• Tidak ada hasil yang ditemukan

Di tepi jalan raya Dongfeng Donglu, aku bertanya pada sejuta sepeda Yang bergulir lalu, mereka sibuk mengukir nasib bersama Seraya mengepulkan anyaman debu,

Pada empat arah mata angin kubaca senarai 1000 juta manusia, tapi Telapak tanganku hanya mampu menyentuh permukaan Samudera 5000 tahun sejarahmu, lalu aku bertanya-jawab Dengantembikar tua bertuliskan kaligrafi biru,

Di depan musium berderet bunga sembilan warna, cuaca menjelang Musim gugur tapi yang kau tawarkan senantiasa musim bunga, Dan kini kau putar balik arlojiku lima abad jangkanya,

Di kampung kelahiranmu, Kun Yang, aku terkenang pada klenteng sam Po Kong di Semarang, pada pelayaranmu ke Aceh dan

Palembang, lalu persinggahanmu si Malaka dan Singapura, Angin bertiup mendaki bukitmu, merayap diantara dedaunan berangan

Dan cemara berdaun jarum biru, mengantarkan dingin pada Leher jaketku, ketika aku terpaku berdiri di depan makam haji Ma ayahmu, dan Al-fatihah basah di lidahku,

Kami peziarah diingatkan tentang seorang pelaut perkasa melalui kubur ini, kubur ayahnya, namun di mana makam ibunya tak ada yang

dijinakannya badai samudera dengan awak kapalnya, dia lah laksamana yang menjelajah tapi tidak menjajah, dan disulamnya benang hijau di atas layar sejarah,

f

..

.

Nama NIM Jurusan Fakultas

: Dede Sunarya : 1110013000096

: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia : Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

INDONESIA DI SMA.

Dosen Pembimbing : Rosida Erowati, M. Hum.

No JudulBuku

1 Burhan Nurgiyantoro: Teari Pengkajian Fiksi

2 Wahyudi Siswanto: Pengantar Teori Sastra

3 Subijantoro Atmosuwito: Perihal Sastra dan Religiusitas Dalam Sastra

4 Y.B. Mangunwijaya: Sastra dan Relegiusitas

5 Rina Ratih Sri Sudaryani:

Religiusitas dalam Beberapa Prosa Indonesia. Diakses pada minggu, 9 januari, 2011, pukul

10:40 WIB

(http://www.geocities.com).

6 Sitanggang: Religiusitas Dalam Tiga Novel Modern

7 Subijantoro Atmosuwito: Perihal Sastra dan Religiusitas dal9m Sastra

8 Andre, Harjana: Kritik Sastra Sebuah Pengantar

9 Rahmat Djoko Pradopo:

Pengkajian Puisi

10 Maman, S. Mahyana: 9 Jawaban Sastra Indonesia Sebuah Orientasi

It-

Judul Skripsi : RELIGIUSITAS PADA DUA PUISI /SAJADAH PANJANG DANSEMBILAN BAIT NYANYIAN UNTUK CHENG HOI KARYA TAUFIK ISMAIL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA

Paraf {\

ct1

~ J4

cf1

~.

cP1

J1 ~A

dl1 ~

BABI Halaman Hal. 3 Hal. 26-27 Hal. 123 Hal. 124 Hal. 18-20

Hal. 1

Hal. 123-124

Hal. 81 Hal. 7 Hal. 264

Nomor Catatan kaki

No.1 No.2 No.3 No.7 No.4 No.5

No.6

No.7

No.8 No.9 No. 10

Arab Pengantar Teori dan Terapan

12 I Hennan J Waluyo: Teori dan I Hal. 264 Apresiasi Puisi

13 I Prof. Dr. Lexy J Moleong: I Hal. 4 Metodologi Penelitian Kualitatif

14 I Hadari Nawawi dan Martini I Hal. 67 Hadari: instrumen Penelitian

BidanK Sosial

15 I Syamsuddin AR dan Vismaia S. I Hal. 73-74 Damaianti: Metode Penelitian

Pendidikan Bahasa

16 I Jabrohim: Metodologi Penelitian I Hal. 53 Sastra

17 I Nyoman Kutha Ratna: Teori, I Hal. 53 Metode, dan Teknik Penelitian

Sastra

BABII

~

No JudulBuku Halaman

Subijantoro Atmosuwito: Perihal I Hal. 123-124 Sastra dan Religiusitas Dalam

Sastra

2 Y.B Mangun wijaya: Sastra dan Hal. 54-55.

Religiositas Hal. 12

Hal. 17 3 Agus M. Harjana: Religiositas, Hal. 29-30

Agama dan Spiritualitas Hal. 47 4 Wahyudi Siswanto: Pengantar Hal. 107

Teori Sastra

5 Hennan J Waluyo: Teori dan

I

Hal. 22

Apresiasi Puisi Hal. 23

Hal. 106-131 Hal. 27 Hal. 68-69 Hal. 10 Hal. 9 6 M. Atar semi: Anatomi Sastra Hal. 135 7 Rahmat Djoko Pradopo: Hal. 61-62

Pengkajian Puisi Hal. 144

8 B. Rahmanto: Metode Pengajaran Hal. 15-25 Sastra

9 Suwardi Endraswara: Metode dan Hal. 109 Teori Pengajaran Sastra Hal. 111

No. 12 No. 13 No. 14

No. 15

No. 16 No. 17

Nomor Kaki No. 18

No. 19 No. 20 No. 21 No. 22 No. 23 No. 24 No. 25 No. 26 No. 27 No. 28 No. 30 No. 31 No. 32 No. 29 No. 33 No. 34 No. 35 No. 36 No. 37

~n ,,~

cPin

J1 ~ n

» r\~

Catatan I Paraf

JA

f\

"

JAn f\cJA

JA

cP

f\

~

c0

c&i ~

l

"

4/S IND 1201114 Chapterl. Pdf

No Judul Buku

1 Dendy, Sugono, Ensiklopedia Sastra Indonesia Modern

2 Miftahul Fajri: Biografi Taufik Ismail. Diakses pada 12 Desember 2015, pukul 02:30 WIB.

htt12s:1Imiftahulajri. word12ress.com 12009111123lboigrafi taufik ismai II

3 Republika: Taufik Ismail harap pendidikan sastra bisa ditingkatkan. Diakses tanggal 30 Desember 2015, pukul 09:07 WIB.

htt12:llwww.re12ublika.co.idlberitai 12endidikan/eduactionlI5/05/28/n12 29bv-taufik-ismail-hara12­

12endidikan -sastra -bisa­

ditingkatkan,.

4 Samsoel Rizal: Melacak jejak pemikiran Taufik Ismail. Diakses tanggal15 apri12016, puku121:34 WIB.

htt12s:/Isamsoerizal. word12ress.com 12009/07/20/melacak-jejak­

12emikiran-taufig -ismail-bag!­

Dendidikan-indonesia/,

5 Kemdikbud: Mendikbud miliki kenangan inspiratij dengan tokoh nasional. Diakses pada 12 April 2016, pukul 20:34 WIB.

htt12:llwww.kemdikbud. go.id/mai nlblogL20 15/08/mendikbud­

mil iki -kenangan -ins12iratif­

dengan-tokoh-nasional-4554­

4554-4554, .

~

BAB III

Halaman No Catatan kaki Paraf !'t

Hal.242 No. 39 No40

cf4

cP

No. 41

~

No. 42

cr

No43

C ~ r

italI511711rumah-budaya­

I1eringati-ulang-tahun-taufik­

ismail.html,.

BABIV

No Judul Buku Halaman No Catatan kaki Paraf 11

1 Marwan Saridjo, Sastra dan Hal. 140 No. 45

Agama Hal. 176 No. 53

f)4

C{

A

2 Herman J.Waluyo, Teori dan Hal. 135 No. 46

Apresiasi Puisi

cf4

3 Prof. Kong Yuanzhi, Muslim Hal. Xvii No. 47

TiongHoa Cheng Ho Hal. 220 No. 48

Hal. 180 No. 49 Hal. Xvi No. 50 Hal. 60 No. 51 Hal. 10 No. 52 Hal. 287 No. 54

Hal. 19 Hal. 9-10 No. 55 No. 57

~

Hal. 47 No. 58 Hal. 51 No. 59

4 Rizal Tanjung: Cendikiawan No. 56

Muslim. Diakses 3 November No. 60 2015 pada pukul 16:21 WIB

httI1:llrizal­

tanjung. blogsI1ot.co.id/20 12/0 111 0

Q-tokoh-cendikiawan­muslim.html.

r

5 Academia: Peranan Sastra dalam No. 61 Pendidikan. Diakses tanggal 17

April 2016, pukulll:31 WIB.

htt2://www.academia.edu/669599

J

.JL~<ergnall=SaS!ra_ dalam ~..P.§.mliill

kan Karakter.

Diakses pada 17 April 2016, pukul 11:38 WIB

htt12://www.infodiknas.com/12eran­

sastra-dalam-12embentukan­

k~n!l51~r=Q!!ng~fl-,.ht..wl.

T

RENCANAPELAKSANAANPEMBELAJARAN (RPP)

NAMA SEKOLAH MATA PELAJARAN KELAS ISEMESTER ASPEK PEMBELAJARAN ST ANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR

Indikator Pencapaian Kompetensi

Mampu mengidentifikasi unsur­

unsur intrinsik (tema, perasaan, nada dan suasana, amanat) dari puisi yang telah dibaca.

Mampu mengaitkan unsur intrinsik (terna, perasaan, nada dan suasana, amanat) dengan kehidupan sehari­

hari.

ALOKASI W AKTU

't TUJUAN PEMBELAJARAN

SMAN 1 Tajur Halang Bahasa dan Sastra Indonesia X (sepuluh) I 1 (ganjil) Membaca

Memaharni wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi

Menganalisis keterkaitan kehidupan sehari-hari Nilai Budaya dan Karakter Ban2sa

(iF Kreatif

(iF Bersahabatl komunikatif

(iF Gernar membaca

(iF Tekun

(iF Tanggungjawab

(iF Rasa horrnat dan perhatian

4 x 45 menit (2 pertemuan}

unsur intrinsik dengan Kewirausahaanl Ekonomi Kreatif

(iF Keorisinilan

(iF Kepernimpinan

TUJUAN • Mampu mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik (tema, perasaan, nada dan suasana,amanat) dari puisi yang telah dibaca.

• Mampu mengaitkan unsur intrinsik (terna, perasaan, nada dan suasana, amanat) dengan kehidl.ll'an sehari-hari ..

MATER! POKOK • Pengertian puisi

PEMBELAJARAN • Unsur-unsur intrinsik dalam puisi

• Cara menentukan unsur-unsur intrinsik (tema, gaya bahasa, amanat) serta im~lementasinya den_gan kehidu..£an sehari-hari

METODE PEMBELAJARAN Tanyajawab

Ceramah

Diskusi kelompok

CTL (Contextual Teachirlg and Learning) Penugasan dan resitasi

Utami, dkk., terbitan Pus at Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional tahun 2008 halaman 51-56.

• Dua Puisi Sajadah Panjang dan Sembilan bait Nyanyian untuk Cheng Ho dari Antologi puisi Malu Aku Jadi Orang Indonesia karya Taufiq Ismail.

• Wahyudi, Siswanto, Pengantar Teari Sastra, terbitan Grasindo tahun 2008.

• Herman lWaluyo, Teari dan Apresiasi Puisi, terbitan Erlangga tahun 1987

KEGIATAN PEMBELAJARAN

ALOKASI

TAHAP KEGIATAN GURU KEGIATAN SISWA

WAKTU Pertemuan ke 1

PEMBUKA Iff' Guru mengucapkan Iff' Peserta didik menjawab 10 menit salam dan menanyakan salam dan kabar dari

kabar peserta didik. guru.

Iff' Guru dan peserta didik Iff' Peserta didik dipimpin

berdoa bersama sebelum oleh ketua ke1as berdoa pembelaj aran. bersama guru.

Iff' Guru me1akukan absensi Cir Peserta didik

ke1as. menyebutkan ternan

Iff' Guru memberikan sekelas yang tidak hadir.

informasi kompetensi, Iff' Peserta didik diharapkan meteri, tujuan, manfaat, menyimak apa yang dan langkah disampaikan guru terkait pembelaj aran yang akan informasi kompetensi, dilaksanakan. meteri, tujuan, manfaat,

dan langkah

pembelaj aran yang akan dilaksanakan.

INTI Eksplorasi 15 menit

Iff' Guru membuka I Iff' Peserta didik diharapkan

schemata peserta didik menjawab dengan mengenai materi puisi antusias.

yang akan menj adi I Cir Peserta didik menyimak fokus pembahasan: penj elasan dari guru.

Iff' Peserta didik mencatat

Apakah kalian hal-hal penting dari

tahu apa itu penj elasan guru mengenai pengertian PUIS!,

puisi?

beberapa unsur intrinsik

Masih ingatkah yaitu tema, perasaan,

kalian dengan

nada dan suasana, dan tugas sebelumnya

amanat puisi yang akan yakni membaca

menjadi fokus

Puisi religius yakni

pem0ahasan.

• "Apa yang terlintas I (ff'

di pikiran kalian ketika mendengar kata Sajadah panjang dan Sembilan Bait Nyanyian untuk Cheng Ho?"

• "Apakah kalian pemah mendengar puisi Sajadah Panjang dan Sembilan Bait Nyanyian untuk Cheng Ho?"

• Kalau kalian pemah mendengar tentang puisi sajadah panjang biasanya tersebut telah dimusikalisasi menj adi lagu, diputar di berbagai media elektronik

saat bulan

Ramadhan,

sementara, tentang pUlSl Cheng Ho adalah puisi keagamaan yang menceritakan kebesaran salah

satu tokoh

mubaligh.

apa amanat atau

(ff'

pesan yang mgm disampaikan pengarang lewat puisi tersebut?

(ff' Guru memberikan

umpan balik terhadap jawaban peserta didik.

(ff' Guru menj e1askan

secara lebih mendetail beberapa unsur-unsur

Peserta didik membentuk ke1ompok diskusi dengan mengambil potongan kcrtas berwama dan bemomor.

Tiap kelompok

diharapkan fokus dalam

berdiskusi dan

mcmastikan anggota ke1ompok dapat mengerj akan tugas yang diberikan:

• menjelaskan unsur intrinsik (tema, perasaan, nada dan

40 menit

CiT Guru memfasilitasi Ho yang telah dibaca peserta didik untuk

mengidentifikasi membentuk kelompok keterkaitan antar unsur diskusi dengan memilih intrinsik (tema, gaya potongan kertas bahasa, amanat) pada

berwama dan dua PUISl religius

bemomor. Sajadah Panjang yang

telah dibaca.

CiT Tiap ke1ompok dapat

Elaborasi mengatur proses

CiT Guru membantu penyelesaian tugas

peserta didik untuk dengan tepat waktu.

menge1aborasi CiT Tiap ke1ompok

informasi yang didapat mengemukakan kendala dengan memberi tugas yang didapat saat proses secara berkelompok: penyelesaian tugas.

• untuk menjelaskan unsur intrinsik (tema, perasaan nada dan suasana, amanat) pada dua pulSl religius Sajadah Panjang dan Sembi/an Bait

Nyanyian untuk I I 10 menit

Cheng Ho yang telah dibaca dengan bukti kutipan yang meyakinkan .

• untuk

. mengidentifikasi keterkaitan antar unsur intrinsik (tema, perasaan, nada dan sua sana, amanat) pada dua puisi religius Sajadah Panjang dan Sembi/an Bait Nyanyian untuk Cheng Ho yang telah dibaca

t CiT Guru memberitahu

waktu pengerjaan tugas

kelompok dan

Cff' Guru menanyakan kepada tiap ke1ompok kendala apa saja yang didapat saat proses penyelesaian tl,!gas.

PENUTUP Cff' Guru menyimpulkan Cff' Peserta didik diharapkan I 10 menit hasil pembelajaran dan menyimak apa yang

mengingatkan tugas disampaikan guru terkait untuk pert emu an simp ulan hasil selanjutnya yakni pembe1ajaran dan mempresentasikan hasil informasi tugas untuk

diskusi. pertemuan selanjutnya.

Cff' Guru meminta ketua Cff' Peserta didik berdoa.

ke1as memimpin doa.

Pertemuan ke 2

PEMBUKA Cff' Guru mengucapkan Cff' Peserta didik menjawab 10 menit salam dan menanyakan salam dan kabar dari

kabar peserta didik. guru.

Cff' Guru dan peserta didik Cff' Peserta didik dipimpin

berdoa bersama sebe1um oleh ketua ke1as berdoa pembe1aj aran. bersama guru.

Cff' Guru melakukan absensi Cff' Peserta didik

ke1as. menyebutkan ternan

Cff' Guru memberikan sekelas yang tidak hadir.

informasi kompetensi, Cff' Peserta didik diharapkan meteri, tujuan, manfaat, menyimak apa yang dan langkah disampaikan guru terkait pembe1ajaran yang akan informasi kompetensi, dilaksanakan. meteri, tujuan, manfaat,

dan langkah

pembelaj aran yang akan dilaksanakan.

INTI

I

Eksplorasi

Cff' Guru membuka Cff' Peserta didik diharapkan I 10 menit

schemata peserta didik menjawab dengan mengenai pe1ajaran antusias.

sebelumnya dengan Cff' Peserta didik diharapkan

memberi pertanyaan: menyimak penje1asan

tentang lSI Sajadah

Panjang dan

Sembilan Bait Nyanyian untuk Cheng Ho?"

"Unsur-unsur apa saja yang terdapat dalam sebuah puisi?"

"Bagaimana cara menentukan tema pada puisi?"

"Bagaimana cara menentukan gaya bahasa dalam puisi?"

"Bagaimana cara menentukan amanat puisi?"

Off' Guru memberikan

umpan balik terhadap j awaban peserta didik.

Elaborasi

Off' Guru meminta peserta Off' Peserta didik berkumpul

didik untuk berkumpul dengan kelompok dengan kelompok masing-masing.

masing-masing. Off' Secara bergantian, nomor

Off' Gum memanggil salah yang dipanggil I 40 menit

satu nomor peserta didik melaporkan hasil di setiap ke1ompok. diskusinya.

Off' Guru memberikan nil ai, Off' Kelompok lain diberi

ulasan dan tanggapan kesempatan untuk atas setiap hasil memberikantanggapan.

presentasi kelompok.

Konfirmasi

Off' Guru meminta peseta I Off'

Peserta didik

didik mengungkapkan

mengungkapkan manfaat manfaat yang dapat

yang dapat diambil dari

diambil dari

pembelajaran hari ini pembe1ajaran hari ini.

dengan aktif.

10 menit

PENUTUP Off' Guru meminta ketua I Off' Peserta didik berdoa.

kelas memimpin doa. 5 menit

,.

>'

PENILAIAN TEKNIK

DAN BENTUK

Mengetahui, Kepala Sekolah

Drs. Nurhalim NIP.INIK.

Tugas:

• Peserta didik diminta membaca puisi Sajadah Panjang dan Sembi/an Bait Nyanyian untuk Cheng Ho karya Tauiq Ismail dua minggu sebelum materi pembelajaran.

• Peserta didik diminta berdiskusi untuk memahami unsur intrinsik (tema, perasaan, nada dan suasana, amanat) pada puisi Sajadah Panjang dan Sembi/an Bait Nyanyian untuk Cheng Ho karya Tauiq Ismail

• Secara kelompok peserta didik diminta untuk mengidentifikasi dan menganalisis keterkaitan unsur intrinsik (tema, perasaan, nada dan suasana, amanat) pada puisi Sajadah Panjang dan Sembi/an Bait Nyanyian untuk Cheng Ho karya Tauiq Ismail serta implementasinya dengan kehi<luQan sehari-hari.

Observasi kinerjaiDemontrasi:

• Tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara bergantian.

• Kelompok lain menyimak dan menanggapi setiap hasil presentasi

kelom~ok.

Bogor, 10 Juni 2016

Guru Bahasa Indonesia

Dede Sunarya NIP.INIK '"

1. Pengertian Puisi

Dalarn kamus besar bahasa indonesia, puisi diartikan sebagai ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Luxemburg dalam Wahyudi Siswanto, menyebutkan, puisi adalah teks­

teks monolog yang isinya bukan pertama-tama merupakan sebuah alur!.

Puisi adalah karya sastra. Semua karya sastra bersifat imajinatif. Bahasa sastra bersifat konotatif karena banyak digunakan makna kias dan makna lambang (majas). Dibandingkan dengan bentuk karya sastra yang lain, puisi lebih bersifat konotatif. Bahasanya lebih memiliki banyak kemungkinan makna. Hal ini disebabkan terjadinya pengkonsentrasian atau pemadatan segenap kekuatan bahasa di dalam puisi. Struktur fisik dan batin puisi juga padat. Keduanya bersenyawa secara padu bagaikan telur dalam adonan roti Reeves, dalam Waluyo.2

Sebagai karya sastra, puisi memiliki dua fungsi utama seperti yang dikemukakan Horatius dalaffi Teeuw tentang dulce et utile, bahwa sastra memiliki fungsi keindahanlkenikmatan dan kegunaanlbermanfaat bagi pembacanya. Sebuah puisi biasanya memiliki setidaknya satu dari dua fungsi tersebut.

2. Unsur Intrinsik Puisi

Mengidentifikasi tema, perasaan (feeling), nada dan suasana, dan amanat dalam puisiyang dibaca:

a. Tema

Tema merupakan gagasan pokok atau subject-matter yang dikemukakan oleh penyair. Pokok pikiran atau pokok persoalan itu begitu kuat mendesak dalam jiwa penyair, sehingga menjadi landasan utama pengucapannya. Jika desakan yang kuat itu berupa hubungan antara penyair dengan Tuhan, maka puisinya bertema ketuhananan. Tema puisi harus dihubungkan dengan penyaimya, dengan konsep-konsepnya yang terimajinasikan . oleh sebab itu, tema bersifat khusus (penyair), tetapi obyektif (bagi semua penafsir), dan lugas (tidak dibuat-buat).

b. Perasaan (feeling)

Dalam menciptakan puisi, suasana perasaan penyair ikut diekspresikan dan harns dapat dihayati oleh pembaca. Untuk mengungkapkan tema yang sarna, penyair yang satu dengan perasaan yang berbeda dari penyair lainnya, sehingga hasil puisi yang diciptakannya berbeda pula. Oleh sebab itu suasana perasaan penyair dan ekspresinya dalarn proses penciptaan puisi berbeda-beda meskipun mengangkat tern a yang sarna.

'Wahyudi, Siswanto, Pengantar Teori Sastra, (Jakarta: Grasindo, 2008), eet I, h.107.

2Herman J.Waluyo, Teori dan Apresiasi Puisi, (Jakarta: Erlangga, 1987), eet. I, h. 22.

keadaan jiwa pernbaca sete1ah rnernbaca puisi itu atau akibat psikologis yang ditirnbulkan puisi itu terhadap pernbaca. Jika kita bicara tentang sikap penyair, rnaka kita berbicara tentang nada, jika kit a berbicara tentang suasana jiwa pernbaca yang tirnbul setelah rnernbaca puisi, rnaka kita berbicara tentang suasana. N ada dan suasana pusi saling berhubungan karena nada puisi rnenirnbulkan suasana terhadap pernbacanya.

d. Amanat (pesan)

Arnanat yang disarnpaikan oleh penyair dapat ditelaah sete1ah kita rnernaharni terna, rasa, dan nada puisi itu. Tujuaniarnanat rnerupakan hal yang rnendorong penyair untuk rnenciptakan puisinya.arnanat tersirat dibalik kata kata yang disusun, dan juga berada dibalik terna yang diungkapkan. Arnanat yang hendak disarnpaaikan oleh pen yair rnungkin secara sadar berada dalarn pikiran penyair, narnun lebih bayak penyair tidak sadar akan arnanat yang diberikan. Banyak penyair yang tidak menyadari apa arnanat puisi yang ditulisnya. Mereka yang berada dalarn situasi demikian biasanya rnerasa bahwa menulis puisi merupakan kebutuhan untuk berekspresi atau kebutuhan untuk berkornunikasi atau kebutuhan untuk aktualisasi diri.3

3Herman J.Wal~yo, Teori dan Apresiasi Puisi, (Jakarta: Erlangga, 1987), eet. I, h. 106-131.

",

'anianfT dan Sembi/an Bait Nvanvian untuk Chen!! Ho karva Tauia Ismail :

1. I Tema

2. I Perasaan

3. Nada dan Suasana

4. I Amanat

JawabanLKS Kelompok ke­

Anggota kelompok

No I Unsur Jawaban Bukti

intrinsik

1. I Tema Ketuhanan Pada penggalan kata Sajadah

merupakan simbolik dari ibadah sholat dan kata Panjang Secara fungsi puitis, kedua kata tersebut saling bertaut, sebab kata

"panjang" memberikan penekanan makna pada kata

"terbentang". Selanjutnya pada larik kedua sampai keempat, penyair mengkongkretkan gambaran waktu dalam pikiran pembaca, ia menggunakan pengimajian visual berupa

ungkapan Idarikaki

buaianlsampai ke tepi kuburan

..

2. I Perasaau Khusyuk

konkret pembaca diberikan daya bayang berupa imaji visual, agar terlihat j elas keadaan waktu dimulainya kewajiban seorang manusia sebagai hamba terhadap Tuhannya, yakni sejak manusia dilahirkan sampai manusia itu meninggal dunia. sementara pada puisi kedua Sembilan bait Nyanyian untuk Cheng Ho Dalam PUISI 1111 penyair sangat mengagumi seorang tokoh yang bemama Cheng Ho, seorang bahariawan muslim yang berasal dari Tiongkok, ia diutus oleh kaisar Zhu Di untuk mengemban misi dari negaranya tiongkok atau kerajaan Dinasti Ming pada masa silam. Untuk menjalin hubungan bilateral antar negara di Asia Tenggara, dalam memajukan perniagaan antara Tiongkok dan negara-negara tersebut, selain mengemban misi tersebut, Cheng Ho juga mempunyai mlSl pribadinya yakni menyebarkan agama Islam dalam perjalanan muhibahnya.

Perasaan atau ekspresi pengarang saat menciptakan puisi adalah Pada penggalan puisi Sajadah panjang di bait ke dua baris ke dua "hamba tunduk dan sujud" dan pada bait ke tiga baris ke lima "kembali tersungkur hamba" selanjutnya pada puisi ke dua Sembi/an Bait Nyanyian untuk Cheng Ho terdapat di bait ke enam baris pertama "Kami peziarah

diingatkan tentang seorang pelaut perkasa melalui kubur" dan pada bait ke tujuh baris ke tiga

"

3. I Nada dan Suasana

.,

4. Amanat

..

,

N asihat dan Dakwah

Tujuan hidup manusia mencari ridho Allah, beribadah kepadanya, berbuat baik kepada manusia. A~ar kita

adalah selalu dan sesama d<iI)at

olah ikut khusyuk dalam memahami melaui kata perkata puisi yang tersirat.

Pada puisi Sajadah Panjang nasihat yang terkandung di dalarnnya adalah bahwa kehidupan manusia di dunia ini adalah hanya untuk beribadah semata, seperti yang terdapat pada penggalan puisi di bait pertama baris pertama dan di baris-baris selanjutnya IAda sajadah panjang terbentangl, Idari kaki buaianl, Isampai ke tepi kuburan hambal, Ikuburan hamba bila mati/.dan nasihat yang terkandung pada puisi kedua Sembi/an Bait Nyanyian untuk Cheng Ho adalah kita hams mampu mengambil suri tauladan dari sosok Cheng Ho yakni selalu bersifat amanah, hidupnya hanya untuk menegakkan kebenaran menyebarkan Agama Allah, dan hidupnya selalu berbuat baik kepada sesama manusia seperti yang terdapat pada penggalan puisi di bait ke tiga baris ke dua"musim gugur tapi yang kau tawarkan senantiasa musim bunga" dan di bait ke enam baris pertama "Kami peziarah diingatkan tentang seorang pelaut perkasa melalui kubur" dan pada bait ke tujuh baris ke tiga

"laksamana yang menjelajah tapi tidak menjajah, dan baris ke empat disulamnya benang hijau di atas layar sejarah ".

Amanat yang bisa kita ambil dari puisi pertama Sajadah Panjang ialah, bahwasanya tujuan hidup manusia adalah akhirat. yang sejatinya hidup manusia hanya untuk beribadah dan ,

c'

,

~,

,

hambal, Ikuburan hamba bila mati!.

Dan menganggap kehidupan duniawi hanya sekedar interupsi saja seperti yang terdapat pada penggalan bait ke tiga baris kedua dan tiga Idi atas sajadah yang pm1jang inil Idiselingi sekedar interupsil Imencari rezekil Imencari ilmu!. Sementara untuk puisi ke dua Sembilan Bait Nyanyian untuk Cheng Ho adalah kita diharapkan mampu mengambil teladan dari tokoh yang terkandung dalam puisi ini, yakni selalu patuh dan tunduk kepada Tuhan, walaupun dia seorang laksamana besar tapi dia tidak menindas orang dibawahnya, tidak seperti pejabat-pejabat dizaman kolonialis kedatangan Cheng Ho tidak bermaksud untuk menjajah tetapi bersilaturahmi seperti yang terdapat pada penggalan puisi ini di bait ke tiga baris ke dua "Musim gugur tapi yang kau tawarkan senantiasa musim bunga". Se1ain di itu terdapat juga di bait ke tujuh baris ketiga dan empat

"laksamana yang menjelajah tapi tidak menjajah, dan disulamnya benang hijau di atas layar sejarah" Cheng Ho merupakan sosok yang pemberani, pejabat yang amanah, rendah hati, menghormati sesama manusia, cinta damai, dan se1alu menyebarkan kebaikan dimanapun dia singgah. Sehingga banyak sekali orang yang mengaguminya dan kita bisa mengambil kisahnya agar dapat menjadi suri tauladan Seperti yang terdapat pada penggalan bait ke enam baris pertama "Kami peziarah diingatkan ten tang seorang pelaut

£erkasa melalui kubur".