• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekomendasi Dewan Komisaris

Dalam dokumen Laporan Tata Kelola Perusahaan (Halaman 32-35)

Pengawasan dan nasihat Dewan Komisaris disampaikan baik melalui Komite Audit, Komite Pemantau Risiko maupun Komite Nominasi dan Remunerasi serta Komite Tata Kelola Terintegrasi

1. Memberi masukan dan menyetujui rencana korporasi sepanjang tahun 2016 yang meliputi:

Penyelenggaraan RUPS Tahunan, pemberian persetujuan atas divestasi pada PT CIMB Sun Life (CSL), Penerbitan Obligasi (Penawaran Umum

2. Memberikan masukan mengenai target keuangan Bank, termasuk Net Interest Margin, Non Performing Loans dan watch list accounts, Loan to Deposit Ratio, produktivitas, dan kompetisi pasar. Dewan Komisaris mendukung strategi Bank untuk terus mengembangkan bisnis usaha dengan margin tinggi yaitu pembiayaan Perbankan Korporasi, Perbankan Komersial, High End, dan Perbankan Syariah dengan tetap memperhatikan dan menjaga kualitas aset di tiap bisnis berada pada tingkat yang baik.

3. Dewan Komisaris memberi masukan terkait peningkatan dana murah (CASA) dan fee income baik melalui pengembangan layanan Bank untuk kemudahan dalam bertransaksi dan meningkatkan customer experience melalui CIMB@Work, CIMB@BizChannel, peningkatan transaksi dan layanan melalui produk Transaction Banking, value chain serta peningkatkan layanan bisnis Perbankan Syariah melalui model dual banking leverage, serta melalui pengembangan branchless banking seperti optimalisasi ATM, CDM & SST, pengembangan platform baru untuk CIMB Clicks (internet banking) dan peningkatan layanan GoMobile (mobile banking), agent banking, dan tablet banking termasuk program-program untuk memperbaiki turn around time sebagai peningkatan custumer experience dalam bertransaksi.

4. Secara berkala juga memberikan masukan terkait peningkatan efisiensi yang dilakukan dengan program efisiensi biaya, program transformasi IT dan peningkatan produktivitas baik dari front liners maupun back office yang berdampak pada percepatan dan perbaikan pelayanan pada nasabah.

5. Mengkaji dan membahas mengenai kondisi makro ekonomi dan industri pertambangan dan batu bara, serta peraturan-peraturan ketentuan perbankan yang baru, serta dampak terhadap bisnis Bank dan action plan-nya.

6. Berdasarkan masukan Komite Audit, Dewan Komisaris memberikan rekomendasi kepada Direksi, diantaranya:

Dewan Komisaris

• Hasil penelaahan atas laporan keuangan yang mencakup penyajian laporan keuangan, perlakuan akuntansi dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, serta kinerja keuangan dan kecukupan laporan keuangan publikasi dan pelaporan kepada otoritas.

• Hasil penelaahan atas progres tindak lanjut hasil audit oleh regulator dan Bank Negara Malaysia.

• Pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan Akuntan atas jasa yang diberikannya.

• Penunjukan Akuntan Publik yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan, dan fee.

• Penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal;

• Penelahaan atas pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan.

• Implementasi dan strategi penerapan dan deteksi fraud; termasuk pelaksanaan program whistle blowing.

7. Berdasarkan masukan dari Komite Pemantau Risiko, Dewan Komisaris memberikan rekomendasi kepada Direksi di antaranya:

• Terkait pengelolaan risiko, kualitas aktiva, status kesehatan bank, dan hasil stress test.

• Terkait kebijakan/kerangka kerja yang ditetapkan oleh Direksi berkaitan dengan Manajemen Risiko termasuk manajemen permodalan (Internal Capital Adequacy Assessment Process) yang meliputi penetapan risk appetite statement, risk posture, sector appetite, serta pelaksanaan stress test.

• Terkait Laporan Keuangan dan mendiskusikan inisiatif/proyek strategik yang sedang berjalan terutama implikasi risikonya terhadap bank termasuk Rencana Anggaran Bank untuk Tahun 2017 serta strategi dan rencana bisnis masing-masing unit dalam rangka memastikan kesuaiannya dengan kaidah risiko serta risk appetite Bank.

• Terkait aspek risiko atas produk dan aktivitas baru termasuk mengevaluasi kerangka Post Implementation Review (PIR) produk, mengkaji strategi untuk meningkatkan CASA dan Pendapatan Biaya atas Komisi dari perspektif risiko terutama dikaitkan dengan implikasinya terhadap likuiditas dan pembiayaan Bank.

• Terkait strategi penanganan dan penyelesaian rekening-rekening Impaired dan NPL serta rencana/strategi recovery.

• Rekomendasi akan pemantauan keluhan nasabah dan regulator yang ditujukan atau ditembuskan kepada Dewan Komisaris agar dapat segera dikaji dari sisi risiko.

• Terkait pemantauan atas temuan audit signifikan dari sudut pandang manajemen risiko operasional termasuk laporan hasil investigasi serta tindak lanjut perbaikan dan mitigasi yang dilakukan.

• Terkait proses implementasi proyek Basel, proyek IFRS9 serta update pengembangan Teknologi Informasi (TI) khususnya proyek 1P yang telah berjalan.

8. Melalui Komite Nominasi dan Remunerasi, Dewan Komisaris memberikan beberapa rekomendasi, diantaranya:

• Rekomendasi kebijakan nominasi dalam pemilihan dan/atau penggantian anggota Dewan Komisaris, dan Direksi, serta Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham dan Pihak Independen yang akan menjadi anggota Komite Audit, anggota Komite Pemantau Risiko, Komite Nominasi dan Remunerasi serta Komite Tata Kelola Terintegrasi.

• Terkait dengan kebijakan remunerasi yaitu mengenai kebijakan remunerasi bagi Dewan Komisaris, DPS dan Direksi untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham; dan kerangka kebijakan remunerasi bagi Pejabat Eksekutif dan pegawai secara keseluruhan yang telah disetujui oleh Direksi.

• Perubahan-perubahan yang terkait dengan kebijakan remunerasi dan kompensasi untuk Dewan Komisaris, Direksi dan Dewan Pengawas Syariah.

• Kebijakan manpower dan fungsi manajemen HR yang mengandung risiko-risiko berdampak signifikan pada Bank termasuk pertumbuhan Bank di masa yang akan datang.

• Memberikan rekomendasi atas kerangka distribusi bonus bagi Direksi secara berimbang dan wajar dengan memperhatikan obyektifitas berdasarkan pencapaian kinerja.

• Memberikan masukan terhadap penilaian Key Performance Indicator (KPI) anggota Direksi berdasarkan pencapaian setiap komponen KPI.

• Memberikan masukan terhadap penilaian Key Performance Indicator (KPI) Dewan Komisaris dan Pihak Independen yang menjadi Anggota Komite di tingkat Dewan Komisaris sesuai dengan framework penilaian yang telah ditetapkan.

9. Sesuai Anggaran Dasar Bank, Dewan Komisaris menyetujui usulan tindakan terhadap kredit kurang lancar, restrukturisasi dan penghapusan kredit di atas limit tertentu yang ditetapkan dalam kebijakan Bank. Selain itu, Dewan Komisaris memberikan persetujuan atas kredit terhadap pihak terkait dengan Bank untuk memenuhi ketentuan otoritas yang berlaku.

Dalam dokumen Laporan Tata Kelola Perusahaan (Halaman 32-35)

Dokumen terkait