REFUBLIK INDONESTA
4.1 Prioritas Nasional
Dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi
dan
reformasi sosial, padatahun
2O2l implementasi sasaran dan arah kebijakan pembangunan dituangkan dalamtujuh
Prioritas Nasional (PN), seperti pada Gambar 4.1. Penjelasan tiap PN akan mencakup pendahuluanyang memuat tantangan atau
permasalahan pembangunanyang
melatarbelakangi penentuan sasaran PNyang hendak dicapai, dilanjutkan
dengan penjelasan Program Prioritas (PP) dan Proyek Prioritas Strategis/Ma7br Project(MP).Selain itu, dijelaskan pula
berbagaiupaya memulihkan dampak pandemi
COVID-19melalui
kegiatan-kegiatanyalg terkait pada setiap PN, terutama dalam
mendukungpemulihan
ekonomidan
reformasisosial. Seluruh
pelaksanaanPN didukung
dengan kerangka regulasi, kerangka kelembagaan, serta alokasi pendanaan yang diarahkan pada program-program pembangunanyang terkait langsung dengan pencapaian
sasaran prioritas.Gambar 4.1
Kerangka Prioritas Nasional RKP 2021
Sumber: Kementerian PPN/Bappenas (diolah), 2020
PRESIDEN
REFUEUK INDONESIA
-
tv.2-
4.L.1 Prioritas Nasional 1 Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk
Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan4.1.1.1.
PendahuluanPembangunan
ekonomi diarahkan untuk
memperkuatketahanan ekonomi di
tengahkondisi ekonomi global yang berjalan lambat dan pandemi COVID-l9.
Pemerintah menetapkan PN Memperkuat Ketahanan Ekonomiuntuk
Pertumbuhan yang Berkualitasdan Berkeadilan, yang dilaksanakan untuk
mendorongtransformasi ekonomi
dari ketergantungan terhadap sumber dayaalam
(SDA) menjadi daya saingmanufaktur
dan jasa-jasa modern, yang mempunyainilai
tambahtinggi
bagi kemakmuran bangsa demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pelaksanaannya ditopang oleh daya dukungdan
ketersediaan SDA sebagai modal pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, serta kemampuanuntuk
menciptakannilai tambah,
memperluas lapangankerja,
menarik investasi, serta meningkatkan ekspor dan daya saing perekonomian.Dalam mencapai sasaran tersebut, tahun 2O2l memiliki tantangan yang cukup besar. Dari sisi eksternal, proyeksi pertumbuhan global yang melambat dan pemulihan pascapandemi
COVID-19, berdampak pada lambatnya pemulihan perdagangan global,
yang mempengaruhiaktivitas industri, rendahnya pedalanan wisata secara global
yang mempengaruhi pendapatan devisadari
pariwisata, serta lambatnyaarus
investasi yang mempengamhi perluasan ekonomi.Sedangkan pada sisi internal, berkaitan dengan kapasitas pengelolaan pangan dan energi
untuk
memenuhi konsumsi masyarakat dan dunia usaha, kebutuhan penciptaan lapangankerja baru
yangtinggi di
tengah terbatasnyakualitas
tenaga kerja yang berdaya saing, kemampuan usahamikro, kecil, dan
menengah (UMKM)untuk
memanfaatkan peluang usaha, efektivitas deregulasi kebijakanuntuk
mendorong perluasan investasi,industri
dan perdagangan, pemulihan dayabeli
masyarakatuntuk
berwisata,dan
perbaikan defisit neraca transaksi berjalanuntuk
menjaga stabilitas ekonomi. Selainitu juga
diperlukanpendalaman sektor keuangan dengan mempertahankan kedaulatan dan
stabilitaskeuangan.
Penanganan
berbagai tantangan tersebut akan dilaksanakan di antaranya
melalui(1) penguatan sistem pangan berkelanjutan, yaitu dengan menjalankan
Program Peningkatan Ketersediaan Aksesdan
Kualitas Konsumsi Pangan; (2) upaya peningkatanketahanan energi dilakukan melalui peningkatan pemanfaatan energi baru
danterbarukan,
kegiatan eksplorasiminyak dan
gasbumi, serta
meningkatkan keandalaninfrastruktur
energi; (3) penguatan daya saingindustri
melalui peningkatan akses ke pasar ekspor dan pengadaan produk dalam negeri, serta peningkatan produktivitas tenaga kerjayang didukung
penerapanteknologi, dan integrasi sektor hulu-hilir; (4)
pemulihan Dalam rangka pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19, pembangunan ekonomi tahun 2021 diprioritaskan pada penguatan ketahanan ekonomi dengan titik berat pada pembukaan lapangan kerja padat karya, penguatan sistem pangan, pemulihan usaha koperasi dan UMKM, pemulihan industri dan perdagangan, pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif, serta peningkatan investasi. Sebagai langkah konkret, telah disusun delapan MP untuk memperkuat ketahanan ekonomi.FRES IDEN
REPUEUK
INDONESIA-
tv.3-
pemasaran, serta meningkatkan daya dukung dan diversifikasi destinasi pariwisata; dan (5) penguatan ekosistem kelembagaan dan regulasi
untuk
mendukung kepastian usaha, perluasan investasi, efisiensidistribusi dan
perdagangan,serta
peningkatan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.4.1.1.2. Sasaran
Prioritas
NasionalPada
tahun
2021,
sasaran yang akan diwujudkan dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomiuntuk
pertumbuhan yang berkualitasdan
berkeadilan sebagaimana tercantum dalam Tabel 4.1.Tabel 4.1
Sasaran, Indikator, dan Target PN 1 Memperkuat Ketahanan Ekonomi
untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan
No. Sasaran/Indikator 2019
(baseline)
Target
2020 2021 2024
1. Meningkatnya daya dukung dan kualitas sumber daya ekonomi sebagai modalitas bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan
1.1 Porsi EBT dalam Bauran Energi
Nasional (%) 9,15 13,40 14,50 ~23,00
1.2 Skor Pola Pangan Harapan (nilai) 86,40 90,40 91,60 95,20 1.3 Penjaminan akurasi pendataan
stok sumberdaya ikan dan pemanfaatan (jumlah Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP))
11 11 11 11
2. Meningkatnya nilai tambah, lapangan kerja, investasi, ekspor, dan daya saing perekonomian
2.1 Rasio kewirausahaan nasional (%) 3,30 3,55 3,65 3,95 2.2 Pertumbuhan PDB Pertanian (%) 3,64 1,65 3,62 4,00-4,10 2.3 Pertumbuhan PDB industri
pengolahan (9.2.1(a)) (%) 3,80 (2,72) d) 5,04 8,10 2.4 Kontribusi PDB industri
pengolahan (9.2.1*) (%) 19,70 20,64 d) 19,63-19,84 21,00 2.5 Nilai devisa pariwisata (8.9.1(c)*)
(US$ Miliar) 19,70 a) 3,30-4,90 e) 4,80-8,50 21,50- 22,90 2.6 Kontribusi PDB pariwisata (8.9.1*)
(%) 4,80 b) 4,00 e) 4,20 4,50
2.7 Penyediaan lapangan kerja per
tahun (juta orang) 2,51 (0,14)-
0,35 2,30-2,90 2,70-3,00 2.8 Pertumbuhan investasi (PMTB) (%) 4,45 (4,80) 6,40 8,00-8,40
PRESIDEN
REPUEUK INDONESIA
tv.4
4. 1. 1.3. Program
Prioritas
Strategi penyelesaian
isu
strategisdan
pencapaian sasaran PN Memperkuat Ketahanan Ekonomiuntuk
Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan akandilakukan
melalui delapan ProgramPrioritas
(PP) sepertiyang
tercantumdalam
Gambar4.2.
Sementara sasaran,indikator, dan target PP pada PN
Memperkuat KetahananEkonomi untuk
Gambar 4.2
Kerangka PN 1 Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan terdapat pada Tabel 4.2.
No. Sasaran/Indikator 2019
(baseline)
Target
2020 2021 2024
2.9 Pertumbuhan ekspor industri
pengolahan (%) (2,60) 2,62 d) 8,07 d) 10,10
2.10 Pertumbuhan ekspor riil barang
dan jasa (%) (0,87) (7,50) d) 4,49 6,20
2.11 Rasio perpajakan terhadap PDB
(17.1.1(a)) (%) 9,76 c) 8,01 d) 8,18 f) 10,70-
12,30 Sumber: Dokumen RPJMN Tahun 2020-2024; Rencana Strategis K/L Tahun 2020-2024; RKP 2020
Keterangan: Angka dalam kurung pada indikator menunjukkan indikator SDGs; *) Indikator nasional yang sesuai dengan indikator global untuk Sustainable Development Goals (SDGs); a) Prognosa 2019;
b) Prognosa/estimasi tahun 2018; c) LKPP Tahun 2019 audited; d) Outlook Bappenas per November 2020; e) Target hasil penyesuaian dampak pandemi COVID-19, f) APBN 2021
PRESIDEH
REPUEUK INDONESIA
Tabel 4.2
Sasaran, Indikator, dan Target PP dari PN 1 Memperkuat Ketahanan Ekonomi
untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan
No. Sasaran/Indikator 2019 (baseline)
Target
2020 2021 2024
PP 1. Pemenuhan Kebutuhan Energi dengan Mengutamakan Peningkatan Energi Baru Terbarukan (EBT)
Meningkatnya pemenuhan kebutuhan energi dengan mengutamakan peningkatan Energi Baru Terbarukan (EBT)
1.1 Kapasitas Terpasang
Pembangkit EBT (Giga Watt) –
kumulatif 10,29 10,98 11,98 19,34
1.2 Pemanfaatan biofuel untuk
domestik (Juta Kilo Liter) 8,40 10,00 10,20 17,40
PP 2. Peningkatan kuantitas/ketahanan air untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Meningkatnya kuantitas/ketahanan air untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
2.1 Produktivitas air (water
productivity) (m3/kg) N/A a) 3,40 3,30 3,00
PP 3. Peningkatan ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan Meningkatnya ketersediaan, akses, dan kualitas konsumsi pangan
3.1 Nilai Tukar Petani (NTP) (nilai) 103,21 103,00 102,00-104,00 105,00 3.2 Angka Kecukupan Energi
(AKE) (kkal/hari) 2.100 2.100 2.100 2.100
3.3 Angka Kecukupan Protein
(AKP) (gram/kapita/hari) 57,00 57,00 57,00 57,00
3.4 Prevalence of
Undernourishment (PoU) (%) 6,70 6,20 5,80 5,00
3.5 Food Insecurity Experience
Scale (FIES) (%) 5,80 5,20 4,80 4,00
PP 4. Peningkatan pengelolaan kemaritiman, perikanan, dan kelautan Meningkatnya pengelolaan kemaritiman, perikanan, dan kelautan
4.1 Konservasi Kawasan Kelautan
(14.5.1*) (juta ha) 23,10 b) 23,40 24,60 26,90
4.2
Proporsi tangkapan jenis ikan yang berada dalam batasan biologis yang aman (14.4.1*) (%)
53,60 c) <64 <67 <80
4.3 Produksi perikanan (juta ton) 23,86b) 21,17 27,55 32,70
4.4 Produksi garam (juta ton) 2,85b) 2,40 3,10 3,40
4.5 Nilai Tukar Nelayan (nilai) N/A h) 102,00 102,00-104,00 107,00 – IV.5 –
FRESIDEN
REFUBUK INDONESIA
– IV.6 – No. Sasaran/Indikator 2019
(baseline)
Target
2020 2021 2024
PP 5. Penguatan kewirausahaan, Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) dan koperasi Menguatnya kewirausahaan, Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM) dan koperasi
5.1 Proporsi UMKM yang mengakses kredit lembaga
keuangan formal (8.3.1(c)*) (%) 24,82 25,20 26,50 30,80
5.2 Pertumbuhan wirausaha (%) 1,70 2,00 2,50 4,00
5.3 Kontribusi koperasi terhadap
PDB (%) 5,54 5,10 5,20 5,50
PP 6. Peningkatan nilai tambah, lapangan kerja, dan investasi di sektor riil, dan industrialisasi
Meningkatnya nilai tambah, lapangan kerja, dan investasi di sektor riil, dan industrialisasi 6.1 Pertumbuhan PDB industri
pengolahan nonmigas (%) 4,30 (2,50) f) 5,10 8,40
6.2 Kontribusi PDB industri
pengolahan nonmigas (%) 17,58 18,71 f) 17,63-17,84 18,90 6.3 Nilai tambah ekonomi kreatif
(Rp Triliun) 1.165,30 f) 1.157,00 i) 1.277,00 1.641,00 6.4 Jumlah tenaga kerja industri
pengolahan (juta orang) 18,90 d) 17,48 j) 18,35 22,50 6.5 Kontribusi tenaga kerja di
sektor industri terhadap total
pekerja (9.2.2*) (%) 14,96 d) 13,61 j) 14,00 15,70
6.6 Jumlah tenaga kerja
pariwisata (8.9.2*) (juta orang) 14,96 13,90 i) 14,30 15,00 6.7 Jumlah tenaga kerja ekonomi
kreatif (juta orang) 19,24 17,25 i) 17,90 19,90
6.8 Peringkat Kemudahan Berusaha Indonesia/ EODB
(Peringkat) 73 Menuju 40 Menuju 40 Menuju 40
6.9 Nilai Realisasi PMA dan PMDN
(Rp Triliun) 809,63 817,20 858,50 1.500,00
6.10 Nilai realisasi PMA dan PMDN industri pengolahan (Rp
Triliun) 215,94 227,20 268,70 782,00
PP 7. Peningkatan ekspor bernilai tambah tinggi dan penguatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri
Meningkatnya ekspor bernilai tambah tinggi dan penguatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)
7.1 Neraca perdagangan (US$
miliar) 3,51b) 17,6 i) 10,76-12,75 15,00
7.2 Pertumbuhan ekspor
nonmigas (%) (5,06) (4,42)i) (6,0) – (7,9) 9,80
PRESIDEN
REPUBUK
INDONESIA tv.7Sebagai upaya memulihkan dampak pandemi COVID-19, berbagai kegiatan penting yang dilakukan sebagai berikut.
1.
Pembukaan lapangan pekerjaan yang bersifat padat karyadi
sektor energi, mineraldan
pertambangan,melalui
(a) percepatan pembangunan energiterbarukan
yang didukung penetapan kebijakan feed-intaiff
(FIT), pengurangan bea impor, relaksasiTKDN, dan pemberian insentif; (b) pembangunan strategic reserues
denganmemanfaatkan tangki idle di kilang-kilang tua yang tidak berproduksi
serta pemanfaatan sumur-sumur lapangan tua yang telah tidak berproduksi sebagai storageuntuk minyak mentah
(crude oit) yangdiimpor; dan
(c) percepatan pembangunan smelteruntuk
hilirisasi mineral di dalam negeri.2.
PenguatanPerhutanan Sosial berupa
agroforestry,siluopashre, dan
siluofi.sheryterutama untuk
meningkatkanmanfaat lahan terlantar di
kawasanhutan
dalam No. Sasaran/Indikator 2019(baseline)
Target
2020 2021 2024
7.3 Jumlah wisatawan
mancanegara (8.9.1(a)) (juta
kunjungan) 16,11 2,80-4,00 i) 4,00-7,00 16,00-17,00
7.4 Jumlah kunjungan wisatawan
nusantara (juta perjalanan) 282,93 120,00-
140,00 i) 180,00-220,00 320,00- 335,00 PP 8. Penguatan pilar pertumbuhan dan daya saing ekonomi
Menguatnya pilar pertumbuhan dan daya saing ekonomi 8.1 Kontribusi sektor jasa
keuangan/PDB (%) 4,24 b) 4,47 f) 4,17 f) 4,40 f)
8.2 Biaya logistik terhadap PDB
(%) 23,20 23,20 22,20 20,00
8.3 Rasio M2/PDB (%) 38,76 44,5 f) 39,74 f) 43,2
8.4 Peringkat travel and tourism competitiveness index
(peringkat) 40 40 36-39 31-34
8.5 Pembaruan sistem inti administrasi perpajakan (core
tax administration system) (%) 0 1,97 e) 11,99 e) Selesai 8.6 Imbal hasil (yield) surat
berharga negara (%) 7,30 g) Meningkate) Menurun Menurun 8.7 Rasio TKDD yang berbasis
kinerja terhadap TKDD
meningkat (%) 10,38 22,94 e) 25,94 e) 34,94 e)
Sumber: Dokumen RPJMN Tahun 2020-2024; Rencana Strategis K/L Tahun 2020-2024; RKP 2020; BKPM; BPS Keterangan: Angka dalam kurung pada indikator menunjukkan indikator SDGs; *) Indikator nasional yang sesuai
dengan indikator global untuk Sustainable Development Goals (SDGs); a) Indikator baru pada tahun 2020; b) Realisasi BPS Tahun 2019; c) Capaian Tahun 2018; d) Sakernas Agustus tahun 2019, e) Target RPJMN Tahun 2020-2024 yang disesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19 dan tercantum dalam Renstra Kementerian Keuangan; f) Angka/proyeksi sementara; g) Angka Yield SBN Tenor 10 Tahun (data IBPA pada 31 Desember 2019); h) Perubahan tahun dasar; i) Target menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19, j) Sakernas Agustus Tahun 2020
PRESIDEN
REPUBUK
INDONESTA-
tv.8-
rangka mendukung
penyediaanpangan
masyarakat, penanggulangan kemiskinan kelompok tani hutan (KTH), serta perlindungan dan penyelamatan kawasan hutan.3.
Revitalisasi sistem pangan, pemenuhan kebutuhan pasar, peningkatannilai
tambah,dan
pemulihan lapangankerja
pertanian-perikanan,melalui
(a)rantai
pasok onlinedan
penguatanlogistik
pangan, termasuk penguatanrantai dingin
perikanan dan sistemdistribusi
garam; (b) pemenuhankebutuhan
dalam negeridan
pemenuhan permintaan eksporuntuk produk
pangan/perikanandan kelautan bernilai
tinggi;(c) peningkatan kegiatan padat karya dalam bidang pertanian, perikanan dan kelautan dengan tetap memenuhi protokol kesehatan; (d) perlindungan bagi nelayan, pembudi daya ikan, dan petambak garam; (e) pendayagunaan integrasi elektronik data pangan mendukung perencanaan
dan
pengendalian aksesdan kualitas
konsumsi pangan;(f) bantuan
distribusi
pangan antarmodadi
wilayah basis produksi dan akses pasar konsumen; (g) bantuan panganuntuk
rumah tangga rawan pangan; (h) peningkatanproduktivitas pertanian di dryland dan upland serta
pemanfaatan lahan-lahanterlantar,
seperti pada perkebunan; (i) pengembanganfood
estate (Kawasan Sentra Produksi Pangan);fi)
pengembangantriple helk
peternakansapi
terpadudan
riset inovatif kolaboratif, serta (k) pengembangan SNI beras biofortifikasi, jamu dan kratom.4.
Pemulihan usaha koperasi dan UMKM, melalui (a) pemberian pinjaman modal kerja,termasuk melalui
channelling dengan lembaga keuangan (Perbankan, PNM, BPR, Pegadaian, PNM, Koperasi); (b) pemberian keringanan kredit dalam bentuk penundaan pembayaran angsurandan subsidi bunga bagi
UMKMyang memiliki pinjaman
di lembaga keuangan; (c) pendampingan pemulihan usahadan
rencana keberlanjutanusaha dalam
bidang UMKM; (d) pemberianinsentif pajak
berupa penurunantarif pajak bagi pelaku UMKM; (e)
peningkatan akseskoperasi dan UMKM
terhadap e-commerceatau
marketplacemelalui pelatihan dan inkubasi untuk
memperluas p€rngsa pasa-rUMKM; (0 penyaluran pembiayaan serta
pendampinganuntuk
mengaksessaluran
pembiayaanuntuk
koperasidan
UMKMseperti Kredit
Usaha Rakyat (KUR),Kredit Ultra Mikro
(UMi), Mekaar, ULaMM, Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) koperasi dan UMKM, dan lainnya; (g) fasilitasi pelibatan UMKM dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah dan BUMN; (h) pembiayaan investasi kepada koperasi melalui LPDB koperasidan
UMKM; serta (i) peningkatan kemitraan usahaantara Usaha Mikro Kecil
(UMK)dengan Usaha
MenengahBesar
(UMB)untuk
menciptakanrantai
pasok domestik yang terintegrasi serta mendorong produktivitas dan pemasaran.5.
Pemulihanindustri
pengolahandan
perdagangan, melalui (a)fasilitasi re-hiing
dan re-training tenagakerja;
(b) pemulihan produktivitas melalui perbaikanrantai
pasok, pemulihan akses bahanbaku
dan energi,serta
investasi permesinan; (c) akselerasiindustri substitusi impor
khususnya makanan, minuman,kimia,
farmasi,dan
alat kesehatan; (d) peningkatanfasilitasi
ekspor melalui relaksasilartas impor,
National Logi,stics Ecosgstem dan perluasan akses pendanaan ekspor, (e) peningkatan jumlah pelaku ekspor melalui penguatan program pendampingan ekspor, pelatihan ekspor,dan pusat informasi ekspor; (f)
peningkatan promosi ekspormelalui
pemanfaatan mediavirtual
dan elektronikuntuk
promosi, buslness matching, dan pengembangan electronic marketplace; (g) penguatan peran perwakilan dagangdi luar
negeriuntuk
market intelligent dan promosi ekspor; (h) optimalisasi diplomasi ekonomi serta skemaperjanjian
perdagangandan ekonomi bilateral, regional dan multilateral
dalamPreferential Trade (WA)lFree Trade
PRESIDEN
REFUEUK
INDONESIA-
rv.9-
Economic Partnership Agreement (CEPA)