• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Anak dan Faktor yang Mempengaruhinya

Dalam dokumen +mt - Digilib IAIN Palangkaraya (Halaman 38-44)

LAMT'IRAN.LAMPIRAN

F. Deskripsi Teoritik

4. Perkembangan Anak dan Faktor yang Mempengaruhinya

Perkembangan adalah perubahan-perubahan

psikofisik

sebagai

hasil dari

proses kematangan fungsi-frrngsi

psikis

dan

fisik

anak,

hal ini ditunjang oleh faktor-faktor

lingkungan dan proses pembelajaran dalam waktu tertentu untuk menuju kedewasaan. Perkembangan dapat diartikan

sebagai proses transmisi dari konstitusi psikofisik yang

herditer, dirangsang

oleh faktor-faktor lingkungan yang

menguntungkan, dalam proses

aktif

menjadi kontinyu2o. Perkembangan merupakan suatu proses

yang mula-mula global, pasif, belum terpecah atau terperinci

dan

20 Kartini Kartono, Ps ikologi Anaka, (Bandwg, Mandar Maju, 1995),

h.2l

kemudian semakin lama semakin banyak, berdiferensiasi dan

terjadi intergrasi yang hierarkis.2 I

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses yang terjadi pada setiap makhluk. Pada manusia, proses tumbuh kembang berlangsung terus menerus secara berkesinambungan sejak bertemunya sel jantan dan sel

betina

sampai

akhir

masa remaja dengan

melewati

periode pranatal, post natal, pra sekolah, sekolah dan remaja. Tumbuh kembang merupakan sesuatu

yang

utama

hakiki

dan khas pada anak.

Tumbuh

adalah proses bertambahnya

ukuran atau dimensi akibat

bertambahnya

sel-sel

atau bertambah besamya sel-sel serta bertambahnya

intra seluler.

Sedangkan yang dimaksud dengan berkembang adalah proses pematangan frmgsi dan organ

tubuh

termasuk berkembangnya kemampuan mental serta

prilaku

anak

Sedangkan

mental adalah semua

unsur-unsur

jiwa

termasuk

pikiran, emosi, sikap dan

perasa;m

yang dalam keseluruhan

dan kebulatannya akan menentukan corak laku, cara menghadapi sesuatu hal

yang menekan perasaan, mengecewakan atau

menggembirakan, menyenangkan dan sebagainya.22

Menurut pandangan pieget, perkembangan mental

adalah perkembangan kemampuan penalaran

logis,

sebab

berpikir

dalam proses

mental tersebut jauh lebih penting dari sekedar mengerti,

proses

'?r Singgih D. Gunars4 Dasar dan teori Perkembangan Anah lakarta: W.BPK Gunung Muria, 1997, h. 29

22 Zakiah Dara;at, Pendidikqn Agama dalam Pembinaan Mental, Jakarla: B\lan

Bintang:1992, h. 38

perkembangan

mental bersifat universal dalam

tahapan

yang

umumnya

sama, namun dengan berbagai cara ditemukan adanya

perbedaan penampilan

kognitif

pada

tiap kelompok

manusia. Sistem persekolahan

dan

keadaan

sosial ekonomi

mempengaruhi

terjadinya

perbedaan pada perkembangan

anak, demikian pula

dengan

budaya, sistem nilai

dan harapan

dalam

masyarakat masing-masing.

Adapun faktor-faktor

yang

mempengaruhi

perkembangan

terdiri dari hereditas (keturunan)

dan

I i ng kungan p e r ke m b an ga n.

a.

Hereditas

Hereditas merupakan fakbr utama yang

mempengaruhi perkembangan

individu.

Dalam hal

ini

hereditas diartikan sebagai totalitas karakteristis setiap

individu

yang diwariskan kedua orang tua kepada anak, atau segala

potensi yang dimiliki baik fisik

maupun

psikis

sejak masa konsepsi sebagai

warisan dari orang tua

kepada anaknya adalah sikap stnrktumya, bukan

tingkah

laku yang diperoleh sebagai hasil belajar atau

pengalaman. Penurunan sifat-sifat ini mengikuti

prinsip-prinsip reprodul<si,

lronfornitas (rtseragaman) variasi, regresi felini,

fal<tor

hereditas merupakan

faktor

yang penting

bagi

perkembangan anak. Pada dasamya perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh

faktor

kedua orang tua.

Jika

gen

yang diturunkan

orang

tua baik,

maka anak akan tumbuh dengan baik.

Faktor hereditas merupakan salah satu faktor yang

dapat

mempengaruhi

proses

perkembangan peserta

didik, dalam

pandangan

Islam juga

mengisyaratkan

bahwa faktor

hereditas merupakan bagian terpenting dalam mempengaruhi perkembangan kepribadian anak, yaitu dengan diisyaratkan dalam sebuah hadist nabi yang diriwayatkan oleh

Abu

Daud yaitu:

'Pilihlah

tempat menanam nutfahmu

(isteri),

karena pengaruh keturunan

itu

sangat kuat".23

Makna hadist tersebut manyatakan bahwa

faktor

pembawaan dari kedua

orang tua si janin

sangatlah

kuat. Maka pribadi

orang

tua

yang shaleh akan menunrn kepada

pribadi

anak-anak

yang bakal

dilahirkan'

Sehingga anak nantinya memiliki bawaan yang baik pula'

Bahkan penjelasan lebih lanjut juga dijelaskan pada al-Qur'an misalkan pada surah

Ibrahim:39-40, yaitu adanya kebaikan keturunan Ibrahim As

yang

menghasilkan keturunan

Ismail

dan Ishak As.

Dari

makna ayat

ini

adalah adanya kesyukuran

nabi Ibrahim

kepada

Allah Swt

sebab dalam usianya yang sudah tua dia masih

diberi

keturunan yang shaleh

bakti

pada kedua orang tuanya.

Dari

pengertian

ini

maka sepatutnya orang tua mempuyai

keturunan yang berkepribadian tangguh, baik, dan ahli

beribadah'

sehingga mereka terlebih dulu memperbaiki dirinya menjadi manusia yang

baik dekat

dengan

Allah Swt

sehingga

akan

menghasilkan keturunan- keturunan yang baik pula, selanjutnya perlu dipahami bahwa adanya

faktor

hereditas

juga

akan memberikan keturunan yang buruk,

jahat

dan

zalim

manakala kedua orang tuanya berkepribadian

jahat,

sehingga keturunan 2'M. Nipan Abdul Halim, Anak Shqteh Dambaan Orang Tua, Yogyakarta, Pustaka Offset, 2000, h. 159

orang tua sebagai faktor hereditas bukan

satu-satunya

faktor

yang

menentukan kepribadian individu atau peserta didik, baik

buruknya

kepribadian anak didik sangat tergantung pada faktor-faktor

yang kompleks, seperti

faktor

lingkungan, potensi bawaan, ketunrnan bahkan takdir Tuhan.2a

b. Lingkungan

Perkembangan

Lingkungan

perkembangan merupakan berbagai

pristiw4

situasi

kondisi diluar

organisme

yang diduga

mempengaruhi atau dipengaruhi oleh perkembangan

individu

yang

terdiri dari fisik

dan sosial. Jadi yang

dapat

mempengaruhi perkembangan

anak selain dari faktor

hereditas,

adalah faktor lingkungan, lingkungan akan memberikan

berpengaruh terhadap pendidikan anak yang berimplementasi pada perkembangan anak

itu

sendiri.

Lingkungan

sebagai penentu perkembangan

tingkah laku,

dalam

disiplin keilmuan psikologi, Iingkungan yang berpengaruh

pada

perkembangan

tingkah laku

anak

ini dipelopori oleh filosof

kebangsaan

Inggris yaitu Jonh Locke

(1632-1704)

yang

selanjutnya dikembangkan oleh Psikolog seperti George Berkeky.25

Menurut pemahaman

teori ini

manusia

lahir

dalam keadaan netral,

tidak memiliki

pembawaan apapun. Ia bagaikan kertas putih

(tabilla

rasa) yang dapat

ditulis

apa saja

yang

dikehendaki. Perwujudan

tingkah

laku

2a Abdul Mu.lib dan Jusuf Mudzakir, Nuansa-nuansa Psikologi Islam'lakarta, PT Raja Grafindo Persada: 2001, h. 123

"

ibid.h. 118

ditentukan oleh luar

diri

yang disebut dengan lingkugan. Pada prinsipnya

aliran ini dikenal

sebagai

aliran

yang

optimistik

dan

positivisik. Hal itu

disebabkan

oleh

anggapan bahwa suatu

tingkah laku

menjadi

lebih

baik apabila dirangsang

oleh

usaha-usaha nyata. Perkembangan

tingkah

laku manusia bukanlah sebuah

robot

yang diprogramkan secara determinisik, apalagi menyerah pada pembawaan nasibnya.

Selanjutnya menurut Abdul Mujib yang mengutip

pendapat

Muhammad Mahmud tentang lingkungan yang dapat

mempenganrhi

tingkah laku

anak

didik itu terdiri dari lima

aspek,

yaitu

letak geografis, historis, sosiologis,

kulnral

dan psikologis.

a. Lingkungan

Ceografis,

yaitu lingkungan yang

ditenhrkan

oleh

letak

wilayah

seperti dataran, pergunungan dan pesisir pantai,

kondisi iklim

seperti panas

di

gurun sahar4

tropik,

sedang dan

saljg

sumber wilayah seperti industri, pertanian, pertambangan dan perminyakan.

b.

Lingkungan historis,

yaitu

lingkungan yang ditentukan oleh

ciri

suatu masa atau era dengan berbagai perkembangan peradabannya misalnya masa

klasik,

masa kemunduran, masa pencerahan

dan

kebangkitan, masa moderen, era industri, era informasi dan sebagainya.

c. Lingkungan Sosiologis, lingkungan ini adalah lingkungan

yang ditentukan antara

individu

dalam suatu komunitas sosial, hubungan

ini

selalu berkaitan

dengan

tradisi, nilai-nilai,

peratufim-peraturan dan undang-undang.

d. Lingkungan kultural yaitu lingkungan yang ditentukan oleh kultur suatu masyarakat, kultur ini meliputi cara berpikir,

bertindak, berperasaan dan lain sebagainya.

e.

Terakhir lingkungan psikologis, yaitu lingkungan yang ditentukan oleh

kondisi kejiwaan,

seperti rasa tanggung

jawab,

toleransi, kesadaran, berperasaan, kemerdekaan, keamanan kesejahteraan dan sebagainya.

Dalam dokumen +mt - Digilib IAIN Palangkaraya (Halaman 38-44)

Dokumen terkait