• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengertian Budget Konsumen

Dalam dokumen pengantar ilmu ekonomi mikro (Halaman 149-158)

BAB 4 PERILAKU KONSUMEN

B. Pengertian Budget Konsumen

139

pelajaran yang mengajarkan banyaknya produk yang dikonsumsi oleh konsumen dengan anggaran yang dimilikinya untuk memperoleh kepuasan yang maksimum.

Dalam pembahasan tentang perilaku konsumen, perlu terlebih dahulu dijelaskan tentang cara pendekatannya. Pembahasan tentang perilaku konsumen dalam hal ini didahulukan yang menggunakan pendekatan ordinal atau pendekatan dengan menggunakan indiference curve (kurva indiferen). Selanjutnya sebagai upaya memahami kurva indiferen, sudah barang tentu terlebih dahulu harus mengerti tentang garis anggaran atau budget line dan pengertian indiferen itu sendiri. Sebab pembahasan kurva indiferen, merupakan pembahasan capaian yang dinikmati oleh konsumen dalam mendapatkan kepuasannya dengan anggaran yang dimiliki dan diungkapkan dengan kurva indiference.

140

keuangan pemerintah yang dibelanjakan dalam rangka penyelenggaraan negara. Budget individu atau budget konsumen merupakan jumlah uang yang dimiliki oleh setiap individu atau konsumen yang siap untuk dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya dalam rangka mendapatkan kepuasan. Tentu saja keinginan untuk bisa memperoleh kepuasan yang maksimum dilakukan dengan cara membelanjakan seluruh budget yang dimilikinya dalam mengonsumsi barang dan jasa.

Katakanlah ada individu yang memiliki budget atau uang sebesar Rp.1.000.000,- dan hanya ingin untuk membeli pakaian dan sepatu. Harga pakaian Rp.

200.000,-/setel dan harga sepatu Rp.100.000,- /pasang. Berdasarkan data anggaran yang dimiliki dan harga kedua barang yaitu pakaian dan sepatu, maka jika hanya digunakan untuk membeli pakaian saja bisa mendapatkan 5 setel pakaian. Dan kalau digunakan hanya membeli sepatu saja dapat 10 pasang sepatu. Dengan demikian ilustrasi anggaran dan belanja maksimumnya dapat digambarkan dalam bentuk kurva yang disajikan pada gambar 17 berikut :

141

Gambar 17 Garis Anggaran

Sumbu vertikal merupakan garis yang mewakili jumlah pakaian yang bisa dibeli, sedangkan sumbu horizontal merupakan garis yang mewakili jumlah sepatu yang dapat dibeli. Sedangkan garis anggaran tersebut, merupakan garis yang menunjukkan batas maksimum barang yang dapat dibeli dengan anggaran yang dimilikinya. Dalam contoh, berdasarkan harga yang telah disebutkan, maka pakaian yang maksimum bisa dibeli sebanyak 5 setel jika anggaran semuanya digunakan membeli pakaian dan sepatu yang maksimum dapat dibeli sebanyak 10 pasang jika hanya digunakan membeli sepatu semua. Sehingga garis anggarannya berada sepanjang yang menghubungkan jumlah pakaian dan sepatu yang maksimum dapat dibeli. Sehingga jika kombinasi kedua barang tersebut diubah tentunya harus berada pada kisaran sepanjang garis anggaran tersebut. Misalnya dikehendaki jumlah

142

pakaian yang dibeli sebanyak 4 maka ada peluang untuk membeli sepatu maksimum sebanyak 2. Dan jika diinginkan memiliki sepatu sebanyak 4, maka pakaian yang maksimum bisa dibeli sebanyak 3.

Berikut kombinasi pakaian dan sepatu yang diinginkan tersebut digambarkan dalam garis anggaran 18.

Gambar 18 Garis Anggaran

Pada gambar 18 di atas memperlihatkan tentang jumlah barang pakaian dan sepatu yang secara maksimum dapat dibeli oleh konsumen guna memperoleh kepuasan maksimum. Dikehendakinya kombinasi pakaian yang bisa dibeli sebanyak 4 setel dan sepatu 2 pasang, berada dititik A merupakan kepuasan maksimum yang dicapai oleh konsumen dengan anggaran yang dimilikinya. Juga kepuasan maksimumnya bisa dicapai manakala dikehendaki kombinasi pakaian sebanyak 3 setel dan sepatu sebanyak 4 pasang dititik B. Kombinasi pilihan

143

barang yang maksimum bisa dibeli tersebut merupakan cara mendapatkan kepuasan maksimum bagi konsumen, karena kombinasi barang yang dipilih merupakan kombinasi yang dapat direalisasikan dengan membelanjakan seluruh budget yang dimilikinya. Jika pilihan barang 2 setel pakaian dan 2 pasang sepatu, tentunya belum diperoleh kepuasan maksimum, karena seluruhnya masih menghabiskan anggaran (2x200.000) + (2 x 100.000) = 600.000,- sedangkan anggaran yang tersedia dan yang dimilikinya sebesar Rp.1.000.000, sehingga belum menghabiskan seluruh anggarannya, yang mana konsumen masih berada pada kepuasan yang belum maksimum, karena posisi kombinasi ini masih berada di dalam garis anggaran. Sedangkan jika diinginkan mendapatkan 4 setel pakaian dan 4 pasang sepatu juga tidak bisa diperoleh kepuasan maksimum, sebab keinginan tersebut tidak bisa direalisasikan karena dana yang diperlukan untuk membeli barang tersebut adalah sebesar: (4x200.000) + (4x 100.000)

= Rp.1.200.000,- sedangkan anggaran yang dimiliki sebesar Rp. 1.000.000,- sehingga ada kekurangan anggaran Rp.2.00.000,- di mana jika ditunjukkan pada gambar di atas, posisi kebutuhan anggaran 1.200.000,- berada di luar budget line.

144

1. Perubahan Pendapatan Pada Garis Anggaran Seiring dengan berjalannya waktu, maka pegawai yang telah lama bekerja mendapatkan kenaikan gaji, sedang pengusaha yang melakukan kegiatan usaha, semakin lama keuntungannya selalu meningkat. Ke semuanya itu meningkatkan pendapatan konsumen, yang berpengaruh kepada kemampuan daya belinya. Dengan meningkatnya pendapatan, daya beli konsumen untuk mengonsumsi barang dan atau jasa semakin bertambah. Perubahan ini ditunjukkan oleh bergesernya garis anggaran ke kanan. Pada gambar 19 berikut menunjukkan perubahan budget line dimaksud.

Gambar 19 Pergeseran Kurva Budget line

145

Gambar 19 di atas menunjukkan kemampuan membeli pakaian semula 4 dan sepatu 2, maka dengan naiknya pendapatan yang menggeser garis anggaran (budget line) ke kanan, maka kemampuan membeli konsumen pun menjadi semakin bertambah. Naiknya pendapatan dimaksud memperbanyak jumlah barang yang mampu dibeli oleh konsumen. Dalam contoh di atas semula konsumen hanya mampu membeli pakaian 4 dan sepatu hanya 2 pasang, sekarang konsumen mampu membeli pakaian sebanyak 4 dan sepatu sebanyak 4 pasang, hal ini menggeser budget line ke kanan. Karena semakin banyak barang yang mampu dibeli, berarti tingkat kepuasan maksimum konsumen juga semakin bertambah.

2. Berubahnya Harga Pada Garis Anggaran Harga produk kadang mengalami kenaikan, tetapi tidak jarang pada waktu tertentu juga bisa mengalami penurunan. Kenaikan harga sudah lazim terjadi, banyak hal yang bisa menyebabkan naiknya harga produk, di antaranya adanya tekanan permintaan kenaikan upah, adanya kenaikan harga faktor produksi hingga karena naiknya biaya transportasi. Ke semua itu bisa menekan biaya, yang pada akhirnya pengusaha tidak bisa

146

menghindar harus menaikkan harga produknya.

Banyak pula yang bisa menyebabkan penurunan harga. Saat panen raya, terutama lombok, tomat dan bawang merah, maka persediaan produk tersebut melimpah.

Sedangkan karakter produknya tidak bisa bertahan lama. Sehingga pengusaha terutama produsen terpaksa harus segera menjual produknya. Karena penawaran yang banyak dan permintaan tetap, maka menyebabkan harga produk pertanian tersebut harga turun.

Kurva yang ditunjukkan untuk menggambarkan keadaan terjadinya perubahan harga ini adalah jika terjadi kenaikan harga salah satu komoditi. Dengan naiknya salah satu komoditi, maka mengakibatkan kemampuan membeli konsumen terhadap komoditi yang dimaksud berkurang, sehingga hal ini berakibat bergesernya kurva budget line bergeser ke kiri.

Gambaran tentang perubahan harga yang menggeser kurva ke kiri dimaksud ditunjukkan pada gambar 20 berikut,

147

Gambar 20 Perubahan Budget line Oleh Perubahan Harga

Terjadinya perubahan harga x, menggeser budget line ke kiri, yaitu semula sebelum ada kenaikan harga, budget linenya BL1, kemudian setelah ada kenaikan harga barang x, maka budgetlinenya bergeser ke kiri menjadi BL2. Hal ini terjadi karena kemampuan membeli konsumen semakin berkurang, semula mampu membeli sebanyak Oxo kemudian kemampuannya membeli berkurang menjadi OX1. Pergeseran budget line ke kiri tersebut, mengakibatkan kemampuan konsumen membeli barang x berkurang, yang berarti kemampuan mendapatkan kepuasan maksimumnya pun juga menjadi berkurang.

148

Dalam dokumen pengantar ilmu ekonomi mikro (Halaman 149-158)