BAB II GCG ORGAN USAHA SIMPAN PINJAM
C. Persyaratan, Tugas & Tanggung Jawab, Hak
1. Rapat Anggota 1) Persyaratan
Rapat Anggota dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diatur dalam Anggaran Dasar Koperasi.
2) Tugas, Kewajiban dan Tanggung Jawab Rapat Anggota menetapkan :
a. Anggaran Dasar dan perubahan Anggaran Dasar;
b. kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usaha Koperasi;
c. pemilihan, pengangkatan, pemberhentian Pengurus dan Pengawas;
d. rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi, serta pengesahan laporan keuangan;
e. pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dan pengawas dalam pelaksanaan tugasnya;
f. pembagian sisa hasil usaha;
g. penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran Koperasi.
h. Menetapkan standar suku bunga pinjaman dan simpanan di Koperasi
i. Menetapkan batas maksimum Pinjaman yang dapat dilakukan oleh Pengurus untuk dan atas nama Koperasi;
j. Menetapkan keputusan lain dalam batas yang ditentukan oleh Undang-Undang.
3) Hak dan Wewenang
Rapat Anggota berhak meminta keterangan dan pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas mengenai pengelolaan Koperasi.
4) Indikator Keberhasilan Pelaksanaan Prinsip-prinsip GCG pada Rapat Anggota
Indikator GCG
KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi
Transparansi Keputusan diambil secara transparan, langsung berdasarkan mufakat. Kalau mufakat tidak tercapai baru diadakan pemungutan suara (voting).
Akuntabilitas Dalam Rapat Anggota, keputusan yang diambil harus jelas dan tidak hanya mementingkan kepentingan pengurus atau pengelola saja.
Setiap anggota mempunyai satu suara, one man one vote.
Tanggung- jawab
Setiap Pengurus dan pengelola wajib bertanggung jawab atas pengelolaan koperasi kepada anggota melalui Rapat Anggota.
Setiap keputusan dibuatkan notulen dan hasilnya disebarkan kepada setiap anggota melalui media komunikasi yang ada agar dapat dipertanggungjawabkan kepada
Indikator GCG
KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi
anggota.
Profesional Dalam menetapkan besarnya SHU, harus berdampak dan memuaskan anggota KSP/USP.
Keadilan Setiap anggota berhak hadir dalam Rapat Anggota;
Setiap anggota yang memenuhi syarat peraturan perundangan dan Anggaran Dasar Koperasi berhak diajukan menjadi Pengawas dan Pengurus Koperasi.
2. Pengurus 1) Persyaratan
a. Pengurus KSP/USP dipilih dari dan oleh anggota Koperasi serta diangkat dalam Rapat Anggota;
b. Pengurus KSP/USPdiberhentikan dari dan oleh anggota Koperasi serta diberhentikan dalam Rapat Anggota Luar Biasa;
c. Anggota koperasi yang telah tercatat dalam Buku Daftar Anggota paling cepat 1 (satu) tahun;
d. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat keterangan berkelakuan baik dari yang berwenang;
e. Mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk mengurus koperasi;
f. Tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah dan semenda sampai derajat kesatu dengan pengurus lain, pengawas dan pengelola;
g. Pengurus koperasi sekunder berasal dari pengurus koperasi yang menjadi anggotanya.
h. Apabila pengurus mengangkat pengelola maka pengurus atau anggota pengurus tidak boleh merangkap sebagai pengelola atau sebagai pengawas i. Mampu melaksanakan perbuatan hukum;
j. Memiliki kemampuan mengelola usaha Koperasi;
k. Tidak pernah menjadi Pengawas atau Pengurus suatu Koperasi atau komisaris atau direksi suatu KSP/USP yang dinyatakan bersalah karena menyebabkan Koperasi atau KSP/USP itu dinyatakan pailit; dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan korporasi, keuangan negara, dan/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan, dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan.
l. Pengurus koperasi sekunder berasal dari perwakilan yang diusulkan koperasi primer anggotanya.
m. Seorang pengurus KSP Primer dilarang merangkap sebagai pengurus atau pengawas pada KSP Primer lainnya.
n. Persyaratan untuk masa jabatan pengurus periode selanjutnya sebagai berikut:
(1) telah menjadi anggota koperasi paling sedikit 2 (dua) tahun;
(2) tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan korporasi, keuangan negara, danatau yang berkaitan dengan sektor keuangan, dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan;
(3) tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah dan semenda sampai derajat kesatu dengan
pengurus lain, pengawas, pengelola; dan persyaratan lain untuk dapat dipilih menjadi Pengurus diatur dalam Anggaran Dasar.
2) Tugas, Kewajiban dan Tanggung Jawab a. Mengelola koperasi dan usahanya;
b. Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi;
c. Menyelenggarakan Rapat Anggota;
d. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung- jawaban pelaksanaan tugas;
e. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib.
f. Pengurus bertanggungjawab mengenai segala kegiatan pengelolaan koperasi dan usahanya kepada Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa.
g. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus;
h. Merumuskan dan mensosialisasikan visi, misi dan nilai-nilai koperasi
i. Menyelenggarakan pembinaan karyawan secara efektif dan efisien;
j. Melaksanakan tugas lain sesuai yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
k. Mendorong dan memajukan usaha Anggota;
l. Melakukan upaya lain bagi kepentingan, kemanfaatan, dan kemajuan Koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan Rapat Anggota.
m. Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan;
n. Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggungjawabnya dan keputusan Rapat Anggota;
o. Menjalankan operasional Koperasi sesuai dengan Peraturan perundangan yang berlaku dan sesuai dengan AD/ART Koperasi;
p. Membuat sistem kerja untuk setiap unit dalam struktur lengkap dengan SOP (Standar Operational Procedure);
q. Memastikan bahwa pengelola menempatkan personil yang kompeten untuk mengisi setiap struktur jabatan yang ada dalam Koperasi;
r. Menjalin hubungan baik dan mengembangkan kemitraan dengan pihak pemerintah, sesama koperasi dan pemangku kepentingan yang lain;
s. Pengurus bertanggungjawab mengenai segala kegiatan pengelolaan koperasi dan usahanya kepada rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa;
t. Pengurus, baik bersama-sama, maupun sendiri- sendiri, menanggung kerugian yang diderita Koperasi, karena tindakan yang dilakukan dengan kesengajaan atau kelalaiannya;
u. Melaksanakan manajemen risiko.
3) Hak dan Wewenang
a. Mengangkat dan memberhentikan Pengelola KSP dan USP Koperasi yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha;
b. Mengatur ketentuan-ketentuan tentang kepegawaian Koperasi termasuk penetapan gaji, pensiun atau
jaminan hari tua dan penghasilan lain bagi pegawai Koperasi;
c. Memberikan penjelasan, saran/masukan kepada anggota pada Rapat Anggota dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.
d. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar;
e. Mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha;
4) Indikator Keberhasilan Pelaksanaan Prinsip-prinsip GCG pada Pengurus
Indikator GCG
KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi
Transparansi Pengurus wajib memperlihatkan laporan keuangan kepada anggota KSP/USP menyangkut pembagian SHU, alasan besarnya pengenaan bunga, dan peruntukan biaya-biaya yang KSP/USP gunakan kepada anggota pada setiap Rapat Anggota.
Akuntabilitas Pengurus bekerja berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, AD/ART dan keputusan lainnya dalam Koperasi.
Pengurus tidak boleh menjadi pengurus atau terlibat aktif dalam kegiatan partai politik.
Pengurus menyelenggarakan rapat secara berkala dan mencatat keputusannya dalam notulen khusus.
Tanggung jawab dan kewajiban, hak dan wewenang serta gugus tugas pengurus harus jelas dan dipahami
Indikator GCG
KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi
pengurus tersebut.
Pengurus memperhatikan prinsip Koperasi dalam setiap pengambilan dan pelaksanaan keputusan;
Tanggung-jawab Pengurus melaporkan laporan keuangan kepada anggota setiap dilaksankan Rapat Anggota.
Pengurus bertanggung-jawab atas pengelolaan koperasi dengan tata kelola sesuai GCG KSP/USP dan AD/ART Koperasi.
Profesional Pengurus senantiasa meningkatkan pengetahuan, wawasan, karakter dan kompetensinya di bidang perkoperasian.
Pengurus berhak memperoleh tunjangan sebagai pengurus dan imbal jasa berupa gaji yang sesuai dengan standar Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku.
Jika terindikasi adanya kecurangan yang dilakukan oleh pengurus, maka pengurus wajib dikenakan sanksi sesuai dengan AD/ART Koperasi atau hukum yang berlaku.
Keadilan Setiap Pengurus harus diberikan kesejahteraan sesuai dengan peningkatan hasil usaha yang telah diperoleh Koperasi.
Setiap anggota Koperasi berhak menilai dan memberikan saran yang membangun kepada pengurus melalui Rapat Anggota.
Individu yang dipilih sebagai pengurus haruslah bukan dari keluarga atau semenda dengan Ketua
Indikator GCG
KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi
Pengurus atau Pengawas koperasi untuk menghindari adanya kolusi dan nepotisme, kecuali jika hal tersebut sudah disepakati oleh seluruh anggota dalam Rapat Anggota.
3. Pengawas 1. Persyaratan
a. Anggota koperasi yang telah tercatat dalam Buku Daftar Anggota paling cepat 1 (satu) tahun;
b. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat keterangan berkelakuan baik dari yang berwenang;
c. Mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk mengawasi koperasi;
d. Dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam Rapat Anggota;
e. Pengawas koperasi sekunder berasal dari anggota koperasi primer;
f. Pengawas tidak boleh merangkap sebagai pengurus atau anggota pengurus tidak boleh merangkap sebagai pengelola.
g. Pengawas koperasi sekunder berasal dari perwakilan yang diusulkan koperasi primer anggotanya. Dan telah menjadi anggota koperasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun;
h. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan korporasi, keuangan negara, dan atau yang berkaitan dengan sektor keuangan, dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan;
i. Tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah dan semenda sampai derajat kesatu dengan pengawas lain, pengurus, pengelola; dan
j. Persyaratan lain untuk dapat dipilih menjadi Pengawas diatur dalam Anggaran Dasar;
k. Pengawas diberhentikan oleh anggota dalam rapat anggota.
l. Seorang Pengawas KSP Primer dilarang merangkap sebagai pengurus atau pengawas pada KSP Primer lainnya.
2. Tugas, Kewajiban dan Tanggung Jawab
a. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan KSP;
b. Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya;
c. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan usaha Koperasi Simpan Pinjam;
d. Memonitor pengelolaan Koperasi dan membuat laporan tertulis berkenaan dengan hasil pengawasannya dan menyampaikannya pada Rapat Anggota.
e. Meneliti, mengaudit dan mengevaluasi catatan pembukuan dan administrasi keuangan Koperasi Simpan Pinjam;
f. Menghadiri Rapat Pleno dan Rapat-rapat Khusus yang dihadiri oleh Pengurus;
g. Merahasiakan hasil pemeriksaan dan pengawasan Koperasi kepada pihak diluar Koperasi untuk kepentingan anggota Koperasi;
h. Pengawas KSP bertanggungjawab kepada anggota dalam Rapat Anggota;
i. Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga;
j. Pengawas wajib menjalankan tugas dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab untuk kepentingan Koperasi.
k. Pengawas bertanggungjawab pada Rapat Anggota dan Rapat Anggota Luar Biasa.
3. Hak dan Wewenang
a. Meneliti catatan yang ada pada koperasi;
b. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan tugasnya;
c. Menetapkan penerimaan dan penolakan Anggota baru serta pemberhentian Anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar;
d. Meminta dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dari Pengurus dan pihak lain yang terkait;
e. Mendapatkan laporan berkala tentang perkembangan usaha dan kinerja Koperasi dari Pengurus;
f. Memberikan persetujuan atau bantuan kepada Pengurus dalam melakukan perbuatan hukum tertentu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar;
dan
g. Dapat memberhentikan Pengurus untuk sementara waktu dengan menyebutkan alasannya.
h. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan setiap waktu dari organ koperasi lainnya apabila
dipandang perlu dalam menjalankan tugasnya, pengawas dapat meminta bantuan jasa akuntan publik;
i. Memberikan koreksi, saran, teguran dan peringatan kepada pengurus;
j. Mengusulkan Rapat Anggota Luar Biasa;
k. Membuat usulan bagi perbaikan pengelolaan Koperasi.
4. Indikator Keberhasilan Pelaksanaan Prinsip-prinsip GCG oleh Pengawas
Indikator GCG
KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi
Transparansi Pengawas menyelenggarakan rapat secara berkala dan mencatat keputusannya dalam notulen khusus yang menunjukkan adanya dinamika yang nantinya disertakan sebagai bagian dari laporan tahunan.
Akuntabilitas Pengawas bekerja berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, AD/ART dan keputusan lainnya dalam Koperasi.
Pengawas memperhatikan dengan seksama untuk memastikan bahwa Pengurus menerapkan prinsip Koperasi dalam setiap pengambilan dan pelaksanaan keputusan.
Pengawas selalu menerapkan etika bisnis Koperasi dalam rangka pemenuhan kepentingan pemangku kepentingan.
Apabila ditemukan permasalahan yang berpotensi menjadi kasus hukum, pengawas dapat meminta bantuan jasa Kantor Akuntan Publik atau Kantor Jasa Audit untuk melakukan audit khusus Tanggung-jawab Pengawas turut bertanggung jawab
terhadap kebenaran Laporan Keuangan
Indikator GCG
KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi
yang diajukan oleh Pengurus.
Profesional Pengawas senantiasa meningkatkan pengetahuan, wawasan, karakter dan kompetensinya di bidang perkoperasian melalui program pendidikan dan pelatihan dan kegiatan lain yang relevan.
Pengawas memberikan saran, rekomendasi dan kritik semata-mata demi kebaikan dan kemajuan koperasi bukan untuk kepentingan pribadi atau sekelompok orang.
Pengawas tidak boleh menjadi pengurus atau terlibat aktif dalam kegiatan partai politik.
Keadilan Pengawas memperhatikan dengan seksama untuk memastikan bahwa Pengurus menerapkan prinsip Koperasi dalam setiap pengambilan dan pelaksanaan keputusan.
4. Pengelola 1) Persyaratan
a. Memiliki kemampuan keuangan yang dibuktikan dengan pelatihan simpan pinjam atau pernah magang dalam usaha simpan pinjam yang berwawasan perkoperasian;
b. Memiliki tenaga manajerial yang berkualitas baik, yaitu memiliki keahlian dalam pengelolaan usaha simpan pinjam, yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat standar kompetensi pengelola usaha simpan pinjam;
c. Apabila pengurus mengangkat pengelola maka pengurus atau anggota pengurus tidak boleh merangkap sebagai pengelola;
d. Pengelola usaha simpan pinjam koperasi wajib memiliki sertifikat standar kompetensi pengelola usaha simpan pinjam yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi yang telah memperoleh lisensi sesuai peraturan perundang-undangan
Apabila Pengelola adalah Perorangan:
a. Tidak pernah melakukan tindakan tercela dibidang keuangan dan atau dihukum karena terbukti melakukan tindak pidana dibidang keuangan;
e. Memiliki akhlak dan moral yang baik;
b. Apabila Pengelola lebih dari satu orang:
c. Paling sedikit 50% (lima puluh perseratus) dari jumlah pengelola wajib mempunyai keahlian di bidang keuangan atau pernah mengikuti pelatihan dibidang simpan pinjam atau magang dalam usaha simpan pinjam;
d. Diantara pengelola tidak boleh mempunyai hubungan keluarga sampai derajat kesatu menurut garis lurus ke bawah maupun ke samping.
2) Tugas, Kewajiban dan Tanggung Jawab
a. Pengelola KSP dan USP Koperasi bertanggungjawab kepada pengurus.
b. Menjalankan operasional kegiatan Koperasi sehari- hari sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku dan AD/ART Koperasi;
c. Mencatat setiap transaksi dalam jurnal, buku besar untuk dibuatkan neraca dan laporan keuangan setiap bulan;
d. Menjalankan tugas dengan disiplin, bertanggung jawab dan penuh kesungguhan;
e. Menyelenggarakan rapat pengelola setiap minggu dan membuatkan notulen untuk dilaporkan kepada pengurus;
f. Melaporkan setiap kegiatan dan perkembangan koperasi secara teratur kepada Pengurus;
g. Memberikan penjelasan untuk setiap program KSP/USP yang dijalankan
h. Menjalankan fungsi pemasaran program penyimpanan (tabungan) dan peminjaman;
i. Menjalankan penagihan bagi anggota yang terlibat kesulitan membayar tepat waktu.
3) Hak dan Wewenang
a. Pengelola KSP dan USP Koperasi diberi wewenang dan kuasa oleh pengurus untuk mengelola usaha simpan pinjam.
b. Memberikan rekomendasi kepada Pengurus untuk menerima keanggotaan baru;
c. Memberikan rekomendasi kepada Pengurus untuk memberikan pinjaman kepada anggota yang memenuhi syarat;
d. Memberikan rekomendasi kepada Pengurus untuk menolak permohonan pinjaman anggota yang tidak memenuhi syarat;
e. Atas izin pengurus, memanfaatkan dan mengembangkan aset dan sumberdaya Koperasi untuk kebaikan dan kemajuan Koperasi.
4) Pelaksanaan Prinsip-sprinsip GCG pada Pengelola
5) Indikator Keberhasilan Pelaksanaan Prinsip-prinsip GCG oleh Pengawas
Indikator
GCG KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi
Transparansi Setiap aktivitas pengelolaan yang menyangkut keuangan dan operasional perusahaan oleh pengelola harus dapat dipantau oleh pengurus koperasi.
Pengambilan keputusan pengelolaan KSP/USP harus disetujui oleh pengurus KSP/USP.
Pengelola wajib menjelaskan setiap aktivitas yang berkaitan dengan operasional KSP/USP kepada pengurus KSP/USP.
Pengelola wajib melaporkan laporan keuangan kepada pengurus KSP/USP.
Akuntabilitas Pengelola bekerja berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, AD/ART dan keputusan lainnya dalam Koperasi.
Pengelola memperhatikan prinsip Koperasi dalam setiap pengambilan dan pelaksanaan keputusan.
Pengelola menyelenggarakan rapat secara berkala dan mencatat keputusannya dalam notulen khusus;
Tanggung jawab
Pengelola bertanggung-jawab jika terjadi pinjaman bermasalah dan ketidak-sesuaian antara jumlah simpanan KSP/ USP dengan dana yang disetorkan oleh anggota KSP/USP melalui pengelola.
Meningkatkan omzet, jumlah anggota dan
Indikator
GCG KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi
simpanan anggota KSP/USP.
Melakukan pencatatan keuangan dengan benar dan sesuai dengan kaidah Standar Akuntansi & Keuangan.
Adanya kedisiplinan kerja pengelola KSP/USP
Memberikan layanan yang terbaik bagi anggota KSP/USP.
Profesional Pengelola senantiasa meningkatkan pengetahuan, wawasan, karakter dan kompetensinya di bidang perkoperasian melalui program pendidikan dan pelatihan dan kegiatan lain yang relevan.
Hubungan kerja antara pengelola usaha simpan pinjam dengan pengurus KSP adalah hubungan kerja atas dasar perikatan yang memuat paling sedikit:
1) jangka waktu perjanjian kerja;
2) ewenang, tanggungjawab, hak dan kewajiban masing-masing pihak; dan 3) )penyelesaian perselisihan.
Pengelola tidak boleh menjadi pengurus atau terlibat aktif dalam kegiatan partai politik.
Keadilan Pengelola berkewajiban untuk melaksa- nakan tugasnya untuk meningkatkan perkembangan KSP/USP baik dari skala maupun kesinambungan koperasi de-ngan peningkatan jumlah anggota, omzet dan simpanan/pinjaman anggota KSP/USP.
Selain itu, bagi pengelola yang memiliki prestasi, KSP/USP wajib mem-berikan penghargaan yang dihitung dari lama bekerja, jasa dan kinerja dalam mengembangkan kesejahteraan anggota KSP/USP.
5. Auditor Eksternal 1. Persyaratan
a. Mampu menganalisa, mengukur, mencatat, dan melakukan laporan Keuangan dan Akuntansi sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dan Perundang-undangan di Indonesia;
b. Pernah mengaudit institusi yang bergerak dalam usaha dan nirlaba berbadan hukum termasuk Koperasi dengan minimum pinjaman sebesar 5 milyar;
c. Memiliki sertifikasi sebagai Auditor Eksternal untuk auditor independen atau bekerja pada Kantor Akuntan Publik;
d. Kantor Akuntan Publik dimana Auditor Eksternal berada tidak memiliki konflik kepentingan dengan Koperasi;
e. Memahami Sistem Operasi dan Prosedur (SOP)Pengelolaan dan Penilaian Kesehatan Koperasi;
f. Memahami prinsip dan nilai Koperasi;
g. Pemilihan Auditor Eksternal harus melalui Rapat Pleno, Rapat Pengurus atau Rapat Anggota;
h. Penggunaan Auditor yang berasal dari Kantor Akuntan Publik di Luar Negeri harus seijin Menteri Koperasi dan UKM;
i. Kinerja Audit Eksternal harus dilakukan secara berkala dalam Rapat Pleno, Rapat Pengurus atau Rapat Anggota Koperasi.
2. Tugas, Kewajiban dan Tanggung Jawab
a. Memberikan pendapat secara independen tanpa terikat kepentingan dengan pihak manapun dan
obyektif mengenai kewajaran, kepatuhan dan keseuaian Laporan Keuangan Koperasi dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan Peraturan Perundang-undangan;
b. Bertanggung-jawab kepada Pengurus Koperasi, Pengawas dan Anggota Koperasi mengenai penilaian laporan keuangan Koperasi;
c. Memberikan usulan dan pendapat kepada Pengawas Koperasi atas hasil Audit Internal yang sudah dibuatnya;
d. Memberikan usulan Sistem Operasi dan Prosedur Penilaian, Pengawasan dan Pengelolaan Koperasi;
e. Hasil penilaian yang dilakukan oleh Auditor Eksternal harus dapat terukur dan menjadi pertimbangan pengelola koperasi serta sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi;
f. Merahasiakan hasil audit kepada pihak ketiga diluar Koperasi.
3. Hak dan Wewenang
a. Mendapatkan informasi mengenai pengelolaan akuntansi dari Organ Internal Koperasi;
b. Mendapatkan Kompensasi dari Koperasi berupa Pengupahan dari Koperasi sesuai kesepakatan antara pengurus atau pengelola Koperasi;
c. Untuk ketepatan dan keefektifan audit, dalam menjalankan proses pemeriksaan, Audit Eksternal bebas menentukan rumusan dan sistematika auditnya tanpa ada campur-tangan pihak manapun termasuk organ dalam koperasi.
A. Pengendalian Intern Koperasi
KSP/USP-Koperasi, Koperasi Kredit dan Koperasi Jasa Keuangan Syariah (istilah generiknya adalah Koperasi Jasa Keuangan) yang bergerak di sektor jasa keuangan mempunyai kedudukan sangat sentral dalam menunjang pemberdayaan ekonomi rakyat di sektor riil dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan para anggota/calon anggota.
Koperasi Jasa Keuangan (KJK) berperan sebagai penghimpun, pengelola dana untuk disalurkan guna membiayai dan mengembangkan usaha ekonomi anggota/calon anggota di semua sektor dan kebutuhan lainnya. Untuk dapat melakukan ekspansi penyaluran pinjaman/pembiayaan kepada anggota/calon anggota, di samping memupuk permodalan sendiri dapat melakukan penghimpunan dana dalam bentuk produk tabungan dan simpanan berjangka serta dapat memupuk dana yang berasal dari modal penyertaan.
Usaha penghimpunan simpanan anggota hanya dapat berhasil apabila penyimpan dan calon penyimpan mempunyai kepercayaan yang tinggi terhadap keamanan dananya yang tersimpan pada KJK. Untuk itu pengelolaan KJK harus dikelola secara kompeten dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip koperasi dan prudential (kehati – hatian) serta pengelolaan yang sehat, sehingga KJK senantiasa dapat memenuhi layanan terbaiknya sekaligus memberikan keuntungan yang lebih menarik.
Dalam melaksanakan pengendalian intern, seorang manager harus memiliki keterampilan, sikap kerja dan pengetahuan yang harus dikuasainya, yaitu meliputi :
Dasar-dasar akuntansi, sistem dan prosedur serta sistem komputerisasi akuntansi yang digunakan KJK dalam menerapkan pembukuan.
Dasar-dasar perkoperasian, dengan pertimbangan bahwa lembaga yang menjalankan kegiatan usaha jasa keuangan adalah menggunakan entitas ”Koperasi”.
Manajemen audit, merupakan modal dasar dan sebagai alat yang dapat digunakan untuk melaksanakan kegiatan pengendalian dan pemeriksaan transaksi – transaksi laporan keuangan.
Interpersonal skill sangat menunjang dalam pelaksanaan pengendalian, karena interpersonal skill merupakan suatu keahlian khusus yang dikuasai seseorang yang dapat menunjang percepatan perolehan data yang dibutuhkan dari pihak – pihak terkait.
Keterkaitan dasar-dasar manajemen KJK terhadap pengendalian intern pada KJK, sebagai berikut :
a. Perencanaan pengelolaan organisasi dan manajemen KJK b. Pengorganisasian struktur organisasi KJK
c. Pengarahan sumber daya organisasi KJK d. Pengawasan penyelenggaraan organisasi KJK
Keterkaitan unit kompetensi ”melaksanakan prinsip-prinsip manajemen SDM” dengan unit kompetensi ”melaksanakan pengendalian intern” pada Koperasi Jasa Keuangan ini adalah terletak pada pekerjaan yang saling mendukung (terkait) dan bersifat langsung, yaitu : elemen ”pengawasan penyelenggaraan organisasi KJK”. Pada pekerjaan/elemen di atas mengandung