BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan
Prosedur penelitian dan pengembangan yang dilakukan peneliti untuk mengembangkan buku suplemen materi Pemanasan Global Berbasis Berita untuk Siswa SMP/MTs Kelas VII yaitu menggunakan model 4D. Adapun langkah-langkah penelitian penelitian dan pengembangan sebagai berikut:
1. Tahap define (Pendefinisian)
Pada tahap ini, peneliti mulai melakukan perencanaan, penetapan, pembatasan, serta pendefinisian sebagai syarat dalam pengembangan.
Tahap ini dilakukan sebagai analisis tujuan kebutuhan peserta didik dalam mengembangkan produk penelitian. Terdapat beberapa fase pada tahap pendefinisian ini, yaitu:
a. Analisis Awal-Akhir (front-end analysis)
Fase ini bertujuan untuk menetapkan dasar permasalahan yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA sehingga membutuhkan pengembangan bahan ajar yang sesuai. Analisis yang dilakukan akan mendapatkan gambaran fakta, juga alternatif solusi dari permasalahan tersebut. Pada fase ini peneliti melakukan wawancara secara door to door terhadap siswa dan melakukan wawancara lewat komunikasi pribadi terhadap guru untuk menganalisis permasalahan yang ada. Hasil wawancara dengan Guru IPA menyatakan bahwa pembelajaran IPA di MTsN 7 Jember sama seperti pembelajaran pada umumnya yakni tetap menggunakan bahan ajar utama dari pemerintah yakni berupa buku LKS dan buku paket, namun untuk
sekarang guru juga menambahkan sistem pembelajaran dengan menggunakan aplikasi agar menarik perhatian siswa dan memudahkan dalam belajar. Namun penggunaan aplikasi ini juga belum sepenuhnya efektif karena masih terkendala adanya siswa yang tidak memiliki HP atau HP yang dimiliki masih belum mendukung, selain itu juga terkendala jaringan operator.
b. Analisis Pebelajar (learner analysis)
Fase ini dilakukan untuk menelaah karakteristik siswa yang nantinya akan disesuaikan dengan desain pengembangan bahan ajar.
Pada fase ini peneliti melakukan wawancara terhadap beberapa siswa kelas VII mengenai materi apa yang dianggap kurang atau susah dipahami salah satunya yaitu materi Pemanasan Global yang mana materi ini adalah materi terakhir di kelas VII semester Genap dan kurang dalam penjelasannya. Materi yang dianggap kurang atau susah dipahami inilah yang nantinya akan peneliti kembangkan menjadi sumber bahan ajar. Selain itu, siswa juga menyatakan bahwa bahan ajar yang mereka miliki hanya berupa buku LKS yang masih monokrom dan kurang lengkap isi masterinya, serta difasilitasi buku paket oleh perpustakaan sekolah namun hanya boleh dipinjam saat pembelajaran IPA dilaksanakan.
Selain wawancara, peneliti juga menyebar angket analisis kebutuhan terhadap 32 orang siswa. Hasil dari angket tersebut menyatakan bahwa terdapat 21,9% siswa yang paham terhadap
materi pemanasan global, dan 78,1% tidak paham materi pemanasan global. 100% siswa menggunakan referensi bahan ajar berupa buku LKS (BSE) dan buku paket, 100% siswa menyatakan suka terhadap bahan ajar bergambar, 100% suka bahan ajar yang berwarna, 100%
tidak pernah belajar menggunakan buku suplemen, dan 100% tidak pernah belajar dengan buku yang dikaitkan dengan berita. Dari permasalahan-permasalahan inilah maka diperlukannya pengembangan buku suplemen untuk menunjang pembelajaran siswa.
c. Analisis Tugas (Task Analysis)
Pada fase ini peneliti melakukan analisis mengenai keterampilan utama yang telah ada lalu mengkajinya dan menganalisis kembali kemungkinan keterampilan tambahan yang dibutuhkan. Analisis tugas ini memudahkan guru untuk merumuskan tujuan-tujuan pembelajaran khusus yang ingin dicapai.
Pada analisis tugas ini, peneliti merinci materi bahan ajar secara garis besar juga menganalisis tugas pokok yang harus dikuasai oleh siswa sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Berikut isi materi bahan ajar secara garis besar:
1) Efek rumah kaca
2) Pengertian pemanasan global 3) Penyebab pemanasan global
4) Dampak pemanasan global
5) Usaha-usaha menanggulangi pemanasan global d. Analisis Konsep (concept analysis)
Pada fase ini, peneliti mengidentifikasi konsep-konsep pokok yang akan diajarkan kepada siswa. analisis konsep yang dimaksud yaitu berupa Standar Kompetensi Inti dan Standar Kompetensi Dasar materi yang akan dikembangkan. Berikut merupakan standar kompetensi inti dan standar kompetensi dasar materi Pemanasan Global disajikan dalam bentuk tabel.
Tabel 3. 1 Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD)
1 2
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
1.1 Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya
1.2 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif;
jujur; teliti; cermat; tekun; hati- hati; bertanggung jawab; terbuka;
kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari- hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
1 2
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari- hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan
2.3 Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam memilih penggunaan bahan kimia untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan
2.4 Menunjukkan penghargaan kepada orang lain dalam aktivitas sehari- hari sebagai wujud implementasi perilaku menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3.10 Mendeskripsikan tentang penyebab terjadinya pemanasan global dan dampaknya bagi ekosistem.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji
dalam ranah konkret
(menggunakan,mengurai,
merangkai, memodifikasi,dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4.13 Menyajikan data dan informasi tentang pemanasan global dan memberikan usulan penanggulangan masalah.
Tabel 3. 2 Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator
Kompetensi Dasar (KD) Indikator
1 2
3.9 Menganalisis perubahan Iklim dan dampaknya bagi ekosistem
3.9.1 Menjelaskan pengertian efek rumah kaca.
1 2
3.9.2 Menjelaskan proses terjadinya efek rumah kaca.
3.9.3 Mendeskripsikan definisi pemanasan global.
3.9.4 Mendeskripsikan penyebab terjadinya pemanasan global.
3.9.5 Mendeskripsikan dampak dari pemanasan global bagi kehidupan di bumi.
3.9.6 Mendeskripsikan beberapa upaya menanggulangi pemanasan global.
4.9 Membuat tulisan tentang gagasan adaptasi/ penanggulangan masalah perubahan iklim.
4.9.1 menyajikan gagasan mengenai penanggulangan masalah perubahan iklim.
e. Tujuan-Tujuan Instruksional Khusus (specifying instructional objectives)
Fase ini ialah fase perumusan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Perumusan tujuan mengacu pada Standar Kompetensi Inti (KI) dan Standar Kompetensi Dasar (KD) pada materi Pemanasan Global. Adapun tujuan pembelajaran yang dimaksud, sebagai berikut:
1) Siswa dapat menjelaskan definisi efek rumah kaca secara benar dengan mandiri melalui buku suplemen.
2) Siswa dapat menjelaskan proses terjadinya efek rumah kaca secara benar dengan mandiri melalui buku suplemen.
3) Siswa dapat menjelaskan definisi pemanasan global secara benar dengan mandiri melalui buku suplemen.
4) Siswa dapat menjelaskan penyebab terjadinya pemanasan global secara benar dengan mandiri melalui buku suplemen.
5) Siswa dapat menjelaskan dampak dari pemanasan global bagi kehidupan di bumi secara benar dengan mandiri melalui buku suplemen.
6) Siswa dapat mengidentifikasi upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pemanasan global secara benar dengan mandiri melalui buku suplemen.
7) siswa dapat mengetahui cara menanggulangi masalah perubahan iklim secara benar dengan mandiri melalui buku suplemen.
2. Tahap design (Perancangan)
Pada tahap ini peneliti membuat rancangan produk pengembangan yang sesuai dengan analisis permasalahan yang ada yaitu berupa buku suplemen materi pemanasan global berbasis berita untuk siswa SMP/MTs kelas VII. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendesain bahan ajar yang diinginkan. Terdapat empat fase dalam tahap perancangan ini, yaitu:
a. Tes Kriteria (constructing criterion-reference test)
Pada fase ini peneliti melakukan rancangan konstruksi tujuan- tujuan pembelajaran secara garis besar yang akan dijadikan bahan ajar. Rancangan ini dilakukan dengan menganalisis Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) materi pemanasan global pada kurikulum 2013.
b. Memilih Bahan Ajar (media selection)
Pada fase ini peneliti memilih bahan ajar yang cocok dengan permasalahan yang siswa hadapi, yaitu berupa Buku Suplemen Materi Pemanasan Global Berbasis Berita untuk Siswa SMP/MTs Kelas VII. Bahan ajar ini nantinya berupa media cetak yang kontennya disesuaikan dengan siswa SMP/MTs agar siswa dapat dengan mudah menerima dan memahami isi materi.
c. Pemilihan Bentuk Penyajian (format selection)
Bentuk penyajian rancangan buku suplemen ini peneliti merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2016 tentang Buku yang digunakan oleh Satuan Pendidikan. Adapun rancangan buku suplemen sebagai berikut:
1) Kulit buku terdiri dari kulit depan buku, kulit belakang buku, dan punggung buku.
2) Bagian awal buku terdiri dari halaman judul, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), tujuan pembelajaran.
3) Bagian isi terdiri dari peta konsep, materi, gambar/ilustrasi materi, kutipan kata-kata bijak.
4) Bagian akhir buku terdiri dari rangkuman, biografi penulis, daftar pustaka, dan lampiran.
Tabel 3. 3 Desain Buku Suplemen (Storyboard)
Bagian Isi/Tampilan Keterangan
1 2 3
1. Awal Buku
1. Cover
2. Kata pengantar 3. Daftar isi
4. KI, KD, dan tujuan pembelajaran
Halaman Judul/Cover:
1. Logo IAIN 2. Judul
3. Gambar Pemanasan Global
4. Peruntukan Buku Suplemen (SMP/MTs kelas VII)
5. Penulis Buku 6. KI
7. KD
8. Tujuan Pembelajaran
1 2
3
4 5
6
7
8
1 2 3
2.Isi Buku 1. Judul materi
2. Materi 3. Materi
4. Gambar terkait materi 5. Gambar terkait materi 6. Materi
7. Gambar terkait materi 8. Kata-kata bijak
3. Akhir Buku
1. Rangkuman 2. Biografi penulis 3. Daftar pustaka 4. Lampiran.
d. Rancangan Instrumen
Rancangan instrumen penelitian ini terdiri dari instrumen validasi ahli dan angket respon siswa.
3. Tahap develop (Pengembangan)
Pada tahap ini peneliti menyempurnakan produk yang dibuat, juga memvalidasi produk tersebut dengan harapan agar produk yang dihasilkan lebih baik dan memuaskan. Adapun produk yang telah selesai akan dinilai oleh validator ahli untuk mengetahui tingkat validasi produk dan akan diujikan kepada siswa untuk mengetahui respon siswa. terdapat dua fase dalam tahap pengembangan ini, yaitu:
a. Penilaian Ahli (expert appraisal)
Pada fase ini buku suplemen divalidasi atau dinilai oleh validator ahli meliputi: 1) tiga orang dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan sebagai ahli materi, ahli media, dan ahli pendidikan 2) satu orang guru IPA di MTsN7 Jember. Penilaian ahli bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas buku suplemen yang telah dibuat, agar nantinya dapat menghasilkan produk yang lebih baik.
b. Uji Pengembangan (developmental testing)
Pada fase ini peneliti akan menguji cobakan produk berupa Buku Suplemen Materi Pemanasan Global Berbasis Berita kepada siswa MTsN 7 Jember. Produk ini diuji cobakan secara terbatas kepada 8 orang siswa dan uji coba lapangan terdiri dari 32 siswa dengan memberikan angket respon siswa. pemilihan uji coba terbatas diambil dari perwakilan siswa tiap kelas VII, sedangkan uji coba lapang diambil dari jumlah siswa dalam satu kelas. Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui respon siswa sehingga mengetahui
revisi yang perlu dilakukan sehingga diharapkan menjadi produk yang lebih baik lagi.