Komite Pemantau Risiko CIMB Niaga telah mempunyai Piagam atau Pedoman yang mengatur keanggotaan, struktur, wewenang, tugas dan tanggung jawab, rapat, aktivitas serta tata laksana kerja Komite Pemantau Risiko dalam menjalankan fungsinya sehari-hari.
Piagam Komite Pemantau Risiko terakhir dikinikan pada tanggal 29 April 2016 dan telah diungggah di situs web Bank. Selanjutnya, piagam Komite Pemantau Risiko senantiasa ditinjau kembali secara periodik agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Struktur dan Keanggotaan
Keanggotaan dan komposisi, maupun independensi anggota Komite Pemantau Risiko telah memenuhi ketentuan BI dan OJK. Komite Pemantau Risiko CIMB Niaga periode 2016 terdiri dari 1 (satu) orang Ketua yang merupakan Komisaris Independen, 2 (dua) orang anggota yang merupakan Komisaris dan 2 (dua) orang anggota non Komisaris dari Pihak Independen dengan kompetensi dan kualifikasi di bidang keuangan dan manajemen risiko.
Anggota Komite Pemantau Risiko diangkat berdasarkan Rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi PT Bank CIMB Niaga Tbk No. 006/NOMREM/KP/III/2016 tanggal 23 Maret 2016 yang disetujui dengan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris No. 007/DEKOM/KP/IV/2016 tanggal 6 April 2016. Pengangkatan efektif sejak penutupan RUPST 2016 sampai dengan penutupan RUPST 2020.
Susunan Anggota Komite Pemantau Risiko Tahun 2016
No Nama Sebagai Jabatan Di Komite Periode Jabatan
1 Zulkifli M. Ali Komisaris Independen Ketua 2016 - 2020
2 Glenn M. S. Yusuf Wakil Presiden Komisaris Anggota 2016 - 2020
3 David Richard Thomas Komisaris Anggota 2016 - 2020
4 Firmanzah** Pihak Independen Anggota 2016 - 2020
5 Sri Indrastuti (Tuti) S. Hadiputranto**** Pihak Independen Anggota 2016 - 2020
6 Yap Tjay Soen*** Pihak Independen Anggota 2016 - 2020
7 Ananda Barata* Pihak Independen Anggota 2013 - 2016
8 Binhadi* Pihak Independen Anggota 2013 - 2016
9 Shariq Mukhtar* Pihak Independen Anggota 2013 - 2016
* Masa jabatan sebagai anggota Komite Pemantau Risiko berakhir sejak penutupan RUPST 15 April 2016.
** Diangkat sebagai anggota Komite Pemantau Risiko pada RUPST 15 April 2016.
*** Diangkat sebagai anggota Komite Pemantau Risiko pada RUPST 15 April 2016 dan efektif tidak menjabat lagi sebagai anggota Komite Pemantau Risiko pada Juli 2016.
**** Efektif menjabat sebagai anggota Komite Pemantau Risiko pada Juli 2016 menggantikan Yap Tjay Soen.
Kualifikasi & Profil Anggota Komite Pemantau Risiko
Profil Keanggotaan Latar Belakang Karir Pendidikan
Zulkifli M. Ali Ketua
Diangkat menjadi Ketua Komite Pemantau Risiko sejak Maret 2013 dan merangkap sebagai Ketua Komite Audit. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris Independen.
Profil lengkap tercantum dalam Profil Dewan Komisaris.
Tercantum dalam Profil Dewan Komisaris.
Glenn M. S. Yusuf Anggota
Diangkat menjadi anggota Komite Pemantau Risiko sejak Maret 2013. Beliau juga menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris.
Profil lengkap tercantum dalam Profil Dewan Komisaris.
Tercantum dalam Profil Dewan Komisaris.
David Richard Thomas Anggota
Diangkat menjadi anggota Komite Pemantau Risiko sejak November 2014. Beliau juga menjabat sebagai Komisaris.
Profil lengkap tercantum dalam Profil Dewan Komisaris.
Tercantum dalam Profil Dewan Komisaris.
Firmanzah Anggota
Warga Negara Indonesia, 40 tahun. Menjabat sebagai Anggota Komite Pemantau Risiko CIMB Niaga sejak April 2016.
Saat ini beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Indonesia, dan Index Committee of Infrastructure Stock dari PT Sarana Multi Infrastruktur Indonesia (Persero).
Meraih gelar PhD di bidang Strategic & International Management dari University of Pau et Pays de l’Adour, Prancis. Master of Philosophy dari University of Science and Technology of Lille 1, Prancis. Gelar MBA dari University of Pierre Mendes-Grenoble II, Prancis dan Master of Management serta Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia.
Sri Indrastuti (Tuti) S. Hadiputranto Anggota
Warga Negara Indonesia, 73 tahun. Menjabat sebagai Anggota Komite Pemantau Risiko CIMB Niaga sejak Juli 2016.
Beliau adalah salah satu mitra pendiri Hadiputranto, Hadinoto &
Partners, suatu Kantor Firma Hukum terbesar di Indonesia, yang merupakan anggota dari Kantor Firma Hukum Baker & McKenzie International.
Beliau mengkhususkan diri dalam pekerjaan terkait dengan korporasi, merjer dan akuisisi serta restrukturisasi hutang di perusahaan-perusahaan/Bank di Indonesia.
Beliau pernah menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris Bursa Efek Indonesia (“BEI”) untuk periode 2001 - 2004. Selain itu, selama lebih dari satu dekade, beliau menjadi anggota berbagai Komite di BEI, terakhir adalah Komite Disiplin Anggota.
Meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia pada tahun 1970, gelar Master of Laws dari University of Washington pada tahun 1981.
Komite-Komite Dewan Komisaris
Pelatihan Anggota Pihak Independen Komite Pemantau Risiko
No. Nama Jenis Training/Seminar/Workshop/Sharing
Knowledge Penyelanggara Tanggal & Lokasi
Pelaksanaan
1. Firmanzah Juri Mandiri Award Bank Mandiri 28-29 Januari 2016 di Jakarta
Panelis pada Indonesia Economic Quarterly World Bank 15 Maret 2016 di Jakarta
T20 Summit G20 Think Tanks 28-31 Juli 2016 di Beijing,
Cina Narasumber berbagai acara diantaranya:
Trans Pacific Partnership Bappenas 24 Februari & 2 Maret 2016 di Jakarta
General Lecture: Strategi Pengembangan Pendidikan dan Profesionalisme dalam Meningkatkan Daya Saing MEA
UIN 8 Maret 2016 di Jakarta
Peran Industri Penjaminan dalam
Memberdayakan UMKM & Koperasi KMI 29 Maret 2016 di Jakarta Launching Kajian Stabilitas Sistem Keuangan Bank Indonesia 30 Mei 2016 di Jakarta Launching Buku “Out of Comfort Zone”:
Transformasi Peruri Menjadi Perusahaan
Terbaik” Peruri 13 Juni 2016 di Jakarta
Capacity Building Pelaksanaan Fungsi Anggaran DPR RI: Desain Kebijakan Makro APBN dalam Pembangunan Nasional
FPKB RI 26 Agustus 2016 di Cisarua, Jawa Barat
FGD Tantangan Penciptaan 2 Juta Lapangan
Kerja yang Baik (Decent Job) Bappenas 1 November 2016 di Jakarta Annual Meeting BI Sulawesi Bank Indonesia 6 November 2016 di
Gorontalo Pertemuan Tahunan BI Provinsi Sulawesi
Selatan Bank Indonesia 29 Desember 2016 di
Makassar, Sul-Sel
Masa Jabatan
Masa jabatan Komite Pemantau Risiko tidak boleh lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam Piagam Komite Pemantau Risiko dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu periode berikutnya. Masa tugas anggota Komite yang diangkat diantara masa jabatan Dewan Komisaris akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan Dewan Komisaris tersebut.
Tugas dan Tanggung Jawab
Komite Pemantau Risiko menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional dan independen tanpa campur tangan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Secara umum tugas dan tanggung jawab utama dari Komite Pemantau risiko adalah untuk memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris yang berkaitan dengan manajemen risiko, seperti:
1. Mengevaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaan kebijakan Bank; dan
2. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas Komite Eksekutif bidang risiko, yaitu Komite Manajemen risiko dan Satuan Kerja Manajemen risiko.
Laporan Pelaksanaan Tugas Tahun 2016
Selama tahun 2016, Komite Pemantau Risiko telah melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan Rencana Kerja Komite, yang dibuat setahun sekali mengacu pada tugas dan tanggung jawab Komite sebagaimana tercantum dalam Piagam Komite. Adapun aktivitas dan rekomendasi yang dihasilkan selama tahun 2016 diantaranya:
1. Melakukan kaji ulang dan penyampaian rekomendasi kepada Dewan Komisaris atas kebijakan/kerangka kerja yang diambil oleh Direksi berkaitan dengan manajemen risiko termasuk manajemen permodalan (Internal Capital Adequacy Assessment Process) yang meliputi penetapan risk appetite statement, risk posture, sector appetite, serta pelaksanaan stress test.
2. Evaluasi pelaksanaan tugas Komite Manajemen Risiko dan Satuan Kerja Manajemen Risiko serta evaluasi kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko dengan pelaksanaannya melalui pembahasan:
a. Laporan internal yang meliputi hasil pemantauan atas kondisi makro ekonomi, kinerja keuangan Bank dan indikator-indikator risiko dalam rangka memastikan kesesuaian dengan risk appetite Bank.
b. Laporan wajib kepada pengawas Bank yang terdiri dari Laporan Profil Risiko, Laporan Kesehatan Bank dan laporan-laporan lainnya dalam rangka memastikan kesesuaian penyampaian informasi kepada pengawas Bank atas kondisi risiko yang dihadapi Bank.
3. Pemantauan kondisi risiko kredit Bank melalui pembahasan:
a. Status dan proyeksi kualitas aset setiap segmen kredit dalam rangka memastikan bahwa masing-masing bisnis telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga dan memperbaiki kualitas aset Bank sehingga sesuai dengan risk appetite yang ditetapkan.
b. Kaji ulang secara tematik atas portofolio kredit yang mempunyai korelasi tinggi dengan fluktuasi ekonomi 2016.
c. Status pelaksanaan sebagai inisiatif dalam penyempurnaan proses kredit.
4. Evaluasi langkah dan strategis Bank melalui pembahasan:
a. Rencana anggaran, strategi bisnis dan Rencana Bisnis Bank 2017 yang sesuai dengan risk appetite Bank.
b. Aspek risiko atas inisiatif/proyek strategis yang sedang berjalan termasuk pengajuan produk dan aktivitas baru.
c. Laporan terkini mengenai implementasi proyek Basel dan TI khususnya 1Platform project yang sudah berjalan pada Januari 2016.
5. Pemantauan atas temuan audit signifikan dari sudut pandang manajemen risiko operasional termasuk laporan hasil investigasi serta tindak lanjut perbaikan dan mitigasi yang harus dilakukan.
Komite Pemantau Risiko melaporkan aktivitas dan rekomendasi kepada Dewan Komisaris secara berkala.