• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip-prinsip Dasar Manajemen Pendidikan Islam

Dalam dokumen Buku Manajemen Pendidikan Islam (Halaman 40-44)

BAB II Seputar Manajemen Pendidikan Islam

C. Prinsip-prinsip Dasar Manajemen Pendidikan Islam

Pembahasan ini akan menghadirkan contoh-contoh ayat Al-Quran, hadis Nabi, maupun perkataan sahabat Nabi yang dapat dipandang sebagai prinsip-prinsip dasar manajemen pendidikan Islam. Sumber- sumber prinsip tersebut bersifat inspiratif yang membutuhkan tindak lanjut berupa pemahaman, penafsiran dan pemahaman secara kontekstual. Adapun contoh-contoh ayat Al-Quran, maupun pernyataan sahabat Nabi tersebut dapat diikuti pada pemaparan di bawah ini.45

1. Surah al-Hasyr: 18

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Menurut Muhammad Ali al-Shabuni, yang dimaksud dengan waltangjur nafsum maa qoddamat ligod adalah hendaknya masing- masing individu memerhatikan amal-amal saleh apa yang diperbuat untuk menghadapi Hari Kiamat.46

Ayat ini memberi pesan kepada orang-orang yang beriman untuk memikirkan masa depan. Dalam bahasa manajemen, pemikiran masa depan yang dituangkan dalam konsep yang jelas dan sistematis ini disebut perencanaan (plaming). Perencanaan ini menjadi sangat penting karena berfungsi sebagai pengarah bagi kegiatan, target-target, dan hasil-hasilnya di masa depan sehingga apa pun kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan tertib.

2. Perkataan (qawl) sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata:

"Kebenaran yang tidak terorganisasi dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi

Qawl ini mengingatkan kita pada urgensi berorganisasi dan ancaman pada kebenaran yang tidak diorganisasi melalui langkah-

45 Prof. Dr. Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam,,, hlm. 29

46 Muhammad Ali-Shabuni, Shafwat al-Tafsair, Jilid IV, (Beirut: Dar al- Fikr, tt), hlm. 355

langkah yang konkret dan strategi-strategi yang mantap. Maka, perkumpulan apa pun yang menggunakan identitas Islam meski memenangi pertandingan, persaingan maupun perlawanan-tidak memiliki garansi jika tidak diorganisasi dengan baik.

Oleh karena itu, qawi sayyidina Ali ini menginspirasi pendidikan berorganisasi. Dari sisi wadah, organisasi memayungi manajemen, yang berarti organisasi lebih luas daripada manajemen. Akan tetapi, dari sisi fungsi, organisasi (organizing) merupakan bagian dari fungsi manajemen, yang berarti organisasi lebih sempit daripada manajemen.

3. Hadis riwayat al-Bukhari:

“(Imam al-Bukhari menyatakan) Muhammad bin Sinan menyampaikan (riwayat) kepada kami, Qulaih bin Sulaiman telah menyampaikan (riwayat) kepada kami, Hilal bin ‘Ali telah menyampaikan (riwayat) kepada kami, (riwayat itu) dari Atha’ dari yasar, dari Abu Hurairah ra yang berkata: Rasulullah Saw bersabda:

Apabila suatu amanah disia-siakan, maka tunggulah saat kehancuramya. (Abu Hurairah) bertanya: Bagaimana meletakkan amanah itu, ya Rasulullah? Beliau menjawal pabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancuramya." 47

Hadis ini menarik dicermati karena menghubungkan antara amanah dengan keahlian. Kalimat "Apabila suatu urusan diserahkan kepada seseorang yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancuramya” merupakan penjelas untuk kalimat pertama: "Apabila amanah disia-siakan, maka tunggulah saat kehancuramya." Hadis ini ternyata memberikan peringatan yang berperspektif manajerial karena amanah berarti menyerahkan suatu perkara kepada seseorang yang profesional.

47 Muhammad bin Isma’il Abu Abdillah al-Bukhary al-Ja’fi, al-Jami al- Shahih al-Muhtashar, Jilid I, (Beirut: Dar ibn Katsir, 1987/1407), hlm. 33; Lihat juga Ahmad bin al-Husein bn Ali bin Mussa Abu Bakr a-Baihaqi, Sunnan al-Baihaqi al-Kubra, Jilid I, (Makkah Mukarrohmah: Maktabah Dar al-Baz, 1994/1414H), hlm.

118; Muhammad bin Hibban bin Ahmad Abu Hatim al-Tamimi al-Basti, Shahih ibni Hibban Bitartib ibni Bilban, Jilid I, (Beirut: Muassasah al-Risalah, 1993/1414 H), hlm. 307

Di samping itu, kata-kata fantadzir al-sa’ah diucapkan dua kali sebagai pertanda betapa pentingnya keahlian atau profesionalisme. Implikasinya, hadis ini mendidik kita agar mengedepankan pertimbangan profesional dalam menentukan pegawai yang diamanati suatu pekerjaan atau tanggung jawab, terlebih dalam perkara yang menyangkut persoalan orang banyak. Misalnya, jabatan bendahara madrasah. Jabatan ini menyangkut hajat keuangan seluruh pegawai di madrasah tersebut.

4. Hadis riwayat Ibnu Majah

“(Ibnu Majah menyatakan), al-Abbas bin Walid al-Dimasyqiy telah menyampaikan riwayat) kepada kami, Wahb bin Sa’id bin

‘Athiyyah al-Salamiy telah menyampaikan (riwayat) kepada kami,

‘Abd al-Rahman bin Zaid bin Aslam telah menyampaikan (riwayat) kepada kami, (riwayat itu) dari ayahnya, dari Abdullah bin Umar yang berkata, Rasulullah bersabda: Berikanlah gaji upah pegawai sebelum kering keringatnya”48.

Hadis ini memerintahkan kita untuk memberi upah, gaji, insentif, atau honorarium kepada pekerja atau pegawai secepat mungkin (sebelum kering keringatnya). Maksudnya, sistem penggajian pegawai seharusnya dilakukan secara langsung tanpa menunggu satu bulan sekali atau satu semester.

Dengan pengertian lain, hadis tersebut berisi pendidikan penghargaan, dan dalam mengelola suatu lembaga, termasuk lembaga pendidikan Islam, penghargaan ini sangat kondusif untuk mewujudkan kepuasan pegawai yang selanjutnya mampu membangkitkan tanggung

48 Muhammad bin Yazid Abu Abdillah al-Qazwini, Sunnan Ibni Majah, Jilid II (Beirut: Dar al-Fikr, tt) hlm. 817; Ahmad bin Abi Bakr bin Ismai’il al- Kunani, Mishbah al-Zujajah fi Zawaid ibni Majah, Jilid III, (Beirut: Dar al-

‘Arabiyah, 1403), hlm. 75; dengan redaksi yang berbeda dapat dilihat pada Abu Abdillah Muhammad bin ‘Abd al-Wahid bin Ahmad al-Hanbali al-Muqaddisi, al- Ahadits al-Muhtarah, Jilid I, (Makkah Mukarramah: Maktabah al-Nahdhah al- Haditsah, 1410 H), hlm. 183; Ali bin Abi Bakr al-Haitami, Majma’ al-Zawaid wa Manba’ al-Fawaid, Jilid IV, (Kairo: Dar al-Rayan li al-Tsurats, 1407 H), hlm. 98

jawab dan kedisiplinan Menurut Jamal Madhi, "Kedisiplinan merupakan gizi bagi pekerjaan”.49

5. Surah an-Nisa': 35

Artinya “Dan, jika kamu khawatir ada persengketaan antara keduanya. maka kirimlah seorang hakam (orang yang tidak curang dan memelihara rahasia) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang ini bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberikan taufik kepada suami istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”50

Intisari ayat ini adalah mekanisme manajemen konflik. Model pengelolaan konflik menurut ayat ini ditempuh dengan cara melibatkan pihak ketiga sebagai mediator, baik dari keluarga suami maupun dari keluarga istri untuk mewujudkan ishlah (perbaikan) hubungan antara keduanya.

Konflik dalam ayat tersebut terjadi pada keluarga. Ini berarti, ayat tersebut mengajarkan pendidikan bagi keluarga agar rukun kembali Jika terjadi konflik, lakukan mediasi sesegera mungkin sehingga konflik tidak berlarut-larut yang kelak dapat mengancam keutuhan rumah tangga.

6. Surah al Shafi: 2-3

49 Jamal Mahdi, Menjadi Pemimpin yang Efektif dan Berpengaruh:

Tinjauan Manajemen Kepemimpinan Islam, terj: Anang Syafrudin dan Ahmad Fauzan, (Bandung: PT Syamil Cipta Media, 2002), hlm. 29

50 Q.S. al-Nisa’: 35

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

Ayat ini menyentuh persoalan kesesuaian antara perkataan dengan perbuatan yang sekarang populer dengan istilah konsistensi.

Sikap konsisten bagi manajer adalah suatu keharusan sebab dia adalah pemimpin yang dianut oleh bawahamya.51

Demikianlah sekadar contoh ayat Al-Qur'an, hadis Nabi maupun perkataan sahabat yang dapat dipandang sebagai prinsip- prinsip dasar manajemen pendidikan Islam. Untuk mentransformasikan pesan ayat, hadis, maupun qawl sahabat tersebut menjadi teori atau kaidah-kaidah manajemen pendidikan Islam dibutuhkan mekanisme tertentu

D. Mekanisme Membangun Konsep Manajemen Pendidikan

Dalam dokumen Buku Manajemen Pendidikan Islam (Halaman 40-44)