PRIORITAS NASIONAL DAN PRIORITAS NASIONAL LAINNYA
A. PRIORITAS NASIONAL
2.3 PRIORITAS NASIONAL 3: KESEHATAN Kebijakan
BAB 2 PRIORITASNASIONALDANPRIORITASNASIONALLAINNYA 2-21 sarana pendidikan, dan peningkatan kualifikasi dan sertifikasi guru;
(3) Peningkatan keberaksaraan dasar melalui layanan Keaksaraan Dasar; (4) Peningkatan kesiapan anak bersekolah melalui penyediaan layanan pendidikan bagi anak usia dini; (5) Peningkatan kemampuan kognitif, karakter, dan soft skills lulusan melalui pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013; (6) Perluasan akses pendidikan tinggi melalui pemberian Bidik Misi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga miskin serta pembangunan politeknik dan akademi komunitas; (7) Peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan tinggi melalui peningkatan kualifikasi dosen dan penyediaan sarana pendididikan; (8) Pemantapan pelaksanaan sistem pendidikan nasional; (9) Peningkatan efisiensi dan efektivitas manajemen pelayanan pendidikan; (10) Penguatan tata kelola pendidikan; dan (11) Peningkatan pendidikan karakter.
2.3 PRIORITAS NASIONAL 3: KESEHATAN
2-22 BAB 2 PRIORITASNASIONALDANPRIORITASNASIONALLAINNYA
Hasil Pelaksanaan
Perbaikan status kesehatan dan gizi masyarakat mengalami kemajuan yang cukup berarti ditandai dengan meningkatnya umur harapan hidup (UHH) dari 70,9 (2010) menjadi 71,1 (2012); angka kematian ibu mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup (2007);
prevalensi kekurangan gizi menurun dari 18,4 persen (2007) menjadi 17,9 persen (2010); angka kematian bayi menurun dari 34 (2007) menjadi 32 per 1.000 kelahiran hidup (2012); serta menurunnya prevalensi anak balita pendek (stunting) dari 36,8 persen menjadi sebesar 35,6 persen (2010).
Upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak telah mencapai beberapa hasil yang cukup berarti antara lain: meningkatnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih dari 81,3 persen tahun 2011 (Susenas, 2011) menjadi 83,4 persen tahun 2012 (Susenas, 2012); meningkatnya cakupan kunjungan kehamilan ke empat (K4) dari 88,3 persen tahun 2011 menjadi 90,2 persen pada tahun 2012; meningkatnya persalinan di fasilitas kesehatan dari 55,4 persen tahun 2010 menjadi 63,2 persen tahun 2012; meningkatnya cakupan kunjungan neonatal pertama (KN1) dari 87,3 persen tahun 2011 menjadi 92,3 persen pada tahun 2012; meningkatnya persentase balita ditimbang berat badannya (D/S) dari 71,4 persen tahun 2011 menjadi 75,1 persen tahun 2012; meningkatnya persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap dari 84,7 persen tahun 2011 menjadi 85,2 persen tahun 2012; dan meningkatnya persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapat imunisasi campak dari 87,3 persen tahun 2011 menjadi 95,9 persen tahun 2012. Selain itu, meningkatnya persentase rumah sakit kabupaten/kota yang mampu melaksanakan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) dari 87,6 persen menjadi 94,8 persen pada Maret 2013.
Upaya pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan telah mencapai beberapa hasil antara lain: meningkatnya persentase
BAB 2 PRIORITASNASIONALDANPRIORITASNASIONALLAINNYA 2-23 kasus TB yang ditemukan dari 74,7 persen tahun 2010 menjadi 82,4 persen pada tahun 2012 dan persentase kasus TB yang disembuhkan mencakup 90,3 persen pada bulan Maret tahun 2013; menurunnya jumlah kasus malaria yang ditunjukkan dengan Annual Paracite Incidence (API) dari 1,8 per 1.000 penduduk tahun 2011 menjadi 1,7 per 1.000 penduduk tahun 2012 dan mendekati target RPJMN sebesar 1 per 1.000 penduduk; dan prevalensi kasus HIV dan AIDS pada tahun 2010 adalah 0,3 persen dan orang yang berumur 15 tahun atau lebih yang menerima konseling dan testing HIV meningkat dari sekitar 548 ribu orang tahun 2011 menjadi sekitar 974 ribu orang pada Maret 2013. Dalam penyediaan obat dan vaksin, persentase ketersediaan obat dan vaksin telah meningkat dari 87 persen pada tahun 2011 menjadi 92,9 persen pada tahun 2012. Selain itu, akses masyarakat terhadap air bersih yang berkualitas serta sanitasi yang layak meningkat dari 55,0 persen dan 55,6 persen tahun 2011 menjadi 55,6 persen dan 57,8 persen tahun 2012. Disamping kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) juga menunjukkan peningkatan dari cakupan 6.235 desa tahun 2011 menjadi 6.457 desa pada tahun 2012.
Dukungan pelayanan kesehatan dalam perbaikan status kesehatan masyarakat mencakup antara lain: pemenuhan tenaga kesehatan yaitu tenaga dokter sekitar 32 ribu orang, perawat sekitar 221 ribu orang, dan bidan sekitar 124 sekitar orang serta tenaga kesehatan yang didayagunakan dan diberi insentif sampai dengan Juni 2013 sebanyak 5.818 orang yang ditempatkan pada daerah terpencil, tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) serta daerah bermasalah kesehatan (DBK). Sementara itu, ketersediaan fasilitas kesehatan yang mencakup jumlah puskesmas sebanyak 9.533 unit pada Juni 2013, terdiri dari puskesmas perawatan sebanyak 3.359 unit, puskesmas nonperawatan sebanyak 6.194 unit, dan RS pemerintah sebanyak 888 unit pada tahun 2012.
2-24 BAB 2 PRIORITASNASIONALDANPRIORITASNASIONALLAINNYA
GAMBAR 2.3.1
STATUS INDIKATOR PROXY KESEHATAN IBU DAN ANAK TAHUN 2011-2012
- 10,0 20,0 30,0 40,0 50,0 60,0 70,0 80,0 90,0 100,0
Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
Pemeriksaan Kehamilan
Kelahiran di Fasilitas Kesehatan
Imunisasi Dasar Lengkap*
81,3
95,7
55,4 53,8
83,1
95,7
63,2 66,0
2011 2012
Sumber : *Riskesdas, 2010; Susenas, 2011; Profil Kesehatan, 2011; SDKI, 2012
Hasil pelaksanaan program jaminan kesehatan yang telah mencakup 63,1 persen penduduk Indonesia pada tahun 2011 meningkat menjadi 64,6 persen pada tahun 2012. Selain itu, pemanfaatan jaminan persalinan (Jampersal) sebanyak 1,8 juta persalinan yang terdiri dari 1,6 juta persalinan di pelayanan kesehatan dasar dan 0,2 juta persalinan di pelayanan kesehatan rujukan (496 kabupaten/kota dari 497 kabupaten /kota) pada tahun 2011.
BAB 2 PRIORITASNASIONALDANPRIORITASNASIONALLAINNYA 2-25 TABEL 2.3.1
CAPAIAN PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2009-2013
No Kegiatan/Indikator Satuan Tahun
2009 2010 2011 2012 2013
1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Reproduksi Persentase ibu bersalin ditolong
tenaga kesehatan terlatih (PN) Persen 77,31) 79,81) 81,31) 83,41) 24,48) Persentase ibu hamil mendapatkan
pelayanan antenatal (/K4) Persen 83,32) 85,62) 88,32) 90,27) 23,08) 2. Pelayanan Kesehatan Anak
Cakupan kunjungan neonatal
pertama (KN1) Persen 80,63) 84,73) 87,33) 92,37) 20,48) 3. Pembinaan Gizi Masyarakat
Persentase balita ditimbang berat
badannya (D/S) Persen 63,92) 67,92) 71,42) 75,17) 76,48) 4. Surveilans, Imunisasi, Karantina, dan
Kesehatan Matra Persentase bayi (0-11 bulan)
mendapat imunisasi dasar lengkap Persen 46,22) 53,82) 84,72) 85,27) 15,88) Persentase bayi (0-11 bulan)
mendapat imunisasi campak Persen 77,22) 77,72) 87,32) 95,97) 18,48) 5. Pengendalian Penyakit Menular Langsung
Persentase kasus TB Paru (BTA
positif) yang ditemukan Persen 73,12) 74,72) 82,72) 82,47) 13,08) Persentase kasus baru TB Paru
(BTA positif) yang disembuhkan Persen 91,02) 91,22) 90,32) 90,87) 90,38) Jumlah orang umur 15 tahun atau
lebih menerima konseling dan testing HIV
Orang -4) 300.5772) 548.2562) 579.1857) 974.4648)
6. Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Angka penemuan kasus Malaria Per 1.000
penduduk 1,852) 1,962) 1,752) 1,697) 0,218) 7. Penyehatan Lingkungan
Jumlah desa melaksanakan STBM Desa 10.2745) 2.5105) 6.2355) 6.4577) 11.678 8) 8. Pembinaan Upaya Kesehatan
Persentase RS kab/ kota
melaksanakan PONEK Persen 72,36) 826) 87,66) 92,37) 94,88) Sumber :
1) Susenas 2009-2012, 2) Laporan Kinerja 2 Tahun Kemenkes, 2009-2011, 3) Angka capaian program bina kesehatan anak, Kemkes 2009-2011, 4) Indikator kegiatan dilaporkan mulai tahun 2010, 5) Profil STBM (Angka capaian tahunan dan bukan capaian secara kumulatif), 6)Angka capaian program bina upaya kesehatan, 7) Angka Capaian Program Kemkes, 2012, 8) Angka Capaian Program Kemkes Triwulan I 2013, 9) SDKI 2012
2-26 BAB 2 PRIORITASNASIONALDANPRIORITASNASIONALLAINNYA
Dalam penyediaan obat dan vaksin, persentase ketersediaan obat dan vaksin telah meningkat dari 82 persen pada tahun 2010 menjadi 92,8 persen pada tahun 2012. Untuk meningkatkan perlindungan masyarakat terhadap obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan, selama tahun 2010 hingga triwulan I-2013 telah diperiksa sekitar 130 ribu sarana produksi dan distribusi obat dan makanan, serta telah dilakukan sampling dan pengujian laboratorium terhadap sekitar 326 ribu produk obat dan makanan. Selain itu, terdapat peningkatan capaian persentase sarana produksi obat telah memiliki sertifikasi Good Manufacturing Practices terkini (GMP) dari 46,8 persen tahun 2010 menjadi 69,8 persen pada Maret 2013.
Permasalahan Pelaksanaan dan Tindak Lanjut
Permasalahan dalam peningkatan status kesehatan, antara lain:
masih rendahnya akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan yang berkualitas, ditandai dengan masih rendahnya status kesehatan ibu dan anak dan status gizi masyarakat; belum optimalnya upaya pengendalian penyakit, ditandai dengan tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan tidak menular; masih rendahnya profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan terutama di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan serta daerah bermasalah kesehatan; masih terbatasnya pembiayaan kesehatan untuk memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat; masih rendahnya ketersediaan, pemerataan, keterjangkauan, jaminan keamanan, khasiat/manfaat, mutu obat dan makanan, dan alat kesehatan serta daya saing produk dalam negeri.
Berdasarkan permasalahan di atas, sebagai tindak lanjut diprioritaskan pada upaya yang bersifat preventif dan promotif dengan tetap melanjutkan upaya rutin seperti peningkatan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang berkualitas bagi ibu dan anak melalui pemeriksaan rutin ibu hamil dan penimbangan bayi dan
BAB 2 PRIORITASNASIONALDANPRIORITASNASIONALLAINNYA 2-27 balita; peningkatan pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta penyehatan lingkungan khususnya penyediaan sanitasi dasar yang berkualitas dan menjangkau penduduk; peningkatan profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan yang merata serta penempatan pegawai tidak tetap khususnya di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepualuan serta daerah bermasalah kesehatan; peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan; serta peningkatan ketersediaan, keterjangkauan dan pemerataan obat melalui peningkatan akses obat bagi masyarakat luas serta memberikan dukungan bagi pengembangan industri farmasi dalam negeri.
2.4 PRIORITAS NASIONAL 4: PENANGGULANGAN