• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGORGANISASIAN PENGELOLAAN LOGISTIK

Minggu 2 Penyakit

E. PENGORGANISASIAN PENGELOLAAN LOGISTIK

Prinsip dasar dari pengelolaan logistik kesehatan pada situasi krisis kesehatan adalah cepat, tepat dan sesuai kebutuhan. Oleh karena itu dengan banyaknya institusi yang terlibat perlu dilakukan koordinasi dan pembagian tugas dan tanggung jawab. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi

tumpang tindih penanggung jawab pada setiap tahapan bencana. Fungsi pengorganisasian pengelolaan logistik yaitu:

1. Memberikan kejelasan dan ketepatan dalam pembagian aktivitas pada unit-unit kerja maupun kepada para pegawai dalam suatu organisasi untuk melaksanakan pengelolaan logistik

2. Memberikan pedoman kerja bagi unit kerja maupun bagi personil di setiap unit kerja dalam menjalankan pengelolaan logistik

3. Menyediakan piranti pengawasan maupun penilaian kinerja pegawai dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan logistik

4. Menyediakan instrumen pengendalian logistik

Berdasarkan fungsi pengorganisasian maka kegiatan pengorganisasian secara operasional berkaitan langsung dengan kegiatan pembagian kerja, yang dapat dihubungkan dengan satuan organisasi dan pejabat.

Tim logistik Kesehatan bertugas menyelenggarakan perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, dan penyerahan logistik kesehatan untuk memenuhi kebutuhan logistik kesehatan dalam penanggulangan Krisis Kesehatan.

Pola penyelenggaraan Logistik dan Peralatan berdasarkan kegiatan pemetaan kapasitas sumber daya. Pola penyelenggaraan Logistik dan Peralatan mulai dari:

1. tingkat nasional meliputi kementerian/lembaga, dunia usaha, dan masyarakat;

tingkat daerah provinsi meliputi organisasi perangkat daerah, dunia usaha, dan masyarakat;

2. tingkat daerah kabupaten/kota meliputi organisasi perangkat daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Pola penyelenggaraan sebagaimana dimaksud melalui pola kerja sama di bidang sistem manajemen, komando, koordinasi, pelaksana, perencanaan, administrasi dan keuangan, komunikasi dan transportasi.

Tim Logistik Kesehatan mempunyai kegiatan sebagai berikut:

1. Menyusun perencanaan;

2. Melaksanakan pemenuhan kebutuhan logistik;

3. Mengelola logistik kesehatan meliputi aktivitas penerimaan, mencatat, menyimpan, mendistribusikan, melakukan pemeliharaan, mengamankan, dan pemusnahan/ penghapusan logistik kesehatan;

4. Menjalankan administrasi logistik kesehatan sesuai prosedur.

Pengorganisasian Logistik Kesehatan merupakan suatu struktur pembagian tugas yang mendeskripsikan berbagai komponen yang menyusun tim. Komponen tersebut berisikan setiap individu yang memiliki

posisi dan perannya masing-masing. Pengorganisasian Tim Logistik Kesehatan memuat paling tidak sebagai berikut:

a. Struktur Organisasi

Organisasi Logistik Kesehatan terdiri dari:

Gambar 4.10 Struktur Organisasi Logistik Kesehatan

Masing-masing peran memiliki tugas dan tanggungjawab sebagai berikut:

1) Ketua Tim Logistik yang memiliki tugas dan tanggungjawab:

a) Berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pemenuhan kebutuhan logistik kesehatan untuk penanggulangan krisis kesehatan;

b) Melaksanakan pembagian peran kepada masing-masing koordinator;

c) Menyusun perencanaan kebutuhan logistik kesehatan, target kerja, petunjuk teknis, dan evaluasi pengelolaan logistik kesehatan;

d) Memberikan pengarahan teknis kepada para coordinator;

e) Memberikan petunjuk, bimbingan, dan saran kepada pendamping lapangan atas pelaksanaan pekerjaan yang sedang berjalan;

f) Menyediakan instrumen dan fasilitas untuk pengelolaan logistik;

g) Menelaah laporan dari masing-masing koordinator;

h) Mengkoordinasikan proses penghapusan logistik kesehatan;

i) Bertanggungjawab atas seluruh pengelolaan logistik kesehatan;

j) Melakukan evaluasi terhadap laporan dan hasil kerja yang telah dilakukan.

2) Koordinator Penerimaan memiliki tugas dan tanggungjawab:

a) Berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk penerimaan logistik kesehatan;

b) Berkoordinasi untuk transportasi dan/atau akses penerimaan logistik kesehatan;

c) Mengkoordinasikan proses bongkar muat logistik kesehatan;

d) Memeriksa kesesuaian kualitas dan kuantitas logistik yang diterima;

e) Membuat dokumen pencatatan logistik, masuk barang, dan Berita Acara Serah Terima (BAST);

f) Membuat laporan kepada ketua Tim Logistik.

3) Koordinator Penyimpanan dan Pencatatan memiliki tugas dan tanggungjawab:

a) Berkoordinasi dengan Koordinator Penerimaan dan Koordinator Distribusi;

b) Menyediakan fasilitas dan sarana yang dibutuhkan untuk penyimpanan dan pencatatan logistik kesehatan;

c) Bertanggungjawab atas penataan dan pengelolaan gudang penyimpanan logistik kesehatan;

d) Berkoordinasi dengan koordinator Pemeliharaan dan Keamanan terkait penyimpanan logistik kesehatan;

e) Membuat dokumen pencatatan logistik kesehatan (kartu stok);

f) Menyiapkan kegiatan untuk melakukan stock opname fisik secara periodik dengan seluruh koordinator;

g) Bertanggungjawab dalam pencatatan logistik kesehatan;

h) Membuat laporan kepada ketua Tim Logistik.

4) Koordinator Pemeliharaan dan Keamanan memiliki tugas dan tanggungjawab:

a) Berkoordinasi dengan pihak internal dan pihak eksternal terkait pemeliharaan logistik kesehatan;

b) Berkoordinasi dengan koordinator Penyimpanan dan Pencatatan terkait pemeliharaan dan keamanan logistik kesehatan;

c) Melakukan identifikasi logistik kesehatan apa saja yang memerlukan pemeliharaan;

d) Menyediakan fasilitas dan/atau akses pemeliharaan dan keamanan logistik kesehatan;

e) Bertanggungjawab atas kerusakan dan keamanan logistik kesehatan selama di gudang penyimpanan;

f) Membuat laporan kepada ketua Tim Logistik.

5) Koordinator Distribusi memiliki tugas dan tanggungjawab:

a) Berkoordinasi dengan pihak penerima terkait distribusi logistik kesehatan;

b) Berkoordinasi dengan Koordinator Penyimpanan untuk proses penyiapan distribusi logistik kesehatan;

c) Berkoordinasi dengan pihak penerima untuk pengiriman logistik kesehatan;

d) Menyiapkan dokumen administrasi distribusi yang diperlukan;

e) Mengkoordinasikan proses bongkar muat distribusi;

f) Membuat laporan kepada ketua Tim Logistik.

b. Pelaksanaan Pengorganisasian

Pelaksanaan Pengorganisasian Logistik Kesehatan dilakukan melalui beberapa kegiatan yaitu pengarahan, bimbingan, dan koordinasi yang dilaksanakan dalam sebuah forum rapat. Rapat merupakan media pengintegrasian tujuan dan kegiatan pada Tim Logistik Kesehatan. Rapat tersebut terdiri atas tiga bagian yaitu:

1. Rapat koordinasi rutin

Rapat koordinasi rutin dilakukan untuk membahas tugas dan laporan dari masing-masing koordinator. Rapat dihadiri para koordinator dan anggota untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan logistik kesehatan. Rapat dilaksanakan secara periodik. Hasil dari rapat rutin ini menjadi salah satu bahan monitoring dan evaluasi.

2. Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Logistik Kesehatan

Monitoring merupakan kegiatan untuk memantau perkembangan pelaksanaan pengelolaan logistik, mengidentifikasi, serta mengantisipasi permasalahan yang mungkin timbul. Sehingga dapat dimitigasi dan diantisipasi dengan tindakan sedini mungkin. Monitoring dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar saat krisis kesehatan. Hasil Monitoring ini akan menjadi salah satu bahan saat evaluasi.

BAB V

STANDAR PELAYANAN MINIMAL KLASTER KESEHATAN SAAT DARURAT KRISIS KESEHATAN

Standar Pelayanan Minimal Klaster Kesehatan merupakan jenis dan mutu pelayanan dasar yang berhak diperoleh setiap penduduk secara minimal dalam kondisi darurat kesehatan. Pada klaster kesehatan terbagi menjadi beberapa subklaster kesehatan, sebagai berikut.