• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM PASCASARJANA

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM PASCASARJANA"

Copied!
143
0
0

Teks penuh

This research aims to recognize the professionalism of physical and health sports education teachers in the state city SMA Pekanbaru. The population of this research is all physical sports and health education teachers in the state city SMA Pekanbaru. The research questions that are proposed in this research are: a) how is the professionalism of physical and health sports education teachers in relation to pedagogical competence?

Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: a) Bagaimanakah hubungan keahlian guru pendidikan jasmani SMA Negeri di kota Pekanbaru dengan kompetensi pedagogik? Dan d) profesionalisme guru Penjasorkes dilihat dari profesionalisme SMA Negeri di Kota Pekanbaru terlihat kurang baik.

TEMUAN DAN PEMBAHASAN

KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

Latar Belakang Masalah

Guru pendidikan jasmani merupakan unsur penting dalam dunia pendidikan, karena pencapaian tujuan pendidikan jasmani tidak dapat dilepaskan dari peran seorang guru yang profesional. Artinya tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan jasmani sangat bergantung pada peran guru pendidikan jasmani. Saat mengajar penjasorkes di SMA Negeri Kota Pekanbaru, guru olahraga ini tetap ingin siswanya berprestasi di salah satu cabang olahraga.

Hal ini menunjukkan bahwa guru pendidikan jasmani belum memahami konsep belajar yang sebenarnya dalam pendidikan jasmani yaitu mendidik dan. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri Kota Pekanbaru untuk melihat sejauh mana tingkat profesionalisme guru pendidikan jasmani dalam pembelajaran di sekolah.

Fokus Penelitian

Pertanyaan Penelitian

Sehubungan dengan fenomena yang telah dipaparkan di atas, maka peneliti tertarik dan merasa terpanggil untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan profesionalisme Guru Penjasorkes dalam mencapai hasil belajar yang baik pada bidang studi pendidikan jasmani dan kesehatan olahraga di SMA Negeri Kota Pekanbaru.

Manfaat Penelitian

  • Profesionalisme Guru Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan
  • Hakekat Guru Penjasorkes Yang Profesional
  • Penguasaan Bahan
  • Mengelola Program Belajar Mengajar
  • Mengelola Kelas
  • Menggunakan Media Sumber
  • Menguasai Landasan Kependidikan
  • Mengelola Interaksi Belajar Mengajar
  • Menilai Prestasi Siswa Untuk Kepentingan Mengajar
  • Mengenal Fungsi dan Program Pelayanan BP
  • Mengenal dan Menyelenggarakan Administrasi Sekolah
  • Memahami Prinsip-prinsip Menafsirkan Hasil-hasil Penelitian Pendidikan Guna Keperluan Pengajaran

Sedangkan guru profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas mengajar dan mengajar. Menurut pendapat di atas, guru Penjasorkes harus memiliki kompetensi, karena menurut undang-undang nomor 15 tahun 2005 tentang guru dan tutor di Sujanto ada 4 kompetensi yang harus dimiliki seorang guru profesional yaitu; . a) Kompetensi pedagogis. Bakat dan minat menjadi seorang guru merupakan hal yang harus dimiliki oleh seorang guru, khususnya guru pendidikan jasmani.

Selain itu, seorang guru juga harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan orang tua siswa maupun dengan atasannya. Kemampuan dasar yang dimiliki adalah penguasaan materi pelajaran dan kurikulum sekolah, hal-hal yang akan dipelajari. yang dikembangkan oleh guru profesional adalah penguasaan bahan ajar dan penelaahan materi kurikulum untuk alat peraga, sehingga setiap materi yang disampaikan disesuaikan dengan materi yang ada.

Kerangka Pemikiran

Yang tidak kalah pentingnya adalah guru profesional harus mampu menghidupkan suasana dalam pembelajaran penjasorkes sehingga menyenangkan dan tercipta interaksi yang baik antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa lainnya selama pembelajaran berlangsung.

Kerangka Berpikir Guru

Lokasi Penelitian

Berawal dari penelitian besar tentang profesionalisme guru pendidikan jasmani dalam mengajar di SMA Negeri kota Pekanbaru. Pada awal penelitian kualitatif ini, langkah awal yang peneliti lakukan adalah mendapatkan izin dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru untuk dapat melakukan penelitian di seluruh SMA negeri yang ada di kota Pekanbaru. Situasi sosial yang menjadi fokus penelitian ini adalah profesionalisme guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMA Negeri kota Pekanbaru.

Kehadiran peneliti diketahui dan diterima oleh pihak SMA Negeri Kota Pekanbaru dalam melakukan grand tour sebagai studi pendahuluan. Diharapkan dapat terjalin silaturahmi yang erat sehingga peneliti dapat memperoleh gambaran informasi tentang profesionalisme guru penjasorkes SMA Negeri di Kota Pekanbaru.

Informan Penelitian

  • Teknik Pengumpulan Data

Kegiatan observasi dalam penelitian ini dilakukan secara langsung di lapangan, disini peneliti masuk, melihat langsung dengan masyarakat di lingkungan SMA Negeri kota Pekanbaru untuk menjalin hubungan yang baik dengan guru pendidikan jasmani dalam kegiatan pembelajaran. Peneliti melakukan observasi selama berada di lapangan dan terlibat langsung mengikuti semua kegiatan yang dilakukan oleh para pelaku, memasuki situasi sosial dan kondisi sosial yang ada. Kegiatan ini dilakukan secara berulang-ulang hingga diperoleh data penelitian tentang pelaku, peran pelaku dan kondisi sosial yang erat kaitannya dengan kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani di SMA Negeri kota Pekanbaru.

Memperoleh data/informasi yang akurat khususnya mengenai konsep, gagasan, pemikiran yang berkaitan dengan profesionalisme guru pendidikan jasmani di SMA Negeri Kota Pekanbaru. Pada saat wawancara dengan guru penjasorkes, peneliti berusaha menciptakan suasana yang natural dan biasa saja.

Teknik Penjamin Keabsahan Data

  • Perpanjangan Keikutsertaan
  • Triangulasi
  • Pemeriksaan Teman Sejawat Melalui Diskusi
  • Pengecekan Anggota
  • Menentukan Situasi Sosial
  • Melakukan Observasi Lapangan
  • Melakukan Analisis Kawasan
  • Melakukan Observasi Terfokus Dengan Pertanyaan Terstruktur
  • Melaksanakan Analisis Taksonomi
  • Melakukan Observasi Terseleksi dengan Pertanyaan Kontras
  • Gambaran Umum Tentang Lokasi Penelitian
  • Guru Penjasorkes di SMA Negeri No: 3, 4, 8 dan 12 di Kota Pekanbaru
  • Sarana dan Prasarana

Alat pengumpul data menurut Faisal (1980:81) adalah komponen-komponen yang diperlukan dalam penelitian ini berupa kamera, alat perekam, blanko catatan yang digunakan. Dalam penelitian ini perlu diperhatikan keahlian guru penjasorkes di SMA Negeri Kota Pekanbaru. Hal ini kami lakukan dengan cara: (1) membandingkan observasi peneliti dan hasil wawancara dengan guru penjasorkes, (2) membandingkan apa yang disampaikan guru penjas secara privat dengan yang disampaikannya di depan umum, (3) membandingkan apa yang disampaikan guru penjaskes dalam situasi sosial dengan apa yang dia katakan sepanjang waktu, (4) membandingkan perspektif guru pendidikan jasmani dengan tanggapan informasi kepala sekolah, siswa dan guru lainnya. 5) perbandingan hasil wawancara dengan hasil verifikasi data dokumen.

Anggota yang dimaksud di sini adalah kepala sekolah, guru pendidikan jasmani, dewan guru lainnya, di seluruh SMA negeri kota Pekanbaru. Langkah-langkah teknik analisis data dalam penelitian ini berdasarkan teori Spradley (1980) sebagai berikut (1) menentukan situasi sosial, (2) melakukan observasi lapangan, (3) melakukan analisis lapangan, (4) melakukan observasi terfokus dengan pertanyaan terstruktur, (5) melakukan analisis taksonomi, (6) melakukan observasi terpilih dengan pertanyaan kontras, (7) melakukan analisis komponen, (8) melakukan analisis tema budaya. Situasi sosial yang dimaksud dalam penelitian ini adalah SMA Negeri Kota Pekanbaru. Ruang lingkup penelitian ini didasarkan pada kriteria (a) sederhana, ruang lingkup terbatas, (b) mudah dimasuki, (c) tidak terlihat dalam melakukan penelitian, d) Mudah mendapatkan izin, (e) kegiatan berulang.

Situasi sosial di sekolah itu sendiri dari guru pendidikan jasmani dan didukung oleh informan lain seperti kepala sekolah, dewan guru dan staf di lingkungan masing-masing sekolah di Kota Pekanbaru. Wisata akbar yang dilakukan di SMA Negeri Kota Pekanbaru ini bertujuan untuk melihat kondisi sekolah secara umum, baik kondisi fisik dan sosial, maupun dalam kegiatan pembelajaran maupun di luar kegiatan pembelajaran. Setelah itu peneliti akan melakukan mini tour yang lebih difokuskan pada profesionalisme guru pendidikan jasmani di SMA Negeri Kota Pekanbaru.

Setelah diperoleh gambaran wilayah budaya melalui analisis wilayah, selanjutnya dipilih wilayah yang erat hubungannya dengan topik masalah penelitian yang berkaitan dengan profesionalisme guru pendidikan jasmani di SMA Negeri kota Pekanbaru. Kota Pekanbaru merupakan salah satu kota yang ada di Provinsi Riau, Kota Pekanbaru merupakan ibu kota Provinsi Riau dengan luas wilayah 632,26 km2 dengan jumlah penduduk 850.000 jiwa dengan berbagai suku bangsa antara lain Melayu, Minang, Batak, Jawa dan suku bangsa lainnya di Indonesia. Lapangan Voli Lapangan Basket Lapangan Futsal Seperti Lompat Atletik Sumber: Hasil Observasi Lapangan.

Tabel 1. Guru Penjasorkes SMA Negeri 3, 4, 8 dan12  Kota  Pekanbaru.
Tabel 1. Guru Penjasorkes SMA Negeri 3, 4, 8 dan12 Kota Pekanbaru.

Temuan Khusus Peneliti

  • Profesionalisme Guru Penjasorkes Dalam Kompetensi Paedagogik
  • Profesionalisme Guru Penjasorkes dalam Kompetensi Kepribadian
  • Profesionalisme Guru Penjasorkes Dalam Kompetensi Sosial
  • Profesionalisme Guru Penjasorkes dalam Kompetensi Profesional

Nampaknya guru Penjasorkes mampu mengemas materi dengan baik dan mampu menanamkan kecintaan belajar olahraga di sekolah. Selain itu dengan perencanaan semua ini diwujudkan dengan bentuk perencanaan yang baik oleh guru pendidikan jasmani. Ini merupakan kegiatan guru penjasorkes di SMA Negeri Kota Pekanbaru yang menjadi acuan pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

Guru penjasorkes di SMA Negeri Kota Pekanbaru mampu mengelola perasaan dan emosinya ketika berhadapan dengan siswa yang belum mandiri dan disiplin. Oleh karena itu, hendaknya guru pendidikan jasmani menggunakan media pembelajaran dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah di SMA Negeri Kota Pekanbaru dengan menggunakan dirinya sendiri sebagai alat komunikasi. Keadaan ini tidak terlepas dari perencanaan kurikulum, pedoman bagi guru pendidikan jasmani di SMA Negeri Kota Pekanbaru.

Dari apa yang peneliti diskusikan dengan Pak AB guru penjasorkes SMA Negeri 3 Pekanbaru pada tanggal 4 Februari 2010 di 7.30 sebagai berikut : Sebagai seorang guru pendidikan jasmani, sudahkah anda membuat alat pembelajaran? Sebagai guru Penjasorke, saya membuat alat peraga seperti; program tahun, program semester, rincian minggu efektif, silabus dan Rencana Program Pembelajaran (RPP) dan saya juga memiliki kehadiran, daftar nilai. Tepatnya peneliti berangkat pada tanggal 11 Februari 2010 pukul Pukul 16.00 masuk ke SMA Negeri 8 Pekanbaru dan bertanya kepada Pak IM sebagai guru penjasorkes sbb: Sebagai guru penjasorkes Anda membuat alat belajar.

Kemudian di sekolah ini tidak ada istilah guru yang tidak membuat alat peraga termasuk guru pendidikan jasmani karena memiliki kewajiban yang sama dengan guru mata pelajaran lainnya. Dari apa yang disampaikan guru WA PE dan yang dikonfirmasikan dengan kepala sekolah HM, guru mata pelajaran dan siswa. Selamat pagi bu, apa kabar pak, saya sedang mengadakan penelitian untuk guru pendidikan jasmani di sekolah ini.

Pembahasan Penelitian

  • Kompetensi Paedagogik
  • Kompetensi Kepribadian
  • Kompetensi Sosial
  • Kompetensi Profesional

Pak AB adalah rekan kami di asosiasi di sekolah ini, kata mereka guru pendidikan jasmani mampu. Guru pendidikan jasmani di SMA Negeri 3 Kota Pekanbaru terlihat cukup mampu mempengaruhi perilaku siswa untuk mengikuti setiap proses pembelajaran olahraga di sekolah. Dapat dikatakan bahwa Guru Penjasorkes bertindak sebagai guru mata pelajaran yang harus dilakukan.

Guru Penjasorke mampu mengemas materi dan bahan ajar dengan baik sehingga siswa terlihat senang dan. Hasil observasi, wawancara dan dokumentasi peneliti menunjukkan bahwa perencanaan ditinjau dari kualitas kerja guru penjasorkes di SMA Negeri 4 Pekanbaru telah terlaksana dengan baik. Memimpin berarti guru pendidikan jasmani menjadi teladan yang akan ditiru oleh siswa dalam proses pembelajaran.

Dalam pelaksanaan prakarsa pembelajaran terkait dengan cara guru pendidikan jasmani mengatur dan mengubah suasana pembelajaran. Guru Penjasorke dapat mengubah suasana belajar sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada di lingkungan sekolah. Dalam pembelajaran Penjasorka, guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang berbeda dengan kemampuan yang berbeda yang disesuaikan dengan baik oleh guru dalam proses pembelajaran.

Dalam pelaksanaan pembelajaran keterampilan yaitu bagaimana guru pendidikan jasmani menentukan dan mengubah urutan kegiatan pembelajaran. Dari hasil observasi, dokumentasi dan wawancara terkait kompetensi sosial yang harus dikuasai oleh Guru Penjasorkes. Pemberian nilai dalam evaluasi pembelajaran merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap guru pendidikan jasmani dalam proses pembelajaran.

Keterampilan seorang guru pendidikan jasmani yang profesional akan terlihat di lapangan dengan menguasai materi yang dimiliki oleh guru pendidikan jasmani tersebut. Selamat pagi bu, apa kabar pak, saya sedang mengadakan penelitian untuk guru pendidikan jasmani di sekolah ini.

Gambar 3. SMA Negeri 4 Kota Pekanbaru
Gambar 3. SMA Negeri 4 Kota Pekanbaru

Gambar

Tabel 1. Guru Penjasorkes SMA Negeri 3, 4, 8 dan12  Kota  Pekanbaru.
Tabel  2.  Sarana dan Prasarana Seluruh Sekolah Menengah  Atas Negeri 3, 4, 8 dan 12 kota Pekanbaru
Gambar 3. SMA Negeri 4 Kota Pekanbaru
Gambar 4. Siswa Melakukan Aktifitas Olahraga
+5

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data dan fenomena yang sudah dijelaskan oleh peneliti, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai seberapa signifikan hubungan