutu dan kualitasnya.

Dari mulai tahap pemilihan bahan baku sampai pada tahap pendistribusian genteng, berikut tahap-tahap membuat genteng, sebagai berikut:76

75 Pengrajin Genteng (H. Sahdan Yasin), Wawancara, Desa Kalianyar, 5 Agustus 2020.

76 Observasi, Desa Kalianyar, 5 Agustus 2020.

a. Persiapan Tanah Liat

Tanah liat sebagai bahan baku dalam pembuatan genteng dapat ditemukan di daerah Desa Mantang Dusun tanak beak. Biasanya pengrajin genteng di Desa Kalianyar membeli tanah liat sebagi bahan dasar pembuatan genteng. Dari informasi yang peneliti dapatkan letak tanah liat merah ini di bagian persawahan berasal dari lapisan dasar tanah. Pengambilan tanah liat yang menjadi bahan baku pembuatan genteng tanah liat dikerjakan dengan membuang lapisan tanah atasnya terlebih dahulu. Selanjutnya tanah liat ini dibersihkan dari sampah yang mengotorinya. Dalam pembelian tanah liat pengrajin genteng mengeluarkan biaya per satu mobil pick up seharga Rp. 160.000,00.

b. Persiapan Debu/Tanah Biasa

Debu/tanah biasa didapatkan di daerah Labuan Lombok dan Sambalia.

Biasanya dalam pembuatan genteng debu/tanah biasa digunakan dalam pencampuran tanah liat. Dengan biaya satu truk debu seharga Rp 650.000,00.

c. Persiapan Pembuatan Genteng

Sebelum melakukan produksi genteng tahap awal yang dilakukan yaitu tanah liat yang telah bersihkan dari kotoran, batu, dan sampah. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan tanah liat yang memiliki kualitas yang lebih bagus dengan karakteristik yang lebih halus dan lebih rata.

Setelah itu, proses pengolahan tanah liat ini sampai diperoleh pencampuran bahan baku yang benar-benar tercampur rata dengan

struktur yang lebih padat. Jumlah penggilingannya sendiri bisa mencapai 3-5 kali. Proses penggilingan ini harus dilaksanakan secara cepat supaya karakteristik bahan baku tidak terlanjur berubah ataupun rusak. Selanjutnya, membuat cetakan balok tanah liat yaitu pencampuran tanah liat merah, debu dan minyak kacang yang dicampurkan disebuah wadah molen/mesin gilis agar tercampur merata dengan memakan biaya Rp 200.000,00 per pick up. Jika proses pencampuran selesai maka dilanjutkan proses pemotongan cetakan balok sesuai dengan ukuran yang sudah ditetapkan.

d. Percetakan Genteng

Untuk melakukan pencetakan genteng dibutuhkan sebuah alat pencetak berupa mesin press hidrolik. Dalam pencetakan genteng yang dilakukan yaitu dengan memasukkan tanah liat yang sudah berbentuk cetakan balok dilapisi dengan batang kayu kemudian dipotong sesuai ukuran satu genteng kemudian dimasukkan ke mesin press hidrolik.

Tahap selanjutnya hasil cetakan tanah liat berupa genteng yang masih basah diangkat untuk dipindahkan ke tempat penjemuran dan dibiarkan selama 2-3 hari untuk menuju proses penjemuran genteng tergantung dari sinar matahari. Biasanya dalam pencetakan genteng dibutuhkan dua orang tenaga kerja untuk mengerjakan pembuatan genteng dan mesin press hidrolik bisa menghasikan 1000 biji cetakan genteng sehari dengan upah Rp 130.000,00/1000 biji cetakan genteng dengan satu upah tenaga kerja.

e. Penjemuran Genteng

Untuk proses penjemuran genteng dibutuhkan 2-3 hari dalam keadaan cuaca panas yang normal tapi jika cuaca yang kurang mendukung dibutuhkan proses pengeringan dibutuhkan 3 sampai 4 hari. Dengan biaya yang keluarkan Rp.70.000,00/1000 biji cetakan genteng.

f. Pembakaran Genteng

Pada tahap pembakaran genteng dibutuhkan solar, serabut kelapa dan kayu dengan menghabiskan biaya Rp.800.000,00 dan biaya pembakaran genteng Rp.300.000,00 dengan masa pembakaran yaitu 3 hari untuk 3000 biji cetakan genteng. Kemudian biaya penurunan genteng dari tungku pembakaran genteng dibutuhkan biaya Rp.60.000,00/ 3000 biji cetakan genteng.

g. Pengecetan Genteng

Sebelum genteng didistribusikan ke konsumen dilakukan pengecetan pada genteng dengan bahan yang digunakan yaitu cat dan lem kayu rajawali membutuhkan biaya Rp 172.000,00 dengan upah pengecetan Rp 50.000,00/ 1000 biji cetakan genteng.

h. Distribusi Genteng

Pada tahap penyaluran genteng ke konsumen harga genteng yang ditawarkan ke konsumen adalah Rp 1.300.000,00 untuk genten tanpa di cat dan Rp 1.500.000,00 untuk genteng menggunakan cat.

Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti dapat, dilihat dari sumber daya alam yang terdapat di Desa Kalianyar antara lain berupa pasir, batu kali,

tanah, dan kerikil yang merupakan bahan dasar dalam pembangunan infrastruktur dan pembangunan.

Selanjutnya, jika dilihat dari sumber daya manusia yang ada di Desa Kalianyar masih perlu untuk digali dan ditingkatkan. Berbagai tenaga terampil di bidang industri kerajinan genteng pejaten, perbengkelan, pengembangan jasa, perdagangan dan informasi ini belum bisa dimaksimalkan dimana potensi tersebut berpengaruh terhadap peningkatan perekonomian.

Dokumen terkait