• Tidak ada hasil yang ditemukan

II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

2.1.2. Aspek Geografis

2.1.2.7 Potensi Pengembangan Wilayah

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 22

Gambar 2.4

Kawasan Industri Anggrek Kabupaten Gorontalo Utara

Sumber: RDTR Kabupaten Gorontalo Utara, 2011

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 23

Gambar 2.5

Gorontalo Utara sebagai Kawasan Strategis Perbatasan Negara

Sumber: Analisa Bapppeda, 2023

Dengan dibangunnya Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur, lokasinya yang relatif lebih dekat dengan Kabupaten Gorontalo Utara dibandingkan Jakarta, sehingga dapat berperan lebih sebagai penyangga kebutuhan ibukota. Dengan akses melalui perairan yang lebih mudah karena terdapat beberapa pelabuhan, seperti pelabuhan peti kemas bertaraf internasional di Kecamatan Anggrek, serta pelabuhan penyebrangan di Kwandang dan Gentuma, jembatan penghubung IKN- wilayah timur dapat diperankan oleh Gorontalo Utara melalui integrasi tol laut.

Melaluinya juga dapat berfungsi sebagai penunjang perdagangan karena pada area Pelabuhan Anggrek akan dibangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk melengkapi kawasan industri yang telah ada. Bentangan pantai yang cantik dan memanjang juga dapat dijadikan sebagai alternatif provider sektor wisata penduduk IKN. Berbagai priviledge tersebut akan didorong oleh pemerintah daerah berkoordinasi dengan stakeholder, termasuk dengan K/L, agar peran tersebut terealisasi dan semakin kuat.

Luasan kawasan hutan budidaya dan lindung sebagai bagian dari upaya pelestarian kawasan 11 kecamatan yang menjadi wilayah strategis perbatasan negara dapat dilihat secara lebih detail pada Tabel 2.6 berikut.

RENCA N A KERJ A P EMERI N TA H D A ERA H

Kabupaten Gorontalo Utara 2024 “Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata KelolaPemerintahanuntuk Pembangunan Berkelanjutan

BAB Page

Tabel 2.6 Luas Kawasan Hutan Kabupaten Gorontalo Utara (Ha) Kawasan HutanAnggrekAtinggolaBiauGentuma RayaKwandangMonanoPonelo Kep.SumalataSumalata Timur TolinggulaTomilitoGrand Total APL7.880,884.478,13.014,453.654,118.084,995.873,43617,387.798,554.922,597.491,156.650,1660.465,79 CA153,470,66154,13 HL872,363.219,28195,8359,2547,46403,14119,07227,851.838,19412,017.894,39 HP2.422,68158,281.351,264.452,551.751,925.403,3715.540,06 HPK2.952,0156,4733,38333,531.084,36394,345.554,02 HPT605,8917.623,115.409,36.227,279.147,9211.673,85684,0310.496,572.458,2764.326,21 SM3.767551,118.031,953.665,6416.015,7 TN38,138,1 Total 14.733,8225.516,8712.442,9811.291,8417.780,3712.167,08736,4529.817,6515.760,6520.220,259.520,44169.988,4 Sumber: KPH Unit IV Gorontalo Utara, 2021 *Note: - APL: Areal Penggunaan Lain - CA: Cagar Alam - HL: Hutan Lindung - HP: Hutan Produksi - HPK: Kesatuan Pengelolaan Hutan - HPT: Hutan Produksi Terbatas - SM: Suaka Margasatwa - TN: Taman Nasional

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 25

Secara umum, wilayah Kabupaten Gorontalo Utara yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai berikut:

1. Potensi Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Sektor pertanian merupakan sektor unggulan di Kabupaten Gorontalo Utara dan Provinsi Gorontalo, salah satunya karena menjadi penyumbang terbesar dalam komposisi PDRB. Sektor ini bersifat padat karya dan memiliki daya serap yang tinggi terhadap tenaga kerja, terutama di wilayah perdesaan. Potensi pertanian yang bisa dikembangkan antara lain:

a. Kawasan Tanaman Pangan

Komoditas yang termasuk pada tanaman pangan adalah padi, jagung, kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar.

Kawasan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Gorontalo Utara tersebar di seluruh kecamatan. Secara umum, dengan mempertimbangkan iklim dan ketinggian tempat, seluruh daerah dataran di Kabupaten Gorontalo Utara dapat ditanami komoditas tanaman pangan.

Untuk pengembangan potensi kawasan pertanian khusus pertanian tanaman pangan dan perkebunan dapat dibuat sebuah program yang saling berintegrasi sehingga dapat menggabungkan beberapa unit usaha yang dikelola secara terpadu dan berorientasi ekologis. Program terpadu ini diharapkan dapat dilaksanakan di seluruh kecamatan sehingga seluruh masyarakat diharapkan dapat memperoleh peningkatan nilai ekonomi, tingkat efisiensi, produktivitas, dan produksi yang tinggi bagi masyarakat di Kabupaten Gorontalo Utara.

Untuk kawasan persawahan di Kabupaten Gorontalo Utara, pada tahun 2018 telah dibuat dokumen tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 4.189 Ha. Luasan tersebut diproyeksikan untuk penyediaan pangan mandiri selama 5 tahun kedepan. Lahan sawah yang masuk dalam LP2B tidak akan beralih fungsi lahan menjadi lahan kering atau lahan selain sawah untuk mencapai tujuan pencapaian swasembada pangan di daerah. Namun, hingga saat ini dokumen

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 26

tersebut belum dikuatkan dengan suatu peraturan daerah karena menunggu revisi RTRW.

Lahan sawah di Kabupaten Gorontalo Utara yang terdiri dari sawah beririgasi sederhana dan setengah teknis secara bertahap dilakukan peningkatan menjadi sawah beririgasi teknis, selain itu pemenuhan sumber-sumber air dan perbaikan infrastruktur dalam rangka mendukung peningkatan produksi dan produktivitas harus menjadi prioritas. Kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan pertanian diarahkan untuk meningkatkan produktifitas tanaman pangan dengan mengembangkan kawasan agropolitan dan agrowisata di Kabupaten Gorontalo Utara.

b. Kawasan Pertanian Hortikultura

Kabupaten Gorontalo Utara juga memiliki produksi beberapa komoditas hortikultura. Komoditas hortikultura yang berupa tanaman sayur antara lain cabai rawit, tomat, terung, kacang panjang, dan kangkung. Tanaman sayuran yang paling banyak tumbuh dan tersebar merata di setiap kecamatan adalah cabai rawit, dengan luas panen seluas 516 Ha, meningkat dibanding 455 hektar setahun sebelumnya, dengan produksi mencapai 2.314,9 Ton pada tahun 2022. Untuk tanaman buah-buahan yang paling banyak adalah durian yang produksinya mencapai 596,9, berkurang dibandingkan tahun sebelumnya di 655,3 Ton. Kecamatan Atinggola merupakan produsen buah durian terbanyak di Kabupaten Gorontalo Utara pada tahun 2021 dan 2022.

Kawasan pertanian hortikultura terdapat di Kecamatan Tolinggula, Biau, Sumalata, Sumalata Timur, Monano, Anggrek, Kwandang, Gentuma Raya, dan Atinggola. Pengembangan tanaman hortikultura sayuran dan buah di wilayah perencanaan sebagai berikut: tanaman cabe di Kecamatan Anggrek, Monano, Kwandang, Tolinggula, dan Kecamatan Sumalata; durian dapat dikembangkan di wilayah Kecamatan Atinggola, Sumalata, dan Tolinggula, sedangkan tanaman mangga di kawasan Pontolo Kecamatan Kwandang.

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 27

c. Kawasan Pertanian Tanaman Perkebunan

Kawasan pertanian tanaman perkebunan terdiri atas:

• Kawasan perkebunan kakao terdapat di Kecamatan Tolinggula, Biau, Sumalata, Sumalata Timur, Monano, Anggrek, Tomilito, Gentuma Raya, dan Atinggola;

• Kawasan perkebunan kelapa dalam terdapat di Kecamatan Tolinggula, Biau, Sumalata, Sumalata Timur, Monano, Anggrek, Tomilito, Ponelo Kepulauan, Kwandang, Gentuma Raya, dan Atinggola;

• Kawasan perkebunan cengkeh terdapat di Kecamatan Monano, Sumalata, Sumalata Timur, Biau, Tolinggula, dan Atinggola;

• Kawasan perkebunan nilam terdapat di Kecamatan Sumalata, Kecamatan Biau, dan Kecamatan Tolinggula.

• Kawasan perkebunan di Kabupaten Gorontalo Utara termasuk kawasan yang juga diperhitungkan dalam mendukung peningkatan produktifitas hasil tanaman perkebunan diantaranya perkebunan kelapa sawit dan perkebunan tanaman industri.

2. Penggunaan Lahan oleh Penduduk Tabel 2.7

Luas Penutup/Penggunaan Lahan

Penutup/Penggunan Lahan Luas Total Persentase

(Ha) (%)

Perkebunan 13.617 20

Ladang/huma 8.432 12,42

Tegal/kebun 26.782 39,46

Padang penggembalaan/rumput 2.652 3,9

Sawah 5.637 8,3

Sementara tidak diusahakan/semak belukar 7.948 11,71

Lainnya (tambak, kolam, empang, hutan negara) 2.800 4,12

TOTAL 67.868 100

Sumber: RTRW Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2011-2031, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dan SLHD, 2018

Jika dilihat pada Tabel 2.7 di atas, lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan lahan kering adalah lahan perkebunan, tegalan/kebun, dan ladang huma, dengan total 48.213 Ha atau 68,78 persen. Lahan kering sendiri biasanya dimanfaatkan untuk pengembangan jagung, padi ladang,

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 28

kacang kacangan, dan tanaman hortikultura. Khusus pengembangan tanaman jagung dan padi ladang, setiap tahun terus bertambah luasannya, karena program pemerintah pusat yang terus mengembangkan tanaman jagung dengan cara pembukaan lahan baru dan penanaman di bawah pohon kelapa, sehingga jumlah lahan untuk pengembangan lahan kering terus bertambah. Budidaya tanaman jagung masih menjadi primadona, dengan wilayah pengembangan terluas di Kecamatan Atinggola, Gentuma, Tomilito, Kwandang, Anggrek dan Sumalata.

Areal perkebunan menempati lahan sekitar 19,43 persen dari luas wilayah perencanaan dan tersebar di semua wilayah kecamatan. Untuk lahan perkebunan yang masih menjadi prioritas adalah komoditas kelapa, cengkeh, kakao, dan nilam. Sedangkan untuk permukiman tidak teridentifikasi dengan baik pada citra Landsat ETM+ karena luas lahan terbangun yang relatif sempit.

3. Potensi Pengembangan Kawasan Peruntukan Peternakan

Karakteristik wilayah di Kabupaten Gorontalo Utara sangat mendukung dalam terbentuknya wilayah peternakan sapi potong. Pengembangan kawasan peternakan diharapkan mampu memberikan dukungan atas terealisasinya Program Gertak Birahi, dengan mengintegrasikan antara sektor peternakan dan juga sektor-sektor lainnya, dengan cara penyediaan lahan yang luas guna penghijauan pakan ternak. Saat ini ketersediaan lahan telah banyak digunakan sebagai lahan pertanian, perkebunan, pemukiman, industri, perdagangan, jasa serta pertambangan. Hal tersebut menyebabkan semakin sempitnya lahan untuk pengadaan hijauan dan menyebabkan tidak terpenuhinya kebutuhan hijauan ternak.

Pengembangan populasi ternak tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan infrastruktur pendukung peternakan. Saat ini telah terdapat mini ranch di Desa Dambalo Kecamatan Tomilito, yang pada areal tersebut terdapat lahan gembala seluas 3 Ha, hijauan pakan 2 Ha, peruntukan rumah jaga 1 Ha (kandang 2 unit, paddock 2 unit, rumah jaga 1 unit, silo 1 unit). Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan kesehatan hewan ternak, telah tersedia

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 29

Puskeswan yang terletak di Tolinggula, Kwandang, dan Atinggola. Untuk pos Inseminasi Buatan (IB) telah terdapat di Desa Bulalo Kecamatan Kwandang.

Ketersediaan infrastruktur peningkat produksi hewan ternak juga telah didukung dengan fasilitas pemotongan hewan. Saat ini telah tersedia Tempat Pemotongan Hewan (TPH) sebanyak 6 unit, dan Rumah Potong Hewan (RPH) sebanyak 1 unit yang terletak di Desa Putiana Kecamatan Anggrek, serta Unit Pengelola Pakan Organik (UPO) 3 unit.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo Utara, hewan ternak yang banyak ditemui adalah sapi potong dan kambing, yang sekaligus sebagai komoditas unggulan. Data rincian per jenis hewan ternak di setiap kecamatan di Gorontalo Utara ditampilkan pada Tabel 2.8.

Tabel 2.8

Populasi Ternak Besar Menurut Kecamatan (Ekor)

Kecamatan Sapi Potong Kambing Babi Kuda

2021 2022 2021 2022 2021 2022 2021 2022

Atinggola 3.130 3.312 715 730 85 65 8 6

Gentuma 1.765 1.843 741 777 415 350 - -

Kwandang 6.860 6.978 415 425 - - - -

Tomilito 3.389 3.442 747 777 70 50 - -

Ponelo Kepulauan 913 959 603 575 - - - -

Anggrek 5.340 5.406 780 755 140 120 - -

Monano 2.481 2.531 735 750 120 95 - -

Sumalata 2.397 2.434 600 630 110 80 - -

Sumalata Timur 1.473 1.509 840 835 - - - -

Tolinggula 3.731 3.779 670 510 - - - -

Biau 1.500 1.533 510 520 - - - -

Jumlah 32.979 33.726 7.356 7.284 940 760 8 6

Sumber: Gorontalo Utara dalam Angka (BPS), 2023

Berdasarkan Tabel 2.8, daerah yang menjadi penghasil hewan ternak non unggas terbesar jenis sapi potong yaitu di Kecamatan Kwandang dan Anggrek. Kambing di Sumalata Timur dan Anggrek. Babi di Gentuma; dan Kuda di Kecamatan Atinggola. Secara umum, populasi hewan ternak besar Kabupaten Gorontalo Utara di tahun 2022 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan pada jenis unggas, yang terjadi pada jenis ternak besar, tidak terjadi pada jenis ternak ini. Dengan jenis ayam kampung sebagai unggas

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 30

terdominan di Gorontalo Utara, populasi sebesar 380.900 ekor tersebar di seluruh kecamatan dan Kecamatan Monano memegang peran penting sebagai kecamatan dengan populasi terbesar. Sedangkan jenis unggas ayam petelur, menjadi komoditas unggulan dari Kecamatan Kwandang.

Lebih detail, Tabel 2.9 menunjukkan jumlah populasi hewan ternak dan kecamatannya.

Tabel 2.9

Populasi Ternak Unggas (Ekor) Menurut Kecamatan

Kecamatan Ayam Kampung Ayam Petelur Itik/Itik Manila

2021 2022 2021 2022 2021 2022

Atinggola 20.200 20.000 - - 470 445

Gentuma 41.250 34.200 - - 365 430

Kwandang 92.950 84.000 12.150 9.000 730 775

Tomilito 12.410 12.200 4.983 1.700 310 310

Ponelo Kepulauan 5.490 5.200 - - 401 460

Anggrek 59.800 55.500 9200 5.800 1.070 1.040

Monano 130.000 111.500 - - 505 490

Sumalata 12.880 12.500 - - 490 455

Sumalata Timur 15.510 15.200 - - 983 970

Tolinggula 26.100 15.600 - - 1.400 290

Biau 15.900 15.000 - - 285 290

Jumlah 432.490 380.900 26.333 16.500 7.009 5.955

Sumber: Gorontalo Utara dalam Angka (BPS), 2023

4. Potensi Pengembangan Kawasan Perikanan

Kabupaten Gorontalo Utara, dengan garis pantai ±317,39 Km dan Laut ZEE seluas 40.000 Km2, memiliki 52 pulau besar/kecil yang dua diantaranya telah berpenghuni yaitu Pulau Ponelo dan Pulau Dudepo, mempunyai potensi ikan yang cukup besar. Berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 50 Tahun 2017, wilayah perikanan tangkap Kabupaten Gorontalo Utara masuk pada Wilayah Pengelolaan dan Pemanfaatan (WPP) 716 dengan kawasan mencakup Laut Sulawesi sampai Samudra Pasifik bagian utara Pulau Halmahera dan Papua.

Potensi WPP 716 ini mencapai 597.139 Ton/tahun. Pada Gambar 2.6 digambarkan garis imajiner WPP 716 yang menunjukkan potensi dari perikanan tangkap.

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 31

Gambar 2.6

Wilayah Potensi Perikanan Tangkap WPP 716

Sumber: Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2016

Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, potensi pada WPP 716 terdapat 9 jenis hasil perikanan tangkap yang dapat dimanfaatkan dari kawasan tersebut. Secara detail jenis perikanan tangkap sekaligus potensi dan pemanfaatannya disajikan pada Tabel 2.10 berikut.

Tabel 2.10

Estimasi Potensi, Volume Tangkap yang Diperbolehkan, dan Pemanfaatan WPP 716

No. Jenis Perikanan Tangkap Potensi (Ton) JTB (Ton) Pemanfaatan (%)

1 Ikan pelagis kecil 332.635 266.108 0,48

2 Ikan pelagis besar 181.491 145.193 0,63

3 Ikan demersal 36.142 28.914 0,45

4 Ikan karang 34.440 27.552 1,45

5 Udang penaeid 7.945 6.356 0,50

6 Lobster 894 715 0,75

7 Kepiting 2.196 1.756 0,38

8 Rajungan 294 235 0,50

9 Cumi-cumi 1.103 883 1,42

Total 597.140 477.712 6,56

JTB: Jumlah Tangkap yang Diperbolehkan

Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2017

Berdasarkan data yang ada di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kwandang, pada tahun 2021, Kabupaten Gorontalo Utara telah memanfaatkan sekitar 22.019 Ton, dengan jenis ikan cakalang sebagai komoditas unggulan.

Produksi perikanan tangkap merupakan hasil perhitungan gabungan dari volume produksi yang didaratkan di pelabuhan perikanan dan hasil estimasi di desa sampel, yaitu desa perikanan yang terpilih sebagai desa untuk dilakukan kegiatan pengumpulan/pendataan statistik perikanan tangkap, yang dipilih melalui metodologi survei.

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 32

Klasifikasi nelayan menurut statistik perikanan KKP terbagi menjadi tiga golongan, yaitu nelayan penuh, nelayan sambilan utama, dan nelayan sambilan tambahan. Nelayan penuh hanya memiliki satu mata pencaharian, yaitu sebagai nelayan dan hanya menggantungkan hidupnya dengan profesinya sebagai nelayan serta tidak memiliki keahlian lain selain sebagai nelayan. Nelayan sambilan utama menjadikan nelayan sebagai profesi utama tetapi memiliki pekerjaan lainnya untuk tambahan penghasilan. Sedangkan nelayan sambilan tambahan memiliki pekerjaan lain sebagai sumber penghasilan dan pekerjaannya sebagai nelayan hanya untuk tambahan penghasilan.

Wilayah laut Kabupaten Gorontalo Utara mencakup 12 Mil dari garis pantai, selain itu juga ada batas wilayah yurisdiksi nasional yang meliputi Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) sejauh 200 Mil dan landas kontinen sampai sejauh 350 Mil ke arah garis pantai. Potensi ini merupakan aset yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Gorontalo Utara jika dikelola dengan baik.

Kawasan perikanan Kabupaten Gorontalo Utara meliputi seluruh kecamatan yang ada, termasuk Kecamatan Ponelo sebagai satu-satunya kecamatan yang berbentuk kepulauan. Berdasarkan data di Dinas Kelautan dan Perikanan, pada tahun 2021 populasi nelayan yang ada sebanyak 6.758 orang dengan populasi terbanyak berada di Kawasan Ponelo Kepulauan. Komposisi armada penangkapan terdiri dari 3.116 unit jumlah masing masing perahu motor : tanpa motor : kapal motor, sebesar 2.382 unit (76 persen) : 643 unit (21 persen) : 91 unit (3 persen). Besarnya jumlah nelayan yang menggunakan peralatan mekanis menunjukkan bahwa nelayan Kabupaten Gorontalo Utara telah mulai berupaya memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan hasil tangkap.

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 33

5. Potensi Pengembangan Kawasan Pariwisata

Secara umum, kawasan pariwisata di Kabupaten Gorontalo Utara merupakan kawasan yang potensial dikembangkan sebagai obyek wisata, yang meliputi:

1. Kawasan peruntukan pariwisata budaya yang meliputi upaya pelestarian dan pengembangan atas kawasan:

a. Kawasan pariwisata Situs Budaya Tanjung Kramat di Hutokalo Kecamatan Sumalata;

b. Kawasan pariwisata Situs Cagar Budaya Benteng Kota Maas di Kecamatan Kwandang;

c. Kawasan pariwisata Situs Cagar Budaya Benteng Leiden atau Oranye di Desa Jembatan Merah Kecamatan Tomilito;

d. Kawasan Pariwisata Kotajin sebagai situs geopark yang ada di Desa Kota Jin Utara Kecamatan Atinggola;

e. Kawasan pariwisata Situs Cagar Budaya Pillbox di Desa Katialada Kecamatan Kwandang;

f. Kawasan pariwisata Situs Cagar Budaya Makam Herman Christiaan Knappert di Desa Buladu Kecamatan Sumalata Timur;

g. Kawasan pariwisata Situs Cagar Budaya Bulongo Da’a di Desa Hulawa Kecamatan Sumalata Timur;

h. Kawasan pariwisata Situs Cagar Budaya Makam Pecinaan di Desa Hulawa dan Desa Buladu Kecamatan Sumalata Timur;

i. Kawasan pariwisata Situs Cagar Budaya Pertambangan Maatscappy Sumalata di Desa Hulawa Kecamatan Sumalata Timur;

j. Kawasan pariwisata Situs Cagar Budaya Rumah Instalasi Menara Suar Pulau Lampu di Desa Buladu Kecamatan Sumalata Timur.

2. Kawasan peruntukan pariwisata alam yang meliputi upaya pengembangan atas kawasan:

a. Kawasan wisata pantai:

• Wisata Pantai Monano di Kecamatan Monano;

• Wisata Pantai Minanga di Kecamatan Atinggola;

• Wisata Pantai Botudidingga di Kecamatan Tomilito;

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 34

• Wisata Pantai Hutokalo di Kecamatan Sumalata;

• Wisata Pantai Tolitehuyu di Kecamatan Monano;

• Wisata Pantai Dunu di Kecamatan Monano;

• Wisata pantai berpasir putih Pantai Panjang di Kecamatan Tolinggula; dan

• Wisata Pantai Malagoso di Kecamatan Gentuma Raya.

b. Kawasan wisata air terjun:

• Wisata Air Terjun Didingga di Desa Didingga di Kecamatan Biau;

• Wisata Air Terjun Limbato di Kecamatan Tolinggula;

• Wisata Air Terjun Papualangi di Kecamatan Tolinggula;

• Wisata Air Terjun Masuru di Desa Masuru di Kecamatan Kwandang; dan

• Wisata Air Terjun Butato di Kecamatan Sumalata.

c. Kawasan wisata bawah laut:

• Wisata bawah laut di Desa Buladu Kecamatan Sumalata;

• Wisata bawah laut di Pulau Bohu Desa Garapia Kecamatan Anggrek;

• Wisata bawah laut Pulau Tolinggula di Desa Tolinggula Pantai Kecamatan Tolinggula;

• Wisata bawah laut Pulau Raja dan Pulau Popaya di Kecamatan Sumalata Timur; dan

• Wisata bawah laut Pulau Lampu di Kecamatan Ponelo Kepulauan.

d. Kawasan wisata pulau:

• Wisata Pulau Saronde di Kecamatan Ponelo Kepulauan;

• Wisata Pulau Diyonumo di Kecamatan Sumalata Timur;

• Wisata Pulau Dokokayu di Kecamatan Gentuma Raya;

• Wisata Pulau Bohu di Kecamatan Anggrek;

• Wisata Pulau Tolinggula di Kecamatan Tolinggula; dan

• Wisata Pulau Mohinggito di Kecamatan Ponelo Kepulauan.

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 35

e. Kawasan wisata terbatas cagar alam dan suaka margasatwa:

• Kawasan Cagar Alam Mas - Popaya - Raja;

• Kawasan Wisata Alam Papualangi Hills;

• Kawasan Suaka Margasatwa Nantu;

• Kawasan Mebongo Hills;

• Tombulalilato (village attraction);

• Lelato Hills.

f. Kawasan wisata rest area:

• Taman Pontolo Indah;

• Taman Ota lo Jin.

g. Kawasan Wisata Resort:

Oyile Beach Resort di Kecamatan Tomilito;

Diyonumo Sea Resort di Kecamatan Sumalata Timur;

Minanga Beach Resort di Kecamatan Atinggola.

Sedangkan rencana pengelolaan kawasan pariwisata antara lain dengan cara:

a. Tetap melestarikan alam sekitar untuk menjaga keindahan obyek wisata;

b. Tidak melakukan perusakan terhadap obyek wisata alam seperti menebang pohon;

c. Melestarikan perairan pantai, dengan memperkaya tanaman mangrove untuk mengembangkan ekosistem bawah laut termasuk terumbu karang dan biota laut yang dapat dijadikan obyek wisata taman laut;

d. Melestarikan dan mengembangkan tradisi khas sebagai daya tarik wisata;

e. Menjaga dan melestarikan peninggalan bersejarah;

f. Meningkatkan pencarian/penelusuran terhadap benda bersejarah untuk menambah koleksi budaya;

g. Pada obyek yang tidak memiliki akses yang cukup, perlu ditingkatkan pembangunan dan pengendalian pembangunan sarana dan prasarana transportasi ke obyek-obyek wisata alam, budaya dan minat khusus;

Kabupaten Gorontalo Utara 2024

“Pemantapan Stabilitas Daerah Melalui Pembangunan Manusia, Lingkungan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan untuk Pembangunan Berkelanjutan”

BAB 2 Page | 36

h. Merencanakan kawasan wisata sebagai bagian dari urban/rural regional design untuk keserasian lingkungan;

i. Meningkatkan daya tarik wisata melalui penetapan jalur wisata, kalender wisata, informasi, dan promosi wisata;

j. Menjaga keserasian lingkungan alam dan buatan sehingga kualitas visual kawasan wisata tidak terganggu; dan

k. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian obyek wisata, dan daya jual/saing.

Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Gorontalo Utara, sektor pariwisata sudah direncanakan pembangunannya.

Skala prioritas pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Gorontalo Utara yang didasarkan pada skor dari kriteria-kriteria minimal Peraturan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Nomor PM.37/UM.001/MKP/07, yang digolongkan dalam beberapa klasifikasi. Dalam konteks Gorontalo Utara, diterjemahkan dalam penentuan objek wisata yang termasuk dalam ‘the big five destinations’ (5 objek wisata yang menjadi unggulan daerah):

a. Ota lo Jin atau Kota Jin (dikatakan berupa istana atau benteng para jin), merupakan bongkahan batu gamping raksasa yang terdiri dari stalagtit dan stalagmit dengan pintu masuk gua yang sempit dan di atasnya ditumbuhi pohon beringin. Ada juga Pantai Minanga yang tidak jauh dari lokasi Ota lo Jin, pantai ini sangat indah dengan menyajikan pasir putih dan pantai panjangnya dimana bertebaran penjual aneka makanan siap saji;

b. Pulau Saronde, merupakan destinasi wisata premium yang saat ini telah dikelola oleh pihak asing. Kemasan pulau eksotis ini berpasir putih dan air laut yang bersih dan bening yang sekaligus telah dilengkapi fasilitas penginapan (bungalow) dan restoran;

c. Pulau Mohinggito, merupakan pulau yang dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas lengkap, seperti cottage, gazebo, restoran, panggung, MCK, dan lain-lain, selain itu terdapat pula atraksi wisata berupa banana boat, dan lain sebagainya;