• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPP AGAMA KATOLIK-BP SD 5

N/A
N/A
Harta Ti

Academic year: 2024

Membagikan "RPP AGAMA KATOLIK-BP SD 5"

Copied!
131
0
0

Teks penuh

Dalam hal ini nampaknya perbedaan sifat laki-laki dan perempuan dimaksudkan untuk saling melengkapi dan menyempurnakan. Tuhan menciptakan manusia menurut gambarnya sendiri, menurut gambar Tuhan dia menciptakannya; seorang anak laki-laki dan anak perempuan. mereka menciptakan.

Peneguhan dan Rangkuman

Refleksi

Mengomunikasikan Niat

Penilaian Hasil Belajar

Persiapan alatb. Teknik pencarian c. Kreativitas 3. Hasil produk a.. a) Apabila siswa dapat menulis dengan benar dan mengumpulkannya tepat waktu, mendapat nilai 100.

Kompetensi Int

Kompetensi Dasar dan Indikator

Tujuan Pembelajaran

Materi

Metode Pembelajaran Metode

Media, Alat dan Sumber Belajar

Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Peneguhan

Diskusi: Peranan Perempuan dan Laki-laki di dalam Masyarakat

Pendalaman Hasil Diskusi

Peneguhan

Mendalami Cerita Kitab Suci

Sebagai sahabat, laki-laki dan perempuan bisa saling menghormati, saling menghormati dan saling membantu dalam suka dan duka. Perbedaan-perbedaan tersebut tidak menjadikan laki-laki dan perempuan saling bertentangan, melainkan saling melengkapi dan melengkapi.

Mengamat Gambar atau Foto

Tanya Jawab

Peneguhan

Laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk mencapai tujuan dan mengembangkan keterampilannya. Jadi, selain alami, perempuan dan laki-laki bisa melakukan kebiasaan dan aktivitas yang sama.

Refleksi Pribadi

Perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, artinya perempuan dan laki-laki berasal dari sumber yang sama, sehingga keduanya setara. Laki-laki dan perempuan mempunyai ciri masing-masing Selain perbedaan fisik, terdapat juga perbedaan kemampuan, watak dan sifat.

Ungkapan Niat

Dia menyadari bahwa jika dia membunuh anak ayam itu, lima orang akan mengetahuinya. Raja bertanya, “Wahai anak bungsu, mengapa engkau sebagai raja tidak melaksanakan perintah ayahmu untuk membunuh anak ayam tersebut?”

Menggali dan menemukan nilai-nilai kepemimpinan

Apabila Raja Saul tidak setara dengan Tuhan, Tuhan memilih Daud sebagai raja kedua untuk memimpin bangsa Israel. Dia juga berkata kepadamu: Tuhan akan memberikan kepadamu keturunan dan apabila kamu diberkati dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu, anak kandungmu, dan Dia akan membina kerajaannya sebuah rumah bagiku dan Aku akan meletakkan takhta-Nya. kerajaan selamanya.

Mendalami isi/pesan kitab suci

Katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang ketika engkau memimpin kambing domba menjadi raja atas umat-Ku Israel. Sebagai contoh, apakah sikap, tabiat dan kebolehan yang perlu dibangunkan, supaya dia boleh menjadi pemimpin yang baik.

Mengomunikasikan Hasil Refleksi

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan refleksi... sejauh mana mereka telah mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin yang baik? Belalang sedikit kesal, “Tetapi makananmu banyak!” kata Belalang sambil melihat sekeliling rumah Semut yang persediaan makanannya sepertinya banyak tersedia.

Tanggapan, Kesan dan Pertanyaan Peserta Didik

Maka ia dikejutkan dengan para semut yang terlihat sibuk dan bekerja keras mengumpulkan makanan dan menyimpannya di rumahnya. Ini tidak seperti Anda selalu membuang-buang waktu sepanjang musim panas dan kemudian Anda harus menanggung konsekuensinya."

Peneguhan

Tanggapan Peserta Didik

Maka Raja Sulaiman berkata kepada prajurit-prajurit itu, “Ambillah pedang dan potonglah anak yang masih hidup itu menjadi dua. Raja Sulaiman segera mengetahui siapa pemilik anak yang masih hidup itu, karena seorang ibu sejati tidak akan tega membiarkan anaknya dibunuh.

Mengomunikasikan

Guru mengajak siswa untuk menulis motto, peribahasa, . ungkapan atau pantun yang mencerminkan nilai hikmah yang disertai pesan yang ingin disampaikan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memberikan jawaban atau pertanyaan mengenai cerita di atas.

Tanya Jawab

Bunda Theresa (Agnes Gonxha Bojaxhiu; lahir di Üsküp, Kekaisaran Ottoman, 26 Agustus 1910 – meninggal di Kalkuta, India, 5 September 1997 umur 87 tahun) adalah seorang biarawati Katolik Roma keturunan Albania dan warga negara India, yang mendirikan Misionaris Cinta Kasih ( Bahasa Inggris: .Missionaries of Charity) di Calcutta, India, pada tahun 1950. Berbagai penghargaan diterimanya, antara lain Bharat Ratna (1980) dari Pemerintah India dan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1979.

Tokoh-Tokoh Perempuan Pejuang Kemanusiaan

Selepas dekri dan undang-undang kerajaan diterbitkan dan ramai gadis berkumpul di kubu Susan di bawah pengawasan Hegai, Ester dibawa ke istana kerajaan di bawah pengawasan Hegai, penjaga wanita. Bahkan separuh dari kerajaan itu akan dipenuhi." Lalu ratu Ester menjawab: "Ya raja, jika aku dikasihi raja dan jika aku baik di mata raja, berikanlah aku hidup atas permintaanku dan bangsaku atas permintaanku.

Mendalami Isi/Pesan Kitab Suci

Maka Ester dibawa menghadap raja Ahasyweros di istananya pada bulan kesepuluh, dalam bulan Tebet, pada tahun ketujuh pemerintahannya. Pada waktu itu, ketika Mordekhai sedang duduk di pintu gerbang istana raja, Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja, yang menjadi bagian dari penjaga pintu, patah hati, sehingga mereka memutuskan untuk membunuh Raja Ahasyweros. Pada hari kedua, sambil minum anggur, raja bertanya kepada Ester, "Apakah permintaanmu, Ratu Ester?"

Membangun dan Mewujudkan Kepedulian di Dalam Aksi Nyata

KI-3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan bertanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk Tuhan dan aktivitasnya serta benda-benda yang ditemuinya di rumah dan di sekolah. KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dengan bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerak yang mencerminkan anak yang sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak yang beriman dan berakhlak mulia.

Membaca dan Mendengarkan Cerita

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan kesan, reaksi atau pertanyaan mengenai cerita tersebut.

Mendalami Cerita

Guru mengajak siswa menuliskan harapan-harapan kepada para tokoh masyarakat agar mampu berusaha membangun kejayaan bangsa Indonesia... berdasarkan . Nilai-nilai Pancasila, yaitu nilai Ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kemanusian, dan nilai keadilan. Melaksanakan evaluasi dengan cara bertanya atau menjawab siswa dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai kontribusi perbaikan pada langkah selanjutnya; Merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan menawarkan tugas baik individu maupun kelompok kepada siswa yang belum mengerjakannya;

Membaca Kisah

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab, bertanya dan menyampaikan kesannya terhadap cerita tersebut.

Tanya jawab

Kisah Elisabet yang Tetap Percaya

Malaikat itu menjawabnya, "Akulah Jibril, yang beribadah kepada Allah, dan aku diutus untuk berbicara kepadamu dan memberi peringatan kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sehingga hari ketika semua ini terjadi, karena anda tidak akan mempercayai kata-kata saya yang akan mendedahkan kebenarannya pada waktunya." Apabila dia keluar, dia tidak dapat bercakap dengan mereka, dan mereka menyedari bahawa dia telah melihat penglihatan di dalam kuil.

Kisah Maria Menerima Kabar Gembira Dilanjutkan dengan kisah berikut

Peneguhan dan Rangkuman

TIDAK. Kegiatan Yang Lalu Zakharia berkata kepada malaikat itu, “Bagaimana aku tahu bahwa ini . akankah itu datang?. Ketika masa jabatannya berakhir, dia kembali ke rumah setelah sekian lama, istrinya Elizabeth hamil dan tidak muncul selama lima bulan, sambil berkata: “Inilah yang Tuhan lakukan untuk saya dan sekarang dia puas. untuk menghapus rasa maluku di hadapan orang.” Jawaban Maria: “Aku ini hamba Allah, jadilah padaku menurut perkataanmu” menunjukkan sikap iman, ketaatan, dan kerendahan hati Maria.

Mengomunikasikan Hasil Refleksi dan Niat Pribadi

Keletihan dan kelaparan yang tertangguh, membuatkan arnab tergoda dengan daun kopi yang segar. Kemudian syaitan membawa Yesus ke kota suci dan mendudukkan-Nya di atas bumbung Bait Allah, lalu berkata: Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah dirimu ke bawah, kerana ada tertulis: Ke atasmu Ia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menopang kamu di atas tangannya, supaya kakimu tidak terantuk kepada batu.” Dengan mempelajari Lukas 15:11-32 pelajar boleh menjelaskan mengapa Bapa mengampuni Anak Bungsu yang berdosa.

Membaca Berita

Wawancara

Pleno Hasil Wawancara (Membaca Informasi)

Tetapi tadi datang anak si ayah yang telah mensia-siakan harta ayahnya dengan pelacur. Ayahnya berkata kepadanya: Anakku, engkau selalu bersamaku, dan semua yang ada padaku adalah milikmu.

Diskusi

Pleno

Mendengar, Menyanyikan dan Mengamat Lagu “Kalian Dengarkah Keluhanku” karya Ebiet G Ade

Wawancara (dapat juga diminta membaca informasi yang relevan atau mencari informasi di internet)

Memplenokan Hasil Wawancara

Menyusun Sinopsis Kisah Salah Satu Pahlawan

Waktu Aktivitas Jadi, ketika sebuah kapal Inggris bernama Nicero terdampar dan. yang kemudian direbut oleh Raja Teunom, Teuku Umar diberi tugas untuk membebaskan kapal tersebut. Selanjutnya rakyat Aceh menyerbu Belanda yang dipimpin oleh Teuku Umar dan secara gemilang berhasil menaklukkan wilayah Vi Mukim. Sehingga Teuku Umar dan pasukannya dapat dikalahkan. kutipan dari buku Teuku Umar yang ditulis oleh Achmad Effendi, Tirta Mas, Jakarta).

Mengungkapkan Pertanyaan

Beberapa saat setelah upacara pemberangkatan, Belanda dikejutkan dan dikejutkan dengan kabar bahwa seluruh prajuritnya telah tewas di tengah laut dan senjatanya disita oleh Teuku Umar sendiri.

Berdiskusi

Pleno

Mintalah siswa memikirkan apa yang dialami Yesus dalam kisah penangkapan dan persidangan, mengapa Yesus melakukan semua itu? Siswa dapat menelaah Lukas 24:13 untuk menjelaskan keadaan para murid setelah kematian Yesus. Dengan mempelajari lambang Roh Kudus dalam Kisah Para Rasul, siswa dapat menjelaskan makna turunnya Roh Kudus pada para rasul.

Membaca Referensi dan Diskusi a. Tugas

Setelah siswa menyiapkan pertanyaan, mereka mengadakan rapat pleno kemudian merangkum atau memilih pertanyaan mana yang akan dibahas pada langkah selanjutnya. Siswa secara berkelompok diminta menemukan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan murid-murid Yesus (Gereja) yang menunjukkan bagaimana Roh Kudus bekerja dalam diri mereka, seperti: mempersatukan, menghidupkan, memberi semangat, mewartakan Yesus, dan sebagainya.

Pleno

Tanah air yang satu, satu bangsa, satu bahasa, tanah air kita, kejayaan yang agung selamanya, Indonesia, sebuah pusaka, Indonesia tercinta, bangsa dan bahasa kita kita pertahankan bersama 2. Bacalah Naskah Sumpah Pemuda Soempah Pemoeda. Siswa diminta mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah dipersiapkan kemudian dirangkum atau dipilih yang relevan untuk dipelajari dalam langkah-langkahnya. Siswa, baik secara individu maupun kelompok, bertugas mewawancarai guru Sejarah atau PKn mengenai pertanyaan-pertanyaan mengenai Janji Pemuda yang dipilih untuk dipelajari.

Pleno Hasil Wawancara

Peneguhan dan Informasi

Manyanyikan kembali lagu “satu nusa satu bangsa”

Dengan mempelajari kisah Kisah Para Rasul 2:41-47 dan 6:1-7, siswa dapat menjelaskan alasan keberadaan bidang kehidupan kerja. Dengan membagikan kuesioner, siswa dapat melihat profil kehidupan teman-teman di lingkungan gerejanya. Dengan mengeksplorasi pengalaman hidupnya sendiri, siswa dapat memberikan contoh gambaran kehidupan dalam masyarakat yang dipenuhi Roh Kudus.

Membaca Narasi atau Menonton Video tentang Desa Linggoasri, Kajen, Pekalongan “Silaturahmi di Desa Mega, Kecamatan Moraid,

Wawancara (dapat juga membaca referensi yang disediakan atau mencari informasi di internet)

Askar-askar itu juga mengejek Dia; mereka menunjukkan kepadanya wain masam dan berkata, "Jika engkau raja orang Yahudi, selamatkanlah dirimu!". Apabila mereka dianiaya, diejek, dan dihina, Yesus tidak menjadi marah atau bertindak balas. Sebenarnya, Tuhan Yesus berdoa kepada mereka, “Bapa, ampunilah mereka, kerana mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Pelajar diminta mempertimbangkan betapa besarnya keadaan masyarakat sekeliling dan apakah usaha yang boleh dilakukan untuk menjadi cahaya dan garam dunia.

Membaca Berita tentang “Sendiri Menyelamatkan Penyu di Pulau Terluar”

Wawancara (dapat juga membaca informasi dari buku atau dari internet atau sumber lain)

Peneguhan dan informasi

Membaca Mazmur 104:10-18,24,3

Dengan mempelajari kisah Kisah Para Rasul 5:1-10, siswa dapat menjelaskan pentingnya tindakan jujur ​​dan adil dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan menggali pengalaman hidupnya, siswa dapat menggambarkan tindakan jujur ​​dan adil teman-teman di lingkungannya.

Langkah Pertama: Mendalami Pengalaman Hidup Berkaitan dengan Kejujuran dan Keadilan

Membaca Berita tentang Kantn Kejujuran 2. Menanya

Wawancara (dapat membaca referensi tentang kejujuran dan keadilan) Dalam kelompok atau sendiri, peserta didik diberi tugas mewawancarai orang-

Peneguhan dan Informasi

Jadi jika masyarakat kita tidak bertindak jujur ​​dan adil, masyarakat akan membawa kehancuran dan kematian. Bagi manusia, manusia masih bisa berbuat curang, tidak jujur, dan tidak adil, namun bagi Tuhan dan Roh Kudus, manusia tidak bisa lagi menghindari hal tersebut, seperti yang terlihat dalam kisah para rasul. Dengan menelusuri pengalaman hidup mereka, siswa dapat memberikan contoh tentang seseorang yang selalu meminta bantuan Roh Kudus.

Langkah Pertama: Mendalami Pengalaman Hidup Terkait dengan m Kegagalan 1. Mengungkapkan Pengalaman Kegagalan

Wawancara (dapat juga mencari informasi dari buku atau Koran atau internet)

Membaca Kisah Para Rasul 16:16-31

Siswa diminta untuk merenungkan seberapa besar mereka telah meminta pertolongan Tuhan dalam setiap pekerjaan dan setiap tujuan yang ingin mereka capai?

Referensi

Dokumen terkait

Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk

Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan

Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah

Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan langkah

Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan

 Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan

Guru melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan

 Melaksanakan penilaian dan refleksi dengan mengajukan pertanyaan atau tanggapan peserta didik dari kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai bahan masukan untuk perbaikan