• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Prototipe UI/UX

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.4. Pengembangan Prototipe UI/UX

Model pengembangan prototipe UI/UX yang akan dipakai adalah metode UCD.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

3.4.1. Plan the Human Centered Process

Pada tahap ini, peneliti merencanakan wawancara dengan narasumber yang bertugas di bagian pengembangan dan pendukung, yaitu Supardi yang bekerja di bagian pengembangan dan Pak Indra yang bekerja di bagian pen- dukung guna mengkonfirmasi, mendiskusikan, menggali, menawarkan Ker- jasama, dan menindaklanjuti penelitian pengembangan UI/UX AIS UIN JKT yang akan dikerjakan penulis dengan metode UCD serta memperoleh kerangka/gambaran awal untuk rancangan pengembanganya.

Untuk mengetahui dan menspesifikasikan ui/ux prototipe, dilakukan penyebaran kuesioner kepada pengguna AIS. Dari kuesioner ini, terdapat 4 hal yang ingin diketahui, yaitu: urgensi pengembangan AIS, pendapat tentang AIS UIN, serta menggali ide dan saran untuk pembuatan desain wireframe prototype.

Penulis melakukan wawancara selama kurang lebih satu jam dari pukul 14.00- 15.00 WIB di Gedung Pustipanda. Sebelum wawancara, penulis mempresentasi- kan progress penelitianya mulai dari latar belakang, landasan, tujuan, tinjauan Pustaka sesuai dengan dasar sumber pustakanya, serta proses penelitian dengan perbandingan metode lainya.

Dari wawancara tersebut, diketahui bahwa pihak pengembang saat ini se- dang merencanakan pengembangan untuk AIS UIN Jakarta. Salah satu proyeknya adalah meghubungkan sistem AIS UIN ke website sistem UIN perantara, yaitu sso.uin.ac.id. Website tersebut rencananya akan menjadi perantara untuk seluruh situs milik AIS UIN Jakarta. Untuk diskusi mengenai kebutuhan yang diperlukan untuk desain pengembangan UI/UX, tim pengembang tidak dapat membantu lebih lanjut karena tidak adanya data yang berhubungan dengan kebutuhan &

penilaian UI/UX AIS UIN dari user. Namun di sini tim pengembang memberikan spesifikasi konteks yang diinginkan pengguna. Isinya akan dijelaskan pada bab 4.5. Tim pengembang mengimbau penulis untuk memperdalam kuesioner untuk dibagikan ke satu kampus. Lalu tim pengembang & pendukung menawarkan kuesioner penulis untuk dibantu disebarluaskan melalui AIS UIN Jakarta.

Penyebaran tersebut akan diadakan sekitar 5 hari.

3.4.3. Specify the User and Organization Requirement

Pada tahap ini, penulis mengadakan penyebaran kuesioner ke seluruh ma- hasiswa UIN Jakarta melalui kuesioner umum di AIS UIN Jakarta berkat bantuan dari pengembang PUSTIPANDA. Untuk respondenya sendiri terdiri dari seluruh mahasiswa yang ada di UIN Jakarta. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Adissa Vintha Junilla, 2021), penentuan sampel dalam penelitian ini mengacu pada rumus Taro Yamane. Yamane menyediakan rumus sederhana untuk menghitung ukuran sampel berdasarkan karya tulis Israel (Israel, 2012), yaitu:

n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi

e = Presisi yang ditetapkan 10%

Untuk teknik sampling nya, penulis akan menggunakan Teknik Simple Random Sampling. Menurut Sugiyono (2008), Simple Random Sampling adalah metode pengambilan sampel dari suatu populasi yang diadakan secara acak tanpa memperhatikan strata dalam populasi tersebut. Dari pengertian metode tersebut sangat selaras dengan pembagian kuesioner yang diadakan penulis bahwa penulis membagikan lewat AIS UIN dengan populasi responden mahasiswa, kemudian mahasiswa yang mengisi kuesioner tersebut terdiri dari semua fakultas, semester, serta jurusan. Alasanya adalah metode tersebut memiliki peluang besar untuk memperoleh total sampel yang mengisi kuesioner, penerapanya sederhana cukup membagikan kuesioner lewat sistem AIS dengan menunggu responden maha- siswa sarjana dalam kurun waktu seminggu.

Oleh dikarenakan, penulis memilih teknik Simple Random Sampling yang mengumpulkan pengguna mahasiswa secara acak. Untuk perhitungan hasil dari kuesioner tersebut akan dihitung melalui metode SUS yang dimodifikasi. Ber- dasarkan tulisan Santoso (Santoso, 2018), jumlah pertanyaan untuk satu kuesioner dengan perhitungan SUS adalah 10, namun penulis memiliki 20 per- tanyaan dengan pembagian 4 kriteria Usability yang terdiri dari Learnability &

Memorability, Efficiency, Satisfaction, and Error atau 5 kategori fitur yang terdiri dari tampilan fitur keseluruhan AIS, fitur menu perkuliahan mahasiswa, profil mahasiswa, laporan mahasiswa, dan beasiswa serta wisuda mahasiswa dengan subfitur kecil yang ada. Sehingga rumus perhitungan SUS yang diadakan penulis memiliki sedikit modifikasi. Untuk penjelasan lebih lengkapnya bisa dilihat di (Subbab 4.5.4.). Lalu, hasil dari penilaian tersebut akan menjadi penentu apakah

diisi dengan target minimal responden 100 atau lebih dengan Teknik pemilihan responden yang menggunakan Simple Random Sampling dengan kriteria re- sponden adalah mahasiswa yang berasal dari UIN Jakarta. Tahap ini bertujuan untuk menggali kebutuhan dan informasi pendapat user selama menggunakan AIS UIN Jakarta sehingga hasilnya akan menjadi penentuan dalam membuat High Fidelity Prototype dengan metode perhitungan SUS (System Usability Scale).

3.4.4. Produce Design Solutions

Pada tahap ini, penulis merancang High Fidelity Prototype sehabis merancang wireframe. Penulis merancang High Fidelity Prototype menggunakan aplikasi Figma.

3.4.5. Evaluation Design Against Requirement

Pada tahap ini, penulis melakukan pengujian dari rancangan yang telah dibuat dengan menggunakan Teknik Evaluasi Usablity. Hal yang akan dilakukan adalah mengadakan kuesioner evaluasi prototipe pengembangan AIS UIN.

Kuesioner ini akan diadakan sebanyak 50 mahasiswa yang sudah mengisi kuesioner sebelumnya.

4.1. Profil Objek Penelitian

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta adalah kampus negeri berbasis Islam yang berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No.95, Cemp. Putih, Kec. Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. UIN Syarif Hidayatulah Jakarta memiliki sistem akademik yang benama AIS UIN Jakarta. Yaitu sistem akademik resmi mahasiswa UIN Jakarta untuk mengakses segala infomasi terkait kegiatan di kampus. Beberapa pelayanan yang tersedia di AIS UIN adalah layanan profil, pengumuman kampus, menu kegiatan perkuliahan, beasiswa, penilaian dosen, KKN, nilai TOEFL TOAFL, wisuda, UKT,dan Laporan Nilai Mahasiswa.

4.2. Analisis Sistem Berjalan

Gambar 4. 1 Flow Pendekatan UCD

Gambar di atas merupakan alur sistem berjalan mahasiswa ketika mengakses menu AIS. Alur gambar di atas hanya visualisasi untuk memahami tahapan mengakses dari pengguna mahasiswa saja supaya lebih mudah memahami alur penelitian ini, merujuk kepada UX AIS UIN seperti alur interaksi tampilan yang terakses mahasiswa untuk menuju tampilan halaman/Pop-up menu berikutnya, dengan mengamati sudut pandang tampilan UI. Sehingga fokus utama tetap mengarah ke UI/UX fitur AIS UIN.

UX AIS dengan perubahan per tampilan fiturnya.

a. Fitur AIS Secara Keseluruhan: Titik Awal Mahasiswa dalam mengakses situs akademik AIS UIN. Dimulai dengan Mengisi Form Login terlebih dahulu. Setelah itu, mahasiswa akan masuk ke halaman utama yang disebut Home.

Gambar 4. 2 Tampilan Utama Antarmuka AIS yang berjalan

Ada beberapa fitur umum yang tersedia dari halaman Home, yaitu menu, kalender akademik, pengumuman, tombol bantuan, dan keluar.

Gambar 4. 3 Pilihan Fitur tombol MENU

Pada fitur menu ini memiliki beberapa opsi, yaitu tombol bantuan, keluar, identitas mahasiswa, dan fitur menu khusus setiap mahasiswa.

pada pojok kiri atas. Menu “Mahasiswa” terletak antara fitur bantuan dan identitas mahasiswa. Ketika membukanya, terdapat beberapa fitur yang tersedia seperti gambar di bawah ini:

Gambar 4. 4 Menu Mahasiswa AIS yang berjalan

Selanjutnya adalah Penulis akan menganalisis tampilan AIS yang berjalan untuk memperoleh bukti bahwa saat ini membutuhkan pengembangan berdasarkan hasil kuesioner pengalaman menggunakan AIS yang berjalan dari segi tampilan yang dilakukan oleh Adissa Vintha (Adissa, 2021), yaitu Perhitungan Perbandingan Benchmark UEQ.

Gambar 4. 5 Grafik Hasil Perhitungan Perbandingan Benchmark UEQ

berjalan saat ini membutuhkan pengembangan dari segi UI/UX. Skor-skor tersebut terdiri dari segi daya tarik, stimulasi, serta ketepatan yang mengukur seberapa menarik, menyenangkan, ramah penggunaan, memuaskanya UI/UX sistem terse- but, definisinya sebanding dari satisfaction Usability.

Lalu ada kejelasan yang merupakan kemudahan dalam menggunakan sistem beserta UI/UX nya dan membiasakanya, yang maknanya hampir sebanding dengan learnability/memorability Usability (dibedakan berdasarkan waktu subjek pengguna memakai sistem tersebut). Setelah itu adalah Efisiensi untuk mengukur seberapa cepat dan teraturnya pengguna dalam menyelesaikan tugas pada UI/UX sistem yang ada di AIS UIN.

Sistem usulan yang akan dibuat merupakan usulan terhadap tampilan AIS UIN yang ada saat ini dalam bentuk prototipe rekomendasi pengembangan tampilan AIS UIN.

Tampilan yang akan dikembangkan adalah seluruh tampilan yang ada di AIS UIN.

Gambar 4. 6 Analisis Sistem Berjalan pada Flow Pendekatan UCD Mulai dari fitur umum/keseluruhan yang terdiri dari UI dasar AIS UIN, tampilan halaman Login, Home, link unduh aplikasi, pengaturan, dan akses menu mahasiswa. Lalu untuk menu khusus mahasiswa terdiri dari menu perkuliahan mahasiswa yang digunakan untuk cek nilai, matakuliah. absen, dan kalender kuliah.

Kemudian ada profil mahasiswa yang berisi biodata lengkap mahasiswa dengan foto profil, Selanjutnya adalah laporan mahasiswa yang terdiri dari Kartu Hasil Studi, Indeks Prestasi Akademik, Transkrip Akademik, Rekapitulasi Pembayaran, dan Nilai TOEFL dan TOAFL. Kemudian ada halaman laporan beasiswa mahasiswa berisi daftar beasiswa yang dapat diambil berdasarkan persyaratanya, dan terakhir adalah menu wisuda mahasiswa di mana data skripsi, sidang, wisuda ada disana.

memiliki 5 tahap yaitu, Plan the Human Centered of Process, Specify the Context of Use, Specify the User and Organization Requirement, Produce Design Solutions, & Evaluate Design Against User Requirement. Untuk ringkasan pendekatan UCD tiap metode yang akan dilakukan penulis bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 4. 7 Flow Ringkasan Pendekatan metode UCD yang dilakukan

a. Plan the Human Centered Process: Tahap mengadakan diskusi & komitmen kepada pihak yang terkait dengan penelitian ini. Di sini penulis merencanakan wawancara dan menawarkan kerjasama kepada tim pengembang pustipanda. Untuk detail proses lebih lanjut, bisa melihat subbab 4.4.

b. Specify the Context of Use: Pada tahapan ini, peneliti mengidentifikasi pengguna sistem dengan melakukan diskusi untuk menggali informasi untuk apa dan dalam kondisi seperti apakah pengguna memakai sistem tersebut. Di sini penulis melakukan wawancara kepada tim pengembang PUSTIPANDA terkait dengan tampilan AIS UIN apakah perlu dikembangkan atau tidaknya. Selengkapnya bisa melihat subbab 4.5.

gidentifikasi kebutuhan dari user AIS UIN untuk mahasiswa. Di sini penulis mem- bagikan kuesioner kepada mahasiswa lewat AIS UIN yang berjalan. Untuk proses lebih lanjutnya bisa dilihat pada subbab 4.6.

d. Produce Design Solution: Pada tahapan ini, penulis merancang desain yang akan dibuat berdasarkan kebutuhan pengguna yang diperoleh dari tahapan sebelumnya.

Di sini penulis merancang Prototipe AIS UIN yang dikembangkan via aplikasi Figma. Untuk proses lebih lanjutnya bisa dilihat pada subbab 4.7.

e. Evaluate Design Against Requrement: Pada tahapan ini, penulis akan mengevaluasi hasil desain yang telah dirancang. Di sini penulis akan mengecek ulang desain pro- totipenya, apakah yang akan dibuat sesuai requirement sudah selesai atau belum.

Setelah itu, penulis membagikan kuesioner kedua tentang tampilan AIS Prototipe kepada mahasiswa yang dari kuesioner pertama sebelumnya.

4.4. Plan the Human Centered Process

Pada tahap ini, penulis akan menyusun perencanaan dalam mengembangkan tampilan AIS UIN Jakarta yang hasil akhirnya berupa prototipe tampilan AIS UIN.

Perencanaan ini akan menyertakan pihak yang berhubungan dengan sistem AIS UIN, yaitu PUSTIPANDA dengan mengadakan diskusi kepada tim pengembang nya untuk ditawarkan kerjasama dan wawancara terkait proyek pengembangan tampilan AIS UIN milik penulis.

Pada tahap ini, dilakukan diskusi dengan pengembang AIS UIN Jakarta dari Pustipanda, yaitu Bapak Supardi. Sebelum penulis memulai wawancaranya, penulis menjelaskan penelitiannya terlebih dahulu supaya narasumber bisa memberikan jawaban dan penerimaan komitmen yang sesuai ekspektasi penulis, yaitu proyek ini berpusat kepada user. Sehingga tujuan penulis dalam penelitian ini dapat dicapai dengan petunjuk yang disampaikan oleh narasumber.

Selanjutnya adalah penulis menawarkan kerjasama dan kesepakatan wawancara kepada tim pengembang apakah tim pengembang bersedia mengikuti wawancara serta kerjasama tentang penelitian penulis atau tidak. Dari hasil kesepakatan wawancara dan

terdapat hasil bahwa tim pengembang bersedia menerima kesepakatan wawancara dan kerjasama dari penulis dalam rangka memperoleh komitmen dari tim pengembang AIS bahwa proyek tersebut berpusat pada pengguna.

4.5. Specify the Contect of Use

Pada tahap ini dilanjutkan dengan mengadakan wawancara kepada tim pengembang dengan memberikan 4 pertanyaan. Wawancara yang akan diadakan pada tahap selanjutnya akan dilakukan secara terstruktur sesuai urutan pertanyaan. Yang pertama adalah “apakah ada data requirement pengguna terhadap AIS UIN Jakarta untuk mahasiswa?”. Dari pertanyaan tersebut narasumber memberikan jawaban bahwa saat ini PUSTIPANDA tidak memegang atau menyimpan data tersebut.

Selanjutnya dilanjutkan lagi dengan pertanyaan “Bagaimana pendapat bapak tentang UI/UX AIS UIN Jakarta untuk mahasiswa saat ini?”. Dari pertanyaan tersebut narasumber memberikan jawaban bahwa pendapat tentang UI/UX ada di tangan penggunanya, artinya segala jawaban dari pendapat tersebut ada di tangan penggunanya yaitu Mahasiswa UIN Jakarta.

Kemudian dilanjutkan dengan pertanyaan “Apakah saat ini AIS UIN untuk mahasiswa perlu diadakannya pengembangan dari segi UI/UX nya?”. Dari pertanyaan tersebut narasumber berkata bahwa saat ini memang sedang merencanakan pengembangan untuk AIS UIN di bidang mahasiswa. PUSTIPANDA juga sedang membutuhkan tenaga kerja untuk membantu pengembangan tersebut. Pengembangan ini memiliki tujuan yang sama, yaitu memperbaiki serta memperbarui tampilan AIS UIN untuk memenuhi ekspektasi user, yaitu mahasiswa UIN Jakarta. Ekspektasi yang dibutuhkan mahasiswa berdasarkan jawaban yang diperoleh lewat wawancara dengan pihak pengembang adalah antarmuka tampilan harus lebih menarik dan lebih bagus dari AIS UIN saat ini, cara penggunaan dan pemakaianya yang lebih efisien serta mudah dikuasai juga dipelajari oleh pengguna mahasiswa, dan pengguna dapat menggunakan AIS UIN tanpa/jarang mengalami bug/error pada interaksi perintah aktivitas di sistem AIS UIN.

Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan terakhir, yaitu “apakah ada ide & saran untuk desain wireframe prototype untuk pengembangan AIS UIN Jakarta untuk mahasiswa?”

user-nya sendiri. Setelah itu, narasumber menawarkan untuk membantu membagikan kuesioner milik peneliti sebagai saran supaya penelitian ini cepat selesai.

Dari langkah tersebut diperoleh spesifikasi UI/UX AIS bahwa apa yang dibutuhkan untuk pengembangan UI/UX sesuai dasar permintaan dari pengguna, yaitu tampilan yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan seperti.

a. Tampilan harus lebih menarik dan lebih bagus dari AIS UIN saat ini.

b. Cara penggunaan dan pemakaianya mesti lebih efisien serta mudah dikuasai oleh pengguna mahasiswa

c. Pengguna dapat menggunakan AIS UIN tanpa mengalami bug/error pada interaksi perintah aktivitas di sistem AIS UIN.

4.6. Specify the User and Organization Requirement

Pada tahap ini dilanjutkan dengan menentukan permintaan/requirement apa saja yang diminta para pengguna/user yang seluruhnya adalah mahasiswa UIN Jakarta. Untuk mendapatkan informasi requirement tersebut, penulis membagikan kuesioner online kepada user mahasiswa UIN tersebut. Kuesioner ini diadakan pada tanggal 30 April 2021 s.d. 7 Mei 2021 melalui AIS UIN atas kerjasama dengan tim pengembang AIS UIN Jakarta melalui persetujuan Pak Supardi S.Kom. Sebelum itu, penulis menentukan jumlah sampelnya terlebih dahulu dengan rumus Taro Yamane dengan hasil sebagai berikut.:

Specify the User and Organization Requirement

Membagikan Kuesioner Menghitung hasil kuesioner Memperoleh Hasil Kuesioner.

Gambar 4. 8 Specify the User and Organization Requirement

Dari hasil perhitungan di atas, maka diperoleh jumlah sampel yang diambil menjadi acuan adalah 100 orang dari jumlah mahasiswa UIN Jakarta sebanyak 27862, data total mahasiswa ini diambil dari situs Pangkalan Data Pendidikan Tinggi. Dari pembagian kuesioner di AIS UIN, penulis berhasil mengumpulkan data sebanyak 330 mahasiswa yang tersebar dari beragam fakultas di UIN Jakarta.

4.6.1. SUS

Pada penelitian ini terdapat 20 pertanyaan yang akan diujikan kepada responden. Dari 20 pertanyaan, dibagi 5 kategori fitur berdasarkan setiap fitur yang akan diujikan skor Usability nya, yaitu:

a. Tampilan AIS secara umum/keseluruhan.

b. Tampilan fitur menu profil mahasiswa.

c. Tampilan fitur menu perkuliahan mahasiswa.

d. Tampilan fitur menu laporan mahasiswa.

e. Tampilan Fitur Menu Wisuda, Beasiswa, dan Fitur lainya.

Dari fitur di atas ini dibagi berdasarkan fitur menu AIS UIN yang tersedia untuk saat ini, ada beberapa fitur menu kecil yang dapat masuk 1 kategori seperti fitur login, pengaturan, kalender mahasiswa, dsb. pada menu tampilan keseluruhan serta fitur mahasiswa ringan seperti menu beasiswa, dsb. pada Kategori fitur menu Beasiswa, Wisuda, dan menu lainya. Setiap kategori tampilan fitur di atas dinilai berdasarkan kriteria Usability nya, untk kriterianya bisa dilihat di bab 2.9.

Lalu menilai dengan skala likert dengan rentang 1 sampai 5. Untuk pertanyaan ganjil dan genap memiliki nada nilai yang berbeda, yang mana pertanyaan ganjil untuk pertanyaan bernada positif, sedangkan pertanyaan genap untuk pertanyaan bernada negatif.

STS: Sangat Tidak Setuju TS: Tidak Setuju

N: Netral S: Setuju

SS: Sangat Setuju

Untuk daftar pertanyaan pada kuesioner ini bisa dilihat pada bagian Lampiran, yaitu Lampiran 2.

Total pertanyaanya lebih dari 10 dan pembagianya tidak pas 10 pertanyaan. Sehingga, perhitunganya akan mengalami sedikit modifikasi dari salah satu cara dasar perhitungan SUS. Dari 10 pertanyaan, supaya bisa memeroleh total skor sebanyak 100, maka bisa menggunakan rumus seperti di bawah ini berdasarkan teori SUS yang ada di subbab (2.11.):

p*(s-1)=q -> 100/q=r 10*4=40 -> 100/40=2.5 p = jumlah pertanyaan s = skor maksimal

q = hasil jumlah pertanyaan dikali (skor maksimal-1) r= nilai untuk mengalikan menjadi skor 100.

Modifikasinya adalah sebagai berikut:

a. Perhitungan Skor SUS tiap 5 kategori fitur tampilan ini terdiri dari tiap kriteria Usability yang berbeda. Yaitu Satisfy, Learnability dan Memorability, Efficiency, and Errors, sebanyak 4 skor kriteria. Jika perhitungan hasil jawaban pertanyaan berfokus berdasarkan 4 skor kriteria Usability, maka diperoleh perumusanya sebagai berikut:

Dikalikan 6.25 sebagai patokan skor maksimal = 100.

b. Perhitungan Skor SUS seluruh fitur. Skornya terdiri dari tiap skor rata- rata desain fitur yang ditanyakan. Yaitu, skor tampilan keseluruhan, tampilan profil mahasiswa, tampilan perkuliahan mahasiswa, tampilan laporan mahasiswa, dan tampilan wisuda dan beasiswa mahasiswa. Jika perhitungan hasil SUS berfokus berdasarkan 5 kategori fitur tampilan, maka diperoleh perumusan nya seperti di bawah ini:

5*(5-1)=20 -> 100/20=5

Lalu dikalikan 5 sebagai patokan skor maksimal = 100.

Penulis menyusun skor tiap responden berdasarkan pembagian 4 kriteria Usability yang masing-masing 1 pertanyaan mewakili tiap kategori fitur yang dibahas, maka hasil akumulasi skor yang sebelumnya dikalikan 2.5 untuk menghasilkan nilai maksimal 100 diubah menjadi dikalikan 5. Modifikasi ini sesuai dengan konsep dari rumus dasar perhitungan skor SUS.

Karena total pertanyaanya lebih dari 10 dan pembagianya tidak pas 10 pertanyaan, maka perhitunganya akan mengalami sedikit modifikasi dari salah satu cara dasar perhitungan SUS. Penulis menyusun skor tiap responden berdasarkan pembagian 4 kriteria Usability yang masing-masing 1 pertanyaan mewakili tiap kategori fitur yang dibahas, maka hasil akumulasi skor yang sebelumnya dikalikan 2.5 untuk menghasilkan nilai maksimal 100 diubah menjadi dikalikan 5. Modifikasi ini sesuai dengan konsep dari rumus dasar perhitungan skor SUS.

Untuk hasil kuesionernya bisa diamati pada grafik di bawah ini:

Gambar 4. 9 Grafik hasil kuesioner tampilan AIS UIN berjalan

Grafik di atas merupakan grafik hasil kuesioner tampilan AIS UIN berjalan berdasarkan 20 pertanyaan yang disediakan oleh penulis kepada mahasiswa UIN via AIS UIN berkat kesepakatan dengan pihak pengembang PUSTIPANDA. Dari 20 pertanyaan tersebut dibagi menjadi 5 kategori per tampilan fitur dan setiap tampilan fitur memiliki pertanyaan berdasarkan kriteria Usability yang akan dinilai, yaitu: satisfy, learnability&memorability, efficiency,

& free error. Untuk penjelasan lebih detailnya bisa dilihat pada pembagian tabel dihalaman selanjutnya:

a. Grafik Skor Fitur Keseluruhan/Umum AIS UIN Jakarta

Gambar 4. 10 Grafik Fitur Keseluruhan/Umum AIS UIN Jakarta

Grafik di atas merupakan hasil kuesioner kategori pertama, yaitu Fitur Keseluruhan/Umum AIS UIN Jakarta dengan setiap pertanyaan me- wakili nilai kriteria Usability. Kriteria Satisfy memperoleh skor 52%, Learnability & Memorability memperoleh skor 45.7%, Efficiency mem- peroleh skor 54.5%, dan Free Error memperoleh skor 32.35%. Sehingga, dari keempat skor tersebut belum memenuhi rentang acceptability, di mana satisfy & efficiency masuk rentang marginal dan Learnability &

Memorability serta Free Error masuk rentang penolakan.

Gambar 4. 11 Grafik Fitur Menu Profil Mahasiswa di AIS UIN Jakarta Grafik di atas merupakan hasil kuesioner kategori ketiga, yaitu tampilan Fitur Menu Perkuliahan Mahasiswa AIS UIN Jakarta dengan se- tiap pertanyaan mewakili nilai kriteria Usability. Kriteria Satisfy mem- peroleh skor 49%, Learnability & Memorability memperoleh skor 44.7%, Efficiency memperoleh skor 56.1%, dan Free Error memperoleh skor 54%. Sehingga, dari keempat skor tersebut belum ada yang memenuhi memenuhi rentang acceptability, di mana semua kriteria pada kategori tampilan fitur ini masuk rentang penolakan.

Gambar 4. 12 Grafik Fitur Menu Perkuliahan Mahasiswa di AIS UIN Jakarta Grafik di atas merupakan hasil kuesioner kategori ketiga, yaitu tampilan Fitur Menu Perkuliahan Mahasiswa AIS UIN Jakarta dengan se- tiap pertanyaan mewakili nilai kriteria Usability. Kriteria Satisfy mem- peroleh skor 45%, Learnability & Memorability memperoleh skor 45.5%, Efficiency memperoleh skor 49.5%, dan Free Error memperoleh skor 37.2%. Sehingga, dari keempat skor tersebut belum ada yang memenuhi memenuhi rentang acceptability, di mana semua kriteria pada kategori tampilan fitur ini masuk rentang penolakan.

Dokumen terkait