BAB 1 PENDAHULUAN
H. Sistematika Pembahasan
1. Sejarah Singkat Pondok Pesantren Salafiyah
Dusun Perempung Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah. Pondok pesantren ini didirikan pada tanggal 9 april 2005. Pesantren ini diprakarsai oleh seorang ulama bernama Kyai Waridin Nama pesantren dinisbatkan langsung pada nama sang pendiri. Semenjak awal berdirinya, sudah ada beberapa santri yang menuntut ilmu agama Islam di pesantren ini, kemudian semakin hari semakin banyak pula santri lain yang berdatangan. Melihat santri yang semakin banyak, akhirnya timbul inisiatif untuk mendirikan asrama pondok pesantren. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh pengasuh pondok
2. Pofil Pondok Pesantren Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah
1. Nama Yayasan : PONPES
SALAFIYAH AR-RAHMAH NU
2. Alamat Yayasan : Dusun Perempung
3. Desa : Bonder
4. Kecamatan : Praya Barat
5. Kabupaten/Kota : Lombok Tengah 6. Provinsi : Nusa Tenggara
Barat
7. Tanggal, Bulan dan Tahun Berdiri : 9 April 2005 8. Surat Keputusan Izin Pendirian Yayasan :
a. Nomor Izin : Kd.2/2/74/2007
b. Tanggal Penetapan : Praya, 19 April 2007
c. Nomor Statistik Yayasan : 51.25.20.20.1.103 9. Nomor Akte Pendirian Yayasan : 09 Tanggal 13 Mei
20014
35
KEPMEN Hukum dan HAM : Nomor AHU- 01493.50.10.2014
a. Jakarta, tanggal : 14 Mei 2014 10. Nomor Izin operasional (KEMENSOS) :
a. Surat Tanda Pendaftaran (STP) : Nomor : 560/751/5202/LKS/STKT/2015
b. Tanggal Penetapan : Praya, 07 Mei 2015
11. Mengelola Lembaga :
a. TKQ/TPQ : Dari tahun 1990 - Sekarang
b. Ta‟limuddiniyah : Dari Tahun 1996 - sekarang
c. Majlis Ta‟lim : Dari Tahun 2005 – sekarang
d. PP.Salafiyah Ula (Set SD/MI) : Mulai Tahun 2006 e. PP.Salafiyah Wustho (Set SMP/MTs): Mulai Tahun
2006
f. Diniyah „Ulya (Paket C) : Mulai tahun 2009
g. Panti Asuhan : Mulai tahun 2011
h. SMK islam : Mulai tahun 2013
i. PDF „ULYA : Mulai tahun 2017
12. Status Tanah : Milik Sendiri
a. Luas Tanah : 2 Hektar
b. Tanah Yang terpakai : 30 % 13. Keadaan Bangunan
a. Masjid Pondok Pesantren : 1 buah (9x9) m , permanen
b. Asrama Putra (1 Yunit ) : 7 ruang (5x3) m, semi Permanen
c. Asrama Putri ( 4 Yunit ) : - 6 ruang (2,5x5)m, semi permanen : - 1 ruang (7,5x5)m, pernanen(rusak berat) : - 3 ruang (3x3)m, semi permanen : - 2 ruang (5x4)m, permanen (rusak ringan)
14. Rumah Pengasuh : 4 buh
15. Kantor Yayasan : 1 ruang ( permanen )
36
16. Ruang Belajar 1 yunit : 8 ruang 8x9 m ( lantai 2 )
17. Ruang Laboratorium IPA : 1 Ruang 18. Ruang Pos Kesehatan Ponpes : 1 Ruang
19. Perpustakaan : -
20. Ruang Guru dan Tata Usaha : 1 ruang
21. Kantor Yayasan : 1 Ruang40
3. Letak Geografis
Berdasarkan letak geografisnya Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah berada di Desa Bonder,Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah. Secara geografis luas Madrasah ini yaitu 2 hektar. Sedangkan kalau dilihat dari letak geografisnya madrasah ini sanagat strategis, akses menuju madrasah ceat dijangkau karena dengan jalan raya dan lingkungan madrasah asri, nayaman dan kondusif. Adapun berdasarkan batas wilayah, sebelah barat berbatasan dengan Desa Tanak Rarang, sebelah utara berbatasan dengan Penujak, sebelah timur berbatasan dengan Desa Kateng sebelah selatan berbatasan dengan Desa Mangkung.
4. Visi dan Misi a. Visi
Mewujudkan pendidikan pada pondok pesantren salafiyah ar- rahmah nu yang berkualitas, unggul, dan bermutu dengan mengedepankan kutubutturos ( pengkajian kitab-kitab klasik/
kitab kuning) tanpa harus mengesampingkan ilmu pengetahuan dan tekhnologiserta menciptakan kader-kader ulama ahlussunnah wal jama`ah yang berIMTAQ dan berIPTEK dengan daya saing nasional dan international.
b. MISI
1) Meningkatkan keterampilan siswa pada setiap [program melalui pengembangan dan analisis KTSP Sesuai perkembangan usaha dan dunia industry tanpa mengurangi kajian-kajian kitab kuning
40 Data Profil Ponpes Salafiyah safiiyah Ar-Rahmah
37
2) Mewujudkan proses belajar mengajar melalui copentesi based training dengan berstandar pada kompetensi yang berorientasi pada program masing-masing, berdakwah, dengan metode yang telah yang dicontohkan oleh para ulama ahlussnnah wal jamàh
3) Mengembangkan life style (kecakapan hidup) melalui kegiatan ekstrakulrikuler, latihan berwira usaha,dengan keahlian spesifik yang berstandar pada kompetensi pada ketereampilan kerja.
4) Mengembangkan program keahlian yang merupakan tuntutan zaman menenanamkan budaya kerja dan sikap professional untuk menunjang hidup layak melalui pengembangan karir
5) Memebentuk sikap dan pruilaku santun serta berbudi luhur berbasis IPTEK dan IPTAQ dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya dan bangsa.
6) Mengkondisikan lingkungan pesantren yang sehat, besih aman dan nyaman.41
5. Struktur Kepengurusan
Setiap komponen memiliki wewenang, tanggungjawab dan tugas masing – masing, akan tetapi saling berhubungan satu dengan yang lainnya secara fungsional dan structural.
Gambar 2. 1 Struktur Kepengurusan 6. Keadaan Pengajar
41 Visi-misi Ponpes Salafiyah safiiyah Ar-Rahmah
38
Kunci dari kesuksesan proses pembelajaran terletak pada figur seorang guru atau pengajar yang menjadi suri tauladan serta pengantar ilmu bagi Santri. Dalam pelaksanaan pengajaran dan pendidikan di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah dilaksanakan oleh 23 pengajar. Dengan rincian 15 orang pengajar pada bidang keagamaan dan 8 orang pengajar pelajaran umum.
Dimana sebagian dari pengajar tersebut merupakan keluarga dari pendiri Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah dan sebagian yang lain merupakan santri senior. Adapun riwayat pendidikan dari para pengajar tersebut adalah 3 orang merupakan lulusan Saulatiyah, Makkah dan 20 orang lulusan dari Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah.42
Tabel 2.1 Keadaan Pengajar
42 Data profil Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah
39
7. Keadaan Santri
Berdasarkan data yang peneliti peroleh dari lapangan, jumlah Santri pada tahun ajaran 2021/2022 sebanyak 143 santri, dengan rincian 17 santri di tingkat Ula 26, Wustho 72 dan Ulya 54.43
Tabel 2.2 Keadaan Santri NO
TINGKAT L P JUMLAH
1 ULA 11 6 17
2 WUSTHO 27 45 72
3 ULYA 20 34 54
Jumlah 58 85 143
8. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang dimiliki pondok pesantren Ar- Rahmah adalah berupa 1 Masjid, 1 mushalla sebagai tempat ibadah, 15 lokal pondok/asrama sebagai tempat tinggal, gedung Madrasah Diniyah sebagai pusat pembelajaran klasikal dengan dilengkapi 2 ruang kantor, 10 ruang kelas dan 1 ruang perpustakaan.44
Tabel 2.3
43 Data Emis Ponpes Salfiyah safiiyah Ar-Rahmah
44 Data Sara Prasarana Ponpes Salfiyah safiiyah Ar-Rahmah
40
Tabel Sarana dan Prasarana NO
SARANA /PRASARANA JUMLAH
1 Masjid 1
2 Mushola 1
3 Pondok/Asrama 15
4 Ruang Kantor Diniyah 2
5 Ruang Kelas 10
6 Ruang Perpustakaan 1
Jumlah 30
9. Kurikulum Pembelajaran
Kurikulum yang digunakan di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah merupakan kurikulum yang didasarkan pada kondisi dan situasi di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah itu sendiri. Standar pendidikan yang dipakai oleh Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah merupakan standar pendidikan hasil modifikasi dan kolaborasi antara standar pendidikan nasional dan standar pendidikan Pondok Pesantren.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembelajaran di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah dibagi dalam tiga waktu pembelajaran yaitu pertama, kegiatan Musyawarah masing- masing kelas, yang dimulai jam 16.30 wita sampai jam 17.30 wita. Kedua, Pembelajaran Hissahah Awwal (jam pertama) dimulai pada jam 18.15 wita sampai jam 19.30 wita. Ketiga, Pembelajaran Tsani (jam kedua) dimulai pada jam 20.15 wita sampai jam 21.30 wita. Sebagaimana di ungkapkan oleh Ustadz Rahman berikut;
Jadi pembelajaran yang dilakukan di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah ini terbagai dalam tiga waktu yaitu yang pertama, namanya kegiatan Musyawarah kelas, yaitu musyawaroh yang dilakukan masing-masing kelas dengan
41
jadwal dan petugas yang ditentukan dari para Santri sendiri, musyawarah ini dimulai jam 16.30 wita sampai selesai Pada jam 17.30 wita. Yang kedua, kegiatan belajar mengajar H{is{s{ah Awwal atau sesi pertama, dimulai pada jam 18.15 wita dan selesai pada jam 19.30 wita.
Dilanjutkan yang ketiga, KBM Hi{ ss{ {ah Thani atau sesi kedua dimulai pada jam 20.15 wita dan selesai pada jam 21.30 wita.45
Hal ini juga diperkuat dengan hasil pengamatan yang peneliti lakukan bahwa
"untuk pembelajaran di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar- Rahmah memiliki jadwal yang khusus, mislanya untuk kegaiatn musyawarah kelas waktunya juga ditentukan dan dengan kesiapan para santri tersebut dimulai jam 16.30 wita sampai selesai jam 17.30 wita. Yang kedua, kegiatan belajar mengajar H{is{s{ah Awwal atau sesi pertama, dimulai pada jam 18.40 dan selesai pada jam 19.30 wita.
Dilanjutkan yang ketiga, KBM Hi{ ss{ {ah Thani atau sesi kedua dimulai pada jam 20.15 wita dan selesai pada jam 21.30 wita.46
Berikut ini adalah tabel mata pelajaran yang diajarkan di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah :
Tabel 2.4
Kitab pelajaran Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah
Tingkat Ula (Awal)
No Mata Pelajaran Kitab Pelajaran 1. Al-Qur‟an Al-Qur‟an
2. Hadits al-Arba‟i>n an-Nawawy
3. Ilmu Tauhid
Aqi>datu al-„Awa>m, Matnu Qat}ru al-
45Rahman, Wawancara, Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah , 28 September 2021
46Rahman, Wawancara, Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah , 28 September 2021
42
Ghaith,
4. Fiqih Maba>di‟u al-Fiqhiyyah, Fasholatan 5. Ilmu Nahwu Matnu al-Ajuru>miyyah
6. Ilmu Shorof
al-Amthilah at-Tas}rifiyyah, Qa>‟idatu an-
Natsar
7. Ilmu Tajwid Mabadi‟ Tajwid , Shifa>‟u al-Jina>n 8. Tarikh Tarikh Nabi
9. Ilmu Akhlaq Naz}mu Ala>la>
10 Muhafadhoh Naz}mu Ala>la>, al-Amthilah at- Tas}rifiyyah
11 Imla‟ Pintar menulisa arab dan pegon 1, 2, dan 3
12 Qiroatul Kutub Maba>di‟u al-Fiqhiyyah
Tabel .2.5
Kitab pelajaran Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah Tingkat Wustho (Menengah)
No. Mata Pelajaran Kitab Pelajaran 1. Al-Qur‟an Al-Qur‟an
2. Hadits Bulu>ghu al-Mara>m 3. Ilmu Hadits al-Baiquniyyah
4. Ilmu Tauhid
al-Khari>dah al-Bahiyyah , Matnu as-
Sanusiyyah , Jawa>hiru al- Kala>miyyah
5. Fiqih Sullamu at-Taufi>q, Fath}u al-Qari>b
43
6. Ilmu Nahwu
al-Ajuru>miyyah, al-„Imrit}y. al- Fiyah
Ibnu Ma>lik
7. Ilmu Shorof
al-Amthilah at-Tas}rifiyyah , al- Qawa>‟idu
as-S}arfiyyah
8. Ilmu Tajwid Tuhfatu al-At}fa>l, Jaza>riyah 9. Tarikh Khula>s}ah Nur al-Yaqi>n 10 Ushul Fiqh al-Waraqat
11. Ilmu Akhlaq
Was}aya, Taysiru al-Khala>q, Ta‟liim al
Muta‟allim
12. Muhafadhoh
Naz}mu al-Qawa>‟idu as- S}arfiyyah Naz}mu al-„Imrit}y, Naz}mu al-Fiyah Ibnu
Ma>lik
13 Imla‟ -
14 Qiroatul Kutub Sullamu at-Taufi>q, Fath}u al-Qari>b
Tabel 2.6
Kitab pelajaran Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah Tingkat Ulya (Tinggi)
No. Mata Pelajaran Kitab Pelajaran 1. Tafsir
Tafsi>r al-Jalalayn 2. Ilmu Tafsir
Itma>mu ad-Dira>yah 3. Hadits
Bulu>ghu al-Mara>m
44
4. Ilmu Tauhid
Kifa>yatu al-„Awa>m, Fajru as-S}adi>q 5. Fiqih Fath}u al-Mu‟i>n
6 Qawa‟idul Fiqhiyyah
al-Fara>‟idu al-Bahiyyah 7. Ilmu Nahwu
al-Fiyah Ibn Ma>lik 8. Ilmu Balaghoh
al-Jauha>r al-Maknu>n 9. Ilmu Akhlaq
Mina>h}u as-Saniyyah, Bida>yah al- Hida>yah
10 Muhafadhoh
Naz}mu al-Fiyah Ibnu Ma>lik 11 Imla‟
- 12 Qiroatul Kutub
Fath}u al-Mu‟i>n B. Paparan Data
1. Perencanaan Pendidikan Diniyah formal di Pondok Pesantren Salafiyah Ar-Rahmah Nu
Perencanaan merupakan starting point dari aktivitas manajerial. Karena bagaimana sempurnanya suatu aktivitas manajemen tetap membutuhkan sebuah perencanaan. Karena perencanaan merupakan langkah awal bagi sebuah kegiatan dalam bentuk memikirkan hal-hal yang terkait agar memperoleh hasil yang optimal. Alasannya, bahwa tanpa adanya rencana, maka tidak ada dasar untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu dalam rangka usaha mencapai tujuan. Jadi, perencanaan memiliki peran yang sangat signifikan, karena ia merupakan dasar titik tolak dari kegiatan pelaksanaan selanjutnya. Oleh karena itu, agar proses pendidikan dapat memperoleh hasil yang maksimal, maka perencanaan itu merupakan sebuah keharusan.
45
Karena seringkali pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan tanpa adanya perencanaan.
Kesulitan tersebut dapat berupa penyimpangan arah dari tujuan, pemborosan biaya yang dapat mengakibatkan gagalnya semua kegiatan, dan pemanfaatan sumber daya yang kurang optimal dalam mencapai suatu tujuan. Perencanaan selalu terkait dengan masa depan, dan masa depan selalu tidak pastitentunya, karena masih dalam peramalan dan banyak faktor yang berubah dengan cepat. Tanpa perencanaan pendidikan pada pondok pesantren akan kehilangan kesempatan dan tidak dapat menJawab pertanyaan tentang apa yang akan dicapai, dan bagaimana cara mencapainya serta sumber daya apa yang diperlukan.
Perencanaan pendidikan dipondok pesantren salafiyah ar-rahmah umumnya mencakup kegiatan pembelajaran santri, kurikulum, saranadan prasarana pendidikan, dan pembiayaan tentunya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembelajaran di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah dibagi dalam tiga waktu pembelajaran yaitu pertama, kegiatan Musyawarah masing- masing kelas, yang dimulai pukul 16.30 wita hingga pukul 17.30 wita. Kedua, Pembelajaran Hissahah Awwal (jam pertama) dimulai pada pukul 18.45 wita sampai jam 19.30 wita. Ketiga, Pembelajaran Tsani (jam kedua) dimulai pada jam 20.45 wita sampai pukul 21.30 wita. Sebagaimana diungkapkan oleh Ustadz Rahman berikut;
Jadi pembelajaran yang dilakukan di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah ini terbagai dalam tiga waktu yaitu yang pertama, namanya kegiatan Musyawarah kelas, yaitu musyawaroh yang dilakukan masing-masing kelas dengan jadwal dan petugas yang ditentukan dari para Santri sendiri, musyawarah ini dimulai jam 16.30 wita dan selesai pada jam 17.30 wita. Yang kedua, kegiatan belajar mengajar H{is{s{ah Awwal atau sesi pertama, dimulai pada pukul 18.15 wita dan selesai pada jam 19.30 wita. Dilanjutkan
46
yang ketiga, KBM Hi{ ss{ {ah Thani atau sesi kedua dimulai pada jam 20.15 wita dan selesai pada pukul 21.30 wita.47 Hal ini juga diperkuat dengan hasil pengamatan yang peneliti lakukan bahwa untuk pembelajaran di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah memiliki jadwal yang khusus, mislanya untuk kegaiatn musyawarah kelas waktunya juga ditentukan dan dengan kesiapan para santri tersebut dimulai jam 16.30 wita sampai selesai pada jam 17.30 wita. Yang kedua, kegiatan belajar mengajar H{is{s{ah Awwal atau sesi pertama, dimulai pada jam 18.15 wita dan selesai pada jam 19.30 wita.
Dilanjutkan yang ketiga, KBM Hi{ ss{ {ah Thani atau sesi kedua dimulai pada jam 20.15 wita dan selesai pada jam 21.30 wita.48 Dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah, guru mengoptimalkan pengelolaan seluruh sumber belajar yang ada. Dalam pengelolaan sumber belajar, Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah melibatkan seluruh warga madrasah. Kitab kuning atau kitab klasik merupakan sumber belajar yang utama. Namun disamping itu, madrasah juga memanfaatkan fasilitas dan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar pendukung. Seperti memanfaatkan tempat wudhu yang ada di sekitar masjid ketika melakukan praktek berwudhu. Hal ini berdasarkan pernyataan Wakil Kepala Madrasah, yang menyebutkan bahwa :
”Sumber belajar utama yang dipakai di madrasah ini adalah kitab-kitab kuning atau kitab karya ulama klasik dan juga beberapa kitab modern. Kemudian untuk sumber belajar penunjang, guru bisa menggunakan fasilitas yang ada.
Seperti tempat wudhu yang berada di sekitar masjid. Itu bisa digunakan sebagai sumber belajar ketika ingin praktek wudhu.”49
47 Rahman, Wawancara, Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah , 28 September 2021
48Observasi, Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah , 28 September 2021.
49Rahimin, Wawancara, Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah , 28 September 2021
47
Pembelajaran di Salafiyah Ar-Rahmah sangat bergantung pada keberadaan kitab. Oleh karena itu, pendidik dan santri dalampembelajarannya diharuskan selalu mempunyai kitab satu-persatu agar pembahasan dapatberlangsung dengan kondusif. Media bantuyang sering digunakan dalam Salafiyah Ar-Rahmah adalah alat dan papan tulis. Sarana ini digunakan guru-guru untuk menjabarkan atau mempraktikkan materi yang diajar, selain itu juga guru mmepasilitasi siswa dalam mmepraktikkan kegiatan pemeblajaran kitab. Namun untuk alat display yang lebih canggih seperti proyektor belum dapat diaplikasikan secara keseharian, walaupun piranti tersebut sudah disediakan oleh sekolah, namun masihdalam jumlah sedikit, ini bertujuan agar siswa melihat secara langsung misalnya tata cara wudhu, solat yang benar. Sebagaimana diungkapkan oleh Ustadz Rahman berikut
"Pertama jelas kitab, namun ketika pelajaran- pelajaran yang memang perlu dipraktikan secara langsung mislanya terkait praktik solat, wudhu, memandikan jenazah maka metode yang biasa dipakai oleh para guru dikelas adalah langsung mempraktikannya supaya siswalebih memahami materi yang disampaikan oleh para guru disini.50 Hal ini juga sesuai pernyataan para santri yang mengatakan bahwa:
"pelajaran kitab memang sudah menjadi kewajiban bagi kami, karna disaat pelajaran berlangsung, kami juga langsung mempraktikannya dan kami juga lebih senang dan mudah memaahami isi kitab apalagi kalau langsung dipraktikkan, agar kami selalu memparktikannya juga dalam sehari-hari.
Mislanya kita untuk berwudhu yang benar langsung dipratikkan dengan difasilitasi tempat, selain itu terkait dengan solat juga, sang guru langsung
50 Rahman, Wawancara, Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah , 28 September 2021
48
mempraktikaanya langsung di kelas oleh guru, ujian prakteknya merawat jenazah, akankita laksanakan dengan mengambil jam madrasah malam dikelas karena akan butuh boneka, mori sebagai silmulasi.51
Hal ini diperkuat oleh pernyataan wakil kepala sekolah bahwa:
"Sumber belajar paling wajib yaitu kitab, selain kitab adalah hal yangbersifat praktek. Itu mungkin kita fasilitasi, misal Awwaliyah untuk ubudiyyah (ibadah wajib) perlu praktek misal wudhu, sholat, kitaakanmemfasilitasitempat, kita sediakan tempat untuk praktek tersebut atau mungkin yang paling sering saat ujian praktek, kita siapkan dikelas, misal ujian prakteknya merawat jenazah, akankita laksanakan dengan mengambil jam madrasah malam dikelas karena akan butuh boneka, mori sebagai silmulasi. Jika alat bantu sederhana saja semisal papan tulis, spidol, penghapus sudah cukupkarena kajian utamanya kitab. Untuk projektor ataupun lcd itu ada, tapi belum dapatmenyediakan setiap kelas satu. Itu pun paling digunakan saat musyawaroh kubro (diskusi gabungan antar kelas yang pesertanya adalah delegasi dari masing-masing kelas),tetapi jika untuk pembelajaran keseharian belum. Walaupun tidak menutup kemungkinan besok dapatsampai ketaraf tersebutkarena melihat jaman sekarang, hal tersebut pastinya sudah wajar jika diadakan.
Hal ini juga diperkuat dengan hasil pengamatan yang peneliti lakukan bahwa:
"Pada saat santri sedang belajar dengan menggunakan kitab kuning karena guru langsung
51 Rudi Hartono ( santri), Wawancara, Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah , 28 September 2021
49
mempraktikkan hal-hal yang dibahas., mislanya cara berwudhu yang benar langsung dipratikkan dengan difasilitasi tempat, selain itu terkait dengan solat juga, sang guru langsung mempraktikaanya langsung di kelas oleh guru, ujian prakteknya merawat jenazah, akankita laksanakan dengan mengambil jam madrasah malam dikelas karena akan butuh boneka, mori sebagai silmulasi. Intinya guru langsung mempraktikaanya langsung dengan menyediakan tempat untuk praktik.
Hal ini diperkuat dengan hasil pengamatan yang peneliti lakukan pada tanggal 08 Februari 2022. Guru dan Santri menggunakan sumber belajar berupa kitab kuning atau kitab klasik yang berbahasa arab maupun berbahasa melayu.
2. Pengorganisasian Pendidikan Diniyah Formal di Pondok Pesantren Salafiyah Ar-Rahmah NU
Pesantren merupakan suatu organisasi pendidikan dalam sistem sosial atau institusi. Didalamnya terdapat sistem kepengurusan dari atasan sampai bawahan. Organisasi adalah kumpulan dua orang atau lebih yang membentuk kerja sama dalam suatu wadah baik itu lembaga pendidikan atau lembaga lainnya untuk mencapai vivi, misi sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa organisasi pendidikan pondok pesantren adalah organisasi yang bersifat formal yang di dalam terdapat pimpinan atau kiai sebagai manajer dengan dibantu oleh dewan ustadz atau ustadzah sebagai staf yang menjalankan tugasnya masing-masing sesuai dengan kapasitas dan tanggungJawanya untuk mencapai tujuan yang sudah disepakati. Pengorganisasian daalam Sumber dana pada madrasah ini berasal dari dana yayasan, infaq wali murid dan Bantuan Operasional Sekolah untuk dipergunakan dalam operasional madrasah. Hal ini berdasarkan pernyataan Ustadz Rahmat Efendi, yang menyatakan bahwa :
50
“Sumber keuangan yang digunakan untuk operasional madrasah ini berasal dari infaq wali murid, kemudian ada dana dari yayasan dan terakhir dana dari pemerintah berupa dana BOS bagi Madarasah diniyah”.
Hal ini juga diperjelas oleh Wakil Kepala Sekolah yang menyebutkan bahwa :
"pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah, dimulai dari perencanaan anggaran, pemanfaatan anggaran, pelaporan dan pertanggungjawaban anggaran. Anggaran dana BOS harus berdasarkan petunjuk teknis Bantuan Operasional Sekolah/madrasah yang menyangkut penggunaan operasional sekolah yang berasal dari pemerintah pusat sesuai dengan jumlah siswa digunakan dalam memenuhi Standar Nasional Pendidikan diantara Standar Kompetensi Lulusan, Isi, Standar Proses, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan Pendidikan, dan Standar Penilaian Pendidikan, begitu juga Standar Pendidik dan Kependidikan.52
3. Actuating Pendidikan Diniyah Formal di Pondok Pesantren Salafiyah Ar-Rahmah Nu
Dalam dunia pendidikan di pondok pesantren, pelaksanaan pendidikan melibatkan banyak orang dalam mengelola pendidikan dan pengajaran sepertihalnya pada sekolahsekolah umum. Keterlibatan dalam pengelolaan pendidikan itu meliputi sumber daya manusianya sampai pada kurikulum pendidikan pondok pesantren. Namun pada pondok pesantren pengelolaannya ada yang berbeda dengan sekolah-sekolah umum milik pemerintah atau yayasan walaupun pesantren juga berbentuk yayasan. Pengelolaan pendidikan pada pesantren kebanyakan masih bersifat sentralistik, artinya pesan leadership kiai masih menjadi ujung tombak pendidikan di pesantren, sehingga, maju atau tidaknya pendidikan yang ada dipesantren itu
52 Rahman, Wawancara, Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah , 03 oktober 2021
51
tergantung dengan kebijakan-kebijakan kiai sebagai pemimpin sentral pelaksanaan pendidikan. Tetapi bukan kebijakan dalam pendidikn di pesantren tidak mutlak adanya, kiai tidak bisaberjalan sendiri dalam melaksanakan program pendidikan dan pengajarannya sendirimelaikan juga perlu masukan dan pendapat dari para guru dan ustad untuk memajukan pendidikan di pesantren.. Adanya keikhlasan yang mendalam dari seorang kiai dalam mengelola pendidikan di pesantren membawa efek positif sebagai suatu lembaga pendidikan yang selalu disegani.
Kegiatan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) diantaranya yaitu syawir harian, setoran hafalan, tamrinat dan evaluasi .
a) Kegiatan belajar mengajar
Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan, kegiatan belajar di Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah dilakukan pada malam hari, dengan memberlakukan dua sesi,yakni sesi pertama dimulai pada jam 18.30 w i t a dan berakhir pada jam 19.30 wita. Kemudian dilanjutkan pada sesi yang kedua, yakni pada j a m 20.30 w i t a sampai jam 21.30 wita. Jeda waktu antara sesi pertama dan sesi kedua digunakan Santri untuk istirahat, makan malam dan juga jamaah shalat Isya. Sebelum proses pembelajaran antara Santri dan guru berlangsung, para Santri diwajibkan hadir 15 menit sebelumnya,aitu pada jam 18.15 wita dan 20.15 wita. Para Santri diwajibkan untuk lalaran secara bersama sama sesuai dengan pelajaran dan kelas masing- masing. Ketika tepat pukul 18.30 wita dan 20.30 para Santri berhenti dan kegiatan belajar mengajar pun dimulai.53
b) Syawir harian
Kegiatan syawir atau musyawarah dilakukan di kelas masing-masing Santri. Kegiatan syawir dimulai pada jam 16.30 wita sampai jam 17.30 wita . Adapun dalam syawir
53 Jadwal Kegiatan Pondok, Madrasah Diniyah Salafiyah Ar-Rahmah , 28 September 2021