BAB IV Penutup
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian mengenai dampak sibling rivalry dan pola asuh otoriter orang tua generasi Y terhadap interaksi sosial anak generasi alpha (studi di lingkungan mapak indah kec.sekarbela kota mataram), dimana saran yang di berikan ini untuk para orang tua generasi Y dan anak anak generasi alpha
88
yang mengalami pola asuh otoriter dan sibling rivalry dan juga semoga saran saran ini bermanfaat, adapun saran saran yang diberikan yaitu :
1. Saran bagi orang tua di Lingkungan Mapak Indah Kec.
Sekarbela. Kota. Mataram, di harapkan dapat mengetahui mengenai pola asuh yanag di berikan pada anak, dan lebih memperhatikan pola asuh yang di berikan dan juga sibling rivalry yang terjadi pada anak. Orang tua lebih maksimal lagi dalam mendampingi anak mereka, mendengarkan apa pendapat anak, lebih samksimal dalam berdiskusi dan bercerita dengan anak, dan tidak berat sebelah kepada anak.
2. Saran kepada anak anak generasi alpha di Lingkungan Mapak Indah Kec. Sekarbela. Kota. Mataram yaitu, di harapkan kepada anak anak tersebut agar lebih terbuka lagi dengan orang tua, bercerita mengenai apa yang di rasakan dan alami.
3. Saran untuk peneliti selanjutnya, agar dapat mengembangkan penelitian ini guna melihat efektifitas pada kasus yang berbeda dan menggunakan teori yang sama.
89
Daftar Pustaka
Alfina Laili Duumirrotin, dkk,
Sibling Rivalry Pada Remaja Dengan Jenis KelaminSebagai Jurnal Penelitian Psikologi, Vol. 9. Nomor.
2. 2022
Penanganan Fenomena Sibling Rivalry Pada Anak Usia Pra Jurnal Audhi, Vol. 2, Nomor. 1. 2019
Jurnal Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Vol. 3. Nomor 1. 2020.
Buyung Surahman, Korelasi Pola Asuh Attachment Parenting Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini. Bengkulu: Cv. Zigie Utama, 2021.
Jurnal Pendidikan dan Konseling, Vol 2, Nomor 1, 2020.
Christiana Hari Soetjiningsih, Perkembangan Anak Sejak Pembuaha Sampai Dengan Kanak Kanak Akhir, Jakarta : Prenada, 2012.
David R. Shaffer, Developmental Psycology Childhood And Adolesence, 6th Ed, Canada: Thomson,Learning, 2002.
Dian Putriana Latipun Rr. Siti Suminarti Fasikhah, SMCT Guide: Sibling Management Cooperative Technique untuk Mengurangi Persaingan Saudara Kandung pada Anak yang Memiliki Saudara Berkebutuhan Khusus. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang, 2019.
Dosen Jurusan Komunikasi FISIP Unib, Bunga Riset Komunikasi Edisi 2.
Banten : Desanta Muliavisitama, 2019.
Dwi Nastiti, Buku Ajar Thematic Apperception Test Dan Children Apperception Test ( Pengantar Dan Manual Penggunaan), Sidoarjo: Umsida Press, 2018.
Feny Rita Fiantika, dkk, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Padang : PT.
Global Eksekutif Teknologi, 2022.
Hamdanah HM., Psikologi Perkembangan, Jawa Timur: Setara Press, 2009.
90
Harries Mdiistriyanto, dkk, Generasi Milenial Tantangan Membangun Komitmen Kerja/Bisnis dan Adversity Quotient (AQ), Tanggerang:
Indigo Media, 2020.
Hayati Nufus, La Adu, Pola Asuh Berbasis Qalbu dan Perkembangan Belajar Anak . Ambon: LP2M IAIN, 2020.
Imam Ahmad Ibnu Nizar, Membentuk & Meningkatkan Disiplin Anak Sejak Dini, Jogjakarta: Diva Press, 2009.
Jurnal Inspirasi, Vol. 1, Nomor. 1, 2017
Dengan Temper Tantrum Anak Usia DiniDi Masa Pandemi Covid- Jurnal Cikal Cendekia, Vol. 2. No. 01. 2021
Kayyis Fithri Ajhuri, M.A, Psikologi Perkembangan Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Yogyakarta: Media Pustaka, 2019.
Lisda Yuni Mardiah, dkk, "Dampak Pengasuhan Otoriter Terhadap Perkembangan Sosial Anak", JCE (Journal of Childhood Education), Vol. 5, Nomor 1, 2021.
M. Budyatna dan Leila MG, Teori Komunikasi Anntar Pribadi. Jakarta:
Kencana 2011
Meriyati. Memahami Karakteristik Anak Didik. Lampung: Fakta Press, 2015.
Journal of Innovative Counseling, Vol, 3. Nomor. 2, 2019.
Purwato, Teknik Penyusunan Instrumen Uji Validitas dan Relibilitas Untuk Penelitian Ekonomi Syariah. Purworjo: Staia Press, 2018.
Pendidikan Anak (Studi Kasus Pada Masyarakat Dayak di Jurnal Kewarganegaraan
Rahmadi. Pengantar Metodelogi Penelitian. Banjarmasin : Antasari Press, 2011
Tumbuh Dengan Gadget Dalam Jurnal Educhild (Pendidikan & Sosial), Vol. 8, Nomor 2, 2019
91
Pengantar Metodelogi Penelitian. Yogyakarta: SUKA- Press UIN Sunan Kalijaga, 2021.
Septian Adriyani AnakUsia 5
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia, Vol. 4, Nomor. 2, 2018 Sirajuddin Saleh, Analisis Data Kualitatif. Bandung : Pustaka Ramadhan,
2017.
Slamet Sentosa, Dinamika Kelompok Edisi Revisi. Jakarta : PT Bumi Aksara, 2009.
Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Pers, 2012.
Soetarno, Psikologi Sosial. Yogyakarta : Kanisius, 1989.
Surokim, dkk, Riset Komunikasi Strategi Praktis Bagi Peneliti Pemula.
Jawa Timur : Pusat Kajian Komunikasi public Prodi Ilmu Komunikasi, FISIB-UTM & Aspikom Jawa Timur, 2016.
Ulin Nafiah, dkk,
Jurnal Studi Kemahasiswaan, Vol. 1, Nomor 2, 2021.
Umar Sidiq, dkk, Metode Penelitian Kualitatif Di Bidang Pendidikan.
Ponorogo : CV. Nata Karya, 2019.
Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan, Jakarta: Prenadamedia Group, 2011
Zuchri Abdussamad, Metode Penelitian Kualitatif. Makasar : CV. Syakir Media Press.
92
LAMPIRAN LAMPIRAN
93 Lampiran 1. Dokumentasi kegiatan
Kegiatan wawancara 27 November 2023
Kegiatan wawancara 27 November 20230
Kegiatan wawancara 27 November 2023
Kegiatan wawancara 28 November 2023
Kegiatan wawancara 28 November
2023 Kegiatan wawancara 29 November
2023
94 Kegiatan wawancara 29
November 2023
Kegiatan wawancara 2 Desember 2023
kegiatan wawancara 29 November 2023
kegiatan wawancara 29 November 2023
kegiatan wawancara 28 November 2023
kegiatan wawancara 28 November 2023
95 kegiatan wawancara 28
November 2023
kegiatan wawancara 28 November 2023
kegiatan wawancara 29 November 2023
kegiatan wawancara 29 November 2023
kegiatan wawancara 29 November 2023
kegiatan wawancara 29 November 2023
96 kegiatan wawancara 2 Desember
2023
kegiatan wawancara 2 Desember 2023
97
Lampiran 2. Lembar observasi dan guide wawancara
Lembar Observasi sibling rivalry
No. Aspek Indikator Jawaban Ket.
Ya Tidak 1. Perilaku
agresif atau resntment
a. Memukul b. Menjambak c. Mencubit d. Berteriak 2. Kompetisi
atau tidak mau kalah
a. Tidak mau mengakui
kebenaran
pendapat saudara b. Merendahkan
pencapaian saudaranya c. Saat berbicara
ingin selalu dianggap paling hebat
3. Perasaan iri dan
cemburu
a. Pura pura tidak mendengarkan apa yang di katakan orang tua b. Mencari perhatian di depan orang tua
98
Lembar Observasi Pola Asuh Otoriter
No. Aspek Indikator Jawaban Ket.
Ya Tidak 1. Orang tua
mengekang anaknya
a. Mengekang keinginan anak b. Memaksa anak
untuk patuh pada peraturan yang ada
c. Melarang anak untuk bermain 2. Tidak
memberi kesempatan anak untuk berbicara
a. Melarang anak untuk berbicara b. Tidak terbuka
dengan pendapat anak
c. Melarang anak untuk bertanya 3. Harus
menuruti keinginan orang tua
a. Memaksakan kehendak pada anak
b. Memukul anak jika tidak nurut c. Mencubit anak
jika tidak nurut d. Marah pada anak
jika tidak nurut
99
Lembar Observasi Interaksi Sosial
No. Aspek Indikator Jawaban Ket.
Ya Tidak 1. Adanya
hubungan
a. Anak dapat langgeng dalam berteman b. Anak mampu
berteman
dengan baik, dalam artian tidak sering bertengkar c. Anak menerima
hubungan persahabatan 2. Adanya
individu
a. Potensi dirinya di kenali oleh temannya b. Anak mampu
terbuka pada temannya c. Dia di terima
oleh teman apa adanya
3. Adanya tujuan
a. Anak peduli dengan masalah yang sedang di hadapi
temannya b. Anak mampu
bertutur kata yang baik ketika
100 sedang
berkomunikasi c. Anak menjaga
sikap ketika bertemu dengan orang di sekitar lingkungannya 4. Adanya
hubungan dengan struktur dan fungsional
a. Anak bisa beradaptasi dalam menjalin kerja sama dengan teman b. Anak tidak ingin
menang sendiri c. Anak mau untuk
mendengarkan pendapat teman
101 Lampiran 3. Pedoman wawancara
Guide Wawancara
1. Bentuk perilaku sibling rivalry dan pola asuh otoriter orang tua generasi Y
a. Pertanyaan Untuk Orang Tua (Sibling Rivalry)
1) Bagaimana ibu melihat tingkah laku anak anak ibu?
2) Bagaimana ibu melihat tingkah laku anak ibu yang agresif?
3) Kapan saja perilaku atau tingkah laku agresif tersebut terjadi?
4) Bagaimana sikap ibu saat anak sedang bertingkah laku agresif?
5) Apakah ada hal yang dilakukan atau reaksi yang ditimbulkan ketika anak melihat ayah atau ibu berada dekat dengan saudara kandungnya, seperti ibu atau ayah yang sedang memeluk atau lain sebagainy?
6) Bagaimana pengalaman cemburu anak?
7) Apakah anak pernah membandingkan dirinya dengan saudara kandungnya?
b. Pertanyaan untuk orang tua (pola asuh otoriter)
1) Bagaimana penerapan pola asuh yang ibu beri terhadap anak anak ibu?
2) Apakah saat ibu memberi aturan pada anak, berdiskusi dulu terhadap anak?
3) Ketika anak tidak mengikuti atau menuruti apa yang ibu inginkan apa yang ibu lakukan? Dan bagaimana reaksi ibu?
4) Jika dalam hal pelajaran, apakah ibu menenentukan pelajaran apa yang harus mendapatkana nilai tinggi atau seperti apa?
102
c. Pertanyaan untuk anak (Sibling Rivalry)
1) Bagaimana sikap dan prilaku yang biasanya kamu lakukan atau tunjukkan di rumah?
2) Kapan saja kamu berprilaku seperti itu?
3) Apakah ada perasaan yang timbul ketika kamu melihat ayah atau ibu berada dekat dengan saudara mu, contohnya memeluk ataupun yang lain nya?
4) Bisa dicerikan bagaimana pengalaman mu saat kamu merasakan cemburu atau sebal?
5) Apakah kamu pernah membandingkan dirimu sendiri dengan saudara kandung mu?
d. Pertanyaan untuk anak (Pola Asuh Otoriter)
1) Bisa diceritakan bagaimana orang tua mu di rumah?
2) Ketika ibu memberikan peraturan yang ada, bagaimana reaksi mu?
3) Apa yang kamu rasakan ketika kamu mencoba untuk tidak menaati peraturan yang ada? Dan bagaimana reaksi yang diberikan oleh orang tua mu?
4) Bagaimana sikap yang ditunjukkan orang tua dalam hal pembelajaran mu di sekolah? Apakah orang tua mu ikut campur dan menentukan dalam hal mata pelajaran yang harus mendapatkan nilai nilai bagus?
2. Dampak sibling ruvalry dan pola asuh otoriter orang tua generasi Y terhadap interaksi sosial anak generasi alpha
a. Pertanyaan untuk orang tua (Sibling Rivalry)
1) Bagaimana sikap anak terhadap saudara kandungnya?
2) Bagaimana sikap anak terhadap lingkungannya, seperti teman bermain, tetangga dan sebagainya?
b. Pertanyaan untuk orang tua (Pola Asuh Otoriter) 1) Bagaimana ibu melihat anak bermain dan berinteraksi di
lingkungan sosial?
103
2) Apakah ada hal yang ibu kurang setujui dan kurang sukau saat anak sedang berinteraksi?
3) Apa yang dilakukan anak ketika ia dimarah di depan umum?
c. Pertanyaan untuk anak (Sibling Rivalry)
1) Bagaimana sikap mu ketika terhadap saudara kandung mu, terlebih ketika sedang kesal ataupun cenburu?
2) Apakah perasaan kesal dan cemburu tersebut kebawa saat bermain atau berinteraksi dengan teman?
3) Bagaimana biasanya kamu bersikap atau berprilaku di lingkungan mu?
4) Apa yang menyebabkan kamu melakukan hal tersebut?
5) Apakah ada kaitannya dengan rasa kesal dan cemburu dengan saudara kandung mu? Jika iya coba bisa diceritakan
d. Pertanyaan untuk anak (Pola Asuh otoriter)
1) Apa yang kamu rasakah ketika diberikan peraturan yang belum diketahui dan diskusikan sebelumnya?
2) Bagaimana perasaan yang kamu rasakan ketika sedang tidak tau harus berceri kepada siapa mengenai apa yang kamu rasakan?
3) Apakah hal yang kamu rasakan ketika hal itu terbawa saat sedang bermain dengan teman ataupun berinteraksi dengan sekitar? Apakah bisa diceritakan?
104
Lampiran 4. Lembar Panduan Penemuan Subjek
Panduan Menemukan Subjek
Sibling Rivalry Pola Asuh Otoriter 1. Konflik antara saudara kandung,
perilaku ini seperti melawan, menolak, dan memprotes.
2. Cemburu pada saudara kandung muncul ketika terjadi ketidak puasan salah satu anak pada orang tua yang memperlakukan anaknya berbeda satu sama lain.
3. Kekesalan yakni marah pada orang tua yang dilampiaskan ke saudara karena ketidak berdayaan belawan orang tuanya.
4. Berprilaku agresif (kebencian dan lain semacamnya).
5. Kompetensi atau semangat untuk bersaing (tidak suka mengalah)
6. Perasaan iri yang timbul antar saudara.
7. Dinamika keluarga, yakni interaksi atau hubungan yang kurang baik yang terjadi di dalam keluarga.
8. Mencari perhatian.
9. Berkelahi secara fisik maupun verbal.
1. Memiliki banyak aturan.
2. Bersikap dingin.
3. Komunikasi belarjalan satu arah.
4. Tidak memiliki kesabaran saat anak berperilaku buruk.
5. Tidak memberi kesempatan pada anak.
6. Mempermalukan anak.
7. Memiliki masalah kepercayaan.
8. Tidak menunjukkan empati.
9. Memberi hukuman yang kasar.
10. Memaksakan ekspetasinya sendiri terhadap anak.
105 10. Kurangnya rasa hormat dan
kepedulian, maksudnya disini yaitu saudara kandung dapat kehilangan rasa hormat dan kepedulian satu sama lain.
106
107
108
109
110
111
112