G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
3. Pleno
Selesai diskusi, setiap kelompok diminta melaporkan hasil diskusinya.
4. Peneguhan
Yesus Mengajarkan agar Para Muridnya Mau Mengampuni, Mencintai Musuh, dan Berdoa Bagi Orang yang Menganiaya
Setap agama melarang segala bentuk pembalasan. Pembalasan hanya milik Tuhan. Yang berhak menghukum adalah Tuhan. Tidak ada manusia yang sempurna. Dalam Lukas 15:11-32, Yesus mengajak kita untuk bersikap mengampuni, sebagaimana Allah adalah maha pengampun. Dengan memakan makanan babi, Si bungsu kehilangan kehormatannya sebagai manusia. Ia menjadi sepert binatang. Menyadari situasinya dan mengingat keadaan di rumah bapanya, si bungsu bertobat. Bapa menyambut si bungsu yang bertobat
dan memulihkan kehormatan dia dengan mengenakan baju baru dan cincinserta memestakannya. Melihat tanggapan bapaknya terhadap adiknya, si Sulung marah-marah. Si sulung merasa diri baik di hadapan bapanya, sehingga berhak mendapat yang lebih dari yang didapat adiknya. Terhadap si Sulung sang Bapa pun keluar dan menemuinya. Ia mengatakan apa yang menjadi milik Bapa menjadi miliknya juga. Selayaknya si Sulung bergembira karena adiknya yang hilang sudah ditemukan kembali.
Perumpamaan tentang “Anak yang Hilang”, menekankan sikap murah hat dan pengampun dari Allah. Perumpamaan itu juga mengkritk orang-orang farisi yang merasa lebih suci daripada para pemungut cukai dan orang berdosa.
Perumpamaan itu juga mengingatkan setap orang agar tetap rendah hat di hadapan Allah, senantasa menyadari kehinaan dan kedosaannya sehingga bersedia bertobat.
Pada ayat lain (Mat 5: 38-45) Yesus mengajarkan agar kita tdak melawan orang yang berbuat jahat, membenci musuh, melainkan mengasihi dan berdoa bagi orang yang menganiaya kita, sebab dengan itu kita menjadi anak-anak Bapa yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tdak benar.
Ketka ditanyai Petrus berapa kali harus mengampuni orang yang berbuat salah, Yesus menjawab “tujuh puluh kali tujuh kali” (Mat 18:21-22). Demikianlah sebagai pengikut Yesus, orang-orang Katolik perlu mengembangkan sikap
mengampuni, sebagaimana Allah Bapa yang menerima baik si Bungsu maupun si Sulung.
No. Kegiatan Waktu Langkah Ketga: Refleksi dan Aksi
Peserta didik diminta membuat refleksi dengan pertanyaan:
• Sejauh mana mereka bersedia mengampuni, tdak melawan orang yang berbuat jahat, bahkan mendoakan musuh?
Sebagai bentuk aksi peserta didik diminta:
• Menyusun doa syukur atau permohonan agar dapat melakukan apa yang diajarkan Yesus.
3. Penutup
Melaksanakan penilaian dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah selanjutnya;
Merencanakan kegiatan tndak lanjut dengan memberikan tugas baik cara individu maupun kelompok bagi peserta didik yang belum;
Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
15 menit
G. Penilaian Hasil Belajar
Guru melakukan penilaian peserta didik dalam kegiatan:
1. Pada saat peserta didik berdiskusi Cara penilaiannya sebagai berikut:
No.
Nama Peserta
Didik
Aspek yang
dinilai Skor
Maks. Nilai Ketuntasan Tindak Lanjut
1 2 3 4 T TT R P
1.
2.
3.
4.
5.
Dst.
Aspek dan cara penilaian:
a. Kejelasan dan kedalaman informasi
1) Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalaman materi lengkap dengan sempurna, skor 30.
2) Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalaman materi lengkap dengan kurang sempurna, skor 20.
3) Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalaman materi kurang lengkap, skor 10.
b. Keaktfan dalam diskusi
1) Jika kelompok tersebut berperan sangat aktf dalam diskusi, skor 30.
2) Jika kelompok tersebut berperan aktf dalam diskusi, skor 20.
3) Jika kelompok tersebut berperan kurang aktf dalam diskusi, skor 10.
c. Kejelasan dan kerapian presentasi
1) Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi, skor 40.
2) Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi, skor 30.
3) Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang rapi, skor 20.
4) Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan kurang jelas dan kurang rapi, skor 10.
2. ”Refleksi Tingkah Laku”
Cara penilaiannya sebagai berikut:
No. Nama Peserta
Didik 1 2 3 4 5 Jumlah
Skor Keterangan
1.
2.
3.
5.
Dst.
3. Kolom “Ayo Berlath”
a. Kolom Pilihan ganda dan uraian.
Skor penilaian sebagai berikut:
No.
Soal Cara penilaian Skor
maks.
1 a. Jika peserta didik dapat menuliskan sangat lengkap, skor 2.
b.Jika peserta didik dapat menuliskan lengkap, skor 1,5.
c. Jika peserta didik dapat menuliskan tdak lengkap, skor 1.
2
2 a. Jika peserta didik dapat menuliskan sangat lengkap, skor 2.
b. Jika peserta didik dapat menuliskan lengkap, skor 1,5.
c. Jika peserta didik dapat menuliskan tdak lengkap, skor 1.
2
3 a. Jika peserta didik dapat menuliskan sangat lengkap, skor 2.
b. Jika peserta didik dapat menuliskan lengkap, skor 1,5.
c. Jika peserta didik dapat menuliskan tdak lengkap, skor 1.
2
4 a. Jika peserta didik dapat menuliskan sangat lengkap, skor 2.
b. Jika peserta didik dapat menuliskan lengkap, skor 1,5.
c. Jika peserta didik dapat menuliskan tdak lengkap, skor 1.
2
5 a. Jika peserta didik dapat menuliskan sangat lengkap, skor 2.
b. Jika peserta didik dapat menuliskan lengkap, skor 1,5.
c. Jika peserta didik dapat menuliskan tdak lengkap, skor 1.
2
Skor Maksimal 10
b. Tugas
Skor penilaian sebagai berikut:
1) Tugas produk
Cara penilaiannya adalah:
No. ASPEK 4 3 2 1
1. Perencanaan a. Persiapan b. Rumusan Judul 2. Pelaksanaan
a. Persiapan alat b. Teknik pencarian c. Kreatvitas 3. Hasil produk a. Bentuk fisik b. Inovasi
Total Skor Keterangan penilaian:
4 = sangat baik 3 = baik 2 = cukup baik 1 = kurang baik 2) Tugas problem solving
Cara penilaiannya adalah:
a) Jika peserta didik dapat menuliskan dengan benar dan dikumpulkan tepat waktu, skor 100.
b) Jika peserta didik dapat menuliskan dengan benar dan dikumpulkan tdak tepat waktu, skor 75.
c) Jika peserta didik dapat menuliskan dengan kurang benar dan dikumpulkan tepat waktu, skor 50.
d) Jika peserta didik dapat menuliskan dengan kurang benar dan dikumpulkan tdak tepat waktu, skor 25.
3) Tugas proyek
Cara penilaiannya adalah:
No. ASPEK 4 3 2 1
1. Perencanaan a. Persiapan b. Rumusan Judul
2. Tahapan Proses Pembuatan a. Sistmatka penulisan b. Keakuratan sumber data c. Analisis data
d. Penarikan kesimpulan 3. Tahap Akhir
a. Performans
b. Presentasi/Penguasaan Total Skor Keterangan penilaian:
4 = sangat baik 3 = baik 2 = cukup baik 1 = kurang baik
Nilai akhir yang diperoleh oleh peserta didik adalah:
a. Nilai sikap: rata-rata ” Refleksi Tingkah Laku”
b. Nilai pengetahuan: nilai rata-rata pilihan ganda, essay c. Nilai Keterampilan: nilai diskusi dan tugas
Mengetahui,
Kepala SDN 101857 GUNUNG RINTIH
PERATEN BARUS, S.Pd NIP. 196402121986042008
Gunung Rinth, Juli 2018 Guru Mata Pelajaran
NOPRIANI BARUS, S.Ag NIP. 198811282022032004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : SDN 101857 GUNUNG RINTIH
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekert Kelas/Semester : V / 2
Topik : 2. Yesus Kristus
Subtopik : 8. Perjanjian Baru : Yesus Memanggil Orang Berdosa Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit (2 Pertemuan)
A. Kompetensi Int
KI-1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru
KI-3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamat [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estets, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tndakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
3.4. Memahami makna karya keselamatan Allah yang berpuncak pada sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus
4.1. Mensyukuri karya keselamatan Allah yang berpuncak pada sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Indikator
1. Menceritakan kembali kisah Yesus mengunjungi Zakheus (Luk 19:1-10) 2. Menjelaskan mengapa Yesus mengunjungi Zakheus
3. Menjelaskan makna “Allah memanggil orang berdosa” bagi hidupnya C. Tujuan Pembelajaran
1. Dengan mendalami Luk19:1-10 peserta didik dapat menjelaskan mengapa Yesus mengunjungi Zakheus 2. Dengan merefleksikan pengalaman peserta didik dapat menjelaskan makna “Allah memanggil orang
berdosa” bagi hidupnya.
D. Materi
1. Lagu “Kalian dengarkah keluhanku” karya Ebiet G Ade 2. Kisah Luk 19:1-10
3. Pengalaman hidup peserta didik dan guru tentang sikap terhadap orang yang bersalah E. Metode Pembelajaran
Metode :
Ceramah.
Tanya jawab.
Penugasan.
Diskusi.
Demonstrasi.
Model Pembelajaran :
Model pembelajaran langsung dipadukan dengan model pembelajaran lain yang kontekstual dan dengan pertmbangan efektfitas.
Pendekatan :
Katekets dan Saintfik F. Media, Alat dan Sumber Belajar
Kitab Suci.
Komkat KWI 2010. Menjadi Sahabat Yesus. Buku Teks Pendidikan Agama Katolik untuk SD Kelas V, Yogyakarta: Kanisius.
Komkat KWI 2006. Seri Murid-murid Yesus. Pendidikan Agama Katolik untuk SD Kelas V, Yogyakarta:
Kanisius.
Pengalaman Hidup Guru dan Peserta Didik.
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
No. Kegiatan Waktu
1. Pendahuluan
Membuka pembelajaran dengan bernyanyi bersama.
Memulai pembelajaran dengan membaca doa dipimpin oleh salah satu peserta didik;
Memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran;
Mengajukan pertanyaan secara komunikatf berkaitan dengan materi;
Menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai;
Menyampaikan cakupan materi;
Mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa tulisan di papan tulis/white board, potongan kartu/kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca atau gambar), jika memungkinkan melalui tayangan slide (media LCD projector).
15 menit
2. Langkah Pertama: Mendalami Pengalaman Berkaitan dengan Orang-Orang yang Dianggap Bermasalah.
1. Mendengar, Menyanyikan dan Mengamat Lagu “Kalian Dengarkah