LAMT'IRAN.LAMPIRAN
F. Deskripsi Teoritik
4. Perkembangan Anak dan Faktor yang Mempengaruhinya
Perkembangan adalah perubahan-perubahan
psikofisik
sebagaihasil dari
proses kematangan fungsi-frrngsipsikis
danfisik
anak,hal ini ditunjang oleh faktor-faktor
lingkungan dan proses pembelajaran dalam waktu tertentu untuk menuju kedewasaan. Perkembangan dapat diartikansebagai proses transmisi dari konstitusi psikofisik yang
herditer, dirangsangoleh faktor-faktor lingkungan yang
menguntungkan, dalam prosesaktif
menjadi kontinyu2o. Perkembangan merupakan suatu prosesyang mula-mula global, pasif, belum terpecah atau terperinci
dan20 Kartini Kartono, Ps ikologi Anaka, (Bandwg, Mandar Maju, 1995),
h.2l
kemudian semakin lama semakin banyak, berdiferensiasi dan
terjadi intergrasi yang hierarkis.2 IPertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang terjadi pada setiap makhluk. Pada manusia, proses tumbuh kembang berlangsung terus menerus secara berkesinambungan sejak bertemunya sel jantan dan sel
betina
sampaiakhir
masa remaja denganmelewati
periode pranatal, post natal, pra sekolah, sekolah dan remaja. Tumbuh kembang merupakan sesuatuyang
utamahakiki
dan khas pada anak.Tumbuh
adalah proses bertambahnyaukuran atau dimensi akibat
bertambahnyasel-sel
atau bertambah besamya sel-sel serta bertambahnyaintra seluler.
Sedangkan yang dimaksud dengan berkembang adalah proses pematangan frmgsi dan organtubuh
termasuk berkembangnya kemampuan mental sertaprilaku
anakSedangkan
mental adalah semua
unsur-unsurjiwa
termasukpikiran, emosi, sikap dan
perasa;myang dalam keseluruhan
dan kebulatannya akan menentukan corak laku, cara menghadapi sesuatu halyang menekan perasaan, mengecewakan atau
menggembirakan, menyenangkan dan sebagainya.22Menurut pandangan pieget, perkembangan mental
adalah perkembangan kemampuan penalaranlogis,
sebabberpikir
dalam prosesmental tersebut jauh lebih penting dari sekedar mengerti,
proses'?r Singgih D. Gunars4 Dasar dan teori Perkembangan Anah lakarta: W.BPK Gunung Muria, 1997, h. 29
22 Zakiah Dara;at, Pendidikqn Agama dalam Pembinaan Mental, Jakarla: B\lan
Bintang:1992, h. 38
perkembangan
mental bersifat universal dalam
tahapanyang
umumnyasama, namun dengan berbagai cara ditemukan adanya
perbedaan penampilankognitif
padatiap kelompok
manusia. Sistem persekolahandan
keadaansosial ekonomi
mempengaruhiterjadinya
perbedaan pada perkembangananak, demikian pula
denganbudaya, sistem nilai
dan harapandalam
masyarakat masing-masing.Adapun faktor-faktor
yangmempengaruhi
perkembanganterdiri dari hereditas (keturunan)
danI i ng kungan p e r ke m b an ga n.
a.
HereditasHereditas merupakan fakbr utama yang
mempengaruhi perkembanganindividu.
Dalam halini
hereditas diartikan sebagai totalitas karakteristis setiapindividu
yang diwariskan kedua orang tua kepada anak, atau segalapotensi yang dimiliki baik fisik
maupunpsikis
sejak masa konsepsi sebagaiwarisan dari orang tua
kepada anaknya adalah sikap stnrktumya, bukantingkah
laku yang diperoleh sebagai hasil belajar ataupengalaman. Penurunan sifat-sifat ini mengikuti
prinsip-prinsip reprodul<si,lronfornitas (rtseragaman) variasi, regresi felini,
fal<torhereditas merupakan
faktor
yang pentingbagi
perkembangan anak. Pada dasamya perkembangan anak sangat dipengaruhi olehfaktor
kedua orang tua.Jika
genyang diturunkan
orangtua baik,
maka anak akan tumbuh dengan baik.Faktor hereditas merupakan salah satu faktor yang
dapatmempengaruhi
proses
perkembangan pesertadidik, dalam
pandanganIslam juga
mengisyaratkanbahwa faktor
hereditas merupakan bagian terpenting dalam mempengaruhi perkembangan kepribadian anak, yaitu dengan diisyaratkan dalam sebuah hadist nabi yang diriwayatkan olehAbu
Daud yaitu:'Pilihlah
tempat menanam nutfahmu(isteri),
karena pengaruh keturunanitu
sangat kuat".23Makna hadist tersebut manyatakan bahwa
faktor
pembawaan dari keduaorang tua si janin
sangatlahkuat. Maka pribadi
orangtua
yang shaleh akan menunrn kepadapribadi
anak-anakyang bakal
dilahirkan'Sehingga anak nantinya memiliki bawaan yang baik pula'
Bahkan penjelasan lebih lanjut juga dijelaskan pada al-Qur'an misalkan pada surahIbrahim:39-40, yaitu adanya kebaikan keturunan Ibrahim As
yangmenghasilkan keturunan
Ismail
dan Ishak As.Dari
makna ayatini
adalah adanya kesyukurannabi Ibrahim
kepadaAllah Swt
sebab dalam usianya yang sudah tua dia masihdiberi
keturunan yang shalehbakti
pada kedua orang tuanya.Dari
pengertianini
maka sepatutnya orang tua mempuyaiketurunan yang berkepribadian tangguh, baik, dan ahli
beribadah'sehingga mereka terlebih dulu memperbaiki dirinya menjadi manusia yang
baik dekat
denganAllah Swt
sehinggaakan
menghasilkan keturunan- keturunan yang baik pula, selanjutnya perlu dipahami bahwa adanyafaktor
hereditasjuga
akan memberikan keturunan yang buruk,jahat
danzalim
manakala kedua orang tuanya berkepribadianjahat,
sehingga keturunan 2'M. Nipan Abdul Halim, Anak Shqteh Dambaan Orang Tua, Yogyakarta, Pustaka Offset, 2000, h. 159orang tua sebagai faktor hereditas bukan
satu-satunyafaktor
yangmenentukan kepribadian individu atau peserta didik, baik
buruknyakepribadian anak didik sangat tergantung pada faktor-faktor
yang kompleks, sepertifaktor
lingkungan, potensi bawaan, ketunrnan bahkan takdir Tuhan.2ab. Lingkungan
PerkembanganLingkungan
perkembangan merupakan berbagaipristiw4
situasikondisi diluar
organismeyang diduga
mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perkembanganindividu
yangterdiri dari fisik
dan sosial. Jadi yangdapat
mempengaruhi perkembangananak selain dari faktor
hereditas,adalah faktor lingkungan, lingkungan akan memberikan
berpengaruh terhadap pendidikan anak yang berimplementasi pada perkembangan anakitu
sendiri.Lingkungan
sebagai penentu perkembangantingkah laku,
dalamdisiplin keilmuan psikologi, Iingkungan yang berpengaruh
padaperkembangan
tingkah laku
anakini dipelopori oleh filosof
kebangsaanInggris yaitu Jonh Locke
(1632-1704)yang
selanjutnya dikembangkan oleh Psikolog seperti George Berkeky.25Menurut pemahaman
teori ini
manusialahir
dalam keadaan netral,tidak memiliki
pembawaan apapun. Ia bagaikan kertas putih(tabilla
rasa) yang dapatditulis
apa sajayang
dikehendaki. Perwujudantingkah
laku2a Abdul Mu.lib dan Jusuf Mudzakir, Nuansa-nuansa Psikologi Islam'lakarta, PT Raja Grafindo Persada: 2001, h. 123
"
ibid.h. 118ditentukan oleh luar
diri
yang disebut dengan lingkugan. Pada prinsipnyaaliran ini dikenal
sebagaialiran
yangoptimistik
danpositivisik. Hal itu
disebabkanoleh
anggapan bahwa suatutingkah laku
menjadilebih
baik apabila dirangsangoleh
usaha-usaha nyata. Perkembangantingkah
laku manusia bukanlah sebuahrobot
yang diprogramkan secara determinisik, apalagi menyerah pada pembawaan nasibnya.Selanjutnya menurut Abdul Mujib yang mengutip
pendapatMuhammad Mahmud tentang lingkungan yang dapat
mempenganrhitingkah laku
anakdidik itu terdiri dari lima
aspek,yaitu
letak geografis, historis, sosiologis,kulnral
dan psikologis.a. Lingkungan
Ceografis,yaitu lingkungan yang
ditenhrkanoleh
letakwilayah
seperti dataran, pergunungan dan pesisir pantai,kondisi iklim
seperti panas