• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kendala-Kendala yang Dihadapi Majelis Taklim

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

D. Kendala-Kendala yang Dihadapi Majelis Taklim

Segala sesuatu tidak akan bisa terlepas dari kendala, baik yang datang dari dalam maupun luar. Kendala cendrung bersifat negatif, yaitu memberatkan jalannya sesuatu yang akan di kerjakan. Dalam beberapa hal sering terjadi kendala termasuk pada majelis taklim. Majelis taklim Darul Hikmah Al-Masyhudien NW dalam kegiatannya seringkali mendapatkan kendala untuk menjawab tujuan, baik kendala dalam melaksanakan program maupun kendala dalam hal penanaman ajaran agama.

Adapun beberapa kendala yang dihadapi majelis taklim Darul Hikmah Al- Masyhudien NW dalam menginternalisasikan ajaran agama sebagai berikut:

1. Jadwal kegiatan dan kesibukan masyarakat

Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan terkait dengan kendala- kendala yang di hadapi majelis taklim Darul Hikmah Al-Masyhudien NW dengan ketua majelis taklim, beliau memaparkan bahwa:

Kendala memang tidaklah bisa dihindari dalam urusan apapun, begitu juga dengan majelis taklim. Adapun kendala yang kami rasakan terkait dengan jadwal kegiatan dan kesibukan masyarakat, banyak jamaah yang telat datang dikarenakan rata-rata masyarakat desa Kawo berprofesi sebagai petani dan pengembala. Jadwal kegiatan majelis pada pengajian rutin mingguan, dilaksanakan pada Minggu siang jam 14:00 sampai selesai. Banyak jamaah yang telat datang karena kesibukan masing-masing di sawah dan juga karena kegiatannya diadakan siang hari jamaah malas datang karena panas.112

Hal ini senada dengan apa yang dipaparkan oleh salah satu jamaah majelis taklim:

Rendahnya jamaah yang mengikuti kegiatan majelis taklim terutama pengajian rutin mingguan, karena saya pekerjanyaanya sebagai petani terkadang lelah pulang dari kegiatan disawah dan ngarit rumput sehingga

111Dok umentasi, Kawo, 28 November 2022.

112Zunuraini, Wawancara, 11 Desember 2022.

46

tidak sempat mengikuti kegiatan pengajian sebab kelelahan, juga datang tetapi sering terlambat.113

Salah seorang jamaah mengungkapkan: ”Terkadang saya malas datang di majelis taklim dikarenakan siang hari terlalu terik, rumah saya lumayan jauh dan harus berjalan kaki.”114

2. Fasilitas/Sarana dan prasarana yang tidak memadai

Selain terkendala oleh jadwal kegiatan, sarana dan prasarana juga salah satu kendala yang dihadapi majelis taklim Darul Hikmah dalam menginternalisasikan ajaran agama. Terkendala sound sistem yang kadang rusak saat proses pengajian serta peralatan Hadroh membuat terlaksana kegiatan terhambat. Hal ini juga di ungkapkan oleh bendahara majelis taklim yang mengatakan:

Salah satu kendala majelis taklim juga pada kurangnya sarana dan prasarana dimana ketika proses pengajian berlangsung terkadang sound sistem tidak berfungsi dengan baik sehingga penjelasan yang dipaparkan oleh penceramah tidak tersampaikan dengan baik kepada jamaah, kurangnya ambal atau tikar sehingga jamaah ketika pengajian berlangsung terkadang duduk ditanah beralaskan sendal masing-masing, kipas angin yang cuma satu sehingga tidak jarang para penceramah kepanasan, kemudian kurangnya Hadroh yang membuat kita harus meminjam ke tempat lain ketika ada kegiatan hari-hari besar Islam untuk pentas para pemuda.115

Bendahara majelis taklim juga memaparkan bahwa:

Kurangnya tirai juga menjadi salah satu kendala, majelis cuma mempunyai 3 lembar tirai sehingga tidak bisa menutupi sepanjang batas majelis sebelah kanan. Karena posisi majelis taklim yang berhadapan langsung dengan jalan raya, membuat jamaah terkadang tidak fokus mendengarkan ceramah karena melihat kendaraan yang berlalu lalang.116

Hal ini senada dengan paparan salah satu jamaah majelis taklim, ibu Hartuti:

Salah satu kendala ketika proses pengajian yaitu sound sistem yang tidak beroperasi dengan baik, ketika pengajian berlangsung penceramah/Tuan guru suaranya terputus-putus sehingga materi yang di sampaikan tidak tersampaikan dengan baik kepada jamaah.117

Inaq Imah juga mengungkapkan:

kurangnya tikar ditengah banyaknya jamaah pengajian, yang membuat para jamaah terkadang harus duduk ditanah demi mendengarkan ceramah dari

113Lahum, Wawancara, Karang Jangkong, 11 Desember 2022.

114Khadijah, Wawancara, Gilik, 13 November 2022.

115Rahban,Wawancara, 9 Desember 2022.

116Rahban, Wawancara, 9 Desember 2022.

117Hartuti, Wawancara, Buntereng, 8 Desember 2022.

47

tuan guru, sehingga para jamaah kurang nyaman dikarenakan setelahnya bajunya kotor.118

Ustadz jumawar juga mengatakan:

Bahan genteng majelis taklim adalah spandek yang menyerap panas, seharusnya majelis taklim menambah jumlah kipas angin sehingga ketika pengajian berlangsung para tuan guru/penceramah sebagian terkena sejuknya kipas, sebagian lagi kepanasan.119

Berkaitan dengan alat Hadroh, salah satu remaja yang ikut kegiatan juga memaparkan: ”Pada saat latihan Hadroh kita harus bergilir-giliran dengan teman- teman yang lain, dan ketika ada acara hari-hari besar Islam kita meminjam Hadroh ke madrasah lain.”120

3. Pengaruh teknologi

Perkembangan teknologi juga mempengaruhi proses internalisasi ajaran agama, sebab ditengah zaman yang serba instan dan tontonan yang semakin luas berpengaruh terhadap perilaku penggunanya. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan ketua majelis taklim Darul Hikmah Al-Masyhudien NW:

Tontonan di televisi ataupun di media sosial dapat mempengaruhi perilaku penggunanya, dapat dilihat dengan banyaknya masyarakat yang berperilaku tidak sesuai syariat Islam dan berpakaian tidak sesuai syariat, perbedaan pola pikir tentang memandang sesuatu serta enggan berhubungan dengan orang lain karena asik dengan handphone sehingga 121

Ibu Hartuti juga membenarkan terkait dengan hal diatas, beliau mengungkapkan: ”Handpone pengaruhnya sangat besar, anak-anak kerjaannya main media sosial sehingga terkadang lupa waktu, mereka lebih senang menonton dan kurang minatnya belajar ilmu agama di majelis taklim.” 122

Ramdan juga mengatakan:

Anak-anak atau remaja sekarang ini krisis minat belajar ilmu agama akibat dari pengaruh penggunaan teknologi, dapat dilihat dari ketika ada kegiatan pengajian di majelis taklim banyak anak-anak atau remaja yang lebih memilih bermain game online atau PS di tempat rental.123

118Imah, Wawancara, Pengadang, 13 Desember 2022.

119Jumawar, Wawancara, Batu Jangkih, 14 Desember 2022.

120Samsul, Wawancara, Gilik, 10 Desember 2022

121Zunur'aini,Wawancara, Bali Muntong I, 8 Desember 2022.

122Hartuti, Wawancara, Buntereng, 8 Desember 2022.

123Ramdan, Wawancara, Karang Jangkong, 9 Desember 2022.

48 4. Perbedaan organisasi/aliran

Adapun berbedaan aliran juga salah satu yang menjadi faktor kendala dalam proses internalisasi ajaran agama Islam oleh majelis taklim Darul Hikmah Al- Masyhudien NW. Hal tersebut juga di ungkapkan oleh Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Darul Hikmah Al-Masyhudien NW Kawo pada saat ceramahnya, beliau memaparkan bahwa:

Meskipun banyak aliran tetapi Islam adalah satu, jangan karena aliran membuat pikiran kalian sempit dan menutup jalan menuntut ilmu yang luas.

Tetaplah belajar dimanapun sebab jika kalian merasa ada manfaat maka ambillah dan jika kalian merasa ada mudharatnya maka buanglah.124

Senada dengan hal diatas, ketua majelis taklim pada saat wawancara juga menyebutkan bahwa:

Salah satu kendala terbesar majelis taklim Darul Hikmah Al-Masyhudien NW dalam menginternalisasikan ajaran agama yaitu perbedaan aliran. Desa Kawo masyarakatnya terbagi menjadi beberapa aliran, tidak hanya ada NW saja. Jadi ketika kegiatan majelis taklim yaitu salah satunya pengajian rutin mingguan dan bulanan masyarakat desa Kawo luar NW tidak ikut serta dalam kegiatan di majelis taklim.125

Hal ini juga diungkapkan oleh Inaq Lembut selaku masyarakat yang bukan dari aliran atau penganut NW. Beliau memaparkan:

Dari dulu sampai sekarang saya selalu mengaji sesuai dengan tuntunan aliran yang saya yakini, jadi ketika ada pengajian rutin mingguan ataupun bulanan dan kegiatan lainnya saya tidak tertarik ikut dikarenakan majelis taklim Darul Hikmah itu merupakan aliran NW yang berbeda dengan aliran yang saya ikuti.126

Amaq Kumpul juga mengatakan: ”

Tuan guru yang di hadirkan sebagai pemateri di majelis taklim Darul Hikmah kebanyakan dari NW, tetapi tidak jarang juga mendatangkan tuan guru dari luar NW dan saya hanya mengikuti pengajian ketika tuan guru dari luar NW yang menjadi penceramah.127

124Zaidin Mashudi, Wawancara, Kawo, 7 Agustus 2022.

125Zunur'aini, Wawancara, Bali Muntong I, 11 Desember 2022.

126Lembut,Wawancara, Sarang Angin, 10 Desember 2022.

127Kumpul, Wawancara, Sarang Angin, 10 Desember 2022.

49 BAB III

Dokumen terkait