• Tidak ada hasil yang ditemukan

+mt - Digilib IAIN Palangkaraya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "+mt - Digilib IAIN Palangkaraya"

Copied!
166
0
0

Teks penuh

KEPRIBADIAN ANAX (Sekilas Tentang Islam) dalam Perspektif Islam pada kitab Ta'lim MTrta,allim karya Syekh Al-Zarnuii. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Racana STAIN Palangka Raya, khususnya Ika Munia Ningsih yang selalu mengingatkan dan memberi semangat untuk selalu semangat dalam menyelesaikan proses penulisan skripsi ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga yang telah bersabar atas doa dan perhatiannya agar dapat sukses.

I}AB I PENDAHIILT]AN A. Latar Be lakang

RIWAYAT HIDUP, KARYA DAN PEMIKIRAN SYAIKH AL-ZARNUJI DALAM KITAB TA'LIM MUTA'ALLIM

BABV. PENUTUP

I}A!-TAR PUSTAKA

LAMT'IRAN.LAMPIRAN

Tujuan Penelitian

  • Dapat dijadikan alternatif pemikiran dalam usaha pembentukan kepribadian muslim anak menurut perspektif Islam

Untuk mendapatkan gambaran bagaimana pengertian faktor pendidikan menurut Syaikh Zamuj dalam kitab Ta’lint Muta’allim. Mengetahui cara membentuk kepribadian muslim menurut Syaikh al-Zamuji dalam kitab Ta'lim Muta'allim. Untuk mengetahui sejauh mana konsep/metode pendidikan Islam dapat membentuk kepribadian muslim anak menurut Syaikh al-Zamuii'.

Tinjauan Pustaka

Abudin Nata MA tahun 2001, buku ini memuat konsep pola hubungan guru-murid dengan nuansa sufi dari al-Ghazali. Buku ini menguraikan permasalahan moral guru dan siswa yang mulai menyimpang dari cita-cita yang diharapkan. Akibatnya pola relasional yang berlandaskan motif keagamaan seperti keikhlasan, kasih sayang, kemanusiaan dan lain sebagainya bergeser ke pola relasional materialistis yang bermanfaat bagi semua.

Deskripsi Teoritik

  • Pengertian Guru
  • Materi Pendidikan
  • Perkembangan Anak dan Faktor yang Mempengaruhinya
  • Pengertian kepribadian
  • Teori-teori kepribadian

34; Pendidikan Islam adalah suatu upaya sistematis untuk membentuk manusia yang berperilaku, berpikir dan bertindak sesuai dengan ketentuan agama Islam demi keselamatan dan kebahagiaan hidupnya di dunia dan di akhirat”, yang dianggap diperbolehkan dan dijamin oleh negara. Salah satu komponen operasional pendidikan Islam sebagai suatu sistem adalah materi, materi adalah bahan ajar apa yang harus disajikan dalam proses pendidikan.

Metode Penelitian

  • Tehnik Pengumpulan Data
  • Tehnik Analisis Data
  • Bagian Isi

Bab kedua membahas tentang sosok al-Zarnuji yaitu pembahasan tentang biografi Syekh al-Zamuji, karya-karya yang dihasilkan oleh al-Zamuji serta pemikiran-pemikirannya yang tertuang dalam kitab Talim Muta,allim. Perjalanan karir pendidikan al-Zamuji belum pernah ditemukan dalam literatur pendidikan formal, namun diketahui demikian. Adapun mengenai meninggalnya al-Zamuji, hingga saat ini penulis belum dapat menemukan literatur yang menjelaskan permasalahan tersebut.

Karya Al-Zarnuji

Setakat masalah pendidikan, hanya kitab Ta'lim Muta'allim ini yang lebih penting dalam dunia pendidikan.

Pemikiren Al-Zernuji

  • Aspek ketiga adalah yang berkenaan dengan metode belajar yang ditawarkan al-Zamuji ialah meletatkan kepentingan menghapal secara

Aspek kedua tentang pembagian mata pelajaran, menurut Syekh al-Zarnuji mata pelajaran dibagi menjadi tiga bagian dalam klasifikasinya, yaitu pertama, mata pelajaran wajib (fardu’ain) seperti ilmu yang berkaitan dengan kebutuhannya pada saat itu, keduanya dari segi Yang kedua adalah ilmu pilihan (adhu. kifayah), yaitu ilmu yang jika ada beberapa orang di suatu daerah, maka kewajiban beberapa orang di daerah itu menjadi batal, tetapi jika tidak ada orang yang mempelajarinya, maka mereka menjadi berdosa. Diantara iknu fardhu kifayah dalam penjelasan Syaikh al-Zamuji adalah ilmu mengatur zenajah, ilmu kedokteran dan lain-lain.

Yang ketiga ialah ilmu yang tidak boleh dipelajari iaitu ilmu yang memudaratkan atau bertentangan dengan ajaran Islam seperti ilmu sihir dan lain-lain. Aspek ketiga berkaitan kaedah pengajaran yang ditawarkan oleh al-Zamuji ialah menekankan kepentingan hafazan.

Gembaran isi Kitob Ta'lim Muta'allim

  • Isi Materi Kitab Ta'lim Muta'allim
  • Pasal II Niat Belajar
  • Pasal VII Tawakkal
  • Pasal IX Kasih Sayang dan Nasehat

Kemudian dibahas tentang kriteria guru yang akan dipilih sebagai pembimbing dalam belajar, ilmu apa yang sebaiknya dipelajari, dan lingkungan apa yang mempengaruhi siswa dalam mencari ilmu. Selain itu materi yang disampaikan oleh al-Zamuji adalah tentang bagaimana menghargai ilmu, orang yang berbuat. Materi berikutnya adalah tentang tata cara pembelajaran, etika dan sikap mental yang harus dimiliki siswa dalam mempelajari ilmu, baik dari segi biaya, penyajian materi, metode pembelajaran langsung dan sebagainya.

Di akhir kitab Ta’lim Muta’allim, al-Zarnuji tidak lupa memberikan materi luar yang masih berkaitan dengan kegiatan belajar yang biasa dihadapi siswa, yaitu masalah pasrah, waktu belajar, nasehat orang, sikap waro, penyebab lupa, penyebab daya ingat menjadi kuat, hal-hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan pemecah rejeki dan lain-lain. Jika dikaji secara mendalam maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa materi atau isi yang terdapat dalam kitab Talim Muta'allim bukanlah materi yang membahas tentang realitas hukum yang isinya hitam putih, namun dalam buku ini lebih banyak membahas materi tentang adab atau adab. prosedur serta pedoman bagi orang yang ingin menuntut orang yang. Menurut pengamatan Aliy As'ad, matan atau isi hadits yang terdapat dalam kitab Ta'lim Muta'allim memuat 2l mattat hadits.

4, Kisah Syiah atau Kisah Teladan dalam Buku Teks Muta'allm. Selain perbincangan tentang masalah adab, etika dan konsep pendidikan, al-Zamuj i tidak lupa memberikan sebahagian daripada bahan yang berkaitan dengan pengalaman personaliti yang berjaya dalam cabaran tersebut. Pencapaian ulama ini sengaja dimuatkan dalam kitab al-Zamuji ini untuk dijadikan sumber ilham atau renungan serta teladan antaranya Imam Al-Ghazali, Muhammad Ibnul Hasan bin Abdullah, Burhanuddin Shohibul al-Hidajah, Imam Fakhruddin. dan lain-lain..

Kajian Teks Pasal IIL Memilih Ilmu, Guru, Teman dan Ketabahan Didalam Menuntut IImu

  • M. Arifin
  • Sifarsifat Gunr
  • Keunggulan Konsep Guru dari al-Zarnuji
  • Bersifat Waro' berbudi luhur dan sabar ketiga kriteria ini
  • Kelemahan Konsep Guru dari Al-Zarnuji
  • Metode Pendidikan
  • Lingkungan yang berpegang pada uadisi agama tetapi tanpa
  • Lingkungan yang mempunyai tradisi agama dengan sadar dan

Karena menurut al-Zamuji, ada orang yang sudah mengenal Tuhannya, namun tidak disertai dalil naqlinya, padahal sahih. namun dianggap berdosa. Materi yang ketiga dari klasifikasi materi pendidikan menurut al-Zarnuji adalah materi atieq (kuno). Pada materi ini al-Zamuji tidak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan ilmu atieq, namun menurut penulis ilmu atieq atau biasa disebut ilmu “kuno” adalah ilmu pengetahuan yang bersumber dari sumber-sumber Islam, hal ini dapat kita lihat dari pendapat Syekh. Dalam penjelasannya, al-Zamuji menekankan agar siswa mempelajari ilmu-ilmu kuno seperti yang telah dijelaskan di atas.

Kedua, pengelompokan materi dari konsep-konsep yang ditawarkan al-Zamuji masih sangat global yaitu sebaran materi ilmu. Kehati-hatian Kelrg4 al-Zamuji terhadap pengaruh materi ilmu pengetahuan membuatnya sangat berhati-hati dalam membimbing para santri ketika mempelajari ilmu pengetahuan agar materi tersebut dapat terlaksana. Lebih lanjut al-Zamuji menambahkan, kriteria seorang guru mengutip pendapat Imam Abu Hanifah:

Dalam pemaparannya, kriteria yang disyaratkan al-Zamuji dapat digolongkan menurut persyaratan yang harus dimiliki guru dan karakteristiknya. Dan juga berbagai aspek pendidikan akan tercakup apabila pendidik atau guru memenuhi kriteria sebagaimana penjelasan al-Zamuji maksudnya aspek tersebut diantaranya: aspek keimanan, aspek akhlak dan juga aspek aqliah. Allah SWT sehingga dalam menentukan kriteria al-Zamuji tidak banyak menganjurkan tentang penguasaan keterampilan.

Pemahaman di atas memberikan pemahaman bahwa konsep dan tujuan pendidikan Islam menghendaki kebaikan, baik secara vertikal maupun horizontal, dan konsep guru yang disampaikan al-Zamuji menurut penulis belum terpenuhi. Dalam penjelasannya al-Zamuji tidak begitu banyak. menyebutkan ketentuan-ketentuan yang harus dilakukan dalam melakukan musyawarah, namun beliau lebih banyak menceritakan pengalaman beberapa santri yang ketika hendak menuntut ilmu, memulai musyawarah dengan para pemimpin/ulama pada saat itu. Santri, seperti yang dikatakan oleh al-Zamuji bahwa seorang santri hendaknya selalu membiasakan diri dengan mudzakarah dan munadharah dan mutarahah, semua itu adalah bagian dari metode belajar mengajar yang disampaikan oleh al-Zarnuji, dalam hal ini beliau mengatakan bahwa segala sesuatunya harus bersama-sama.

Selanjutnya terkait dengan masalah faktor lingkungan yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan peserta didik al-Zamuji. Orang tua merupakan lingkungan awal bagi anak untuk berkomunikasi, hal inilah yang dipaparkan al-Zamuji mengenai lingkungan pendidikan.

Pembentukan Kepribadian Anak Menurut al-Zarnuj

  • faktor bawaan
  • Niat Karena Allah Swt

Sebab Rasulullah SAW bersabda “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah mukmin yang paling baik akhlaknya.” Dari pengertian pembentukan kepribadian muslim di atas dapat dipahami bahwa pendidikan yang memberikan pengajaran, pembelajaran dan pengamalan materi akhlak dan keimanan merupakan unsur penting yang akan mempengaruhi peserta didik menjadi manusia berkepribadian muslim. Pengetahuan semacam ini, menurut al-Zamuji, akan mengantarkan siswa memiliki kepribadian muslim, sebagai penyempurna nilai-nilai Islam, dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam materi.

Pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan yang didalamnya terjadi interaksi dua arah antara pendidik dan peserta didik atau peserta didik.Al-Zanuji berpesan agar dalam belajar peserta didik hendaknya selalu bertujuan untuk mencari keridhaan Atlah Swt, mencari kebahagiaan dunia dan akhirat, memerangi kebodohan pada masa perkembangan agama dan kebangkitan akidah Islam, dengan adanya tujuan tersebut akan memfokuskan siswa untuk selalu tampil dan berkepribadian Islami, karena konsep belajar menurut al-Zamuj adalah mental, ingatan dan intelektual. pengembangan. keterampilan indrawi yang diperlukan untuk mengamalkan ajaran agama dan kehidupan di dunia, melalui pengamalan ilmu yang diperoleh dan diinternalisasikan, sebagai wujud ibadah dalam penerapannya. Ta’lim Muta’allim merupakan suatu faktor dengan faktor pendidikan lainnya yang saling berhubungan membentuk suatu sistem, sehingga apabila salah satu sistem tersebut rusak maka akan mempengaruhi hasil pendidikan Islam. Untuk mencapai tujuan manusia berkepribadian muslim banyak cara atau cara yang dapat digunakan, namun cara atau cara tersebut sangat berbeda-beda dan selalu berkembang dari waktu ke waktu sehingga memerlukan penyesuaian terhadap waktu, tempat dan kebutuhan zaman. . .

Karya-karya para intelektual terdahulu tidak boleh dilupakan begitu saja karena karya-karyanya (karya klasik) yang dalam hal ini termasuk kitab Ta’lim Muta’allim telah memberikan nuansa sejarah dan cukup berbobot tinggi dalam pemikiran pendidikan, khususnya dalam pendidikan Islam kontemporer. . yang berorientasi pada pembentukan kepribadian muslim. Hal ini mengidentifikasi bahwa kitab Ta’lim Muta’allim masih relevan untuk dijadikan sebagai salah satu upaya alternatif dalam rangka pembentukan kepribadian muslim pada pelajar di Indonesia. Ahmad Zacky Syafa dan Maftutr Ahnaru Etilca serta Kunci Sukses Belajar Mengajar di Bidang Ilmu4 Terjemahan kitab Ta'lim Muta'allim karya al-Zamuji, Surabaya: The Light Rises, 2001.

Budi Hartono, Konsep pembelajaran menurut al-Zarnuji (ulasan analisis terjemahan kitab Ta'lim Muta'allim), Palatgka Raya: 2003.

TTL Agama

MAS DARUL ILMI Tahun 2000

AHMADFAUZI

NI]\' JURUSAN

AI\*AK (SUATU TINJAUAN DAI-AI\I PERSPEKTIF

ISLAM PADA KITAB TALIM N{UTA'ALII\T KAIIYA SYAIKH AL- ZARNUJI) "

ABDUL JANIIL

TARBIYAH

ABDULJAMIL 003 lll0367

TARBIYA}YPAI

TINJAUAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM PADA KITAB TALIM MUTA'ALIM KARYA SYAIKH AL-ZARNUN)

PANITIA

KEPRIBADIAN ANAK ( 5UATU TINJAUAN DALAM PER,5PEKTTF ISLAM PADA KITAB

Referensi

Dokumen terkait

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pabila sebuah URL atau alamat web tersebut sudah dapat diakses oleh orang yang tidak bertanggung jawab maka akan