• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perubahan Iklim dan Kelestarian Laut

Dalam dokumen Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2023 (Halaman 85-89)

Perubahan iklim global menyebabkan kenaikan suhu laut, naiknya permukaan air laut, dan perubahan pola cuaca yang berdampak langsung pada kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Peningkatan erosi pantai, banjir, dan intrusi air laut menjadi masalah yang serius. Perubahan iklim juga berdampak pada keanekaragaman hayati, termasuk ekosistem terumbu karang yang rentan terhadap pemutihan dan kerusakan.

Terkait perubahan iklim dan kelestarian laut termasuk wilayah pesisir dan pulau- pulau kecil, kita bisa merujuk kepada ahli pengelolaan pesisir, yaitu Prof. Dr. Ir. Dietriech Geoffrey Bengen, DEA, Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University. Beliau memberikan pernyataan dalam jumpa pers pra orasi ilmiahnya yang dicuplik media online republika.co.id pada tahun 2017.

Menurutnya, penting untuk menjaga pulau-pulau kecil yang berbentuk dataran untuk menjaga ekosistem laut Indonesia. Jika terumbu karang rusak, mangrove rusak, atau penangkapan ikan yang destruktif, maka diperkirakan Indonesia akan kehilangan dua ribu pulau kecil yang berpotensi tenggelam pada tahun 2030. Bahkan bisa jadi sebelum itu. Termasuk Pulau Seribu, karena bentuk pulaunya dataran.

https://www.bps.go.id

64

S t a t i s t i k S u m b e r D aya L a u t d a n Pe s i s i r 2 0 2 3 Selain itu pencemaran air laut akibat pembuangan limbah industri, pertanian, dan domestik merupakan ancaman serius bagi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil. Limbah yang terbuang ke laut dapat merusak terumbu karang, mangrove, dan ekosistem pesisir lainnya. Selain itu, penggunaan pestisida dan bahan kimia pertanian yang berlebihan dapat mencemari air dan merusak keanekaragaman hayati.

Pencemaran air menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air Dan Pengendalian Pencemaran Air adalah

Gambar 3.4

Kenaikan Permukaan Laut Akibat Perubahan Iklim

https://www.bps.go.id

masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Peraturan tersebut memang tidak membahas secara khusus mengenai pencemaran air laut, tetapi kualitas air di atas dan di bawah permukaan tanah pada daerah yang berbatasan langsung dengan laut akan mempengaruhi pencemaran air laut baik langsung maupun tidak langsung. Pada lampiran Tabel 2.21 terdapat 1.087 desa tepi laut yang mengalami gangguan air permukaan seperti keruh, berasa, dan berbau. Sumber gangguan ini dilaporkan terdiri dari rumah tangga sebanyak 700 desa tepi laut, industri atau pabrik sebanyak 385 desa tepi laut, dan 2 desa tepi laut merupakan sumber lainnya. Warga desa tepi laut yang mengadukan gangguan air tersebut berasal dari 453 desa tepi laut.

Penangkapan ikan berlebihan dan praktik penangkapan ikan ilegal juga menjadi masalah serius di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya ikan dapat mengancam kelangsungan hidup populasi ikan dan mengganggu keseimbangan ekosistem laut. Selain itu, penangkapan ikan ilegal juga merugikan nelayan yang berusaha menjalankan usaha perikanan yang berkelanjutan.

Tantangan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil lainnya juga perlu mendapat perhatian serius baik diantaranya:

1. Pengembangan Pesisir yang Tidak Berkelanjutan: Pembangunan pariwisata, industri, dan infrastruktur di kawasan pesisir seringkali tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan. Reklamasi pantai, pembangunan hotel dan kompleks perumahan, serta aktivitas industri yang tidak ramah lingkungan dapat menyebabkan kerusakan habitat, hilangnya mangrove, dan degradasi ekosistem pesisir.

2. Kurangnya Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat: Kesadaran akan pentingnya konservasi dan keberlanjutan di kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil masih perlu ditingkatkan. Masyarakat setempat sering kali tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan belum terlibat secara aktif dalam pengelolaan kawasan tersebut. Kurangnya partisipasi masyarakat dapat menghambat upaya pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan.

https://www.bps.go.id

66

S t a t i s t i k S u m b e r D aya L a u t d a n Pe s i s i r 2 0 2 3 3. Kurangnya Kapasitas dan Sumber Daya: Kurangnya kapasitas, keuangan, dan

infrastruktur merupakan tantangan nyata dalam pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Institusi pengelola yang kurang berdaya, kurangnya sumber daya manusia yang terlatih, serta keterbatasan anggaran mempersulit implementasi program konservasi dan pengelolaan yang efektif.

Untuk mengatasi tantangan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, diperlukan langkah-langkah berikut:

1. Peningkatan Kesadaran dan Pendidikan Masyarakat: Program pendidikan dan kampanye kesadaran perlu ditingkatkan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga kelestarian kawasan pesisir dan pulau- pulau kecil. Melibatkan masyarakat setempat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan juga penting.

2. Penguatan Hukum dan Penegakan: Penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran terhadap lingkungan perlu ditingkatkan, termasuk penangkapan ikan ilegal, pencemaran, dan pelanggaran lainnya. Penguatan kerja sama antara berbagai instansi terkait juga penting.

3. Pengelolaan Sumber Daya yang Berkelanjutan: Pendekatan pengelolaan terpadu yang berbasis ekosistem harus diterapkan, dengan mempertimbangkan dampak semua sektor yang terlibat. Pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, perlindungan terumbu karang, restorasi mangrove, dan penggunaan lahan yang bijaksana harus menjadi prioritas.

4. Pengembangan Kapasitas dan Kerjasama: Peningkatan kapasitas institusi pengelola, pemberdayaan masyarakat lokal, serta kerjasama antara pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan lembaga internasional sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan pengelolaan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil.

Melindungi dan mengelola kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil dengan baik adalah tugas yang kompleks namun sangat penting. Dengan mengatasi tantangan ini dan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan, kita dapat memastikan bahwa keindahan dan keanekaragaman ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil akan lestari bagi generasi mendatang.

https://www.bps.go.id

Boks 3.2

Dalam dokumen Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2023 (Halaman 85-89)

Dokumen terkait