• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

C. Rencana Tindakan

Penelitian ini, termasuk penelitian tindakan kelas, pada umumnya bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang menggambarkan penyebab dan akibat tindakan, menggambarkan apa yang terjadi ketika tindakan diberikan, dan menggambarkan proses dari awal tindakan sampai setelah tindakan. Dengan demikian, penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang menggambarkan proses dan hasil.53

53 Suharsimi Arikunto, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: Bumi Aksara, 2017), hlm. 1.

Adapun waktu penelitian dilakukan pada semester genap tahun pelajaran 2022. Untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan maka peneliti membuat beberapa tahapan yang akan dilakukan dalam penelitian tindakan kelas. Model ini terdiri dari 4 komponen, yakni perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Proses penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:

Berikut ini langkah-langkah penelitian tindakan kelas pada masing- masing siklus:

Siklus I

1. Perencanaan

Perencanaan merupakan tahapan dalam mempersiapkan sesuatu yang dibutuhkan dalam penelitian, antara lain:

a. Menyiapkan perangkat mengajar (alat dan bahan) yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilaksanakan.

b. Menetapkan materi pembelajaran sebagai bahan ajar dalam penelitian yang disesuaikan dengan kurikulum mata pelajaran pada silabus.

Perencanaan

Refleksi Siklus I Pelaksanaan

Pengamatan Perencanaan

Siklus II Pengamatan

Refleksi Pelaksanaan

c. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang berdasarkan materi yang telah ditetapkan yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran tiap siklus.

d. Membuat skenario pembelajaran dengan model PBL e. Membuat jadwal pembelajaran

f. Menyiapkan lembar observasi yang disesuaikan dengan tindakan yang akan dilakukan pada siswa, sebagai pengumpul data untuk mencatat kegiatan yang dilakukan siswa, hasil lembar observasi dalam bentuk persentase angka yang akan dibandingkan dengan minat belajar siswa pada waktu evaluasi akhir siklus.

2. Pelaksanaan Tindakan

Segala sesuatu yang direncanakan pada tahap sebelumnya dilakukan pada tahap ini. Pelaksanaan tindakan merupakan pelaksanaan kegiatan pembelajaran sesuai RPP yang telah diidentifikasi. Dalam melakukan hal tersebut, guru berperan dalam memberikan materi, sedangkan peneliti berperan sebagai pengamat dalam proses pembelajaran.

Tindakan yang dilakukan di dalam kelas dalam proses pembelajaran meliputi:

a. Melaksanakan apersepsi pada setiap siklus sebagai gambaran materi yang akan diajarkan kepada siswa.

b. Memotivasi siswa pada setiap siklus tentang pentingnya penguasaan materi serta mengenali karakter siswa agar mempermudah guru dalam

mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi siswa yang dapat menghambat proses belajar-mengajar.

c. Melaksanakan tahapan-tahapan pembelajaran yang disinkronkan dengan RPP. Secara umum tahapan pembelajaran pada setiap siklus dilaksanakan dengan cara:

1) Menentukan tujuan pembelajaran.

2) Memberikan informasi pada siswa terkait materi pembelajaran.

3) Guru meminta kepada siswa mengajukan pertanyaan yang mereka dapatkan tentang materi zakat m ̅l.

4) Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok untuk mendisukusikan tentang materi zakat m ̅l.

5) Guru meminta setiap kelompok siswa memberikan taggapan terkait masalah yang diajukan.

6) Guru mengevaluasi dengan memberikan tes akhir untuk setiap siklus berupa soal-soal yang ada hubunganya dengan materi yang ajarkan dan selanjutnya dibahas ulang ketika pembelajaran dikelas.

Hasil tes akan diolah menjadi angka sehingga akan memperoleh hasil belajar dari belajar yang didapatkan oleh siswa, dan untuk bahan perbandingan lembar observasi.

7) Menganlisis hasil dari evaluasi ini untuk melihat kesuksesan model yang terapkan serta mengenalisis kesulitan-kesulitan yang menjadi penyebab penghambat dalam meningkatkan minta belajar siswa.

8) Merevisi proses pembelajaran sebagai bahan perencanaan pada siklus berikutnya.

3. Observasi

Observasi dilaksanakan untuk memperoleh gambaran secara objektif selama proses pembelajaran berlangsung, dan mengamati prilaku siswa ketika penelitian tindakan berlangsung. Observasi dilaksanakan sebagai penerapan tindakan dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam proses pembelajaran observer yang berkompeten dibidang pendidikan agama Islam, sebagai pengamat aktivitas siswa.

Disamping itu pengamatan terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan masalah siswa yang dilaksanakan dengan memberikan tes, hasil observasi tes dicatat untuk direvisi untuk siklus selanjutnya. Tahapan observasi secara umum digambarkan sebagai berikut:

a. Mengamati aktivitas siswa dan hambatan-hambatan, serta kesulitan yang dialami baik siswa maupun guru selama proses pembelajaran.

Aktivitas siswa dicatat pada lembar observasi yang dilakukan oleh observer. Hasil dari observasi digunakan untuk memperbaiki pelaksanaan siklus berikutnya.

b. Mengevaluasi hasil belajar siswa dengan memberikan tes pada setiap akhir siklus.

4. Refleksi

Refleksi adalah meninjau tindakan yang dilakukan di kelas dan mencatatnya pada lembar observasi. Setelah menyelesaikan kegiatan

pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah.54 Refleksi ialah sebagai tahapan dalam mengkaji, memperhatikan dan mempertimbangkan dari hasil tindakan kelas yang dilakukan seperti hambatan-hambatan dan juga hal-hal lainnya yang ada hubungannya dengan proses pembelajaran sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan siklus berikutnya. Secara umum kegiatan yang dilakukan tahap ini yakni:

1) Menganalisis hasil observasi ketika pelaksanaan tindakan kelas disiklus pertama berlangsung.

2) Mencari jalan pemecahan masalah tersebut yang ditemukan sebagai bahan dalam perencanaan tindakan siklus selanjutnya.

Refleksi selama penelitian dilakukan, hasil dianalisis dan keberhasilannya diperiksa. Dari infromasi atau data yang diterima pada saat mengajar dan magang, jika hasil analisis siklus 1 gagal, analisis tersebut direfleksikan untuk menentukan tindakan pada siklus 2 untuk mencapai tujuan yang diinginkan.55

Siklus II

1. Tahap perencanaan

Rencana tindakan siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I.

Hanya pada siklus kedua, kekurangan pada siklus pertama diperbaiki.

Dalam merencanakan tindakan ini, peneliti dan guru menyiapkan RPP.

Selain itu, selama siklus ini, guru dan peneliti menyiapkan fasilitas yang

54 Kusnandar, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakata: Rajawali Pers, 2010), hlm. 71.

55 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), hlm. 71.

diperlukan untuk proses pembelajaran, seperti lembar observasi untuk kegiatan guru dan siswa, kemudian siapkan soal dan jawaban tes.

2. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Segala sesuatu yang direncanakan pada fase sebelumnya akan dieksekusi pada fase ini. Pelaksanaan tindakan meliputi pelaksanaan kegiatan pembelajaran berdasarkan RPP yang telah disusun. Dalam pelaksanaan tindakan ini, guru berperan sebagai pemberi materi dan peneliti berperan sebagai pengamat dalam proses pengajaran.

3. Tahap Melakukan Pengamatan

Observasi dilakukan agar dapat melihat efek tindakan yang dilakukan dengan model PBL yang diterapkan, observer to observer, kemudian semua kegiatan mengajar yang terjadi dicatat dalam lembar observasi. Kegiatan yang diamati adalah seluruh kegiatan guru dan siswa yang melaksanakan kegiatan pembelajaran di dalam kelas.

4. Tahap Melakukan Refleksi

Refleksi dilakukan dalam penelitian ini untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang muncul selama proses belajar mengajar siklus II untuk mencapai tujuan yang diinginkan.56

Dokumen terkait