BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5 Perencanaan Penanganan Kerusakan
Langkah preventif untuk kerusakan perkerasan jalan ditinjau dari beberapa analisis yang telah dilakukan yakni analisis terhadap lendutan serta analisis visual kondisi eksisting perkerasan pada ruas Pandaan-Tretes KM SBY 46+520 – 48+320. Pemilihan penanganan kerusakan perkerasan pada ruas ini menggunakan metode Manual Desain Perkerasan 2017.
4.5.1 Penanganan Ditinjau dari Nilai IRI Kondisi Eksisting Perkerasan
Ditinjau dari Tabel 2.18 mengenai nilai pemicu ketidakrataan perkerasan dapat diketahui jenis penanganan yang tepat untuk setiap titik pengukuran berdasarkan nilai IRI dengan umur rencana 10 tahun. Berikut merupakan jenis penanganan dari setiap titik pengukuran yang tertuang pada Tabel 4.10.
Tabel 4.10 Jenis Penanganan Berdasarkan Nilai IRI
STA NilaiI IRI Jenis Penanganan 0+000 - 0+100 1 Pemeliharaan Rutin 0+100 - 0+200 1 Pemeliharaan Rutin 0+200 - 0+300 1 Pemeliharaan Rutin 0+300 - 0+400 1 Pemeliharaan Rutin 0+400 - 0+500 1 Pemeliharaan Rutin 0+500 - 0+600 1 Pemeliharaan Rutin 0+600 - 0+700 1 Pemeliharaan Rutin 0+700 - 0+800 5 Pemeliharaan Rutin 0+800 - 0+900 7 Overlay Non-Struktural 0+900 - 1+000 7 Overlay Non-Struktural 1+000 - 1+100 5 Pemeliharaan Rutin 1+100 - 1+200 2 Pemeliharaan Rutin 1+200 - 1+300 1 Pemeliharaan Rutin 1+300 - 1+400 0 Pemeliharaan Rutin 1+400 - 1+500 0 Pemeliharaan Rutin 1+500 - 1+600 1 Pemeliharaan Rutin 1+600 - 1+700 1 Pemeliharaan Rutin 1+700 - 1+800 1 Pemeliharaan Rutin 1+800 - 1+900 1 Pemeliharaan Rutin
Dari Tabel 4.10 diketahui bahwa hampir sepanjang ruas hanya perlu dilakukan pemeliharaan rutin jalan kecuali pada titik pengujian 0+800 – 0+900 dan 0+900 – 1+000 dibutuhkan Overlay Non-Struktural untuk meningkatkan nilai IRI perkerasan.
4.5.2 Penanganan Ditinjau dari Nilai Lendutan
Jenis penanganan yang tepat untuk kerusakan perkerasan lentur juga harus ditinjau dari nilai lendutan yang diperoleh dari pengujian dengan menggunakan alat Benkelman Beam.
Pemilihan jenis penanganan berdasarkan pada pembagian segmen ruas yang telah tercantum pada Lampiran 2 dengan nilai beban sumbu standar kumulatif (CESA) sebesar 15.993.785 ESA4 atau 20.686.706 ESA5.
Berdasarkan Tabel 2.16 dan Tabel 2.19 ditentukan bahwa untuk nilai lendutan pemicu 1 dan 2 masing-masing adalah sebesar 0,83 mm dan 1,5 mm. Berikut merupakan jenis
penanganan berdasarkan lendutan wakil (karakteristik) pada setiap pembagian segmen jalan pada ruas Pandaan-Tretes KM SBY 46+520 – 48+320.
1) Segmen Jalan STA 0+000 - 0+100
Pada segmen jalan ini diperoleh lendutan karakteristik sebesar 0,347 mm. Nilai lendutan karakteristik tersebut berada di bawah nilai lendutan pemicu 1, sehingga jenis penanganan kerusakan yang tepat untuk segmen jalan ini adalah pemeliharaan rutin.
2) Segmen Jalan STA 0+200 – 0+300
Pada segmen jalan ini diperoleh lendutan karakteristik sebesar 0,959 mm. Nilai lendutan karakteristik tersebut berada di antara nilai lendutan pemicu 1 dan nilai lendutan pemicu 2, sehingga jenis penanganan kerusakan yang tepat untuk segmen jalan ini adalah overlay.
3) Segmen Jalan STA 0+400 – 0+700
Pada segmen jalan ini diperoleh lendutan karakteristik sebesar 1,775 mm. Nilai lendutan karakteristik tersebut berada di atas nilai lendutan pemicu 2, sehingga jenis penanganan kerusakan yang tepat untuk segmen jalan ini adalah rekonstruksi.
4) Segmen Jalan STA 0+800 – 1+200
Pada segmen jalan ini diperoleh lendutan karakteristik sebesar 2,917 mm. Nilai lendutan karakteristik tersebut berada di atas nilai lendutan pemicu 2, sehingga jenis penanganan kerusakan yang tepat untuk segmen jalan ini adalah rekonstruksi.
5) Segmen Jalan STA 1+300 – 1+400
Pada segmen jalan ini diperoleh lendutan karakteristik sebesar 1,475 mm. Nilai lendutan karakteristik tersebut berada di antara nilai lendutan pemicu 1 dan nilai lendutan pemicu 2, sehingga jenis penanganan kerusakan yang tepat untuk segmen jalan ini adalah overlay.
6) Segmen Jalan STA 1+500 – 1+600
Pada segmen jalan ini diperoleh lendutan karakteristik sebesar 1,935 mm. Nilai lendutan karakteristik tersebut berada di atas nilai lendutan pemicu 2, sehingga jenis penanganan kerusakan yang tepat untuk segmen jalan ini adalah rekonstruksi.
7) Segmen Jalan STA 1+700
Pada segmen jalan ini diperoleh lendutan karakteristik sebesar 0,169 mm. Nilai lendutan karakteristik tersebut berada di bawah nilai lendutan pemicu 1, sehingga jenis penanganan kerusakan yang tepat untuk segmen jalan ini adalah pemeliharaan rutin.
8)
Segmen Jalan STA 1+800 – 1+900
Pada segmen jalan ini diperoleh lendutan karakteristik sebesar 1,167 mm. Nilai lendutan karakteristik tersebut berada di antara nilai lendutan pemicu 1 dan nilai lendutan pemicu 2, sehingga jenis penanganan kerusakan yang tepat untuk segmen jalan ini adalah overlay.
Rekapitulasi jenis penanganan berdasarkan nilai lendutan pemicu 1 dan nilai lendutan pemicu 2 pada setiap segmen jalan telah tercantum pada Tabel 4.11 di bawah ini.
Tabel 4.11 Rekapitulasi Penentuan Jenis Penanganan Berdasarkan Lendutan Pemicu STA D wakil (mm) Jenis Penanganan
0+000
0,347 Pemeliharaan Rutin 0+100
0+200
0,959 Overlay
0+300 0+400
1,775 Rekonstruksi 0+500
0+600 0+700 0+800
2,917 Rekonstruksi 0+900
1+000 1+100 1+200 1+300
1,475 Overlay
1+400 1+500
1,935 Rekonstruksi 1+600
1+700 0,169 Pemeliharaan Rutin
1+800
1,167 Overlay
1+900
4.5.3 Analisis Penanganan Ditinjau dari Nilai IRI dan Nilai Lendutan
Diperoleh beberapa perbedaan jenis penanganan kerusakan antara jenis penanganan yang ditinjau dari nilai IRI dengan jenis penanganan yang ditinjau dari nilai lendutan. Dari jenis penangan yang ditinjau dari nilai IRI diperoleh bahwa hampir keseluruhan titik pengukuran hanya dibutuhkan pemeliharaan rutin dan hanya pada STA 0+800 dan STA 0+900 saja yang membutuhkan overlay non-struktual. Sedangkan untuk jenis penanganan yang ditinjau dari nilai lendutan diperoleh bahwa dibutuhkan pemeliharaan rutin untuk STA 0+000, 0+100 dan 1+700;
overlay untuk STA 0+200, 0+300, 1+300, 1+400, 1+800 dan 1+900; Rekonstruksi untuk STA 0+400, 0+500, 0+600, 0+700, 0+800, 0+900, 1+000, 1+100, 1+200, 1+500 dan 1+600. Berikut merupakan rekapitulasi perbandingan antara jenis penanganan yang ditinjau dari nilai IRI dengan nilai lendutan yang telah tertuang pada Tabel 4.12.
STAJenis KerusakanPenyebab Kerusakan Jenis PenangananIRI Lendutan
0+000Retak BlokPengerasan Aspal Pemeliharaan RutinPemeliharaan Rutin
0+100Retak BlokPengerasan Aspal Pemeliharaan RutinPemeliharaan Rutin0+200Retak BlokPengerasan Aspal Pemeliharaan RutinOverlay 0+300Retak BlokPengerasan Aspal Pemeliharaan RutinOverlay
0+400Retak TepiBeban Kendaraan, Pelemahan Tanah DasarPemeliharaan RutinRekonstruksi0+500Retak BlokPengerasan Aspal Pemeliharaan RutinRekonstruksi0+600Aspal MengelupasCampuran Kurang Baik, Pemadatan KurangPemeliharaan RutinRekonstruksi
0+700Aspal MengelupasCampuran Kurang Baik, Pemadatan KurangPemeliharaan RutinRekonstruksi0+800Aspal MengelupasCampuran Kurang Baik, Pemadatan KurangOverlay Non-Struktural Rekonstruksi0+900Aspal MengelupasCampuran Kurang Baik, Pemadatan KurangOverlay Non-Struktural Rekonstruksi
1+000Aspal MengelupasCampuran Kurang Baik, Pemadatan KurangPemeliharaan RutinRekonstruksi1+100Aspal MengelupasCampuran Kurang Baik, Pemadatan KurangPemeliharaan RutinRekonstruksi1+200Aspal MengelupasCampuran Kurang Baik, Pemadatan KurangPemeliharaan RutinRekonstruksi
1+300- - Pemeliharaan RutinOverlay 1+400- - Pemeliharaan RutinOverlay 1+500TembelanPenggantian Bahan BaruPemeliharaan RutinRekonstruksi
1+600Retak TepiBeban Kendaraan, Pelemahan Tanah DasarPemeliharaan RutinRekonstruksi1+700TembelanPenggantian Bahan BaruPemeliharaan RutinPemeliharaan Rutin1+800Retak TepiBeban Kendaraan, Pelemahan Tanah DasarPemeliharaan RutinOverlay
1+900Retak TepiBeban Kendaraan, Pelemahan Tanah DasarPemeliharaan RutinOverlay Tabel 4.12 Rekapitulasi Penanganan Ditinjau dari Nilai IRI dan Nilai Lendutan
Desain penanganan kerusakan yang digunakan pada ruas ini ditentukan berdasarkan pemicu lendutan karena menurut Ditjen Bina Marga, 2017 nilai pemicu lendutan lebih menetukan dibandingkan dengan nilai pemicu IRI karena jenis penanganan yang ditinjau dari nilai lendutan mampu menanganai kerusakan secara struktural, sedangkan jenis penanganan yang ditinjau dari nilai pemicu IRI hanya mampu menangani kerusakan secara fungsional saja.