BAB V PENUTUP
5.2. Saran
5.2.2 Saran Akademis
Hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan atau acuan kepada para pemain addict game online. Kecanduan game online akan berdampak buruk bagi diri seseorang sehingga pemain game online harus lebih bisa mengatur waktu agar tidak terlalu larut pada permainan yang akhirnya menyebabkan kecanduan. Selain itu membangun komunikasi yang baik di dunia nyata agar komunikasi yang dijalin tidak menjadi bias.
i
DAFTAR PUSTAKA
Andrew F. Wood & Matthew J. Smith. (2005). Online Communication:
Linking Technology, Identity and Culture. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Inc.
Adam Ernest Dan Rollings Andrew. 2006. Fundamentals Of Game Design.
Prentice Hall. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Arifin, Zainal. 2012. Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Baran, Stanley J., & Dennis K. Davis. 2010. Teori Komunikasi Massa (Dasar Pergolakan dan Masa Depan). Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
Chaplin, J. P. 2009 Dictionary of Psychology, ( Terjemahan. Kartini Kartono) Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
DeVito, Joseph A. (2015). The Interpersonal Communication Book 13th Edition. United States of America: Pearson Education, Inc.
Denzin, Norman K. dan Yvonna S. Lincoln (eds.). 2009. Handbook of Qualitative Research. Terj. Dariyatno dkk. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.
Krisyantoro, Rahmat. 2008. Teknik Praktik Riset Komunikasi. Jakarta:
Kencana Prenada Media.
Krisyanto,Rahmat. 2010. Teknit Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Littlejohn, Stephen W. 2009. Teori Komunikasi. Jakarta: Salemba
ii
Moleong, J. Lexy. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:
Penerbit PT Remaja Rosdakarya.
Morrisan. 2013. Teori Komunikasi. Bogor: ghalia Indonesia
Prastowo, Andi .2011. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Pujileksono, Sugeng. 2015. Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif.
Malang : Intrans Publishing.
Ritzer, George. 2014. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana
Sparks, Glenn, G. 2013. Media EffectsResearch, A Basic Overview, 4th edt. USA: Wadsworth
Sugiono, 2009. Memahami Penelitian Kualitatif Dan R&D. Bandung:
Alfabeta
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Penerbit CV. Alfabeta: Bandung.
Sutopo, 2006. Metodologi Penelitian Kulitatif . Surakarta : UNS
Thurlow, Chispin. 2004. Computer Mediated Communication: Social Interaction and The Internet. California: SAGE Publications
Umiarso., & Elbandiansyah, 2014. Interkasionisme Simbolik dari Era Klasik hingga Era Modern. Jakrta: Raja Grafindo Persada
West, Richard & Turner, Lynn H. 2008. Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanik
iii Website :
Kompas.com dikases pada 23 April
Definisi-computer-game,http://cgrg.wordpress.com/2008/03/12/definisi- computergame/, diakses pada tanggl 16 Juli 2019.
(file:///C:/Users/Sony%20Arwan/Downloads/9734-21850-1-SM%20(3).pdf)
diakses pada 20 Agustus 2019.
(https://communction.binus.ac.id) diakses pada 20 Agustus 2019.
Kamus Macmillan, 2009-2011.
(http://www.macmillandictionary.com/dictionary/british/game.) diakses pada 20 Agustus 2019
(http://www.martinrecords.com/game/penting-untuk-diketahui-sejarah-
perkembangan-game-dan-jenisnya/) diakses pada 26 Juli 2019 pukul 22.00 WIB.
(https://www.academia.edu/8189701/Fenomena_Kecanduan_Game_Online_
pada_Remaja) diakses pada 26 Juli 2019 pukul 22.00 WIB.
Jurnal :
Devi Oktviani. 2012 Perilaku Komunikasi Interpersonal Pencandu Game Online Defense Of The Ancients (Dota2). Jurnal Ilmu Komunikasi (online). (respository.fisip-untirta.ac.id)
Santoso Dwi, Rizky Yohanes.Hubungan kecanduan game online terhadap penyesuaian sosial pada remaja (jurnalilmiah-paxhumana.org)
iv
Angga Supri Anada. 2018. Interaksi Sosial Dalam Virtual Community.
Jurnal ilmu komunikasi (Online).(digilib.uin-suka.ac.id)
Umatul Khoiroh. 2017 Instagram sebagai media interaksi simbolik dalam menciptakan gaya hidup. (digilib.uin-suka.ac.id)
Anggun. 2018 Fenomena Pemain Game online Mobile Legend Dikalangan Mahasiswa Universitas Satya Negara Indonesia
Pinchot, dkk. (2010). How Mobile Technology is Changing Our Culture.CONISAR Proceedings Vol. 3 No. 1519. USA:
Conference on Information Systems Applied Research
v
LAMPIRAN
vi
PEDOMAN WAWANCARA DENGAN INFORMANT : Pemain Game Online Addict
1. Sejak kapan bermain game online?
2. Jenis game online apakah yang sering anda mainkan ?
3. Lebih menyukai bermain menggunakan mobile phone atau personal computer ?
4. Apa yang membuat anda menyukai game online ?
5. Butuh berapa lama waktu yang anda gunakan untuk bermain game?
6. Apakah dengan bermain game online dapat menggangu aktivitas seperti berkerja/belajar ?
7. Apa game online membuat anda addict/kecanduan ?
8. Apakah hubungan (lingkungan sekitar) anda berkurang karena kebiasaan bermain game online?
9. Lebih asik bermian game online atau berkumpul dengan teman tanpa game online ?
10. Apa game online membuat anda lupa akan lingkungan sekitar ?
vii Pemain Game Offline
1. Apa anda bermain game online ?
2. Game online apa yang sering anda mainkan ?
3. Apakah anda mengalami kecanduan atau sekedar mengisi waktu luang ? 4. Apa yang anda rasakan jika sedang berkumpul dengan para pemain addict
game online ?
5. Bagimana respon anda dengan teman yang ,mengalami kecanduan/addict dengan game online ?
6. Merasa sulitkah anda jika berkomunikasi dengan pecandu game ?
7. Bagaimana anda mebangun komunikasi dengan para pemain game online
?
8. Apa dengan adanya game online menggangu pertemanaan anda ?
viii Transkip Wawancara 1
Yudi Maryadi
Penulis : Sejak kapan bermain game online ?
Yudi : Kalo dibilang suka sama game online itu kurang lebih SMP kelas 1 pas awal-awal ramenya warnet, sekitar tahun 2009.
Penulis : Jenis game online apa yang sering anda mankan ?
Yudi : kalo yang sering dimainin si lebih sukanya di VFS main perang perangan gitu lah, karna kita seolah olah seperti pemain aslinya benar-benar megang senjata dan lebih asik aja. Selain itu gua juga suka main Mobile Legend.
Penulis : Lebih menyukai bermain menggunakan mobile phone atau personal computer ?
Yudi : Kalo dibilang 2 pilihan itu sebenarnya agak berat, cuma kalo disuruh pilih lebih computer si karna asik aja, satu dari keyamanan kita bermain terus lebih leluasa saat kita bermian game ketimbang di Handphone yang bisa dibilang kalo main hape lama-lama tuh bisa pegel tangan panas dll si.
Penulis : Apa yang membuat anda menyukai game online ?
Yudi : Yang suka dari game online, penghilang setres si salah satunya dan nambah temen juga dan temenya itu kita benar-benar random ga tau dari mana, dari luar negri pun banyak dan segala macamnya si.
Penulis : Butuh berapa lama waktu yang anda gunakan untuk bermain game ?
ix
Yudi : Kalo untuk minimal si rata-rata itu 2-7 jam, karna gua kan seringnya mainya malam dan itu udah ga ada kegiatan kerjaan sama kuliah jadi benar-benar fokus di game aja si.
Penulis : Apakah dengan bermian game online dapat menggangu aktivitas seperti bekerja/belajar ?
Yudi : Kalo gua sendiri si, ini pendapat gua ya engga ganggu sama sekali si karna kita sudah bisa mengatur waktunya, kapan kita menentukan posisi kita jadi kita harus melakukan apa dan rata-rata game yang gua mainin itu di jam-jam yang gak ganggu kerjaan sama sekali.
Penulis : Apakah game online membuat anda addict/kecanduan ?
Yudi : Kalo dari gua pribadi si enggak, karna gua udah tau memposisikan diri gua sendiri itu kaya gimana di game itu, jadi kalo dibilang kecanduan ya engga, tapi kalo dibilang kecanduan ya sebutuhnya aja si kalo buat game itu.
Penulis : Apakah hubungan anda berkurang karna kebiasaan bermain game
?
Yudi : Kalo dibiang berubah pasti ada lah ya namanya dari ketemu langsung face to face terus tau-tau ketemunya by online itu sedikit ada si tapi ga terlalu berkurang parah si.
Penulis : Lebih asik bermain game online atau berkumpul dengan teman tanpa bermain game ?
x
Yudi : Kalo gua si lebih seneng di game online ya, karna di situ teman-teman gua bermain juga dan kita bisa berkumpul secara online juga tanpa mengurangi hubungan antar teman juga si.
Penulis : Apakah game online membuat anda lupa dengan likungan sekitar ? Yudi : oh itu si engga,engga sama seklai karena lingkungan gua kebanyakan juga apa ya pekerja juga sering bertemu dan segala macam dan game online pun enggak mempengaruhi itu kalo menurut gua.
Transkip Wawancara 2 Cleosa Gavin Al Diyar
Penulis : Sejak kapan bermain game online ? Diyar : Dari kelas 3 SD.
Penulis : Jenis game online apa yang sering anda mankan ? Diyar : Main PUBG, FORTNITE sama PB.
Penulis : Lebih menyukai bermain menggunakan mobile phone atau personal computer ?
Diyar : main lewat Handphone, tapi lewat Computer juga sering.
Penulis : Apa yang membuat anda menyukai game online ?
xi
Diyar : bisa main sama teman-temen, tapi juga sering main sama orang lain.
Penulis : Butuh berapa lama waktu yang anda gunakan untuk bermain game ?
Diyar : mainnya 5-4 jam perhari, full nonstop kalo hari libur bisa lebih.
Penulis : Apakah dengan bermian game online dapat menggangu aktivitas seperti bekerja/belajar ?
Diyar : enggak ganggu, biasa aja.
Penulis : Apakah game online membuat anda addict/kecanduan ? Diyar : iya kecanduan banget.
Penulis : Apakah hubungan anda berkurang karna kebiasaan bermain game
?
Diyar : engga keganggu, biasa aja. Tapi kalo lagi main game online gak mau disuruh-suruh.
Penulis : Lebih asik bermain game online atau berkumpul dengan teman tanpa bermain game ?
Diyar : kumpul sama teman-teman.
Penulis : Apakah game online membuat anda lupa dengan likungan sekitar Diyar :iya lupa, asik sendiri aja yang penting.
xii Transkip Wawancara 3
Hilmy Verian
Penulis : Sejak kapan bermain game online ?
Hilmy : Kalo saya bermain game sejak umur kira-kira 11 tahun.
Penulis : Jenis game online apa yang sering anda mankan ?
Hilmy : Jenis game yang sering saya mainkan MMORPGN sama FPS.
Penulis : Lebih menyukai bermain menggunakan mobile phone atau personal computer ?
Hilmy : Saya lebih suka menggunakan PC, karna kalo di PC lebih leluasa aja ketimbang di gedget.
Penulis : Apa yang membuat anda menyukai game online ?
Hilmy : Karna main game itu bisa mengisi waktu luang, menambah wawasan dan menambah teman.
Penulis : Butuh berapa lama waktu yang anda gunakan untuk bermain game ?
Hilmy : Dalam sehari itu tergantung apa yang kita mainkan, ga bisa semua game kita miankan dalam langsung, Cuma rata-rata kisaran waktu 12-13 jam perhari.
Penulis : Apakah dengan bermian game online dapat menggangu aktivitas seperti bekerja/belajar ?
xiii
Hilmy : engga lah, kan main game itu malah mengisi waktu luang kalo menurut saya, kalo gua kuliah masih prioritas si. Tapi kalo buat yang addit mungkin iya.
Penulis : Apakah game online membuat anda addict/kecanduan ?
Hilmy : kalo menurut saya si, saya biasa aja ga begitu kecenaduan cuma ada yang kecanduan malah biasanya si otaknya sampai terkontaminasi gitu.
Penulis : Apakah hubungan anda berkurang karna kebiasaan bermain game
?
Hilmy : ada si kayanya, contohnya kaya mungkin teman didunia nyata kurang.
karna kita keseringan fokus sama dunia game.
Penulis : Lebih asik bermain game online atau berkumpul dengan teman tanpa bermain game ?
Hilmy : kalo saya sendiri lebih suka berkumpul sama teman, ketimbang bermain game online. Tapi namanya juga manusia ga setiap hari kumpulkan .
Penulis : Apakah game online membuat anda lupa dengan likungan sekitar ? Hilmy : engga lupa lah, tergantung orang menyikapinya gimana, ada yang lupa ada yang engga ada yang ada yang bebaur. Tergantung orangnya aja gimana.
xiv Transkip Wawancara 4
Olivia Priyandarweni
Penulis : Apa anda bermain game online ?
Olivia : engga, engga suka game. Karna bagi gua ya game isi cum bisa gua manfaatin diwaktua luang aja. Pernah juga main tapi ga sering.
Penulis : Game online apa yang sering anda mainkan ? Olivia : suka main HAGO dan LUDO kaya gitu.
Penulis : Apakah saat anda bermain game mengalami kecanduan atau sekedar mengisi waktu luang?
Olivia : kalo gua si ga sampe kecanduan banget si, kalo gua cuma buat mengisi waktu luang aja si ga lebih.
Penulis : Apa yang anda rasakan jika sedang berkumpul dengan para pemain addict game online ?
Olivia : kesel banget gitu jelas, karna mereka terlalu asik dengan dunianya sendiri. Kan ibaratnya bareng tuh kumpul seharunya ada waktu nyempetin ya gimana ya kalo misalkan udah lama ga main, terus tiba-tiba asik sendiri,
diibartkanya kaya autis gitu si dibilangnya. Disebutnya generasi nunduk lah, dan
xv
itu terus-terusan kadang tuh sering diisengin kaya ditelpon biar lemot. Nah nnati dianya malah marah kan kalo gini jadi menggangu pertemanan banget.
Penulis : Bagaimana respon anda dengan teman yang ,mengalami kecanduan/addict dengan game online ?
Olivia : ya gitu, kadang kalo diajak ngobrol suka banget ga direspon, jadi kalo udah gitu ya males aja ngumpul, mending diem aja. Sampe pegel aja ngeliat main game terus, suka mikir emang ga cape apa tuh.
Penulis : Merasa sulitkah anda jika berkomunikasi dengan pecandu game ? Olivia : Tergantung, tapi biasanya mereka moodnya ga baik kalo untuk diajak ngobrol. Jadi lebih asik kalo main game aja gitu.
Penulis : Bagaimana anda mebangun komunikasi dengan para pemain game online ?
Olivia : kalo gua, gua sita hapenya suruh milih si lu mau main sama teman-teman lu atau mau main game. Jadi ibaratnya disini lu harus punya waktu dirumah baru main game kalo lu ngumpul harusnya lu ngobrol dan ikut kumpul bukan fokus sama game aja.
Penulis : Apa dengan adanya game online menggangu pertemanaan anda ? Olivia : untuk zaman sekarang, bisa jadi ya. Karna ya emang misalkan itu mereka sering kali tidak meliat situasi. Contohnya pas lagi ngobrol sering kali tidak menghargai sama ga fokus sama topik pembicaraan. Kalo udah kaya gitu paling kita omongin kalo masih kaya gitu yaudah kita diemin aja udah.
xvi Transkip Wawancara 6
Nabila Rizkina Nurhadi
Penulis : Apa anda bermain game online ?
Nabila : iya terkadang, ga terlaku suka banget. Paling kalo main kalo lagi ada waktu luang aja atau kalo lagi bosen ga ada kegiatan kadang suka download aja dan ga lama juga mainya soalnya gua gampang bosenan.
Penulis : Game online apa yang sering anda mainkan ?
Nabila : pernah main PB, Ayodance paling kalo di handphone main Subway
Penulis : Apakah saat anda bermain game mengalami kecanduan atau sekedar mengisi waktu luang?
xvii
Nabila : itu mengisi waktu luang, ga pernah sampe kecanduan si.
Penulis : Apa yang anda rasakan jika sedang berkumpul dengan para pemain addict game online ?
Nabila : sebel banget, ganggu aja gitu maksudnya kita lagi ngumpul dianya malah main game yang harusnya kita ngobrol malah main handphone apalagi main game kan, main hape aja yang sekedarang ngechat atau main sosial media aja terkadang suka ga fokus apalagi saat main game pasti komunikasi dengan orang lain ga bakaldi gubris.
Penulis : Bagaimana respon anda dengan teman yang ,mengalami kecanduan/addict dengan game online ?
Nabila : gimana ya, jangan sama temen deh, gua punya adek aja yang kaya gitu maksudnya ibaratnya kita ngomong aja atau sekedar manggil itu sama sekali dia ga ngerespon sama sekali gitu, jadikan komunikasinya terganggu, terganggu banget banget banget.
Penulis : Merasa sulitkah anda jika berkomunikasi dengan pecandu game ? Nabila : ya sulit makanya itu, salah satunya mereka terpaku sama handphone, sampe dia ga melihat sekelilingnya,kaya ga peduli gitu si lebih tepatnya.
Penulis : Bagaimana anda mebangun komunikasi dengan para pemain game online ?
Nabila : ya biasa nya kalo lagi ngumpul kita buat perjanjian, jangan main game dulu nih. Kan kita juga kal ketemu ga setiap saat ga setiap hari juga bisa ketemu,
xviii
terus kita kumpulin hapenya kita ngobrol dulu. Nanti setelah itu baru setelah lo deh.
Penulis : Apa dengan adanya game online menggangu pertemanaan anda ? Nabila : menggangu si, karna kaya ngedistrek aja gitu orang-orang yang
kecanduan tuh. Kadang mereka tuh ga ngehargain kita, terutama kaya yang lebih deket aja keluaraga
Transkip Wawancara 6 Muhammad Wisnu
Penulis : Apa anda bermain game online ?
Wisnu : pernah, tapi ga sering hanya beberapa aja. Alasanaya ga suka game online karna gaya ada waktu dan ga tertarik juga si.
Penulis : Game online apa yang sering anda mainkan ? Wisnu : Ludo sama POU
xix
Penulis : Apakah saat anda bermain game mengalami kecanduan atau sekedar mengisi waktu luang?
Wisnu : Kalo gua si kan ga fanatikm jadi hanya untuk mengisi waktu luang
Penulis : Apa yang anda rasakan jika sedang berkumpul dengan para pemain addict game online ?
Wisnu : Bete, waktu untuk berkumpul dan berinteraksi ga ada si Penulis : Bagaimana respon anda dengan teman yang ,mengalami kecanduan/addict dengan game online ?
Wisnu : untuk saat ini kita selalu mempunyai berbagai topik untuk mengisi perbincangan, tapi ada aja diem-diemanya
Penulis : Merasa sulitkah anda jika berkomunikasi dengan pecandu game ? Wisnu : ya pasti sulit, pesan yang kita sampaikan ga sampai. Komunikasinya juga terhambat
Penulis : Bagaimana anda mebangun komunikasi dengan para pemain game online ?
Wisnu : ya agak susah ya, karna sudah fanatik. Paling kita membuat perjanjian jangan main hape dulu
Penulis : Apa dengan adanya game online menggangu pertemanaan anda ? Wisnu : adalah sangat menggangu, waktu saat kita berkumpul menjadi susah intinya banyak yang berbeda semenjak ada game online.
xx