BAB IX TINGKAH LAKU PEMIJAHAN IKAN
9.7. Pengenalan Seks dan Perubahan Tingkah Laku Seksual
Teleostei dan beberapa elasmobranch melakukan komunikasi dengan sinyal kimia untuk mengontrol fertilitas, koordinasi seksual, dan koordinasi tingkah laku seksual. Pada beberapa spesies, ikan jantan tertarik untuk berintegrasi dengan betina melalui bau.
Steroid seks merupakan salah satu bahan kimia yang secara spontan membangkitkan afinitas elektrik organolfaktori. Pada ikan mas misalnya, jantan dewasa dapat membedakan ikan betina matang gonad melalui feromon yang terkandung dalam cairan ovary yang dilepaskan sesaat setelah ovulasi. Substansi daya tarik dari gonad umumnya bersumber dari feromon seks yang terlarut dalam air. Ikan guppy (Poecilia reticulate) jantan tertarik pada air yang sebelumnya ditempati betina, terutama oleh betina yang sedang bunting. Feromon seks juga menyebabkan sinkronisasi pelepasan sperma dari jantan dan telur dari betina ikan karper (Cyprinus carpio) sehingga pembuahan dapat terjadi secara efektif.
Induk dalam melanjutkan keturunan bisa bersifatparental care atau non parental care
Parental carepada ikan : Induk ikan secara aktif menjaga telur, larva bahkan benih.
Gambar 9.3. Kegiatan Parental Care/Pengasuhan dari induk
Rangkuman:
Tingkah laku reproduksi pada ikan meliputi: pra pemijahan, pemijahan, dan pasca pemijahan (spawning). Kegiatan pra pemijahan meliputi: pembuatan sarang, pencarian daerah pemijahan yang sesuai, mencari pasangan, dll, sedangkan pada kegiatan pemijahan meliputi gerakan-gerakan perayuan yang dilakukan jantan, hingga si betina mengeluarkan telur-telurnya diikuti si jantan mengeluarkan spermanya. Pada kegiatan pasca pemijahan meliputi penjagaan telur-telur yang sudah dibuahi atau si kedua induk segera pergi.
Tes
2. Kegiatan parental care yang dilakukan ikan dalam bentuk apa saja?
3. Bagaimana interaksi pengaruh lingkungan, ikan yang matang gonad dan hormon, sehingga terjadi kegiatan pemijahan?
Daftar Pustaka
http://www.fao.org/docrep/005/AC742E/AC742E00.HTM diunduh tanggal 20 Juni 2012 pukul 10.00 wib.
Waynarovich E. and Horvath, L. (1980): The Artificial Propagation of warm water fishes a manual for extension FAO fish tech paper 201:183 Pp.
BAB X
POLA PEMIJAHAN IKAN
Standar Kompetensi
Setelah mempelajari bab ini diharapkan pembaca mampu memahami pola pemijahan/ spawning pada ikan, meliputi kesempatan melakukan pemijahan, pasangan dalam pemijahan, kepastian jenis kelamin ikan, partenogenesis, karakteristik jenis kelamin sekunder, persiapan sarang pemijahan, tempat terjadinya pembuahan, pengasuhan oleh induk.
Kompetensi Dasar:
Setelah membaca bab ini pembaca mampu menjelaskan tingkah laku pemijahan pada ikan meliputi, pra pemijahan, pemijaahan dan pasca pemijahan hingga 90 % benar
Indikator:
Dapat mendiskripsikan pola tingkah laku pemijahan pada ikan yang tergolong pra pemijahan, pemijahan dan pasca pemijahan dan mengkomunikasikan keterkaitan sifat ikan dengan aktivitasnya pada masing-masing fase.
10.1. Pola Pemijahan (Reproduksi) Ikan
Tingkah laku dan proses reproduksi pada ikan merupakan hal yang sangat menarik untuk dipelajari. Beberapa pola pemijahan (perkawinan) ikan berdasarkan jumlah pemijahan dalam satu tahun, pemilihan pasangan, jenis kelamin, pembuatan dan tipe sarang, serta pemeliharaan anak dan lainnya. Tentu saja mekanisme pemijahan pada ikan tidaklah sederhana, tetapi dipengaruhi banyak faktor baik internal maupun eksternal.
10.2. Kesempatan Melakukan Pemijahan.
a. Semelparous (memijah sekali kemudian mati)
Contoh: ikan salmon, lampreys, river eels (sidat/pelus), some knifefish (ikan pisau-pisau).
efendybloger.blogspot.com
Gambar 10.1. Ikan Salmon (Onchorynchus sp)
Gambar 4.2 Ikan Lamprey (Petromyzon)
fishingmania.mywapblog.com
Gambar 10.3. Ikan knifefish (Ikan belida)
b. Iteroparous (memijah beberapa kali sepanjang hidupnya) Memijah sepanjang tahun, pemijahan hanya dilakukan sekali setiap tahun, tetapi dengan masa pemijahan yang panjang. Pematangan telur tidak terjadi secara bersamaan, sehingga telur yang dikeluarkan dan menetas pun tidak bersamaan.
contoh: ikan-ikan rivulines.
byLoureiro, M. fishbase.us
Gambar 5. Ikan Rivulines
c. Pemijahan dilakukan beberapa kali dalam satu tahun contoh: sebagian besar ikan asuk dalam kategori ini Elasmobranchii (ikan bertulang rawan), lungfishes (ikan berparu-paru), perciforms,Betta spp. (ikan cupang).
ulysitompul.blogspot.com
Gambar 6. Ikan Lungfish/ Ikan paru paru
10.3. Pasangan dalam Pemijahan.
a. Promiscuous: ikan jantan dan betina masing-masing memiliki beberapa pasangan dalam satu musim pemijahan.
Jadi ikan jantan akan membuahi beberapa ikan betina dan ikan betina akan dibuahi oleh beberapa pejantan. Contoh:
herring, livebearers, sticklebacks, surgeon fish.
b. Polygamous Polygyny: ikan jantan memiliki beberapa pasangan dalam satu musim pemijahan.
contoh: sebagian besar jenis chichlids (mujaer), serranidae, angelfish (maanvis), gurami.
c. Polyandry : ikan betina memiliki beberapa pasangan dalam satu musim pemijahan. contoh: anemone fishes (nemo).
d. Monogamy : ikan memijah dengan pasangan yang sama selama beberapa periode pemijahan. contoh: serranus (jenis beronang), beberapa jenis cichlid (misalnya ikan Oscar), jawfish, hamlets, cat fish (lele)
10.4. Jenis kelamin Ikan
a. Gonochoristic : jenis kelamin jelas dan tidak berubah ketika ikan sudah matang kelamin.
contoh: sebagian besar ikan masuk kategori ini (elasmobranchii, cypriniformes, salmoniformes).
b. Hermaphroditic : kemungkinan terjadi perubahan kelamin setelah pematangan gonad.
- Simultaneous (satu individu ikan mempnyai dua jenis kelamin yaitu jantan dan betina). Contoh: rivulus, hamlet, serranus.
- Sequential (ikan mengalami perubahan kelamin dari jantan ke betina, atau sebaliknya).
- Protandrous (ikan pada awalnya berjenis kelamin betina, kemudian berubah menjadi jantan.
contoh: Anemone fishes, Lates calcalifer (ikan kakap).
- Protogynous (jenis kelamin awal betina, kemudian berubah menjadi jantan)
contoh: Angelfishes, Ephinephelus sp.
10.5. Partenogenetik (Terjadi perkembangan telur tanpa pembuahan).
a. Gynogenetic: ikan jantan tidak membuahi ikan betina, tetapi hanya mengaktifkan telurnya saja.
contoh: Poeciliopsis, Poecilia Formosa (jantan tidak berkontribusi terhadap material genetik, hanya sebagai trigger).
b. Hybridogenetic: ikan jantan membuahi ikan betina pada satu musim pemijahan, tetapi tidak pada musim pemijahan berikutnya.
contoh: Poeciliopsis.
10.6. Karakteristik Jenis Kelamin Sekunder a. Monomorphic
b. Sexually dimorphic c. Polymorphic
10.7. Persiapan Sarang Pemijahan
a. Tidak membuat sarang, dilakukan oleh ikan yang cenderung meyerakkan (menyebarkan) telurnya ke perairan. contoh:
ikan salmon, ikan tawes dan nilem.
b. Membuat dan menjaga sarangnya, contoh: ikan gobi, gurami, cichlid (mujaer).
10.8. Tempat Terjadinya Pembuahan
a. External: pembuahan terjadi diluar tubuh induknya, telur keluar dari tubuh ikan betina kemudian akan disemprot oleh sperma ikan jantan.
b. Internal:pembuahan terjadi didalam tubuh ikan betina.
contoh:elasmobranch, livebearers.
c. Buccal (in the mouth): pembuahan terjadi di mulut ikan betina (tapi bukan oral sex lho), telur yang dikeluarkan betina dimasukkan dalam mulutnya kemudian disemprot sperma pejantan tangguh. Biasanya telur yang telah menetas akan tetap berada di mulut induknya selama waktu tertentu. contoh: beberapa jenis cichlids, ikan arwana.
10.9. Pengasuhan oleh Induk
a. Induk tidak mengasuh anaknya, contoh: sebagian besar species ikan
b. Ikan jantan menjaga dan mengasuh anaknya, contoh: ikan cupang (Betta sp.), sea catfishes, greenlings
c. Betina mengasuh anaknya:
Ovipar tanpa pengasuhan pasca pemijahan, contoh:
Oreochromis
Ovovivipar tanpa disertai pengasuhan setelah pemijahan, contoh: rock fishes (Sebastes)
Vivipar tanpa disertai pengasuhan setelah pemijahan, contoh: elasmobranch, Poecillia
d. Pengasuhan bersama ikan jantan dan betina, contoh: discus, cichlasoma
e. Bantuan oleh juvenil lainnya: beberapa jenis cichlid Afrika.
10.10. Habitat Pemijahan:
a. Litofil b. Pelagofil c. Fitofil d. Bentofil
Gambar 10.6. Perkembangan telur pada fase GVBD
Telur ikan pada kondisi Geminal Vesicle Breakdown (GVBD) pada ikan yang memiliki habitat pelagofil dan pada ikan benthofil.
Rangkuman:
Pola pemijahan/ spawning pada ikan, meliputi kesempatan melakukan pemijahan ada yang hanya satu kali seumur hidup, ada yang beberapa kali dalam setahun. Pasangan dalam pemijahan, pada ikan ada yang monogami ada yang poligami. Kepastian jenis kelamin ikan (gonochorisme) ada yang sudah diketahui pada saat masih muda, ada yang baru diketahui menjelang dewasa.
Tes:
4. Apa yang dimaksud dengan gonochorisme
5. Bagaimana proses perubahan jenis kelamin pada ikan hermafrodit?
Daftar Pustaka:
Waynarovich E. and Horvath, L. (1980): The Artificial Propagation of warm water fishes a manual for extension FAO fish tech paper 201:183 Pp.
http://genomics.aquaculture-europe.org../ cryocyte.ocean.org.il.
Diunduh pada tanggal 1 Juli 2012. pukul 12.00 wib.
BAB XI
IKAN AIR TAWAR
11.1. Ikan Gurami(Osphronemus gouramy)
Gambar 11.1 Ikan Gurami (Osphronemus goramy) a. Klasifikasi:
Filum : Chordata Kelas : Actinopterygii Ordo : Perciformes Famili : Osphronemidae Genus : Osphronemus Spesies :Osphronemus goramy Nama binomialOsphronemus goramy
b. Tingkah laku pemijahan:
Pada kegiatan pra pemijahan: Jantan akan mempersiapkan sarang berupa anyaman dari rumput-rumput kering, hingga membentuk seperti sarang burung. Ketika menjelang pemijahan ikan jantan akan melakukan kegiatan perayuan pada ikan-ika betina yang sudah matang gonad. Setelah pemijahan berakhir, induk jantan melakukan pemijahan dengan induk yang lain dalam satu siklus reproduksi
Ciri-ciri induk betina dan jantan:
a. Betina
-Berumur antara 2-5 tahun.
- Dahi menonjol.
- Dasar sirip dada terang gelap kehitaman.
- Dagu putih kecoklatan.
- Jika diletakkan pada tempat datar ekor hanya bergerak-gerak.
- Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.
b. Jantan - Dahi menonjol.
- Dasar sirip dada terang keputihan.
- Dagu kuning.
- Jika diletakkan pada tempat datar ekor akan naik.
- Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.
c. Fekunditas: 100.000 butir/kg BB
d. Pola pemijahan :Pemijahan dilakukan beberapa kali dalam
e. Pasangan dalam Pemijahan: Polygamous polygyny : perbandingan antara induk jantan dan betina adalah 1:4, kemampuan jantan untuk mengawini lebih dari satu induk dalam satu kali siklus pemijahan.
f. Jenis kelamin Ikan
Gonochoristic : jenis kelamin jelas dan tidak berubah ketika ikan sudah matang kelamin.
g. Karakteristik Jenis Kelamin Sekunder :Monomorfik
h. Habitat Pemijahan: perairan dengan air jernih, tenang dan mengalir kecil sehingga suplai oksigen juga terpenuhi i. Rangsangan Lingkungan: petrichor, aliran air/ air hujan,
vegetasi (daun keladi)
j. Tingkah laku pemijahan: Induk jantan akan membuntuti ikan betina dan menciumi bagian ventral ikan betina, hingga melakukan gerakan bergulingan, menghadang dari depan.
k. Tempat Terjadinya Pembuahan
Eksternal: pembuahan terjadi diluar tubuh induknya, telur keluar dari tubuh ikan betina kemudian akan disemprot oleh sperma ikan jantan di sarang yang sudah dibuat.
l. Pengasuhan oleh Induk (Parental care):
Setelah pemijahan berakhir, induk betina akan menutupi sarang dengan rumput kering dan si betina menjaga di depan sarang. Pada saat menjaga calon anaknya ini, induk betina akan mengipas-ipaskan sirip terutama sirip ekornya ke arah sarang dan gerakan ini akan meningkatkan kandungan oksigen terlarut dalam air .
m. Lama pemijahan: Dalam keadaan normal, proses pemijahan biasanya berlangsung selama dua hari setelah sarang selesei dibuat. Pemijahan dapat terjadi sore hari, sekitar pukul 13.00 – 17.00 hingga menjelang malam.
n. Daftar Pustaka:
Goernaso, 2005. Fisiologi Hewan. Universitas Terbuka.
Jakarta.
Gusrina, 2008. Budidaya Ikan untuk SMK . Pusat Perbukuan DepartemenPendidikan Nasional.Jakarta. Guzfir, 2009.
Suyanto, SR. 1991. Klasifikasi Ikan Bawal . http://guzfir.
blogspot.com. diunduh tanggal 25 Juni 2012
11.2. Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum)
Gambar 11.2. Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum)
a. Klasifikasi: (Saanin, 1968) Filum : Chordata Kelas : Pisces
Ordo : Cypriniformes Famili : Characidae Genus : Colossoma
Spesies : Colossoma macropomum
c. Pola pemijahan: Telurnya menyebar, pemijahannya beramai-ramai alias massal. Bereproduksi pada awal dan selama musim hujan.
d. Jenis kelamin: Berdasarkan ciri seksual sekunder, dapat ditentukan jenis kelamin, terutama morfologi dan warna (dikromatisme).
e. Fekunditas relatif: 100.000 butir/kg BB
f. Ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:
a. Betina
- Mulai matang gonad 2 – 4 tahun dengan berat 3 – 4 kg
- perut buncit, lembek dan lubang kelamin berwarna kemerahan
- induk ikan betina memiliki postur tubuh melebar dan pendek, operculum halus dan warna kulit lebih gelap
- Perut dan bibir urogenitalnya berwarna merah atau kemerah-merahan. Perut lembek dan lubangkelamin agak membuka.
b. Jantan
- postur ikan jantan relatife lebih langsing, panjang danoperculumnya agak kasar (Abbas, 2001)
- Jantan: perut langsing, warna merah, bila diurut dari perut kearah kelamin keluar cairan berwarna putih/sperma.
g. Kesempatan Melakukan Pemijahan: sekali setahun atau lebih. Pemijahan dilakukan pada musim hujan.
i. Pasangan dalam Pemijahan: Polygamous polygyny : Sebaiknya perbandingan antara induk jantan dan betina adalah 1:1,
j. Jenis kelamin Ikan:
Gonochoristic : jenis kelamin jelas dan tidak berubah ketika ikan sudah matang kelamin.
k. Karakteristik Jenis Kelamin Sekunder : dikromatisme l. Habitat Pemijahan: Daerah yang paling disukai adalah hulu
sungai yang biasanya pada musim kemarau kering, sedangkan pada musim hujan tergenang.
m. Tingkah laku pemijahan: Hidup secara bergerombol di daerah yang airnya tenang. Sebelum musim kawin tiba, induk yang sudah matang akan mencari tempat yang cocok untuk melakukan reproduksi. Saat pemijahan berlangsung, induk jantan akan mengejar induk betina. Induk betina kerap kali akan membalas dengan cara menempelkan perut ke kepala induk jantan. Apabila telah sampai puncaknya, induk betina akan mengeluarkan telur dan induk jantan akan mengeluarkan sperma.
Daftar Pustaka:
Arie, Usni.2000. Budidaya Bawal Air Tawar. Jakarta : Penerbit Swadaya
Balai Informasi Penyuluh Pertanian Magelang, Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id, Maret 2001.
Khairul Amri, Khairul dan Khairuman, 2008. AgroMedia Pustaka, Jakarta.
Rahman,Nur. 2011. Diakses 4 Desember 2012. Klasifikasi Dan Deskripsi Ikan Bawal Air Tawar.
http://nurrahman08.student.ipb.ac.id/2011/09/29/klasifikasi -dan-deskripsi-ikan-bawal-air-tawar-colossoma-
macropomum/
Saanin. H., 1968. Identifikasi dan Klasifikasi Ikan-ikan di Indonesia.
11.3 Ikan Tawes (Barbodes gonionotus)
Gambar 11.3 Ikan Tawes (Barbodes gonionotus) a. Klasifikasi:
Pyllum: Cordata Kelas: Actinopterygii Ordo: Cypriniformes Famili: Cyprinidae Genus : Barbodes
Species: Barbodes gonionotus Nama Asing : java carp, silver barb
Nama Lokal: tawes, taweh atau tawas, lampam jawa
Keterangan: Tawes merupakan salah satu ikan asli Indonesia yang, banyak ditemukan di Pulau jawa. Hal ini juga yang menyebabkan tawes memiliki nama ilmiah Puntius javanicus. Namun, berubah menjadi Puntim gonionotus, dan terakhir berubah menjadi Barbodes gonionotus. Species : Barbonymus gonionotus (Bleeker,
b. Pola Pemijahan:
Memijah pada musim penghujan dan bergerombol.
c. Ciri-ciri induk betina dan jantan:
a.Betina
- induk tawes betina umur kurang lebih 1,5 tahun.
- Perutnya mengembang kearah genetal (pelepasan) bila diraba lebih lembek
- Lubang dubur berwarna agak kemerah-merahan
- Tutup insang bila diraba lebih licin
- Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan kehitam-hitaman.
b.Jantan
- memijah pada umur kurang lebih 1 tahun,
- Bila perut diurut dari arah kepala ke anus akan keluar cairan berwarna keputih-putihan (sperma)
- Tutup insang bila diraba terasa kasar
d. Kesempatan melakukan pemijahan:sepanjang tahun, di musim hujan
· Fekunditas: Jumlah telur yang dapat dihasikan sekitar 1000 butir/gram berat badan. Telur mengendap pada dasar perairan (demersal) dan menetas dalam waktu 13-20 jam Umumnya induk betina dapat mengahsilkan telur hingga
20.000 butir/ekor/ Induk yang digunakan untuk pemijahan harus sehat, tidak mengalami cacat fisik, baik bentuk badan maupun sisiknya (Nugroho & Kristanto 2008: 119--120).
d. Jenis kelamin ikan (gonochorisme) e. Karakteristik Jenis kelamin Sekunder
f. Habitat pemijahan: sungai, rawa, perairan tawar, airnya jernih, tenang dan mengalir kecil shingga suplai oksigen juga terpenuhi. Suhu 22-28 OC, pH 7
g. Rangsangan Lingkungan: vegetasi, aliran air/ air hujan.
h. Tingkah laku pemijahan: Di perairan umum memijah pada musim penghujan.
i. Tempat Terjadinya Pembuahan, di permukaan, terutama betina suka melompat-lompat ke udara
j. Pengasuhan oleh Induk (Parental care)
k. Lama pemijahan: Pemijahan ikan tawes biasanya terjadi pada malam hari, yaitu pukul 19.00--22.00.
Daftar Pustaka:
Sumber : Khairul Amri, S.Pi, M.Si dan Khairuman, S.P. Agromedia Pustaka, 2008
Sumber:http://www.dkp.go.id
Anonimous, 2001. Balai Informasi Penyuluh Pertanian Magelang;
Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id, Maret 2001.
http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=3&doc
=3a8 diunduh pada 24 Juni 2012
CAB International. 2006. Barbonymus gonionotus (Bleeker, 1850).
http://www.cabicompendium.org/NamesLists/AC/Full/PUNTGO.ht m, 3 Juli 2010, pk. 10.10.
Fujaya, Y. 2002. Fisiologi ikan: Dasar pengembangan teknologi perikanan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta: vii + 204 hlm.
Torres. 2010.Barbonymus gonionotus (Bleeker, 1850). April 2010: 1 hlm.
http://www.fishbase.org/physiology/MorphDataSummary.
php?genusname=Barbonymus&speciesname=gonionotus&
autoctr=290, 1 Juli 2010, pk. 13.01.
11.4 Ikan Patin(Pangasius hypophthalmus)
Gambar 11.4. Ikan Patin(Pangasius hypophthalmus ) a. Klasifikasi:
Pyllum: Chordata Kelas: Actinopterygii
Ordo: OstariophysiCypriniformes Famili: Pangasidae
Genus : Pangasius
Species: Pangasiushypophthalmus Nama Inggris: Catfish; Nama Lokal: Patin Siam.
Jenis ikan patin di Indonesia cukup banyak, diantaranya Pangasius poluranodo (ikan juaoro), Pangasius macronema (ikan rius, riu, lancang), Pangasius micronemus (wakal, riu scaring) Pangasius nasutus(pedado) danPangasius nieuwenhuisil(lawang).
b. Pola pemijahan: Di alam memijah tergantung musim, memijah secara massal.
c. Ciri-ciri induk ikan:
a. Betina
- Induk betina yang sudah matang gonad yaitu umur kurang lebih 3 tahun, berat minimal 1,5 – 2 kg/ekor, perut membesar ke arah anus, perut terasa empuk dan halus saat diraba, kloaka membengkak dan berwarna merah tua, kulit di bagian perut lembek dan tipis, keluar beberapa butir telur berbentuk bundar dan berukuran seragam jika bagian sekitar kloaka ditekan.
b. Jantan
- Jantan yang sudah matang gonad yaitu umur minimal 2 tahun, berat 1,5 – 2 kg/ekor, kulit perut lembek dan tipis, alat kelamin membengkak dan berwarna merah tua, keluar cairan sperma berwarna putih jika perut diurut ke arah anus.
d. Kesempatan melakukan pemijahan: termasuk ikan yang kawin musiman biasanya pada musim hujan (Bulan November – Maret), Perbandingan induk jantan dan betina adalah 3 : 2.
e. Jenis kelamin ikan (gonochorisme) f. Karakteristik Jenis kelamin Sekunder
g. Fekunditas: telur induk betina 10% dari berat tubuh induk. 120 000 - 200 000 butir /ekor . 8500 butir /kg BB h. Habitat Pemijahan: Ikan patin di alam bebas biasanya
sembunyi di dalam liang – liang di tepi sungai atau kali dan menetap di dasar perairan (domersal). Ikan ini baru keluar dari liang pada malam hari (nocturnal).Di alam ikan patin bersifat karnivora, tetapi di tempat pemeliharaan (budidaya) bersifat omnivora (pemakan segala).
i. Rangsangan Lingkungan: air yang digunakan harus bersih, jernih, dan mengalir terus – menerus guna menyuplai oksigen serta menggerakkan telur yang sedang ditetaskan.
Kedua, suhu udara dan suhu air di unit pembenihan harus stabil tidak berfluktuas.
j. Tingkah laku pemijahan
k. Tempat Terjadinya Pembuahan: Air tawar dan payau dengan aliran air yang tenang, terutama di sungai-sungai berlumpur atau berpasir.
l. Pengasuhan oleh Induk (Parental care) m. Lama pemijahan: -
n. Daftar Pustaka:
Djariah, A.S. 2001. Budi Daya Ikan Patin. Kanisius.
Yogyakarta. 87 hal.
Fujaya, Y. 2004. Fisiologi Ikan. Dasar Pengembangan Teknik Perikanan. Rieka Cipta, Jakarta. 179 hal.
Nurhasanah.1997.Petunjuk teknis pembenihan ikan patin indonesia Pangasius djambal. IRD dan Pusat Riset Perikanan Budidaya Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Karya Pratama. Jakarta.
Rustidja. 2004. Pembenihan Ikan-Ikan Tropis, Fakultas
Sumandinata, K. 1983. Pengembangbiakan Ikan-Ikan Peliharaan di Indondesia. PT. Sastra Hudaya. Bogor.
Sunarma, A. 2004. Teknik Pembenihan Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalamus). BBPBAT. Sukabumi.
Susanto, H. dan Khairul Amri. 2002. Budidaya Ikan Patin.
Penebar Swadaya. Jakarta.90 hal
. 2001. Budidaya Ikan Patin, Jakarta:
Penebar Swadaya.
http://fauzan-mustopa.blogspot.com/2010/10/ikan-patin- siam-pangasius-hypophthalmus.html
11.5. Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Gambar 11.5 Ikan Nila (Oreochromis niloticus) a. Klasifikasi:
Filum : Chordata
Sub-Filum : Vertebrata Kelas (class) : Osteichthyes Sub-kelas : Acanthoptherigii
Ordo : Percomorphi
Sub-ordo : Percoidea Famili : Cichlidae
Genus : Oreochromis
Spesies : Oreochromis sp
Terdapat 3 jenis nila yang dikenal, yaitu: nila biasa, nila merah (nirah) dan nila albino.
Ikan Nila pada umumnya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
· Bentuk badan pipih kesamping memanjang;
· Garis-garis pada sirip ekor berwana merah sejumlah 6-12 buah;
· Pada sirip pungung terdapat garis-garis miring; dan
· Mata tampak menonjol & besar, tepi mata berwarna putih.
· Mempunyai garis vertikal sepanjang tubuh 9-11 buah;
b. Pola pemijahan: perbandingan betina dan jantan untuk pemijahan adalah 3:1. Termasuk Polygamous Polygyny Induk nila ukuran 250 – 400 gram/ekor siklus pemijahannya 10 – 12 hari, jika sudah > 500 g, siklusnya berubah menjadi 20-25 hari. Ciri telah terjadi pemijahan adalah terbentuknya lekukan-lekukan berbentuk bulat didasar kolam dengan diameter 30-50 cm.
c. Ciri-ciri induk ikan:
Betina:
- mulai memijah pada umur 6 s/d 8 bulan
- Kedewsaan pertama tercapai pada umur 4-6 bulan dengan bobot 100-250 g.
- Dagu berwarna putih. Sirip dada berwarna kehitaman.
- Perut berwarna putih & mengem
Jantan:
- Dagu berwarna kemerahan atau kehitaman
- Sirip dada berwarna cokelat Perut pipih, (Normal, kemps) dengan warna kehitaman, jika dipijat mengeluarkan cairan.
- Alat kelamin berbentuk beruncing.
Mempunyai 2 buah lubang yaitu
d. Kesempatan melakukan pemijahan: Nila termasuk ikan yang dapat memijah sepanjang tahun , Jenis ikan ini dapat memijah 6-7 kali/tahun.dan
e. Perbandingan jantan betina:
memasangkan induk jantan dengan betina dengan perbandingan 1:3.
f. Fekunditas:
Seekor induk betina dapat menghasilkan telur sebanyak 1000 - 1500 butir
g. Jenis kelamin ikan:
Gonochorisme
h. Karakteristik Jenis kelamin sekunder:
i. Habitat Pemijahan:
airnya jernih, tenang dan mengalir kecil sehingga suplai oksigen juga terpenuhi
j. Rangsangan Lingkungan: aroma tanah, pengaliran air baru, dasar tanah berpasir.
k. Lamanya pemijahan sampai benih lepas dari perawatan induk adalah sekitar 14 hari (Djarija, 1994).
l. Tingkah laku pemijahan:
Saat pemijahan ikan jantan akan membuat sarang dan bang & jika dipijat tidak menge-
luarkan cairan.
- Alat kelamin berbentuk bulan sabit.
- Mempunyai 3 buah lubang yaitu anus, genital/telur & lubang urine.alam.
anus & urogenital (urine &
sperma).
betina di dalam mulutnya. Penjagaan oleh betina masih terus dilanjutkan sampai seminggu setelah telur-telur tersebut menetas.
Proses pemijahan dimulai dengan pembuatan sarang oleh ikan jantan berupa lekukan berbentuk bulat dengan diameter sebanding seukuran tubuhnya di dasar perairan dalam daerah teritorial (Suyanto, 1988).
Ikan betina yang siap memijah akan mengeluarkan telur di lubang yang telah dipersiapkan oleh jantan dan telur-telur tersebut akan dibuahi oleh ikan jantan. Setelah telur dibuahi, telur tersebut akan dikumpulkan oleh ikan betina dan dierami di dalam mulut sampai menetas.
m. Tempat terjadinya pembuahan:
Ikan betina yang siap memijah akan mengeluarkan telur di lubang yang telah dipersiapkan oleh jantan dan telur-telur tersebut akan dibuahi oleh ikan jantan. Setelah telur dibuahi, telur tersebut akan dikumpulkan oleh ikan betina dan dierami di dalam mulut sampai menetas.
Buccal (in the mouth): pembuahan terjadi di mulut ikan betina (tapi bukan oral sex lho), telur yang dikeluarkan betina dimasukkan dalam mulutnya kemudian disemprot sperma pejantan tangguh. Biasanya telur yang telah menetas akan tetap berada di mulut induknya selama waktu tertentu. contoh: beberpa jenis cichlids, ikan arwana.
n. Pengasuhan oleh induk Parental care:
Saat pemijahan ikan jantan akan membuat sarang dan menjaganya. Telur yang telah dibuahi dierami oleh induk betina di dalam mulutnya. Penjagaan oleh betina masih