• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penguatan Pendidikan Karakter dan Literasi 1. Pengertian Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Dalam dokumen KURIKULUM SMK HISBABUANA SEMARANG (Halaman 114-121)

C. Program Muatan Lokal

4. Penguatan Pendidikan Karakter dan Literasi 1. Pengertian Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

t. Ambalan adalah satuan gerak untuk golongan Pramuka Penegak, yang menghimpun sangga dan dipimpin oleh Pradana dengan pendamping Pembina Ambalan (SK. Kwarnas No. 231 Thn 2017).

u. Racana adalah satuan gerak untuk golongan Pramuka Pandega, dan dipimpin oleh Ketua Dewan Racana Pandega dengan pendamping Pembina Racana (SK. Kwarnas No. 231 Thn 2017).

v. Karang Pamitran adalah pertemuan Pembina Pramuka untuk mempererat hubungan kekeluargaaan dan persaudaraan serta meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinannya (SK. Kwarnas No. 056 Tahun 1982).

Ekstrakurikuler Pramuka di SMK Hisbabuana Semarang merupakan Kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh siswa dan merupakan salah satu syarat atau kriteria dalam kenaikan kelas.Siswa dinyatakan naik tingkat apabila nilai ekstrakurikuler Pramukanya minimal baik (B).

Kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dilaksanakan pada hari Jumat jam 15.30 setiap minggunyayang wajib diikuti oleh siswa, dengan nama Gudep Joko Tingkir dan Gudep Nyai Ageng Serang. Pembina diambil dari luar dengan pembiayaan dari komite.

4. Penguatan Pendidikan Karakter dan Literasi

Critical Thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan menyelesaikan masalah), Creativity (kreativitas), Communication Skills (kemampuan berkomunikasi), dan Ability to Work Collaboratively (kemampuan untuk bekerja sama)

c. Kecenderungan kondisi degradasi moralitas, etika, dan budi pekerti.

3. Latar Belakang PPK

a. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 menyatakan Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab."

b. Agenda Nawacita No. 8 yaitu Penguatan revolusi karakter bangsa melalui budi pekerti dan pembangunan karakter peserta didik sebagai bagian dari revolusi mental.

c. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 * "Penguatan pendidikan karakter pada anak- anak usia sekolah pada semua jenjang pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai moral, akhlak, dan kepribadian peserta didik dengan memperkuat pendidikan karakter yang terintegrasi ke dalam mata pelajaran"

d. Mempersiapkan Generasi Emas 2045 yang bertaqwa, nasionalis, tangguh, mandiri, dan memiliki keunggulan bersaing secara global.

e. Arahan Khusus Presiden kepada Mendikbud untuk memperkuat pendidikan karakter.

4. Tantangan dan Urgensi PPK

a. Harmonisasi pengembangan potensi siswa yang belum optimal antara olah hati (etik), olah pikir (literasi), olah rasa (estetik), dan olah raga (kinestetik)

Kurikulum 2013 SMK Hisbabuana

b. Besarnya populasi siswa, guru, dan sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia

c. Belum optimalnya sinergi

tanggungjawab terhadap pendidikan karakter anak antara sekolah, orang tua dan masyarakat

d. Tantangan globalisasi Pengaruh negatif teknologi informasi dan komunikasi terhadap gaya h dup remaja, serta pudamya nilai-nilai religiusitas dan kearifan lokal bangsa

e. Terbatasnya pendampingan orang tua

mengakibatkan krisis identitas dan disorientasi tujuan hidup anak f. Keterbatasan sarana belajar dan

infrastruktur Prasana dan sarana sekolah, sarana transportasi, jarak antara rumah siswa ke sekolah (jalur sungai, hutan), sehingga PPK diimplementasikan bertahap.

5. Pengembangan Nilai-Nilai Karakter di SMK Hisbabuana Semarang Pengembangan Nilai-Nilai Karakter :

a. Filosofi Pendidikan Karakter Ki Hajar Dewantara b. Etika (olah hati)

c. Literasi (olah pikir) d. Estetika (olah karsa) e. Kinestetik (olah raga)

Nilai-Nilai Karakter yang dimaksud adalah

a. Religius ,

b. Jujur

c. Toleransi

d. Disiplin

e. Kerja Keras

f. Kreatif

g. Mandiri

h. Demokratis

i. Rasa Ingin Tahu

j. Semangat Kebangsaan k. Cinta Tanah Air Kurikulum 2013 SMK Hisbabuana

m. Bersahabat/Komunikatif

n. Cinta Damai

o. Gemar Membaca

p. Peduli Lingkungan q. Peduli Sosial

r. Tanggung Jawab

6. Manfaat Program PPK:

a. Penguatan karakter siswa dalam mempersiapkan daya saing siswa dengan kompetensi abad 21, yaitu: berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi

b. Pembelajaran dilakukan terintegrasi di sekolah dan di luar sekolah dengan pengawasan guru

c. Revitalisasi peran Kepala Sekolah sebagai manager dan Guru sebagai inspirator PPK

d. Revitalisasi Komite Sekolah sebagai badan gotong royong sekolah dan partisipasi masyarakat

e. Penguatan peran keluarga melalui kebijakan pembelajaran 5 (lima) hari

f. Kolaborasi antar K/L, Pemda, lembaga masyarakat, penggiat pendidikan dan sumber-sumber belajar lainnya

7. Pengertian Literasi

Pengertian literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.

8. Gerakan Literasi Sekolah (GLS)

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

9. Tujuan GLS

a. Tujuan Umum

Kurikulum 2013 SMK Hisbabuana

Menumbuhkembangkan budi pekerti peserta didik melalui pembudayaan ekosistem literasi Sekolah Menengah Kejuruan yang diwujudkan dalam gerakan literasi di SMK agar mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

b. Tujuan Khusus

1) Menumbuhkembangkan budi pekerti psesrta didik SMK 2) Membangun ekosistem literasi sekolah di SMK

3) Menjadikan SMK sebagai organisasi pembelajaran.

4) Mempraktikkan kegiatan pengelolaan pengetahuan di SMK.

5) Menjaga kebudayaan literasi di SMK.

10.Ruang Lingkup

1. Lingkungan fisik sekolah

(ketersediaan fasilitas, sarana prasarana literasi).

2. Lingkungan sosial dan afektif

(dukungan dan partisipasi aktif semua warga sekolah) dalam melaksanakan kegiatan literasi SMK.

3. Lingkungan akademik (adanya

program literasi yang nyata dan bisa dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah).

11.Sasaran

Sasaran Panduan Gerakan Literasi Sekolah di SMK adalah guru sebagai pendidik dan pustakawan sebagai tenaga kependidikan untuk membantu mereka melaksanakan kegiatan literasi di SMK.Selain itu, kepala sekolah memfasilitasi guru dan pustakawan untuk menjalankan peran mereka dalam kegiatan literasi sekolah.

12.Tahapan Literasi

a. Penumbuhan minat baca

melalui kegiatan 15 menit membaca (Permendikbud No. 23 Tahun 2015).

b. Meningkatkan kemampuan

literasi melalui kegiatan menanggapi buku pengayaan.

Kurikulum 2013 SMK Hisbabuana

literasi di semua mata pelajaran: menggunakan buku pengayaan dan strategi membaca di semua mata pelajaran.

13.Pelaksanaan GLS di SMK

Dalam pelaksanaan program literasi di SMK, Direktorat Pembinaan SMK memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan literasi informasi dengan penggunaan berbagai sumber belajar bagi peserta didik dan warga SMK. Namun demikian, fokus implementasi Gerakan Literasi Sekolah di SMK adalah literasi informasi dengan menggunakan berbagai bahan referensi dalam berbagai format itu yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang terdokumentasi, yaitu buku, majalah, jurnal, laporan, grafik, multimedia, ekaman suara, dll.

Implementasi program literasi digital di SMK diharapkan dapat mendorong peserta didik dan warga SMK lainnya dalam Mendukung Keterampilan Abad 21, sebagaimana dijelaskan penggunaan komputer dapat mendukung 4C, yaitu:

a. Critical Thinker. Untuk menjadi seorang critical thinker, peserta didik didorong untuk berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah dengan cara diberi permasalahan dalam pembelajaran, dipancing bertanya, dan berupaya mencari pemecahan masalah dengan mencari berbagai informasi melalui internet.

b. Communicator. Dalam menyiapkan tenaga kerja yang mampu menjadi komunikator, maka peserta didik dilatih untuk memahami dan mengkomunikasikan ide. Setelah memahami apa yang dipelajari, peserta didik didorong untuk membagikan ide-ide yang telah menjadi gagasan- gagasan sebagaimana apa yang telah diperolehnya melalui kegiatan berliterasi.

c. Collaborator. Kemampuan bekerja sama sangat diperlukan dalam melakukan pekerjaan bersama orang lain. Oleh karena itu, dengan literasi digital peserta didik dilatih untuk bekerja sama dengan orang lain, kelompok lain, bidang lain, dengan cara berbagi informasi dan pengalaman melalui media komputer.

Kurikulum 2013 SMK Hisbabuana

d. Creator. Lulusan SMK tidak hanya disiapkan menjadi tenaga kerja formal yang akan bekerja kepada orang lain, akan tetapi juga disiapkan menjadi wirausahawan. Oleh karenanya, kemampuan menjadi creator sangat diperlukan untuk menghasilkan pekerjaan dengan kualitas tinggi. Pekerjaan tersebut dapat berupa barang, jasa, kreasi, yang berdaya guna tinggi, praktis, sederhana dan mudah digunakan, dll.

14.Kegiatan GLS di SMK Hisbabuana Semarang

GLS di SMK Hisbabuana Semarang berencana akan meliputi berbagai kegiatan yang praktis dan dapat diimplementasikan di SMK Hisbabuana Semarang yakni sebagai berikut ini.

a. Gerakan membaca

Gerakan membaca adalah suatu gerakan yang bertujuan untukpembiasaan membaca bagi semua warga sekolah. Peserta didik dibimbing, didampingi dan diarahkan untuk melakukan kegiatan membaca mandiri, yaitu membaca buku atau sumber lain nonpelajaran, melalui kegiatan-kegiatan berikut ini.

1) Membiasakan membaca dalam hati selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran.

2) Membudayakan membaca bersama-sama bagi guru dan peserta didik (guru menjadi contoh).

3) Mendisiplinkan membaca karya sastra sampai selesai dengan membuat daftar buku yang sudah selesai dibaca (perlu ada program baca, misalnya dengan sustained silent reading yang sering disingkat SSR), dengan kaidah:

a) Membudayakan membaca di setiap kesempatan;

b) Membiasakan untuk berdiskusi tentang buku yang sudah dibaca, menuliskan kembali/membuat resensi, dan presentasi; dan

c) Membuat karya atau menuliskan kesan atau rangkuman setelah selesai membaca (hasilnya digunakan untuk gelar karya).

Kurikulum 2013 SMK Hisbabuana

buletin/majalah peserta didik di setiap sekolah.

5) Mewajibkan setiap guru bidang studi untuk menerapkan metode diskusi dan presentasi pada beberapa kegiatan pembelajaran.

6) Menyediakan sudut buku kelas.

7) Mendokumentasikan karya peserta didik (cerpen, puisi, dll.) ke dalam bentuk buku.

8) Memberikan penghargaan non-akademik terhadap kebiasaan membaca.

9) Mengadakan perayaan literasi sepanjang tahun dan pameran.

Dalam dokumen KURIKULUM SMK HISBABUANA SEMARANG (Halaman 114-121)

Dokumen terkait