VIII. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN
14. PERKARA-PERKARA YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN, PERUSAHAAN ANAK,
Berdasarkan perjanjian-perjanjian di atas, tidak terdapat pembatasan-pembatasan (negative covenant) dari Pihak Ketiga yang dapat merugikan kepentingan Pemegang Saham dan Pemegang Obligasi dan Obligasi Subordinasi.
Perlu juga diketahui bahwa sejak dua 2 (dua ) tahun terakhir hingga tanggal Prospektus ini, Perseroan tidak memiliki perjanjian yang termasuk dalam kategori transaksi afiliasi dan/atau mengandung benturan kepentingan berdasarkan Peraturan IX.E.1. Perjanjian-perjanjian dengan pihak istimewa atau terafiliasi sebagaimana disebutkan di atas termasuk ke dalam transaksi afiliasi yang dikecualikan berdasarkan Peraturan IX.E.1, khususnya pengecualian terkait (i) transaksi yang merupakan kegiatan usaha utama Perseroan atau perusahaan terkendali dan/atau (ii) transaksi yang merupakan penunjang kegiatan usaha utama Perseroan atau perusahaan terkendali.
14. PERKARA-PERKARA YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN, PERUSAHAAN ANAK, SERTA
No. Nomor Perkara Para Pihak Pokok Perkara Nilai Perkara Status Perkara 2. Perkara tidak
dibayarkannya deposito yang ditempatkan oleh Bank selaku Custodian (No.297/
Pdt.G/2015/
PN.Jkt.Sel)
Penggugat:
Perseroan Melawan Tergugat:
PT Bank Mega Tbk (“BM”) Turut Tergugat:
PT Harvestindo Asset Management (“HAM”) (dahulu PT Suprasurya Asset Management) (Turut Tergugat)
Gugatan terkait pernyataan Penggugat terkait tidak dikembalikannya uang pokok dan juga tidak dibayarnya bunga atas perpanjangan deposito berjangka oleh Tergugat, meskipun Penggugat telah menagihkan kepada Tergugat. Menurut Tergugat penempatan deposito tersebut bukanlah deposito berjangka melainkan deposito on call dan telah dicairkan ke rekening Reksadana Harvestindo Maxima di BM Jababeka/
Tergugat. Kemudian, berdasarkan pemberitahuan OJK dana yang dalam Deposito yang ditempatkan atas nama Reksadana Harvestindo Maxima di BM Jababeka/ Tergugat tersebut dinyatakan telah hilang.
Sehingga, pokok sengketa perkara ini adalah sebagai berikut: (i) apakah penempatan deposito dilakukan dengan deposito berjangka atau dengan deposito on call; dan (ii) apakah benar Tergugat telah mengembalikan deposito tersebut.
Materiil Rp12.000.000.000,00
Immateriil Rp3.200.000.000,00
• Gugatan di pengadilan tingkat pertama dinyatakan ditolak;
• Permohonan Banding para Tergugat diterima dalam nomor putusan 590/Pdt/2016/PT.DKI;
• Putusan Kasasi sudah dijatuhkan dengan nomor putusan 1955/K/
Pdt/2017, di mana permohonan Kasasi Tergugat dinyatakan ditolak.
• Monitoring Putusan Peninjauan Kembali.
3. Perkara Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (No.253/
Pdt.G/2016/
PN.Jkt.Ut)
Para Penggugat:
(xxii) Jootje Max Sondakh (Penggugat I) (xxiii) Rachel Vallery Sondakh (Penggugat II) (xxiv) Abigail Jeanne Sondakh (Penguggat III) Melawan
Para Tergugat:
(i) PT Sport Glove Indonesia (Tergugat I) (ii) Eka Noor Asmara (Tergugat II) (iii) Mark Christopher Robba (Tergugat III) (iv) Christopher Corry Robba (Tergugat IV) (v) Sonny Singal, S.H. (Tergugat V) (vi) Yefta Piterajaya Kaligis, S.H. (Tergugat VI) (vii) Drs. Ricky F. Wakano (Tergugat VII) (viii) Irene Yulia, S.H. (Tergugat VIII) (ix) PT Bank Danamon Indonesia Tbk c.q.
Bank Danamon Indonesia Cabang Yogyakarta (Tergugat IX)
(x) Perseroan c.q. Bank CIMB Niaga Cabang Yogyakarta (Tergugat X)
(xi) PT Bank BRI Syariah c.q. Bank BRI Syariah Kantor Cabang Yogyakarta (Tergugat XI)
(xii) Budho Krisnadi (Turut Tergugat I) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia c.q. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Turut Tergugat II)
Gugatan PMH yang diajukan oleh Para Penggugat yang merupakan ahli waris dari pemegang saham Almh.
Deutzy Nefolina Tonggembio pada Tergugat I atas dasar PMH yang dilakukan oleh Para Tergugat terkait dengan pelaksanaan RUPSLB untuk mengisi kekosongan jabatan Presiden Direktur sejak tanggal 1 Januari 2016. yang tidak sesuai dengan batas waktu pelaksanaan, yaitu selambat-lambatnya pada tanggal 30 Januari 2016 dan bertentangan dengan ketentuan UU No. 40 Tahun 2007 dan oleh karenanya menurut Para Penggugat keputusan dalam RUPSLB tersebut adalah tidak sah.
Materiil Rp290.000.000.000,00
Immateriil Rp300.000.000.000,00
• Monitoring Putusan Banding pada Pengadilan Tinggi
4. Perkara Sengketa Pajak (No.
50358/PP/M.
IB/16/2014)
Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
(Pemohon/Terbanding/Termohon Peninjauan Kembali)
melawan
Perseroan (Termohon/Pemohon Banding/
Pemohon Peninjauan Kembali)
DJP mengajukan Peninjauan Kembali atas Putusan Mahkamah Agung terkait Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPBP) yang dikeluarkan oleh DJP untuk Perseroan. Adapun pokok- pokok gugatan pada perkara ini, diantaranya: (i) Koreksi Obyek PPN atas Pengalihan Aktiva Tetap (Likuidasi) sebesar Rp1.276.000.000.000;
(ii) Koreksi Obyek PPN atas Pengalihan Aktiva AYDA (Likuidasi) sebesar Rp1.012.000.000.000; dan (iii) Koreksi Obyek PPN atas Penjualan Aktiva Tetap sebesar Rp 2.481.000.000.
Rp54.822.422.481 • Pada Peninjauan
Kembali permohonan banding oleh Pemohon/
Perseroan dikabulkan sebagian;
• Putusan Peninjauan Kembali telah BHT.
5. Perkara Sengketa Pajak (No.
57057/PP/M.
III.A/15/2014)
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) (Pemohon Banding) melawan
Perseroan (Terbanding)
DJP mengajukan Peninjauan Kembali atas Putusan Mahkamah Agung terkait Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPBP) yang dikeluarkan oleh DJP untuk Perseroan.
Rp204.760.659.708 • Monitoring putusan Peninjauan Kembali dari Mahkamah Agung.
No. Nomor Perkara Para Pihak Pokok Perkara Nilai Perkara Status Perkara 6. Perkara
Gugatan Melawan Hukum (No. 176/
PDT.G/2017/
PN.DPK)
(i) PT Swakarya Adisejahtera (Penggugat I) (ii) PT Swakarya Permaijaya (Penggugat II) (iii) PT Bumi Upaya Griya (Penggugat III) (iv) PT Suryacipta Bumi Permai (Penggugat (v) IV)PT Swadaya Prada Pratama (Penggugat melawanV)
(i) PT Maybank Indonesia Tbk (dahulu bernama PT Bank Internasional Indonesia Tbk) (Tergugat I)
(ii) Perseroan (Tergugat II) (iii) PT Karabha Digdaya (Tergugat III) (iv) Pemerintah R.I. CQ. Kementerian
Keuangan R.I. (Tergugat IV) (v) Edino Girsang SH (Turut Tergugat I) Marjan Pane SH (Turut Tergugat II)
Gugatan perbuatan melawan hukum sehubungan dengan pemberian hak pada pemegang saham untuk melakukan buyback saham, dengan pokok gugatan antara lain: (i) Tergugat I melakukan pengalihan saham milik Para Tergugat pada Tergugat III tanpa menanggapi terlebih dahulu surat permintaan dari Para Penggugat melalui Penggugat V untuk melaksanakan hak opsi buyback saham; (ii) Tergugat II/ Perseroan melakukan pengalihan saham milik Para tergugat pada Tergugat III tanpa menanggapi terlebih dahulu surat permintaan dari Para Penggugat melalui Penggugat V; (iii)Tergugat III telah menyerahkan saham- saham milik Para Penggugat tetapi tidak melaksanakan hak opsi buyback saham Penggugat V pada dari Tergugat III kepada Para Penggugat.
Materiil:
Rp2.100.000.000.000 Immateriil:
Rp2.200.000.000.000
• Gugatan di pengadilan tingkat pertama dinyatakan dikabulkan sebagian;
• Monitoring Putusan Kasasi pada Mahkamah Agung
7. Perkara No. 572/
PDT.G/2018/
PN.JKT.SEL
PT Bangun Karya Pratama Lestari melawan
Perseroan
Gugatan perbuatan melawan hukum sehubungan dengan pembatalan addendum perjanjian kredit, terkait Perjanjian Kredit Nomor 303/FAT/JKT/07 Tanggal 27 September 2007 (“Objek Gugatan”) yang dibuat dan ditandatangani oleh Perseroan.
Perseroan dalam hal ini dianggap telah melakukan suatu penyalahgunaan keadaan dengan cara membuat addendum terhadap Objek Gugatan.
Materil: Rp34.818.314.000 Immateril:
Rp50.000.000.000
• Gugatan Penggugat ditolak untuk seluruhnya;
• Penggugat dihukum untuk membayar biaya perkara yang timbul sebesar Rp361.000;
• Putusan belum BHT.
CNAF, yang merupakan Perusahaan Anak dari Perseroan, merupakan pihak dalam beberapa perkara perdata, di mana perkara-perkara yang dimaksud tidak berpengaruh secara material terhadap kelangsungan kegiatan usaha PT CNAF. Berikut adalah perkara-perkara perdata yang melibatkan PT CNAF:
No. Nomor Perkara Para Pihak Pokok Perkara Nilai Perkara Status Perkara
1. 15/Pdt.G.2015/
PN.Jth Penggugat:
Rudiah Tergugat 1:
Jamal Tahir Tergugat 2:
Fitria Novianty Tergugat 3:
Asrul Abbas Tergugat 4:
PT. CNAF
Gugatan perbuatan melawan hukum (“PMH”) yang diajukan oleh Penggugat (sebagai istri Tergugat 3 / debitur dari PT CNAF) pemilik sebuah kendaraan Toyota Harrier (objek perkara) yang dibeli secara kredit pada ACC Banda Aceh di tahun 2011 dan lunas pada tahun 2012 yang juga merupakan harta perkawinan. Pada kendaraan tersebut dilakukan Bea Balik Nama atas nama Tergugat 3. Kemudian dalam Perjanjian Pembiayaan Konsumen tertanggal 24 Oktober 2014 kendaraan yang menjadi objek perkara tersebut dijadikan jaminan hutang Tergugat 1 dan 2 pada Tergugat 4 tanpa sepengetahuan Penggugat.
Kerugian materiil:
Rp540.000.000 Kerugian immateriil:
Rp1.000.000.000
• Eksepsi Tergugat IV dikabulkan;
• Pengadilan Negeri Jantho dinyatakan tidak berwenang mengadili;
• Gugatan ditolak.
• Putusan belum Berkekuatan Hukum Tetap (“BHT”);
2. 190/Pdt.G/2014/
PN.Plk Penggugat: Norman Tergugat:
PT CNAF
Gugatan yang diajukan oleh Penggugat (sebagai suami/ ahli waris debitur – Almh. Itip) atas dasar PMH yang dilakukan oleh Tergugat terkait perjanjian pembiayaan atas 1 (satu) unit kendaraan roda 4 (empat) merk Ford Ranger-25 DC XLTD 4x4 tertanggal 5 April 2011. Di mana perjanjian pembiayaan tersebut di atas seharusnya hubungan hukum debitur dan kreditur di dalamnya gugur dengan sendiri ketika debitur atau penjamin (bila ada) meninggal dunia, dan seharusnya kendaraan yang menjadi objek sengketa menjadi hak milik Penggugat sebagai ahli waris.
Kerugian materiil:
Rp153.349.000 Kerugian immateriil:
Rp50.000.000
• Gugatan tingkat pertama dikabulkan sebagian;
• Tergugat dinyatakan telah melakukan PMH;
• Kasasi diajukan dengan nomor perkara 869 K/
Pdt/2017;
• Penggugat dimenangkan pada tingkat pertama. Namun, PT CNAF dimenangkan pada tingkat banding;
• Putusan Kasasi telah dijatuhkan dan BHT.
No. Nomor Perkara Para Pihak Pokok Perkara Nilai Perkara Status Perkara 3. 43/Pdt.G/2017/
PN.Rap 108/Pdt.G/2018/
PT.MDN
Penggugat:
Akmala Novikayani Tergugat 1:
Cabang CNAF Rantau Prapat/
Labuhanbatu Tergugat 2:
PT CNAF
Penggugat mengajukan gugatan PMH terkait Perjanjian Pembiayaan Konsumen tertanggal 2 April 2012
kepada Para Tergugat atas dasar bahwa Objek Jaminan Fidusia sesuai dengan pembiayaan telah dilakukan penarikan oleh Ekscoll sehingga merugikan Penggugat
Kerugian materiil:
Rp527.800.000 • Perkara tingkat pertama telah diputus dengan amar Putusan menolak gugatan Penggugat seluruhnya;
• Putusan tingkat pertama menyatakan sah dan berlaku serta mengikat Perjanjian Pembiayaan Konsumen Nomor 447101200285 tertanggal 2 April 2012 antara PT. CNAF selaku Kreditur dengan Akmala Novikayani selaku Debitur;
• Gugatan pada tingkat Kasasi dikabulkan sebagian;
• Pada tingkat Kasasi Para Tergugat dinyatakan sebagai pihak yang kalah.
• Putusan Kasasi belum BHT;
4. 93/Pdt.G/2018/
PN.Pdg Penggugat:
Al Azhar Tergugat 1:
PT CNAF Tergugat 2:
PT Khalif
Penggugat menggugat Tergugat terkait dengan
eksekusi jaminan Fidusia Kerugian materiil:
Rp87.575.790.80 • Gugatan dikabulkan sebagian;
• Menyatakan bahwa tindakan Tergugat- tergugat merupakan perbuatan melawan hukum;
Putusan belum BHT.
5. 12/
Pdt.G.S/2019/
PN. Mnd
Penggugat:
Silvester Ferry Paoki Tergugat:
PT CNAF
Penggugat menggugat Tergugat terkait eksekusi
jaminan fidusia Kerugian materiil:
Rp146.669.915, • Gugatan dikabulkan sebagian;
• Menyatakan bahwa perbuatan Tergugat merupakan perbuatan melawan hukum;
• Menyatakan bahwa penjualan unit kendaraan yang menjadi objek sengketa adalah tidak sah.
Putusan belum BHT;
6. 358/Pdt.G/2018/
PN.Mnd Penggugat:
Madaline Vander Meulen Tergugat:
PT CNAF
Penggugat menggugat Tergugat terkait eksekusi
jaminan fidusia Kerugian materiil:
Rp434.221.000 • Petitum subsidair dari gugatan Penggugat dikabulkan;
Menetapkan bahwa putusan dapat dijalankan walaupun ada upaya hukum verzet, banding, dan kasasi.
7. 79/Pdt.G/2018/
PN Cbn Penggugat:
Hendrikus Sihaloho Tergugat 1:
PT CNAF Tergugat 2:
PT Almer Jabar Nusantara
Penggugat mengajukan gugatan terkait Surat Perjanjian Pembiayaan Konsumen tertanggal 2 Juli 2015 kepada Para Tergugat atas dasar bahwa Objek Jaminan sesuai dengan pembiayaan telah dilakukan penarik–an oleh Tergugat 2 sebagai kuasa Tergugat 1 sehingga merugikan Penggugat
Kerugian materiil:
Rp411.500.700 • Gugatan tidak dapat diterima;
Putusan yang dijatuhkan telah BHT;
8. 43/Pdt.G/2019/
PN. Kdi Penggugat:
Rite S Tergugat:
PT CNAF
Penggugat menggugat Tergugat terkait eksekusi
jaminan fidusia Kerugian materiil:
Rp550.195.000 • Perkara masih dalam proses persidangan;
Pemeriksaan saksi dari Penggugat telah dilaksanakan pada 25 September 2019.
Dari seluruh perkara yang telah diungkapkan di atas, tidak terdapat perkara yang dihadapi Perseroan maupun Perusahaan Anak yang mempunyai dampak material terhadap status, kedudukan dan kelangsungan kegiatan usaha Perseroan dan/atau Perusahaan Anak.
Sampai dengan Prospektus ini diterbitkan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan baik dalam jabatannya maupun secara pribadi tidak sedang terlibat dalam perkara pidana, perdata, kepailitan, hubungan industrial, tata usaha negara, perselisihan perpajakan dan perkara arbitrase di Badan Arbitrase Nasional Indonesia serta sengketa atau klaim lainnya yang secara material dapat mempengaruhi secara kedudukan, peranan dan/atau kelangsungan kegiatan usaha Perseroan.