Registrasi merupakan salah satu tahapan dalam proses menjadi Tenaga Cadangan Kesehatan. Calon Tenaga yang akan menjadi Tenaga Cadangan Kesehatan wajib melakukan pendaftaran secara daring/online dengan persyaratan yang sudah ditentukan. Registrasi dilakukan pada tahap pra-krisis kesehatan. Setelah melakukan registrasi, Tenaga Cadangan Kesehatan melakukan self assessment untuk kesehatan fisik dan mental (format terlampir). Hasil self assessment kesehatan fisik menjadi awareness bagi catatan kesehatan fisik Tenaga Cadangan Kesehatan. Sedangkan hasil self assessment kesehatan mental menjadi persyaratan yang harus dipenuhi. Tenaga Cadangan Kesehatan yang telah memenuhi persyaratan, otomatis akan mendapatkan kartu elektronik yang berisi data-data dari Tenaga Cadangan Kesehatan tersebut.
Untuk tenaga cadangan individu, registrasi dilakukan oleh masing- masing individu. Sedangkan registrasi tenaga cadangan yang berupa tim dapat dilakukan oleh ketua tim/anggota tim/organisasi pengampu.
Kredensialing bagi tenaga cadangan yang bersifat mandatory dilakukan oleh institusi/organisasi pengampu sebelum melakukan registrasi. Sedangkan kredensialing bagi tenaga cadangan yang bersifat sukarela dilakukan secara elektronik dan manual (bila diperlukan) yang dilakukan oleh Sekretariat Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) setelah tenaga cadangan melakukan registrasi. Update data dilakukan secara mandiri oleh tenaga cadangan setiap tahun atau bila ada perubahan data melalui aplikasi yang sama saat registrasi.
I. Persyaratan
Tenaga kesehatan dan non kesehatan yang akan bergabung ke dalam Program Tenaga Cadangan Kesehatan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
a. Warga Negara Indonesia (WNI) b. Laki-Laki dan Perempuan c. Usia 18 – 65 Tahun
d. Memiliki BPJS kesehatan atau ketenagakerjaan yang masih aktif atau asuransi kesehatan lainnya.
e. Pernyataan bersedia ditugaskan sebagai relawan.
f. Pernyataan telah mendapat izin dari institusi tempat bekerja.
g. Pernyataan telah mendapat izin dari pasangan (bila sudah menikah) atau izin orang tua/wali (bila belum menikah).
h. Kontak darurat (nama, nomor telepon) dan hubungan kekerabatan. Nama kontak harus sama dengan nama pemberi izin pada poin 7.
i. Pernyataan telah mendapat izin dari pimpinan institusi akademi (bagi mahasiswa(i)).
j. Sehat mental (online assessment saat registrasi).
k. Untuk tenaga cadangan yang registrasi mandatory, ada pernyataan penugasan oleh institusi pemerintah (contoh: TNI, POLRI, RS pemerintah, institusi pendidikan negeri), atau penugasan berdasarkan MoU dengan pemerintah oleh institusi swasta/organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum atau oleh organisasi profesi yang diakui oleh pemerintah.
l. Persyaratan tambahan khusus Nakes:
1) Usia 20 – 65 tahun atau sesuai penunjukan oleh Pusat Krisis Kesehatan.
2) Memiliki STR atau sertifikat kompetensi yang masih aktif sesuai kompetensi.
II. Formulir Registrasi
Terdapat beberapa formulir yang tersedia untuk registrasi tenaga cadangan diantaranya formulir sukarela individu nakes, formulir sukarela individu non nakes, formulir tim sukarela, dan formulir mandatory.
a. Formulir Sukarela Individu Nakes
Tenaga kesehatan yang mendaftar sebagai Tenaga Cadangan Kesehatan wajib mengisi form registrasi yang memuat jenis tenaga cadangan, identitas, asal organisasi, jenis profesi, dan kompetensi meliputi.
1) Nama
2) Nomor Induk Kependudukan (NIK) 3) Jenis Kelamin
4) Umur dan tanggal lahir 5) Alamat
6) Asal Organisasi
7) Nomor BPJS/Asuransi Kesehatan lainnya 8) Nomor BPJS Ketenagakerjaan (opsional) 9) Jenis Tenaga Kesehatan
10) Kompetensi tambahan lain yang dimiliki
11) Dokumen Kompetensi (opsional bagi yang tidak terdata di SISDMK)
12) Pernyataan pelatihan yang telah diikuti
13) Pernyataan pengalaman keikutsertaan dalam penanggulangan bencana
14) Pernyataan telah mendapat izin dari pasangan (bila sudah menikah) atau izin orang tua/wali (bila belum menikah)
15) Kontak darurat (nama, nomor telepon) dan hubungan kekerabatan. Nama kontak harus sama dengan nama pemberi izin pada poin 14.
16) Jenis kompetensi lain yang juga dimiliki (bisa lebih dari satu), yaitu:
a) Tracing (pelacak kontak erat) b) Teknisi radio komunikasi c) Promosi kesehatan
d) Manajemen data dan informasi
e) Kehumasan (antara lain pengelola media sosial pada situasi darurat krisis kesehatan)
f) Pengemudi (ambulans, mobil jenazah, truk logistik, bus, dll)
g) Administrasi
h) Psychological First Aid i) Pemulasaraan jenazah j) Logistik
k) Kesehatan lingkungan l) Medical first aid
m) Medical record n) Manajerial
o) Rapid Health Assessment (RHA)
Bagi tenaga kesehatan yang tidak ter-kredensialing secara otomatis dalam sistem maka akan dilakukan kredensialing secara manual oleh sekretariat Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia (KTKI) dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).
b. Formulir Sukarela Individu Non Nakes
Tenaga kesehatan sukarela non nakes yang mendaftar sebagai Tenaga Cadangan Kesehatan diwajibkan mengisi form registrasi yang memuat jenis tenaga cadangan, identitas, asal organisasi, dokumen perizinan, jenis profesi dan kompetensi meliputi:
1) Nama
2) Nomor Induk Kependudukan (NIK) 3) Jenis kelamin
4) Umur dan tanggal lahir 5) Alamat
6) Asal Organisasi
7) Nomor BPJS/Asuransi Kesehatan Lainnya 8) Nomor BPJS Ketenagakerjaan (opsional)
9) Pernyataan telah mendapat izin dari pasangan (bila sudah menikah) atau izin orang tua/wali (bila belum menikah)
10) Kontak darurat (nama, nomor telepon) dan hubungan kekerabatan. Nama kontak harus sama dengan nama pemberi izin pada poin 9.
11) Pernyataan pelatihan yang telah diikuti
12) Pernyataan pengalaman keikutsertaan dalam penanggulangan bencana
13) Jenis kompetensi yang dipilih (bisa lebih dari satu), seperti:
a) Tracing (pelacak kontak erat) b) Teknisi radio komunikasi c) Promosi kesehatan
d) Manajemen data dan informasi
e) Kehumasan (antara lain pengelola media sosial)
f) Pengemudi (ambulans, mobil jenazah, truk logistik, bus, dll)
g) Administrasi
h) Psychological first aid i) Pemulasaraan jenazah j) Logistik
k) Kesehatan lingkungan l) Medical first aid
m) Medical record n) Manajerial
o) Rapid Health Assessment (RHA) c. Formulir Tim Sukarela
Selain mendaftar sebagai individu, Tenaga Cadangan Kesehatan juga bisa mendaftar dalam bentuk tim dari instansi dan lembaga yang berbadan hukum atau organisasi masyarakat yang diakui pemerintah. Dimana tim wajib mengisi formulir tim sukarela yang memuat:
1) Nama institusi/lembaga pengampu
2) Nomor registrasi institusi/lembaga/organisasi masyarakat di Kementerian Hukum dan HAM
3) Alamat sekretariat
4) Nama koordinator (Ketua) 5) Nomor telepon koordinator
6) Nama pembina (penanggung jawab tim)
7) Nomor telepon pembina (penanggung jawab tim) 8) Jenis kompetensi dan jumlahnya
9) Jumlah anggota tim yang bertugas
10) Uraian nama anggota tim dengan melengkapi kompetensi dan STR
11) Surat tugas yang ditandatangani oleh pejabat/pimpinan yang berwenang
d. Formulir Mandatory
Penugasan yang berasal bersifat mandatory dapat mengisi formulir yang memuat data:
1) Nama institusi/lembaga pengampu
2) Nomor registrasi institusi/lembaga/organisasi masyarakat di Kementerian Hukum dan HAM
3) Alamat sekretariat
4) Nama ketua/koordinator
5) Nomor telepon ketua/koordinator
6) Nama pembina (penanggung jawab tim)
7) Nomor telepon pembina (penanggung jawab tim) 8) Jenis kompetensi dan jumlahnya
9) Nomor MoU dengan Kemenkes (opsional untuk organisasi masyarakat/ lembaga/institusi non pemerintah)
10) Jumlah anggota tim yang bertugas
11) Uraian nama anggota tim dengan melengkapi kompetensi dan/atau STR
III. Prosedur Registrasi
Langkah-langkah yang harus dilakukan oleh tenaga cadangan untuk proses registrasi sebagai berikut.
a. Menyiapkan persyaratan yang diperlukan.
b. Menggunakan aplikasi berbasis internet untuk registrasi yang dapat diakses pada alamat website
https://tenagacadangankesehatan.kemkes.go.id/
c. Mengikuti alur proses registrasi sesuai tahapan yang sudah ditentukan dalam website tersebut
Gambar 3.1 Alur registrasi Tenaga Cadangan Kesehatan Catatan:
Pendaftar juga mengisi jenis Tenaga Cadangan Kesehatan yang akan menjadi spesialisasinya, yang telah dikelompokkan berdasarkan klaster kesehatan, yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.1 Jenis Tenaga Cadangan Kesehatan No Klaster
Kesehatan
Tenaga Cadangan
Nakes Nakes dan Non Nakes 1. Koordinator ● pejabat/tenaga
kesehatan yang ditunjuk sebagai coordinator
● manajerial
● disaster health manager
● petugas administrasi
● petugas registrasi 2. Tim data,
informasi, dan surveilans
● pengelola data dan informasi
● petugas rapid health
assessment (RHA)
● surveilans
● manajemen data dan informasi
● kehumasan (pengelola media sosial, dst)
● teknisi radio komunikasi 3.. Tim Logistik ● tenaga
kefarmasian
● tenaga teknis kefarmasian
● apoteker
● elektromedis
● ahli manajemen logistik
● pengemudi
● pengelola gudang
● porter 4. Sub Klaster
Promosi Kesehatan
● pengelola
program promosi kesehatan
● tenaga kesehatan masyarakat
● tenaga promosi kesehatan
5. Sub Klaster Pengendalian Penyakit dan
● tenaga kesehatan masyarakat
● tenaga sanitasi/
kesehatan lingkungan
● tenaga tracing
No Klaster Kesehatan
Tenaga Cadangan
Nakes Nakes dan Non Nakes Kesehatan
Lingkungan ● analis
laboratorium
● tenaga kesehatan lingkungan
● surveilans
● epidemiolog
● entomolog
● sanitarian
● tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
● nakes lainnya (tergantung kepada jenis pandeminya)
● pemulasaran jenazah
6. Sub Klaster Pelayanan Kesehatan
● tenaga medis
● tenaga
keperawatan
● tenaga kebidanan
● tenaga
keterapian fisik
● tenaga keteknisian medis
● tenaga kesehatan tradisional
● tenaga teknik biomedik
● radiographer
● analis
laboratorium
● radiographer
● medical first aid
● petugas administrasi
● petugas registrasi
● pemulasaran jenasah
● pengemudi ambulans
● pengemudi mobil jenazah
7. Sub Klaster
Pelayanan Gizi ● dokter ahli gizi
● tenaga gizi ● petugas administrasi 8. Sub Klaster
Kesehatan Jiwa ● tenaga psikologi klinis
● psikiater
● psikolog
● perawat
kesehatan jiwa
● Psychological First Aid
9. Sub Klaster Kesehatan Reproduksi
● tenaga kebidanan
● dokter spesialis obgyn
● tenaga
keperawatan
● petugas administrasi
10. Sub Klaster DVI ● kedokteran forensik
● dokter gigi
● petugas administrasi