Komite Nominasi dan Remunerasi (Nomrem) telah memiliki Piagam Komite Nomrem yang sudah disesuaikan dengan POJK No.34/POJK.04/2014 yang berlaku di tahun 2016. Piagam Komite Nomrem terakhir dikinikan pada 26 Februari 2016 dan telah diunggah di situs web Bank. Selanjutnya, piagam Komite Nomrem senantiasa ditinjau kembali secara periodik agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Struktur dan Keanggotaan
Keanggotaan, komposisi, maupun independensi anggota Komite Nomrem telah memenuhi ketentuan yang berlaku, yang terdiri dari 2 (dua) orang Komisaris Independen dan 1 (satu) orang Komisaris.
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi diangkat berdasarkan Rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi No. 006/NOMREM/KP/III/2016 tanggal 23 Maret 2016 yang disetujui oleh Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris No. 007/DEKOM/KP/IV/2016 tanggal 6 April 2016. Pengangkatan efektif sejak penutupan RUPST 2016 sampai dengan penutupan RUPST 2020.
Komite Nomrem menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional dan independen, tanpa campur tangan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Susunan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Tahun 2016:
No Nama Sebagai Jabatan di Komite Periode Jabatan
1 Pri Notowidigdo Komisaris Independen Ketua 2016 - 2020
2 Ahmad Zulqarnain Onn Komisaris Anggota 2016 - 2020
3 Armida S. Alisjahbana* Komisaris Independen Anggota 2016 - 2020
4 Zulkifli M. Ali** Komisaris Independen Anggota 2013 - 2016
5 Ananda Barata** Pihak Independen Anggota 2013 – 2016
6 Sumantri Slamet** Pihak Independen Anggota 2013 - 2016
* Diangkat sebagai anggota Komite Nomrem pada RUPST 15 April 2016.
** Masa jabatan sebagai anggota Komite Nomrem berakhir sejak penutupan RUPST 15 April 2016.
Komite-Komite Dewan Komisaris
Kualifikasi & Profil Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
Profil Keanggotaan Latar Belakang Karir Pendidikan
Pri Notowidigdo Ketua
Diangkat menjadi Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi sejak Maret 2013. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Independen.
Profil lengkap tercantum dalam Profil Dewan Komisaris
Tercantum dalam Profil Dewan Komisaris.
Ahmad Zulqarnain Onn Anggota
Diangkat menjadi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi sejak November 2014. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Profil lengkap tercantum dalam Profil Dewan Komisaris
Tercantum dalam Profil Dewan Komisaris.
Armida S. Alisjahbana Anggota
Diangkat menjadi anggota Komite Nominasi dan Remunerasi sejak RUPST 15 April 2016. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Independen.
Profil lengkap tercantum dalam Profil Dewan Komisaris
Tercantum dalam Profil Dewan Komisaris.
Untuk memenuhi POJK No. 55/POJK.03/2016 tanggal 7 Desember 2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Umum, Komite Nomrem juga dilengkapi seorang Pejabat Eksekutif yang membawahi sumber daya manusia yaitu Joni Raini yang merangkap sebagai sekretaris Komite.
Selama tahun 2016, Joni Raini telah mengikuti beberapa pelatihan terkait dengan Kepemimpinan, Risk & Governance, diantaranya ASEAN Corporate Governance Scorecard yang diadakan oleh IICD, Basel Update & Impact to CIMB Niaga, Competing Through Organization Talent, Leadership & Culture, dan Leadership Series with Dr. Boen, serta menghadiri beberapa internal rakor & workshop di direktorat Human Resources.
Masa Jabatan
Masa jabatan Komite Nomrem tidak boleh lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris sesuai dengan POJK No. 34/POJK.04/2014 dan Piagam
Komite Nominasi dan Remunerasi dan dapat dipilih kembali. Masa tugas anggota Komite yang diangkat diantara masa jabatan Dewan Komisaris akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan Dewan Komisaris tersebut.
Tugas dan Tanggung Jawab
Komite Nomrem bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris sebagai berikut:
1. Terkait dengan kebijakan nominasi:
a. Menyusun dan memberikan rekomendasi mengenai sistem serta prosedur pemilihan dan/
atau penggantian anggota Dewan Komisaris, dan Direksi, serta Dewan Pengawas Syariah kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.
b. Memberikan rekomendasi mengenai calon anggota Dewan Komisaris dan/atau Direksi, dan/atau Dewan Pengawas Syariah kepada
Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.
c. Melakukan evaluasi kinerja dan menyusun program pengembangan untuk Dewan Komisaris dan Direksi serta Dewan Pengawas Syariah.
d. Memberikan rekomendasi mengenai Pihak Independen yang akan menjadi anggota Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Tata Kelola Terintegrasi.
2. Terkait dengan kebijakan remunerasi:
a. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi;
b. Melakukan evaluasi terhadap kesesuaian antara kebijakan remunerasi dengan pelaksanaan kebijakan tersebut;
c. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai:
• Struktur, kebijakan dan besaran remunerasi bagi Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, Direksi dan anggota komite Dewan Komisaris; dan
• Kerangka kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan yang telah disetujui oleh Direksi.
3. Komite wajib memastikan bahwa kebijakan remunerasi memperhatikan:
a. Kinerja keuangan dan pemenuhan cadangan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku;
b. Prestasi kerja individual;
c. Kewajaran dengan peer group; dan
d. Pertimbangan sasaran dan strategi jangka panjang Bank.
4. Dalam hal anggota Komite memiliki benturan kepentingan (conflict of interest) dengan usulan yang direkomendasikan, maka dalam usulan tersebut wajib diungkapkan adanya benturan kepentingan serta pertimbangan-pertimbangan yang mendasari usulan tersebut.
Laporan Pelaksanaan Tugas Tahun 2016
Selama tahun 2016 Komite Nomrem telah melaksanakan aktivitas dan memberikan beberapa rekomendasi diantaranya sebagai berikut sebagai
keahlian, kompetensi, latar belakang dan pengalaman calon yang diajukan oleh Pemegang Saham untuk selanjutnya dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
2. Memberikan arahan dan rekomendasi terhadap implementasi Manajemen Talenta di Bank, untuk mengidentifikasi karyawan yang potensial dan membuat rencana suksesi bagi posisi yang kritikal.
3. Memberikan rekomendasi dan masukan dalam mendukung program Talent Review Council, untuk memberikan perhatian lebih kepada para Talent yang sudah diindentifikasi dengan memberikan peran yang lebih besar sebagai bentuk retensi.
Komite NomRem juga menyarankan manajemen untuk memberikan perhatian kepada Talent yang berada di luar Jakarta sebagai salah satu upaya untuk menunjang pertumbuhan bisnis.
4. Memberikan evaluasi dan masukan dalam penilaian Key Performance Indicator (KPI), dimana Komite NomRem memberikan saran kepada manajemen untuk mengembangkan indikator baru yang lebih mewakili kinerja Bank dan menekankan bahwa hasil penilaian tiap unit bisnis harus selaras dengan pencapaian kinerja Bank secara keseluruhan.
5. Melakukan pembahasan atas POJK mengenai Remunerasi Berbasis Risiko. Di dalamnya termasuk mengatur jabatan yang terkait dengan peraturan tersebut, menganalisa dampak terhadap keberlangsungan Bank dan mengatur penerapan metode pembayaran remunerasi yang dimaksud.
6. Memberikan evaluasi mengenai inisiatif bisnis Perbankan Konsumer dalam penguatan bisnis pada segmen Kartu Kredit, Auto dan efisiensi cabang.
7. Memberikan rekomendasi atas kerangka distribusi bonus bagi karyawan, direksi dan pimpinan senior secara berimbang dan wajar, berdasarkan asas keadilan dan obyektifitas sesuai pencapaian kinerja.
8. Memberikan masukan mengenai penanganan karyawan underperformer untuk dimonitor secara disiplin dalam hal pencapaian kinerjanya, untuk menjadi perhatian manajemen dalam konsistensi penerapan aturan dan dampaknya terhadap bisnis.
9. Memberikan penilaian, arahan dan rekomendasi atas perubahan skema remunerasi Dewan
Komite-Komite Dewan Komisaris
10. Memberikan masukan untuk perbaikan proses dalam menjalankan program pengembangan kepemimpinan karyawan baik untuk karyawan tetap maupun karyawan dalam masa pelatihan/
Development Program.
11. Memberikan rekomendasi atas inisiatif manajemen dalam mengaplikasikan skema manfaat Kesehatan yang baru agar menghasilkan output terbaik bagi karyawan maupun Bank.
12. Memberikan masukan dalam perbaikan proses nominasi Direksi agar didapatkan kandidat dengan kualifikasi terbaik dan dikaitkan dengan program suksesi di dalam internal Bank.
13. Memberikan masukan kepada Manajemen atas perencanaan tindak lanjut dari hasil Employee Engagement Survey (EES) dan Internal Customer Satisfaction Index (ICSI) agar tepat sasaran dan efektif dalam upaya pengembangan organisasi.
14. Memberikan masukan dalam penanganan Serikat Pekerja untuk mendapatkan keputusan bersama dan menjalin hubungan yang lebih baik antara Manajemen dan Serikat Pekerja.
15. Memberikan masukan dalam metode penerapan Merit Increase, Promosi maupun pembayaran Bonus kinerja terkait dengan pencapaian KPI.
16. Melakukan pembahasan awal dan memberikan rekomendasi terkait rencana penerapan konversi pensiun untuk memperhatikan aspek aspirasi karyawan, metode investasi dana pensiun yang digunakan, penggunaan konsultan dan dampaknya terhadap bisnis dan organisasi.
17. Memberikan masukan atas perbaikan proses evaluasi risiko agar dilakukan tidak hanya oleh unit Manajemen Risiko namun juga oleh Komite Pemantau Risiko.
18. Melakukan pembahasan dan rekomendasi program pengembangan kapabilitas untuk Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah dan Komite.
19. Melakukan pembahasan dan menyusun kebijakan atas Nominasi dan Penilaian Kinerja untuk anggota Dewan Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah Komite.
20. Memberikan arahan dan rekomendasi terkait Komite Tata Kelola Terintegrasi (KTKT). Tugas utama dari KTKT adalah mengevaluasi pelaksanaan Tata Kelola Terintegrasi melalui penilaian kecukupan pengendalian internal dan pelaksanaan fungsi kepatuhan secara terintegrasi dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas nominasi dan penyempurnaan pedoman Tata Kelola Terintegrasi.
21. Memberikan arahan dan rekomendasi terkait isu- isu Sumber Daya Manusia secara umum seperti penyelesaian masalah-masalah terkait hubungan industrial, HR Operational Risk yang dilaporkan secara berkala setiap kuartal, HR Metrics, dan lainnya.
Komite Nomrem melaporkan aktivitas dan rekomendasi kepada Dewan Komisaris secara berkala.