BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
B. Prosedur Penelitian dan Pengembangan
Prosedur penelitian dan pengembangan yang digunakan oleh peneliti mengadopsi dari model pengembangan yang dikemukakan oleh Thiagarajan, dkk yaitu 4-D. Karena keterbatasan waktu dan biaya, maka pada penelitian ini terdapat keterbatasan yaitu pada tahap dessiminate tidak dilakukan, sehingga dimodifikasi menjadi 3D. Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan ini
telah disederhanakan oleh peneliti sesuai dengan kebutuhan penelitian. Berikut langkah-langkah penelitian adalah sebagai berikut:
1. Tahap I: Define (Pendefinisian)
Pada tahap pendefinisian ini peneliti melakukan kegiatan untuk mengetahui hal-hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran serta materi yang akan disajikan dalam bahan ajar Pocketbook. Materi yang akan dipilih dalam penelitian ini yaitu materi Sejarah yaitu Kehidupan Masyarakat pada Masa Islam yang merupakan salah satu materi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Terdapat 5 langkah dalam tahap pendefinisian ini anatara lain:
a. Analisis Ujung Depan (Front and Analysis)
Pada tahap ini peneliti menetapkan dan memunculkan masalah dasar dalam pembelajaran IPS. Dari masalah tersebut kemudian disusunlah alternatif bahan ajar yang relevan yaitu Pocketbook sebagai suatu solusi. Observasi dan wawancara terhadap guru IPS maupun siswa MTsN 6 Banyuwangi untuk mengumpulkan data. Selain itu peneliti juga melakukan analisis terhadap kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran IPS SMP kelas VII yaitu menggunakan kurikulum 2013.
b. Analisis Peserta Didik (Learner Analysis)
Analisis siswa pada tahap ini dilakukan untuk memahami keadaan atau kondisi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran IPS sebelum menggunakan bahan ajar hasil pengembangan oleh peneliti.
Kondisi peserta didik tersebut dapat dilihat dengan kemampuan dan gaya belajar peserta didik dalam belajar.
c. Analisis Konsep (Concept Analysis)
Analisis konsep yang akan dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk mengidentifikasi, menyusun, dan menetapkan konsep-konsep materi secara sistematis pada materi IPS yang akan disajikan dan dipelajari dalam bahan ajar pocketbookyaitu materi sejarah kehidupan masyarakat pada masa Islam. Penyusunan konsep ini berdasarkan atas Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam kurikulum 2013.
d. Analisis Tugas (Task Analysis)
Analisis tugas dalam penelitian ini dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk mengidentifikasi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik sesuai dengan kurikulum dan merinci isi pada materi secara umum sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) pada materi sejarah kehidupan masyarakat pada masa islam yang sudah ditentukan. Kurikulum yang digunakan di MTs Negeri 6 Banyuwangi yaitu kurikulum 2013.
e. Perumusan Tujuan Pembelajaran (Specifing Instructional Objectives) Perumusan tujuan pembelajaran ini dilakukan bertujuan untuk menyusun tujuan pembelajaran dan merumuskan indikator-indikator pembelajaran yang harus dikuasai dan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kurikulum yang sudah ditentukan.
2. Tahap II: Design (Perancangan)
Tahap perancangan ini dilakukan dengan tujuan untuk menyiapkan rancangan bahan ajar yang akan dikembangkan oleh peneliti. Terdapat 4 langkah yang harus dilakukan pada tahap perancangan, antara lain adalah sebagai berikut:
a. Penyusunan Standar Tes (criterion test construction)
Tes dilakukan dengan tujuan untuk mengukur hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS setelah menggunakan pocketbook yang dikembangkan. Tes dilaksanakan pada awal dan akhir kegiatan pembelajaran, Tes disusun berdasarkan KI dan KD yang sudah ditentukan pada materi sejarah Kehidupan Masyarakat pada Masa Islam.
b. Pemilihan Media (media selection)
Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk menetapkan bahan ajar yang akan dikembangkan yaitu bahan ajar berbasis Pocketbook, yang sesuai dengan karakteristik dan tujuan pembelajaran.
c. Pemilihan Format (format selection)
Format dalam penyusunan bahan ajar pocketbook ini diadopsi dari format pada beberapa pocketbook yang sudah ada sebelumnya.
Bahan ajar pocketbook ini didesain dalam bentuk ukuran kertas A6 dengan menggunakan font huruf variatif dan ukuran font 11 dengan bantuan desain menggunakan Microsoft Office Word dan Canva.
d. Membuat Rancangan Awal (initial design)
Pada langkah ini mencakup keseluruhan aktivitas yang dilakukan sebelum menguji coba produk bahan ajar pocketbook. Pada rancangan awal ini peneliti membuat prototype (produk awal) pocketbook tentang materi IPS yaitu sejarah Kehidupan Masyarakat pada Masa Islam.
Rancangan awal Pocketbook IPS yang akan dikembangkan adalah sebagai berikut: 1) Cover Depan, 2) Kata Pengantar, 3) Daftar Isi, 4) Pendahuluan, 5) Isi, 6) Daftar Pustaka, 7) Profil Penulis, 8) Cover Belakang
3. Tahap III: Develope (Pengembangan)
Tujuan tahap pengembangan untuk menghasilkan bentuk akhir perangkat pembelajaran setelah melalui revisi berdasarkan masukan ahli dan data uji coba pada peserta didik. Langkah yang harus dilakukan pada tahap ini adalah validasi/penilaian dari para ahli atau praktisi dan uji coba pengembangan.
a. Penilaian/validasi Ahli
Validasi adalah proses penilaian untuk mengetahui suatu produk yang akan dinialai valid (sah) atau tidak. Pada langkah ini produk yang dikembangkan harus melalui penilaian dari para ahli atau pakar yang dilakukan oleh dosen UIN KHAS Jember yaitu Bapak Dr.
Sutomo, M.Pd sebagai validator Ahli Desain, Bapak Dr. Hartono, M.Pd sebagai validator Ahli Bahasa dan guru IPS kelas VII di MTs
Negeri 6 Banyuwangiyaitu Bapak Drs. Heru Mursodo sebagai validator Ahli Materi. Melalui validasi tersebut, validator dapat memberikan kritik, saran, dan masukan dalam upaya memperbaiki produk bahan ajar Pocketbook agar layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran IPS.
b. Uji Coba Pengembangan
Kegiatan ini merupakan uji coba rancangan produk pada sasaran subjek yang sesungguhnya. Uji coba lapangan dilakukan untuk memperoleh masukan langsung berupa respons, reaksi, komentar peserta didik sebagai sasaran pengguna terhadap perangkat pembelajaran yang telah disusun. Hasil uji coba akan digunakan untuk memperbaiki produk. Thiagarajan menjelaskan bahwa uji coba dan revisi dilakukan hingga memperoleh produk pembelajaran yang konsisten, efektif, dan efisien.
4. Tahap IV: Disseminate (Penyebaran)
Tahap akhir pengembangan produk adalah tahap desiminasi.
Thiagarajan membagi tahap dissemination menjadi 3 tahap yaitu validation testing, packaging, diffusion, dan adoption. Produk yang telah direvisi kemudian diimplementasikan pada sasaran yang lebih luas.
Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas produk yang dikembangkan.
Namun pada penelitian ini, peneliti hanya melakukan sampai 3 tahapan saja, yaitu tahap pengembangan (Development). Hal tersebut
dikarenakan adanya keterbatasan waktu dan biaya serta bahan ajar yang dimaksudkan tidak untuk disebarluaskan pada kelompok yang lebih luas sehingga tidak memungkinkan untuk dilaksankan. Oleh sebab itu peneliti hanya melaksanakan sesuai dengan kebutuhan penelitian saja.56