• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahapan Implementasi GCG adalah

BAB I PENDAHULUAN

H. Tahapan Implementasi GCG adalah

1. Tahapan Persiapan a. Awareness Building

Langkah sosialisasi awal untuk membangun kesadaran mengenai arti penting GCG dan komitmen bersama dalam penerapannya mencakup berbagai aspek:

1) Kebijakan GCG Koperasi;

2) Pedoman GCG bagi Organ-organ Koperasi;

3) Pedoman Perilaku;

4) Audit Committe Charter;

5) Kebijakan Disklosur dan Transparansi;

6) Kebijakan Manajemen Risiko;

7) Roadmap Implementasi.

b. GCG Assessment

Upaya untuk mengukur atau memetakan kondisi koperasi dalam penerapan GCG saat ini. GCG Assessment dibutuhkan untuk mengidentifikasi

aspek-aspek apa yang perlu mendapatkan perhatian terlebih dahulu, dan langkah-langkah apa yang dapat diambil untuk mewujudkannya.

c. GCG Manual building

Berdasarkan hasil pemetaan tingkat kesiapan koperasi dan upaya identifikasi prioritas penerapannya, penyusu- nan manual atau pedoman implementasi GCG dapat disusun.

2. Tahap Implementasi a. Sosialisasi

Upaya untuk memperkenalkan kepda seluruh koperasi berbagai aspek yang terkait dengan implementasi GCG khususnya mengenai Pedoman Penerapan GCG.

b. Implementasi

Kegiatan yang dilakukan sejalan dengan Pedoman GCG yang ada, berdasar roadmap yang telah disusun.

Implementasi harus bersifat pendekatan dari atas ke bawah yang melibatkan pengurus, pengawas dan pengelola.

c. Internalisasi

Tahap jangka panjang yang mencakup upaya-upaya untuk memperkenalkan GCG di dalam seluruh proses bisnis koperasi melalui berbagai prosedur operasi dan benara-benar tercermin dalam seluruh aktivitas koperasi.

3. Tahap Evaluasi

a. Menetapkan visi, misi, rencana strategis, tujuan koperasi, serta sistem operasional pencapaiannya secara jelas.

b. Mengembangkan suatu struktur yang menjaga keseimbangan peran dan fungsi organ koperasi (chec k and balance).

c. Membangun sistem informasi, baik untuk keperluan proses pengambilan keputusan maupun keperluan keterbukaan informasi material dan relevan mengenai koperasi.

d. Membangun sistem audit yang handal, yang tak terbatas pada kepatuhan terhadap peraturan dan prosedur operasi standar, tetapi juga mencakup pengendalian risiko koperasi.

e. Membangun sistem yang melindungi hak-hak pengurus, pengawas dan anggota secara adil (fair) dan setara.

f. Membangun sistem pengembangan SDM, termasuk pengukuran kinerjanya.

A. Struktur Governance

Struktur Governance KSP/USP Koperasi meliputi struktur organ KSP/USP Koperasi dan kebijakan KSP/USP Koperasi dalam rangka pelaksanaan usaha. Dalam struktur governance KSP/USP Koperasi juga dimasukkan beberapa aspek penting yang berperan mendukung organ KSP/USP Koperasi yaitu pengendalian internal, manajemen risiko, kelengkapan administrasi dan hubungan dengan pihak ketiga atau eksternal KSP/USP Koperasi (co-operative secretary), dan ketaatan organ KSP/USP terhadap ketentuan yang berlaku (kepatuhan).

Struktur governance KSP/USP Koperasi dari sudut organ KSP/USP Koperasi harus sesuai dengan Peraturan dan Perundangan tentang KSP/USP Koperasi di Indonesia. Sebagian besar KSP/USP Koperasi di Indonesia memiliki bentuk hukum Koperasi. Oleh karena itu pembahasan struktur governance KSP/USP Koperasi yang berkantor pusat di Indonesia dilakukan dengan mendasarkan pada organ KSP/USP Koperasi yang berbentuk Organ KSP/USP Koperasi terdiri dari Rapat Anggota, Pengurus dan Pengawas.

Rapat Anggota adalah organ KSP/USP Koperasi yang merupakan wadah para Anggota untuk mengambil keputusan dengan memperhatikan ketentuan anggaran dasar dan peraturan perundang‐undangan. Rapat Anggotamempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Pengurus atau Pengawas.

Pengawas, Pengurus dan Pengelola tidak dapat mengintervensi keputusan Rapat Anggota untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang‐ undangan, termasuk untuk melakukan penggantian atau pemberhentian anggota Pengawas dan atau Pengurus.

Kepengurusan Koperasi di Indonesia menganut sistem dua badan (two‐ board system) yaitu Pengurus dan Pengawas yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan fungsinya masing‐masing.Fungsi Pengurus dan Pengawas diamanahkan dalam anggaran dasar dan peraturan perundang‐ undangan yang dikenal sebagai fiduciary responsibility.

Pengurus menjalankan pengurusan untuk kepentingan KSP/USP Koperasi dan sesuai dengan maksud dan tujuan KSP/USP Koperasi. Pengurus adalah organ KSP/USP Koperasi yang bertugas dan bertanggung jawab secara operasional. Masing‐ masing anggota Pengurus dapat melaksanakan tugas dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya, tetapi pelaksanaan tugas dari masing‐masing anggota Pengurus akhirnya tetap merupakan tanggung jawab bersama kepada anggotanya.

Kedudukan masing‐masing anggota Pengurus adalah setara.Tugas Ketua Koperasi sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikan kegiatan Pengurus dan Pengelola.

Pengawas melakukan pengawasan atas kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada umumnya, baik mengenai KSP/USP Koperasi maupun KSP/USP Koperasi, dan memberikan nasehat kepada Pengurus.

Pengawas adalah organ KSP/USP Koperasi yang bertugas dan bertanggung-jawab secara kolektif.Dengan demikian keputusan Pengawas merupakan keputusan bersama dari

Pengawas. Pembagian tugas diantara Pengawas bukan dimaksudkan untuk mengambil keputusan tetapi untuk memperdalam hal‐hal yang perlu diputuskan oleh Pengawas.

Hubungan kerja Pengawas dan Pengurus adalah hubungan check and balances dengan prinsip bahwa kedua organ tersebut mempunyai kedudukan yang setara, namun keduanya mempunyai tugas untuk menjaga kelangsungan usaha KSP/USP Koperasi dalam jangka panjang dan mempunyai tujuan akhir untuk kemajuan dan kesehatan KSP/USP Koperasi. Oleh karena itu Pengawas dan Pengurus harus memiliki kesamaan persepsi terhadap visi, misi, nilai‐nilai KSP/USP Koperasi dan strategi KSP/USP Koperasi.Pengawas dan Pengurus juga harus menyetujui bersama rencana kerja jangka panjang, rencana kerja dan anggaran tahunan serta hal‐hal yang berkaitan dengan pelaksanaan ketentuan perundang‐undangan dan good corporate governance.

Pengendalian internal meliputi lima unsur utama yaitu Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Kegiatan Pengendalian, Sistem Informasi dan Komunikasi, serta Pemantauan dan Evaluasi.

Manajemen risiko merupakan landasan paradigma dalam mengelola risiko yang merupakan bagian terpadu dari proses organisasi dan pengambilan keputusan yang secara khusus menangani ketidakpastian serta dilakukan secara dinamis, berulang, dan responsif terhadap perubahan.

Pengurus KSP/USP Koperasi bertugas untuk menyampaikan hal‐hal yang terkait dengan kegiatan KSP/USP Koperasi yang berhubungan dengan pihak ketiga termasuk Anggota.

Kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku merupakan aspek yang sangat penting karena KSP/USP Koperasi merupakan industri yang diatur secara ketat (highly regulated). Karena itu

kepatuhan merupakan tanggung jawab dari organ KSP/USP Koperasi yang harus dapat diwujudkan menjadi budaya kepatuhan.

Melakukan Usaha Kebijakan KSP/USP Koperasi dalam rangka melakukan usaha merupakan bagian dari struktur governance.Kebijakan tersebut dituangkan dalam 4 (empat) kelompok kebijakan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pelaporan. Prinsip dasar untuk kebijakan KSP/USP Koperasi dalam melakukan usaha adalah sebagai berikut:

1. KSP/USP Koperasi harus menyusun rencana jangka panjang (corporate plan) serta rencana kerja dan anggaran tahunan (business plan) sebagai panduan dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran KSP/USP Koperasi yang tertuang dalam anggaran dasar serta strategi yang ditetapkan oleh Pengurus dengan persetujuan Pengawas. Rencana jangka panjang serta rencana kerja dan anggaran tahunan tersebut juga merupakan panduan dalam mengukur keberhasilan KSP/USP Koperasi bagi Anggota dan pemangku kepentingan lainnya.

2. KSP/USP Koperasi harus menyusun berbagai kebijakan usaha KSP/USP Koperasi sesuai dengan jenis produk dan layanan yang dilakukan serta kebijakan pendukungnya.

3. KSP/USP Koperasi menyusun kebijakan pengawasan untuk memastikan bahwa rencana jangka panjang dan jangka pendek dapat dicapai. Pelaksanaan kebijakan dilakukan sesuai dengan prinsip kehati‐hatian dan pengendalian risiko KSP/USP Koperasi.

4. Pelaksanaan rencana kerja, kebijakan KSP/USP Koperasi dan pengawasan harus dilaporkan secara berkala kepada pihak‐

pihak yang berkepentingan termasuk otoritas pengatur dan pengawas KSP/USP Koperasi.

B. Proses Good Cooporative Governance

Proses Governance merupakan cara atau mekanisme yang dilakukan oleh organ KSP/USP Koperasi dan jajaran dibawahnya dalam melakukan fungsi dan tugasnya untuk mewujudkan Komitmen dan Struktur Governance sehingga dapat dicapai Keluaran Tata Kelola (Governance Outcome) yang sesuai dengan asas good corporate governance.

Prinsip dasar proses governance KSP/USP Koperasi adalah sebagai berikut:

1. Rapat Anggota harus diselenggarakan sesuai dengan waktu dan tata cara yang ditetapkan dalam peraturan perundang‐ undangan, anggaran dasar serta komitmen dan struktur governance yang tercantum dalam Pedoman GCG KSP/USP Koperasi.

2. Fungsi, tugas, wewenang dan tanggung jawab Pengurus dan Pengawas harus dilaksanakan atas dasar itikad baik, kehati‐ hatian dan professional sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan perundang‐undangan, anggaran dasar serta komitmen dan struktur governance yang tercantum dalam Pedoman GCG KSP/USP Koperasi.

3. Kegiatan usaha KSP/USP Koperasi harus dilakukan sejalan dengan visi, misi, nilai‐nilai KSP/USP Koperasi dan strategi KSP/USP Koperasi berdasarkan prinsip kehati‐hatian serta komitmen dan struktur governance yang tercantum dalam Pedoman GCG KSP/USP Koperasi.

4. Pengembangan sumber daya manusia dilakukan sesuai dengan kebutuhan pengembangan KSP/USP Koperasi dan dilakukan berdasarkan merit system yang berbasis kompetensi dan integritas.

5. Tanggung jawab sosial dan lingkungan dilaksanakan terintegrasi dengan strategi KSP/USP Koperasi.

6. Pedoman GCG KSP/USP Koperasi harus disosialisasikan kepada seluruh jajaran KSP/USP Koperasi secara kontinyu.

7. Proses governance harus didokumentasikan dengan baik sehingga disamping sebagai alat pembuktian hukum, juga dapat menjadi bukti pelaksanaan GCG.

C. Persyaratan, Tugas & Tanggung Jawab, Hak &Wewenang KSP/USP Koperasi Serta Prinsip Penerapan GCG

1. Rapat Anggota 1) Persyaratan

Rapat Anggota dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya diatur dalam Anggaran Dasar Koperasi.

2) Tugas, Kewajiban dan Tanggung Jawab Rapat Anggota menetapkan :

a. Anggaran Dasar dan perubahan Anggaran Dasar;

b. kebijaksanaan umum di bidang organisasi, manajemen, dan usaha Koperasi;

c. pemilihan, pengangkatan, pemberhentian Pengurus dan Pengawas;

d. rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi, serta pengesahan laporan keuangan;

e. pengesahan pertanggungjawaban Pengurus dan pengawas dalam pelaksanaan tugasnya;

f. pembagian sisa hasil usaha;

g. penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran Koperasi.

h. Menetapkan standar suku bunga pinjaman dan simpanan di Koperasi

i. Menetapkan batas maksimum Pinjaman yang dapat dilakukan oleh Pengurus untuk dan atas nama Koperasi;

j. Menetapkan keputusan lain dalam batas yang ditentukan oleh Undang-Undang.

3) Hak dan Wewenang

Rapat Anggota berhak meminta keterangan dan pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas mengenai pengelolaan Koperasi.

4) Indikator Keberhasilan Pelaksanaan Prinsip-prinsip GCG pada Rapat Anggota

Indikator GCG

KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi

Transparansi  Keputusan diambil secara transparan, langsung berdasarkan mufakat. Kalau mufakat tidak tercapai baru diadakan pemungutan suara (voting).

Akuntabilitas  Dalam Rapat Anggota, keputusan yang diambil harus jelas dan tidak hanya mementingkan kepentingan pengurus atau pengelola saja.

 Setiap anggota mempunyai satu suara, one man one vote.

Tanggung- jawab

 Setiap Pengurus dan pengelola wajib bertanggung jawab atas pengelolaan koperasi kepada anggota melalui Rapat Anggota.

 Setiap keputusan dibuatkan notulen dan hasilnya disebarkan kepada setiap anggota melalui media komunikasi yang ada agar dapat dipertanggungjawabkan kepada

Indikator GCG

KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi

anggota.

Profesional  Dalam menetapkan besarnya SHU, harus berdampak dan memuaskan anggota KSP/USP.

Keadilan  Setiap anggota berhak hadir dalam Rapat Anggota;

 Setiap anggota yang memenuhi syarat peraturan perundangan dan Anggaran Dasar Koperasi berhak diajukan menjadi Pengawas dan Pengurus Koperasi.

2. Pengurus 1) Persyaratan

a. Pengurus KSP/USP dipilih dari dan oleh anggota Koperasi serta diangkat dalam Rapat Anggota;

b. Pengurus KSP/USPdiberhentikan dari dan oleh anggota Koperasi serta diberhentikan dalam Rapat Anggota Luar Biasa;

c. Anggota koperasi yang telah tercatat dalam Buku Daftar Anggota paling cepat 1 (satu) tahun;

d. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat keterangan berkelakuan baik dari yang berwenang;

e. Mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk mengurus koperasi;

f. Tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah dan semenda sampai derajat kesatu dengan pengurus lain, pengawas dan pengelola;

g. Pengurus koperasi sekunder berasal dari pengurus koperasi yang menjadi anggotanya.

h. Apabila pengurus mengangkat pengelola maka pengurus atau anggota pengurus tidak boleh merangkap sebagai pengelola atau sebagai pengawas i. Mampu melaksanakan perbuatan hukum;

j. Memiliki kemampuan mengelola usaha Koperasi;

k. Tidak pernah menjadi Pengawas atau Pengurus suatu Koperasi atau komisaris atau direksi suatu KSP/USP yang dinyatakan bersalah karena menyebabkan Koperasi atau KSP/USP itu dinyatakan pailit; dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan korporasi, keuangan negara, dan/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan, dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan.

l. Pengurus koperasi sekunder berasal dari perwakilan yang diusulkan koperasi primer anggotanya.

m. Seorang pengurus KSP Primer dilarang merangkap sebagai pengurus atau pengawas pada KSP Primer lainnya.

n. Persyaratan untuk masa jabatan pengurus periode selanjutnya sebagai berikut:

(1) telah menjadi anggota koperasi paling sedikit 2 (dua) tahun;

(2) tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan korporasi, keuangan negara, danatau yang berkaitan dengan sektor keuangan, dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan;

(3) tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah dan semenda sampai derajat kesatu dengan

pengurus lain, pengawas, pengelola; dan persyaratan lain untuk dapat dipilih menjadi Pengurus diatur dalam Anggaran Dasar.

2) Tugas, Kewajiban dan Tanggung Jawab a. Mengelola koperasi dan usahanya;

b. Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi;

c. Menyelenggarakan Rapat Anggota;

d. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung- jawaban pelaksanaan tugas;

e. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib.

f. Pengurus bertanggungjawab mengenai segala kegiatan pengelolaan koperasi dan usahanya kepada Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa.

g. Memelihara daftar buku anggota dan pengurus;

h. Merumuskan dan mensosialisasikan visi, misi dan nilai-nilai koperasi

i. Menyelenggarakan pembinaan karyawan secara efektif dan efisien;

j. Melaksanakan tugas lain sesuai yang tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

k. Mendorong dan memajukan usaha Anggota;

l. Melakukan upaya lain bagi kepentingan, kemanfaatan, dan kemajuan Koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan keputusan Rapat Anggota.

m. Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan;

n. Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggungjawabnya dan keputusan Rapat Anggota;

o. Menjalankan operasional Koperasi sesuai dengan Peraturan perundangan yang berlaku dan sesuai dengan AD/ART Koperasi;

p. Membuat sistem kerja untuk setiap unit dalam struktur lengkap dengan SOP (Standar Operational Procedure);

q. Memastikan bahwa pengelola menempatkan personil yang kompeten untuk mengisi setiap struktur jabatan yang ada dalam Koperasi;

r. Menjalin hubungan baik dan mengembangkan kemitraan dengan pihak pemerintah, sesama koperasi dan pemangku kepentingan yang lain;

s. Pengurus bertanggungjawab mengenai segala kegiatan pengelolaan koperasi dan usahanya kepada rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa;

t. Pengurus, baik bersama-sama, maupun sendiri- sendiri, menanggung kerugian yang diderita Koperasi, karena tindakan yang dilakukan dengan kesengajaan atau kelalaiannya;

u. Melaksanakan manajemen risiko.

3) Hak dan Wewenang

a. Mengangkat dan memberhentikan Pengelola KSP dan USP Koperasi yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha;

b. Mengatur ketentuan-ketentuan tentang kepegawaian Koperasi termasuk penetapan gaji, pensiun atau

jaminan hari tua dan penghasilan lain bagi pegawai Koperasi;

c. Memberikan penjelasan, saran/masukan kepada anggota pada Rapat Anggota dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

d. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar;

e. Mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha;

4) Indikator Keberhasilan Pelaksanaan Prinsip-prinsip GCG pada Pengurus

Indikator GCG

KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi

Transparansi  Pengurus wajib memperlihatkan laporan keuangan kepada anggota KSP/USP menyangkut pembagian SHU, alasan besarnya pengenaan bunga, dan peruntukan biaya-biaya yang KSP/USP gunakan kepada anggota pada setiap Rapat Anggota.

Akuntabilitas  Pengurus bekerja berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, AD/ART dan keputusan lainnya dalam Koperasi.

 Pengurus tidak boleh menjadi pengurus atau terlibat aktif dalam kegiatan partai politik.

 Pengurus menyelenggarakan rapat secara berkala dan mencatat keputusannya dalam notulen khusus.

 Tanggung jawab dan kewajiban, hak dan wewenang serta gugus tugas pengurus harus jelas dan dipahami

Indikator GCG

KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi

pengurus tersebut.

 Pengurus memperhatikan prinsip Koperasi dalam setiap pengambilan dan pelaksanaan keputusan;

Tanggung-jawab  Pengurus melaporkan laporan keuangan kepada anggota setiap dilaksankan Rapat Anggota.

 Pengurus bertanggung-jawab atas pengelolaan koperasi dengan tata kelola sesuai GCG KSP/USP dan AD/ART Koperasi.

Profesional  Pengurus senantiasa meningkatkan pengetahuan, wawasan, karakter dan kompetensinya di bidang perkoperasian.

 Pengurus berhak memperoleh tunjangan sebagai pengurus dan imbal jasa berupa gaji yang sesuai dengan standar Upah Minimum Regional (UMR) yang berlaku.

 Jika terindikasi adanya kecurangan yang dilakukan oleh pengurus, maka pengurus wajib dikenakan sanksi sesuai dengan AD/ART Koperasi atau hukum yang berlaku.

Keadilan  Setiap Pengurus harus diberikan kesejahteraan sesuai dengan peningkatan hasil usaha yang telah diperoleh Koperasi.

 Setiap anggota Koperasi berhak menilai dan memberikan saran yang membangun kepada pengurus melalui Rapat Anggota.

 Individu yang dipilih sebagai pengurus haruslah bukan dari keluarga atau semenda dengan Ketua

Indikator GCG

KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi

Pengurus atau Pengawas koperasi untuk menghindari adanya kolusi dan nepotisme, kecuali jika hal tersebut sudah disepakati oleh seluruh anggota dalam Rapat Anggota.

3. Pengawas 1. Persyaratan

a. Anggota koperasi yang telah tercatat dalam Buku Daftar Anggota paling cepat 1 (satu) tahun;

b. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat keterangan berkelakuan baik dari yang berwenang;

c. Mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk mengawasi koperasi;

d. Dipilih dari dan oleh anggota koperasi dalam Rapat Anggota;

e. Pengawas koperasi sekunder berasal dari anggota koperasi primer;

f. Pengawas tidak boleh merangkap sebagai pengurus atau anggota pengurus tidak boleh merangkap sebagai pengelola.

g. Pengawas koperasi sekunder berasal dari perwakilan yang diusulkan koperasi primer anggotanya. Dan telah menjadi anggota koperasi sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun;

h. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan korporasi, keuangan negara, dan atau yang berkaitan dengan sektor keuangan, dalam waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan;

i. Tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah dan semenda sampai derajat kesatu dengan pengawas lain, pengurus, pengelola; dan

j. Persyaratan lain untuk dapat dipilih menjadi Pengawas diatur dalam Anggaran Dasar;

k. Pengawas diberhentikan oleh anggota dalam rapat anggota.

l. Seorang Pengawas KSP Primer dilarang merangkap sebagai pengurus atau pengawas pada KSP Primer lainnya.

2. Tugas, Kewajiban dan Tanggung Jawab

a. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan KSP;

b. Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya;

c. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan usaha Koperasi Simpan Pinjam;

d. Memonitor pengelolaan Koperasi dan membuat laporan tertulis berkenaan dengan hasil pengawasannya dan menyampaikannya pada Rapat Anggota.

e. Meneliti, mengaudit dan mengevaluasi catatan pembukuan dan administrasi keuangan Koperasi Simpan Pinjam;

f. Menghadiri Rapat Pleno dan Rapat-rapat Khusus yang dihadiri oleh Pengurus;

g. Merahasiakan hasil pemeriksaan dan pengawasan Koperasi kepada pihak diluar Koperasi untuk kepentingan anggota Koperasi;

h. Pengawas KSP bertanggungjawab kepada anggota dalam Rapat Anggota;

i. Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga;

j. Pengawas wajib menjalankan tugas dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab untuk kepentingan Koperasi.

k. Pengawas bertanggungjawab pada Rapat Anggota dan Rapat Anggota Luar Biasa.

3. Hak dan Wewenang

a. Meneliti catatan yang ada pada koperasi;

b. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan tugasnya;

c. Menetapkan penerimaan dan penolakan Anggota baru serta pemberhentian Anggota sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar;

d. Meminta dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dari Pengurus dan pihak lain yang terkait;

e. Mendapatkan laporan berkala tentang perkembangan usaha dan kinerja Koperasi dari Pengurus;

f. Memberikan persetujuan atau bantuan kepada Pengurus dalam melakukan perbuatan hukum tertentu yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar;

dan

g. Dapat memberhentikan Pengurus untuk sementara waktu dengan menyebutkan alasannya.

h. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan setiap waktu dari organ koperasi lainnya apabila

dipandang perlu dalam menjalankan tugasnya, pengawas dapat meminta bantuan jasa akuntan publik;

i. Memberikan koreksi, saran, teguran dan peringatan kepada pengurus;

j. Mengusulkan Rapat Anggota Luar Biasa;

k. Membuat usulan bagi perbaikan pengelolaan Koperasi.

4. Indikator Keberhasilan Pelaksanaan Prinsip-prinsip GCG oleh Pengawas

Indikator GCG

KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi

Transparansi  Pengawas menyelenggarakan rapat secara berkala dan mencatat keputusannya dalam notulen khusus yang menunjukkan adanya dinamika yang nantinya disertakan sebagai bagian dari laporan tahunan.

Akuntabilitas  Pengawas bekerja berdasarkan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, AD/ART dan keputusan lainnya dalam Koperasi.

 Pengawas memperhatikan dengan seksama untuk memastikan bahwa Pengurus menerapkan prinsip Koperasi dalam setiap pengambilan dan pelaksanaan keputusan.

 Pengawas selalu menerapkan etika bisnis Koperasi dalam rangka pemenuhan kepentingan pemangku kepentingan.

 Apabila ditemukan permasalahan yang berpotensi menjadi kasus hukum, pengawas dapat meminta bantuan jasa Kantor Akuntan Publik atau Kantor Jasa Audit untuk melakukan audit khusus Tanggung-jawab  Pengawas turut bertanggung jawab

terhadap kebenaran Laporan Keuangan

Indikator GCG

KSP/USP Kesesuaian pengelolaan dengan Prinsip Koperasi

yang diajukan oleh Pengurus.

Profesional  Pengawas senantiasa meningkatkan pengetahuan, wawasan, karakter dan kompetensinya di bidang perkoperasian melalui program pendidikan dan pelatihan dan kegiatan lain yang relevan.

 Pengawas memberikan saran, rekomendasi dan kritik semata-mata demi kebaikan dan kemajuan koperasi bukan untuk kepentingan pribadi atau sekelompok orang.

 Pengawas tidak boleh menjadi pengurus atau terlibat aktif dalam kegiatan partai politik.

Keadilan  Pengawas memperhatikan dengan seksama untuk memastikan bahwa Pengurus menerapkan prinsip Koperasi dalam setiap pengambilan dan pelaksanaan keputusan.

4. Pengelola 1) Persyaratan

a. Memiliki kemampuan keuangan yang dibuktikan dengan pelatihan simpan pinjam atau pernah magang dalam usaha simpan pinjam yang berwawasan perkoperasian;

b. Memiliki tenaga manajerial yang berkualitas baik, yaitu memiliki keahlian dalam pengelolaan usaha simpan pinjam, yang dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat standar kompetensi pengelola usaha simpan pinjam;