BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
7. Evaluasi Keperawatan
Tabel 4.8
Evaluasi Keperawatan Keluarga dengan anak thalasemia di wilayah kerja Puskesmas sepinggan baru dan wilayah kerja puskesmas gunung samarinda.
Hari Ke Diagnosa Keperawatan Evaluasi (SOAP) Keluarga 1
Hari 1
Sabtu 03 Juli 2021 10:00 Wita
Defisit Pengetahuan Keluarga Tn.F berhubungan dengan ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan
S :
-Keluarga dan klien mampu menyebutkan apa itu thalasemia - Keluarga mampu
menyebutkan penyebab thalasemia
-Keluarga dan klien mampu menyebutkan komplikasi yang akan terjadi
-Keluarga dan klien mampu menyebutkan tanda dan gejala thalasemia
-Keluarga mampu menyebutkan nutrisi yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk anak thalasemia
- Keluarga mengatakan baru mengetahui tentang nutrisi yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk anak thalasemia
O :
-Tampak adanya minat keluarga untuk mengetahui informasi tentang thalasemia -Keluarga kooperatif dan antusias mendengarkan penjelasan mahasiswa -Keluarga aktif bertanya A :
-Keluarga dan klien mampu menyebutkan kembali tentang pengertian,komplikasi,penyebab dan tanda gejala thalasemia.
P :
Lanjutkan Intervensi 1.14 - evaluasi kembali pengetahuan keluarga tentang thalasemia - Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Ketegangan pemberi asuhan keluarga Tn.F khususnya Ny.S
S :
- Ny.S mengatakan harapannya semoga bisa merawat kesehatanya anak- anaknya dengan baik - Ny.S mengatakan ia dan keluarga telah memanfaatkan fasilitas kesehatan
- Ny.S mengatakan sekarang ia lebih paham tentang masalah kesehatan anaknya
-Ny.S mengatakan rasa khawatirnya sedikit berkurang saat mengetahui banyak anak thalasemia yang bisa bertahan hingga dewasa
O :
-Ny.S tampak terbuka dalam menceritakan masalah yang dirasakan kepada mahasiwa - Ny.S lebih memahami masalah kesehatan yang di alami An.N
- Ny.S telah bergabung dalam grup komunikasi POPTI - Tampak rasa khawatir berkurang
A :
Ny.S mampu memahami masalah kesehatan An.N P :
Pertahankan intervensi dan evaluasi kembali
Hari 2
Senin 5 juli 2021 13.00
Defisit Pengetahuan Keluarga Tn.F berhubungan dengan ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan
S :
- Keluarga dapat menjelaskan kembali tentang
thalasemia,keluarga
mengatakan saat ini An.N sudah dikurangin untuk konsumsi hati -Keluarga dan klien mampu menyebutkan kembali tentang pengertian PHBS secara singkat -Keluarga dan klien mampu menjelaskan tujuan dari PHBS -Keluarga dan klien mampu menyebutkan manfaat dari PHBS
-Keluarga dan klien mampu menyebutkan indikator PHBS
ditatanan rumah tangga.
O :
-Keluarga tampak
memperhatikan saat mahasiswa menjelaskan materi
-Keluarga berdiskusi tentang materi yang disampaikan -Keluarga tampak paham dengan materi yang disampaikan A :
- Keluarga dapat memahami tentang PHBS di tatanan rumah tangga dan pengetahuan keluarga tentang thalasemia meningkat
P :
Pertahankan intervensi dan Memberitahu keluarga untuk dapat meningkatkan PHBS di masa pandemi saat ini Ketegangan pemberi asuhan
keluarga Tn.F khususnya Ny.S S :
- Ny.S mengatakan kekhawatiran berkurang - Ny.S mengatakan ia turut mendampingi An.N untuk mengkonsumsi obat kelasi besinya
-Ny.S mengatakan ia akan berusaha bisa membagi waktu dalam mengurus ketiga anaknya dan akan meminta bantuan keluarga terdekat jika ada masalah
O :
-tampak tingkat kekhawatiran Ny.S menurun
- Ny.S tampak bisa meyakinkan dirinya bahwa dia bisa merawat kesehatan anaknya
A :
Kekhawatiran Ny.S menurun P :
Pertahankan intervensi dan Memberitahu keluarga untuk aktif di dalam grup komunikasi POPTI untuk mencari informasi dan dapat sharing tentang penyakit thalasemia dengan Orang tua anak thalasemia lainnya.
Resiko Gangguan pertumbuhan keluarga Tn.F khusunya An.N
S :
-Keluarga dapat menjelaskan apa itu gizi seimbang -Keluarga dan klien dapat
menyebutkan kembali manfaat dan sumber vitamin dan mineral -Keluarga dan klien dapat menyebutkan konsep isi piringku
- Keluarga dan klien dapat menyebutkan kembali suber dan manfaat karbohidrat
-Keluarga mengatakan paham cara penghitungan IMT dan penilaian status gizi anak O :
-Keluarga tampak antusias dan kooperatif saat mahasiswa menjelaskan materi - Keluarga tampak aktif bertanya seputar materi -Keluarga tampak paham mengenai materi yang disampaikan mahasiswa ditandai dengan keluarga mampu menjawab pertanyaan dari mahasiwa
-Keluarga dapat mengikuti cara penilaian status gizi yang disampaikan oleh mahasiswa A :
Keluarga dapat memahami materi yang diberikan oleh mahasiswa
P :
Pertahankan Intervensi dan evaluasi kembali
Hari 3
Selasa 6 Juli 2021 16:00
Resiko Gangguan pertumbuhan keluarga Tn.F khusunya An.N
S :
-Keluarga dan klien dapat mengulang menjelaskan kembali tentang gizi seimbang - Ny.S mengatakan sudah membatasi anaknya untuk jajan sembarangan
- Keluarga mengatakan akan mecoba memulai menerapkan gizi seimbang di makanan sehari-hari
- Keluarga mengatakan sudah bisa menghitung IMT dan melakukan penilaian status gizi anak.
O ;
-Keluarga tampak paham tentang gizi seimbang
- Keluarga dapat secara mandiri mempraktikan cara penilaian status gizi anak
A :
Keluarga memahami materi yang disampaikan mahasiswa P :
Pertahankan intervensi Memberitahu keluarga untuk tetap menjaga pola makan sehat dan memantau pertumbuhan anak
Resiko Gangguan Integritas Kulit/Jaringan pada keluarga Tn.F khususnya An.N
S :
-Keluarga dan klien dapat menyebutkan kembali penyebab dari hiperpigmentasi kulit pada anak thalasemia
-Keluarga dan klien dapat menyebutkan kembali apa saja tindakan yang bisa dilakukan untuk perawatan kulit - Keluarga mengatakan sebelumnya An.N memang belum pernah menggunakan pelembab untuk kulit
- Keluarga mengatakan selama ini An.N rutin di ingatkan untuk mengkonsumsi obat kelasi besi nya setiap hari
O :
-Tampak adanya minta dari keluarga dank klien untuk menerima
- Klien tampak kooperatif dibuktikan dengan saat mahasiswa menyampaikan materi An.N sering bertanya -Keluarga dan klien tampak telah memahami tindakan apa saja yang perlu dilakukan untuk merawat kulit
A :
Keluarga dapat menyebutkan tindakan apa saja yang perlu dilakukan untuk merawat klien P:
Pertahankan intervensi Memberitahu keluarga untuk memantau An.N untuk rutin mengkonsumsi obat kelasi besi setiap hari
Hari 4
Kamis 08 Juli 2021 10:00 Wita
Defisit Pengetahuan Keluarga Tn.F berhubungan dengan ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan
S :
- Keluarga masih mampu menyebutkan kembali, pengertian, penyebab, tanda gejala, risiko dan komplikasit halasemia.
- Keluarga mengatakan An.N
sudah mengurangi konsumsi hati
- Keluarga mengatakan saat ini ia lebih banyak mengetahui dan paham tentang thalasemia
- Keluarga mengatakan sudah menjalankan PHBS sebagian - Sebagian indikator PHBS terjalankan (melakukan persalinan di faskes, memberi bayi ASI eksklusif, Konsumsi sayuran setiap hari,menggunakan air bersih,mencuci tangan dengan air bersih, menggunakan jamban sehat )
O :
- Tampak pengetahuan keluarga terkait thalasemia meningkat - Adanya perubahan perilaku
keluarga dalam merawat An.N
A :
Keluarga mampu mengenal masalah kesehatan
P :
Hentikan Intervensi Resiko gangguan pertumbuhan
keluarga Tn.F khususnya An.N S :
-Keluarga mampu menjelaskan kembali tentang gizi seimbang dan konsep piringku
- Keluarga mengatakan akan berusaha menerapkan gizi seimbang
- An.N mampu mengatakan ia paham cara penghitungan IMT O :
Keluarga tampak bisa secara mandiri melakukan penilaian status gizi
A :
Keluarga mampu melakukan pencegahan terjadinya gangguan pertumbuhan P :
Hentikan Intervensi Ketegangan pemberi asuhan
keluarga Tn.F khususnya Ny.S S :
-Ny.S mengatakan saat ini berusaha tegar untuk menghadapi segala cobaan hidup yang diberikan - Ny.S mengatakan ia
menemani An.N saat
mengkonsumsi obat kelasi besi O :
Ny.S tampak mampu
melakukan perawatan kesehatan pada An.N
A :
Ny.S mampu memberikan asuhan dalam keluarga P :
Hentikan Intervensi Resiko Gangguan Integritas
Kulit/Jaringan pada keluarga Tn.F khususnya An.N
S :
-Keluarga mengatakn sekarang An.N mulai dibiasakan
menggunakan pelembab untuk kulit
- Keluarga mengatakan saat ini An.N selalu didampingi saat konsumsi obat kelasi besinya O :
-Keluarga mengikuti salah satu anjuran untuk tindakan
perawatan kulit
- Keluarga mampu memahami tentang cara merawat kulit pada anak
- Tampak ada perubahan perilaku keluarga dalam merawat An.N
A :
Keluarga dapat merawat anggota keluarga yang sakit P :
Hentikan Intervensi Keluarga 2
Hari 1
Senin 28 Juni 2021 13:00
Resiko Gangguan
Pertumbuhan Keluarga Tn.B khusunya An.I
S :
-Keluarga dan Klien dapat menyebutkan apa itu gizi seimbang
-Keluarga dan klien dapat menyebutkan kembali manfaat dan sumber vitamin dan mineral -Keluarga dan klien dapat mnyebutkan kembali konsep isi piringku
- Keluarga dan klien
menyebutkan kembali suber dan manfaat karbohidrat
-Keluarga dan klien mengatakan paham cara penghitungan IMT dan penilaian status gizi anak O :
-Keluarga dan klien tampak
kooperatif saat mahasiswa menjelaskan materi
- Keluarga dan klien tampak aktif bertanya seputar materi -Keluarga dan klien mampu menjawab pertanyaan dari mahasiwa
-Keluarga dan klien dapat mengikuti cara penilaian status gizi yang disampaikan oleh mahasiswa
A:
- Keluarga dan klien dapat memahami materi yang diberikan oleh mahasiswa P :
Lanjutkan Intervensi 2.9 Mengajarkan Perilaku Hidup bersih dan sehat 2.10 mengevaluasi perubahan pengetahuan keluarga
Hari 2
Selasa 29 juni 2021 10:00 Wita
Kesiapan Peningkatan Pengetahuan Keluarga Tn.B
S :
-Keluarga mampu menjelaskan apa itu thalasemia
- Keluarga mampu menjelaskan penyebab thalasemia
-Keluarga mampu menjelaskan komplikasi yang akan terjadi -Keluarga mampu menjelaskan tanda dan gejala thalasemia.
- Keluarga mengatakan ia baru mengetahui pantangan makanan untuk anak thalasemia
- Keluarga mengatakan ia baru mengetahui ada 3 jenis thalasemia
-Keluarga mengatakan ia baru mengetahui tentang nutrisi yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk anak thalasemia
O :
-Tampak adanya minat keluarga untuk mengetahui informasi tentang thalasemia -Keluarga kooperatif dan antusias mendengarkan penjelasan mahasiswa -Keluarga aktif berdiskusi dengan mahasiswa tentang thalasemia
A :
Pengetahuan keluarga meningkat terkait thalasemia P :
Pertahankan Intervensi dan
evaluasi perubahan pengetahuan klien terkait penyakit
thalasemia Resiko Gangguan
Pertumbuhan Keluarga Tn.B khusunya An.I
S :
-Keluarga dan klien dapat mengulang menjelaskan kembali tentang gizi seimbang - Keluarga mengatakan akan berusaha memulai menerapkan gizi seimbang di makanan sehari-hari
- Keluarga dan klien mampu menyebutkan kembali tentang pengertian PHBS
- Keluarga dan klien mampu menyebutkan manfaat dari PHBS
- Keluarga dan klien mampu menyebutkan Indikator PHBS ditatanan rumah tangga -Keluarga mengatakan sudah menjalankan 4 indikator PHBS ( menggunakan air
bersih,mencuci tangan dengan air bersih dan
sabun,menggunakan jamban sehat dan tidak ada yang merokok di dalam rumah) O ;
-Keluarga tampak paham tentang gizi seimbang
- Keluarga mampu menerapkan PHBS dirumah
A :
Keluarga dapat menerapkan sebagian indikator PHBS rumah tangga
P :
Pertahankan intervensi dan memberitahu keluarga untuk tetap menjaga pola makan sehat , memantau pertumbuhan anak dan meningkatkan PHBS dimasa pandemi saat ini Hari 3
Kamis 1 juli 2021 15:00 WITA
Resiko Gangguan
Pertumbuhan Keluarga Tn.B khusunya An.I
S :
-Keluarga dan klien mampu menjelaskan kembali tentang gizi seimbang dan konsep piringku
- Keluarga mengatakan mengkonsumsi lauk pauk dan sayur-sayuran setiap hari, untuk konsumsi buah-buahan tidak setiap hari
- Keluarga dan klien
Berdasarkan tabel 4.8 didapatkan hasil evaluasi dari keluarga 1 dan Keluarga 2 yang dituangkan dengan SOAP. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan dan perubahan perilaku keluarga dalam merawat anak dengan thalasemia
mengatakan mampu menghitung IMT
-Keluarga mengatakan An.I mulai sekarang rutin mengkonsumsi vitamin C - Keluarga mengatakan An.I rutin menimbang badan dan mengukur tinggi badan sebulan sekali saat akan transfusi.
- Keluarga mampu menjelaskan kembali tentang PHBS
-Keluarga mengatakan akan berusahan menerapkan PHBS O :
-Keluarga tampak bisa secara mandiri melakukan penilaian status gizi
A :
Masalah teratasi, Keluarga mampu melakukan pencegahan terjadinya gangguan
pertumbuhan P :
Hentikan Intervensi Kesiapan Peningkatan
Pengetahuan Keluarga Tn.B
S :
-Klien mampu menjelaskan kembali tentang thalasemia - Klien mampu menyebutkan penyebab thalasemia - Klien mampu menyebutkan pentingnya dari mengkonsumsi obat kelasi besi setiap hari O :
-klien tampak sudah memahami tentang thalasemia
A :
Pengetahuan klien meningkat mengenai thalasemia
P :
Hentikan intervensi