Bagan I. Kerangka Berpikir Guru
B. Temuan Khusus Peneliti
4. Profesionalisme Guru Penjasorkes dalam Kompetensi Profesional
Guru merupakan faktor penting di dalam proses menyelenggarakan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan, berarti juga harus meningkatkan mutu guru yang profesional. Meningkatkan guru yang bermutu bukan saja dari sisi kesejahteraan, tetapi juga keprofesionalan.
Undang-undang no 14 tahun 2005 mengatakan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik dan pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sebagai seorang profesional guru harus memiliki kompetensi profesional yang baik.
Pelaksanaan pembelajaran di Sekolah, Guru Penjasorkes mempunyai tanggung jawab dalam bentuk keterampilan/
Keterampilan managerial dan 2) Keterampilan substansial.
Keterampilan managerial berhubungan dengan kemampuan mengelola lingkungan belajar serta memelihara dan mengembangkan perilaku siswa, juga keterlibatan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran.
Keterampilan substansial berhubungan dengan kemampuan mengenai materi, metode, sarana dan prasarana, tujuan sebagaimana yang tercantum dalam kurikulum. Kedua keterampilan ini harus dimiliki Guru Penjasorkes dalam meningkatkan kinerjanya dalam pelaksanaan pembelajaran penjasorkes, baik dalam pemberian materi yang bersifat teori maupun praktek di lapangan olahraga.
Dari hasil temuan di SMA Negeri Kota Pekanbaru bahwa dalam bentuk pelaksanaan pembelajaran Guru Penjasorkes terlihat aktif dalam menciptakan kegiatan dan menumbuhkan minat siswa dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun dalam perencanan. Hal ini terlaksana berkat guru sudah menguasai lingkungan sekolah.
Situasi tersebut tidak terlepas dari perencanaan kurikulum yang menjadi pedoman bagi Guru Penjasorkes di SMA Negeri Kota Pekanbaru. Hal yang menjadi pedoman dalam penyampaian materi pembelajaran bagi Guru Penjasorkes adalah tujuan pembelajaran,
prasarana yang tersedia dalam medukung proses pembelajaran.
Temuan ini terlihat bahwa guru di SMA Negeri Kota Pekanbaru antara perencanaan dengan pratek di lapangan sering tidak sesuai dengan hasil rancangan sebelumnya. Sehingga sering terjadi proses kegiatan pembelajaran yang tidak sesuai dengan rancangan pembelajaran. Guru terlihat tidak menguasai di lapangan sehingga guru sering malas untuk memberikan materi pembelajaran. Dan juga sering di temukan Guru Penjasorkes duduk di bawah pohon pinggir lapangan. Hal ini sering terjadi di karenakan sarana yang kurang mendukung di sekolah. Peranan pimpinan di sekolah sangat di harapkan untuk menunjang terlaksananya proses pembelajaran penjasorkes dengan baik di sekolah.
Dari apa yang di bicarakan peneliti dengan bapak AB guru pejasorkes SMA Negeri 3 Pekanbaru pada tanggal 04 Februari 2010 pada jam 7.30 sebagai berikut: sebagai guru penjasorkes apakah bapak membuat perangkat pembelajaran ?
“Saya sebagai Guru Penjasorkes membuat perangkat- perangkat pembelajaran seperti; program tahunan, program semester, rincian minggu efektif, silabus, dan Rencana Program Pembelajaran (RPP) dan saya juga memiliki absensi, daftar nilai. Yang dituntut untuk mempersiapkan pada awal tahun ajaran”
Untuk mencari kebenaran dari guru AB peneliti mewawancarai Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Pekanbaru Ibu YM, di ruangan kerjanya saya menanyakan kepada Kepala Sekolah,
perangkat pembelajaran ?
“Di SMA Negeri 3 ini seluruh guru mata pelajaran wajib membuat perangkat pembelajaran seperti; program tahunan, program semester. Rincian mingguan efektif, silabus dan RPP, tidak kecuali Guru Penjasorkes sebab awal tahun pembelajaran itu sudah terkumpul minimal untuk satu semester”.
Belum puas sampai disitu peneliti mewawacarai wakil kepala sekolah urusan kurikulum, Bapak MR, Pak apakah bapak AB menyerahkan perangkat pembelajaran di awal tahun sebagai mana yang dikompirmasikan kepala sekolah.
“Saya sebagai wakil kepala sekolah urusan kurikilum awal tahun minggu pertama tahun ajaran sudah mengumpulkan perangkat pembelajaran dari guru-guru mata pelajaran mulai dari: program tahunan, program semester, rincian minggu efektif, selabus, RPP dan nilai ulangan harian di akhir bulan.
Kalau bapak ingin melihat ini arsipnya”
Di tempat terpisah penulis juga mewawancarai seorang siswa kelas XI 4 IPS yang diajar oleh bapak AB yaitu Erik Febrian.Erik bagaimana bapak AB mengajar Penjasorkes menurut Erik?
“Menurut saya bapak AB mengajar bagus, tidak membosankan banyak fariasi dan juga disiplin dalam waktu.
Siswa dekat dengan bapak AB dan juga disegani”.
Tepatnya pada tanggal 11 Februari 2010 jam 16.00 peneliti masuk ke SMA Negeri 8 Pekanbaru menenyakan kepada bapak IM sebagai Guru Penjasorkes sebagai berikut: Bapak sebagai guru penjasorkes apakah bapak membuat perangkat pembelajaran ?
banyak tuntutan dari Sekolah mengenai perangkat pembelajaran seperti; program tahunan, program semester, RPP, Silabus, pemetaan, kisi-kisi soal, perangkat pembelajaran ini di diskusikan sesama guru mata pelajaran sejenis atau MGMP di lingkungan”.
Untuk mengetahui benar tidaknya apa yang disampaikan bapak IM peneliti mengkompirmasikan langsung dengan kepala Sekolah yang kebetulan sore itu berada di Sekolah, saya menuju ke ruangan kerjanya dan penulis di persilakan masuk, saya langsung duduk dan bapak NF menanyakan kepada peneliti apa yang bisa saya bantu. Peneliti langsung kepada masalah tadi, dilapangan saya mewawancarai bapak IM tentang perangkat pembelajaran, kata bapak IM dia harus menyiapkan perangkat seperti; program tahunan, program semester, RPP, Silabus, pemetaan, kisi-kisi soal, perangkat pembelajaran ini di diskusikan sesama guru mata pelajaran sejenis atau MGMP di lingkungan.
Bagai mana menurut bapak apa yang disampaikan bapak IM, sejauh mana kewajiban guru-guru membuat perangkat pembelajaran.
“Segala apa yang disampaikan bapak IM tersebut itu adalah merupakan kewajiban seorang guru yang mengajar di Sekolah ini. Perangkat-perangkat tersebut jauh hari sebelum proses belajar mengajar berlangsung, maksudnya pada awal tahun pembelajaran. Semua perangkat ini sudah di serahkan kapada wakil kepala sekolah urusan kurikulum. Kemudian disekolah ini tidak ada istilah guru yang tidak membuat perangkat pembelajaran termasuk Guru Penjasorkes karena dia sama kewajibannya dengan guru mata pelajaran lainnya.
Kalau bapak ingin tau tanyakan langsung ke bagian kurikulum”.
Keesokan harinya Rabu tanggal 25 Februari 2010 peneliti datang ke SMA Negeri 8 Pekanbaru untuk mewawancarai salah seorang ibu guru EW namanya, untuk memberikan tanggapan mengenai bapak IM bagai mana dia mengajar dan peranannya disekolah, dan peneliti memperkenalkan diri kepada ibu EW , saya melakukan penelitian disekolah ini, jadi saya ingin mendapatkan imformasi dari ibu tentang bapak IM ibu tahu dengan bapak IM ? oh ya dia kan Guru Penjasorkes disini, menurut ibu bagai mana dia melaksanakan tugas disini?
“Saya tau bapak IM orangnya disiplin dan senantiasa mengajar tepat waktu baik pagi maupun sore hari, seluruh guru disini punya persiapan untuk mengajar karena itu adalah tugas wajib guru disini menyerahkan perangkat pembelajaran, dan bapak IM disukai oleh siswa disini karena dia mempunyai bermacam cara untuk mengajar selain propesinya guru penjas dia juga staf kesiswaan disini jadi sosoknya bagus dan patuh aturan”.
Pada tanggal 04 Maret 2010 pukul 08.30 penulis pergi ke SMA Negeri 4 yang jaraknya lebih kurang 5 km dari SMA 8, melihat bapak AM yang `mengajar pada jam pelajaran 3-4 dan penulis sampai disana jam 09.00 sedangkan bapak AM baru mulai jam 09.45, penulis lansung mengamati bapak AM mengajarkan permainan bola voli pada kelas X4 dengan 5 buah bola untuk murid 32 orang bapak AM mengajarkan service bawah itu dari pengamatan saya, dari apa yang diajarkan bapak AM pada siang hari yang mata hari sudah bersinar dengan teriknya, bapak AM
semangat juga. Dari cara bapak AM mengajar dia memberikan pemanasan ( worming up ) dan latihan inti kemudian meng absen siswa. Selesai mengajar peneliti lansung menjumpai bapak AM dan menanyakan kepadanya bersedia untuk diwawancarai tentang pembelajaran Penjasorkes? Dia menjawab bisa pak. Penulis mengajukan pertanyaan seputar perangkap pembelajaran dan materi yang diberikan tadi. Bapak sebagai Guru Penjasorkes di sekolah ini apakah bapak membuat perangkat pembelajaran?
“Sabagai guru di sekolah ini saya selalu membuat perangkat pembelajaran seperti program tahunan, program semester, silabus, RPP, rincian minggu efektif dan hal-hal yang berkaitan dengan perangkat. Semuanya ini saya tidak tergantung kepada kepala sekolah, di minta atau tidak di minta tetap saya persiapkan, karena itu adalah tuigas pokok saya sebagai guru”.
Setalah mewawancarai bapak AM peneliti minta di antarkan untuk menjumpai bapak kepala sekolah keruangannya. Peneliti masuk ke ruangan kepala sekolah dan bapak AZ mempersilakan peneliti duduk di ruangannya. Bagai mana bapak AM mengajar pak ? baik pak sesuai dengan programnya. Dalam hal ini saya mau bertanya pak, apakah bapak AM membuat perangkat pembelajaran, dan bagai mana sikap bapak AM di sekolah ini pak ?
“ Mengenai bapak AM saya sangat salut dengan nya karena bapak AM selalu membuat perangkat pembelajaran dan menyerahkan tepat waktu, dalam mengajar menurut pandangan saya bapak AM selalu dapat menguasai materi yang di ajarkan dan Masalah disiplin baik dengan waktu maupun tugas yang di berikan padanya. Hubungan dengan
tidak pernah punya masalah”.
Dan kemudian peneliti menanyakan kepada salah seorang siswa, penulis menjumpai seorang siswa Rio saputra kelas XI IPA 2 Rio bapak ingin bertanya bagai mana menurut Rio bapak AM mengajar di sekolah ini dan bagai mana sikap murid kepada nya ?
“Oo Bapak AM mengajar sangat menarik bagi siswa siswi di sekolah ini bapak AM sangat menguasai materi yang di ajarkannya, bahasanya mudah di mengerti kami tidak pernah merasa jenuh belajar dengannya. Bapak itu sangat disiplin tepat waktu, di segani siswa.”
Pada hari ke empat tepatnya pada tanggal 18 Maret 2010 pada pukul 7.30 peneliti masuk ke SMA Negeri 12 Pekanbaru, untuk menjumpai guru penjasorkes WA, langsung bertanya setelah selesai memberikan pelajaran sebagai berikut: Ibuk sebagai Guru Penjasorkes apakah Ibuk membuat perangkat pembelajaran ?
“Disini saya sebagai guru penjasorkes di wajibkan untuk membuat perangkat pembelajaran seperti; membuat program semester, program tahunan, RPP, selabus dan yang lainnya, karena di SMA 12 ini adalah salah satu tugas yang wajib di serahkan pada awal semester”.
Untuk mengetahui kebenarannya apa yang di sampaikan Ibu WA tersebut, peneliti langsung menjumpai kepala Sekolah HM, di ruang kerjanya pada hari itu juga, setelah bertemu dengan kepala sekolah, pak bisa saya mewawancarai bapak sebentar? Ya! Boleh silakan. Tadi saya mengamati ibu WA sedang mengajar di lapangan permainan basket ball, kemudian saya mewawancarai ibu WA masalah perangkat pembelajaran bagai mana menurut bapak
untuk sekolah ini.
“Saya selaku kepala sekolah guru-guru wajib membuat perangkat pembelajaran seperti; program semester, program tahunan, RPP, selabus, daftar nilai, guru harus memiliki absensi siswa, buku pegangan, guru olahraga pun harus membuat perangkat pembelajaran karena dia juga bagian dari guru-guru di sini. Apa bila ada guru-guru yang lambat menyerahkan perangkat pembelajaran sesuai dengan waktu yang telah di tentukan, guru tersebut akan di panggil dan diberi peringatan, namun saat ini guru-guru disini tidak ada yang terlambat menyerahkan perangkat pembelajaran”.
Ada satu lagi pertanyaan saya pak, berkenaan dengan ibu WA yaitu bagai mana kepribadian, hubungan ibu WA dengan sesama rekan sejawat dan profesionalismenya dalam mengajar ?
“Dari pengamatan saya sebagai kepala sekolah, orangnya jujur,disiplin dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya dan hubungannya baik dengan kepala sekolah, dengan rekan-rekan guru dan dengan siswa sangat baik itu menurut pandangan saya, kemudian saya pernah memperhatikan dia mengajar pelaksanaannya, baik, beraturan, penguasaan kelas bagus seperti apa yang di inginkan walaupun masih ada kekurangannya tapi itupun menurut saya tidak terlalu prinsip”.
Setelah menjumpai kepala sekolah peneliti menjumpai salah seorang guru Ibu JM, kemudian penelti mewawan carai ibu JM.
Asslamualaikum Bu, boleh saya wawancarai dengan ibu sebentar, apa masalahnya? Saya sudah mengamati dan mewawancarai ibu WA berkenaan dengan pelakasanaan pembelajaran Penjasorkes, oke silakan. Bagaimana menurut Ibu sikap, kepribadian dan profesionalismenya dalam melaksanakan tugas di sekolah ini?
melihat dan bergaul sesama majelis guru Oo kalau WA dia bagus pergaulannya kebetulan dia alumni disini tentu pergaulannya dan rasa hormatnya dengan gurunya sangat baik namun saya menilainya bukan dari faktor tesebut, kepribadiannya juga baik orangnya sopan, suka menegur dan mudah senyum, siswa pun suka dengan dia. Namun kalau mengajar ya dari pandangan saya bagus, kan ada guru Penjas, maaf ya pak mengajar asalan saja kasih bola atau biarkan saja, siswa berserakan ada yang sudah sampai kekantin namun ibu WA tidak termasuk tipe itu rasanya dia menikmati tugas mengajarnya itu menurut saya ya pak”.
Setelah menjumpai guru mata pelajaran, peneliti menjumpai salah seorang siswa yang bernama Willi pada kelas XII IPA1, peneliti mewawancarai siswa tersebut tentang Guru Penjasorkes.
Maaf Nak boleh bapak mewawancarai kamu, tentang apa pak ? kamu kan siswa kelas XII IPA1 yang mengajar Penjasorkes adalah ibu WA bagaimana menurut kamu ibu WA mengajar?
“Ibu WA mengajar kami sangat menyukainya karena ibu WA mengajar sering berpariasi membuat kami bergairah belajar, ibu WA sangat disiplin, tepat waktu, cara penyampaian meteri kami mudah untuk mengerti”
Dari apa yang telah disampaikan oleh guru penjasorkes WA dan yang sudah dikompirmasikan dengan kepala sekolah HM, guru mata pelajaran, dan siswa. Dalam hal ini peneliti menyimpulkan bahwa Guru Penjasorkes sudah memiliki kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.
Pada tanggal 01 April 2010 peneliti kembali ke lokasi SMA Negeri 4 pada jam 7.30 untuk mewawacarai salah seorang guru
Negeri 4 Kota Pekanbaru. Selamat pagi bu, apa kabar pak saya sedang melakukan penelitian Guru Penjasorkes di sekolah ini.
bagai mana menurut ibu bapak AM dalam melaksanakan tugas di sekolah ini dan bagai mana hubungannya sesama guru.
“Menurut pengamatan saya bapak AM dalam melaksanakan tugas selalu melaksanakan dengan baik karena bapak AM saya lihat anak-anak selalu belajar dengan gembira dan mengajar menggunakan waktu sangat efisien, hubungan sesama guru sangat baik dan rekan-rekan guru senang dengannya dan dia juga humoris”.
Terima kasih bu, atas imformasi yang ibu berikan kepada saya dalam penelitian yang saya lakukan ini.
Pada tanggal 15 April 2010 peneliti kembali datang ke SMA Negeri 3 Kota Pekanbaru yang berlokasi di Rumbai untuk mewawancarai salah seorang majelis guru Ibu EZ. Selamat pagi bu, pagi pak, ada apa pak ! saya sedang mengadakan penelitian di sekolah Ibu yaitu meneliti salah seorang guru penjasorkes bapak AB penelitian ini berkenaan dengan Kompetensi paedagogik, sosial, kepribadian dan profesional guru. Bagai mana menurut Ibu Bapak AB dalam melaksanakan tugas pembelajaran, sosial dan kepribadian bapak AB?
“Oke kalau itu bisa saya jawab hubungan kami dengan bapak AB dan dengan guru-guru lain disini sangat terjalin dengan baik, bapak lihat diruangan majlis guru ini, guru-guru kami saling bercanda walaupun sedang mengerjakan tugas masing-masing. Kemudian secara hubungan sosial kami sering berkunjung kerumah rekan-rekan walaupun sipatnya waktu mendapat musibah, Sebab kepala sekolah kami
kapala sekolah. Kalau kepribadian bapak AB sangat baik, sopan, ramah dan disiplin”.
Setelah mewawancarai Ibuk EZ peneliti menjumpai seorang siswa yang berpakaian olahraga kebetulan selesai olahraga.
Peneliti memanggilnya. Hai nak ! bapak ingin bertanya, ada apa pak? Baru siap olahraga, ia pak, kalau boleh tau siapa namamu?
Iza pak, kamu kelas berapa? Kelas XII, bapak ingin mewawancarai kamu sebentar, boleh pak. Menurut kamu bagai mana bapak AB mengajar penjasorkes?
“Bapak AB orangnya disiplin waktu pak, kalau kami terlambat tidak boleh ikut belajar dengannya karena bapak AB tidak pernah terlambat, jadi kami takut terlambat malu kan pak ! bapak AB cara mengajarnya bagus kami tidak pernah bosan belajar penjasorkes dengannya. Ada lagi pak?
Oke sekian terima kasi nak”.
Dari apa yang di sampaikan oleh guru penjasorkes SMA Negeri 3 Kota Pekanbaru, kepala sekolah, salah seorang guru dan seorang siswa maka bisa di tarik suatu kesimpulan bahawa guru penjasorkes SMA Negeri 3 Kota Pekanbaru, mempunyai Kompetensi paedagogik, sosial, kepribadian dan kompetensi professional.